You are on page 1of 13

Model Parit Pengelolaan Aliran Permukaan Pada Lahan Sawah Sistem SRI (The System Of Rice Intensification) dalam

Menunjang Produksi Padi Berkelanjutan Aprisal1 dan Syari ! A"#


1 #

$urusan %anah &aperta'(nand $urusan B)P &aperta '(nand

ABSTRAK Penelitian tentang mengendalikan air le*ih pada sistem SRI adalah sangat penting! supaya air tidak ter*uang per+uma dan mem*awa hara ke luar dari lahan" (ntuk mengendalikan air le*ih setelah pengolahan tanah di*uat parit penampung pada sisi'sisi tanaman dan air dapat ditampung didalamnya" Air dalam parit diharapkan akan dapat mem*eri kelem*a*an yang sta*il ke tanah yang ditanami padi! sehingga tanah pada musim kemarau tidak kering dan retak'retak yang dapat merusak akar tanaman" %ujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui kadar air tanah dan waktu pem*erian air yang tepat sesuai dengan ke*utuhan sistem SRI! (#) mengkaji pengaruh gerakan air lateral dari dalam parit ke tanah yang ditanami dan kelem*a*an tanah yang sesuai dengan sistem SRI! (,) menentukan jumlah parit per satuan luas tertentu pada sistem *udidaya padi dengan sistem SRI dan (-) mempelajari peru*ahan si at tanah aki*at sistem SRI" Penelitian diran+ang seri yaitu penelitian pot dengan ran+angan a+ak lengkap (RAL) dengan tiga tara ! dan pen+o*aan lapangan dengan ran+angan a+ak kelompok (RA.) dengan empat tara perlakuan yakni jumlah parit per petak" %ara perlakuan adalah tanpa ada parit (SR/)! satu parit (SR1)! dua parit (SR#) dan tiga parit (SR,)" Penelitian dilakukan lahan sawah petani di Bandar Buat Padang dari *ulan $uni sampai Septem*er #//0" 1asil penelitian menunjukkan *ahwa dalam penelitian pot yang airnya di*iar kering sampai tanah rengkah! ternyata pada tahanan kadar air tanah 2/// ohm padi telah layuh" Sedangkan kondisi kapasitas lapang tahanan air tanah ,/// ohm" .emudian per+o*aan di lahan sawah pada petakan padi yang mempunyai parit pengendali aliran permukaan dapat mempertahankan kelem*a*an tanah le*ih *aik daripada yang tidak di*uat parit" )ari perlakuan jumlah parit yang di*uat maka jumlah tiga *uah parit perpetak dapat mem*erikan pengaruh yang le*ih *aik kelem*a*an tanah" Pengaruh parit ini juga dapat menekan laju dekomposisi *ahan organi+ tanah! menekan mo*ilitas &e dan meningkatkan P os at dalam tanah" 1asil tanaman padi juga le*ih tinggi pada petakan dengan tiga parit yakni 12 kg per petak (3!4, ton5ha)" PENDAHULUAN Latar Belakang Salah satu tero*osan *aru meningkatkan produksi padi adalah dengan system *udidaya padi tanpa genangan atau sistem SRI ( The Sistem of Rice Intensification)" 6ara *udidaya padi seperti ini telah *anyak di+o*akan di*er*agai daerah dan hasilnya dapat meningkatkan produksi ga*ah sampai 1/ ton5ha" Penerapan sistem SRI ini pada saat penanaman *enih padi sangat *er*eda dengan +ara kon7ensional yang selama ini diterapkan oleh petani" Sistem SRI untuk satu lo*ang tanam hanya memerlukan satu *iji ke+am*ah! sedangkan sistem kon7ensional memerlukan sekitar 4'1/ *atang *enih perlo*ang tanam"

