Вы находитесь на странице: 1из 82

KEBUTUHAN FISIK IBU HAMIL TRIMESTER I, TRIMESTER II, TRIMESTER III ASKEB 1

Oleh :

YANI FEBRIANI

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM NUSA TENGGARA BARAT SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YARSI MATARAM PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN MATARAM 2012 KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah yg berjudul KEBUTUHAN FISIK IBU HAMIL TRIMESTER I, TRIMESTER II, TRIMESTER III. Adapun maksud dan tujuan kami menyusun makalah ini yaitu untuk menjelaskan secara singkat mengenai pengertian, jenisjenis, penyebab, dan dampak dari permasalahan ibu hamil itu sendiri. Tentunya makalah ini tidak lepas dari bantuan semua pihak, oleh sebab itu pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. Orang tua kami atas segala dukungan dan bantuannya, baik secara moril maupun materil . 2. Ketua Stikes Yarsi Mataram, Bapak Ns. Badrun Nadianto, S.Sos.,M.Pd selaku ketua STIKES YARSI MATARAM. 3. Ibu Rohani selaku guru pembimbing atas segala arahan dan nasehat yang telah diberikan . 4. Teman-teman dan semua pihak yg terlibat atas bantuan nya. kami menyadari penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun dari para pembaca semua sangat diharapkan. Dan harapan kami semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para pembaca Mataram, 16 Mei 2012 Penulis

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .. KATA PENGANTAR DAFATR ISI iii BAB I. PENDAHULUAN .. 1.1 1 1.2 Tujuan 1 Rumusan Masalah 1 BAB II. PEMBAHASAN 2.1 2 2.1.1 2.1.2 2.1.3 2.2 2.2.1 2.2.2 5 2.2.3 2.2.4 2.2.5 7 Kelelahan/Fatique .. Keputihan .. Diarrhea .. 6 7 Memantau Kesejahteraan Janin .. Tujuan Utama Pematauan Kesejahteraan Janin Metode Pemantauan Kesejahteraan Janin.. Ketidaknyamanan Selama Kehamilan dan Cara Mengatasinya 2 3 4 4 2 2 Memantau Kesejahteraan Janin . . 1.3 1 Latar Belakang ii i

Rasa mual atau muntah Ngidam.

2.2.6 2.2.7 2.2.8 2.2.9

Frekuensi kemih meningkat/nocturia Hidung tersumbat/berdarah ..

8 9 9 10

Gatal-gatal . Gusi berdarah 11 11 12

2.2.10 Chloasma/perubahan warna areola . 2.2.11 Insomnia/Sulit tidur ..

2.2.12 Garis-garis diperut . 2.2.13 Pusing .. 2.2.14 Sesak nafas (Hiperventilasi) .. 2.2.15 Nyeri ligamentum Rotundum .. 2.2.16 Edema Dependen .. 2.2.17 Varices pada kaki dan vulva . 2.2.19 Haemorroid (wasir) 2.3 18 2.4 16 2.2.18 Kontifasi . 14 14

13

15

16 17

Kunjungan Ulang .. Tanda Bahaya Dalam Kehamilan .

21

BAB III. PENUTUP 3.1 25 3.2 Saran 25 . DAFTAR PUSTAKA . BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang 1. Latar Belakang Kehamilan dan persalinan adalah proses yang normaldan alamiah, tetapi tidak menutup kemungkinan akan timbul berbagai masalah. Oleh karena itu, dibutuhkan pemantapan 26 25 Kesimpulan

kesejahteraan janin, serta persiapan persalinan dan kelahiran yang matang. Orang-orang di sekitarnya seperti bidan dan keluarga terutama harus turut serta menjaga kesejahteraan janin maupun ibu agar ibu termotifasi dan optimis akan kehamilan nya. 1. Tujuan 2. Tujuan Umum Agar lebih memahami tentang pemantauan kesejahteraan janin, ketidak nyamanan dan cara mengatasinya, kunjungan ulang,pekerjaan dan tanda-tanda bahaya dalam kehamilan. 1. Tujuan Khusus

Untuk mengetahui dan memahami tentang pemantauan kesejahteraan janin Untuk mengetahui tentang tujuan utama pemantauan kesejahteraan janin Untuk mengetahui dan memahami tentang metode pemantauan kesejahteraan janin Untuk mengetahui ketidak nyamanan selama kehamilan dan cara mengatasinya

1. Rumusan Masalah

Faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap kesejahteraan janin ? Apa tujuan utama pemantauan kesejahteraan janin ? Apa sajakah yang dikaji dalam metode pemantauan kesejahteraan janin ? Apa sajakah contoh dari ketidaknyamanan selama kehamilan dan cara mengatasinya

BAB II PEMBAHASAN

2.1

Memantau Kesejahteraan Janin

2.1.1 Keadaan Kesejahteraan Janin Keadaan kesejahteraan janin dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya faktor keturunan dan kondisi kesehatan orang tuanya. Dengan demikian untuk menguyapakan mendapat keturunan yang sehat, sebaiknya orang tua dapat menyiapakan diri secara fisik maupun psikologik jauh sebelum kehamilan dimulai. Kepada mereka perlu dijelaskan mengenai pentingnya kesehatan fisik seperti gizi yang cukup, menghindari pemakaian obat-obatan,merokok,alkohol dan lainlain. Terlebih bagi wanita yang mempunyai kecenderungan terjadinya masalah perinatal, seperti wanita dengan diabetes mellitus, yang mana sering diikuti terjadinya kelainan bawaan atau bipertensi yang sering diikuti insuffisiensi plasentan dan IUGR (Intra Uterine Growth

Retardation) atau terhambatnya pertumbuhan janin dalam rahim. Sangat diperlukan dudukungan berupa perawatan dan konseling dalam upaya menekan resiko seminimal mungkin. 2.1.2 Tujuan Utama Pemantauan Kesehatan Janin Untuk mengenal sedini mungkin kapan waktu yang tepat untuk terminasi kehamilan sehingga memungkinkan pengkajian kesejahteraan janin dilakukan lebih teliti, baik selama kehamilan maupun persalinan. Teknik-teknik tersebut ada yang merupakan teknologi canggih, sehingga biasanya baru dapat ditemui di kota-kota besar atau rumah sakit rujukan seperti Ultrasonografi (USG), Kardio Tokografi (KTG), Amnioskopi, Amniosintesis. Sedangkan berapa teknik lainnya merupaka teknik sederhana yang sudah sejak lama dilaksanakan. Teknik-teknik ini dapat dilakukan diminasaja dan tidakmembutuhkan alat atau sarana yang rumit seerti pengamatan pertumbuhan uterus, auskultasi denyut janin (DJJ) dan pergerakan janin. 2.1.3 Metode Pemantauan Kesejahteraan Janin Adanya alat-alat pemeriksaan elektronik maupun kimia memungkinkan untuk melakukan pengamatan terhadap janin dalam rahim dengan lebih teliti, melalui tes-tes tertentu. Informasi keadaaan ibu-plasenta-janin dalam keadaan dan fungsi dengan baik sehingga dengan demikian dapat ditentukan apakah kehamilan dapat dilangsungkan dengan aman atau diperiksa suatu tindakan. Beberapa tes yang dimaksudkan : 1) Kardiotokografi (KTG) Pemantauan ini dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut Kardiotokograf. Dasar kerja KTG adalah gelombang ultrasound untuk medeteksi kontaksi uterus. Kemudian keduanya direkan pada rekan kertas yang sama, sehingga terlihat gambaran keadaan denyut jantung janin dan kontraksi uterus dalam saat yang sama. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan usia kehamilan 34 minggu atau lebih, dengan lama pemeriksaan 20-30 menit. Tujuan perekaman adalah untuk mendapat beberapa tanda :

Frekunsi dasar DJJ (normal 120-160 x/menit) Variabilitas atau perubahab frekuensi DJJ (nilai normalnya adalah 5-15 x/menit) Pola deselerasi (gambaran penurunana DJJ terdapat 3 keadaan yang dihubungkan dengan keadaan patologis yaitu deselerasi diri, deselerasi lambat, deselerasi variable.

2) Amnioskopi

Yaitu pemeriksaan yang menggunakan alat teropong yang disebut amnioskopi. Untuk melihat keadaan air ketuban deoan. Air yang normal akan tampak jernih atau keputihan. Apabila terdapat pewarnaan mekonium dalam air ketuban. Kemungkinan janin mengalami hiipoksia. Namun ketepatannya hanya 30-40 % saja. 3) Amniosintesa Yaitu penghisapan cairan dari rahim melalui tusukan/fungsi abdomen dengan tujuan menganalisa cairan tersebut. Tes ini boleh dilakukan kapan sajja selama kehamilan. Bila dilakukan pada pertengahan awal kehamilan (14-20 minggu) biasanya untuk melihat kelainan perkembangan janin. Amniosintesa yang dibuat pada kematangan paru-paru janin, mengetahui golongan darah, menilai adanya penyakit rhesus atau mendeteksi adanya amniositis. 4) Ultrasonografi (USG) Digunakan untuk mengevaluasi beberapa parameter seperti pergerakan janin, tekanan janin, penafsiran janin, vollume casiran ketuban dan kematangan plasenta. Biasanya aspek tersebut dinilai dan dihitung oleh seorang yang terlatih secara khusus. 2.2 2.2.1 Ketidaknyamanan selama kehamilan dan cara mengatasinya Rasa mual atau muntah

1. Dasar anatomis dan fisiologis Penyebab belum diketahui secara pasti, kemungkinan penyebab : 1. Peningkatan kadar hCG, estrogen, progesteron 2. Relaksasi otot-otot halus 3. Perubahan dalam metabolisme karbohidrat yang berlebihan 4. Mekanisme kongesti, inflamasi, distensi pergeseran 5. Reaksi alergis ; sekresi korpus leteum, antigen dari ayah, iso aglutinin, keracunan anti histamin 6. Cara meringankan atau mencegah 1. Hindari bau atau faktot penyebab 2. Pagi hari, makan biskuit atau roti bakar sebelum bangun dari tempat tidur 3. Makan sedikit tapi sering 4. Hindari makanan yang dapat merangsang (banyak mengandung minyak dan berbumbu) 5. Hindari segera menggosok gigi setelah makan

6. Duduk dengan posisi sempurna (punggung tegak lurus) 7. Pencegahan/ farmakologi Jika tindakan non farmakologis tidak berhasil, beri vitamin B6 NB : hanya untuk jangka pendek 1. Tanda bahaya 1. Penambahan berat badan yang tidak memadai 2. Malnutrisi 3. Hiperemesis gravidarum 4. Pastikan tidak ada appendicitic, colesitis, pankreatitis 2.2.2 Ngidam

Biasanya pada trimester 1 tapi bisa berlangsung sepanjang masa kehamilan. 1. Dasar anatomis dan fisiologis Penyebab belum diketahui secara pasti, kemungkinan berkaitan dengan : 1. Persepsi wanita mengenai apa yang dapat mengurangi rasa mual dan muntah 2. Indra pengecapan menjadi tumpul, lebih menyukai makanan yang merangsang 3. Cara meringankan/ mencegah Tidak perlu khawatir, berikan konseling tentang makanan yang baik dan kurang baik bagi kehamilan termasuk makanan yang ia idam-idamkan 1. Pencegahan/ farmakologi Tidak perlu 1. Tanda bahaya 1. Penambahan berat badan yang tidak memadai 2. Malnutrisi 2.2.3 Kelelahan/ fatique

Selama trimester 1 1. Dasar anatomis dan fisiologis Penyebab belum diketahui secara pasti, kemugkinan berkaitan dengan: 1. Penurunan laju menabolisme basal pada awal kehamilan 2. Kemampuan gerak usus berkurang yang mengarah keperlambat waktu pengosongan (progesterone/motilin) 3. Tekanan uterus yang membesar terhadap usus besar

4. Penelanan udara 5. Cara meringankan/ mencegah 1. Yakinkan bahwa ini adalah hal yang fisiologis 2. Anjurkan ibu untuk istrahat yang cukup 3. Hindari istrahat yang berlebihan 4. Hindari makan-makanan yang menghasilkan gas 5. Mengunyah makanan secara sempurna 6. Senam harian secara teratur 7. Pertahankan saat kebiasaan buang air 8. Pencegahan/Farmakologi 1. Tidak perlu obat-obatan 2. Suflemen/vitamin dan tablet besi 3. Simethicone (efektifitas) 4. Tanda Bahaya 1. Tanda gejala anemia 2. Ketidakmampuan tubuh untuk melakukan aktifitas sehari-hari 3. Tanda dan gejala depresi 4. Tanda dan gejala infeksi 2.2.4 Keputihan

Trimester I,II,III 1. Dasar anatomis dan fisiologis 1. Hiperplasia Mukosa Vagina 2. Peningkatan produksi lendir dan kelenjar endoservikal sebagai akibat 3. Cara meringankan/Mencegah 1. Meningkatkan kebersihan/personal hygiene 2. Guakan pakaian dalam yang terbuata dari bahan katun bukan manilon 3. Jaga kebersihan dan kelembapan vagina 4. Pencegahan/Farmakologi 1. Tidak Perlu 2. Tanda Bahaya

1. Jika sangat banyak, bau menyengat, warna kuning/abu-abu (curiga;penyakit kelamin) 2. Pengeluaran cairan seperti air-air (curiga;air ketuban) 3. Pendarah pervaginam ( abruptio placenta, placenta previa, lesi pada servix/vagina, blood show) 2.2.5 Diarrhea

1. Dasar anatromis dan Fisiologis Penyebab belum diketahui secara pasti, kemungkian berkatan dengan: 1. Perubahan hormon 2. Makanan yang kurang baik 3. Efek samping dari infeksi virus 4. Cara meringankan/Mencegah 1. Cairan pengganti /rehidrasi oral 2. Hindari makanan berserat tinggi sereal kasar, sayur sayuran, laktosa yang mengandung makanan 3. Makan sedikit tapi sering untuk pemenuhan gizi ibu 4. Pencegahan/Farmakologi 1. Umumnya, hindari intervensi obat-obatan 2. Hindari opiate, bismuda subsalyeilate, kaopeetate

3. Adsorbent tidak terbukti efektif 4. Tanda Bahaya 1. Dehidrasi 2. Demam, darah dalam kotoran umum (bakteri atau parasit) 2.2.6 Frekuensi kemih meningkat/nocturia

1. Dasar anatromis dan Fisiologis 1. Tekanan uterus pada kandung kemih 2. Noctura akibat aksresi sodium yang meningkat dengan kehilangan air dan bersamaan 3. Air dan sodium terperangkap di dalam tungkai bawah selama siang hari karena statis vena,pada malam hari terdapat aliran kembali vena yang meningkat dengan akibat penikmatan jumlah output urin

4. Cara meringankan/Mencegah 1. Penjelasan mengenai sebab terjadinya 2. Kosongkan saat terasa dorongan untuk BAK 3. Perbanyak minum pada siang hari 4. Jangan kurangi minum di malam hari 5. Jika nocturia mengganggu tidyr dan menyebabkan keletihan. Batasi minum bahan diuretics alamiah kopi, thecola,dengan caffeine 6. Tidur dalam posisi berbaring miring ke kiriatau kaki di tinggikan 7. Pencegahan/Farmakologi 1. Tidak memerlukan pengobatan farmakologis 2. Tanda Bahaya NB : Wanita hamil menghadapi resiko yang lebih besar dalam hal infeksi saluran kemih (UTI) dan pylonefritis karna ginjal dan kandung kemihberubah 2.2.7 Dysuria (UTI) Oligoira asymptomatik bacteria yang umum dijumpai pada kehamilan Hidung tersumbat/berdarah

Trimester I 1. Dasar anatromis dan Fisiologis Tingkat estrogen dan progesterone yang meningkat Pembesaran kapiler Relaksasi otot halus vaskuler serta genangan vaskuler hidung Volume darah sirkulasi yang meningkat 1. Cara meringankan/Mencegah Gunakan vaporizer udara dingin 1. Pencegahan/Farmakologi Siraman saline biasa hindari dekongestan sitemik dan semprotan hudung untuk hidung

tersumbat biasa Jika sangat mengganggu atau jika terdapat URI 1. Tanda Bahaya 2.2.8 Dingin, demam Gatal-gatal

Disemua trimester 1. Dasar anatromis dan Fisiologis Kemungkinan karena hipersensitivitas terhadap antigen plasenta 1. Cara meringankan/Mencegah Gunakan kompres, mandi siram air sejuk Gunakan cara mandi oatmeal 1. Pencegahan/Farmakologi Pertimbangkan obat luar anti peureticdan emollient Evaluasi kalau-kalau ada kelainan atau penyakit kulit lainnya Evaluasi untuk mengetahui fungsi kelenjar hati dan adanya penyakit kuning 1. Tanda Bahaya Pruritus, gravidarum (intrahepatik cholestasis kehamilan) tanpa atau dengan sakit kuning

yang berkaitan dengannya Jika dibarengi dengan mual danmuntah, sakit kuning, kencing berwarna hitam

(cholestasis) 2.2.9 Tanda/gejala dermatoses lainnya (missal scabies) Gusi berdarah

Paling parah adalah selama trimester II 1. Dasar anatromis dan Fisiologis Estrogen meningkatkan aliran darah ke rongga mulut dan mepercepat laju pergantian sel-

sel pelapis epithelial gusi Vaskularisasi gusi menjadi sangat tinggi, dengan penyebaran pembuluh darah halus

jaringan penghubung menjadi hiperelplastis dan edematis Ketebalan permukaan epitheal berkurang yang menyebabkan jaringan gusi menjadi rapuh 1. Cara meringankan/Mencegah Berkumur air hangat,asin Memeriksakan gusi secara teratur Jaga kebersihan gigi dan memutihknnya 1. Pencegahan/Farmakologi Tidak ada pengobatan khusus 1. Tanda Bahaya

