You are on page 1of 6

Nama kelompok 4 1. 2. 3. 4. Asrina ekarani galib Ryan tri wahyu Andi nurhikmah Iluh asriani PT.

HOLCIM BETON_PEKERJAAN COR BETON YANG BAGUS PROSES PRODUKSI : INPUT beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi agregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen Portland yang terdiri dari agregat mineral. Nama lama beton adalah batu cair.

Ingredient Propotions Coarse Aggregate Sand Cement + Water : 43% : 34% : 23%

Air juga merupakan salah satu bahan penyusun dalam pembuatan beton. Air diperlukan untuk membentuk pasta (bereaksi dengan semen) dan menjadi bahan pelumas antara butir-butir agregat agar dapat mudah dikerjakan dalam proses pengadukan, penuangan, maupun pemadatan. Secara umum air yang digunakan adalah air bersih yang bebas dari kotoran, bebas dari air laut, bebas dari gula. Untuk bereaksi dengan semen, air yang dibutuhkan hanya sekitar 25-30% dari berat semen, namun pada prakteknya bila nilai fas yang didapat kurang dari 0,35 adukan akan sulit dikerjakan. Oleh karena itu, biasanya diambil nilai fas lebih dari 0,40 yang berarti kelebihan air digunakan sebagai pelumas agar adukan beton mudah dikerjakan. Akan tetapi perlu dicatat bahwa jumlah air yang terlalu banyak dapat menyebabkan kekuatan beton menjadi rendah.

Bahan Tambahan Bahan tambahan dapat berupa bubuk ataupun cairan yang ditambahkan ke dalam

campuran adukan beton selama pengadukan dengan tujuan untuk mengubah sifat adukan atau betonnya. Jenis bahan tambah mineral (additive) yang ditambahkan pada beton dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja kuat tekan beton dan lebih bersifat penyemenan. Beton yang kekuarangan butiran halus dalam agregat menjadi tidak kohesif dan mudah bleeding. Untuk mengatasi kondisi ini biasanya ditambahkan bahan tambah additive yang berbentuk butiran padat yang halus. Penambahan additive biasanya dilakukan pada beton kurus, dimana betonnya kekurangan agregat halus dan beton dengan kadar semen yang biasa tetapi perlu dipompa pada jarak yang jauh. Yang termasuk jenis additive adalah : puzzollan, fly ash, slag dan silica fume.

Agregat dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu agregat alami dan agregat buatan. 1. Agregat Alami Merupakan jenis agregat yang terbentuk secara alami oleh alam. Agregat alami dapat diklasifikasikan menurut sejarah terbentuknya peristiwa geologi, yaitu agregat beku, agregat sedimen, dan agregat metamorf. Contohnya: pasir alam (pasir sungai, pasir galian, pasir pantai), kerikil alami, pumise/batu apung. 2. Agregat Buatan Merupakan jenis agregat yang dibuat oleh manusia. Agregat mulai dibuat oleh manusia oleh karena lokasi mendapatkan agregat alami sangat jauh/jarang atau mungkin juga karena kualitasnya yang lebih baik dari agregat alami. Agregat buatan dapat berupa: batu pecah, pecahan bata/genteng, tanah liat bakar, expanded shale, fly-ash, terak dingin, dsb.

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih agregat:


Ukuran (diameter) Permukaan Kebersihan Berat jenis Bentuk Kandungan air

Ketahanan aus Tingkat kekerasan, dsb OUTPUT outputnya beton Ragam Beton :

Beton Konvensional Merupakan jenis beton semen biasa. Beton ini terdiri atas campuran kerikil (batu pecah), pasir, dan semen dengan perbandingan berat 3 : 2 : 1. Biasanya beton ini memerlukan penulangan besi.

