You are on page 1of 6

Nama : M.Risqon Maulana NIM :13.240.

0214

Kelas :2M42

Masyarakat informasi
Teknologi informasi (information technology) mulai berkembang pesat di diawal tahun 1980-an. Pesatnya perkembangan teknologi ini didukung oleh pesatnya perkembangan 11 prosesor (chip) yang berfungsi sebagai otak sebuah komputer pribadi (Personal Computer). Perkembangan teknologi hardware ini diikuti pula oleh kemajuan dalam bidang software, meskipun perkembangannya jauh di belakang perkembangan hardware. Pada mulanya, prosesor dan software dirancang untuk sebuah komputer pribadi yang berdiri sendiri (stand alone PC). Namun sejalan dengan perkembangannya, PC-PC tersebut akhirnya dapat diintegrasikan melalui suatu jaringan (network) secara fisik. Sehingga kita mengenal berbagai jenis jaringan yang mengintegrasikan beberapa buah PC. Contoh jaringan yang sering kita jumpai adalah Local Area Network (LAN), Wide Area Network (WAN), dan Internet. Jaringan internet merupakan salah satu jenis jaringan yang popular dimanfaatkan, karena internet merupakan teknologi informasi yang mampu menghubungan komputer di seluruh dunia, sehingga memungkinkan informasi dari berbagai jenis dan bentuk informasi dapat dipakai secara bersama-sama. Saat ini telah banyak perusahaan swasta di Indonesia yang menyediakan jasa sambungan internet, misalnya IndoInternet, Radnet, D-Net, Idola, dan lain-lain. Perusahan lain seperti PT Pos Indonesia yang juga menjadi penyedia jasa sambungan ke internet (Wasantara-Net) yang membuka cabang di setiap kota, yang kemudian menjadi pengembangan Nusantara 21. Nusantara 21 adalah jalan raya lintasan informasi yang menghubungkan seluruh kawasan nusantara dengan bandwidth yang sangat besar, sehingga memungkinkan pertukaran informasi dalam berbagai bentuk (teks, grafis, suara dan video) dapat terjadi dengan cepat. IT atau Information Technology memberikan kontribusi yang luar biasa dalam hal penyebaran materi informasi ke seluruh belahan dunia. IT merupakan suatu alat Globalisator yang luar biasa, salah satu instrumen vital untuk memicu time-space compression (menyusutnya ruang dan waktu), karena kontaknya yang tidak bersifat fisik dan individual, maka ia bersifat massal dan melibatkan ribuan orang. Seseorang bisa terhubung ke dunia virtual global untuk bermain informasi dengan ribuan komputer penyedia informasi yang dibutuhkan, hanya dengan berada di depan komputer yang terhubung dengan internet. Perkembangan teknologi informasi (TI) yang sedemikian pesat tersebut menciptakan kultur baru bagi semua orang di seluruh dunia. Dunia pendidikan pun tak luput dari sentuhannya. Integrasi teknologi informasi ke dalam duina pendidikan telah menciptakan pengaruh besar. Mutu dan efisiensi pendidikan dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi.

Di tengah masalah dunia pendidikan Indonesia yang tak kunjung selesai, kehadiran teknologi informasi menjadi satu titik cerah yang diharapkan mampu memberi sumbangan berarti dalam meningkatkan mutu pendidikan. Saat ini mutu pendidikan Indonesia masih sangat rendah. Laporan tahunan Human development Index UNDP tahun 2004 menempatkan Indonesia pada posisi 111 dari 175 negara. Adapun hasil survai tentang kualitas pendidikan di Asia yang dilakukan oleh PERC (The Political and Economic Risk Country), Indonesia berada pada posisi 12 atau yang terendah (Suara karya, 18 desember 2004). Peringkat ini sepertinya tidak mengalami pergeseran jauh sekarang ini mengingat problematika pendidikan yang masih belum berubah. Mengingat tofografi dan demografi penduduk Indonesia yang kurang menguntungkan, maka kita sudah saatnya memikirkan sistem pendidikan yang dapat dijangkau oleh penduduk paling terpencil dan paling minim sumber dayanya. Dilihat dari upaya penerapan teknologi tersebut, sungguh banyak potensi yang dapat dijadikan modal dasar penerapan teknologi informasi dalam pendidikan masyarakat. Ada beberapa alasan teknologi informasi dapat diterapkan dalam pendidikan masyarakat, di antaranya: 1. Masyarakat sudah banyak yang memiliki komputer sendiri. Hal ini memungkinkan dikembangkannya Paket belajar Personal-Interaktif. Paket ini dilakukan dengan cara memanfaatkan software pendidikan seperti : Computer Assisted Instructional (CAI) atau Computer-Based Training (CBT). Pada pemanfaatan jenis ini, informasi atau materi ajar dikemas dalam suatu software (perangkat lunak). Peserta belajar dapat belajar dengan cara menjalankan program komputer atau perangkat lunak tersebut di komputer secara mandiri dan di lokasi masing-masing. Melalui paket program belajar ini peserta dapat melakukan simulasi atau juga umpan balik kepada peserta ajar tentang kemajuan belajarnya.