Bisulan Timbulnya granuloma gravidarum Jika perdarahan berlebihan Jika, diikuti tanda/gejala kekurangan gizi atau pre-eklamsia

2.2.10 Chloasma/perubahan warna areola Trimester II 1. Dasar anatromis dan Fisiologis Kecendrungan genetis estrogen meningkat dan kemungkinan tingkat progesterone (8 progesterone; perangsang melanogenik) 1. Cara meringankan/Mencegah Hindari sinar matahari berlebihan selama masa kehamilan Gunakan bahan pelindung non alergis 1. Pencegahan/Farmakologi Hindari penggunaan hydroquinones Sedikit keberhasilan tapi banyak efek sampingnya 1. Tanda Bahaya Tidak ada gejala yang ditunjukkan 2.2.11 Insomnia/Sulit tidur

Mulai pertengahan masa kehamilan 1. Dasar anatromis dan Fisiologis Pola tidur berubah-tidur nyenyak (REM) mulai minggu ke-25, berpuncak pada minggu

ke-33, kemudian menurun ke tingkat sebelum hamil pada saat penuh bulan Bangun ditengah malam ketidaknyamanan karena hamil, neoturia, dypnea, panas dalam,

kongesti hidung, sakit otot, stress dan risa 1. Cara meringankan/Mencegah Gunakan tekhnik relaksasi Gunakan tekhnik relaksasi progresif Mandi air hangat, minum-minuman hangat (susu, teh dengan susu) sebelum tidur Kegiatan yang tidak merangsang sebelum tidur 1. Pencegahan/Farmakologi Gunakan antihistamin untuk meringankan jangka pendek saja

Boleh menggunakan vistaril dan secoral Pada umumnya hindari obat-obat tidur (kurangi tidur REM dan NREM tahap 3 dan 1,

crosa plasenta) 1. Tanda Bahaya Keletihan yang berlebihan Tanda-tanda depresi

2.2.12 Garis-garis diperut Tampak menonjol pada bulan ke-6 sampai ke-7 1. Dasar anatromis dan Fisiologis Terdiri dari arteriole tengah yang terbuka yang datar atau sedikit menaik dengan radiasi

cAbang kapiler yag menyebar; paling menonjol di daerah-daerah kulit yang dikosongkan dari darah oleh vena cava superior (sekitar mata, leher,kerongkongan, dan lengan ) Penyebab tidak jelas Bisa timbul akibat perubahan atau gabugan antara perubahan hormon dan peregangan Bisa di kaitkan dengan eksresi corticosteroid 1. Cara meringankan/Mencegah Gunakan emolien luar atau antiprurutic menurut indikasinya Gunakan pakaian yang menopang payudara dan abdomen 1. Pencegahan/Farmakologi Tidak memerlukan pengobatan farmakologis 1. Tanda Bahaya Tidak ada 2.2.13 Pusing Timester II dan III 1. Dasar anatromis dan Fisiologis Hipertensi postural yang berhubungan dengan perubahan hemodinamis Pengumpulan darah didalam pembuluh tungkai, yang mengurangi aliran balik vena dan

menurunkan autput cardiac serta tekanan darah dengan tegangan othostatis yang meningkat Mungin berkaitan dengan hipoglikemia Sakit kepala pada triwulan terakhir dapat merupakan tanda preklamsia berat 1. Cara meringankan/Mencegah

Bila sedang dalam posisi berbaring, perhatikan cara bangun; miringkan badan dan bangun

secara perlahan Hindari berdiri terlalu lama dalam lingkungan yan hangat atau sesak Bila pusing terus menerus, segera konsultasikan pada bidan atau dokter 1. Pencegahan/Farmakologi Tidak ada 1. Tanda Bahaya Jika kehilangan kesadaran atau terjatuh, kaji tanda-tanda anemia 2.2.14 Sesak napas (Hiperventilasi) Trimester II dan III 1. Dasar anatomis dan Fisologis 1. Peningkatan dan progesteron berpengaruh secara langsung pada pusat pernapasan untuk menurunkan kadar CO2 serta meningkatkan kadar 02 2. Uterus membesar dan menekan pada diafragma 3. Cara meringankan/Mencegah 1. Jelaskan penyebab fisiologisnya 2. Ajarkan teknik pernapasan (relaksasi) 3. Secara periodik berdiri melentangkan tangan diatas kepala serta menarik napas panjang 4. Posisi duduk dan berdiri yang sempura 5. Tidur dengan posisi setengah duduk 6. Makan tidak terlalu banyak 7. Hidari merokok 8. Bila mempunyai astma, konsultasikan kepada dokter 9. Pencegahan/Farmakologi Tidak ada 1. Tanda Bahaya 1. Jika disertai dengan demam, batuk, pernapasan = malaise 2. Pernapasan cepat tanpa demam 3. Exacerrbasi ( memburuknya astma) 2.2.15 Nyeri ligamentum Rotundum

Trimester II dan III 1. Dasar anatromis dan Fisiologis Hipertropi dan peregangan ligamentum selama kehamilan Tekanan dari uterus pada ligamentum 1. Cara meringankan/Mencegah Penjelasan tentang penyebab nyeri Tekuk lutut kea rah abdomen Mandi air hangat Gunakan bantalan pemanas pada area yang terrasa sakit ( bila tidak ada kontraindikasi) Topang uterus dengan bantal di bawahnya dan sebuah bantal di antara lutut pada

berbaring miring 1. Pencegahan/Farmakologi Tidak ada 1. Tanda Bahaya Pastikan tidak adanya appendicitis, peradangan kantung empedu, ulserasi peptik 2.2.16 Edema Dependen Trimeste II dan III 1. Dasar anatromis dan Fisiologis Kenaikan tingkat sodium dikarenakan pengaruh hormonal Macetnya sirkulasi pada tungkai bawah 1. Cara meringankan/Mencegah Hindari posisi berbaring Hindari posisi tegat untuk waktu yang lama Masa istirahat dalam posiisi terlentang samping kiri dengan kaki agak diangkat Angkat kaki jika bias Jika perlu melatih kakiuntuk ditekuk ketika duduk atau beristirahat Hindari kaos kaki yang ketat atau tali/pita yang ketat pada kaki 1. Pencegahan/Farmakologi Kaos kaki penyangga(jika mungkin) 1. Tanda Bahaya Jika muncul pada muka dan tangan (preecklampsia)

Jika piting dan muncul bahkan setelah semalaman berbaring pada posisi miring kekiri Jika dibarengi dengan gejala anemia atau urine + protein dan hipertensi Tanda-tanda varises dan komplikasi tromboembolic

2.2.17 Varices pada kaki dan vulva 1. Dasar anatomis dan fisiologis Kogesti vena dalm vena bagian bawah yang meningkat karena kekanan dari uterus yang

membesar Kerapuhan jaringan elastis akibat pengaruh estrogen Kecendrungan genetis Faktor usia dan terlalu lama berdiri 1. Cara meringankan/ mencegah Tinggikan kaki/ bebaring/duduk Berbaring dengan posisi kaki tinggikan kurang lebih 90 derajat berapa kali sehari Jaga agar kaki jangan bersilangan atau bertindihan Hindari berdiri terlalu lama Istirahat dalam posisi berbaring miring kekanan dan kekiri Senam hamil dan gunakan pakaian yang longgar dan nyaman Gunakan kaos kaki Sediakan penopang fisik untuk fariositis vulva dengan bantalan karet busa yang ditahan

ditempat dengan ikat pinggang sanitari 1. Pencegahan/ farmokologi Tidak ada 1. Tanda bahaya Tanda tromboplebitis supervisialatau trombosis vena yang dalam. 2.2.18 Kontifasi Trimester II dan III 1. Dasar anatomis dan fisiologis Peningkatan kadar progesteron yang menyebabkan peristaltik usus menjadi lambat Penurunan motilitas sbg akibat dari relaksasi otot halus Peningkatan penyerapan air dari kolon Tekanan dari uterus pada usus

Suplemen zat besi Kurang olahraga Diit yang salah 1. Cara meringankan/ mencegah

Tingkatkan intake cairan, serat Minum cairan dingin/panas ketia perut kosong Olahraga senam / senam hamil Toilet training Segera bab bila ada dorongan 1. Pencegahan/ farmokologi

Gunakan emoliens Hindari minyak mineral,lubrikan,perangsang(stimulasaline) 1. Tanda bahaya

Rasa hebat di abdomen, tidak mengeluarkan gas =obstruksi Rasa nyeri di kuadran kanan bawah =appendicitis

2.2.19 Haemorroid (wasir) Trimester II dan III 1. Dasar anatomis dan fisiologis darah Statis, gravitas, tekanan vena yang meningkat dalam vena panggul, kongesti vena, Tekanan yang meningkat dari uterus gravid terhadap vena hemorroidal Dukungan yang tidak memadai bagi vena hemorrhoid dalam daerah anorectal Kurangnya klep dalam pembuluh-pembuluh ini yang berakibat pembalikan dalam aliran

pembesaran vena-vena hemorrhoid 1. Cara meringankan/ mencegah Hindari konstipasi Makan makanan bongkahan gunakan bungkus es, kompres panas atau mandi sitz Dengan perlahan masukkan kembali ke dalam rectum seperlunya 1. Pencegahan/ farmakologi Saleb obat luar; bahan anastesis (memberikan keringanan sesaat); astringent-witch azel, ealamine dan oksida seng; krim hydrocortisone

1. Tanda bahaya Thrombi 2.3 Kunjungan Ulang Kunjungan ulang adalah kunjungan yang dilakukan setelah kunjungan antenatal pertama sampai memasuki persalinan (Varney, 1997). Biasanya kunjungan ulang dijadwalkan setiap 4 minggu sampai usia kehamilan 28 minggu selanjutnya setiap 2 minggu sampai usia kehamilan 36 minggu dan seterusnya setiap minggu sampai masa persalinan. Akan tetapi jadwal kunjungan ini fleksibel dengan kunjungan minimal sebanyak 4 kali yaitu 1 kali pada trimester 1, 1 kali pada trimester 2 dan 2 kali pada trimester 3. 1. Mengevaluasi penemuan masalah yang terjadi aspek-aspek yang menonjol pada wanita hamil : 1. Oleh karena telah banyak dilakukan pengkajian mengenai riwayat ibu dan pemeriksan lengkap selama kunjungan antenatal pertama, maka kunjungan ulang di fokuskan pada pendeteksian komplikasi-komplikasi, mempersiapkan kelahiran, kegawat daruratan, pemeriksaan fisik yang terfokus dan pembelajaran. 2. Pada tahap ini bidan menginventarisasi beberapa masalah yang terjadi beserta aspek-aspek menonjol yang membutuhkan penanganan dan pemberian KIE 3. Mengevaluasi data dasar 1. Tahap ini bidan mengevaluasi data dasar yang dipertimbangkan dalam menegakkan diagnosis pada kunjungan pertama 2. Evaluasi tersebut dapat mencermati pada table berikut ini Data-dasar Evaluasi pada Kunjungan Awal Data Dasar Amenore Tanggal menstruasi terakhir Keluhan yang disampaikan pasien Hasil pemeriksaan fisik:

Pertimbangan untuk Diagnosis kehamilan Diagnosis kehamilan Pemberian konseling Diagnosis kehamilan

Kenaikan BB Tes urine kehamilan (tes HCG) positif

Cloasma gravidarum Perubahan pada payudara Linea nigra Tanda Chadwick Tanda hegar

1. Mengevaluasi Keefektifan Manajemen/Asuhan 1. Bidan melakukan penilaian mengenai efektivitas asuhan yang dilakukan pada kinjngan sebelumnya 2. Kegiatan ini bertujuan agar hal yang kurang efektif yang dilakukan pada asuhan sebelumnya tidak terulang lagi serta memastikan askeb mana yang efektif agartetap dipertahankan 3. Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan oleh bidan adalah :

Menanyakan kembali kepada pasien mengenai apa yang sudah dilakukan pada kunjungan sebelumnya

Melakukan pemeriksaan fisik terutama hal-hal yang berfokus pada pemantaun kesehatan ibu dan janin

1. Beberapa hal yang perlu ditanyakan kepada pasien antara lain sebagai berikut :

Pesan pasien secara keseluruhan mengenai proses pemberian asuhan pada kunjunagn sebelumnya

Hal-hal yang membuat pasien kurang merasa nyaman Peningkatan pengetahuan pasien mengenai perawatan kehamilan hasil dari prose KIE yang lalu

Berkurangnya ketidak nyamanan yang dirasakan pada kunjungan yang lau setelah dilakukan penatalaksaan

1. Pengkajian Data Fokus 1. Riwayat


Menanyakan bagaimana persaan pasien sejak kunjungan terakhirnya Menanyakan apakah pasie mempunyai pertanyaan atau kekhawatiran yang timbul sejak kunjungan terakhir

Gerakan janin dalam 24 jam terakhir

1. Deteksi ketidaknyamanan dan komplikasi

Menanyakan keluhan-keluhan yang biasa dialami oleh ibu hamil Menanyakan kemungkinan tanda-tanda bahaya yang dialami oleh ibu

1. Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan tekanan darah Mengukur TFU(menggunakan tangan jika usia kehamilan>12 minggu dan menggunakan metline jika usia kehamilan > 12 minggu) untuk memantau perkembangan janin.

Melakukan palpasi abdomen untuk mendeteksi adanya kemungkinan kehamilan ganda , serta mengetahui presentasi, letak, psosisi, penurunan kepala(jika usia kehamilan > 36 minggu)

Memeriksa DJJ

1. Pemeriksaan laboratorium

Protein urien Glukosa urine

1. Mengembangkan rencana sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan kehamilan. 1. Jelaskan mengenai ketidak nyaanan normal yang dialaminya 2. Sesuai dengan usia kehamilan ajarkan ibu tentang materi pendidikan kesehatan pada ibu hamil 3. Diskusikan mengenai rencana persiapan kelahiran dan jika terjadi kegawatdaruratan 4. Ajari ibu untuk mengenal tanda-tanda bahaya, pastikan ibu untuk memahami apa yang dilakukan jika menemukan tanda bahaya 5. Buat kesepakatan untuk kunjungan berikutnya 2.4

Tanda Bahaya Dalam Kehamilan 1. Perdarahan lewat jalan lahir Pada awal kehamilan, ibu mungkin akan mengalami perdarahan yang sedikit (spotting) di sekitar waktu pertama terlambat haid. Perdarahan ini adalah perdarahan implantasi (penempelan hasil konsepsi pada dinding rahim) dan ini normal terjadi. Pada waktu yang lain dalam kehamilan, perdarahan ringan mungkin terjadi pertanda servik yang rapuh (erosi). Perdarahan semacam ini mungkin normal atau mungkin suatu tanda adanya infeksi.

Pada awal kehamilan, perdarahan yang tidak normal adalah perdarahan yang banyak, merah atau disertai nyeri. Perdarahan ini dapat berarti keguguran, kehamilan mola (hamil anggur) atau kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim).

Pada kehamilan lanjut, perdarahan yang tidak normal adalah merah, banyak dan berulang, disertai atau tidak diserati rasa nyeri. Perdarahan ini dapat berarti plasenta previa (plasenta meutupi jalan lahir) atau solusio plasenta.

1. Sakit kepala yang hebat, menetap yang tidak hilang

Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan, dan seringkali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan.

Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah serius adalah sakit kepala yang hebat, menetap dan tidak hilang dengan beristriahat. Kadang-kadang, dengan sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatannya menjadi kabur atau berbayang. Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan adalah gejala dari pre eklampsia.

1. Perubahan visual (penglihatan) secara tiba-tiba (pandangan kabur)

Karena pengaruh hormonal, ketajaman penglihatan ibu dapat berubah dalam kehamilan. Perubahan ringan adalah normal.

Masalah visual yang mengindikasikan keadaaan yang mengancam jiwa adanya perubahan visual (penglihatan) yang mendadak, misalnya pandangan kabur atau ada bayangan.

Perubahan penglihatan ini mungkin disertai dengan sakit kepala yang hebat dan mungkin suatu tanda dari pre eklampsia.

1. Perubahan visual (penglihatan) secara tiba-tiba (pandangan kabur)

Karena pengaruh hormonal, ketajaman penglihatan ibu dapat berubah dalam kehamilan. Perubahan ringan adalah normal.

Masalah visual yang mengindikasikan keadaaan yang mengancam jiwa adanya perubahan visual (penglihatan) yang mendadak, misalnya pandangan kabur atau ada bayangan.

Perubahan penglihatan ini mungkin disertai dengan sakit kepala yang hebat dan mungkin suatu tanda dari pre eklampsia.

1. Bengkak pada muka dan tangan

Hampir separuh dari ibu-ibu hamil akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya muncul pada sore hari dan biasanya hilang setelah beristirahat atau dengan meninggikan kaki lebih tinggi daripada kepala.

Bengkak dapat menjadi masalah serius jika muncul pada wajah dan tangan, tidak hilang setelah beristirahat dan disertai dengan keluhan fisik lain. Hal ini dapat merupakan pertanda dari anemia, gangguan fungsi ginjal, gagal jantung ataupun pre eklampsia.

Gejala anemia dapat muncul dalam bentuk oedema (bengkak) karena dengan menurunnya kekentalan darah pada penderita anemia, disebabkan oleh berkurangnya kadar hemoglobin (Hb, sebagai pengangkut oksigen dalam darah). Pada darah yang rendah kadar Hb-nya, kandungan cairannya lebih tinggi dibandingkan dengan sel-sel darah merahnya.

