You are on page 1of 34

LAPORAN PRAKTIKUM KOMUNITAS III MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA

Disusun guna memenuhi tugas praktikum mata kuliah komunitas 3 dengan dosen pengajar Ns. Tantut Susanto, M.Kep. Sp.Kep.Kom

PAPER Oleh: Kelompok 2 Endah Novianti Frandita Eldiansyah Ria Rohmawati Ratna Lauranita Bima Satria Muhammad Rifqi W. Dw. Ayu Dwi C. NIM 112310101002 NIM 112310101014 NIM 112310101015 NIM 112310101029 NIM 112310101030 NIM 112310101040 NIM 112310101046

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER 2014

MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA

Tinjauan Teori Musyawarah masyarakat desa termasuk kedalam tahapan pengorganisasian

masyarakat. Dimana pengorganisasian masyarakat terdiri atas 3 aspek penting, yaitu :


1. 2. 3.

Proses Masyarakat Memfungsikan masyarakat Tahapan pengorganisasian masyarakat menurut (Sasongko, Adi : 1978) menyebutkan

langkah-langkah dalam pengorganisasian masyarakat sebagai berikut : a. Persiapan sosial :

1. Pengenalan masyarakat 2. Pengenalan masalah 3. Penyadaran masyarakat b. c. d. Pelaksanaan Evaluasi Perluasan

MMD termasuk dalam golongan penyadaran masyarakat, dimana tujuannya adalah menyadarkan masyarakat agar mereka : 1. Menyadari masalah-masalah kesehatan dan keperawatan yang mereka hadapi 2. Secara sadar meraka ingin berpartisipasi dalam kegiatan penanggulangan masalah kesehatan dan keperawatan yang mereka hadapi 3. Mereka tahu cara memenuhi kebutuhan-kebutuhan akan upaya pelayanan kesehatan dan keperawatan sesuai dengan potensi dan sumber daya yang ada pada mereka. Agar masyarakat dapat menyadari masalah dan kebutuhan mereka akan pelayanan kesehatan dan keperawatan, maka diperlukan suatu mekanisme yang terencana dan terorganisasi dengan baik

Pengertian MMD Musyawarah Masyarakat Desa adalah Musyawarah yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat untuk membahas masalah-masalah terutama yang erat kaitannya dengan kemungkinan KLB, kegawatdaruratan dan rencana yang ada didesa serta merencanakan penanggulangannya. Topik yang dibahas fokus pada hasil SMD yang telah diperoleh.

Tujuan MMD 1. Agar masyarakat mengenal masalah kesehatan yang dihadapi dan dirasakan diwilayahnya 2. Agar masyarakat sepakat untuk bersama-sama menanggulanginya 3. Tersusunnya rencana kerja untuk penanggulangannya yang disepakati bersama

Peserta MMD a. Para kader pelaksanan SMD b. Kepala Desa dan perangkat desa c. Tomas setempat (Formal dan non-formal) d. PKK e. LPM/KPM f. Karang taruna g. PMR h. Beberapa KK i. j. Pimpinan Puskesmas dan staf Sektor kecamatan (Sosial, BKKBN, KUA)

k. Ketua Ormas

Tempat MMD: Balai Desa

Pola peyelenggaraan MMD 1. Susunan tempat duduk sebaiknya bebentuk lingkarang (Round Table), tidak ada peserta

yang membelakangi peserta lainnya, komposisi jangan seperti diruangan kelas 2. Pimpinan pertemuan duduk sederetan, setara dan berada diantara para peserta, tidak memisah atau dududk dikursi istimewa 3. Duduk tidak harus selalu dikursi, boleh juga dilantai, diatas tikar, atau permadani atau matras

Suasana MMD 1. Ciptakan suasana kekeluargaan yang akrab 2. Jangan ciptakan suasaana yang formal dengan meja yang ditata seperti dimeja persidangan

Waktu MMD a. Mulailah tepat waktu, sesuai dengan rencana dan jadwal, jangan sampai peserta menunggu Peran Ketua MMD 1. Mengarahkan pembicaraan agar jangan menyimpang dari arah yang ditetapkan

2. Menjadi penengah jika terjadi perselisihan pendapat dalam pembicaraan 3. Mengetaur lalu lintas pembicaraan diantaraa sesame peserta

4. Ketua harus selalu berusaha memotivasi setiap peserta 5. Ketua jangan terlalu banyak bverbicara, ketua sebaiknya lebih banyak memandu 6. Ketua harus sabar, tidak boleh emosional bila ada hal yang menjengkelkan 7. Ketua harus jeli, cerdik, dan segera bias manangkap apa yang dimaksud oleh peserta 8. Setiap pendapat harus dihargai, jangan memaksa kehendak untuk disetujui

9. Semua keputusan harus berdasarkan musyawarah, bukan paksaan 10. Ketua harus selalu memantau kepada bahasa tubuh, ekspresi, gerak-gerik peserta, apakah mereka kelihatan bosan atau jengkel mendengarkan, bila perlu diselingi dengan gurauan untuk mencairkan suasana 11. Bila ada hal-hal teknis yang kurang jelas, terutama tentang masalah atau info yang berkaitan dengan kesehatan, dapat meminta kejelasan atau penjelasan dari dokter puskesmas atau stafnya

Langkah-langkah penyelenggaraan MMD a. Persiapan : 1. Kader menyiapkan hasil analisis yang ditulis dalam lembar balik 2. Kader membantu kepala desa menyimpulkan acara, tata ruangan dan perlengakapan 3. Kader memotivasi atau mengajak para Tomas, Toga, pimpinan Ormas yang ada didesa itu untuk hadir dalam MMD, agar dapat membantu memecahkan masalah bersama-sama 4. Mengajak kader-kader didesa tersebut yang lainnya untuk ikut hadir Proses MMD: 1. Pembukaan dengan menguraikan maksud dan tujuan MMD 2. Dipimpin oleh Kades 3. Pengenalan masalah kesehatan dipimpin oleh bidan

4. Menyajikan hasil SMD oleh kelompok SMD 5. Perumusan dan penentuan prioritas masalah kesehatan atas dasar pengenalan masalah dan hasil SMD 6. 7. 8. Rekomendasi teknis dari bidan Penyusunan rencana pelaksana kegiatan dipimpin oleh Kades Penutup

Tindak lanjut Proses MMD: a. Kader membantu KAdes menyebarkan hasil musyawarah tentang rencana kerja penanggulangan masalah dan membantu menindaklanjuti untuk kegiatan-kegiatan b. Selanjutnya, mencari calon Kader baru, pelatihan Kader dan pelaksanaan kegiatan

Tindak lanjut rencana kerja hasil MMD: a. Latihan Kader

b. Melaksanakan kegiatan masyarakat dibidang kesehatan c. Memantau atau memonitor hasil kegiatan d. Memotivasi warga agar kegiatan dibidang kesehatan dapat dikembangkan baik lokasinya maupun jenis kegiatannya