)ari aspek irigasi! +ara kon7ensional lahan sawah yang siap tanam mempunyai kete*alan air (genangan) sekitar 1'1/ +m" Sedangkan sistem SRI lahan siap tanam tidak perlu digenangi! akan tetapi lahan +ukup dalam keadaan lem*a* untuk pertum*uhan ke+am*ah padi" )i*andingkan antara dua sistem pertanaman padi sawah ini! maka SRI dalam peman aatan air le*ih hemat daripada dengan sistem kon7sensional" Akan tetapi meru*ah sistem *udidaya padi dari sistem penggenangan ke sistem drainase lem*a* akan menim*ulkan permasalahan *aru pula yaitu *agaimana pengelolaan air le*ih pada SRI agar supaya air terse*ut tidak ter*uang menjadi aliran permukaan" )alam peneltian ini! peneliti ingin mengetahui pengaruh pengelolaan air aliran permukaan dengan model'model parit terhadap sta*ilitas kelem*a*an tanah dan peru*ahan si at tanah" Penelitian ini *ertujuan 1) mengkaji pengaruh gerakan air lateral dari dalam parit ke tanah yang ditanami dan kelem*a*an tanah yang sesuai dengan sistem SRI dalam kondisi ma+ak'ma+ak! #) menentukan jumlah parit per satuan luas tertentu pada sistem *udidaya padi dengan sistem SRI dan ,) mengetahui kadar air tanah dan waktu pem*erian air yang tepat sesuai dengan ke*utuhan sistem SRI! (-) Mengatahui peru*ahan si at tanah" Man aat Penelitian8 1) Panduan untuk mengatasi masalah air le*ih pada usahatani padi sawah system SRI! #) Mengetahui +ara mempertahankan kelem*a*an tanah pada tanah sawah yang ditanami dengan system SRI! ,) Se*agai dasar untuk melakukan penelitian lanjutan dalam skala le*ih luas" METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan se+ara seri yakni pertama +ontoh tanah diam*il dari lapangan kemudian dilakukan per+o*aan pot (em*er plastik *erdiameter ,/ +m) di rumah *ayangan yang *ertujuan untuk menetukan kadar air tanah dan kapan perlu air ditam*ah yang sesuai dengan sistem SRI" Penelitian menggunakan ran+angan a+ak lengkap (RAL)! dimana perlakuan dari penelitian ini terdiri dari , tara perlakuan dan , ulangan" Perlakuan Ao 9 air tergenang! A1 9 air ma+ak'ma+ak:air dengan inter7al waktu tertentu dan A, 9 air ma+ak'ma+ak kemudian di*iarkan sampai tanah retak'retak" Masing'masing pot dilengkapi dengan gi*sum *lok untuk menentukan kadar air tanah" )isamping itu penelitian juga dilaksanakan di lahan petani padi sawah irigasi di Bandar Buat .ota Padang pada tahun #//0" Peneltian *er*entuk per+o*aan dengan ran+angan a+ak kelompok (RA.) dengan - tara perlakuan dengan , ulangan" Perlakuan dalam penelitian ini adalah disain (parit) perangkap air limpasan dan satu kontrol" )isain parit terdiri dari; SR1 9 petak mempunyai satu parit dengan posisi parit se*elah atas dan ukuran parit 2/ +m < ,/ +m dan -// +m! SR# 9 petak terdiri dari dua parit dengan posisi parit *agian atas dan ujung dengan ukuran 2/ +m < ,/ +m dan -// +m! SR, 9 terdiri dari