1. Bayi kurang bergerak seperti biasa

Ibu hamil mlai dapat merasakan gerakan bayinya pada usia kehamilan 16-18 minggu (multigravida, sudah pernah hamil dan melahirkan sebelumnya) dan 18-20 minggu (primigravida, baru pertama kali hamil). Jika bayi tidur, gerakannya akan melemah. Bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam periode 3 jam (10 gerakan dalam 12 jam).

Gerakan bayi akan lebih mudah terasa jika ibu berbaring/beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik.

BAB III PENUTUP 3.1Kesimpulan Gangguan kehamilan merupakan sesuatu atau peristiwa yang di rasakan oleh ibu secara alamiah dalam kehamilan nya oleh karena itu dungkungan moril dan motifasi sangat di butuhkan nya karena dapat menumbuhkan kepercayaan diri pada ibu dan semagat dalam melakukan aktifitas yang dapat menyehatkan dirinya dan jabang bayi yang di kandungnya dan ibu pun siap dalam menghadapi resiko selama kehamilan,dari situpun kita dapat memantau kesejahteraan janin,kesejahteraan ibu,pekerjaan ibu maupun memantau tanda-tanda bahaya pada ibu dan janinya. 3.2 Saran Tak ada gading yang tak retak,kami menyadari bahwa makalah kami belum sempurna,jadi kami mengharapkan kritik dan sarannya yang membangun demi kesempurnaan makalah kami.

DAFTAR PUSTAKA 1. Dinas kesehatan Provinsi NTB bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Buku Pegangan Fasilitator Kelas Ibu Hamil. 2008 2. Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi (JNPK-KR). Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal. Jakarta JNPK-KR, Maternal & Neonatal Care, Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2002 3. Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan SosialWHO-JHPIEGO. Buku 2 Asuhan Antenatal. Jakarta. 2003 4. Indrayani. 2011. Buku Ajar Asuhan Kehamilan. Jakarta : CV. Trans Info Media 5. Sulistyawati, Ari. 2009. Asuhan Kebidanan pada Masa Kehamilan. Jakarta : Salemba Medika.

GBPP askeb 1 kehamilan

GBPP

MATA KULIAH KODE MATA KULIAH BEBAN STUDI PENEMPATAN

: ASUHAN KEBIDANAN I (KEHAMILAN) : BD 301 : 4 SKS (T : 1, P : 3) : SEMESTER II

A. DESKRIPASI MATA KULIAH

Mata kuliah ini memberikan kemampuan kepada Mahasiswa untuk memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil normal dengan bantuan, didasari konsep-konsep, sikap dan keterampilan serta hasil evidence based dalam praktik antenatal yang menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dengan pokok-pokok bahasa konsep terjadinya kehamilan, adaptasi fisiologi dan psikologi ibu hamil, faktor yang mempengaruhi ibu hamil, kebutuhan ibu hamil, asuhan ibu hamil pada kunjungan awal dan ulang, deteksi terhadap komplikasi ibu dan janin serta pendokumentasiannya.

B. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Menjelaskan konsep dasar asuhan kehamilan Menjelaskan proses adaptasi, fisiologi dan psikologi dalam kehamilan Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan Mengidentifikasi kebutuhan dasar ibu hamil sesuai dengan tahap perkembangannya Melaksanakan asuhan kehamilan Melaksanakan deteksi dini terhadap komplikasi ibu dan janin Melakukan dokumentasi asuhan kehamilan

C. PROSES PEMBELAJARAN

: Dilaksanakan di kelas dengan menggunakan ceramah, diskusi, seminar dan penugasan.

P : Dilaksanakan di kelas, laboratorium (baik dikampus maupun dilahan praktek) dengan menggunakan metode simulasi, demonstrasi, role play dan bed side teaching.

D. EVALUASI

Teori 1. 2. UTS UAS : 10% : 15%

Praktik 1. 2. Tugas Latihan : 15% : 20%

Studi kasus/ manajemen kasus : 40%

E. BUKU SUMBER

Buku Utama Varney. (1997), Varneys Midwifery, (BU I) Bennet, V.R. Brown, L.K. (1993), Myles Textbook for Midwives, (BU 2) Pusdiknakes; WHO; JHPIEGO, (2001), Buku Asuhan Antenatal, (BU 3)

1. 2. 3.

Buku Anjuran

1.

Saifuddin, Abdul Bari, dkk (2002), Panduan Praktis pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, (BA. 1)

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Sweet B.R. (1997), Mayes Midwifery, (BA. 2) Murray at all. (2000), A Guide to Effective Care in Pregnancy and Childbirth, (BA. 3) Balaskas J. (1997), Easy Exercises, (BA. 4) Nolan M. (2002), Education and Support for Parenting (BA. 5) Seller P. M. (2000), Midwifery, (BA.6) MNH, Depkes, USAID, IBI (2002) Komunikasi Efektif (BA. 7) Pusdiknakes, WHO Jhpiego (2001), Konsep Asuhan Kebidanan Linda V Walsh, Midwifery Community Based Care During The Childbearing Yaar (2001)

RINCIAN KEGIATAN BD. 301 TUJUAN NO PEMBELAJARAN KHUSUS Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat : 1. Menjelaskan konsep dasar 1.1 Konsep dasar asuhan kehamilan asuhan kehamilan 1.1.1. 1.1.2. 1.1.3. 1.1.4. 1.1.5. 1.1.6. 1.1.7. 1.1.8. 1.1.9. 1.1.10. Philosofi asuhan kehamilan Lingkup asuhan kehamilan Prinsip pokok asuhan kehamilan Sejarah asuhan kehamilan Tujuan asuhan kehamilan Refocusing asuhan kehamilan Standar asuhan kehamilan Tipe pelayanan asuhan kehamilan Hak-hak wanita hamil Tenaga profesional (asuhan kehamilan) 1.1.11. Peran dan tanggung jawab bidan dalam asuhan kehamilan 1.1.12. Issue terkini dalam asuhan kehamilan 1.1.13. Evidence Based dalam praktik kehamilan 2. Menjelaskan proses adaptasi2.1 Anatomi fisiologi organ fisiologis dan psikologis dalam masa kehamilan 2.1.1 2.1.2 2.1.3 reproduksi wanita (review) Genetalia interna dan externa Panggul Siklus hormonal 1 jam BU. 1 Chapt 17 BU. 3 topik 13 Ba. 2 Part 2 Chapt 4.5 BA. 9 2 jam BU. 1 BU. 3 BA. 1 Ba. 8 POKOK/SUB POKOK BAHASAN WAKTU T P K SUMBER

2.2 Konsepsi 2.2.1 2.2.2 Ovum dan sperma Fertilisasi dan implantasi

2.3 Pertumbuhan dan perkembangan hasil konsepsi 2.3.1 Pertumbuhan dan perkembangan hasil konsepsi. 2.3.2 2.3.3 Struktur dan fungsi amnion Struktur, fungsi dan sirkulasi tali pusat 2.3.4 Struktur, fungsi dan sirkulasi plasenta 2.3.5 2.3.6 2.3.7 Sirkulasi darah fetus Menentukan usia kehamilan Menentukan periode kehamilan

1 jam

BU chap 17 BU 3 topik 2 Pelajaran 1,2 BA. 2 Part 2 Chapt 2

2.4 Perubahan anatomi dan adaptasi fisiologis pada ibu hamil trimester I, II, III 2.4.1 2.4.2 2.4.3 2.4.4 2.4.5 2.4.6 2.4.7 Sistem reproduksi Payudara Sistem endokrin Sistem kekebalan Sistem perkemihan Sistem pencernaan Sistem

2 jam 10 jam BU.1 chap 17 BU.2 Part 8 BU.3 topik 2 Pelajaran 2.3 BA. 2 Chapt 11.17

muskuloskeletal 2.4.8 2.4.9 2.4.10 2.4.11 Sistem kardiovaskuler Sistem Integumen Metabolisme Berat badan dan

Indeks Masa tubuh (IMT) 2.4.12 Darah dan

pembekuan darah 2.4.13 2.4.14 Sistem Pernafasan Sistem Persyarafan BA.6, Bab I 2.5 Perubahan dan adaptasi psikologis dalam masa kehamilan 2.5.1 2.5.2 2.5.3 Pada kehamilan trimester I Pada kehamilan trimester II Pada kehamilan trimester III hal 133-140 BA.2, hal 157-169

3.

Mendiagnosa kehamilan 3.1.1 3.1.2 3.1.3

3.1 Tanda-tanda kehamilan Pasti Tidak pasti Kemungkinan 3.2 Pemeriksaan diagnostik kehamilan

1 jam

BU 1.2 BA 1.6

4.

Menjelaskan faktor-faktor 4.1 Faktor fisik yang mempengaruhi 4.1.1 kehamilan 4.1.2 4.1.3 Status kesehatan Status gizi Gaya hidup : subtance abuse, perokok, hamil diluar nikah, kehamilan tidak diharapkan

2 jam

BU. 1 chapt 21 BU. 2 Part 6

4.2 Faktor psikologis 4.2.1 4.2.2 4.2.3 4.2.4 Stressor internal dan external Suport keluarga Substanse abuse Pertner abuse

4.3 Faktor lingkungan, sosial, budaya, ekonomi 4.3.1 Kebiasaan adat istiadat

4.3.2 4.3.3 5.

Fasilitas kesehatan Ekonomi 1 jam 10 jam BU. 1 chapt 18 BU. 3 topik 4 pel 1. 4 .5 BA. 1 N 5 BA. 3 chapt 5 BA. 4 BA. 5 chapt 2. 7 9. 10

Menjelaskan kebutuhan dasar 5.1 Kebutuhan fisik ibu hamil ibu hasil sesuai dengan tahap perkembangannya 5.1.1 5.1.2 5.1.3 5.1.4 5.1.5 5.1.6 5.1.7 5.1.8 5.1.9 5.1.10 5.1.11 5.1.12 5.1.13 trimester I, II, III Oksigen Nutrisi Personal hygiene Pakaian Eliminasi Seksual Mobilisasi, Body mekanik Exercise/ senam hamil Istirahat/ tidur Immunisasi Traveling Persiapan laktasi Persiapan persalinan dan kelahiran bayi 5.1.14 5.1.15 Memantau kesejahteraan janin Ketidaknyamanan dan cara mengatasi 5.1.16 5.1.17 5.1.18 Kunjungan ulang Pekerjaan Tanda bahaya dalam kehamilan

1 jam 6 jam BU. 1 BA. 2 P 151 169 BA. 6 P 157 159

5.2 Kebutuhan psikologi ibu hamil trimester I, II, III 5.2.1 5.2.2 kesehatan 5.2.3 Rasa aman dan nyaman Support keluarga Support dari tenaga

selama kehamilan 5.2.4 orang tua Persiapan menjadi

5.2.5

Persiapan sibling

6.

Melakukan asuha kehamilan6.1 Asuhan kehamilan kunjungan awal 6.2.1 6.2.2 Tujuan kunjungan Pengkajian data kesehatan ibu hamil Riwayat kesehatan : sosial. Riwayat kebidanan : keluarga, penyakit. Pemeriksaan fisik Pemeriksaan panggul Pemeriksaan laboratorium Pengkajian emosional 6.2.3 Pengkajian fetal Gerakan janin DJJ Non Stress Test (NST) Amnio centesis 6.2.4 Menentukan diagnosa Menetapkan normalitas kehamilan Membedakan antara ketidak nyamanan dalam kehamilan dan kemungkinan komplikasi Mengidentifikasi tanda dan gejala penyimpangan dari keadaan normal Mengidentifikasi kemungkinan kebutuhan belajar 6.2.5 Mengembangkan perencanaan Asuahan yang komprehensif Menetapkan kebutuhan test laboratorium

2 jam 40 jam

BU. 1 chapter 18 BU. 2 chapter 10 BU. 3 topik 3 Pel. 1 7 BA. 5 chapt 5. 8

Menetapkan kebutuhan belajar Menetapkan kebutuhan untuk pengobatan komplikasi ringan Menetapkan kebutuhan konsultasi atau rujukan pada tenaga profesional lainnya Menetapkan kebutuhan untuk konseling spesifik atau anticipatory guidance Menetapkan kebutuhan konseling HIV/PMS Menetapkan jadwal kunjungan sesuai dengan perkembangan kehamilan 1 jam 6.2 Asuhan kehamilan kunjungan ulang 6.2.1 Mengevaluasi penemuan masalah yang terjadi, aspek-aspek yang menonjol pada wanita hamil 6.2.2 6.2.3 Mengevaluasi data dasar Mengevaluasi keefektifan manajemen/ asuhan 6.2.4 Pengkajian data fokus : Riwayat Untuk deteksi komplikasi dan ketidaknyamanan Pemeriksaan fisik Pemeriksaan laboratorium 6.2.5 Mengembangkan rencana sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan kehamilan 7. Melaksanakan deteksi dini 7.1 Tanda-tanda dini 1 jam 6 BU. 1 chapter 14 jam

terhadap komplikasi ibu dan janin 7.1.1 7.1.2 7.1.3

bahaya/komplikasi ibu dan janin masa kehamilan muda Perdarahan pervaginam Hipertensi gravidarum Nyeri perut bagian bawah 7.2 Tanda-tanda dini bahaya/komplikasi ibu dan janin masa kehamilan lanjut.

jam

21 BU. 3 topik 4 Pel. 2

7.2.1 7.2.2 7.2.3 7.2.4

Perdarahan per vaginam Sakit kepala yang hebat Penglihatan kabur Bengkak di wajah dan jari-jari tangan

7.2.5 7.2.6 7.2.7 8. Melakukan

Keluar cairan per vaginam Gerakan janin tidak terasa Nyeri perut yang hebat 8.1 Model-model dokumentasi asuhan 1 jam 4 jam

pendokumentasian asuhan 8.2 Prinsip dokumentasi kehamilan 8.3 Aspek legal dokumentasi

JUMLAH

16 jam

96 jam

Diposkan oleh bubid di 5/03/2012 01:17:00 AM Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Kebutuhan fisik ibu hamil 1. Oksigen Kebutuhan O2 meningkat 15-25 % Perubahan pernafasan karena : a. Efek mekanik dari pembesaran rahim b. Peningkatan keseluruhan konsumsi O2 tubuh c. Peningkatan kerja ginjal dan jantung ibu d. Efek perangsang. Pernapasan dari progesteron e. Ibu hamil perlu : Suasana yang dapat bernafas dengan lega : 1) Udara bersih 2) Tidak kotor/polusi udara 3) Tidak bau

2. Nutrisi Kebutuhan nutrisi meningkat 15 %. a. Untuk pertumbuhan janin b. Untuk mepertahankan kesehatan dan kekuatan badan ibu. c. Untuk mengadakan cadangan untuk persiapan laktasi

Kebutuhan ini dapat dipenuhi dengan cara : a. Makan teratur 3x sehari b. Terdiri dari makanan pokok, sayur, buah, susu 1 gelas sehari c. Membelimakanan segar d. Beragam makanan Kenaikan berat badan normal berkisar dari 6,5 sampai 16,5. Dan rata-rata 12,5. Makanan diperlukan untuk : a. Pertumbuhan dan perkembangan janin b. Mengganti sel-sel tubuh yang rusak c. Sebagai sumber tenaga

d. Mengatur suhu tubuh dan cadangan makanan.

Yang perlu diperhatikan : a. Makan dengan porsi yang cukup dan teratur b. Hindari makanan yang terlalu asin dan pedas c. Hindari makannan yang mengandung lemak yang cukup tinggi d. Hindari alkohol e. Hindari makaknan yang mengandung pengawet dan pewarna f. Hindari merokok g. hindari kafein karena dapat menyebabkan kecacatan janin, persalinan prematur,dan meningkatkan risiko untuk bayi lahir dengan berat badan rendah

Kandungan dalam makanan yang diperlukan perhari : a. Kalori : 2500 kkal b. Kalsium : 1,5 gr c. Vitamin A : 600 IU d. Asam nicotin : 18 mg e. Protein : 85 gr f. Fe : 15 mg g. Riboflavin : 2,5 mg h. Vitamin D : 400-800 IU

Keadaan psikologis (normal) : a. Trimester I (umur kehamilan 0-14 minggu) Nafsu makan berkurang. Sering mual muntah hingga 20 minggu. Makan dengan porsi kecil, tapi sering. Misalnya sup, susu, telur, biskuit, buah, dan jus.

b. Trimester II (umur kehamilan 15-28 minggu) Nafsu makan sudah pulih. Mengkonsumsi makanan yang mengandung zat sumber tenaga, pembangun, pelindung, dan pengatur.

c. Trimester II (umur kehamilan 29-40 minggu)

Nafsu makan sangat baik, tapi jangan berlebihan. Kurangi karbohidrat, tingkatkan protein, sayur, dan buah.. Sumber lemak harus tetap dikonsumsi. Kurangi makanan yang terlalu manis (gula). Karena cenderung dapat menyebabkan janin besar. Kurangi maknan yang terlalu asin (garam, ikan dan telur asin, tuco, dan kecap asin). Karena merangsang timbulnya keracunan.

Cara pengolahan makanan sehat dan tepat a. Pilih buah dan sayur sega dan kuning. b. Pilih daging dan ikan segar. c. Cuci tangan sebelum dan sesudah mengolah. d. Cuci bersih bahan makanan. e. Jangan masak sayur terlalu layu. f. Makan makanan yang telah dimasak sampai matang. g. Hindari pewarna, pengawet, dan bumbu masak vetsin. h. Hindari pemakainan minyak yang telah sering digunakan. i. Perhatikan tanggal kadaluarsa dan komposisi dan tempat makanan kaleng j. Simpan alat dapur di tempat yang bersih dan aman.

