You are on page 1of 40

PROPOSAL PENELITIAN HUBUNGAN FAKTOR RESIKO JATUH DAN PENYAKIT KRONIS DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA USIA

6074 TAHUN KELURAHAN PELA MAMPANG II

Pembimbing : Prof. Adi Hidayat


Pembimbing Puskesmas : dr Chitra Rasjmi Cara Penyusun dan Pelaksana: Indah Ramadhani, S Ked (030.07.116) Nadhratul Nadhira, S Ked (030.08.289) Siti Hanisah, S Ked (030.08.302) Zahidah, S Ked (030.08.308)

PENDAHULUAN LATAR BELAKANG


Lansia merupakan periode akhir dari rentang kehidupan manusia.

Tahun 2000, Indonesia menduduki peringkat ke-11 di dunia dalam perihal populasi lansia yaitu sebesar 7,18%

Meningkat menjadi 22% pada tahun 2050

Harapan hidup lansia tahun 2000 : 64,5 tahun, 2006 :66,2 tahun, tahun 2010 : 67,4 tahun, dan prakiraan tahun 2020 : 71,1 tahun.4

PENDIDIKAN
Kualitas hidup lansia pria lebih tinggi berbanding wanita Lansia yang berpendidikan tinggi dan bekerja mempunyai kualitas hidup yang lebih tinggi.

rata-rata lansia di bawah 60 tahun kualitas hidup lebih tinggi

JENIS KELAMIN

USIA

RESIKO JATUH

PENYAKIT KRONIS

Masalah fisik yang sering dialamai akibat proses penuaan.

Menyebabkan masalah medis, sosial dan psikologis yang akan membatasi aktifitas dari lansia penurunan quality of life (QOL) lansia

RUMUSAN MASALAH

Apakah ada hubungan antara penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes mellitus dan osteoarthritis dengan kualitas hidup pada lansia?

Apakah ada hubungan antara faktor resiko jatuh dengan kualitas hidup pada lansia?

Apakah ada hubungan antara sosiodemografi dengan kualitas hidup pada lansia?

TUJUAN PENELITIAN

Tujuan Umum
Untuk meningkatkan kualitas hidup pada lansia

Tujuan Khusus
Menilai peran penyakit kronis terhadap kualitas hidup pada lansia Menilai peran faktor resiko jatuh terhadap kualitas hidup pada lansia Menilai peran sosiodemografi terhadap kualitas hidup pada lansia

HIPOTESIS PENELITIAN

Ada hubungan antara penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes mellitus dan osteoarthritis dengan kualitas hidup pada lansia

Ada hubungan antara faktor resiko jatuh dengan kualitas hidup pada lansia

Ada hubungan antara sosiodemografi dengan kualitas hidup pada lansia

MANFAAT PENELITIAN
Peneliti
Untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang faktorfaktor yang berperan terhadap kualitas hidup lansia

Profesi Kesehatan
Institusi yang terkait dapat melakukan upaya yang berkenaan dengan peningkatan kualitas hidup lansia

Masyarakat
Sebagai sumber informasi bagi para lansia dan keluarga yang mempunyai anggota keluarga lansia agar dapat meningkatkan kualitas hidup lansia

RUANG LINGKUP PENELITIAN

Dilakukan di Pela Mampang RW 13

Periode 17 Februari hingga 7 Maret 2014

TINJAUAN PUSTAKA
Definisi Lanjut Usia
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 tahun 1998 tentang kesejahteraan lansia Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas
Pengelompokan lansia (Setyonegoro) lansia (geriatric age) 65 tahun atau 70 tahun, young old (70-75 tahun), old (75-80 tahun) very old (80 tahun)

KUALITAS HIDUP LANSIA


Menurut Jennifer J. Clinch, Deborah Dudgeeon dan Harvey Schipper (1999)

Kualitas hidup adalah keadaan yang dipersepsikan terhadap keadaan seseorang sesuai konteks budaya dan sistem nilai yang dianutnya, termasuk tujuan hidup, harapan dan niatnya.

