You are on page 1of 6

Kejang pertama pada bayi biasanya terjadi saat demam.

Terdapat 3 kemungkinan: (1) infeksi pada sistem saraf, (2) gangguan kejang yang mendasari di mana stres memicu kejang demam, walaupun kejang berikutnya mungkin afebris; atau (3) kejang demam sederhana, epilepsi usia terbatas genetik dalam yang terjadi hanya dengan kejang demam. Kejang demam yang tidak disebabkan oleh infeksi atau penyebab lain yang dapat didefinisikan terjadi pada sekitar 4% dari anak anak. Hanya 2% dari anak anak yang kejang pertamanya berhubungan dengan demam kejang nonfebril (epilepsi) pada usia 7 tahun. Penentu yang paling penting dari epilepsi berkutnya adalah neurologis abnormal atau kondisi perkembangan. Kejang kompleks, yang didefinisikan sebagai berkepanjangan, fokal atau multiple dan riwayat epilepsi pada keluarga sedikit meningkatkan kemungkinan terjadinya epilepsi berulang

Definisi Kejang Demam adalah bangkitan kejang yang terdiri pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38C yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium Kejang demam biasa terjadi pada anak usia 6 bulan 5 tahun Etiologi 1. Demam itu sendiri 2. Efek produk toksik daripada mikroorganisme (kuman dan virus terhadap otak) 3. Respons alergik atau keadaan imun yang abnormal oleh infeksi 4. Perubahan keseimbangan cairan atau elektrolit 5. ensefalitis viral (radang otak akibat virus) yang ringan yang tidak diketahui atau ensefalopati toksik sepintas 6. Gabungan semua faktor di atas Epidemiologi kejang demam terjadi pada 2-4% populasi anak usia 6 bulan 5 tahun kejang demam sederhana: 80-90% Kejang demam kompleks: 20% Klasifikasi: 1) kejang Demam Sederhana (Simple Febrile Seizure) 2) Kejang Demam Kompleks (Complex Febrile Seizure) 1) Kejang Demam Sederhana Kejang demam yang berlangsung singkat, kurang dari 15 menit, dan umumnya akan berhenti sendiri. Kejang berbentuk umum tonik dan atau klonik, tanpa gerakan fokal (setempat. Kejang tidak

berulang dalam waktu 24 jam. Kejang demam sederhana merupakan 80% di antara seluruh kejang demam. 2) Kejang Demam Kompleks Kejang demam dengan salah satu ciri berikut ini: - Kejang lama > 15 menit - Kejang fokal atau parsial satu sisi, atau kejang umum yang didahuliui kejang parsial - Berulang atau lebih dari 1 kali 24 jam * Kejang lama: kejang yang berlangsung lebih dari 15 menit atau kejang berulang lebih dari 2 kali dan di antara bangkitan kejang anak tidak sadar. Kejang lama terjadi pada 8% kejang demam. Kejang fokal: kejang parsial satu sisi, atau kejang umum yang didahului kejang parsial Kejang Berulang: Kejang 2 kali atau lebih dalam 1 hari, di antara 2 bangkitan kejang anak sadar. Kejang berulang terjadi pada 16% di antara anak yang mengalami kejang demam Pemeriksaan Penunjang Laboratorium: Hb, leukosit, hitung jenis, trombosit, morfologi selm Na,K,Ca, klorida, glukosa darah Pungsi Lumbal Indikasi: untuk menegakkan atau menyingkirkan kemungkinan meningitis Pada bayi kecil seringkali sulit untuk menegakkan atau menyingkirkan diagnosis meningitis karena manifestasi klinisnya tidak jelas. Oleh karena itu pungsi lumbal dianjurkan pada: 1) Bayi kurang dari 12 bulan sangat dianjurkan dilakukan 2) Bayi antara 12-18 bulan dianjurkan 3) bayi > 18 bulan tidak rutin (dilakukan apa bila secara klinis dicurigai mengalami meningitis) Elektroensefalografi (EEG) Pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) tidak dapat memprediksi berulang kejang, atau memperkirakan kemungkinan terjadinya epilepsi pada pasien kejang demam. Oleh karena itu pemeriksaan EEG tidak dianjurkan untuk dilakukan pada anak kejang demam Pemeriksaan EEg masih dapat dilakukan pada keadaan kejang ddemam yang tidak khas, (ex: kejang demam kompleks pada anak usia lebih dari 6 tahun, atau kejang demam fokal) Pencitraan Foto X-Ray kepala dan pencitraan seperti computed tomography scan (CT-scan) atau magnetic resonance imaging (MRI) jarang dilakukan, tidak rutin dan hanya atas indikasi seperti: 1) Kelainan neurologik fokal yang menetap (hemiparesis) : lemah otot pada satu sisi tubuh 2) Paresis nervus VI 3) Papiledema : pembengkakan optic disc karena tekanan intracranial Prognosis

