You are on page 1of 11

RENCANA USAHA GUNDUL GUNDUL PACUL (Pilih Aja Cemau Loe !

Disusun Oleh : 1. Rully Siti Nur Latifah / 125394031 2. Happy Dwi Oktaviani / 128694048 3. Ika Dina Liyawati 4. Diyah Ayu Febriana / 1234564057 / 125534029

5. Kurnia Ainin Nadifah / 121714244

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2014

A. JUDUL KEGIATAN USAHA GUNDUL GUNDUL PACUL (Pilih Apa Cemau Loe !)

B. JENIS USAHA DAN LOKASI USAHA Nama Usaha Bidang Usaha Jenis Produk / Jasa Alamat Usaha No. Telp. / Fax Alamat Email : Gundul Gundul Pacul : Industri : Makanan : Jalan Kusuma Bangsa No. 123 Surabaya : 031-3578899 : gundulgundulpacul@gmail.com

C. DESKRIPSI USAHA Bakso merupakan salah satu makanan yang digemari masyarakat Indonesia diberbagai kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang tua semua menyukai makanan ini. Pada umumnya bahan baku pembuatan bakso adalah daging sapi atau daging ayam dan juga bisa terbuat dari ikan atau seafood yang dicampurkan bahan-bahan lain. Namun bahan-bahan tersebut kurang menarik konsumen karena sudah banyak depot yang menjual bakso dengan bahan baku daging sapi, daging ayam, daging ikan dan daging seafood. Selain itu, kolesterol dan kandungan lemak yang tinggi menyebabkan sebagian orang yang menderita penyakit tertentu ataupun orang-orang yang sedang menjalani program diet tidak bisa mengkonsumsi bakso daging. Kasus-kasus yang terjadi di masyarakat yaitu daging-daging yang tak layak konsumsi digunakan sebagai bahan baku bakso sehingga orang-orang yang menggemari makanan bakso tersebut kawatir bila mereka salah memilih makanan bakso yang layak untuk dikonsumsi. Masyarakat yang memiliki penyakit tertentu ataupun orang yang menjalani program diet harus menghindari makanan-makanan yang memiliki kolesterol tinggi dan lemak dari daging ataupun seafood, sehingga biasanya mereka menghindari untuk makan bakso. Padahal, sebagian dari mereka adalah orang-orang penggemar bakso. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut, harus membuat solusi yang tepat agar mereka yag harus menghindari bakso dapat mengkonsumsi bakso.

Permasalahan yang lain adalah anak-anak. Anak-anak juga menyukai makanan bakso karena kebanyakan dari mereka menyukai makanan yang terbuat dari daging. Sebagian besar anak-anak tidak menyukai sayur, mereka lebih suka makanan daging. Sehingga pola makan mereka kurang sehat karena tidak diimbangi dengan makanan yang terbuat dari sayur yang sebenarnya sangat penting untuk pertumbuhan mereka. Sehingga untuk menyiasati anak agar suka makan sayur adalah membuat makanan yang mereka sukai namun terbuat dari sayur. Berbagai permasalahan diatas memunculkan inovasi baru yaitu dengan membuat depot bakso dengan varian rasa pada baksonya yaitu tidak hanya terbuat dari daging sapi, daging ayam, daging ikan tetapi juga sayur-sayuran. Sayur-sayuran yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan bakso pun beraneka ragam yaitu wortel, bayam, jamur, dan jagung. Sehingga semua kalangaan dapat menikmati bakso tanpa takut kandungan lemak dan kolesterol yang tinggi karena ada bakso varian rasa sayur yang dijual di depot kami. Anak-anak yang tadinya tidak suka makan sayur pun akan mau makan sayur yang dibuat menjadi bakso. Sampai saat ini belum ada depot yang menjual bakso dengan varian bahan baku dalam satu depot sehingga depot kami belum mempunyai saingan. Selain itu, di depot kami bisa membeli bakso dengan rasa campur. Konsumen bisa membeli satu porsi dengan aneka rasa bakso, sehingga konsumen dapat merasakan rasa-rasa setiap varian bakso tanpa harus memesan beberapa porsi.