HAL YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP LANSIA


HIS
Gejala fisik Kemampuan fungsional (aktivitas) Kesejahteraan keluarga

Spiritual

Fungsi sosial

Kepuasan terhadap pengobatan (termasuk masalah keuangan)

Orientasi masa depan Kehidupan seksual, termasuk gambaran terhadap diri sendiri

Fungsi dalam bekerja

GERIATRIC GIANT
Geriatric giant adalah keadaan- keadaan yang:

Dijumpai dengan frekuensi tinggi pada lansia

Sebagai akibat dari penyebabpenyebab yang multipel dan bervariasi


Mengganggu kemampuan penderita didalam melakukan fungsi

KEADAAN- KEADAAN GERIATRIC GIANT TERSEBUT YAITU:


Imobilitas Instabilitas
Intelektualitas terhambat

Isolasi

Inkontinensia

Impotensi

Imuno defisiensi

Infeksi mudah terjadi

Inansisi (malnutrisi)

Impaksi (konstipasi)

Iatrogenesis

Insomnia

Impairment

PENYAKIT KRONIK PADA LANSIA HIPERTENSI


Hipertensi dicirikan dengan peningkatan tekanan darah diastolik dan sistolik yang intermiten atau menetap.

Hipertensi pada tekanan sistolik sama atau lebih besar dari 140 mmHg dan atau tekanan sistolik sama atau lebih 90 mmHg.

Hipertensi sistolik terisolasi tekanan sistolik lebih besar dari 160 mmHg dan tekanan diastolik lebih rendah dari 90 mmHg (Nugroho,2008).

Hipertensi diklasifikasikan 2 tipe penyebab Hipertensi esensial (primer atau idiopatik).Penyebab pasti masih belum diketahui. Riwayat keluarga obesitas diit tinggi natrium lemak jenuh dan penuaan adalah faktor pendukung. Hipertensi sekunder akibat penyakit ginjal atau penyebab yang terindentifikasi lainya ( Stockslager , 2008)

KLASIFIKASI HIPERTENSI BERDASARKAN PEDOMAN JOINT NATIONAL COMMITTEE 7

Kategori Optimal

Sistolik (mmHg) 115 atau kurang

Diastolik (mmHg) 75 atau kurang

Normal

< 120

< 80

Prehipertensi Hipertensi stage I

120-139 140-159

80-89 90-99

Hipertensi stage II

160

100

2.2.2 DIABETES MELLITUS


DM Penyakit gangguan kronik pada metabolisme ditandai hiperglikemia yang berhubungan dengan abnormalitas metabolism karbohidrat, lemak dan protein, disebabkan oleh defisiensi insulin relative atau absolut (Inzuchi SE, 2003)

Studi epidemiologi menunjukkan bahwa prevalensi Diabetes Melitus maupun Gangguan meningkat seiring dengan pertambahan usia, menetap sebelum akhirnya menurun

Skrining terhadap kelompok umur diatas 40 tahun sangat penting agar DM tidak diketahui baru pada stadium lanjut pada lansia. Hal ini penting karena banyak penderita DM dewasa asimptomatik tanpa

Dari data WHO didapatkan bahwa setelah mencapai usia 30 tahun, kadar glukosa darah akan naik 12 mg%/tahun pada saat puasa dan akan naik sebesar 5,6-13 mg%/tahun pada 2 jam setelah makan

OSTEOARTRITIS
Istilah rheumatism berasal dari bahasa Yunani ~ setiap kondisi yang disertai kondisi nyeri dan kaku pada sistem muskuloskeletal disebut reumatik termasuk penyakit jaringan ikat klinis ditandai :nyeri, deformitas, pembesaran sendi, dan hambatan gerak pada sendi sendi tangan dan sendi besar yang menanggung beban