Skenario MMD I Pada hari Senin, 5 Mei 2014, pukul 09.00-11.00 WIB, bertempat di balai desa Kemiri diadakan kegiatan MMD 1. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Kemiri beserta peraangkat desa, Kepala Puskesmas Sukoharjo, Dosen Pembimbing, Bapak/ibu tokoh masayarakat/tokoh agama, Karangtaruna, dan warga masayarakat Desa Kemiri dan mahasiswa PSIK Universitas Jember. Semua mahasiswa menyabut kehadiran tamu undangan kemudian salah satu mahasiswa mengedarkan daftar hadir untuk diisi. Adapun dialog yang terjadi selama MMD 1 adalah sebagai berikut: 1. Dwi (Mahasiswa) kepada yth: Bapak kepala Desa Kemiri beserta perangkat desa Bapak Kepala Puskesmas Sukoharjo/yang mewakili Bapak Tantut Susanto M. Kep., Sp. Kep. Kom., selaku dosen pembimbing Bapak/Ibu tokoh masayarakat/tokoh agama Bapak/ibu Kepala Dusun/RW/RT dan seluruh perangkat desa Ketua Karang taruna/mewakili Teman-teman mahasiswa PSIK Universitas Jember Seluruh masyarakat Desa Kemiri Ass.Wr. Wb. Dan Selamat pagi Hadirin menjawab salam: waalaikumsalam Wr. Wb puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt. yang telah memberi kita kesehatan untuk bisa hadir ditempat ini. Sholawat sera salam selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw. Bapak ibu dan hadirin sekalian, Sebelumnya akan kami bacakan susunan acara pertemuan kita pada hari ini: 1. Pembukaan 2. Sambutan dari Bapak Kepala Desa Kemiri

3. Sambutan dari kepala Puskesmas Sukoharjo/yang mewakili 4. Sambutan dari Ns. Tantut Susanto M. Kep., Sp. Kep. Kom, selaku dosen pembimbing 5. Penjelasan kegiatan oleh perwakilan mahasiswa 6. Diskusi 7. Doa 8. Penutupan/istirahat untuk mempersingkat waktu, kami persilahkan dengan hormat Bapak Kepala Desa untuk memberikan sambutannya 2. Bapak Rifki (Kepala Desa Kemiri) kepada Yth: Bapak Dosen Pembimbing Mahasiswa PSIK Universitas Jember Bapak Kepala Puskesmas Sukoharjo/yang mewakili Bapak/Ibu Kepala Dusun/RT/RW dan seluruh perangkat desa Serta hadirin yang kami hormati Ass. Wr. Wb. Dan selamat pagi hadirin menjawab salam: wassalamualaikum wr. Wb. sebelumnya kami ucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa beserta dosen pembimbing ke Desa kami tercinta, Desa Kemiri. Kami sangat senang bisa ikut membantu kegiatan mahasiswa di masyarakat. Desa kami ini terdiri dari 5 dusun, dusun pertama yaitu berada di sebelah utara bernama dusun Sawi, dusun yang kedua berada di sebelah barat dan bernama dusun Terong, dusun ketiga berada di sebelah selatan yang bernama dusun Bayam, dusun ke empat berada di sebelah timur dan bernama dusun Labu. Serta dusun terakhir berada di sini, di tengah-tengah desa yaitu dusun Kemiri. Nanti adek-adek mahasiswa selama melakukan kegiatan di sini akan dibantu oleh bapak-bapak dan ibu-ibu Kepala dusun, atau RT/RW. Sekali lagi selamat datang didesa kami, demikian sepatah kata dari saya, Ws. Wr. Wb. hadirin menjawab salam: wassalamualaikum wr. Wb. 3. Dwi (Mahasiswa)

terimakasih kami ucapkan kepada bapak Rifki, acara selanjutnya adalah sambutan dari Bapak kepala Puskesmas Sukoharjo/yang mewakili, dengan hormat kami persilahkan 4. Bapak Fran (Kepala Puskesmas Sukoharjo) kepada Yth: Bapak Dosen Pembimbing mahasiswa PSIK universitas Jember Bapak Kepala Desa Kemiri dan seluru perangkat desa Bapak/Ibu Kepala Dusun/ RW/RT dan seluruh perangkat desa Adik-adik mahasiswa PSIK Universitas Jember Serta hadirin yang kami hormati Ass. Wr. Wb. Dan selamat pagi hadirin menjawab salam: wassalamualaikum wr. Wb. sebelumya kami ucapkan selamat datang pada seluruh mahasiswa besera pembimbing ke Desa Kemiri. Kami sangat senang bisa ikut membantu kegiatan mahasiswa di Desa Kemiri yang merupakan satu wilayah kerja puskesmas Sukoharjo. Dimana di desa ini banyak masayarakatnya yang membutuhkan bantuan dalam hal kesehatan. Misalnya di kegiatan posyandu pada ibu hamil, balita, dan lansia. Nanti jika adik-adik mahasiswa mendapatkan kesulitan dapat langsung meghubungi kami tenaga kesehatan yang ada di puskesmas Sukoharjo. Nanti adik-adik juga bisa melihat data-data masalah kesehatan yang ada di desa ini di kantor puskesmas. Sekali lagi, selamat datang di desa kami, demikian sepatah kata dari saya Ws. Wr. Wb. hadirin menjawab salam: wassalamualaikum wr. Wb. 5. Dwi (mahasiswa) terimakasih kami ucapkan kepada Bapak Fran, acara selanjutnya adalah sambutan dari Ns. Tantut Susanto M. Kep. Sp. Kep. Kom., selaku dosen pembimbing, dengan hormat kami persilahkan. 6. Bapak Dosen Pembimbing (Ns. Tantut Susanto M. Kep. Sp. Kep. Kom.,) kepada Yth: Bapak Kepala Desa Kemiri dan seluruh perangkat desa Bapak Kepala Puskesmas/yang mewakili