Beton Polimer Beton jenis ini ciptaan Prof. Ir. H. Djuanda Suraatmadja. Beton polimer memiliki sifat kedap air, tidak terpengaruh sinar ultraviolet, tahan terhadap larutan agresif seperti bahan kimia serta kelebihan lainnya. Keunggulan lain adalah beton polimer bisa mengeras di dalam air sehingga bisa digunakan untuk memperbaiki bangunanbangunan bawah air. Satu-satunya kelemahan yang hingga kini belum teratasi adalah harga beton polimer masih belum bisa lebih rendah dibandingkan dengan beton semen, kecuali untuk daerah Irian Jaya, di mana harga semen berlipat-lipat dari harga semen di Pulau Jawa. Karena itu, beton polimer selama ini lebih banyak digunakan untuk rehabilitasi bangunan yang rusak. Beton polimer dapat dibedakan atas polymer concrete, polymer modified concrete (beton biasa tetapi dimofifikasi dengan menggunakan polimer), polymer impregnated concrete (beton berpori-pori yang kemudian diisi dengan polimer), dan sulfur polymer concrete (beton yang dibuat dari pasir, kerikil, belerang, dan polimer).

Beton Geopolimer Ditemukan oleh Davidovits. Dinamakan demikian karena merupakan sintesa bahanbahan alam nonorganik lewat proses polimerisasi. Bahan dasar utama yang diperlukan untuk pembuatan material geopolimer ini adalah bahan-bahan yang banyak mengandung unsur-unsur silikon dan aluminium. Unsur-unsur ini banyak ditemukan, di

antaranya pada material buangan hasil sampingan industri, seperti misalnya abu terbang dari sisa pembakaran batu bara. Selama ini, abu terbang-disebut demikian karena kecilnya ukuran partikel dan karenanya mudah beterbangan di udara-lebih banyak tidak dimanfaatkan dengan semestinya ataupun dipakai hanya sebagai bahan timbunan. Penimbunan yang sembarangan bahkan berpotensi mengancam kelestarian lingkungan, selain mudah beterbangan dan mengotori udara, partikel-partikel logam berat yang dikandungnya dengan mudah larut dan mencemari sumber-sumber air. Untuk melarutkan unsur-unsur silikon dan aluminium, serta memungkinkan terjadinya reaksi kimiawi, digunakan larutan yang bersifat alkalis. Material geopolimer ini digabungkan dengan agregat batuan kemudian menghasilkan beton geopolimer, tanpa menggunakan semen lagi. Geopolimer dikatakan ramah lingkungan, karena selain dapat menggunakan bahanbahan buangan industri, proses pembuatan beton geopolimer tidak terlalu memerlukan energi, seperti halnya proses pembuatan semen yang setidaknya memerlukan suhu hingga 800 derajat Celsius. Dengan pemanasan lebih kurang 60 derajat Celsius selama satu hari penuh sudah dapat dihasilkan beton yang berkekuatan tinggi. Karenanya, pembuatan beton geopolimer mampu menurunkan emisi gas rumah kaca yang diakibatkan oleh proses produksi semen hingga tinggal 20 persen saja. Hasil-hasil riset selama ini telah menunjukkan bahwa beton geopolimer memiliki sifatsifat teknik yang amat mengesankan, di antaranya kekuatan dan keawetan yang tinggi. Sebuah perusahaan beton pracetak di Australia bahkan sudah mulai memproduksi prototipe beton geopolimer pracetak dalam bentuk bantalan rel kereta, pipa-pipa beton untuk saluran pembuangan air kotor, dan lain-lain. Hal yang memberikan perbedaan cukup penting antara beton geopolimer dengan beton polimer organik yang sudah lebih dulu diperkenalkan, terutama adalah biaya pembuatannya. Beton geopolimer bisa diproduksi dengan biaya yang setara dengan beton biasa, yang jauh lebih murah dibanding biaya untuk menghasilkan beton polimer organik. Di dunia material konstruksi, hingga saat ini fokus penelitian-penelitian yang dilakukan terhadap beton geopolimer ini lebih ditekankan pada aplikasinya sebagai beton pracetak, mengingat ketelitian yang lebih tinggi masih diperlukan dalam proses pembuatannya. Di bidang lain, geopolimer juga sedang diteliti untuk keperluan pembuatan keramik dan bahan pemasung logam-logam berbahaya. Penggunaan Beton Beton telah umum digunakan untuk membuat perkerasan jalan, struktur bangunan,

