You are on page 1of 6

Nama Kelompok: Bima Ady Sanjaya F0311030 Deay Filianto Nugroho F0311035 Yudha Adhitya F03111 3 Akuntan!i Foren!

ik dan Audit "n#e!tigati$

%A%ANAN K&'&(BA)AAN
UUD 45 menyebutkan lembaga negara atau lembaga penyelengara negara, baik di tingkat pusat maupun di daerah. Di tingkat pusat kita melihat beberapa kelompok kelembagaan. Pertama, kelompok lembaga yng mencerminkan perwakilan rakyat. Kedua, adalah presidan dan wakil presiden yang mewakili kekuasaan pemerintahan negara. Ketiga, kelompok yang mewakili kekuasaan kehakiman dilakukan oleh Mahkamah Agun dan badan peradilan yang berada di bawahnya. Ketiga kelompok tersebut adalah merupakan perwu udan konsep trias politica dalam ketatanegaraan. !adan Pemeriksa Keuangan "!PK# tidak merupakan bagian kekuasaan tersebut. $embaga semacam !PK lebih dikenal dalam sistem ketatanegaraan negara%negara demokrasi. &ama generik untuk lembaga ini adalah 'upreme Audit (nstitutions "'A(#.

'&(BA)A *&(B&+AN%ASAN K,+-*S"


Komisi Pemberantasan Korupsi "KPK# yang berdiri pada tanggal )* Desember tahun )++, bukanlah lembaga pemberantasan korupsi yang pertama di (ndonesia. KPK didirikan karena kelemahan aparat penegak hukum di bidang penyelidikan dalam menghadapi tutntutan kon-ensi pemberanasan korupsi P!!. 'esudah KPK berdiri, dalam era pemerintahan '!. lahir /im Pemburu Koruptor dan /imtastipikor yang dikomandai oleh Pimpinan Ke aksaan Agung. %uga! Dan .e/enang Kpk a. Koordinasi dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tipikor. b. 'upe-isi terhadap instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tipikor. c. Penyelidikan, penyelidikan, dan penuntutan terhadap tipikor. d. Pencegahan tipikor. e. Pemantauan penyelenggaraan pemerintahan negara.

%uga! Koordina!i a. Mengordinasikan penyelidikan, penyelidikan, dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi. b. Meletakkan sistem pelaporan dalam kegitan pemberantasan tipikor. c. Meminta in0ormasi tentang kegiatan pemberantasan tipikor. d. Melaksanakan dengan pendapat atau pertemuan dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tipikor. e. Meminta laporan instansi terkait mengenai pencegahan tinda pidana.

%uga! Super#i!i a. Melakukan pengawasan, penelitian, atau penelaahan terhadap instansi yang men alankan tugas dan wewenangnya yang berkaitan dengan pemberantasan tipior, dan instansi yang dalam melaksanakan pelayanan publik. b. Mengambil alih penyelidikan atau penuntutan terhadap pelaku tipikor yang sedang dilakukan oleh kepolisian atau ke aksaan.

%uga! *enyelidikan0 *enyidikan0 Dan *enuntutan KPK melaksanakan tugas yang1 a. Melibatkan aparat penegak hukum, penyelenggara negara, dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh penegak hukum atau penyelengara negara. b. Mendapat perhatian yang meresahkan masyarakat, dan atau c. Menyankut kerugian negara paling sedikit 2p 3 miliar.

KPK berwenang untuk 1 a. Melakukan penyadapan dan merekam pembicaraan. b. Memerintah seseorang pergi ke luar negeri. c. Meminta keterangan dari bank atau lembaga keuangan lainnya tentang keadaan keuangan tersangka atau terdakwa yang sedan diperiksa.

d. Memerintah kepada bank atau lembaga keuangan lainnya untuk memblokir rekenin yang diduga hasil dari korupsi milik tersangka, terdawa, atau pihak lain yang terkait. e. Memerintahkan kepada pimpinan atau atasan tersangka untuk memberhentikan sementara tersangka dari abatannya. 0. Meminta data kekayaan dan data pepa akan tersangka atau terdakwa kepada instansi yang terkait. g. Meghentikan sementara suatu transaksi keuangan, transaksi perdagangan, dan per an ian lainnya atau pencabutan sementara peri4inan, serta konsesi yang dilakukan atau dimiiki oleh tersangka atau terdakwa yang didua berdasarkan bukti awal yang cukup ada hubungannya dengan tindak pidana korupsi yang sedang diperiksa. h. Meminta bantuan interpol indonesia atau instansi penegak hukum negara lain untuk melakukan pencarian, penangkapan, dan penyitaan barang bukti di luar negeri. i. Meminta bantuan kepolisian atau instansi lain yang terkait untuk melakukan penangkapan, penahanan, penggledahan, dan penyitaan dalam perkara tindak pidana korupsi yang sedang ditangani.

%uga! *en1egahan Dalam melaksanakan tugas pencegahan, KPK berwenang1 a. Melakukan penda0taran dan pemeriksaan terhadap laporan harta kekayaan penyelenggara negara. b. Menerima laporan dan menetapkan status grati0ikasi. c. Menyelengarakan program pendidikan antikorupsi pada setiap en ang pendidikan. d. Merancang dan mendorong terlaksananya program sosialisasi pemberantasan tindak pidana korupsi. e. Melakukan kampanye antikorupsi kepada masyarakat umum. 0. Melakukan ker a sama bilateral atau mltilateral dalam pemberantasan tidak pidana korupsi.

