You are on page 1of 17

KEWAJIBAN MINIMUM NEGARA DAN ELEMEN HAK ATAS KESEHATAN

Dr H Tatang Kartawan 2012

TIGA KEWAJIBAN MINIMUM NEGARA


I. MELINDUNGI

II. MENGHORMATI

III. MEMENUHI

I. MELINDUNGI
1

4
5

Memastikan pengawasan dan pengaturan terhadap perusahaan farmasi, penyedia layanan asuransi kesehatan penyedia pelayanan kesehatan, institusi penelitian kesehatan, dll Memperkenalkan undang-undang, standar, regulasi dan guidelines untuk melindungi: tenaga kerja, konsumen dan lingkungan Kontrol dan regulasi pemasaran dan distribusi bahan berbahaya tembakau, alkohol dan kelompok makanan tertentu Kontrol dan regulasi praktik-praktik dan pengobatan tradisional yang diketahui berbahaya bagi kesehatan Memastikan perempuan dan anak terlindungi dari kekerasan

II. MENGHORMATI
1

2 3 4

Mengedepankan kebijakan atau pelaksanaannya yang membantu kelompok miskin dalam mencari pelayanan medis yang memadai Sikap tanpa diskriminasi terhadap kelompok minoritas atau kelompok rentan Tidak menahan atau mispresent informasi mengenai kesehatan yang penting Tidak mengikuti komitmen internasional tanpa mengukur kemampuan masyarakatnya dalam menyadari hak untuk sehatnya Memastikan pembuangan limbah industri dan rumah tangga ditangani dan dilakukan dengan cara yang tidak membahayakan kesehatan pekerja ataupun masyarakat lokal

7
8 9 10 11

Tidak melarang penggunaan pengobatan dan perawatan tradisional yang aman Tidak memasarkan atau mendistribusikan obatobatan yang tidak aman Tidak mengelabui pengobatan medis yang dipaksakan Mengadopsi hukum dan kebijakan yang tidak menghalangi hak bereproduksi Melarang distribusi dan pemasaran bahan berbahaya (misalnya tembakau) Mengalokasikan dana kesehatan secara proporsional

III. MEMENUHI
1 Menyediakan fasilitas, barang dan pelayanan kesehatan untuk ibu, anak dan kesehatan reproduksi. Menyediakan pelayanan dan informasi mengenai perencanaan keluarga, perawatan pre dan post natal serta pelayanan obstetri darurat Menyediakan fasilitas, barang dan pelayanan terhadap kecelakaan, pelayanan darurat untuk luka-luka, epidemi dan bencana alam Menyediakan rumah sakit dan klinik-klinik dengan staf dan peralatan yang lengkap Menyediakan fasilitas, peralatan dan obat-obatan untuk penanganan penyakit dan luka-luka pada tingkat lokal

10 11

Menyediakan tenaga kesehatan terlatih serta petugas yang siap dipanggil untuk mencapai daerah terpencil Penyediaan obat-obatan dasar yang cukup dengan fasilitas penyimpanan yang sesuai Menyediakan sistem surveilens dan skrining untuk mendeteksi dan merespon kejadian luar biasa dan epidemi Menyediakan informasi dan pendidikan mengenai kesehatan reproduksi dan seks; risiko yang berhubungan dengan cara penularan penyakit menular seksual Menyediakan informasi dan pendidikan tentang pertimbangan kesehatan dan promosi keamanan Melakukan pelatihan, memberikan informasi secara profesional dan meningkatkan kesadaran terhadap HAM seperti melarang diskriminasi terhadap petugas kesehatan

12

13 14 15 16 17 18

19

Menyediakan informasi mengenai pilihan pelayanan yang tersedia dan kemungkinan mendapatkan pengurangan biaya, bagi masyarakat yang membutuhkan Menyediakan air bersih yang aman untuk rumah tangga dan sanitasi dasar yang baik Penyediaan perumahan aman yang adekuat Penyediaan makanan bergizi dalam jumlah yang cukup dan peringatan awal atas keamanan bahan makanan Penyediaan jaminan sosial atau asuransi kesehatan Memenuhi hak setiap anak terhadap identitas (registrasi kelahiran) Bebas dari penelantaran, exploitasi dan kekerasan, bagi anak dan wanita, termasuk perdagangan tenaga kerja dan lingkungan domestik Menyediakan program vaksinasi dan imunisasi

EMPAT ELEMEN HAK ATAS KESEHATAN


KETERSEDIAAN II. KETERJANGKAUAN III. PENERIMAAN IV. KUALITAS I.