Bapak/ibu Kepala Dusun/RW/RT dan seluruh perangkat desa Adik-adik mahasiswa PSIK Universitas Jember Serta hadirin yang kami hormati. Ass. Wr. Wb. Dan selamat pagi hadirin menjawab salam: wassalamualaikum wr. Wb. sebelumnya kami ucapkan terimakasih atas sambutan yang penuh kekeluargaan menerima kami dan mengijinkan kami melaksanakan kegiatan di Desa Kemiri ini, dimana adik-adik mahasiswa PSIK Universitas Jember ini terjun ke desa Kemiri ini dalam rangka menempuh mata kuliah Keperawatan Komunitas dengan standar kompetensi mahasiswa mampu menerpkan konsep keperawatan komunitas dan dapat mengaplikasikan dengan cara memberikan asuhan keperawatan langsung kepada masyarakat desa Kemiri. Sekali lagi terimakasih kepada Bapak dan Ibu sekalian yang telah menyambut kedatangan kami di Desa Kemiri, demikian sepatah kata dari saya, Ws. Wr. Wb. hadirin menjawab salam: wassalamualaikum wr. Wb. 7. Dwi (mahasiswa) terimakasih kami ucapkan kepada Ns. Tantut Susanto M. Kep. Sp. Kep. Kom., selaku dosen pembimbing kami, acara selanjutnya adalah penjelasan program oleh perwakilan dari mahasiswa, kepada Saudara Endah kami persilahkan. 8. Endah (Mahasiswa) kepada Yth: Bapak kepala Desa Kemiri beserta perangkat desa Bapak Kepala Puskesmas Sukoharjo/yang mewakili Bapak Tantut Susanto M. Kep., Sp. Kep. Kom., selaku dosen pembimbing Bapak/ibu Kepala Dusun/RW/RT dan seluruh perangkat desa Ketua Karang taruna/mewakili Teman-teman mahasiswa PSIK Universitas Jember Serta hadirin yang kami hormati. Ass. Wr. Wb. Dan selamat pagi hadirin menjawab salam: wassalamualaikum wr. Wb.

sebelumnya kami ucapakan terimakasih atas sambutan yang diberikan pada kami. Kami akan berada di Desa Kemiri selama 4 minggu untuk melaksanakan Praktik Keperawatan Komunitas III. Kegiatan ini berfokus pada penerapan proses keperawatan komunitas melalui upaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitatif. Kegiatan praktik keperawatan komunitas ini berbeda dengan KKN karena kami datang ke desa Kemiri ini tidak membawa program kegiatan tertentu, akan tetapi kami bersama-sama dengan warga Desa Kemiri mencari, merumuskan, serta membantu mengatasi masalah kesehatan yang ada di sini. Kegiatan ini bekerjasama dengan Puskesmas Sukoharjo dan pemerintah setempat beserta perangkat desa sehingga terwujudlah MMD I ini. Langkah pertama kami akan mengumpulkan data dengan cara mengunjungi warga masyarakat dari rumah ke rumah. Data yang diperoleh kemudian akan kami analisa dan hasilnya akan terlihat dalam perencanaan yang akan kami sajikan dalam MMD II. Pelaksanaan rencana kegiatan kami lakukan bersama dengan warga desa Kemiri dan Puskesmas. Evaluasi dari setiap kegiatan akan dilakukan bersama-sama pada saat MMD III, dan akan dibahas juga rencana tindak lanjut dengan pihak terkait sesuai dengan permasalahan yang ada. Selanjutnya acara perkenalan dengan mahasiswa PSIK Universitas Jember. (mahasiswa PSIK Universitas Jember maju kedepan satu persatu untuk perkenalan, dengan menyebutkan nama dan asal daerah). Sekali lagi terimakasih kepada bapak dan ibu sekalian yang telah menyambut kehadiran kami, demiukian sepatah kata dari saya, Ws. Wr. Wb. 9. Dwi (mahasiswa) Terimakasih pada rekan kami, acara selanjutnya adalah diskusi. Kepada bapak/ibu silahkan bila ada yang ingin disampaikan. 10. Ibu Melinda (Masyarakat 1) saya mbak (mengacungkan tangan) 11. Dwi (Mahasiswa) o iya, ibu silahkan, tolong dsisebutkan namanya 12. Ibu Melinda (MaSYARAKAT 1)

saya ibu Melinda, Begini adik-adik mahasiswa, kami sebenarnya sangat ingin belajar banyak tentang kesehatan karena kami tidak ingin sakit dan ingin tetap sehat selalu. Kan adik-adik mahasiswa tahu sendiri jika warga yang miskin kalau sakit urusannya susah Hadirin: tepuk tangan serentak 13. Ibu Siti (Masyarakat) saya merasa senang serta menyambut gembira kedatangan adik-adik mahasiswa semua di Desa Kemiri ini, kami berharap program kerja adik-adik mahasiswa bisa berjalan dengan baik, kami siap membantu. 14. Dwi (mahasiswa) terimakasih ibu, oh iya,, bapak-bapak mana nih suaranya? 15. Bapak Tediy (bapak Kepala Dusun) saya mbak 16. Dwi (mahasiswa) Oh iya, silahkan bapak, tolong sebutkan namanya 17. Bapak Tedy (Bapak Kepala Dusun) saya bapak Tedy, begini kegiatan posyandu balita di desa Kemiri ini sudah berjalan, akan tetapi saya mendengar keluhan dari kader bahwa

permasalahannya timbangan bayi yang digunakan kurang nyaman dan aman, karena masih menggunakan timbangan yang digantung, kami ingin ada timbangan duduk sehingga lebih aman dan nyaman digunakan oleh anak-anak kami, untuk itu kami mohon bantuan adik-adik mahasiswa dapat menyediakannya, akan tetapi untuk masalah dana akan kami bantu. 18. Ibu Siti (Masayarakat) kami juga ingin ada semacam pelatihan setiap RT/RW tentang pelayanan kesehatan minimal di rumah, maksud saya untuk P3K, sehingga masing-masing keluarga mengetahui cara pertolongan pertama dirumah sebelum kami berobat ke Rumah Sakit 19. Bapak Dicky (Masyarakat) kami mohon agar adik-adik mahasiswa dapat memberikan masukan kepada pemuda di sini, pemuda di sini, terutama tentang rokok, minuman keras dan

narkoba, karena terus terang kami takut bisa memberi pengaruh yang buruk bagi anak-anak kami. 20. Ibu Ratna (masyarakat) kami mempunyai pertemuan khusus ibu-ibu PKK, setiap bulan pada tanggal 12 diwaktu sore hari setelah selesai sholat dhuhur, kami mengharapkan kehadiran adik-adik mahasiswa pada acara tersebut sehingga kami bisa mendapatkan tambahan pengetahuan terutama masalah kesehatan. 21. Dwi (Mahasiswa) terimakasih ibu, oh iya, tadi sepertinya ada mas/mbak perwakilan dari karang taruna, silahkan Mas/Mbak 22. Mbak Rizki (Karangtaruna) kami dari karangtaruna Pemuda Sehat mengadakan pertemuan rutin dengan para pemuda setiap malam minggu setiap bulan, rekan-rekan mahasiswa dapat ikut dalam pertemuan tersebut bersama kami, dengan senag hati kami menerimanya 23. Eka (Mahasiwa) ooh, iya mas, kami senang sekali nanti akan kami buat kegiatan bersama untuk pemuda/pemudi desa Kemiri 24. Ibu Haidar (masayarakat) saya ingin menambahkan pendapat bapak Dicky tentang masalah pemuda, bagaimana bila kegiatannya terpadu lintas sektoral tentang narkoba ditinjau dari aspek kesehatan, hukum dan agama. 25. Ibu Dahlia (masyarakat) saya sangat setuju dengan pendapat Ibu Haidar, akan tetapi pada acara tersebut menjadi sangat penting bila orangtua berkenan hadir, karena banyak faktor yang mempengaruhi pemuda terjerumus dalam napza. Oleh karena itu bagaimana kalau nanti kegiatan karangtaruna juga mengundang orang tua? Hadirin: tepuk tangan serentak 26. Ibu Dhara (masyarakat)

