You are on page 1of 4

KAJIAN KRITIS KEDOKTERAN BERBASIS BUKTI Kasus : Permasalahan :

Kolestasis adalah semua kondisi yang menyebabkan terganggunya sekresi berbagai substansi yang seharusnya disekresikan ke dalam duodenum, sehingga menyebabkan tertahannya bahan-bahan atau substansi tersebut di dalam hati dan menimbulkan kerusakan hepatosit. Kolestasis bukan merupakan suatu diagnosis melainkan suatu sindroma yang etiologinya bermacam-macam mulai dari pembentukan empedu di hepatosit, transport keluar dari hepatosit, saluran empedu intrahepatik dan saluran empedu ekstrahepatik sampai muara keluarnya di duodenum. Kolangiografi merupakan prosedur yang tidak secara rutin direkomendasikan pada bayi dengan kolestasis karena sulit dilakukan dan berbahaya namun memiliki akurasi yang tinggi (98%), dengan sensitivitas !!% dan spesifisitas 9"% dalam penegakan diagnosis atresia biliaris. #etode ini menggunakan agen paramagnetik negatif untuk menekan cairan yang ada di usus sehingga visualisasi duktus pankreatobilier dapat terlihat $elas. %ada pasien ini didiagnosis dengan observasi kolestasis yang sudah dilakukan pemeriksaan &'( abdomen, tes hati dan tes fungsi hati untuk membantu menegakkan diagnosis, kami melakukan ka$ian klinis berbasis bukti untuk menemukan modalitas diagnostik yang baik untuk menegakkan diagnosis.
PICO )ari masalah yang ada dapat di$abarkan dalam bentuk komponen %*+, sebagai berikut % %opulation.problem - anak yang didiagnosa dengan observasi kolestasis * *ntervention + +omparison - anak dengan observasi kolestasis yang dilakukan pemeriksaan &'( abdomen - anak dengan observasi kolestasis yang dilakukan pemeriksaan dengan /0+%

, ,utcome

- dengan /0+% diharapkan dapat menegakkan diagnosis lebih mudah, aman dan akurat

PERTANYAAN KLINIS - 1pakah dengan menggunakan /0+% dapat menegakkan diagnosis pada pasien dengan kolestasis2 #asalah tersebut dapat di$abarkan dalam bentuk komponen %*+, dan pertanyaan klinis sebagai berikut % %opulation.problem - anak yang didiagnosa dengan observasi kolestasis * *ntervention - anak yang didiagnosa dengan observasi kolestasis yang dilakukan pemeriksaan &'( abdomen STRATEGI PENELUSURAN JURNAL Kata kunci ERCP 13) Neonatal 13) Infant 13) cholestasis HASIL PENELUSURAN JURNAL Utility of ERCP in Neonatal and Infant Cholestasis

RINGKASAN JURNAL Ut l t! n ERCP n Ne"natal an# In$ant Ch"lestas s *kterus neonatal berkepan$angan didefinisikan sebagai ikterus yang bertahan lebih dari 4-5 minggu. 6al ini ter$adi pada -47!! lahir hidup, dan se$umlah besar diagnosis diferensial harus dipertimbangkan. %ada neonatus dan bayi-bayi dengan obstruksi bilier, diagnosis sangat penting untuk ditegakkan dari a8al. #engesampingkan penggunaan beberapa modalitas pencitraan noninvasif, diagnosis definitif dari atresia bilier (91) atau kelaianan pankreaticobiliaris lainnya mungkin sulit untuk dipastikan. %ada $urnal ini, penulis melaporkan pengalaman dengan endoscopic retrograde cholangiopancreaticography (/0+%) pada situasi klinis dimana ter$adi ikterus pada neonatus dan bayi. /0+% banyak tersedia namun $arang digunakan pada neonatus dan bayi. 'ehingga rerata laporan keberhasilan pada usia ini sangat bervariaso antara 4: sampai 97%. 1ntara tahun 999 dan 4!!", penulis melakukan 45 prosedur /0+% pada 44 neonatus dan bayi dengan diagnosis sementara obstruksi bilier dimana degan pencitraan lain tidak dapat disimpulkan.rerata usia adalah 4,; bulan dan rata-rata berat badan adalah ;,8 kg. videoendoskopi pediatrik dengan diameter luar :,7 mm digunakan pada semua pasien. 6asil yang didapatkan adalah bah8a /0+% berhasil pada 4! dari 45 pasien. 91 diperkirakan pada " pasien, semuanya kemudian diverifikasi dengan operasi. <isualisasi lengkap dari struktur bilier penting untuk perencanaan terapi dilakukan pada anak dengan kista koledokal dan perforasi bilier spontan. Kanulasi dari ampulla gagal pada 5 pasien, satu adalah 91, koledukus dan batu sindrom bile plug. 6anya satu /0+% terapeutik yang dilakukan pada satu kolangitis ringan yang berhasil diterapi dengan

anak dengan batu yang menghambat ampulla secara penuh. Komplikasi satu-satunya adalah kasus hiperamilasemia asimtomatik dan antibiotik. )ari $urnal ini dapat disimpulkan bah8a /0+% mudah dan aman dilakukan pada kolestasis neonatal dimana modalitas pencitraan lain tidak dapat menyimpulkan. #engesampingkan peran magnetic resonance cholangiography, /0+% mungkin masih memiliki peran pada hasil pemeriksaan dari pasien-pasien ini.

KAJIAN KRITIS KEDOKTERAN BERBASIS BUKTI ASPEK TERAPI 1pakah hasil dari penelitian ini valid2 . 1pakah kelompok eksperimental dan kelompok =a kontrol pada saat memulai penelitian memiliki prognosis yang sama 2 4. 1pakah sampel dilakukan randomisasi2 =a 5. 1pakah pasien dilakukan analisa dalam masing- =a masing kelompok2 ;. 1pakah pasien dalam intervensi dan kelompok =a kontrol memiliki faktor prognostik yang hampir sama2 7. 1pakah 7 kelompok penting (orang tua, pera8at, >idak pengumpul hasil data, penyesuaian hasil data, penganalisa data) sadar atas perlakuan2 ". 1pakah pasien di follo8 up secara lengkap2 1pakah hasil dari penelitian2 :. 'eberapa besarkah efek dari terapi terhadap 1nak akan mengalami perbaikan. pasien2 8. 'eberapa tepatkah efek dari pengobatan2 >erapi ini dapat digunakan untuk pasien sesuai dengan kondisi klinis 9agaimanakah saya dapat mengaplikasikan hasil penelitian terhadap pasien saya2 9. 1pakah kelompok penelitian hampir sama dengan =a pasien saya2 !. 1pakah pada semua pasien outcome yang penting =a diperhatikan2 . 1pakah manfaat yang didapat sepadan dengan potensi yang membahayakan dan biaya yang dikeluarkan2 =a =a