3. Personal Hygien Mengganti celana dalam sesering mungkin. Karena keputihan meningkat yang disebabkan oleh bertambah banyaknya jumlah kelenjar rahim. Cara merawat gigi : a. Tambal gigi yang berlubang. b. Mengobati gigi yang terinfeksi. c. Untuk mencegah caries. d. Menyikat gigi teratur. e. Membilas mulut dengan air setelah makan atau minum.

Manfaat mandi : a. Merangsang sirkulasi darah. b. Menyegarkan.

c. Menghilangkan kotoran di tubuh. d. Hati-hati saat mandi, jangan sampai jatuh. e. Air harus bersih. f. Mandi dengan air yang tidak terlalu dingin atau terlalu panas. g. Pakai sabun yang mengandung antiseptik. Kebersihan Rambut : a. Keramas 2-3 x seminggu.

Kebersihan Payudara : a. Putting susu dibersihkan jika terbasahi kolostrum. Agar tidak eczema pada putting dan sekitarnya. Pada putting yang tenggelam dan datar, bisa dipijat (breast care) setiap kali mandi supaya keluar.

Kebersihan vagina dan vulva a. Jangan irigasi vagina karena bisa emboli udara. b. Celana dalam harus kering. c. Jangan pakai obat atau semprot. d. Sesudah BAB/BAK, dilap khusus.

Kebersihan kuku a. Harus bersih dan pendek

4. Pakaian a. Harus nyaman, mudah menyerap keringat, dan mudah dicuci. b. Tanpa sabuk atau pita yang menekan perut atau pergelangan tangan. c. Dianjurkan tidak sering memakai stocking. Karena dapat menghambat sirkulasi darah. d. Harus ringan dan menarik. e. Sepatu yang pas, enak, dan nyaman. f. Sepatu high heels dan ujung lancip tidak baik digunakan. Karena bisa mengganggu stabilisasi tubuh dan cedera kaki.

BH a. Harus tali besar. b. 4-5 bulan setelah terbiasa boleh tipis atau tidak mengunakan BH, jika terasa lebih nyaman. c. BH dari bahan katun atau nylon halus.

5. Eliminasi a. Urine Proses pengosongan kandung kemih : mycturition (mictio)/voiding/urination. Penyebab BAK di luar pengawasan : 1. Bertambahnya tekanan perut. 2. Saat batuk dan bersin. 3. Ketakuutan yang menyolok. Alkohol dapat menghambat ADH yang berfungsi untuk meningkatkan pembuangan urine. Kopi, teh, cokelat, cola (kafein) dapat meningkatkan pembuangan dan ekskresi urine. Demam mengakibatkan penurunan produksi urine karena banyak cairan yang dikeluarkan melalui kulit saat demam. Anastesi menurunkan filtrasi yang mengakiatkan produksi urine menurun. Pengobatan, dieuretik meningkatkan urine.

Masalah eliminasi urine : 1. Retensi urine 2. Penumpukan urine dan ketidakmampuan bladder mengosongkan kandung kemih. Karena urine di bladder lebih dari 400 ml. sedangka volume normalnya berkisar dari 250-400 ml. 3. Inkontinensia urine 4. Ketidakmampuan otot sphinkter eksternal sementara atau menetap untuk mengontrol ekskresi (pengeluaran) urine. 5. Enurisis (mengompol) 6. Karena tidak mampu mengontrol sphinkter eksterna.

b. Eliminasi bowel (BAB) Pada orang dewasa panjang usus besar seitar 50-60 inchi. Faktor-faaaaktor yang emmpengaruhi defekasi (BAB) :

1. Usia Pada bayi, pengontrol defekasi belum berkembang. Pada manula, kerja pengontrol defekasi menurun. 2. Diet Serat mempercepat produksi feses (kotoran). 3. Intake cairan Pemasukan cairan yang kurang absorbsi cairan meningkat dapat mengakibatkan feses jadi lebih keras. 4. Aktivitas Gerak peristaltik memudahkan feses bergerak sepanjang kolon. 5. Fisiologis (normal) Dalam keadaan cemas, takut, dan marah dapat meningkatkan peristaltik yang bisa menyebabkan diare. 6. Pengobatan 7. Gaya hidup 8. Prosedur diagnostik. 9. Penyakit 10. Anastesi dan pembedahan 11. Nyeri

Mengatasi obstipasi (sembelit/susah BAB) 1. Karena menurunya gerakan ibu hamil. 2. Meningkatkan gerak dengan beraktivitas. 3. Banyak mengkonsumsi makanan yang berserat (sayur dan buah). 4. Pencuci perut atau pencahar, katartik dan laktasif. 5. Enema. Masalah umum eliminasi bowel : a. Sembelit b. Fecal infaction c. Diare d. Inkontinensia alvi e. Kembung (flatulen) f. Hemoroid

6. Hubungan seksual Boleh secara normal jika tidak ada riwayat prematur dan aborsi ulang (abortus habitualis). Masalah akan berkurang jika pasangan saling membicarakan kebutuhan dan keinginan seksual mereka. Sebaiknya pria mempertimbangkan dengan penetrasi yang hati-hati.

Trimester I : a. Sedapat mungkin dihindari, bila keguguranberulang atau infeksi, perdarahan dan mengeluarkan air. Trimester II : a. Istri mungkin merasakn pemasukan dari arah belakang lebih naman dan memuaskan. b. Pasangan membantu orgasme dengan memanipulasi klitoris dengan jari. c. Sebaiknya tidak meniup vagina karena dapat menyebabkan embolisme udara. Trimester III : a. 14 hari menjelang persalinan perlu dihindarikarena bisa membahayakan. Bila kurang hygienis dan sperma yang mengandung prostaglandin dapat merangsang persalinan. b. Posisi diatur untuk menyesuaikan dengan pembesaran perut.

7. Kebutuhan mobilisasi (gerak) a. Untuk kelancaran peredaran darah b. Pernafasan c. Proses penurunan janin ke dasar panggul sehingga mempermudah proses persalinan. d. Misalnya jala-jalan pagi, senam hamil, kegiatan ringan. Sikap untuk mencegah dan mengurangi sakit pinggang : a. Untuk beridri lama : Letakkan satu kaki ke atas alas yang rendah secara bergantian dengan kotak. b. Untuk dudduk lama : Duduk rendah menapakkan kaki pada lantai dengan lutut lebih tinggi daripada paha. c. Untuk mejangkau lantai : Membengkokkan kedua lutu dengan punggung yang harus lurus. d. Untuk mengangkat objek yang berat : Mengankat dengan kaki, satu kaki di depan dari yang lain. Telapak lebih rendah pada satu

lutut lalu berdiri atau duduk. Satu kaki agak ke belakang dari yang lain sambil ibu menaikkan atau merendahkan diri. e. Disarankan untuk menggunakan sepatu yang kokoh atau menopang dan dengan tumit yang rendah.

8. Kebutuhan istirahat a. Aktivitas tidak terlalu berlebihan. b. Mengatasi kelelahan dengan istirahat atau tidur siang sebentar. c. Mengurangi semua kegiatan yang melelahkan. d. Hindari posisi duduk dan berdiri yang terlalu lama. e. Kurangi kebiasaan tidur larut malam dn kegiatan-kegiatan malam. f. Tidur malam sekitar 8 jam. g. Istirahat atau tidur siang sekitar 1 jam.

9. Kebutuhan imunisasi a. Jarak TT1 dengan TT2 minimal 1 bulan b. Imunisasi harus sudah lengkap pada umur kehamilan 8 bulan.

10. Traveling Untuk relaksasi

11. Memantau kesejahteraan janin a. Mendengar DJJ. Pada umur kehamilan 20 minggu dengan menggunakan leanec. b. Menghitung gerak janin c. Menimbang berat badan.

12. Ketidaknyamanan dan cara mengatasinya. a. Nocturia 1) Penjelasan tentang sebabnya. 2) Kosongkan saat mau BAK

3) Banyak minum di siang hari. 4) Jangan kurangi minum di malam hari. 5) Batasi minum the, kopi, cola (kafein). 6) Tidur dengna posisi miring, kaki ditinggikan untuk meningkatkan deuresis. 7) Jelaskan tanda urinarus tractus infections.

b. Garis-garis perut Menggunakan pakaian yang daapt menopang payudara dan abdomen.

c. Chloasma areola 1) Hindari sinar matahari yang berlebihan 2) Menggunakna pakaian dengan bahan pelindung non alergic.

d. Diare 1) Cairan pengganti reghidrasi oral. 2) Hindari makanan berserat 3) Makan sedikit tapi sering.

e. Edema (bengkak) 1) Hindari posisi telentang. 2) Hindari posisi berdiri yang terlalu lama. 3) Tinggikan kaki, miring kiri. 4) Hndari kaos kaki yang ketat. 5) Senam teratur.

f. Gatal-gatal 1) Pakai kompres hangat atau dingin. 2) Mandi berendam atau shower.

g. Gusi berdarah 1) Kumur-kumur dengan air hangat. 2) Periksa gigi dengan teratur. 3) Jaga kebersihan gigi dengan menggosok gigi minimal 3x sehari dan flossing.

h. Hemoroid (wasir) 1) Hindari konstipasi. 2) Mengkonsumsi makanan yang berserat tinggi 3) Kompres hangat. 4) Masukkan ke rektum (anus) lagi dengan pelan.

i. Insomnia 1) Mandi atau melap tubuh dengan air hangat 2) Minum hangat (susu). 3) Hindari kopi, teh, dan cola.

j. Kelelahan (fatique) 1) Hal ini normal pada ibu hamil. 2) Dianjurkan untuk istirahat. 3) Hindari istirahat yang berlebihan.

k. Keputihan 1) Mandi tiap hari, minimal 2x sehari. 2) Menggunakan celana daalm yang terbuat dari katun. 3) Indari celana dalam dn panthoso dari nylon.

l. Keringat bertambah 1) Menggunakna pakaian yang longgar dan tipis. 2) Meningkatkan intake (pemasukan) cairan.

m. Konstipasi 1) Tingkatkan intake cairan dan serat. 2) Cukup istirahat. 3) Senam 4) Biasakan BAB teratur. 5) BAB setelah ada dorongan.

n. Kram kaki 1) Kurangi susu karen mengandung fosfor yang tinggi.

2) Berlatih dorsofleksi kaki. 3) Pakai penghambat.

o. Mengidam 1) Bahaya jika mengkonsumsi makanan yang tidak benar. 2) Makanan yang bergizi

p. Perut kembung 1) Hindari makanan ya ng mengandung gas (kol, brokoli, dll). 2) Mengunyah makanan dengan sempurna. 3) Senam teratur.

q. Pusing 1) Bangun perlahan dari posisi istirahat. 2) Hindari berdiri terlalu lama. 3) Hindari berbaring telentang.

r. Mual, muntah 1) Hindari bau atau penyebabnya. 2) Mengkonsumsi biskuit atau roti bakar. 3) Duduk tegap stiap kali selesai makan 4) Hindari makanan berlemak dan bumbu yang merangsang. 5) Bangun dari tidur dengan perlahan, hindari gerakan yang tiba-tiba.

13. Kebutuhan pekerjaan 1) Pekerjaan yang ringan-ringan saja. 2) Berhenti kerja di luar rumah.

14. Kebutuhan info tanda-tanda bahay kehamilan a. Perdarahan pervaginam 1) Mungkin spotting (bercak-bercak) saat pertama terlambat haid karena implantasi. Dan hal ini normal. Kaena penembusan villi korialis Kaena penembusan villi korialis ke dalam

desidua. Darahnya sedikit (bercak), merah, ceapt berhenti, dan tidak mules-mules. 2) Waktu lain, perdarahan ringan. Tanda servik rapuh (erosi). 3) Pada awal kwhamilan, tidak normal jika merah, banayk, kadang-kadang nyeri. Bisa diakibatkan oleh plasenta previa atau abrupsio plasenta.

b. Sakit kepala yang hebat 1) Sakit kepala normal. 2) Sakit kepala jadi serius, jika sakit kepala hebat yang menetap dan tidak hilang dengan istirahat. Kadang disertai dengan penglihatan kabur atau berbayang. Bisa merupakan gejala pre-eklamsia.

c. Masalah penglihatan 1) Karena pengaruh hormonal. 2) Perubahan yang ringan merupakan hal yang normal. 3) Berubah jadi mengancam jika perubahan visual yang mendadak, kabur, berbayang, disertai sakit kepala. Mungkin sebagai tanda pre-eklampsia.

d. Bengkak pada muka dan tangan 1) Normal jika muncul di osre hari dan hilang setelah istirahat atau meninggikan kaki. 2) Menjadi serius jika bengkak pada muka dan tangan, disertai keluhan fisik, tidak hilang setelah istirahat. Bisa sebagai tanda anemia, gagal jantung, atau pre-eklampsia.

e. Nyeri abdoment yang hebat Serius jika nyeri yang hebat, nmenetap, dan tidak hilang setelah istirahat.

f. Pergerakan bayi berkurang 1) Ibu hamil mulai merasakn pergerakan di bulan ke 5 atau 6. 2) Jika bayi tidur, pergerakan melemah. 3) Mudah terasa sat ibu berbaring, istirahat, makan, minum

g. Hipertensi h. Pengeluaran cairan pervaginam Mucus disertai darah, terasa mulas. Waspada KPD (ketuban pecah dini).

Segera kunjungi tenaga kesehatan terdekat jika menemui gejala dan tanda-tanda bahaya tersebut

15. Kebutuhan info kunjungan ulang a. Lakukan pemerikasaan kehamilan secara teratur. Umur kehamilan 0-28 minggu, tiap 4 minggu. Umur kehamilan 28-36 minggu, tiap 2 minggu. Umur kehamilan 36-melahirkan, tiap 2 minggu

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Kehamilan merupakan suatu proses kehidupan seorang wanita, dimana dengan adanya proses ini terjadi perubahan-perubahan. Perubahan tersebut meliputi perubahan fisik, mental dan sosial. Selain kebutuhan psikologis, kebutuhan fisik juga harusdiperhatikan agar kehamilan

dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Kebutuhan fisik yang diperlukan ibu selama hamil meliputi oksigen, nutrisi, peronal hygiene, pakaian,eliminasi, seksual, mobilisasi & body mekanik, exercise/senam hamil, istirahat/tidur,imunisasi, traveling, persiapan laktasi, persiapan kelahiran bayi, memantau kesejahteraan bayi, ketidaknyamanan dan cara mengatasinya, kunjungan ulang, pekerjaan, serta tanda bahaya dalam kehamilan.

Namun pada kesempatan kali ini, kami membatasi pembahasan hanya berorientasi pada kebutuhan fisik yang mendasar, yakni oksigen. Hal ini dilakukan selain merupakan judul tetap yang telah diberikan oleh dosen pembimbing, juga kami rasa merupakan hal yang sangat penting tapi sering diabaikan oleh seorang wanita hamil. Kebutuhan tentang oksigen tersebut diatas akan kami bahas berikut ini.

1.2. Perumusan Masalah

1.2.1. Bagaimana kebutuhan oksigen bagi ibu selama kehamilan trimester I, II, dan III ?

1.3. Manfaat Makalah

1.3.1. Untuk mengetahui kebutuhan oksigen bagi ibu selama kehamilan trimester I, II, dan III.

1.4. Tujuan Makalah

Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak, khususnya tentang kebutuhan oksigen bagi ibu selama kehamilan trimester I, II, dan III.

BAB II PEMBAHASAN

Kebutuhan Oksigen Bagi Ibu Selama Kehamilan Trimester I, II, dan III

Oksigen (O2) merupakan kunci segala kehidupan. Kita bisa hidup beberapa hari tanpa makanan dan air, tetapi tidak dapat hidup selama 4 menit saja tanpa oksigen. Bahkan sel-sel

otak kita akan mati bila dalam waktu 15 detik tanpa adanya oksigen. Setiap sel didalam tubuh manusia membutuhkan oksigen, untuk membelah, untuk bertumbuh dan untuk sel tetap hidup. Pada dasarnya, kebutuhan oksigen pada manusia adalah sama, termasuk pada wanita yang sedang mengandung/hamil. Betapa pentingnya oksigen bagi kehidupan menjadikan oksigen tersebut menjadi perhatian khusus terlebih pada ibu hamil. Hal ini dikarenakan keadaan ibu hamil harus lebih ketat diperhatikan segala sesuatu yang dikonsumsinya, agar tidak mengganggu dan merusak kondisi janin. Pada ibu hamil, kebutuhan oksigen meningkat dari 500 ml menjadi 700 ml dan ini relatif sama dari trimester I, II dan III. Hal ini merupakan hal yang wajar, karena konsumsi oksigen pada ibu hamil meningkat seiring dengan bertambahnya kebutuhan untuk dirinya dan janin yang dikandungnya. Oksigen yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah oksigen yang sehat dan termasuk dalam kriteria oksigen yang baik.

Adapun kriteria oksigen yang baik dan dibutuhkan oleh ibu hamil adalah sebagai berikut :

1. Bersih dan Segar

Kriteria oksigen ini bisa didapatkan pada tempat yang bersih dan asri. Oleh karena itu, ibu yang sedang hamil dianjurkan untuk berolah raga pada pagi hari ( jalan pagi), hal ini dimaksudkan agar konsumsi oksigen yang masih bersih dan segar dapat berlangsung. Oksigen kotor yang didapatkan sebelumnya bertukar dengan oksigen yang segar dan bersih.

2. Tidak Berpolusi dan Kotor

Dengan semakin banyaknya jumlah kendaraan bermotor menjadikan semakin rentannya oksigen yang kita hirup mengandung zat yang berbahaya buat tubuh, mulai dari udara yang mengandung timbel sampai yang mengandung residu. Polusi udara dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia melalui berbagai cara, antara lain dengan merangsang timbulnya atau sebagai faktor pencetus sejumlah penyakit. Kelompok yang terkena terutama bayi, orang tua dan golongan berpenghasilan rendah biasanya tinggal di kota-kota besar dengan kondisi perumahan dan lingkungan yang buruk. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa seorang ibu hamil dianjurkan untuk menghindari tempat yang berpolusi, agar tidak menghirup oksigen yang telah tercemar yang dapat mengganggu perkembangan janin didalam rahimnya.