tiga parit dengan posisi parit atas! tengah dan ujung petak per+o*aan 2/ +m < ,/ +m < -// +m dan . 9 petakan tanpa parit" (ntuk le*ih jelasnya seperti pada =am*ar 1" (ntuk menentukan lokasi penelitian dilakukan sur7ai pendahuluan ke lahan petani di lapangan" .emudian mewan+ara petani *agaimana sistem penggunaan air dan *erapa jumlah de*it yang perlukan satu kali musim tanam" mem*antu peren+anaan penelitian dan perlakuan per+o*aan" Persiapan lahan. Petakan'petakan sawah dengan ukuran - m < 2 m di *atasi kemudian di*uat petak'petak per+o*aan! sesuai dengan perlakuan disain parit pada masing' masing perlakuan" Lahan sawah disiapkan seperti petani *iasa sehingga lahan dalam siap ditanami dengan *i*it umur 1# hari! akan tetapi lahan didrainase sampai kondisi tanahnya ma+ak'ma+ak" Penanaman. Benih padi yang sudah semaikan selama 1# hari dan setelah itu di+a*ut dengan hati'hati kemudian ditanam satu *i*it per lo*ang tanam yang sudah di*eri tanda! dengan jarak tanam #2 +m < #2 +m" Pemeliharaan. Meliputi pemupukan yakni urea #// kg5ha! dan di*erikan tiga kali yaitu pemupukan pertama pada saat tanam dengan dosis 1// kg5ha" Pada saat tanam ini juga SP,4 dan .6l juga di*erikan dengan dosis 1// kg5ha" Pemupukan kedua urea di*erikan pada umur tanaman #1 dan -# hari setelah tanam! masing'masing 2/ kg kg5ha" Sedangkan untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman dilakukan apa*ila ada tanda' tanda serangan hama dan penyakit" Pengairan. Pem*erian air dilakukan seperti sistem SRI yakni kodidi lahan dijaga dalam keadaan ma+ak'ma+ak sampai masuk ke ase generati " masak! lahan mulai dikeringkan" Panen. Pada saat tanaman padi telah menguning le*ih dari >/ ? pada satu rumpun tanaman dan daun sudah sempurna mengering" menya*it rumpun tanaman padi" Parameter yang diamati selama penelitian ini adalah *erhu*ungan dengan hidrologi lingkungan lahan sawah! tanaman! dan dinamika si at tanah aki*at perlakuan yang di+o*akan; untuk tanaman (jumlah anakan! *o*ot jerami dan *o*ot ga*ah kering)! hidrologi (+urah hujan! 7olume air tertampung diparit! in iltrasi dalam atau perkolasi)! tanah (*ahan organi+! total mikroorganisme! p1 tanah! dan kelem*a*an tanah *erjarak tertentu dari parit)" (ntuk melihat pengaruh perlakuan yang di+o*akan paremeter yang diamati dilakukan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji B@$ tara 2 ? (=omeA dan =omeA! 1>>2)" Pemanenan dilakukan dengan +ara .emudian pada ase generati sampai padi *erumur #2 hari se*elum panen" .etika padi sudah kelihatan mulai 1asil sur7ai pendahuluan ini

Parit

Petak SR1

Parit

Petak SR#
=erakan Air %anah

Parit

Petak SR,

%anpa Parit

Petak .

=am*ar 1" )esign petak per+o*aan dan penempatan parit di lapangan

HASIL DAN PEMBAHASAN Volume Air Aliran permukaan alam Parit Bolume air aliran permukaan yang tertampung didalam parit merupakan air dari +urah hujan" Parit yang di*uat dalam petak lahan padi sistem SRI *er ungsi menangkap air hujan yang *eru*ah menjadi air aliran permukaan! sehingga air terse*ut tidak semua yang ter*uang ke alur sungai" Air ini dapat ditahan di petak sawah dan melalui gerakan lateral dari air dalam parit akan dapat meningkatkan lem*a*an tanah yang ditanami padi sistem SRI" Bolume air yang dapat ditampung pada masing'masing petak lahan tergantung pada

jumlah paritnya" Pada =am*ar # menunjukkan 7olume air yang tertampung dalam petak padi" Kelem!a!an Tana" )ari hasil per+o*aan dalam rumah ka+a dengan menggunakan pot dari em*er plastik menunjukkan hasil *ahwa tanah dengan perlakuan tanpa penam*ahan air menye*a*kan tanaman padi layuh permanen pada tahanan tanah 2/// Chm" Sedangkan pada perlakuan intermiten penam*ahan air *erselang tiga hari menunjukkan hasil le*ih *agus! karena kadar air tanah tetap terjaga pada kondisi kapasitas lapang dengan tahanan tanah ,/// Chm" .emudian pada perlakuan penam*ahan air sekali seminggu kondisi tanaman agak mengalami +ekaman! karena penam*ahan air sekali seminggu menye*a*kan kelem*a*an tanah tidak sesuai dengan ke*utuhan tanaman"