saya pribadi merasa senang sekali atas kedatangan adik-adik mahasiswa, bagaimana jika program kegiatan adik-adik mahasiswa terfokus pada RW masing-masing?. 27. Bapak Fran (Kepala Desa Kemiri) kami mohon dibantu dalam mengatasi masalah kesehatan, kami harap adikadik dapat mengunjungi seluruh masayarakat Desa Kemiri, kami akan menyambut dengan tangan terbuka kedatangan adik-adik di rumah kami. 28. Eka (mahasiswa) kami ingin menanyakan tentang waktu yang tepat bagi kami untuk mengunjungi rumah bapak-ibu sehingga kedatangan kami tidak menganggu aktivitas bapak-ibu di rumah 29. Bapak Fran (kepala desa Kemiri) adik-adik dapat mengunjungi rumah warga pada sore atau malam hari karena kebanyakan warga masayarakat desa Kemiri pada pagi hari bekerja di sawah. Tetapi anggota keluarga yang lain juga tetap ada di rumah, jadi silahkan saja bila ingin berkunjung 30. Dwi (mahasiswa) baiklah bapak-bapak, ibu-ibu masih ada yang ingin kita diskusikan? Hadirin: hening sejenak 31. Bapak Fran (Kepala desa Kemiri) saya kira diskusi hari ini sudah cukup sehingga pertemuan ini bisa diakhiri 32. Dwi (Mahasiswa) baiklah bapak-bapak, ibu-ibu, ijinkan kami membacakan hasil MMD I ini, kepada rekan kami Nina dipersilahkan 33. Nina (Mahasiswa) bapak-bapak, ibu-ibu, ijinkan kami untuk membacakan hasil MMD I ini: 1. Kami datang ke desa ini untuk mencari, merumuskan, serta membantu mengatasi masalah kesehatan yang ada di sini. Kegiatan ini bekerjasama dengan Puskesmas Sukoharjo dan pemerintah setempat beserta perangkat desa.

2. Data yang kami peroleh adalah timbangan bayi yang digunakan kurang nyaman dan aman, karena masih menggunakan timbangan yang digantung, 3. Ingin diadakannya pelatihan P3K 4. Masukan-masukan kepada pemuda tentang rokok, minuman keras dan narkoba dan diharapkan kegiatannya bersifat terpadu lintas sektoral 5. PKK yang dilakukan setiap bulan untuk mendapatkan tambahan

pengetahuan terutama masalah kesehatan 6. Pertemuan rutin karang taruna setiap malam minggu 7. Harapannya kegiatan bisa fokus setiap RW masing-masing Demikian hasil MMD I. Terimakasih 34. Dwi (Mahasiswa) Acara selanjutnya adalah pembacaan doa, kepada rekan kami Bima dipersilahkan 35. Bima (Mahasiswa) baca doa (menggunakan maskah doa) 36. Dwi (Mahasiswa) dengan ucapan Allhamdulillah kita bersama-asam mengakhiri pertemuan MMD I ini mudah-muadahan kegiatan kami dapat berjalan dengan baik, sekali lagi terimakasih atas kehadiran bapak-bapak dan ibu-ibu, wassalamualaikum Wr. Wb. Hadirin: wassalamualaikum wr. Wb (serentak) Seluruh mahasiswa bejabat tangan dengan seluruh tamu

MMD II Data Hasil pengkajian mahasiswa terdiri dari : Data Objektif : 1. Warga yang memiliki kandang berjumlah 80 kk (39,80%) 2. Frekuensi kaang dibersihkan: tidak pernah 2,5% lebih dari atau sama dengan 1 bulan 17,5%, 1 minggu-1 bulan 33,75% kurang dari atau sama dengan 1 minggu 42,50%

3. Jarak kandang dengan rumah warga : <10m 88,75% sedangkan yang berjarak > 10m berjumlah 11,75% 4. Warga yang memiliki pembuangan air limbah 79,60% sedangkan yang tidak memiliki 20,40% 5. Warga yang memiliki tempat pembuangan sampah sendiri 70,65% dan yang tidak mempunyai 29,35% 6. Kondisi tempat sampah warga yang terbuka 92,5% dan yang tertutup 7,5% 7. Sampah yang dibuang di kali 0,5%; ditibun 0,84%; dibakar 79,66%; dan diambil petugas kebersihan 0,5% 8. Warga yang mempunyai jamban 97,61% da yang tidak 2,98% 9. Jarak jamban dengan sumber ar : <10m 43,81% dan >10m 56,91% 10. Jenis jamban: leher angsa 70%; cemplung 5%; sembarang tempat 25% 11. Rumah warga yang berlantai tanah 0,155 plester 34,82% dan keramik/ubin 58,70% 12. Rumah warga yang berventilasi 99,5% dengan luas ventilasi <10cm sebanyak 19,4% dan yang >10cm dan yang >10cm 31,84% sedangkan yang cukup 43,28% 13. Rumah warga yang mendapat sinar matahari masuk 99,5% 14. Penduduk yang sakit saat ini sebanyak 25,25% penduduk yang sakit kronis 17,1%, pendududuk yang sakit dalam 1 tahun terakhir 10,9% 15. Jumlah usia produktif 67,14% 16. Sebanyak 70,42% mengikuti program KB dan memperoleh informasi KB sebanyak 85,71% 17. Sebanyak 26,05% berprofesi sebagai mahasiswa/pelajar dan tidak bekerja 9,41% 18. Jumlah balita 0-1 tahun 23,33% dan 1-5 tahun 76,66% 19. Status imunisasi yang sudah lengkap 95% 20. Jumlah posyandu balita 3 pos dengan jumalah kader balita 10 orang 21. Jumlah TK 1, TPA 2 22. Terdapat 3 industri rumah tangga pembuatan tahu dan tempe, salah satunya tidak memiliki pembuangan limbah yang memenuhi syarat kesehatan