D. RENCANA OPERASIONAL USAHA Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan usaha ini adalah sebagai berikut : Persiapan tempat produksi. Tempat produksi kami di rumah salah satu anggota kelompok yang dekat dengan outlet. Pembuatan outlet. Pembuatan outlet ditujukan untuk memudahkan penjualan. Konsumen juga lebih mudah melakukan pembelian secara kontinyu karena sudah disediakan outlet atau tempat berjualan yang pasti. Pengadaan alat-alat produksi. Alat produksi yang dibutuhkan untuk pembuatan aneka bakso. Peralatan tersebut bisa didapatkan di pasar-pasar di Kota Surabaya. 2

Pengadaan bahan-bahan. Daging sapi, ikan tengiri, daging ayam, jamur, bayam, tepung kanji, bawang putih, telur, baking powder, garam, penyedap rasa, merica bubuk, pala merupakan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan aneka bakso yang kita tawarkan. Semua bahan-bahan tersebut mudah didapatkan di pasaran. Proses produksi. Taat asas merupakan syarat penting dalam produksi pembuatan aneka bakso ini. Taat asas disini maksudnya komposisi antar bahan harus sesuai dan bahan-bahan tersebut harus baik dan berkualitas. Tahapan-tahapan umum pembuatan aneka bakso ini adalah seleksi bahan, penimbangan, pembuatan adonan, proses perebusan dan pembuatan kuah. Penyajian. Setelah produk aneka bakso dihasilkan, perlu penanganan selanjutnya agar aneka bakso tersebut dapat terjual dipasaran, seperti penyajian. Penyajian ini kami kemas dengan sistem prasmanan sehingga konsumen dapat memilih sendiri produk aneka bakso yang kami tawarkan. Pemasaran. Pemasaran merupakan suatu kegiatan manajemen yang berfungsi mempromosikan usaha. Perencanaan pemasaran yang akan dilakukan dalam mengenalkan produk ke konsumen antara lain yaitu: iklan, publisitas, dan promosi penjualan. Bentuk iklan yang direncanakan antara lain, menyebarkan brosur, promosi dari mulut ke mulut karena memang promosi melalui cara seperti ini sangat efektif. Selain itu kami juga mempromosikannya melalui social media yaitu cara efektif untuk mempromosikan ke kalangan remaja. Sistem Distribusi. Sistem distribusi usaha ini adalah sistem distribusi langsung kepada konsumen. Kami membuka outlet di Jalan Kusuma Bangsa No. 123 Surabaya yang merupakan kawasan yang terdapat di pusat kota dan ramai dikunjungi oleh seluruh kalangan apalagi kalangan remaja yang memiliki kebiasaan nongkrong. Selain itu kawasan tersebut memiliki akses yang mudah dijangkau. Evaluasi kegiatan. Evaluasi kegiatan merupakan kegiatan yang berfungsi untuk mengontrol dan menganalisa kegiatan kami. Kelemahan-kelemahan selama

berjalannya usaha diharapkan dengan adanya kegiatan ini bisa dihilangkan. Evaluasi kegiatan direncanakan diadakan tiap minggu keempat dalam satu bulan.

Struktur Organisasi

OWNER (Happy Dwi Oktaviani)

BAGIAN PRODUKSI (Rully Siti N. L) (Kurnia Ainin N.)

BAGIAN PEMASARAN (Diyah Ayu Febriana)

BAGIAN KEUANGAN (Ika Dina Liyawati)