3. Tidak Bau

Adapun alasan kenapa seorang ibu hamil tidak diperbolehkan menghirup udara yang berbau dikarenakan indera penciuman seorang ibu hamil semakin sensitif yang tidak tahan terhadap bau yang kuat. Si ibu hamil akan muntah karena tidak tahan menghirup oksigen yang berbau. Apabila berlanjut dapat mengganggu kondisi kesehatannya dan janin yang dikandungnya. Untuk itu seorang ibu hamil harus menghindari tempat keramaian yang memiliki kualitas oksigen yang buruk, seperti terminal, ataupun ruangan yangsering digunakan untuk merokok.

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Pada ibu hamil, kebutuhan oksigen meningkat dari 500 ml menjadi 700 ml dan ini relatif sama dari trimester I, II dan III. Hal ini merupakan hal yang wajar, karena konsumsi oksigen pada ibu hamil meningkat seiring dengan bertambahnya kebutuhan untuk dirinya dan janin yang dikandungnya. Oksigen yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah oksigen yang sehat dan termasuk dalam kriteria oksigen yang baik yaitu bersih dan segar, tidak berpolusi dan kotor serta tidak bau.

3.2. Saran

Sebaiknya ibu hamil bias mendapatkan asupan kebutuhan oksigen yang sehat dan baik yang cukup selama kehamilan, agar kebutuhan fisiknya bisa terpenuhi dan bayi bisa berkembang dengan optimal. Pada prinsipnya hindari ruangan / tempat yang dipenuhi oleh polusi udara (terminal, ruangan yang sering dipergunakan untuk merokok).

DAFTAR PUSTAKA

http://ocw.gunadarma.ac.id/course/diploma-three-program/study-program-of-midwifepractices-d3/asuhan/kebutuhan-fisik-ibu-hamil-trimester-1-2-3

Mochtar, Rustam.1998.Sinopis Obstetri. Jakarta:EGC Saifuddin et al.2001.Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan maternal dan Neonatal.Jakarta:BP-SP Cuninghamet al.1995.Obstetri William.Jakarta:EGC Depkes RI.2001.Pengenalan Tanda Bahaya pada Kehamilan Persalinan dan Nifas. Jakarta. Hamilton, Persis Mary. Dasar-dasar Keperawatan Maernitas. Jakarta. EGC

KEBUTUHAN FISIK IBU HAMIL TRIMESTER I, II, III

A.OKSIGEN

Kebutuhan oksigenasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang digunakan untuk kelangsungan metabolisme sel tubuh, untuk mempertahankan tubuhnya dan untuk aktivitas berbagai organ atau sel.Asupan oksigen bisa terganggu disebakan oleh berbagai factor yang salah satunya adalah aktifitas ibu hamil yang berlebihan, karena kegian yang berlebihan dapat membuat daya serap oksigen lemah. Penyebab lain adalah asupan gizi ibu hamil yang kurang bagus, sehingga ibu kekurangan energi untuk mengantarkan darah dan oksigen ke rahim. Dan yang menjadi factor penyebabnya adalah emosi. Keadaan jiwa seseorang saat hamil sangat mempengaruhi keseluruhan proses kehamilan. Oleh karena itu stress dapat memicu gangguan asupan oksigen.

Adapun cara menanganinya dengan melakukan konsultasi dokter dan pemeriksaan CTG dan pemberian obat-obatan untuk melebarkan pembuluh darah, selain itu ibu hamil sebaiknya tidak terlalu banyak aktifitas karena akan menimbulkan kelelahan dan ketegangan. B. NUTRISI IBU HAMIL Janin di dalam kandungan membutuhkan zat-zat gizi dan hanya ibu yang dapat memberikannya. Oleh sebab itu makanan ibu hamil harus cukup untuk berdua yaitu untuk ibu sendiri dan anaknya dalam kandungan.Makanan yang cukup mengandung zat gizi selama hamil penting artinya. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa apabila jumlah makanannya dikurangi maka berat bayi yang akan dilahirkan menjadi lebih kecil.Komplikasi pada ibu yang mungkin terjadi adalah anemia dan pre eklamsi. Selain berat badan janin lebih kecil, menyebabkan pula pertumbuhan dan perkembangan otak janin tidak sempurna. Bumil yang cukup makannya akan mendapat kenaikan berat badan yang cukup baik. Kenaikan berat badan rata-rata selama hamil adalah 913,5 kg. Kenaikan berat badan ini terjadi terutama dalam kehamilan 20 minggu terakhir. Kenaikan berat badan pada trimester III minimal 0,5 kg/minggu. Bila kenaikan berat badan kurang dari 9 kg atau lebih dari 13,5 kg harus dilakukan pemantauan yang cermat. Kenaikan berat badam dalam kehamilan disebabkan oleh hasil konsepsi yaitu : fetus, plasenta, liquor amnii, uterus, mammae, darah, lemak, protein serta retensi air. Kebutuhan gizi pada Ibu hamil Kebutuhan zat-zat gizi ditentukan oleh kenaikan berat janin dan kecepatan janin mensintesa jaringan-jaringan baru. Dengan demikian kebutuhan gizi akan maksimum pada minggu-minggu mendekati kelahiran. Zat-zat gizi ini diperoleh janin dari simpanan ibu pada Penambahan 300 500 Kcal ini, dianggap zat-zat gizi lain (protein, vitamin dan mineral) juga ikut terpenuhi, baik untuk kebutuhan ibu sendiri maupun untuk kebutuhan janin dalam kandungan.Penggunaan kalori tidak sama selama kehamilan. Pada awal kehamilan trimester 1, kebutuhan energi sangat sedikit namun pada akhir trimester terjadi peningkatan. Pada trimester II kalori dibutuhkmasa anabolic dan dari mkanan ibu sehari-hari sewaktu hamil. Kebutuhan energi Kebutuhan pada waktu hamil adalah 300 500 Kcal lebih banyak dari makanan yang biasa ibu makan setiap hari. an untuk penambahan darah, pertumbuhan uterus, pertumbuhan jaringan mammae dan penimbunan lemak.Selama trimester akhir, kalori digunakan khususnya untuk

pertumbuhan janin dan plasenta. Sumber kalori yang dimanfaatkan hendaknya menggunakan hidrat arang. Tabel kebutuhan kalori Usia dalam tahun 11 15 15 22 23 50 Kebutuhan kelori dalam 1 hari 2200 K.Cal 2100 K.Cal 2000 K.Cal Kebutuhan kalori dalam 1 hari selama hamil 2500 K.Cal 2400 K.Cal 2300 K.Cal

Sumber : Comprehensive Maternity Nursing

Kebutuhan protein Kebutuhan protein meningkat selama hamil guna memenuhi asam amino untuk perkembangan janin, penambahan volume darah dan pertumbuhan mammae ibu serta jaringan uterus. Kebutuhan protein pada ibu hamil 30 gram lebih banyak dari yang tidak hamil. Tabel kebutuhan protein Usia dalam tahun 11 15 15 22 23 50 Kebutuhan kalori dalam Kebutuhan kalori dalam 1 1 hari 46 gram 46 gram 46 gram hari selama hamil 76 gram 67 gram 74 gram

Kebutuhan lemak Lemak selain sebagai sumber kalori juga untuk memperoleh vitamin-vitamin dalam lemak yaitu vitamin A, D, E dan K Kebutuhan vitamin Kebutuhan vitamin pada umumnya meningkat selama hamil. Vitamin diperlukan untuk membantu metabolisme karbohidrat dan protein. Salah satu vitamin yang perlu diperhatikan selama hamil adalah folic acid (folacin). Vitamin A Vitamin A adalah penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi serta meningkatkan daya tahan terhadap infeksi juga diperlukan untuk pemeliharaan jaringan mata.

Vitamin B compleks Vitamin B1 (aneurin) : penting untuk pembakaran hidrat arang, guna menghasilkan tenaga serta urat saraf. Terdapat pada telur, ginjal, otak ikan, beras tumbuk, kacang-kacangan, beras merah, daun singkong, daun kacang panjang dll Vitamin B2 (Riboflavin) : penting untuk pernafasan antar sel, pemeliharaan jaringan saraf, jarisngan pelepas, kulit dan kornea mata. Kekurangan vitamin B2 menyebabkan kornea akan tampak pembuluh-pembuluh halus, luka pada bibir dan sudut mulut (seilosis). Sumber vitamin B2 adalah bermacam-macam buah, syur biji kacang dll. Vitamin B12 Penting untuk pematangan erytrosit. Kekurangan vitamin B12 jarang terjadi karena terdapat pada sel-sel hewan. Folic Acid Folic acid atau folacin adalah vitamin yang berfungsi sebagai coenzym dalam sintesa DNA. Folic acid memelihara pertumbuhan janin dan mencegah terjadinya anemia makrositik megaloblastik selama hamil. Kebutuhan folacin selama hamil antara 400 800 gram/hari. Sumber folacin adalah makanan segar misalnya : sayuran yang bewarna hijau tua, telur, jeruk, pisang, kacang dan roti. Folic acid sangat sensitive terhadap panas tinggi sehingga apabila makanan dimasak terlalu lama akan merusak folic acid.Pola makanan masyarakat di negara berkembang pada umumnya kurang mencukupi kebutuhan ibu hamil, berkaitan dengan hal tersebut, perlu ditambahkan 400 800 mg folic acid bagi ibu hamil. Tabel kebutuhan vitamin USIA DALAM TAHUN VITAMIN THM HM11 THM HM15 14 18 THM HM19 22 THM HM23 50

Vit. A (I.U)Vit . 400010 500015 400010 500015 40007.5 500015 40007 500015 D (Mcg) Vit. C (mg) Thiamin (mg) Riboflavin Niacin (mg) Vit. B6 (mg Folacin (mg) Vit. B12 (mg) Keterangan : THM : Tidak hamil, HM : HamilGaram mineral 50 1.1 1.3 15 1.8 400 3 70 1.5 1.6 17 2.4 800 4 60 1.1 1.3 14 2 400 3 80 1.5 1.6 16 2.5 800 4 60 1.1 1.3 14 2 400 3 80 1.5 1.6 16 2.6 800 4 60 1 1.2 13 2 400 80 1.4 1.5 15 2.6 800 4

Garam mineral yang dibutuhkan oleh ibu hamil antara lain kalsium atau garam kapur, zat besi dan zat pospor. Garam kapur (Kalsium) bersama dengan garam pospor diperlukan untuk pembentukan tulang dan gigi janin. Kekurangan akan garam kapur pada waktu hamil tidak akan mengganggu peertumbuhan tulang janin, karena garam kapur yang diperlukan akan diperoleh dari tulang ibu. Tabel kebutuhan mineral MINERAL USIA DALAM TAHUN THM HM11 14 THM HM15 18 THM HM19 22 Calsium (mg)Phospo r (mg) Magnesium (mg) Zat besi (mg) Zn (mg) Iodine (mg) 1200120 1600160 0 300 18 15 150 0 450 18 20 175 THM HM23 50

1200120 1600160 80080 1600120 80080 1200120 0 300 18 15 150 0 450 18 20 175 0 300 18 15 150 0 450 18 20 175 0 300 18 15 150 0 450 18 20 175

Suplemen multivitamin dan mineral Suplemen yang dapat diberikan adalah vitamin B6, C, D, E, folic acid dan panthothenic acid. Khusus mengenai zat besi, banyak sekali ibu hamil yang mengalami kekurangan zat besi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa lebih dari 70% ibu hamil menderita kekurangan zat besi. Zat besi yang dibutuhkan adalah sebanyak 1 2 x 100 mg/hari, sampai melahirkan.

Pemberian suplemen kalsium (khusus calsium phospor) dan magnesium pada saat perut kosong akan menurunkan absorbsi suplemen zat besi. Hal ini disebabkan karena kalsium dan magnesium akan menurunkan kadar keasaman lambung. Pemberian kalsium tidak lebih dari 250 mg/hari. Suplemen vitamin dalam keadaan normal, tidak dibutuhkan oleh ibu hamil. Kecuali dalam keadaan tertentu, misalnya ibu hamil sedang sakit, masih remaja (kurang dari 20 tahun,

kurang gizi dll. Selain itu pemberian vitamin dengan dosis yang berlebihan, akan menimbulkan efek samping. Contohnya : 1. Vitamin A (Penimbunan besi pada kulit, rambut rontok, sakit kepala, pengliharan kabur, charrhae dan kerusakan hepar, ginjal dan tulang) 2. Vitamin D (Kerusakan ginjal yang bersifat irreversible, Hypercalcemia pada ibu hamil dan neonatal Vitamin C (Mempengaruhi proses metabolisme yang normal sehingga ibu mengalami mual, kram perut dan diare)

C. PERSONAL HYGIENCE DAN PAKAIAN Kebesihan harus selalu dijaga pada masa hamil. Baju hendaknya yang longgar dan mudah dipakai. Jika telah sering hamil, maka pemakaian setagen untuk menunjang otot-otot perut baik dinasehatkan pada ibu hamil. Sepatu atau alas kaki yang tinggi sebaiknya jangan dipakai, oleh karena tempat titik berat wanita hamil berubah, sehingga mudah tergelincir atau jatuh. Mammae yang bertambah besar juga membutuhkan kutang atau BH yang lebih besar dan cukup menunjang.Tak bisa disangkal, hampir semua bagian tubuh memang bertambah besar dan berat di saat hamil. Alhasil, pakaian dalam mesti beli baru biar pas dan nyaman. Bra Selama hamil, payudara Anda perlu tersangga dengan baik. Jadi, perhatikan kiat berikut:

pilih bra yang biasa dipakai untuk berolahraga, bra biasa tapi tanpa kawat penyangga (kawat penyangga dapat mencederai jaringan payudara yang lembut), atau bra khusus untuk kehamilan

sebenarnya, Anda tidak harus mengenakan bra khusus untuk kehamilan, namun pemakaian bra jenis ini dapat menyangga payudara dengan baik, sehingga terasa nyaman saat Anda bergerak

ada bra yang bisa dipakai sejak masa hamil hingga menyusui. Bra jenis ini memiliki jendela yang bisa dibuka bila Anda ingin menyusui bayi kelak. Bra ini juga memudahkan, mengingat setelah melahirkan Anda perlu pakai bra siang dan malam (terutama di minggu pertama), untuk menghindari tetesan ASI tumpah ke mana-mana

pilih yang bahan dasarnya katun, agar kulit bisa bernapas dengan nyaman. Sekalipun begitu, bahan elastis yang menyertainya akan membuat bra lebih lentur ketika ukurannya berubah

untuk payudara besar, bra yang memiliki tali bahu lebar, sehingga dapat menahan beban payudara. Selain itu, Anda pun tetap terlihat seksi

pastikan penyangga bra di bagian bawah cup nyaman dipakai. Jika terlalu ketat dapat memicu sakit di ulu hati. Selain itu, bra yang terlalu ketat akan menahan aliran darah seputar payudara, dan meningkatkan kemungkinan penyumbatan saluran air susu (mastitis). Memakai bra yang pas akan menghindari berbagai gangguan tersebut

Celana Dalam Awalnya mungkin Anda masih bisa memakai celana dalam yang biasa Anda pakai. Akibat perut yang mulai membesar, terkadang akan lebih terasa nyaman bila bagian pinggangnya ditarik ke bawah hingga di bawah garis perut (bikini line). Namun, umumnya celana dalam Anda harus diganti dengan yang lebih besar setelah kehamilan memasuki usia 16 minggu.

pilih celana dalam berbahan dasar katun, karena memberi ventilasi yang baik sehingga menghambat pertumbuhan jamur. Ingat, selama hamil suhu tubuh akan meningkat dan cairan vagina juga kadang-kadang keluar, sehingga membuat ibu hamil rentan terhadap infeksi bakteri

perhatikan ukuran dan karet celana, jangan sampai menekan perut, pinggang atau lingkar paha

celana dalam yang pas, menutupi sekaligus menyangga perut dan bokong, serta tidak terlalu ketat menekan bagian selangkangan, akan sangat membantu ibu hamil yang mengalami varises (pembesaran pembuluh darah balik vena.