Risiko berulangnya kejang demam Kejang demam akan terjadi kembali pada sebagian kasus. Faktor risiko nerulangnya kejang demam adalah: 1) Riwayat kejang demam di keluarga 2) Usia saat kejang demam pertama < 14 bulan 3) Tingginya suhu tubuh saat kejang 4) Lamanya demam Risiko terjadinya epilepsi dikemudian hari 1) Gangguan perkembangan saraf 2) Kejang demam kompleks 3) Riwayat epilepsi dalaam keluarga 4) Lamanya demam Risiko mengalami kecacatan atau kematian Kejadian kecacatan dan kematian akibat kejang demam tidak pernah dilaporkan Penatalaksanaan Pemberian Obat pada saat demam Antipiretik Tidak ditemukan bukti bahwa pemberian antipiretik mengurangi risiko terjadinya kejang demam, namun tetap dapat diberikan. Obat yang dapat diberikan: Parasetamol dengan dosis 10 15 mg/kg/kali diberikan 4 kali sehari dan tidak lebih dari 5 kali Ibuprofen dengan dosis 5 10 mg/kg/kal, 3-4 kali sehari Antikonvulsan (Pengobatan Intermiten) Diazepam dengan dosis 0,3-0,5 mg/kgbb setiap 8 jam dapat menurunkan risiko berulangnya kejang demam. Dapat diberikan selama demam (biasanya 2-3 hari) Diazepam per rektal dengan dosis 5 mg untuk BB < 10 kg, 10 mg untuk BB > 10 kg Pemberian fenobarbital, karbamazepin, fenitoin pada saat demam tidak berguna untuk mencegah kejang demam Algoritma Kejang demam Diazepam IV dengan dosis 0,3-0,5 mg/kg dengan kecepatan 1-2 mg/menit atau dalam waktu 3-5 menit, dengan dosis maksimal 20 mg Obat yang praktis dan dapat diberikan orang tua di rumah adalah diazepam rektal dengan dosis 0,5-0,75 mg/kg atau diazepam rektal 5 mg untuk anak dengan BB < 10 kg

Jika Pemberian diazepam rektal kejang belum berhenti, dapat diulang lagi dengan cara dan dosis yang sama dengan interval 5 menit Bila setelah 2 kali pemberian diazepam rektal masih tetap kejangm dianjurrkan ke rumah sakit. Dirumah sakit dapat diberikan diazepam intervena dengan dosis 0,3-0,5 mg/kg dengan dosis maksimal 10 mg Bila kejang belum berhenti diberikan feitoin secara intravena dengan dosis awal 10-20 mg/kg/kali dengan kecepatan 1 mg/kg/menit atau kurang dari 50 mg/menit. Bila kejang berhenti dosis selanjutnya adalah 4-8 mg/kg/hari, dimulai 12 jam setelah dosis awal Bila dengan fenitoin kejang belum berhenti maka pasien harus dirawat di ruang rawat intensif Bila kejang telah berhenti, pemberian obat selanjutnya tergantung dari jenis kejang demam apakah kejang demam sederhana atau kompleks dan faktor risikonya

Pemberian Obat Rumat Indikasi pemberian obat rumat (terus menerus) Pengobatan ini dilakukan bila kejang demam menunjukkan ciri sebagai berikut 1) Kejang lama > 15 menit 2) Adanya kelainan neurologis yang nyata sebelum atau sesudah kejang, misalnya hemiparesis, paresis Todd, cerebral palsy, retardasi mental, hidrosefalus 3) Kejang Fokal 4) Pengobatan rumat dipertimbangkan apabila - Kejang berulang dua kali atau lebih dalam 24 jam - Kejang demam terjadi pada bayi kurang dari 12 bulan - Kejang demam 4 kali per tahun Jenis obat yang digunakan Fenobarbital 4-5 mg/kgBB/hari dibagi 2 dosis Asam valproate 20-40 mg/kgBB/hari dibagi 2-3 dosis Efek samping Fenobarbital: Penurunan fungsi kognitif dan gangguan perilaku Asam valproate: Gangguan fungsi hati berat, terutama bila diberikan pada anak < 2 tahun Harga yang cukup mahal Lama Pengobatan Rumat Pengobatan diberikan selama 1 tahun bebas kejang, kemudian dihentikan secara bertahap selama 1-2 bulan Edukasi pada orang tua 1. 2. 3. 4. Menyakinkan bahwa kejang demam umunya mempunyai prognosis yang baik Memberitahukan cara penangan kejang Memberikan informasi mengenai kemungkinan kejang kembali Pemberian obat untuk mencegah rekurensi, tetapi harus diingat adanya efek samping obat

beberapa hal yang harus dikerjakan bila kembali kejang 1. Tetap tenang dan tidak panic 2. Kendorkan pakainan yang ketat terutama disekitar leher 3. Bila tidak sadar, posisikan anak terlentang dengan kepala miring. Bersihkan muntahan atau lendir di mulut atau hidung. Walaupn lidah tergigit, jangan memasukkan sesuatu kedalam mulut 4. Ukur suhu, observasi dan catat lama dan bentuk kejang 5. Berikan diazepam rektal, dan jangan diberikan bila kejang telah berhenti 6. Bawa ke dokter atau rumah sakit bila kejang berlangsung 5 menit atau lebih Sumber: http://ocw.usu.ac.id/course/download/1125-PEDIATRIC-NEURO/mk_pen_slide_kejang_demam.pdf Pedoman Diagnosis dan Terapi Ilmu Kesehatan Anak Edisi ke-3 Konsensus Penatalaksaan kejang Demam Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2006