fondasi, jalan, jembatan penyeberangan, struktur parkiran, dasar untuk pagar/gerbang, semen dalam bata atau tembok blok, dsb. Standar beton bagus Sebagai ukuran bagusnya hasil pekerjaan cor beton maka kita buat terlebih dahulu beberapa kriteria yang harus ada sehingga sebuah beton bisa dikatakan sebagai kualitas baik. 1. Kuat. 2. Murah. 3. Permukaan rata dan halus. 4. Datar dan tegak. 5. Cepat dalam pembuatan. 6. Tidak keropos atau retak. PROSES Peralatan Batching Plant, Truck Mixer, Pompa Beton, Loader serta peralatan pendukung lainnya seperti persediaan bahan baku ( semen, pasir, split dll ) yang menunjang perusahaan dalam pengadaan beton siap pakai yang tepat waktu dan berkualitas pekerjaan cor beton yang bagus

Melakukan pekerjaan cor beton memang terlihat mudah namun apabila tidak tahu tipsnya bisa jadi hasil pengecoran tidak bagus seperti keropos, retak atau bahkan akibat terparah yaitu roboh. Nah.. agar tidak mengalami kejadian merugikan maka disini kita berbagi tips pekerjaan cor beton yang bagus entah itu dari pengalaman, cerita maupun membaca literatur yang ada. mari berbagi disini karena dengan mengamalkan ilmu kita akan memperoleh ilmu lain dari arah yang tak terduga. sebagai permulaan kita buat daftar hal-hal yang mungkin bisa dilakukan untuk mendapatkan hasil pekerjaan cor beton kualitas maksimal bagus dan murah.

Tips pekerjaan cor beton yang bagus 1. Desain struktur harus benar dulu, meliputi dimensi beton dan bahan yang digunakan. karena jika perhitungan strukturnya sudah salah walaupun dikerjakan sebaik apapun juga akan roboh.

2. Menggunakan material beton sesuai dengan hasil perhitungan batas minimal kuat. misalnya jika sebuah struktur beton bertulang akan kuat jika menggunakan beton K350 jika dalam pengecoran menggunakan K250 maka besar kemungkinan akan terjadi kegagalan struktur. 3. Bekisting dipersiapkan dengan benar, posisi dan jumlah perancah dihitung sekuat dan semurah mungkin sehingga tidak terjadi kerobohan akibat penyangga tidak kuat, namun tidak terjadi pemborosan karena penggunaan perancah terlalu banyak diatas kebutuhan. 4. Papan bekisting atau triplek harus dalam kondisi bersih sebelum digunakan, bekisting bekas seringkali masih tersisa beton lama yang menempel, hal ini jika langsung digunakan sebagai cetakan maka bisa menyebabkan beton keropos. 5. Pembongkaran bekisting tidak boleh terlalu cepat sebelum beton mampu menahan beban sendiri. 6. Pembersihan beton tercecer harus dilakukan langsung saat proses pengecoran berlangsung karena membersihkan dilain waktu berarti beton tercecer sudah mengeras dan akan lebih sulit serta membutuhkan biaya besar. 7. Jika menggunakan beton Ready Mix maka perlu berkoordinasi dengan perusahaan penyedia beton cor tersebut untuk memastikan bahwa material beton dikirim pada tanggal dan jam yang telah dijadwalkan, kemunduran kedatangan material beberapa jam atau bahkan hari berarti tukang cor nganggur. 8. Selalu cek ketegakan dan kedataran beton dengan alat ukur seperti water pass atau teodolit. 9. Untuk pengecoran beton yang menyambung dengan beton lama maka harus menggunakan lem beton dan melakukan ketrik beton lama agar menyatu dengan yang baru. 10. Melakukan penyiraman pasca cor beton agar tidak terjadi pengerasan yang terlalu cepat karena hal ini dapat menyebabkan keretak. PIHAK-PIHAK YANG BERTANGGUNG JAWAB : Manajer produksi Bagian pemasaran/marketing Pekerja- pekerja dalam proses pembuatan beton