2. Negara Indonesia terdiri atas ribuan pulau yang tersebar dalam wilayah yang sangat luas, serta dihuni oleh lebih dari 200 juta pendiuduk dengan distribusi secara tidak homogen. Kondisi ini memang disadari menjadi kendala ketika akan diterapkan sistem pendidikan konvensional (tatap muka). Maka teknologi informasi yang mungkin diterapkan untuk kondisi tersebut adalah melalui jaringan internet. Ada beberapa alternatif paradigma pendidikan melalui internet ini yang salah satunya adalah sistem dot.com educational system (Kardiawarman, 2000). Paradigma ini dapat mengitegrasikan beberapa sistem seperti: A. Paradigma virtual teacher resources Paradigma yang dapat mengatasi terbatasnya jumlah guru yang berkualitas, sehingga siswa tidak haus secara intensif memerlukan dukungan guru, karena peranan guru maya (virtual teacher) dan sebagian besar diambil alih oleh sistem belajar tersebut.

B. Paradigma virtual school system Paradigma yang dapat membuka peluang menyelenggarakan pendidikan dasar, menengah dan tinggi yang tidak memerlukan ruang dan waktu. Keunggulan paradigma ini daya tampung siswa tak terbatas. Siswa dapat melakukan kegiatan belajar kapan saja, dimana saja, dan darimana saja.

C. Paradigma cyber educational resources system, atau dot com leraning resources system. Merupakan pedukung kedua paradigma di atas, dalam membantu akses terhadap artikel atau jurnal elektronik yang tersedia secara bebas dan gratis dalam internet. Semua paradigma tersebut di atas dapat diintegrasikan ke dalam suatu sistem pendidikan jarak jauh (distance educational) dengan pemanfaatan teknologi internet. Salah satu bentuk pemanfatan teknologi internet pada pendidikan jarak jauh adalah pengajaran berbasis Web yang dikenal dengan istilah e-Learning. Melalui media ini proses belajar dapat dijalankan secara on line atau di-download. Untuk keperluan off line, peserta didik dapat mengakses sistem kapan saja dibutuhkan dan sesering mungkin (time independence), tidak terbatas pada jam belajar dan tidak tergantung pada tempat (place independence). Fungsi lain yang dapat digunakan untuk proses belajar tersebut melalui e-mail atau grup diskusi, yang dapat berinteraksi dan mengirimkan naskah secara elektronik. Pada perguruan tinggi, pemanfaatan teknologi informasi telah dibangun dalam suatu sistem yang disebut e-University (electronic university). Pengembangan e-University ini bertujuan mendukung penyelenggaraan pendidikan sehingga dapat menyediakan layanan informasi yang lebih baik kepada komunitasnya baik di dalam (internal) maupun diluar (eksternal) perguruan tinggi tersebut

Kesamaan mutu dalam memperolah materi


Paket belajar terdistribusi dikembangkan untuk kesamaan mutu dalam memperolah materi. Materi ajar dapat dikemas dalam bentuk Webpage, ataupun program belajar interaktif (CAI atau CBT). Materi belajar kemudian di tempatkan disebuah server yang tersambung ke internet sehingga dapat diambil oleh peserta ajar baik memakai Web-Browser ataupun File Transport Protocol (aplikasi pengiriman file). Seiring perkembangan teknologi informasi di masyarakat, teknologi informasi sudah waktunya dimanfaatkan dalam pendidikan masyarakat. Oleh karena itu diperlukan model belajar berbasis teknologi informasi di masyarakat. Model ini dikelola oleh pihak-pihak terkait mulai dari pengembangan bahan ajar, distribusi materi ajar, hingga penggunaan materi ajar. Disamping itu standariasasi perlu dilakukan dalam memberi jaminan mutu.