ELIMINASI Defekasi menjadi tidak teratur karena: 1. Pengaruh relaksasi otot polos oleh estrogen 2. Tekanan uterus yang membesar 3. Pada kehamilan lanjut karena pengaruh tekanan kepala yang telah masuk panggul. Konstipasi dicegah dengan :

Cukup banyak minum Olah raga Pemberian laksatif ringan jus buah-buahan

D. SEKSUAL INTERCOUSE Bila dalam anamnesis ada abortus sebelum kehamilan yang sekarang, sebaiknya koitus ditunda sampai kehamilan 16 minggu. Pada waktu itu plasenta sudah terbentuk, serta kemungkinan abortus menjadi lebih kecil. Pada umumnya koitus diperbolehkan pada masa kehamilan jika dilakukan dengan hati-hati. Pada akhir kehamilan, jika kepala sudah masuk kedalam rongga panggul, koitus sebaiknya dihentikan karena dapat menimbulkan perasaan sakit dan perdarahan. Sebagian perempuan takut melakukan hubungan seksual saat hamil. Beberapa merasa gairah seksualnya menurun karena tubuh mereka melakukan banyak penyesuaian terhadap bentuk kehidupan baru yang berkembang di dalam rahim mereka. Sementara di saat yang sama, gairah yang timbul ternyata meningkat. Ini bukan kelainan seksual. Memang ada masanya ketika ibu hamil mengalami peningkatan gairah seksual. Trimester pertama: Minat menurun Pada trimester (3 bulan) pertama, biasanya gairah seks menurun. Jangankan kepingin, bangun tidur saja sudah didera morning sickness, muntah, lemas, malas, segala hal yang bertolak belakang dengan semangat dan libido. Fluktuasi hormon, kelelahan, dan rasa mual dapat menghisap semua keinginan untuk melakukan hubungan seks. Trimester kedua: Minat meningkat (kembali) Memasuki trimester kedua, umumnya libido timbul kembali. Tubuh sudah dapat menerima dan terbiasa dengan kondisi kehamilan sehingga ibu hamil dapat menikmati aktivitas dengan lebih leluasa daripada di trimester pertama. Kehamilan juga belum terlalu besar dan memberatkan seperti pada trimester ketiga. Mual, muntah, dan segala rasa tidak enak biasanya sudah jauh berkurang dan tubuh terasa lebih nyaman. Demikian pula untuk urusan ranjang. Ini akibat meningkatnya pengaliran darah ke organ-organ seksual dan payudara. Trimester ketiga: Minat menurun lagi Libido dapat turun kembali ketika kehamilan memasuki trimester ketiga. Rasa nyaman sudah jauh berkurang. Pegal di punggung dan pinggul, tubuh bertambah berat dengan cepat, nafas lebih sesak (karena besarnya janin mendesak dada dan lambung), dan kembali merasa mual, itulah beberapa penyebab menurunnya minat seksual. Tapi jika Anda termasuk yang tidak mengalami penurunan libido di trimester ketiga, itu adalah hal yang normal, apalagi jika Anda termasuk yang menikmati masa kehamilan. Anda juga termasuk beruntung karena tidak perlu tersiksa oleh kaki yang membengkak, sakit kepala, atau keharusan beristirahat total. E. MOBILISASI, BODY MEKANIK

Mobilitas merupakan suatu kemampuan individu untuk bergerak bebas mudah, dan teratur dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas guna mempertahankan kesehatan. Gunakan body mekanik yang baik:

Hindari mengangkat beban yang berat Gunakan kasur yang keras untuk tidur Gunakan bantal waktu tidur untuk meluruskan punggung Hindari tidur terlentang terlalu lama karena dapat menyebabkan sirkulasi darah menjadi terhambat

Boleh mengerjakan pekerjaan sehari-hari selama tidak memberikan gangguan. Aktivitas dibatasi bila didapatkan penyulit partus prematurus imminens, ketuban pecah, menderita kelainan jantung.

F. EXERCISE ATAU SENAM HAMIL Senam hamil merupakan kebutuhan aktifitas fisik, pada kegiatan ini terjadi peningkatan metabolisme yang pada dasarnya dengan peningkatan metabolisme diperlukan peningkatan penyediaan oksigen sehingga senam hamil akan meningkatkan kebutuhan oksigen. Penanggulangan aspek fisik dari persalinan dan pemeliharaan kehamilan yang bertujuan melindungi ibu dan anak adalah dengan jalan memberikan bimbingan pada ibu hamil dalam persiapan persalinan yang fisiologis melalui penerangan, berdiskusi, dan memberikan latihan fisik kepada wanita hamil. Senam adalah terapi latihan gerak untuk mempersiapkan seorang ibu hamil baik fisik maupun mental pada persalinan yang aman, spontan dan lancar sesuai waktu yang diharapkan. Pada prinsipnya senam hamil adalah exercise therapy atau terapi latihan yang merupakan bagian dari ilmu fisioterapi yang dilaksanakan dibagian obstetric pada ibu hamil oleh seorang fisioterapis.Senam yang dilakukan oleh ibu hamil pada setiap semester. Senam hamil penting bagi seorng ibu yang sedang mempersiapkan diri untuk persalinan terutama untuk ibu dengan usia kandungan lebih dari 20 minggu. Tujuan

Menguasai tehnik pernafasan Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut Melatih sikap tubuh selama hamil Melatih relaksasi sempurna dengan latihan kontraksi dan relaksasi Ibu dapat melahirkan tanpa penyulit sehingga ibu dan bayi sehat setelah persalinan

Manfaat

Memperkuat dan mempertahankan kelenturan otot-otot dinding perut dan dasar panggul yang penting dalam proses persalinan

Melatih sikap tubuh guna menghindari /memperingan keluhan-keluhan seperti sakit Perempuan mengandung yang mengikuti senam hamil diharapkan dapat menjalani persalinan secara lancar, dapat memanfaatkan tenaga dan kemampuan sebaik-baiknya sehingga proses persalinan normal langsung relatif cepat.

Membuat tubuh lebih rileks(membantu mengatasi stress dan rasa sakit akibat his ketika bersal

G. ISTIRAHAT DAN TIDUR Selama hamil, tubuh Anda butuh tidur selama 6-8 jam sehari. Ini sama dengan tidur orang sehat pada umumnya. Hanya saja, berbagai perubahan tubuh kerap membuat ibu hamil gampang lelah dan mengantuk. Itu sebabnya, ibu hamil biasanya perlu tambahan waktu istirahat dan tidur sekitar 30 menit hingga 1 jam setiap rentang 3 hingga 4 jam. Bila kehamilan Anda dibawah 3 bulan, maka Anda diperbolehkan banyak2 istirahat, terutama bila kandungan lemah maka sebaiknya Anda banyak istirahat di tempat tidur (bed rest). Selama masa kehamilan, istirahat memegang peranan yang sama penting dengan kegiatan. Pada masa awal kehamilan, anda mungkin merasa lebih lelah dari biasanya, oleh sebab itu perbanyaklah istirahat/ tidur. Tidur siang sangat dianjurkan, atau beristirahatlah beberapa kali disiang hari. Upayakan untuk menyederhanakan rutinitas sehari-hari. Jika ibu hamil merasa kelelahan, atasi kelelahan dengan mengambil istirahat singkat lebih sering, jangan akumulasikan masa istirahat Anda dalam waktu satu waktu. Dengan begitu, Anda justru dapat terus mempertahankan produktivitas dengan lebih baik. Sesuaikan beban kerja Anda dengan irama tubuh. Saat tubuh terasa begitu lelah, kerjakanlah hanya tugas yang mudah. Namun, jika anda merasa prima, ambillah beban pekerjaan yang dirasa berat. Pandai-pandailah mencuri waktu istirahat. Sempatkan tidur siang saat jam makan siang atau setidaknya angkat kaki selama beberapa menit untuk menenangkan tubuh anda. Jika hal itu memungkinkan, segeralah tidur ketika Anda tiba di rumah. Prinsipnya, ibu hamil mesti istirahat cukup dan dianjurkan tidur 8 jam sehari. Namun begitu jangan lupa untuk melakukan aktivitas fisik yang ringan, agar tubuh lebih sehat dan fit.

Kebutuhan Seksual pada Ibu Hamil

Hubungan seksual selama kehamilan tidak dilarang selama tidak ada riwayat penyakit seperti berikut ini. Sering abortus dan kelahiran premature Perdarahan pervaginam Coitus harus dilakukan dengan hati-hati terutama pada minggu terakhir kehamilan Bila ketuban sudah pecah, coitus dilarang karena dapat menyebabkan infeksi janin intra uteri

Bila dalam anamnesis ada abortus sebelum kehamilan yang sekarang, sebaiknya coitus ditunda sampai kehamilan 16 minggu. Pada waktu itu plasenta sudah terbentuk, serta kemungkinan abortus menjadi lebih kecil. Pada umumnya coitus diperbolehkan pada masa kehamilan jika dilakukan dengan hati-hati. Pada akhir kehamilan, jika kepala sudah masuk kedalam rongga panggul, coitus sebaiknya dihentikan karena dapat menimbulkan perasaan sakit dan perdarahan. Sebagian perempuan takut melakukan hubungan seksual saat hamil. Beberapa merasa gairah seksualnya menurun karena tubuh mereka melakukan banyak penyesuaian terhadap bentuk kehidupan baru yang berkembang di dalam rahim mereka. Sementara di saat yang sama, gairah yang timbul ternyata meningkat. Ini bukan kelainan seksual. Memang ada masanya ketika ibu hamil mengalami peningkatan gairah seksual.

1.

Kebutuhan Seksual pada Tiap Trimester Trimester pertama: minat menurun pada trimester (3 bulan) pertama, biasanya gairah seks menurun. Jangankan kepingin, bangun tidur saja sudah didera morning sickness, muntah, lemas, malas, segala hal yang bertolak belakang dengan semangat dan libido. Fluktuasi, kelelahan, dan rasa mual dapat menghisap semua keinginan untuk melakukan hubungan seks. Trimester kedua: minat meningkat (kembali) memasuki trimester kedua, umumnya libido timbul kembali. Tu buh sudah dapat menerima dan terbiasa dengan kondisi kehamilan

sehingga ibu hamil dapat menikmati aktifitas dengan lebih leluasa dari pada di trimester pertama. Kehamilan juga belum terlalu besar dan memberatkan seperti pada trimester ketiga. Mual, muntah, dan segala rasa tidak enak biasanya sudah jauh berkurang dan tubuh terasa lebih nyaman. Demikian pula untuk urusan ranjang. Ini akibat meningkatnya pengaliran darah ke organ-organ seksual dan payudara. Trimester ketiga: minat menurun lagi libido dapat turun kembali ketika kehamilan memasuki trimester ketiga. Rasa nyaman sudah jauh berkurang. Pegel di punggung dan pinggul, tubuh bertambah berat dengan cepat, nafas lebih sesak (karena besarnya janin mendesak dada dan lambung), dan kembali merasa mual, itulah beberapa penyebab menurunnya minat seksual. Tapi jika termasuk yang tidak mengalami penurunan libido di trimester ketiga, itu adalah hal yang normal, apalagi jika termasuk yang menikmati masa kehamilan.

2.

Bahaya Melakukan Hubungan Seksual pada ibu hamil Hal diatas berlaku bila selama kehamilan tidak ada masalah, namun bila kehamilan berisiko seperti:

a. Ancaman keguguran atau riwayat keguguran, akan berisiko terjadi keguguran berulang b. Plasenta letak rendah (ari-ari tertanam di segmen bawah rahim), c. khawatir terjadi perdarahan hebat saat hubungan seksual Riwayat kelahiran prematur, ini juga mengancam terjadinya persalinan sebelum waktunya. d. Keluar cairan ketuban, bila ketuban sudah keluar berarti selaput ketuban yang berfungsi sebagai pelindung janin dari kuman yang ada di daerah vagina robek, akibatnya hubungan seksual akan mengantarkan kuman di vagina ke dalam rahim melalui sel-sel sperma, risikonya dapat menyebabkan infeksi pada janin e. Penyakit hubungan seksual (PHS),seperti: GO, siphilis, HIV/Aids, dll.

Suami atau istri yang sedang hamil atau tidak hamil bila menderita penyakit ini sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual, sampai benar-benar sembuh berdasakan penilaian dan pemeriksaan dokter yang ahli dalam bidangnya.Bila hubungan seksual tidak dapat di hindari sebaiknya menggunakan kondom. Dampak yang paling ditakuti bukan saja penularan ke janin, namun penularan ke pasangan juga.

3.

Waktu yang Disarankan Untuk Membatasi Melakukan Hubungan Seksual a. Setiap kali terjadi perdarahan yang tak diketahui sebabnya.

b. Selama trimester pertama, bila wanita punya riwayat keguguran atau ancaman keguguran atau menunjukkan tanda-tanda ancaman keguguran. c. Selama 8-12 minggu terakhir, bila wanita punya riwayat keguguran atau ancaman keguguran atau menunjukkan tanda-tanda ancaman keguguran. d. Bila membran amnion (selaput ketuban) pecah. e. Bila terjadi plasenta previa (plasenta terletak di dekat atau di atas leher rahim), sehingga dapat keluar terlalu dini pada hubungan seksual, menyebabkan perdarahan dan mengancam ibu serta janinnya. f. Selama trimester akhir pada kehamilan kembar.

4.

Posisi Hubungan Seks yang disarankan Untuk Wanita Hamil

a. Pria di atas tapi ia miring ke salah satu sisi atau bertahan dengan lengan, agar berat badannya tak menekan wanita. b. Wanita di atas tapi hindari penetrasi yang dalam. c. Pria duduk di kursi atau tempat tidur dan wanita berada di atasnya. Selain tak membebani kehamilan, posisi ini juga memudahkan wanita mengatur irama hubungan sekaligus mengurangi tekanan di dinding rahim. e. Pria-wanita berbaring menghadap satu arah dengan posisi wanita di depan pria. Penetrasi dilakukan pria dari belakang. f. Wanita dalam posisi lutut-siku (menungging). Penetrasi dilakukan pria dari belakang. g. Hubungan Seks Gaya koboi Posisinya, ibu berada di atas tubuh suami, tapi dengan wajah membelakangi wajah suami. Ibu layaknya penunggang kuda yang siap menyentak kuda liar suami. h. Hubungan Seks Posisi Membelakangi Dengan posisi berdiri, tubuh ibu berada di depan suami di mana kedua kakinya terbuka di antara kaki ibu. Jadi, ketika merasakan penetrasi, ibu bisa menyelipkan kedua kaki dan memanfaatkan posisi yang menurut ibu tepat.

5.

Rambu Rambu dalam Melakukan hubungan seksualitas pada Ibu Hamil Berikut rambu-rambu yang perlu Anda ketahui untuk melakukan seks yang aman ketika hamil :

Posisi woman on top atau menyamping adalah posisi yang nyaman untuk wanita hamil.

- Sebelum melakukan penetrasi yang dalam, yang harus diutamakan adalah kenyamanan dan kebebasan ibu hamil. - Penggunaan benda asing di sekitar vagina atau alat bantu seks, sebisa mungkin dihindari. - Rasa pengertian, empati, kreatifitas dan humor adalah aspek yang sebaiknya ada ketika melakukan hubungan seksual pada saat kehamilan. - Kapan pun, ibu hamil berhak mengatakan Tidak - Jika kehamilannya memiliki resiko tinggi, penetrasi dan orgasme sebaiknya dihindari sampai dokter menyatakan aman. Rangsangan melalui puting juga harus dihindari pada kondisi kehamilan seperti ini. - Hindari penetrasi jika air ketuban bocor atau pecah. - Kontak seksual dalam bentuk apa pun harus dihindari jika ibu hamil atau pasangannya telah terkontaminasi atau terkena virus HIV. Gunakan kondom jika memang tetap ingin melakukan aktivitas seksual.

6.

Memahami Hubungan Seksualitas pada Ibu Hamil Menurut ahli andrologi dan seksologi, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Hubungan seksual selama hamil tetap boleh dilakukan. Tapi, pada 3 bulan pertama kehamilan, sebaiknya frekuensi hubungan seksual tak dilakukan sesering seperti biasanya. Pasalnya, jika hubungan seksual dipaksakan pada masa 3 bulan pertama usia kehamilan, dikhawatirkan bisa terjadi keguguran spontan. Selain 3 bulan pertama kehamilan, pasangan sebaiknya juga lebih berhati-hati dalam melakukan hubungan seksual pada saat 3 bulan menjelang waktu melahirkan. Sebab, menurut Wimpie, dikhawatirkan terjadi kelahiran dini. Selain itu, keguguran juga bisa terjadi akibat kekejangan otot Rahim. Kekejangan otot Rahim bisa terjadi karena benturan, misalnya karena jatuh. Disisi lain,kekejangan otot Rahim juga bisa terjadi karena hubungan seksual. Tak jarang, wanita yang tengah hamil mengalami perdarahan setelah berhubungan badan. Saat usia kehamilan mendekati waktu melahirkan, pada umumnya dorongan seksual wanita akan hilang. Pasalnya, saat itu sudah mulai timbul rasa sakit di Rahim, serta semakin besarnya beban yang di pikul karena kehamilan yang semakin besar. Faktor lain yang juga patut mendapat perhatian adalah perlunya mengatur posisi hubungan. Apalagi jika wanita sedang dalam kondisi hamil tua. Perut yang semakin membuncit tentu tak bisa lagi memberi keleluasaan bagi wanita untuk melakukan hubungan seksual dalam berbagai posisi.

Ada sebagian orang berteori, hubungan seks pada usia kehamilan tua akan mempermudah kelahiran karena pada saat itu terjadi kekejangan pada otot Rahim. Yang terjadi ialah pria mengalami ejakulasi dan sperma masuk ke vagina. Di dalam sperma terdapat prostaglandin, yakni hormone yang bisa menimbulkan kontraksi. Bagian dari prostaglandin ini memang bisa menyebabkan kekejangan otot Rahim meski kontraksinya tak cukup besar untuk menimbulkan kekejangan. Justru kekejangan lebih sering dan lebih kuat karena orgasme. Bagi sebagian wanita, kehamilan justru meningkatkan dorongan seksual. Sebagian lainnya tidak berpengaruh sementara, bagi wanita yang lain, kehamilan justru menekan atau menurunkan dorongan seksual. Hubungan seksual harus di batasi jika terjadi hal-halberikut ini : 1. 2. Setiap kali terjadi perdarahan yang tidak diketahui sebabnya Selama trimester pertama, bila wanita punya riwayat keguguran atau ancaman keguguran atau menunjukan tanda-tanda ancaman keguguran. 3. Selama 8-12 minggu terakhir, bila wanita punya riwayat keguguran atau ancaman keguguran atau menunjukan tanda-tanda ancaman keguguran 4. 5. Bila membrane amnion (selaput ketuban) pecah. Bila terjadi plasenta previa (plasenta terletak di dekat atau di atas leher rahim), sehingga dapat keluar terlalu dini pada hunbungan seksual, menyebabkan perdarahan dan mengancam ibu serta janinya 6. Selama trimester akhir pada kehamilan kembar.

