You are on page 1of 3

Nama : Rafly Fajar Adiputra NPM : 1206217401 Kriteria Pembangunan Pabrik Mineral

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 20 TAHUN 2013 Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 07 Tahun 2012 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 165) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 11 Tahun 2012 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 534), Komoditas : Bijih Bauksit Mineral : a. Gibsit b. Diaspor c. Buhmit Batasan Produk Minimum untuk Dijual ke Luar Negeri : a. Smelter grade alumina ~ 98% Al203 d. Chemical Grade Alumina ~ 99% Al203 ~ 99% AI(OH)3 c. Logam Al ~ 99%

No.

Kriteria

Bobot

Alasan
Dana atau nilai investasi adalah fokus utama di dalam pembangunan Smelter. Pembangunan Smelter adalah proyek yang membutuhkan dana yang sangat besar. Banyak Smelter yang telah ada di Indonesia memiliki nilai investasi lebih dari Rp1 triliun. Pasokan listrik ini harus diperhatikan karena Smelter membutuhkan pasokan listrik yang sangat besar. Oleh karena ini biasanya sebagian besar nilai investasi dari proyek smelter akan dialokasikan untuk pembangunan Power Plant untuk memasok kebutuhan listrik dari smelter tersebut.

Dana

15%

Pasokan Listrik/Power Plant

10%

Ketersediaan Bahan Baku

15%

Hal ini juga menjadi sangat penting karena jangan sampai ketika Smelter sudah dibangun tetapi bahan baku komoditas yang akan diolah terhenti suplainya sehingga tidak dapat beroperasi dan merugikan pemilik smelter. Pemilihan bahan baku yang berkualitas adalah modal utama sehingga pabrik bisa menghasilkan suatu produk dengan kualitas bagus. Faktor ini juga merupakan hal penting dalam memberikan produk berkualitas untuk para konsumen. Tujuan penentuan lokasi suatu pabrik dengan tepat ialah dengan lancar, efektif dan efisien.

Lokasi

15% untuk dapat membantu pabrik beroperasi atau berproduksi


SDM yang berkualitas sangat dibutuhkan oleh setiap pabrik. Untuk mengetahui hal ini, pegukuran kinerja melalui berbagai evaluasi sangat penting untuk dilakukan. Hal ini akan membantu perusahaan untuk mengetahui efisiensi kerja dari masing-masing karyawan. tiap kawasan industri memang harus mengembangkan daerahnya agar bisa memenuhi sertifikasi yang ditetapkan pemerintah. Di sinilah pengembang harus berdaya saing agar bertahan dan menarik investor. Pasti ada tambahan cost, tapi memang ini yang dibutuhkan untuk membangun kawasan, harus ada pembangunan infrastruktur. Manajemen pabrik mengandung berbagai konsep pengelolaan yang terkait dengan berbagai sumber daya pabrik. Lankah ini ditujukan untuk mencapai tujuan perusahaan hingga akhirnya perusahaan tersebut mampu mencapai keberhasilan yang diharapkan. Pabrik baisanya memang memproduksi barang dalam jumlah yang besar itulah sebabnya mesin merupakan elemen penting dalam pabrik. Hal-hal yang terkait dengan penggunaan, efektifitas, dan perawatan mesin harus menggunakan sistem manajemen yang baik. Pabrik harus melakukan cara-cara pencegahan pencemaran lingkungan dengan melaksanakan teknologi bersih, memasang alat pencegahan pencemaran, melakukan proses daur ulang dan yang terpenting harus melakukan pengolahan limbah guna menghilangkan bahan pencemaran atau paling tidak meminimalkan bahan pencemaran hingga batas yang diperbolehkan. Di samping itu perlu dilakukan penelitian atau kajian-kajian lebih banyak lagi mengenai dampak limbah yang spesifik (sesuai jenisnya) terhadap lingkungan serta mencari metoda atau teknologi tepat guna untuk pencegahan masalahnya.

SDM/Pekerja

5%

Pengelolaan Lingkungan

5%

Manajemen

10%

Mesin/Teknologi

10%

9 Limbah

5%

10 Konsumen

10%

Konsumen menjadi salah satu elemen penting dalam kriteria pembangunan pabrik, karena dengan melihat permintaan konsumen yang besar, suatu perusahaan dapat menimbang banyak aspek yang harus dipenuhi agar konsumen terpenuhi kebutuhannya. Hal ini dapat mempengaruhi lokasi dimana pabrik akan didirikan, transportasi apa yang dipakai, proses pengolahan seperti apa yang cocok, dan kualitas produk yang diinginkan