140.00 Total air di parit (cm ) 120.00 100.00 80.00 60.00 40.00 20.00 0.00 1 4

SR1

SR2

SR3

7 10 13 16 19 22 25 28 31 34 37 40 43 46 49 52 55 58 61 64 67 70 73 Pengamatan ke

=am*ar #" =ra ik 7olume air yang ditampung didalam parit perlakuan pada masing'masing perlakuan"

! ("hm)

1600 1400 1200 1000 800 600 400 200 0 1

#$0

#$1

#$2

#$3

Tahanan

6 11 16 21 26 31 36 41 46 51 56 61 66 71 Pengamatan ke

=am*ar ," =ra ik kadar air tanah yang diukur dengan melihat tahan tanah (Chm)" Semakin tinggi tahanan maka semakin rendah kadar air tanah. pada masing-masing perlakuan"

.elem*a*an tanah dari hasil pengukuran pada petak'petak penelitian sawah sistem SRI aki*at perlakuan pem*uatan parit penampung air aliran permukaan terlihat pada =am*ar ," )ari gra ik yang ditunjukkan oleh =am*ar , ternyata lahan dari petak yang mempunyai tiga parit penampung aliran permukaan mempunyai tahanan tanah yang rendah atau kelem*a*an tanah yang le*ih tinggi! terutama pada musim kemarau" 1al ini diduga dise*a*kan oleh *esarnya 7olume air yang ditampung oleh tiga parit jumlah parit le*ih sedikit" pada petak ini! sehingga gerakaan air se+ara lateral le*ih *anyak di*anding petak lain yang mempunyai Artinya semakin *anyak 7olume air aliran permukaan yang Se*aliknya lahan yang ditahan dilahan maka ungsi pada musim kemarau dalam menjaga sta*ilitas kelem*a*an lahan untuk media tum*uh dari tanaman padi semakin *aik" memiliki jumlah parit sedikit juga akan menampung 7olume aliran permukaan sehdikit dan konstri*usinya dalam menjaga kelem*a*an tanah juga sedikit" Aki*atnya tanah akan le*ih kering dan mengalami rengkah'rengkah" Selanjutnya akar tanaman akan putus'putus menye*a*kan tanaman mengalami +ekaman" 1erudjito (1>>/) didalam tanah air dapat *ergerak se+ara 7erti+al dan lateral" =erakan ini sangat tergantung pada si at isika tanah" Artinya air yang tertampung didalam parit akan mem*eri konstri*usi pada kelem*a*an tanah yang *erjarak dari parit terse*ut Permea!ilita# 1asil penetapan laju permea*ilitas dila*oratorium tanah menjunjukkan permea*ilitas tanah" *ahwa semakin *anyak jumlah parit dalam petakkan lahan sawah maka semakin lam*at laju 1al ini diduga petakkan lahan yang le*ih lem*a* menye*a*kan akti7itas mikro*a (*akteri dan jamur) semakin kurang sehingga pori darinase lam*at tetap sta*il seperti awal" )engan demikian permea*ilitas tanah tidak meningkat" Pada =am*ar -! terlihat lahan tidak mempunyai parit laju permea*ilitas le*ih tinggi daripada lahan yang mempunyai tiga *uah parit (SR,)" Pada musim panas lahan rengkah'rengkah sehingga saat ini akti7itas mikro*a meningkat dan *ahan organi+ *anyak yang diuraikan kem*ali! aki*atnya poridarinase +epat +enderung meningkat" Menurut 1illel (1>0/) laju permea*ilitas tanah sangat ditentukan oleh tekstur! porositas! distri*usi ukuran pori! sta*ilitas agregat dan struktur tanah serta *ahan ornaik tanah" Pada tanah sawah yang meruapakan lahan usahatani yang sangat dinamis sehingga agregat dan stukturnya sangat terganggu" Perkola#i Tana" Perkolasi adalah gerakaan air le*ih dalam didaerah Aona perakaran tanaman" 1asil pengukuran perkolasi dari masing'masing petak per+o*aan pada tanah sawah dengan sistem SRI terlihat *ahwa pada petak per+o*aan yang tidak ada parit mempunyai ke+enderungan Aki*atnya pori'pori tanah sangat sedikit sehingga perme*ilitas tanah tergolang sangat lam*at"