KEBUTUHAN DASAR IBU HAMIL SESUAI DENGAN TAHAP PERKEMBANGANNYA A. 1. KEBUTUHAN FISIK IBU HAMIL TRIMESTER I,II,III Oksigen

Pada dasarnya kebutuhan oksigen semua manusia sama yaitu udara yang bersih, tidak kotor atau polusi udara, tidak bau, dsb. Pada prinsipnya hindari ruangan/tempat yang dipenuhi polusi udara (terminal, ruangan yang sering di pergunakan merokok). 2. Nutrisi

Ibu yang sedang hamil bersangkutan dengan proses pertumbuhan yaitu pertumbuhan fertus yang ada di dalam kandungan dn pertumbuhan berbagai organ ibu, pendukung proses kehamilan seperti adneksa, mammae dll. Makanan yang diperlukan untuk : a. b. c. d. e. Pertumbuhan janin Plasenta Uterus Buah dada Organ lain

Kebutuhan gizi ibu hamil a. b. Pada kehamilan trimester I(minggu 1-12) kebutuhan gizi masih seperti biasa. Pada kehamilan trimester II(minggu 13-28) dimana pertumbuhan janin cepat, ibu

memerlukan kalori yang kurang lebih 285 dan protein lebih tinggi dari biasanya menjadi 1,5 gr/kg BB. c. Pada kehamilan trimester III(minggu 27-lahir) kalori sama dengan trimester II tetapi

protein naik menjadi2 gr/kg BB. Ibu yang cukup makanannya mendapatkan kenaikan BB yang cukup baik. Kenaikan BB selama hamil rata-rata : 9-13,5 kg. 1) Kenaikan BB selama TM I 2) Kenaikan BB selama TM II 3) Kenaikan BB selama TM III : min 0,7-1,4 kg : 4,1 kg : 9,5 kg

Makanan yang di perlukan antara lain untuk pertumbuhan janin, plasenta, uterus, buah dada dan kenaikan metabolism. Anak aterem membutuhkan :

1) 400gr protein 2) 220 gr lemak 3) 80 gr karbohidrat 4) 40 gr mineral Uterus dan plasenta masing-masing membutuhkan 550 gr dan 50 gr protein. Kebutuhan total protein 950 gr, Fe 0,8 gr, dan asam folik 300 g perhari. Sebagai pengawasan, kecukupan ibu gizi hamil dan pertumbuhan kandungannya dapat di ukur berdasarkan kenaikan berat badannya. Kenaikan berat badan rata-rata antara 10-12 kg. kenaikan berat badan yang berlebihan atau bila berat badan ibu turun setelah kehamilan triwulan kedua, harusnya menjadi perhatian. Bahan makanan nasi Daging Tempe Sayur berwarna Buah Susu Minyak cairan Ukuran rumah tangga Piring Potong Potong Mangkok Potong Gelas Sendok Gelas Wanita tidak hamil 3,5 1,5 3 1,5 2 4 4 Wanita hamil 4 1,5 4 2 2 1 4 6

3. a.

Personal Hygiene Mandi

Mandi diperlukan untuk kebersihan kulit terutama untuk perawatan kulit karena pada ibu hamil fungsi ekresi kringat bertambah. Dan menggunakan sabun yang ringan lembut agar kulit tidak teriritasi. Mandi berendam air hangat selam hamli tidak dianjurkan karena apabila suhu tinggi akan merusak janin jika terjadi pada waktu perkembangan yang kritis, dan pada trimester 3 mandi berendam dihindari karena resiko jatuh lebih besar, dikarenakan keseimbangan tubuh ibu hamil sudah berubah. 1. 2. 3. a. b. Manfaat mandi : Merangsang sirkulasi Menyegarkan Menghilangkan kotoran yang harus diperhatikan : Mandi hati hati jangan sampai jatuh Air harus bersih

c. d.

Tidak terlalu dingin atau terlalu panas Gunakan sabun yang mengandung anti septic

b.

Perawatan gigi

Pemerikasaan gigi minimal dilakuakan 1 kali selama hamil. Pada ibu hamil gusi menjadi lebih peka dan mudah berdarah karena dipengaruhi oleh hormone kehamilan yang menyebabkan oleh hipertropi. Bersihkan gigi dan gusi dengan benang gigi atau sikat gigi dan boleh memakai obat kumur. 1. 2. 3. a. b. c. d. Cara merawat gigi : Tambal gigi yang berlubang Mengobati gigi yang terinfeksi Untuk mencegah gigi karies : Menyikat gigi dengan teratur Membilas mulut dengan air setelah makan atau minum saja Gunakan pencucu mulut yang bersifat alkali atau basa Pemenuhan kebutuhan kalsium

c.

Perawatan rambut

Rambut harus bersih, keramas 1 minggun 2-3 kali

d. 1. 2.

Payudara Putting harus dibersihkan Persiapan menyusui dengan perawatan putting dan kebersihan payudara.

e. 1. 2. 3. 4.

Perawatan vagina atau vulva Celana dalam harus kering Jangan gunakan obat atau penyemprot kedalam vagina Sesudah BAB atau BAK dilap dengan lap khusus Vagina touching

Sebaiknya selama hamil tidak melakukan vaginal touching bias menyebabkan perdarahan atau embolus (udara masuk ke dalam peredaran darah).

f.

Perawatan kuku

Kuku bersih dan pendek

g.

Kebersihan kulit

Apabila terjadi infeksi kulit segera diobati, dan dalam pengobatan dilakukan dengan advice dokter.

4.

Pakaian

Pakaian harus longgar, bersih dan tidak ada ikatan yang ketat pada daerah perut dan leher : a. b. Stocking tungkai tidak dianjurkan karena dapat menghambat sirkulasi. Pailah bh yang menyokong payudara, dan harus mempunyai tali yang besar sehingga

tidak terasa sakit pada bahu. c. d. Memakai sepatu dengan tumit yang tidak terlalu tinggi Pakaian dalam yang selalu bersih

5.

Eliminasi

Masalah eliminasi tidak mengalami kesulitan, bahkan cukup lancer. Dengan kehamilan terjadi perubahan hormonal, sehingga daerah kelamin menjadi basah. Situasi basah ini menyebabkan jamur (trikomonas) kambuh sehingga wanita mengeluh gatal dan mengeluarkan keputihan. Rasa gatal sangat mengganggu sehingga sering digaruk dan menyebabkan saat berkemih terdapat residu (sisa) yang memudahkan infeksi kandung kemih. Untuk melancarkan dan mengurangi infeksi kandung kemih yaitu denga minum dan menjaga kebersihan sekitar alat kelamin.

6.

Seksual

Seksualitas adalah ekpresi atau ungkapan cinta dari dua individu atau perasaan kasih sayang, menghargai, perhatian dan saling menyenangkan satu sama lain, tidak hanya terbatas pada tempat tidur atau bagian bagian tubuh.

a) Aspek biologis Berdasarkan hasil penelitian ada perbedaan respon psikologis terhadap sex antara wanita hamil dan wanita tidak hamil. Ada 4 selama siklus respon seksual. 1. a. b. c. Fase daerah seksual (exitment) Labia mayora Nulipara atau wanita tidak hamil, pembesaran labia mayora sama. Multipara lebih besar dari pada nulipara

2. a.

Fase plateu Lanjutan dari fase gairah seksual menuju orgasmus. Terjadi perubahan warna kulit dari

labiya minora berwarna merah manjadi merah tua bahkan menjadi keunguan bersamaan dengan terjadinya orgasmus. b. 3. Umumnya pada wanita hamil dan wanita tidak hamil fase ini sama. Fase orgasmus

Puncak dari respon seksual dimana pada wanita hamil terjadi kontraksi pada 1/3 distal vagina dan uterus. Seletah trimester 3 atau 4 minggu terakhir kehamilan terjadi spasme tonik pada uterus disamping juga terjadi kontraksi yang teratur. 4. Fase Resolusi Umumnya pada wanita hamil kembalinya darah tidak sepenuhnya karena ketegangan sek ibu hamil lebih tinggi dari pada wanita tidak hamil. Perasaan bahagia pada saat orgasmus tidak mengurangi ketegangan untuk beberapa waktu

b) Aspek psikologis 1. Reaksi wanita

Berkisar antara bahagia sampai ungkapan rasa benci, marah dan sedih serta tertekan. Respon ini berfariasi tergantung pada usia kehamilan : a. Trimester 1

Kehadiran bayi tidak dimengerti, ibu sangat introvert. Bersikap menyelidiki untuk menyakinkan kehamilannya. b. Trimester 2

Ibu biasanya bahagia dan memfokuskan perhatian pada keadaan janinnya. c. Trimester 3

Perlindungan pada janin meningkat, mudah merasa takut atau tersinggung, terisolir dan meminta perhatian lebih. Perubahan body image mampengaruhi sikap ibu terhadap kehamilan dan sex. 2. a. b. c. d. Reakisi laki laki : Kehamilan dapat menimbulkan konflik pada laki laki Kebanyakan suami tidak mengetahui bahwa intercourse diperbolehkan selam kehamilan. Merasa perhatian dan cinta istri menurun Sebagian suami akan menerima perubahan bentuk istrinya dan sebagian lagi mempunyai

perasaan yang negative. e. Ada suami yang takut, cemburu kehilangan perhatian dan cinta istri sesudah bayinya

lahir.

c) Aspek sosiali 1. 2. 3. 4. Identitas diri Pengaruh cultural Kehamilan diharapkan atau tidak Kaeadaan sosial ekonimi

Aktivitas seksual dalam masa kehamilan: a. Trimester 1

Tidak ada kontra indikasi kecuali ada riwayat abortus berulang,persalinan premature ,perdarahan pervaginam,abortus imenens. b. Trimester 2

Biasanya gairah sex meningkat,tidak ada kontra indikasi untuk melakukan hubungan sex namun disarankan untuk modifikasi posisi untuk tidak melakukan penetrasi terlalu dalam c. Trimerter3

1) Biasanya gairah sex akan dipengaruhi oleh ketidaknyamanan dan body image 2) Tidak ada kontra indikasi untuk melakukan hubungan sex namun disarankan untuk memodifikasi posisi dan melakukan dengan lembut dan hati-hati.

HUBUNGAN SEKSUAL SELAMA KEHAMILAN Dr. Suparyanto, M.Kes

HUBUNGAN SEKSUAL SELAMA KEHAMILAN

1 SEKS SELAMA HAMIL

Saat hamil sebagian besar calon ibu merasa tidak percaya diri dan tidak nyaman dengan perubahan yang terjadi pada tubuhnya sehingga kebutuhan untuk behubungan intim jadi terabaikan. Akan tetapi, berbeda dengan wanita, sebagian besar pria justru

merasa perut yang membulat lebih seksi dan meyenangkan untuk dipandang sehingga perubahan fisik pasangan tidak membuat mereka kehilangan hasrat.

Banyak suami yang melakukan masturbasi ketika istrinya hamil untuk melepaskan gairahnya meskipun dengan seizin istrinya. Selain itu tidak sedikit juga istri yang melakukan hand job (seks dengan tangan), seks krukal (penis dijepit dipaha), atau seks oral kepada suami karena ingin tetap memuaskan orang yang dicintai tesebut. Hal yang perlu diperhatikan terkait dengan hubungan seks selama kehamilan antara lain:

1. Banyak pasangan yang menikmati hubungan seksual terutama saat kehamilan, ketika tidak ada lagi kehawatiran tentang kontrasepsi. 2. Satu-satunya pembatasan untuk hubungan seksual selama kehamilan adalah keinginan wanita dan tingkat kenyamanan yang dirasakan. 3. Masih bisa menikmati keintiman satu sama lain meski merasa tidak ingin berhubungan seksual. Ciuman dan belaian dengan satu sama lain bisa jadi merupakan hal yang sangat menyenangkan, bahkan jika hal-hal ini tidak mengarah ke hubungan seksual.

2. EFEK KONDISI KEHAMILAN TERHADAP HUBUNGAN SEKSUAL

Tubuh wanita menghasilkan hormon-hormon yang terdapat hanya pada saat kehamilan, yang benar-benar mempengaruhi setiap sel dalam tubuhnya. Perubahanperubahan ini mempersiapkan tubuh wanita menjadi sebuah lingkungan yang baik untuk janin yang akan terus berkembang. Terkadang hormon-hormon tersebut menghasilkan efek yang tidak menyenangkan bagi wanita, seperti morning sicness (mual di pagi hari). Meskipun terasa tidak mengenakkan tidak akan menyebabkan masalah apa pun baik bagi ibu maupun janin, dan akan hilang memasuki trimester kedua.

Sebagian besar pasangan mengkhawatirkan bahwa berhubungan seksual selama kehamilan, terutama ketika respon mereka sangat menggebu-gebu, akan melukai bayi. Sesungguhnya, jika kehamilannya tidak bermasalah atau tidak mempunyai resiko tinggi tidak akan mengalami keguguran atau kelahiran premature, berhubungan seksual tidak akan menimbulkan efek apapun pada bayi.

Berbagai perubahan pada segi fisik dan emosi dapat mempengaruhi hasrat melakukan hubungan seksual, baik secara positif dan negatif. Akan tetapi ada banyak cara untuk meminimalkan pengaruh negative tersebut. Salah satunya ialah dengan terus berusaha

untuk selalu berkomunikasi dengan pasangan. Efek kondisi kehamilan terhadap minat untuk berhubungan seksual pada tiap trimester:

1). Trimester Pertama

1. Kondisi fisik dan emosi calon ibu: 1. Mual, dengan atau tanpa muntah, di pagi, malam, atau sepanjang hari. 2. Produksi air ludah meningkat 3. Tubuh mudah lelah dan mengantuk. 4. Payudara membengkak, putting tegang, nyeri jika disentuh atau diraba. 5. Mulut terasa pahit. 6. Sering buang air kecil. 7. Perut terasa panas, kembung, dan mengalami gangguan pencernaan. 8. Menginginkan atau menolak makanan tertentu (mengidam) 9. Sembelit 10. Sakit kepala atau pusing. 11. Mengalami perasaan tidak biasa, seperti tidak bisa melihat, sensitife pada bau-bauan tertentu, malas berdandan, selalu ingin tidur, dll. 12. Suasana hati cepat berubah, kadang gembira, kadang bte cenderung cengeng. 13. Sering merasa cemas terhadap kehamilan, misalnya takut keguguran, takut janin terluka, dan lain-lain.

2. Efek terhadap hubungan seksual

Meskipun terdapat bermacam-macam variasi dari masing-masing pasangan, pola ketertarikan seksual pada trimester pertama tetaplah umum. Tidak mengherankan jika pada awal kehamilan terjadi penurunan minat terhadap seks. Akan tetapi pada wanita yang kehamilan trimester pertamanya sangat nyaman, hasrat seksual yang muncul kemungkinan sama bahkan meningkat dengan kondisi sebelum kehamilan terjadi.

Sebagian kecil wanita bahkan merasakan perubahan yang sangat signifikan terhadap kehidupan seksualnya. Hal tersebut sering kali disebabkan oleh perubahan hormon pada awal kehamilan yang membuat organ vulva lebih sensitif dan payudara yang lebih berisi sehingga meningkatkan kepekaan terhadap sentuhan. Pada saat ini, orgasme bahkan multiorgasme bukan tidak mungkin dapat terjadi.

2)Timester kedua

1. Kondisi fisik dan emosi calon ibu: 1. Pergerakan janin yang mulai terasa. 2. Rasa mual dan muntah yang mulai berkurang dan perlahan menghilang. 3. Vagina mengeluarkan cairan berwarna putih susu, encer, dan tidak bebau yang lazim disebut leukorhea. Ini normal terjadi karena adanya peningkatan hormone selama kehamilan. 4. Nafsu makan mulai meningkat 5. Payudara tidak lagi nyeri. 6. Produksi hormone progesterone meningkat. 7. Pinggul dan payudara lebih berisi berkat hormone kehamilan dan pertambahan berat badan. Areola dan putting susu berwarna lebih gelap, rambut dan kulit semakin mengilap dan bercahaya. 8. Suasana hati jauh lebih baik, meskipun terkadang rasa sensitif dan suasana hati masih mudah berubah. 9. Mulai merasa percaya diri dengan kehamilannya.

2. Efek terhadap hubungan seksual

Meski tidak selalu, minat untuk berhubungan seks umumnya mulai meningkat pada trimester kedua ini. Pada masa ini, secara fisik dan psikologi sudah lebih dapat menyesuaikan diri pada berbagai perubahan yang terjadi karena kehamilan.

Hubungan seksual ditrimester kedua ini dapat terasa jauh lebih menyenangkan. Hal ini dikarenakan meningkatnya hormon estrogen dan volume darah di tubuh sehingga lebih banyak darah yang mengalir ke panggul dan oegan kelamin dan akan lebih mudah mengalami orgasme. Umumnya pada trimester ke dua ini sebagian besar wanita mengalami pembesaran bibir vagina dan klitoris sehingga ujung-ujung saraf menjadi semakin sensitif. Akan tetapi banyaknya aliran darah ke vagina juga menyebabkan suasana vagina. Lubrikasi yang terjadi memang memudahkan penetrasi tetapi jika terlalu licin dapat membuat penis sulit mempertahankan ereksi.

3). Trimester ketiga

1. Kondisi fisik dan emosi calon ibu:

1. Gerakan janin yang lebih kuat dibanding sebelumnya, sering kali lebih aktif di malam hari. 2. Perut semakin buncit, kaki bengkak, dan wajah sembab. 3. Semakin mudah lelah dan nafas pendek. 4. Kram kaki, terutama di malam hari. 5. Kulit perut terasa gatal, pusar menonjol. 6. Kemungkinan mengalami varises. 7. Kelenjar susu mulai aktif, ASI menetes jika payudara dirangsang. 8. Sering buang air kecil. 9. Kadang kala terjadi kontraksi palsu (braxton hicks contractions). 10. Sulit tidur.