Data Subyektif 1. Warga mengatakan : Sangat ingin belajar tentang kesehatan 2. Warga mengatakan : Cara mengelola sampah yang baik 3. Warga mengatakan : Setiap ada wabah demam berdarah pasti ad yang terkena, padahal sudah dilakukan penyemprotan 4. Sebagian warga mengatakan : Tempat penimbunan samaph yang berada di dekat sungai tidak dapat bertahan untuk waktu yang lama, dan di khawatirkan dapat merusak lingkungan 5. Warga mengatakan : Sistem peresapan air hujan belum ada 6. Warga mengatakan : Bersedia menerima kehadiran mahasiswa di acara pengajian ibu-ibu untuk memberikan pendidikan kesehatan 7. Tokoh masyarakat pada saat MMD 1: Menginginkan pendidikan kesehatan kepada warga tentang kesehatan reproduksi dan bahaya napza ditinjau dari aspek huku, kesehatan dan agama 8. Pada saat MMD 1 Warga mengatakan : Fasilitas timbangan di posyandu kurang nyaman dan aman, dan kami mengharapkan ada timbangan yang lebih nyaman dan aman seperti timbangan duduk 9. Karang taruna mengatakan : Mengajak mahasiswa bergabung dengan Karangtaruna untuk memberikan pendidikan kesehatan pada pemuda/pemudi

Skenario Diskusi MMD II Pada hari Minggu 14 Mei 2014 jam 18.30-21.45 wib, bertempat di Balai Desa Kemiri mahasiswa PSIK Univ.Jember mengadakan MMD II dimana kegiatan ini di hadiri oleh Bapak Kepala Desa Kemiri beserta perangkat desa, Kepala Puskesmas Sukoharjo, Dosen Pembimbing, Bapak/ibu tokoh masayarakat/tokoh agama, Karangtaruna, dan warga masayarakat Desa Kemiri dan mahasiswa PSIK Universitas Jember. Semua mahasiswa menyabut kehadiran tamu undangan kemudian salah satu mahasiswa mengedarkan daftar hadir untuk diisi. Adapun dialog yang terjadi selama MMD 2 adalah sebagai berikut

1. Nina (Mahasiswa) Mempresentasikan hasil pengkajian, memimpin untuk identifikasi masalah, merumuskan masalah keperawatan komunitas, menyusu POA atau rencana kerja bersama 2. Bapak Dicky (Masyarakat) Kami dari warga hanya ingin mengetahui hasil adik-adik mahasiswa melaksanakan kegiatan selama beberapa hari ini 3. Dewa Eka (Mahasiswa) Sebagai permulaan kami mempersilahkan para warga untuk menyanggah dan memberikan masukan, kemuadian kita akan bersama-sama membuat prioritas atas masalah tersebut. Mngenai diagram sebab-akibat dapat kita diskusikan bersamasama. Sedangkan untuk masalah 3 dan 4 sudah baik, akan tetapidengan adnya peran serta masyarakat akan menjadi lebih meningkat dan lebih baik 4. Bapak Tedy (Masyarakat) Tolong kami dijlaskan mengenai penyakitnyang dapat menyebutkan yang dapat menyebabkan penyakit dalam masyarakat 5. Ria (Mahasiswa) Terimakasih atas masukan Bapak Tedy, untuk penyuluhan tentang penyakit dalam masyarakat kita perlu membicarakan apa saja yang paling banyak dialami oleh masyarakat Desa Kemiri, kemudan kami akan memberikn pendidikan kesehatan 6. Bapak Fan (masyarakat) Mengenai persyaratan kader untuk usila apa saja? Sehingga saat diperlukan, kami akan siap 7. Bima (Mahasiswa) Setiap RT akan ada perwakilan dan para kader akan dberikan pelatihanpelatihan khusus sebelumnya 8. Endah (Mahasiswa) Satu hal untuk menjadi kader lansia adalah adanya keinginan untuk menjadi kader dan kami juga akan bekerja sama dengan puskesmas dalam hal pelatihan

untuk para kader posyandu lansia, oleh karena itu partisipasi aktif dari warga Desa Kemiri sangat kami harapkan 9. Nofita (Mahasiswa) Untuk pemiliha kader, yang lebih tahu adalah warga sndiri sehingga akan lebih baik jika pada kesempatan ini dapat ditunjuk siapa sajakah yang dapat menjadi kader posyandu lansia 10. Ibu Ratna (Masyarakat) Sebenarnya untuk kader lansia sudah ada, termasuk saya sendiri, akan tetapi karena pelaksanaanya bersamaan dengan posyandu balita, lama-kelamaan para lansia tidak datang. Untuk RW kami ini masih banyak lansia yang datang ke posyandu balita meskipun hanya untuk menimbang berat badan. Akan tetapi sudah ada posyandu paripurna yang akan dilaksanakan tiap 3 bulan 11. Bapak Rifky (Masyarakat) Kami mohon dijelaskan tentang usila, terutama batasan umur seseorangdikatakan lansia 12. Bima (Mahasiswa) Seorang dikatakan usila jika usianya lebih dari 50 tahun, akan tetapi pada saat ini batasan lanjut usia lebih bervariasi lagi 13. Ns Tantut (Dosen Pembimbing) Saya mau menambahkan sebenarnya usia lebih dari 45 tahun sudah dikatakan usia lanjut awal karena pada usia tersebut mulai terjadi proses penurunan kesehatan. Kemudian untuk masalah posyandu lansia manfaatnya sangat besar bagi lansia itu sendiri. Saat ini di Desa Suka Mampir sudah ada posyandu lansia yang aktif dan menjadi model

SKENARIO MMD III Pelaksanaan MMD III pada hari Sabtu, 28 Mei 2014, pada pukul 18.30-21.30 WIB, bertempat di Balai Desa Kemiri yang dihadiri oleh Kepala Desa Kemiri beserta perangkat desa, Kepala Puskesmas Sukoharjo, Dosen Pembimbing, Bapak/ibu tokoh masayarakat/tokoh agama, Karangtaruna, dan warga masayarakat Desa Kemiri, dan mahasiswa PSIK Universitas Jember. diskusi ini berjalan dengan lancar, nampak

masyarakat mengikuti kegiatan ini dengan antusias terlihat saat menyampaikan pendapatnya, dengan hasil sebagai berikut: 1. Endah (mahasiswa) Untuk senam lansia hari Sabtu dan Minggu pada tanggal 15 dan 16 Mei 2014, kami akan hadir bersama dengan ibu-ibu kader sehingga kita bisa berlatih bersama dengan lansia 2. Novita (mahasiswa) Pada tanggal 17 Mei 2014 saat pelaksanaan posyandu lansia kami sudah dibagi dalam kelompok di Panti Senyum dan Panti Ceria, sehingga kami akan sulit untuk dapat hadir dalam pelaksanaan posyandu lansia jika waktunya bersamaan dengan jam kerja. 3. Ratna (Kader Posyandu) Kami mengucapkan terima kasih kepada mbak-mbak dan mas-mas selama melaksanakan kegiatan kesehatan di Desa Kemiri, akan tetapi sebentar lagi sudah akan selesai dan meninggalkan kami. Yang menjadi kendala saat ini tanggal 20 Mei 2014 kami akan melakanakan posyandu lansia untuk pertama kali, tetapi kami masih mengharapkan kehadiran mbak-mbak dan mas-mas untuk membantu kami. Jika tidak keberatan mohon dapat ikut bersama kami saat pelaksanaan posyandu lansia tersebut. Untuk senam lansia kami masih belum mahir sehingga kami mengharapkan dalam beberapa hari ini kita bisa latihan agar nanti kita yang ajarkan memberikan latihan senam pada lansia. 4. Ns Tantut (Dosen Pembimbing) Jika pelaksanaan posyandu jam 12.00 sampai 13.00 WIB kami dari pendidikan dapat memberian ijin kepada mahasiswa untuk menghadiri pelaksanaan posyandu lansia di Desa Kemiri. 5. Dicky (masyarakat) Saya ingin menanyakan bagaimana tindak lanjut dari adik-adik mahasiswa dari universitas Jember setelah memberikan pendidikan kesehatan misalnya asam urat dan hipertensi untuk mengetahu kembali seberapa jauh pemahaman warga terhadap materi yang telah disampaikan. Kami sangat mengharapkan sebelum adik-adik mahasiswa PSIK universitas Jember meninggalkan Desa Kemiri dapat