laju perkolasi le*ih tinggi dari petak lainnya" 1al ini diduga dise*a*kan oleh rekuensi kekeringan pada peta yang tidak dikasih parit le*ih sering sehingga ada ke+enderungan tanah meloloskan air le*ih dalam karena renkahan'rengkah yang sering terjadi pada pada =am*ar 2"
&a'% Permea(ilita) ( cm*'am)

musim kemarau" (ntuk melihat gam*aran ke+enderungan laju perkolasi ditunjukkan oleh

0.14 0.12 0.1 0.08 0.06 0.04 0.02 0 #ro #$1 #$2 #$3 Perlak%an Parit

=am*ar -" Laju permea*ilitas tanah sawah aki*at perlakuan jumlah parit dalam petakan

Keteraangan
Sro SR1 SR! SR" = = = = Tidak ada parit empunyai 1 parit empunyai ! parit empunyai " parit

Perkolasi (mm)

25 20 15 10 5 0 0 1 2 3 4 5 Pe rlak uan Parit

=am*ar 2" Perkolasi tanah sawah aki*at perlakuan jumlah parit dalam petakan Keterangan# 1 = tanpa parit$ ! = satu parit$ " = dua parit$ % = tiga parit

Ba"an Organik .andungan *ahan organik tanah pada masing'masing petak perlakuan dapat dilihat %a*el 1" Perlakuan SR, menunjukkan kandungan *ahan organik tanah yang le*ih tinggi di*andingkan dengan perlakuan lainnya" 1al ini dise*a*kan oleh perlakuan ini mempunyai kelem*a*an yang tinggi di*andingkan perlakuan lain sehingga laju penguraian *ahan organik oleh mikroorganisme agak le*ih lam*at di*andingkan dengan perlakuan lainnya" Artinya dengan memper'tahankan kelem*a*an tanah dari air yang *erada dalam maka

kehilangan *ahan organi+ dapat di+egah sehingga kekuatiran akan semakin porosnya lapis tanah di Aona tapak *ajak dapat di+egah" 1al ini juga sejalan dengan laju perkolasi yang diukur! dimana laju perkolasi pada perlakuan SR, (mempunyai tiga parit) mempunyai laju perkolasi yang le*ih lam*at dari perlakuan lainnya" Total Mikroorgani#me Tana" Analisis statistik menunjukkan *ahwa pem*uatan parit pada lahan sawah yang ditanami padi sistem SRI *elum menunjukkan peningkatan total mikroorganisme yang *elum nyata" 1al ini dise*a*kan oleh peru*ahan pola pengelolaan lahan yang *elum lama sehingga pengaruhnya terhadap peru*ahan si at tanah *elum kelihatan nyata" Akan tetapi untuk jangka panjang peru*ahan terhadap penanaman padi dengan sistem SRI diduga akan *erpengaruh nyata" 1al ini terlihat dari trend data pada %a*el #! dimana pada lahan tanpa parit +enderung jumlah mikroorganisme le*ih tinggi" %a*el 1" Rerata kandungan *ahan organi+ tanah Perlakuan SRo SR1 SR# SR, Rerata 6'Crganik %anah (?) #!33 a ,!10 * #!34 a ,!/4 *

%a*el #" %otal mikroorganisme tanah Perlakuan SRo SR1 SR# SR, Rerata total Bakteri %anah & 1'( spk g-1 ) ,!// #!,, #!44 #!,, Rerata $amur %anah & 1'( spk g-1 ) /!43 /!,, /!,, /!,,

Keteraangan Sro = Tidak ada parit SR1 = empunyai 1 parit SR! = empunyai ! parit SR" = empunyai " parit