Melalui pemanfaatkan teknologi informasi (Komputer), seolah-olah materi ajar dapat diakses oleh siapa saja dan kapan saja. Akses terhadap materi ajar sebenarnya dapat diatur bila dikehendaki karena tersedia fasilitas pengaman di mana hanya orang yang telah mendaftar saja yang bisa mengakses materi ajar tersebut.
3

Mengingat negara bertanggung jawab untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, maka negara perlu menyediakan materi ajar dengan mempekerjakan pakar yang mempunyai dedikasi tinggi untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Mahalanya biaya honor dan pembuatan materi ajar bukan masalah, karena dapat dijustifikasi, apabila materi ajar tersebut dapat dipakai oleh segenap anggota masyarakat di Indonesia.

Ada dua materi ajar yang dapat dikembangkan: Materi untuk Tutor (pendamping warga belajar) paket A dan paket B, sehingga mereka dapat mengembangkan pengetahuannya seiring dengan perkembangan zaman. Materi ajar yang akan dikonsumsi oleh warga belajar (masyarakat luas).

Materi ajar ini adalah materi ajar yang dapat memberdayakan masyarakat, seperti keterampilan praktis yang segera dapat diterapkan nyata. Sebagai contoh : untuk daerah wisata, materi ajarnya kiat menjajakan souvenir. Begitu pula untuk para nelayan di daerah pantai, untuk pengrajin, atau ibu rumah tangga dan profesi lainnya. Dengan demikian apabila telah terdapat materi ajar yang distribusinya dapat dilakukan dengan memanfaatkan jaringan komputer yang telah terapkan, maka mayarakat yang memerlukan materi ajar tersebut dapat dengan mudah mendapatkannya. Persoalan mendasar berkenaan dengan model ajar ini adalah keterbatasan anggota masyarakat untuk mengopersikan komputer internet-nya dalam proses pengajaran. Oleh karena itu perlu ada aksi untuk menyiapkan masyarakat (ready for lerning), yaitu dengan cara melibatkan para penyuluh lapangan dari departemen terkait, mislanya penyuluh pertanian, penyuluh industri, aparat pemerintah setempat, dll. Mereka ini petugas yang telah terlatih dan mengetahui materi ajar yang tersedia dan cara akses atau mendapatkannya. Mereka bertanggungjawab membantu kelompok masyarakat termasuk mengkomunikasikan materi ajar yang tidak dipahami masyarakat sehingga dapat mempelajarinya dalam waktu tertentu. Dalam kaitannya dengan perangkat lunak (software) komputer pendidikan, dan tidak bermaksud membatasi kreatifitas masing-masing, kita harus memikirkan standarisasi dari perangkat lunak (software) komputer pendidikan yang akan disajikan kepada masyarakat atau siswa di sekolah. Standarisasi ini dimaksudkan untuk mempertahankan mutu dan memberi jaminan mutu (quality assurance) outcome system pendidikan. Saat ini telah banyak sekali sumber belajar yang berbasis komputer bahkan berbasis multimedia (buatan dalam dan luar negeri) baik yang berfungsi sebagai materi pokok, maupun sebagai materi pengayaan, namun penelitian tentang dampak dari penggunaan sumber belajar tersebut belum banyak dilakukan, terutama dalam hal kemungkinan adanya miskonsepsi yang ditimbulkan oleh sumber belajar itu. Oleh karena itu, studi tentang pengembangan, uji coba dan standarisasi perangkat lunak komputer kependidikan harus segera dilakukan oleh departemen atau pihak yang berkepentingan dan kita semua.

Sejarah Internet
Asal usul Internet dimulai ketika negara Rusia pada tahun 1957 (pada waktu itu disebut Uni Soviet) meluncurkan satelit buatan bernama Sputnik. Amerika Serikat sadar akan kemungkinan Rusia untuk mengirimkan rudal nuklir dengan menggunakan satelit tersebut. Pada tahun 1962, sebuah agen penelitian Amerika memutuskan untuk melakukan penelitian tentang cara menghubungkan komputer untuk membentuk jaringan organik. Pada tahun 1969, jaringan komputer tersebut berhasil didirikan dan kemudian dikenal sebagai ARPANET, yang memiliki tujuan utama untuk menghindari sentralisasi informasi pada satu titik yang dianggap rawan untuk dihancurkan apabila terjadi perang. Mereka menunjukkan bagaimana perangkat keras dan perangkat lunak pada komputer berbasis Unix dapat berkomunikasi satu sama lain dalam jarak tak terbatas melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan dengan keandalan dan jumlah informasi yang dapat ditransfer. Pada akhirnya semua standar yang mereka tentukan akan menjadi cikal bakal pembangunan protokol saat ini yang dikenal sebagai TCP / IP. Melalui metode ini, diharapkan apabila satu bagian dari jaringan terputus, maka jalur yang melalui jaringan tersebut dapat secara otomatis dipindahkan ke saluran lainnya.Pada tahun 1970, sudah lebih dari sepuluh komputer berhasil tersambung sehingga mereka dapat berkomunikasi satu sama lain dan membentuk jaringan. Pada tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan tahun sebelumnya untuk ARPANET. Program email ini begitu praktis sehingga secara cepat langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, ikon @ juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan "at" atau "on". Juga di tahun ini ARPANET berubah nama menjadi DARPA (Devence Advance Research Projects Agency)