I. KETERSEDIAAN
1

2 3 4 5
6 7 8

Tersedia pelayanan antenatal care. Tersedia pelayanan Keluarga Berencana. Tersedia pelayanan imunisasi. Tersedia pelayanan dokter umum. Tersedia fasilitas pertolongan pertama pada kegawatan dan kedaruratan. Tersedia obatan-obatan pokok (essential drugs). Tersedia pendidikan untuk menangani masalah kesehatan. Tersedia promosi penyediaan makanan dan nutrisi yang seimbang. Tersedia fasilitas air bersih dan sanitasi dasar

II. KETERJANGKAUAN
1 2 Pelayanan kesehatan dapat dimanfaatkan oleh setiap lapisan masyarakat. Pelayanan kesehatan dapat dimanfaatkan oleh kelompok dengan kondisi ekonomi terendah di daerah tersebut. Letak pelayanan kesehatan relatif dekat dengan masyarakat. Masyarakat relatif mudah mendapatkan informasi mengenai kesehatan dan pelayanan kesehatan.

3 4

5 6 7 8 9 10 11

Setiap ibu hamil bisa mendapatkan perawatan kesehatan sebelum, pada saat, dan setelah melahirkan. Setiap anak bisa mendapatkan pelayanan imunisasi pokok. Masyarakat bisa mendapatkan obat-obatan untuk sepuluh penyakit terbanyak di daerah tersebut dengan mudah. Masyarakat kelompok ekonomi terendah bisa memperoleh obat-obatan pokok (essential drugs). Masyarakat kelompok ekonomi terendah dapat memperoleh fasilitas air bersih dan sanitasi dasar. Masyarakat kelompok ekonomi terendah memperoleh pengetahuan mengenai masalah kesehatan. Masyarakat kelompok ekonomi terendah memperoleh pengetahuan mengenai makanan dan nutrisi tepat

III. PENERIMAAN
1

3 4

Menghormati nilai-nilai sosial budaya masyarakat. Pelayanan kesehatan tidak bertentangan dengan etika medis. Menghormati kaum minoritas. Menghormati nilai-nilai individu

IV. KUALITAS
1
2 3

Pelayanan kesehatan sesuai dengan standar minimal. Petugas kesehatan teruji kompetensinya. Fasilitas pelayanan kesehatan mampu menangani wanita yang sedang dalam keadaan hamil, melahirkan, dan menyusui. Fasilitas kesehatan mampu memberikan pelayanan imunisasi.

7 8

9 10

Fasilitas pelayanan kesehatan mampu menangani sepuluh penyakit terbanyak di daerah tersebut. Fasilitas pelayanan kesehatan mampu menangani kondisi kegawatan dan kedaruratan yang mengancam jiwa. Peralatan dalam fasilitas pelayanan kesehatan berfungsi dengan baik. Obat-obatan pokok (essential drugs) tidak kedaluarsa. Air minum aman dan bersih. Sanitasi memadai.

REFERENSI

1. Konsil Kedokteran Indonesia, Standar Kompetensi Dokter. 2. UU No 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. 3. UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. 4. UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. 5. UU No 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. 6. Dedi Affandi, Hak atas Kesehatan dalam perspektif HAM, 2005. 7. KepMenkes RI 1202/Menkes/SK/VII/2003 tentang Indikator Sehat 2010. 8. Universal Declaration of Human Rights, 1948. 9. UN Ecosoc, General Comment No.14 (2000).