Rendahnya kandungan mikroorganisme pada perlakuan petakan lahan yang di*ikin parit pengendali aliran permukaan adalah aki*at tanah le*ih lem*a* dan men+apai kondisi anaero*i+ sehingga menye*a*kan pertum*uhan mikroor'ganisme lam*at" Ale<ander! 1>33 mikroorganisme akan dominan pada tanah'tanah yang mempunyai aerasi *aik (aero*i+)" Un#ur N$ %e$ P&O'$ K an KTK Tana" )ari %a*el ," terlihat *ahwa kandungan nitrogen (@) pada tanah per+o*aan relati tidak terjadi peru*ahan" 1al ini dise*a*kan oleh waktu perlakuan pada tanah ini masih

dalam relati pendek yakni dalam satu kali musim tanam! pada proses peru*ah dalam tanah terse*ut memerlukan waktu yang panjang" Bila di*andingkan dengan kriteria kandungan nitrogen tanah (1ardjowigeno! 1>>2) maka kandungan @ tanah masih dalam inter7al rendah sampai sedang" %a*el ," Rerata si at kimia tanah sawah dengan perlakuan pem*uatan parit Pengendali aliran permukaan" Perlakuan SRo SR1 SR# SR, @ total (?) /!#2 /!,/ /!#3 /!#/ &e (ppm) 1,33 1,#, 3>3 0-4 Pengamatan P#C# (ppm) #/!## 2#!13 -#!,> ->!1, . (me51//g) /!/> /!10 /!/> /!0/ .%. (me51// g) #-!-3 #4!// #4!1, #3!/#

Sedangkan kandungan &e tanah terlihat *ahwa tanah pada petakan yang *erparit dua (SR#) dan tiga (SR,) +enderung kandungan &e yang terukur le*ih rendah daripada &e tanah pada petakan yang tidak *erparit (SRo) atau satu parit SR1)" Ini diduga aki*at kelem*a*an yang tinggi di petakan SR# dan SR, menekan mo*iltas dari &e" &os or (P)! kalium (.) dan .%. tanah yang dianalisis terlihat +enderung le*ih tinggi pada tanah petakan SR1! SR# dan SR," 1al diduga aki*at kelem*a*an tanah yang le*ih tinggi pada petakan ini sehingga P! . dan .%. tanahnya le*ih tinggi" Tanaman Jumlah Anakan Anakan yang dimati adalah jumlah anakan dalam satu rumpun tanaman padi" )ari %a*el - terlihat *ahwa jumlah anakan pada lahan yang menggunakan tiga parit nyata le*ih tinggi di*andingkan dengan petakan lahan tanpa parit atau jumlah parit yang le*ih sedikit" 1al ini diduga dise*a*kan oleh pengaruh kelem*a*an tanah yang le*ih tinggi dan sta*il pada musim panas sehingga pertum*uhan 7egetati tanaman tidak terganggu" anakan yang tertinggi yakni ,> *atang perrumpun tanaman" %a*el -" Rerata jumlah anakan tanaman pada masing'masing perlakuan Perlakuan SRo SR1 SR# SR, III 112 12 14 IB 1> #/ #2 #3 B ,#!, ,#!/ ,>!/ ,>!/ Minggu ke BI BII #0!, #/!3 ,/!, #2!, ,/!3 #2!/ ,/!3 #2!/ BIII 10!/ 1>!/ ##!3 ##!3 ID 12!, 1-!, 10!/ #/!/ D 12!/ 1-!, 10!/ #/!/ $umlah

Keteraangan Sro = Tidak ada parit SR1 = empunyai 1 parit

>

SR! = SR" =

empunyai ! parit empunyai " parit

1asil pengamatan juga terlihat sejalan dengan terjadi peningkatan jumlah anakan sampai minggu lima! namun minggu ke enam +enderung menurun atau ada se*agian anakan yang mati untuk semua perlakuan" Akhir tanaman yang *etul'*etul *er*uah se+ara rerata per rumpun tanaman sekitar 12 E #/ anakan" 1al ini diduga aki*at ada sema+am penyakit tanaman! yang mana anakan terse*ut satu persatu *erdaun kering dan mati" penelitian *aik itu lahan petani juga mengalami hal sama" penyemprotan dengan pestisida! namun tidak mempan" )ari perlakuan pem*uatan parit maka perlakuan SR, (petakan yang mempunyai tiga parit pengendali aliran permukaan) +enderung rumpun tanaman mempunyai anakan yang le*ih *anyak" )iduga ini ada pengaruh kesta*ilan kelem*a*an tanah aki*at pengaruh gerakan air se+ara lateral dari parit penampung air" 1al ini juga sejalan dengan apa yang ditemukan oleh penelitian IRR tahun 1>01! *ahwa disamping jarak tanam jarang! maka air tanah lem*a* anakan semakin *anyak dan tinggi sejalan dengan *erkurangnya kedalam air
$erata Tinggi Tanaman (cm)