melakukan semacam pengecekan ulang terhadaplansia yang beresiko terkena penyakit asam urat atau hipertensi, karena kami rasakan penting tertama dalam memberikan semangat dan dukungan moral. kami juga mengharapkan adanya kesinambungan dari pihak fakultas dari kegiatan raktik keperawatan komunitas, misalnya dengan kehadiran mahasiswa PSIK Unej yang lain ke Desa Kemiri sehingga kegiatan yang sudah ada dapat terus terpantau dan berjalan lancar. 6. Nina (mahasiswa) Untuk tindak lanjut terhadap lansia yang beresiko dapat dikoordinasikan ke pihak puskesmas sehingga dapat ditindak lanjuti secara langsung, akan tetapi, jika ada warga yang sudah diketahui beresiko atau menderita penyakit degeneratif terutama lansia dapat diberitahukan kepada kami sehingga dalam sisa waktu di Desa Kemiri dapat kami sempatkan untuk mengunjungi warga tersebut untuk memberikan sedikat dorongan dan dukungan moral . 7. Dewa Eka (mahasiswa) Saat pelaksanaan posyandu lansia yang pertama sudah tercatat lansia yang beresiko, sehingga merupakan tanggung jawab kader untuk menindaklanjuti, misalnya jika lansia tersebut berhadangan hadir saat posyandu atau mengalami kesehatan maka kader dapat melakukan kunjungan rumah atau berkoordinasi dengan pihak puskesmas. 8. Fran (Kepala puskesmas) Kami dari puskesmas sudah ada program kesehtan masyarakat dan sudah dibagi penanggung jawab untuk setiap daerah binaan, sehingga jika sudah dibentuk posyandu lansia kami akan berusaha menindaklanjuti pelaksanaannya, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kerja sama kader. Akan lebih lagi jika kader dari Desa Kemiri dapat rutin mengikuti pertemuan di Balai desa yang dilakukan setiap tangal 24, sehingga ada koordinasi antara puskesmas dengan kader kesehatan. 9. Siti (masyarakat) Saya masih ingin mengetahui tentang penyukuhan stroke, kebetulan pada saat itu saya tidak dapat hadir: apakah stroke itu penyakit menular sehingga berbahaya? Apakah dapat sembuh kembali seperti sedia kala?. Kami sangat

mengharapkan adik-adik mahasiswa berkenan mengunjubi warga yang anggota keluarganya mengalami stroke sekedar untuk memberikan penyuluhan terutama tentang cara perawatan anggota keluarga dengan stroke dan memberikan dukungan moral. 10. Ria (mahasiswa) Stroke merupakan penyakit yang dapat terjadi oleh karena adanya sumbatan pembuluh darah di otak. Jenis stroke tergantung dari penyebabnya. Tingkat keperahan stroke dipengaruhi oleh masing-masing individu dan jenis stroke itu sendiri. Stroke bahkan dapat terjadi secara berulang. Akan tetapi gaya hidup yang sehat sangat mebantu kita dalam mencegah dan menghindari kemungkinan terjadinya penyakit stroke diantaranya dengan memperhatikan pola makan, mengawasi tekanan darah agar tetap dalam rentang normal, menghindari stres, dan kebiasaan merokok juga meningkatkan kebiasan olahraga. 11. Ns. Tantut (Dosen Pembimbing) kami dari PSIK UNEJ mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Desa Kemiri atas kesediaan menerima mahasisa kami melaksanakan praktik keperawatan komunitas. untuk masalah kesinambungan kegiatan di Desa Kemiri kami percayakan kepada kader yang sudah dilatih dan kerja sama dari pihak puskesmas. dari fakultas kami bekerja sama dengan pihak puskesmas dalam melaksanakan kegiatan praktik komunitas terutama pada daerah-daerah yang perlu dibina lebih lanjut sehingga kemungkinan untuk dilaksanakan lagi kegiatan praktik keperawatan komunitas di Desa Kemiri ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. 12. Rifki (kepala desa Kemiri) Saya selaku kepala desaKemiri mengucapkan banyak terima kasih atas kegiatan mahasiswa di wilayah dan berharap akan ada kegiatan selanjutnya. Saya perwakilan dari warga juga meminta maaf apabila ada kekurangan atau kesalahan dari masyarakat kami yang berkenan terhadap hati dari mahasiswa beserta Bapak dosen PSIK Universitas Jember.

LAMPIRAN BERITA ACARA KEGIATAN MMD 1 PBL KEPERAWATAN KOMUNITAS III PSIK UNIVERSITAS JEMBER T.A 2013/2014 Pada hari ini, Senin, tanggal 5 Mei 2014, pukul 09.00 hingga 11.00 wib bertempat di balai desa Kemiri kecamatan Sukoharjo Kabupaten Jember Propinsi Jawa Timur telah dilakasanakan kegiatan MMD 1 oleh mahasiswa PSIK Universitas Jember. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang (daftar hadir terlampir). Jember 5 Mei 2014 Mengetahui Kepala kelurahan Tutor PSIK Universitas Jember

Mohammad Rifqi

Ns. Tantut Susanto M.kep Sp. Kep. Kom.,

DAFTAR HADIR KEGIATAN MMD 1 PBL KEPERAWATAN KOMUNITAS III PSIK UNIVERSITAS JEMBER T.A 2013/2014 Kegiatan MMD 1: Senin, 5 Mei 2014, pukul 09.00-11.00 WIB wib bertempat di balai desa Kemiri kecamatan Sukoharjo Kabupaten Jember Propinsi Jawa Timur. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Bapak Rifki Bapak fran Ibu Melinda Ibu siti Bapak tediy Bapak dicky Ibu ratna Mbak rizqi Ibu haidar Ibu dahlia Ibu dhara Ibu ria Bapak rahmat Bapak suri Ibu maimunah Bapak slamet Bapak untung Bapak kismi Bapak ujo Ibu rahmi Alamat Desa Kemiri Sukoharjo Dusun terong Dusun terong Dusun sawi Dusun sawi Dusun sawi Dusun bayam Dusun bayam Dusun labu Dusun labu Dusun labu Dusun kemiri Dusun kemiri Dusun terong Dusun terong Dusun bayam Dusun sawi Dusun bayam Dusun kemiri Tanda tangan