Penyakit peradangan sendi yang sering muncul pada usia lanjut. Jarang dijumpai pada usia dibawah 40 tahun dan lebih sering dijumpai pada usia diatas 60 tahun

KERANGKA TEORI

KERANGKA KONSEP

Variabel Bebas
No Variabel Bebas Definisi

DEFINISI OPERASIONAL
Cara ukur Alat ukur Hasil ukur Skala Referensi

operasiona

l
1. Penyakit kronik Penyakit yang sedang diderita pasien yang mempunyai jangkawakt u lama dan biasanya perjalanan Wawancara Kuesioner Nominal WHO Steps Instrument 3.0

No

Variabel Bebas

Definisi operasion al

Cara ukur Alat ukur

Hasil ukur

Skala

Referensi

2.

Faktor resiko jatuh

Hal-hal atau varibel yang terkait dengan suatu resiko

Observasi Kuesioner

Nominal

No

Variabel Tergantung

Definisi Operasional Ilmu yang mempelajari dinamika

Cara Ukur

Alat Ukur

Hasil Ukur

Skala

Referensi

3.

Sosiodemogra fi

Wawancara

Ordinal

WHO Steps Instrument 3.0

kependuduka
n manusia. Dapat meliputi ukuran, struktur, distribusi penduduk,ser ta bagaimana jumlah penduduk berubah

VARIABEL TERGANTUNG
No Variabel Definisi Cara Ukur Alat Ukur Hasil Ukur Skala Referensi Tergantung Operasion al 1 Kualitas Hidup Lansia Wawancara OPQOL-35 Nominal

METODE PENELITIAN

DESAIN PENELITIAN
LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN

Penelitian analitik metode observasional dengan pendekatan cross-sectional

Wilayah pela mampang RW 13 pada tanggal 17 Februari hingga 7 Maret 2014

POPULASI DAN SAMPEL

Populasi : Seluruh pasien lansia yang bertempat tinggal di wilayah Pela Mampang RW 13 Sampel : Bagian dari populasi yang masuk dalam criteria inklusi serta bersedia menjadi responden

KRITERIA INKLUSI

Lansia dengan rentang usia 60 74 tahun Lansia yang mampu berkomunikasi aktif Lansia yang bersedia berpartisipasi dengan penelitian

KRITERIA EKSKLUSI
Lansia dengan gangguan mental Lansia dengan gangguan mental Lansia yang telah diamputasi Lansia dengan kondisi medis yang belum stabil misalnya, sakit akut, pasca penyakit strok.

POPULASI DAN SAMPEL


Populasi Seluruh pasien lansia yang bertempat tinggal di wilayah Pela Mampang RW 13 pada tanggal 17 Februari hingga 7 Maret 2014. Sampel Pasien lansia yang bertempat tinggal di wilayah Pela Mampang RW 13 pada tanggal 17 Februari hingga 7 Maret 2014 dan masuk dalam criteria inklusi serta bersedia menjadi responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non-probability sampling dengan jenis consecutive sampling

BESAR SAMPEL
Dengan rumus populas infinit :

Keterangan: Z = Tingkat kemaknaan yang dikehendaki 95% besarnya 1,96 P = Prevalensi kualitas hidup pada lansia yang bermasalah Q = Prevalensi atau proporsi yang tidak mengalami peristiwa yang diteliti d = Akurasi dari ketepatan pengukuran untuk p Z x 0.05 x (1-0.05) = ---------------------------(0.01)2 = 931

No

Rumus populasi finit :

Keterangan : n = Besar sampel yang dibutuhkan untuk populasi yang finit. n0 = Besar sampel dari populasi yang infinit N = Besar sampel populasi finit. Jumlah populasi lansia usia 60 74 tahun 931 n = -----------------1 + 931/100
= 91

Pada penelitian ini besar sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan cara Simple random sampling dimana semua subjek diberi nomor dan dipilih sebagian dari mereka dengan bantuan tabel angka random.