)idaerah

.ita sudah melakukan

untuk semua 7arietas padi

120.0 100.0 80.0 60.0 40.0 20.0 0.0 #$o #$1 #$2 #$3 1 69.7 76.3 76.7 82.3 2 87.0 91.3 92.7 98.0 3 97.0 93.3 99.0 99.3 4 102.7 104.0 106.0 109.7 5 104.0 106.0 108.7 111.3 6 104.3 106.0 109.3 110.0

+ingg% ke

=am*ar 4" =ra ik tinggi tanaman selama enam minggu pengamatan

Tinggi Tanaman %inggi tanaman dari 4 enam minggu penngamatan menunjukan *ahwa tinggi tanaman pada lahan yang di*eri parit le*ih *anyak +enderung tanaman li*ih tinggi dari pada yang tidak pakai parit pengendali aliran permukaan (=am*ar 4)" 1al ini diduga karena lahan yang mempunyai parit le*ih lem*a* daripada yang tidak sehingga pertum*uhan dan permkangan tanaman tidak terganggu" )ari =am*ar 4 juga terlihat *ahwa perlakuan SR, yang mempunyai tigga parit +enderung dari pengamatan pertama sampai enam minggu mempunyai tinggi yang le*ih dari perlakuan lainnya" Pada perlakuan SR, ini mampu menampung 7olume aliran permukaan le*ih *esar daripada perlakuan lain" $adi kondisi ini

1/

yang menye*a*kan pertum*uhan dan perm*angan akar yang le*ih *aik sehingga suplai hara dari dalam tanah ke *atang tanaman padi le*ih sta*il sepanjang masa pertum*uhan 7egetati " Bobot Jerami Bo*ot jerami padi pada perlakuan SR# dan SR, +enderu*g le*ih tinggi dari perlakuan lainnya (=am*ar 3)" 1al ini dikarenakan oleh kondisi tanah yang kelem*a*nya le*ih sat*il aki*at daya tampung dari parit yang le*ih *anyak pada SR, dan SR#" Sta*ilitas kelem*a*an akan le*ih *aik dalam jangga panjang terutama pada periode pertum*uhan tanaman mem*eri pengaruh pada *o*ot tanaman" Pada tanah kondisinya tidak *aik aki*at adanya rengkahan'rengkahan pada musim kering menye*a*kan pertum*uhan stagnasi! sehingga *o*ot *iomasa tanaman juga rendah" Bobot Gabah Panen per petak (Kg) Bo*ot ga*ah setelah panen ditim*ang perpetak per+o*aan! maka terlihat *ahwa petak per+o*aan yang mempunyai parit le*ih *anyak SR# dan SR, *o*ot ga*ahnya le*ih *erat dari perlakuan lainnya (=am*ar 0)" 1asil ga*ah pada SR# dan SR, adalah se*esar 12 kg perpetak atau setara dengan 3!4, ton5ha" Sedangkan pada perlakuan Sro dan SR1 1/!#, dan 11!,0 kg per petak (2!11 dan 2!4> ton5ha)" Perlakuan SR# dan SR, mempunyai dua dan tiga parit penampung aliran permukaan! sehingga jumlah air yang ditampung le*ih *esar dan mampu menjaga sta*ilitas kelem*a*an tanah *agi media tum*uh tanaman" Menurut (pho et al" (#//#) SRI dapat meningkatkan kualitas tanah dan prokdukti7itas yang lama melalui kom*inasi praktek pengelolaan tanaman! air dan hara yang mem*erikan sum*angan pada ukuran! dinamika dan kergaman komunitas mikro*ia tanah