Jember 5 Mei 2014 Mengetahui Kepala kelurahan Tutor PSIK Universitas Jember

Mohammad Rifqi

Ns. Tantut Susanto M.kep Sp. Kep. Kom.,

LAPORAN KEGIATAN MMD 1 PBL KEPERAWATAN KOMUNITAS III PSIK UNIVERSITAS JEMBER T.A 2013/2014 1. Hari/ tanggal : Senin, 5 Mei 2014 2. Jam : 09.00 hingga 11.00 wib 3. Tempat : kantor balai desa Kemiri kecamatan Sukoharjo Kabupaten Jember 4. Peserta : 20 orang 5. Susunan acara : pembukaan, sambutan dosen pembimbing, sambutan kepala desa, sambutan kepala puskesmas, perkenanalan tokoh masyarakat/tokoh agama, perkenalan mahasiswa, penjelasan maksud dan tujuan oleh ketua kelompok, diskusi, penutup (kesimpulan, doa penutup, salam penutup) 6. Hasil MMD 1 : maksud dan tujuan PBL Keperawatan Komunitas III, rencana kegiatan, hasil diskusi dengan masayarakat, pendekatan dengan tokoh agama/tokoh masayarakat. No penanya/pengusul nama pertanyaan/ usul 1 Bapak tedy Fasilitas timbangan di posyandu kurang nyaman dan aman, masayarakat mengharapkan ada timbangan yang lebih nyaman dan aman seperti timbangan penjawab/penanggap nama jawaban/tanggapan Nofita Untuk fasilitas timbangan nanti kami coba bantu dengan menjembatani antara posyandu yang ada dengan menjalin kemitraan dengan lintas sektoral misalnya dengan dinkes setempat untuk pengadaan timbangan, jika tidak bisa kita dapat memodifikasi timbangan yang ada dengan dana yang sudah ada di posyandu Untuk pelatihan, kesimpulan

Membantu Memodifikasi timbangan dengan menggunakan dana yang sudah ada atau memfasilitasi ke lintas sektoral

2 ibu siti

ingin ada

Nofita

Pelatihan

Laporan Praktikum Keperawatan Komunitas III PSIK Universitas Jember

2014

3 bapak diky

4 ibu ratna

semacam pelatihan setiap RT/RW tentang pelayanan kesehatan minimal di rumah, maksud saya untuk P3K, sehingga masing-masing keluarga mengetahui cara pertolongan pertama dirumah sebelum kami berobat ke Rumah Sakit mahasiswa dapat memberikan masukan kepada pemuda di sini, pemuda di sini, terutama tentang rokok, minuman keras dan narkoba, karena terus terang kami takut bisa memberi pengaruh yang buruk bagi anak-anak mengharapkan kehadiran adikadik mahasiswa pada acara pkk sehingga kami

nanti insya allah akan dilakukan sesuai dengan masalah kesehatan dan kebutuhan yang masyarakat perlukan

disesuiakan dengan kebutuhan masayarakat

Nofita

Kami disini akan memberikan pendidikan kesehatan kepada kelompok remaja tentang rokok, minuman keras dan narkoba

Memberi pendidikan kesehatan pada remaja dan anakanak

Dwi

Kami akan hadir ke acara PKK untuk melakukan pendidikan kesehatan dan simulasi atau demonstrasi terkait dengan

Hadir di acara pkk untuk pendidikan kesehatan/simulasi /demonstrasi terkait kesehatan

Laporan Praktikum Keperawatan Komunitas III PSIK Universitas Jember

2014

bisa mendapatkan tambahan pengetahuan terutama masalah kesehatan 5 mbak rizki mengharapkan mahasiswa dapat ikut dalam pertemuan karang taruna tentang masalah pemuda, bagaiman bila kegiatannya terpadu lintas sektoral tentang narkoba ditinjau dari aspek kesehatan, hukum dan agama kegiatan karangtaruna juga mengundang orang tua program kegiatan adikadik mahasiswa terfokus pada RW masingmasing adik-adik Eka

pertolongan pertama pada masalah kesehatan

6 ibu haidar

Bima

kami senang sekali nanti akan kami buat kegiatan bersama untuk pemuda/pemudi desa Kemiri Untuk lintas sektoral nanti dapat bekerja sama dengan tokoh agama sepertu ustadz

Membuat rancangan kegiatan bersama karang taruna

Bekerjasama dengan orang tua dan tokoh agama (ustadz)

7 ibu dahlia

Bima

Usulan yang Mengkoordinasikan bagus, nanti kita dengan karang coba koordinasikan taruna terlebih dengan karang dahulu taruna Untuk program kegiatan kami dapat berfokus pada individu keluarga, RT/RW, Fokus Kegiatan bersifat fleksibel

8 ibu dhara

Nina

9 bapak rifki

Eka

waktu yang tepat

Waktu kunjungan

Laporan Praktikum Keperawatan Komunitas III PSIK Universitas Jember

2014

mahasiswa dapat mengunjungi seluruh masayarakat Desa Kemiri

bagi kami untuk bersifat fleksibel menunjungi rumah bapak-ibu sehingga kedatangan kami tidak menganggu aktivitas bapak-ibu di rumah

Jember 5 Mei 2014 Mengetahui Kepala kelurahan Tutor PSIK Universitas Jember

Mohammad Rifqi

Ns. Tantut Susanto M.kep Sp. Kep. Kom.,

Laporan Praktikum Keperawatan Komunitas III PSIK Universitas Jember

2014

BERITA ACARA KEGIATAN MMD II PBL KEPERAWATAN KOMUNITAS III PSIK UNIVERSITAS JEMBER T.A 2013/2014

Pada hari ini, Minggu 14 Mei tahun 2014 jam 18.30-21.45 WIB bertempat di Balai Desa Kemiri kecamatan Sukoharjo Kabupaten Jember Propinsi Jawa Timur telah dilaksanakan kegiatan MMD II oleh Mahasiswa PSIK Universitas Jember. Kegiatan ini diikuti oleh 5 orang (daftar hadir terlampir)

Jember, 14 Mei 2014

Mengetahui

Kepala Kelurahan

Tutor PSIK Universitas Jember

Mohamad Rifky

Ns. Tantut Susanto M. Kep., Sp. Kep. Kom

Laporan Praktikum Keperawatan Komunitas III PSIK Universitas Jember

2014

DAFTAR HADIR KEGIATAN MMD II PBL KEPERAWATAN KOMUNITAS III PSIK UNIVERSITAS JEMBER T.A 2013/2014

Kegiatan MMD II: Minggu, 14 Mei 2014, pukul 18.30-21.45 WIB wib bertempat di balai desa Kemiri kecamatan Sukoharjo Kabupaten Jember Propinsi Jawa Timur.