%uga! *emantauan Dalam melaksanakan tugas monitor, KPK berwenang 1 a. Melakukan pengka ian terhadap sistem pengelolaan administrasi di sema lembaga negara dan pemerintah.

b. Memberi saran kepada pimpinan lembaga negara dan pemerintah untuk melakukan perubahan ika berdasarkan hasil pengka ian sistem pengelolaan administrasi tersebut berpotensi korupsi. c. Melaporkan kepada Presiden 2epublik (ndonesia, Dewan Perwakilan 2akyat dan badan Pemeriksa Keuangan, ika saran KPK mengenai usulan perubahan tersebut tidak diindahkan.

Ke/aji2an Dan 'arangan Kewa iban KPK 1 a. Memberikan perlindungan terhadap sasi atau pelapor yang menyampaikan laporan ataupun memberikan keterangan mengenai ter adinya tindak pidana korupsi. b. Memberikan in0ormasi kepada masyarakat yang memerlukan atau memberikan bantuan untuk memperoleh data lain yang berkaitan dengan hasil penuntutan tindak pidana korupsi yang ditanganinya. c. Menyusun laporan tahunan dan menyampaikan kepada Presiden 2(, DP22(, dan !PK. d. Menegakkan sumpah abatan. e. Men alankan tugas, tanggung awab, dan wewenangnya berdasarkan asas%asas tersebut di atas.

AN%" 3,++-*%",N A)&N3"&S $embaga semacam KPK yang secara generik dikenal sebagai Anti%5oruuption Agencies "A5A#, tidak hanya ada di (ndonesia. Di banyak negara Agency ini disebut 5ommesion atau Komisi "seperti KPK#. &amun ada uga yang menyebutkan !iro, seperti di 'ingapura, atau !adan, seperti di Malaysia. Ada dua model A5A, yakni multy Agency model dan single%agency model. &egara menerapkan multy agency model meman0aatkan lembaga% lembaga penegak hukum yang sudah ada dan membangun satu lembaga khusus. (ndonesia adalah contoh negara yang menerapkan multy agency model. Kebanyak negara 6ropa !arat dan Amerika 'erikat uga menerapkan multy agency model. Adanya dua pola kelahiran A5A. Ada A5A yang lahir karena kesadaran bernegara yang sehat. 7uga ada A5A yang lahir karena negara yang bersangkutan merati0ikasi United &ations 5on-ention Against 5orruption "U&5A5#

'ANDSKA* A-D"% *&(&+"N%A4AN

Dalam argon administrasi negara istila 8pemeriksaan9 digunakan dalam makna audit ekstern, misalnya dalam kalimat 8 !adan Pemeriksa Keuangan adalah satu%satunya lembaga pemeriksa keuangan negara di (ndonesia. !eberapa 0aktor melemahkan proses audit. Pertama, !PK menghadapi kendala%kedala sumber daya yang parah. Kedua, tidak adanya undang%undang audit negara modern menyebabkan banyak kerancuan di balik mana oranisai%oranisasi yang ingin menghidari audi bisa bersembunyi. !anyak organisasi, terutama militer, tela menolak untuk diaudit !PK. Ketiga, parlemen, Departemen Keuangan, dan departemen%departemen teknis tidak mempunyai proses yang digariskan secara elas untuk menindaklan uti temuan%temuan audit dan mengambil alih langkah perbaikan, dan sebagai akibatnya tidak ter adi tindak lan ut sistematis. Keempat, seperti dicatat, !PK tidak berwenang mengumumkan temuan% temuannya. !PKP memberikan layanan kepada instansi pemerintah baik Departemen:$P&D maupun Pemerintah Daerah. 5akupan layanan yang diberikn oleh !PKP adalah1 3. Audit atas berbagai kegiatan unit ker a di lingkungan departmen:$P&D maupun pemerintah daerah ). Policy e-aluation ,. ;ptimalisasi penerimaan negara. 4. Asistensi penerapan 'istem Akuntansi Pemerintah Pusat dan Daerah 5. Asistensi penerapan good corporate go-ernance <. 2isk management based audit =. Audit in-estigati0 atas kasus berindikasi korupsi.

/erdapat tiga pendapat mengenai pembaruan landskap audi pemerintah, yakni 3. ). !ubarkan !PKP dan sebarkan 'DM%nya ke (nspektorat 7endral dan !awasda. Man0aatka !PKP yang melakukan 0ungsi (nspektorat 7endral dan !awasda.

,. !PKP sebagai think tank sa a, tidak usah besar namun e0ekti0 dalam memac (nspektorat 7endral dan !awasda.

*&N)AD"'AN %"*"K,+ Dari bebeapa butir yang dia ukan dalam permohonan udicial re-iew, hanya satu yang dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi, yakni pembentukan Pengadilan /indak Pidana Korupsi dengan Undan>%undang &omer ,+ /ahun )++). Mahkamah Konstitusi memutuskan

Pengadilan /ipikor harus dibentuk dengan undang%undan tersendiri sebelum akhir Desember )++* Dari pantauan (ndonesia 5orruption ?atch "(5?# selama lima tahun terakhir, komitmen pengadilan umum ustru dipertanyakan. Anyak terdakwa kasus korupsi yang diadili pengadilan umum, yang semuanya terdiri atas hakim karier, ustru dibebaskan. (ni berbeda dari Pengadilan /ipior, yang memadukan haim karier dan hakim ad hoc, yang selama ini tidak pernah membebaskan terdakwa korupsi dari hukuman. Pentauan (5? di se umlah pengadilan umum selama lima tahun terakhir se ak )++5, menun ukkan umla tedakwa kasus korupsi ysng bebas di pengadilan umum bukan berkurang, tetapi malah meningkat. Dan terdakwa yang dihukum, hukumannya cenderung ringan.