CARA PENGAMBILAN SAMPEL

CARA PENGUMPULAN DATA

Alur pengumpulan data

Data yang diperoleh dari hasil observasi

DATA PRIMER

dan pemeriksaan langsung pada responden yang datang pada saat pemeriksaan yang dilakukan Didapatkan juga informasi yang lebih rinci melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner yang telah dipersiapkan sebelumnya

DATA SEKUNDER

Data yang diperoleh dari data pencatatan dan pelaporan yang ada di Puskesmas Kelurahan Pela Mampang

DATA TERSIER

Data yang diperoleh dari buku-buku, majalah, internet, dan jurnal-jurnal ilmiah berupa data yang berkaitan dengan kualitas hidup pada lansia

INSTRUMEN PENELITIAN

DATA MANAJEMEN

Instrumen penelitian diambil dengan menggunakan kuesioner

Data yang telah berhasil diperoleh diolah secara elektronik setelah melalui proses penyuntingan, pemindahan data ke computer dan tabulasi

Pengolahan data menggunakan perangkat Microsoft Excel 2007 dan Statistical Programme for Social Science (SPSS) versi 21.0

ANALISIS DATA

Analisis Univariat

Analisis ini dilakukan pada masing-masing variabel Hasil ini berupa distribusi dan persentase pada variabel-variabel yang diteliti

Analisis Multivariat

Analisis yang dilakukan untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel bebas dengan variabel tergantung Dilakukan chi square (Kai-kuadrat) untuk mengetahui apakah ada hubungan antara variabel bebas dengan variabel tergantung. Chi square (Kai-kuadrat) dilakukan karena variabel bebas dan variabel tergantung bersifat nominal Selain itu digunakan juga uji Tindependent karena terdapat variabel bebas yang bersifat numerik

PENYAJIAN DATA
1. Tekstular - Penyajian data hasil penelitian dengan menggunakan kalimat 2. Tabular - Penyajian data hasil penelitian dengan menggunakan tabel 3. Grafik - Penyajian data hasil penelitian dengan menggunakan diagaram batang

DAFTAR PUSTAKA
1.

Verma SK. Working and non-working rural and urban elderly subjective well being and quality of life. Indian Journal of Gerontology 2008; 22(1): p.107-18. BAPPENAS. Indonesia population projection 2000 - 2025. Jakarta: BAPPENAS; 2005. Data Statistik Indonesia. Jumlah penduduk menurut kelompok umur, jenis kelamin, provinsi, dan kabupaten/ kota [online]. Data Statistik Indonesia: 2005. Accessed on 15 September 2013. Available at: http://www.datastatistikindonesia.com/portal/index.php?option=com_tabel&task=&Itemid=165. Badan Pusat Statistik. Statistik Penduduk Lanjut Usia 2010. Jakarta : BPS; 2010. Donatti C, Moorfiit L, Deans D. Discussion Paper: defining productive aging - engaging consumers. National Seniors Productive Ageing Centre: 2005. Verma SK. Working and Non-working Rural and Urban Elderly Subjective Well being and Quality of Life. Indian Journal of Gerontology 2008; 22(1): p.107-18. Jumita R. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kemandirian lansia di wilayah kerja puskesmas lampasi kecamatan payakumbuh utara. Padang: Universitas Andalas Padang; 2011. Komisi Nasional Lanjut Usia. Pedoman Active Ageing (Penuaan Aktif) Bagi Pengelola dan Masyarakat [online]. Komnas Lansia: 2005. Available at: http://www.komnaslansia.or.id/downloads/pedoman_active_ageing_pdf. Accessed on 15 September 2013. Suhartini R. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemandirian Orang Lanjut Usia (Studi Kasus di Kelurahan Jombangan) Tahun 2004 [thesis]. Universitas Sumatra Utara: 2004. Darmojo RB, Mariono, HH. Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). Edisi ke-3. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2004.Sari IM. Hubungan Antara Karakteristik Personal dengan

2. 3.

4. 5.

6.

7.

8.

9.

10.

THANK YOU