Pada tahun 1973, jaringan komputer DARPA dikembangkan di luar Amerika Serikat. Sebuah komputer di University College di London merupakan komputer pertama yang berada di luar Amerika Serikat yang menjadi anggota ARPANET. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yaitu Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal ide internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.Pada 1975 DARPA diubah lagi menjadi DARPANET karena saat itu DARPA juga difungsikan untuk publik sebagai bisnis jaringan. Pada tahun 1976, tepatnya pada tanggal 26 Maret 1976, adalah hari bersejarah, ketika ratu Inggris berhasil mengirim e-mail dari Royal Signals dan Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung dalam DARPA / ARPANET membentuk sebuah jaringan.

Pada tahun 1979 Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin menciptakan newsgroup pertama bernama USENET. Pada tahun 1981 France Telecom membuat kejutan dengan meluncurkan telepon televisi pertama, dimana orang dapat saling menelepon sambil berhubungan dengan video link. Pada tahun 1982, karena komputer yang membentuk jaringan semakin besar, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun tersebut, Transmission Control Protocol (TCP) dan Internet Protocol (IP) dibentuk. Sementara itu di Eropa, jaringan komputer tandingan yang disebut Eunet dikembangkan. Hal ini menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET. Tahun 1983 peneliti dari Wisconsin membuat DNS (domain name system). Dengan teknologi ini, untuk pertama kalinya sebuah komputer dengan Internet Protocol (IP) 144.163.21.141 diubah menjadi my.cool.unix.box dan dapat diakses oleh pengguna Internet lainnya. Teknologi DNS tersebut kemudian diperkenalkan pada tahun 1984 untuk menyeragamkan alamat setiap komputer di dalam jaringan komputer. Komputer yang terhubung dengan jaringan yang ada telah meningkat menjadi 1.000 komputer. Pada tahun itu juga ARPANET terpecah menjadi dua jaringan, yaitu DARPANET dan Milnet (sebuah jaringan militer), tetapi keduanya masih memiliki hubungan sehingga komunikasi antar jaringan tetap dilakukan. Pada awalnya, jaringan interkoneksi ini disebut DARPA Internet, tapi akhirnya disebut Internet. Pada tahun yang sama, lahir National Science Foundation Network (NSFNET) yang menghubungkan peneliti di seluruh negeri dengan lima sentral yang memiliki super computer. Jaringan ini kemudian dikembangkan untuk link jaringan akademis lainnya yang terdiri dari berbagai universitas dan konsorsium penelitian. NSFNET mulai menggantikan ARPANET sebagai jaringan riset utama di Amerika. Pada tahun 1987 jumlah komputer yang terhubung ke jaringan melonjak 10 kali dan menjadi 10.000. Pada 1988 Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC (Internet Relay Chat). Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan melonjak 10 kali dalam setahun. Tidak kurang dari 100.000 komputer yang membentuk jaringan. Tahun 1990 adalah tahun paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser dimana setiap orang bisa berselancar dari satu komputer ke komputer lain. Program ini disebut WWW atau World Wide Web. Bersama dengan peninjau Mosaic yang dibuat oleh NCSA (National Center for Supercomputer Applications), WWW memungkinkan sebuah situs untuk membangun sejumlah halaman informasi yang berisi teks, gambar, suara dan bahkan video. Dengan mengklik link, pengguna akan segera menuju ke halaman yang ditunjukkan oleh link. Pada bulan maret 1990 ARPANET secara resmi dibubarkan. Saat NSFNET dibangun, berbagai jaringan internasional didirikan dan dihubungkan ke NSFNET tersebut. Australia, negara-negara Skandinavia, Inggris, Perancis, Jerman, Kanada dan Jepang segera bergabung. Dalam setahun setelah Mosaic diluncurkan, jumlah server WWW tumbuh dari 100-7000. Pertumbuhannya terus-meneurs bertambah hingga sekarang.