E. TARGET USAHA 1. Sistem Pemasaran dan Distribusi Promosi produk melalui stand , serta personal selling kepada para konsumen. Pemilihan dan penataan tempat produksi sehingga proses pendistridusian bahan ataupun produk lebih mudah dan efisien. Perluasan wilayah pemasaran produk ke daerah lain Penentuan harga berdasarkan kualitas produk yang dihasilkan. 2. Penetapan Harga Jual Produk Dalam menentukan harga jual produk, kami melakukan dengan cara menyesuaikan dengan biaya yang telah dikeluarkan. Harga produk kami akan dijual dengan harga per satu buah bakso di hargai Rp 2.000, siomay, tahu, dan pangsit goreng di hargai Rp 1.000, pembelian minimal satu mangkuk senilai Rp 8.000,-. 3. Sistem Promosi Promosi yang akan dilakukan : Brosur, menyebarkan brosur di sekitar tempat usaha sekitar. Banner, memasang banner 2 x 1 meter didepan tempat usaha. Internet, promo melalui promo facebook, twitter dan yahoo massanger. SMS, mengirim pesan singkat ke pada teman tentang usaha yang kita dirikan. Manusia, menggunakan teknik mulut ke mulut tentang usaha yang kita jalani.

4. Konsumen Sasaran Sasaran dari produk kami mencakup seluruh kalangan, mulai dari anak-anak, remaja sampai orang dewasa. 5. Wilayah Pemasaran Wilayah pemasaran kami di daerah Surabaya yang tepatnya terletak di daerah Jalan Kusuma Bangsa No. 123 Surabaya. Daerah tersebut merupakan daerah yang terletak di pusat kota sehingga aksesnya pun juga mudah. Selain itu banyak terdapat sekolah sekolah di sekitar area tersebut. 6. Pengembangan Produk Untuk pengembangan produk, rencan kedepannya kami akan menambah lebih banyak varian bakso yang terbuat dari berbagai bahan baku sesuai dengan minat pasar dan akan membuka cabang di daerah-daerah lain. 7. Rata-rata Penjualan Kami menargetkan rata-rata penjualan adalah 100 mangkuk dalam satu hari.

F. ANALISIS USAHA Kekuatan (Strength) 1. Skill Salah satu anggota kelompok kami mempunyai kemampuan dalam membuat bakso dari berbagai bahan baku yang ada, seperti daging sapi, daging ayam, ikan tengiri dan beraneka macam bahan baku dari sayuran seperti jamur, wortel, jagung dan bayam. 2. Pengalaman Pelaku usaha memiliki pengalaman dalam bidang pembuatan bakso. 3. Latar Belakang Pendidikan Latar belakang pendidikan pelaku usaha menunjang pada usaha yang akan dirintis. 4. Konsep Penjualan Berbeda Kami menawarkan konsep Prasmanan untuk penjualan produk bakso kami, dimana konsumen bisa memilih sendiri produk yang akan dikonsumsinya.

Kelemahan (Weakness) 1. Kurangnya Relasi Bisnis Kurangnya relasi menjadi kelemahan dalam memasarkan dan mempromosikan produk kami. Peluang (Opportunity) 1. Banyak Peminat Bakso Bakso menjadi makanan favorit bagi kebanyakan orang, sehingga produk bakso sudah mempunyai pasar yang memadai. 2. Lokasi Strategis Pemilihan lokasi di taman bungkul terbilang strategis karena taman bungkul tidak pernah sepi dari pengunjung. 3. Tempat Nyaman Tempat nyaman digunakan untuk berkumpul bersama teman atau keluarga. Ancaman (Threats) 1. Banyak saingan Banyaknya produk bakso dimana-mana, dan ditakutkan akan banyak produk serupa bermunculan. 2. Melonjaknya Bahan Baku Sewaktu-waktu Bahan baku yang digunakan adalah bahan-bahan yang sangat rentan mengalami kenaikan harga.

G. JADWAL KEGIATAN No. Uraian Kegiatan 1 1. 2. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Persiapan tempat produksi Pengadaan outlet Pengadaan alat-alat produksi Pengadaan bahan-bahan Proses produksi Promosi Penjualan Evaluasi kegiatan. Bulan ke 1 2 3 4 1 Bulan ke 2 2 3 4

H. RENCANA BIAYA 1. Kebutuhan Modal Modal yang kami butuhkan untuk mendirikan usaha kami ini adalah sebesar Rp 10.000.000,-. 2. Alokasi Penggunaan Dana Dari modal usaha yang kami dapatkan akan kami alokasikan sebagai berikut : Biaya Pembelian Peralatan Barang Meja produksi Kompor gas Blender Baskom Sendok Timbangan Panci Mangkuk Satuan 1 unit 1 unit 2 unit 5 unit 5 lusin 1 unit 2 unit 4 lusin Total Harga / unit (Rp) 2.000.000 300.000 200.000 10.000 30.000 200.000 30.000 100.000 Harga Total (Rp) 2.000.000 300.000 400.000 50.000 150.000 200.000 60.000 400.000 Rp 3.560.000