2. Efek terhadap hubungan seksual

Saat persalinan semakin dekat, umumnya hasrat libido kembali menurun, bahkan lebih drastis dibandingkan dengan saat trimester pertama. Perut yang makin membuncit membatasi gerakandan posisi nyaman saat berhubungan intim. Pegal dipunggung dan pinggul, tubuh bertambah berat dengan cepat, nafas lebih sesak (karena besarnya janin mendesak dada dan lambung). Selain hal fisik, turunnya libido juga berkaitan dengan kecemasan dan kekhawatiran yang meningkat menjelang persalinan. Sebenarnya tidak ada yang perlu dirisaukan jika kehamilan tidak disertai faktor penyulit.

Hubungan seks sebaiknya lebih diutamakan menjaga kedekatan emosional daripada rekreasi fisik karena pada trimester terakhir ini, dapat terjadi kontraksi kuat pada wanita hamil yang diakibatkan karena orgasme. Hal tersebut dapat berlangsung biasanya sekitar 30 menit hingga terasa tidak nyaman. Jika kontraksi berlangsung lebih lama, menyakitkan, menjadi lebih kuat, atau ada indikasi lain yang menandakan bahwa proses kelahiran akan mulai. Akan tetapi, jika tidak terjadi penurunan libido pada trimester ketiga ini, hal itu normal saja.

3. DAMPAK SEKS TERHADAP KEHAMILAN

1). Keguguran:

Banyak pasangan yang merasa khawatir bahwa seks selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran. Akan tetapi masalah sebenarnya bukanlah terletak pada

aktifitas seksual. Keguguran biasanya berhubungan dengan ketidaknormalan kromosom, kelainan genetic lain pada embrio, atau masalah lain yang dialami janin yang sedang berkembang. Dalam banyak kasus hal itu dipicu oleh embrio atau janin yang telah mati. Hal tersebut juga dapat disebabkan oleh kegagalan tubuh ibu untuk memproduksi suplai hormone yang cukup.

Selain itu, faktor lingkungan, kurang nutrisi, infeksi, merokok, mengkonsumsi alcohol, dan sebagainya juga berpengaruh. Dengan kata lain, dalam sebuah kehamilan yang normal, keguguran tidak disebabkan oleh berhubungan intim, olahraga, bekerja, atau mengangkat beban.

2). Menyakiti janin:

Kontak seksual tidak akan menjangkau atau mengganggu janin karena terlindung oleh selaput dan cairan ketuban. Cairan ketuban merupakan peredam kejut yang sangat baik, sehingga gerakan saat senggama maupun kontraksi rahim saat orgasme akan teredam sehingga tidak menggangu janin.

3). Orgasme memicu kelahiran premature:

Orgasme dapat memicu kontraksi rahim. Namun, kontraksi ini berbeda dengan kontraksi yang dirasakan menjelang saat melahirkan. Penelitian mengindikasikan bahwa jika kehamilan normal, orgasme yang terjadi dengan atau tanpa melakukan hubungan seksual tidak memicu kelahiran premature.

Kelahiran premature disebabkan oleh perawatan masa kehamilan yang kurang baik, merokok, memiliki keluarga dengan riwayat melahirkan premature, mengalami infeksi pada vagina, cairan amniotonik, saluran kencing, atau infeksi lainnya. Mengalami hipertensi, kehamilan kembar, atau stres fisik yang ekstrem di tempat kerja (terutama berdiri dan berjalan lebih dari lima jam sehari selama masa trimester ketiga), atau kekerasan fisik dari pasangan. Kelahiran prematur juga umum terjadi pada wanita dengan tingkat ekonomi lemah, ibu tunggal, dan kehamilan yang terjadi diusia sangat muda.

4). Pertumbuhan janin terganggu:

Meskipun janin turut bergoyang dan berayun saat melakukan hubungan seksual, pertumbuhannya tidak akan terganggu. Reaksi janin (gerakan yang melambat saat berhubungan intim kemudian kembali aktif menendang dan jantung berdetak lebih cepat saat mengalami orgasme) bukan reaksi terhadap aktifitas seksual, melainkan reaksinya terhadap hormone yang meningkat dan aktifitas usus.

5). Penetrasi dapat menyebabkan infeksi:

Asalkan pasangan tidak menderita penyakit menular seksual, penetrasi tidak akan menyebabkan infeksi, baik pada vagina atau janin. Kantong ketuban melindugi janin dari segala macam organism penyebab infeksi. Akan tetapi, sebagian besar dokter menyarankan menggunakan kondom pada empat minggu terakhir Karena di masa itu bisa saja kantong ketuban tiba-tiba pecah.

6). Khawatir berlebihan:

Jika anda memiliki sindom pramenstruasi, besar kemungkinan akan mengalami mood swing yang lebih parah saat hamil. Ini tidak saja berpengaruh terhadap hasrat seksual, tetapi juga kekhawatiran yang cenderung berlebih pada dampaknya.

4. POSISI SEKS SAAT KEHAMILAN 1. Perempuan di atas, pria di bawah. 2. Posisi sendok. 3. Posisi sendok berhadapan. 4. Posisi duduk. 5. Doggi style. 6. Posisi pinggir ranjang. 7. Posisi misionaris.

5. RESIKO YANG TIDAK DIPERBOLEHKAN MELAKUKAN HUBUNGAN SEKSUAL:

1). Placenta previa:

Placenta yang normalnya terletak di atas rahim (sebagian atau seluruhnya) berada dibagian bawah rahim, menutupi mulut/jalan keluar janin, atau menyentuh bagian pinggir leher rahim pada pembukaan rahim. Semakin dekat posisi plasenta dengan leher rahim, semakin besar kemungkinan terjadi perdarahan. Perdarahan ini juga dapat dipicu oleh batuk, mengejan, atau hubungan seksual. Oleh karena itu, wanita hamil yang mengalami plasenta previa disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual karena ppenetrasi yang menekan mulut rahim dikhawatirkan akan memicu perdarahan. Kelainan letak plasenta ini diketahui sejak awal kehamilan dan bisa berubah pada usia kehamilan lebih lanjut. Wanita yang mengalami plasenta previa, ketika melahirkan kemungkinan besar akan menjalini operasi secar.

2). Resiko kehamilan prematur:

Ibu hamil juga bisa mengalami kelahiran premature jika mulai mengalami kontraksi regular sebelum kehamilan berusia 37 minggu yang menyebabkan mulut rahim mulai

terbuka. Oleh karena itu pada kondisi kehamilan disarankan tidak melakukan hubungan seksual karena orgasme yang terjadi dikhawatirkan akan memicu munculnya kontraksi. Selain itu paparan terhadap hormone prostaglandin di dalam semen (cairan sperma) juga dapat memicu kontraksi, walaupun tidak berbahaya bagi kehamilan normal harus tetap diwaspadai jika memiliki resiko melahirkan (janin) premature. Jika tetap memilih berhubungan seks, sperma sebaiknya dikeluarkan diluar. 3). Perdarahan (flek/vaginal bleeding):

Perdarahan dapat dikaitkan dengan tanda-tanda keguguran, maka sebaiknya hubungan seksual dihindari. Kecuali jika dokter menyatakan bahwa flek yang dialami merupakan gejala normal yang kadang terjadi, tergantung usia kehamilan, kondisi janin, volume dan rupa flek, serta kondisi ibu yang kemungkinan hubungan seksual bisa dilakukan.

4). Mulut rahim (cervix) lemah:

Kadang kala terjadi kelonggaran atau kelemahan pada mulut rahim yang bisa disebut cervical incompetence. Keadaan ini bisa terjadi terutama pada wanita yang pernah mengalami keguguran atau menggugurkan anak dengan sengaja. Jika keadaan ini terjadi, pangkal rahim akan dijahit ketika usia kehamilan telah mencapai empat bulan. Jika mulut rahim mulai terbuka secara prematur, seks dapat meningkatkan resiko infeksi. Oleh karena itu jika terdiaknosis mulut rahim mengalami kelonggaran hubungan seks sebaiknya dihindari.

5). Janin kembar (setelah kehamilan 28 minggu):

Jika terjadi kehamilan kembar. Sebaiknya menghindari berhubungan seksual saat kehamilan memasuki trimester tiga, walaupun hingga saat ini belum ditemukan adanya hubungan antara seks dengan kelahiran kembar prematur.

6). Herpes kelamin atau penyakit infeksi akibat hubungan seksual lain:

Jika menderita penyakit herpes kelamin atau penyakit infeksi akibat hubungan seksual lain dan belum sembuh sempurna, sebaiknya hubungan intim dihindari karena dikhawatirkan dapat menginfeksi janin.

6. BEBERAPA HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT HUBUNGAN SEKSUAL SELAMA KEHAMILAN

1. Jika memilih seks oral, pastikan pasangan tidak meniupkan udara ke dalam vagina. Walaupun jarang, tetapi masuknya udara kedalam pembuluh darah (emboli) dapat berakibat vatal bagi ibu dan janin. Jadi sebisa mungkin dihindari. 2. Lebih baik hindari berbaring terlentang selama berhubungan seksual. Jika rahim (dan janin) menekan pembuluh darah utama dibagian belakang perut, anda dapat merasa pusing (lightheaded) atau mual. Akan tetapi jika tidak bermasalah dengan posisi ini, lakukan saja. 3. Jika memang tidak ingin melakukan hubungan seksual, katakan apa adanya. Cemas, tidak nyaman, tidak tertarik sama sekali, atau tidak memungkinkan (harus menghindari), adalah beberapa alasan yang umum. 4. Perasaan cinta tidak harus diwujudkan dengan hubungan seksual. Pelukan yang hangat, ciuman mesra, atau pijatan yang nikmat juga merupakan bentuk perhatian seksual (Suryoprajogo, Nadine, 2008).

DAFTAR PUSTAKA

1. Cangio. 2010. Pengertian Suami. http://blog-indonesia.com/blog-archive-12132382.html. Diakses 5Maret 2011 2. Hidayah, A. Azis alimul. 2010. Metode Penelitian Kebidanan Tekhnik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika 3. Hidayati, Ratna. 2009. Asuhan Keperawatan pada Kehamilan Fisiologis dan Patologis. Jakarta: Salemba Medika 4. Hurlock. 1998. Pekerjaan Pendidikan Dan Umur Yang mempengaruhi Persepsi. http://www.google.co.id/search?q=teori+tentang+umur,pendidikan+dan+pekerjaan+y ang+mempengaruhi+persepsi&hl=id&client=firefox-a&rls=org. Diakses 1Mei 2011 5. Latifah, Mutia. 2007. Teori Persepsi. http://html-pdf-converter.com/pdf/teoripersepsi-sosial.htm. Diakses 1 Maret 2011 6. LindaV, Walsh. 2007. Buku Ajar Kebidanan Komunitas. Jakarta: EGC 7. Manuaba, Ida, Ayu, Cahandranita dkk. 2009. Memehami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta: EGC 8. Monks. 2005. Perkembangan Psikologi.Bandung: Mandar Maju 9. Notoadmojo, Soekidjo. 2010. Metodologi Penelitin Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta 10. Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

11. Pariani, Nursalam, S. 2001. Pendekatan Praktis Metodelogi Riset Keperawatan. Jakarta : CV Sagung Seto 12. Prawirohardjo, Sarwono. 2007. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo 13. Prawirohardjo, Sarwono. 2009. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo 14. Prianggoro, Hasto. 2006. Persepsi Hubungan Seksual Saat Kehamilan. http://teoripsikologi.blogspot.com/2008/05/pengertian-persepsi.htm. Diakses 2 Maret 2011 15. Rakhmat, Jalaluddin. 2009. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya 16. Saifudin, Azwar. 2009. Sikap Manusia dan Teori Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar 17. Sarwono, Sarlito W. 2009. Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali Pers 18. SDKI. 1997. Pekerjaan Pendidikan Dan Umur Yang mempengaruhi Persepsi. http://www.google.co.id/search?q=teori+tentang+umur,pendidikan+dan+pekerjaan+y ang+mempengaruhi+persepsi&hl=id&client=firefox-a&rls=org. Diakses 1Mei 2011 19. Sobur, Alex. 2009. Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia 20. Sugiono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: CV ALFABETA 21. Suryaprajogo, Nadine. 2008. Kama Sutra for Pregnancy. Yogyakarta: Golden Books BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Kebutuhan Eliminasi Ibu Hamil adalah permasalahan yang terjadi yang berhubungan dengan Buang air Kecil dan Buang air Besar selama masa kehamilan. Masalah BAK dan BAB selama masa kehamilan bisa terjadi menjadi tidak lancar jika hal yang menjadi mandatory selama masa kehamilan tidak dijaga dengan baik. Maka dengan itu perlunya para ibu ibu untuk mengetahui apa itu KEBUTUHAN ELIMINASI PADA IBU HAMIL yang di perlukan.

1.2 Tujuan Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan pada ibu selama hamil, sehingga permasalahan eliminasi tersebut bias diatasi dengan baik. Dan semoga bisa bermanfaat untuk Mahasiswa dan Dosen yang membaca makalah ini.

1.3 Metode Penulisan Penulisan menggunakan media elektronik dan kepustakaan. Cara cara yang digunakan pada pembuatan makalah ini adalah: membaca buku buku serta Media eletronik dan Web site yang berhubungan dengan penulisan makalah ini.

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Kebutuhan Eliminasi pada Ibu Hamil dari Trimester 1, 2 dan 3 Kebutuhan Eliminasi adalah suatu kebutuhan yang dialami oleh setiap Ibu hamil yang berhubungan dengan BAK dan BAB karena terjadinya perubahan kondisi fisik yang terjadi pada masa kehamilan. Supaya BAK dan BAB tidak bermasalah maka ada hal hal tertentu yang harus dilakukan supaya tidak mengalami gangguan BAk dan BAB.

2.2 Kebutuhan Eliminasi pada Ibu Hamil pada trimester 1, 2 dan 3 yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut : Trimester I Trimester II : Cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin mineral dan air. : Jumlah karbohidrat dan protein tetap.

Trimester III

: Karbohidrat dikurangi, perbanyak sayur, buah buahan segar, kenaikan Berat Badan tidak boleh lebih dari kg perminggu.

2.3 Eliminasi yang terjadi pada IBU Hamil : Frekuensi BAK menigkat karena kandungan kencing tertekan olehpembesaran uterus, BAB normal konsistensi lunak. : Frekuensi BAK normal kembali karena uterus telah keluar dari rongga panggul : Frekuensi BAK meningkat karena penurunan kepala ke PAP, BAB sering obstipasi ( sembelit ) karena hormone progesteron meningkat. ( Persis Mary Hamilton, 1995:84 ) Catatan : Hormnon Progesteron adalah hormone steroid yang berperan dalam siklus menstruasi wanita, mendukung proses kehamilandan embryogenesis.

Trimester I

Trimester II

Trimester III

2.4 Hal-hal untuk mengatasi terjadinya Eliminasi pada masa kehamilan

BAK : Untuk melancarkan dan mengurangi infeksi kandung kemih yaitu dengan minum dan menjaga kebersihan skiatar alat kelamin. BAB : Perubahan hormonal mempengaruhi aktivitas usu halus dan usus besar sehingga pada Ibu Hamil sering mengalami obstipasi, untuk mengatasi dianjurkan meningkatkan aktivitas jasmani dan makan berserat ( Manuaba, 1998:96 ). Menjaga kebersihan vulva setelah BAK / BAB bias dilakkukan dengan cara tidak hanya bagian luar saja yang dibersihkan tetapi juga lipatan lipatan labia mayora dan minora serta vestibula. ( Ibrahim, 1993 :59 ) BAB III PENUTUP Alhamdulillah makalah ini telah selesai semoga bias bermanfaat bagi seluruh Mahasiswa, Dosen dan para Ibu hamil pada khususnya.

3.1 Kesimpulan Kebutuhan Eliminasi pada Ibu Hamil adalah sebagai berikut : Trimester I : Frekuensi BAK meningkat karena kandung kencing tertekan oleh pembesaran uterus, BAB normal konsistensi lunak. Trimester II : Frekuensi BAK normal kembali uterus telah keluar dari rongga panggul

Trimester III : Frekuensi BAK meningkat karena penurunan kepala ke PAP, BAB sering obstipasi karena horman progesterone menningkat.

Pencegahan untuk mengatasi Eliminasi selama masa kehamilan ; Trimester I Trimester II : Cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air : Jumlah karbohidrat dan protein tetap

Trimester III : Karbohidrat dikurangi, perbanyak sayur, buah-buahan segar, kenaikan BB tidak boleh lebih dari kg perminggu. BAK : untuk memperlancar dan mengurangi infeksi kandung kemih yaitu dengan minum dan menjaga kebersihan sekitar alat kelamin. BAB : Perubahan hormonal mempengaruhi aktivitas usus halus dan usus besar sehingga pada Ibu hamil sering mengalami obstipasi, untuk mengatasinya dianjurkan meningkatkan aktivitas jasmani dan makan berserat. Menjaga kebersihan vulva setelah BAK / BAB di lakukan dengan cara tidak hanya bagian luar saja yang dibersihkan tetapi juda lipatan lipatan labia mayora dan minora sertavestibula.

3.2 Saran Agar Ibu hamil tetap menjaga kebutuhan makanan yang harus dikonsumsi dan berolahraga supaya hal hal yang berhubungan dengan Eliminasi bias diatasidengancara yang benar.

DAFTAR PUSTAKA 1. 2. 3. ( Persis Mary Hamilton, 1995:84 ) ( Manuaba, 1998:96 ) ( Ibrahim, 1993:159 )