NO

NAMA

ALAMAT

TANDA TANGAN

1 2 3 4 5

Bapak Dicky Bapak Tedy Bapak Fran Ibu ratna Bapak Rifky

Dusun sawi Dusun sawi Desa Sukoharjo Dusun Sawi Desa Kemiri

Jember, 14 Mei 2014 Mengentahui

Kepala Kelurahan

Tutor PSIK Universitas Jember

Mohamad Rifky

Ns. Tantut Susanto M. Kep., Sp. Kep. Kom

Laporan Praktikum Keperawatan Komunitas III PSIK Universitas Jember

2014

LAPORAN KEGIATAN MMD II PBL KEPERAWATAN KOMUNITAS III PSIK UNIVERSITAS JEMBER T.A 2013/2014

1. 2. 3. 4. 5.

Hari/tanggal : Minggu 14 Mei 2014 Jam : 18.30-21.45 WIB Tempat : Balai Desa Kemiri Peserta : 5 orang Susunan Acara : (Salam pembuka,menyampaikan susunan acara, doa pembuka, sambutan Ketua Kelompok), Penyajian data, Diskusi (Identifikasi masalah kesehatan, penyusunan prioritas masalah, penusunan langkah penyelesaian masalah, penyusunan strategi dan koordinasi), Penutup (Kesimpulan,Doa penutup,Salam Penutup). 6. Hasil MMD II: Penyajian data, Diskusi (Identifikasi masalah kesehatan, penyusunan prioritas masalah, penyusunan langkah penyelesaian masalah, penyusunan strategi, koordinasi dan rencana implementasi), Penutu (Kesimpulan). No. Penanya/Pengusul Nama 1 Bapak Dicky Pertanyaan/usul Penjawab/penanggap Nama Jawaban/penanggap Untuk penyuluhan tentang penyakit dalam masyarakat kita perlu membicarakan lebih lanjut lagi tentang penyakit-penyakit apa saja yang paling banyak dialami masyarakat Desa Kemiri, kemudian kami akan memberikan Untuk tentang dalam kita penyuluhan penyakit masyarakat perlu Kan mendiskusikan dulu penyakitpenyakit yang sering terjadi, lalu akan diberikan penyuluhan kesehatan Kesimpulan

Kami dari warga Eka ingin mengetahui hasil adik-adik mahasiswa melaksanakan kegiatan selama beberapa hari ini

Bapak Tedi

Jelaskan mengenai penyakit dapat

Sari yang

Akan membicarakan lebih lenjjut lagi mengenai

Laporan Praktikum Keperawatan Komunitas III PSIK Universitas Jember

2014

menyebabkan penyakit dalam masyarakat

membicarakan lebih lanjut lagi tentang penyakit-penyakit apa saja yang paling banyak dialami masyarakat Desa Kemiri, kemudian kami akan memberikan penyuluhan kesehatan

penyakitpenyakit apa saja yang paling banyak dialami masyarakat Desa Kemiri, setelah diketahui penyakit apa, baru akan dilakukan penyuluhan kesehatan Untuk menjadi kader lansia adalah adanya keinginan

Bapak Fran

Mengenai Endah Satu hal utama untuk menjadi kader lansia persyaratan kader untuk usila adalah adanya seperti apa saja keinginan untuk menjadi kader dan kami juga akan bekerja sama dengan puskesmas dalam pelatihan untuk para kader lansia Mohon Bima dijelaskantentang rentang usila, terutama batasan umur sesorang yang dikatakan lansia Seorang dikatakan usila jika usianya lebih dari 50 tahun akan tetap pada saat ini batasan usia lanjut lebih bervariasi lagi

Bapak rifky

Usia lebih dari 45 tahun dikatakan sudah masuk usia lanjut awal

Ns.

Usia lebih dari 45 tahun sudah dikatakan usia lanjut awal karena pada usia tersebut mulai terjadi proses

Laporan Praktikum Keperawatan Komunitas III PSIK Universitas Jember

2014

Tantut penuruna kesehatan. Jember, 14 Mei 2014 Mengetahui

Kepala Kelurahan

Tutor PSIK Universitas Jember

Mohamad Rifky

Ns. Tantut Susanto M. Kep., Sp. Kep. Kom

Laporan Praktikum Keperawatan Komunitas III PSIK Universitas Jember

2014

LAPORAN KEGIATAN MMD III PBL KEPERAWATAN KOMUNITAS III PSIK UNIVERSITAS JEMBER TAHUN 2014

1. Hari/tanggal 2. Jam 3. Tempat 4. Peserta 5. Susunan acara

: Sabtu, 28 Mei 2014 : Pukul 18.30-21.30 WIB : di Balai Desa Kemiri : 10 peserta :

Pembukaan (salam pembuka, menyampaiakan susunan acara, doa pembuka, sambutan ketua kelompok mahasiswa, tokoh masyarakat, dosen pembimbing, perwakilan puskesmas), pemaparan hasil implementasi, evaluasi bersama masyarakat( faktor pendukung dan faktor penghambat), rencana tindak lanjut, penutup (Kesimpulan, doa penutup, salam penutup, dan perpisahan) 6. Hasil MMD III: a. pemaparan hasil implementasi Kegiatan yang telah dilakukan adalah : 1) pelatihan dan penyuluhan kader lansia oleh mahasiswa 2) penyusunan jadwal posyandu lansia bersama kader 3) pelaksanaan posyandu lansia oleh kader dibantu mahasiswa b. evaluasi bersama masyarakat: 1) faktor pendukung a) Sudah adanya kader lansia b) Adanya minat dari masyarakat dalam pelaksanaan posyandu c) dukungan dari puskesmas 2) faktor penghambat a) Pengalaman kader dalam pelaksanaan posyandu lansia masih kurang b) kader masih belum mahir dalam memperagakan senam lansia c. Rencana tindak lanjut

Laporan Praktikum Keperawatan Komunitas III PSIK Universitas Jember

2014

1) mahasiswa akan menghadiri senam lansia pada hari sabtu dan minggu tanggal 15 dan 16 mei 2014 2) Tanggal 17 mei 2014 mahasiswa akan dibagi menjadi kelompok di panti senyum dan panti ceria saat pelaksanaan posyandu lansia d. Penutup 1) Kesimpulan Program yang dilakukan memerlukan monitoring dan evaluasi dari pihak puskesma agar kegiatan posyandu dapat dilakukan lancar 2) Saran Adanya kegiatan baru yang dijalankan oeh puskesmas dan kader guna meningkatkan derjat kesehatan masyarakat. secara rutin dan