Biaya Biaya Produksi : 1. Biaya Bahan Baku Langsung dan Bahan Baku Tidak Langsung Kebutuhan bahan baku langsung dan bahan baku tidak langsung diasumsikan untuk produksi selama satu minggu dapat digambarkan dalam tabel berikut sehingga dalam satu kali produksi diperoleh data sebagai berikut : Tabel 2 : Tabel biaya bahan baku langsung dan bahan baku tidak langsung (Untuk kebutuhan produksi setiap minggu) Nama Bahan Tepung Kanji Daging Sapi Daging Ayam Jamur Bayam Wortel Ikan Tengiri Jagung Cabe Rawit Bawang Merah Bawang Putih Kulit Pangsit Telor Tahu Putih Tahu Goreng Mie Bihun Mie Kuning Sawi Tauge Saos Tomat Saos Sambal Kecap Manis Tulang Sapi Bumbu Jumlah Jumlah 20 kg 30 kg 10 kg 10 kg 4 kg 10 kg 10 kg 10 kg 5 kg 1 kg 2 kg 10 bks 2 kg 500 buah 500 buah 20 bks 7 kg 40 ikat 7 kg 5 ltr 5 ltr 5 ltr 3 kg Rp Harga Total 200.000 1.400.000 300.000 150.000 30.000 20.000 350.000 21.000 300.000 40.000 90.000 50.000 32.000 200.000 100.000 60.000 35.000 40.000 21.000 45.000 45.000 48.000 150.000 50.000 3.777.000

Sehingga kebutuhan bahan baku selama satu bulan sebesar Rp 3.777.000,- x 4 = Rp 15.108.000,-.

2. Biaya Tenaga Kerja Langsung Kami memiliki 7 orang pegawai sehingga biaya tenaga kerjanya adalah : Rp 500.000,- x 7 orang = Rp 3.500.000,3. Biaya Overhead Pabrik Biaya penyusutan peralatan Biaya sewa / bulan BOP lain lain Rp 356.000,-

Rp 1.000.000,Rp 200.000,-

Rp 1.556.000,Sehingga, total biaya produksi : Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik Total 3. Pendapatan dan Keuntungan Dengan bahan-bahan yang tertera diatas, akan dihasilkan 100 mangkuk / hari. Jika selama sebulan beroperasi terus (30 hari) maka akan dihasilkan 3.000 mangkuk bakso selama sebulan. Harga jual minimal per mangkuk Rp 8.000,-. Jadi pendapatan selama sebulan adalah 3.000 x Rp 8.000,- = Rp 24.000.000,- sehingga keuntungannya adalah penjualan dikurangi biaya produksi dikurangi biaya usaha seperti biaya pemasaran adalah sebagai berikut : Rp 24.000.000 Rp 20.164.000 Rp 100.000 = Rp 3.736.000,4. Analisis Kelayakan Usaha Secara sederhana kelayakan usaha dapat diperkirakan dengan menghitung BEP (Break Event Poin) dan R/C ratio (Benefit Cost Ratio). a. BEP BEP produksi = Total biaya Harga = Rp 20.164.000,Rp Rp 8.000,= 2520 mangkuk Rp 15.108.000,Rp Rp 3.500.000,1.556.000,-

Rp 20.164.000,-

Artinya pada produksi sebulan sebanyak 2.520 mangkuk, usaha kami akan mengalami titik impas.

b. Rasio Biaya dan Pendapatan Pendapatan R/C = Biaya Produksi Rp 24.000.000,R/C = Rp 20.164.000,= 1,19

R/C sebesar 1,19 menunjukkan bahwa dari modal Rp 1,00 akan diperoleh penerimaan sebesar Rp 1,19.

10