0,9 Bobot Jerami 5 rumpun/kg 0,8 0,7 0,6 0,5 0,4 0,3 0,2 0,1 0 #ro #$1 #$2 #$3 Perlakuan Parit

=am*ar 3" =ra ik *o*ot jerami padi ha*is panen! setelah ga*ah dirontokan

11

-o(ot .a(ah perpetak (kg)

20.00 15.00 10.00 5.00 0.00 #$o #$1 #$2 #$3 Perlak%an Parit

=am*ar 0" =ra ik *erat ga*ah ha*is panen" Keteraangan Sro = Tidak ada parit SR1 = empunyai 1 parit SR! = empunyai ! parit SR" = empunyai " parit

KESIMPULAN Kesimpulan. 1" Pem*uatan parit pengendalian aliran permukaan pada tanah sawah yang ditanami dengan sistem SRI *elum mempengaruhi peru*ahan si at tanah" #" Pem*uatan parit pengendali aliran permukaan dapat menahan air aliran permukaan didalam petakan lahan! dan le*ih *anyak jumlah parit maka 7olume air yang tahan semakin *anyak" ," $umlah tiga parit pada petakan dapat mempertahankan kelem*a*an tanah yang le*ih tinggi dari jumlah parit dua atau satu parit saja" -" Pem*uatan parit pengendali aliran permukaan pada lahan tanaman padi dapat menahan laju kehilangan *ahan organik tanah! aki*at terham*atnya akti7itas mikroorganisme tanah" 2" Pem*uatan parit pengendali aliran permukaan juga menekan mo*ilitas *esi (&e) dan meningkatkan ketersediaan P! . dan menaik .%. tanah" 4" Lahan sawah yang di*uat tiga dan dua parit persatuan luas (#/ m#) mempunyai hasil yang le*ih tinggi dari lahan mempunyai satu dan tanpa parit" DA%TAR PUSTAKA Bustomi! F" #///" Prinsip dasar analisis ke*utuhan air dan ketersediaan air irigasi" .ursus singkat Pengelolaan sistem sum*erdaya air dalam ottonomi daerah" Gokyakarta

1#

Bermanakusumah! R" 1>>2" Peningkatan e isiensi di sawah serta +ara pemasyarakatannya" Pusat dinamika pem*angunan" (@PA) .asim! M" dan RoAen! @" #//4" %eknik dan penerapam SRI &the Systen of rice intensification) untuk meningkatkan hasil padi" Makalah seminar ilmiah dalam rangka )ies @atalis &akultas Pertanian (ni7ersitas Andalas" Pusat Penelitian dan Pengem*angan %anah dan Agroklimat" #//2" Multi ungsi pertanian dan ketahanan pangan" Prosiding seminar nasional" Bogor" Badan Penelitian dan Pengem*angan Pertanian" )eptan" (pho ! @" #///" %he Sistem o Ri+e Intensi i+ation (SRI) and rele7an or ood se+urity and natural resour+e management in Southeast Asia at 6hiang Mai %hailand" .asim" M" #//-" Per+o*aan plot tentang penerapan SRI dan +ara tradisional" &akultas Pertanian! (ni7ersitas Andalas! Padang" )epartemen Pertanian! #//," Pedoman umum Pengem*angan sistem dan usaha agri*isnis tanaman serealia" )irektorat Serealia! $akarta" =uerra! L"! S" Bhuiyan! P" %uong and R" Barker" 1>>0" Produ+ing more ri+e with less water rom irrigated sistems" International water management Institute" 6olom*o Srilangka" =omeA! ."A" And A"A" =omeA" 1>>2" Prosedur statistik untuk penelitian pertanian" %erjemahan oleh Hndang Syamsudin dan $"S" Baharsyah" (I Press" $akarta" 1andoko dan H" Pasandaran" 1>>2" Pengelolaan air *erdasarkan pendekatan pola tanam dan analisis data iklim untuk menge isienkan irigasi" Pusat dinamika pem*angunan" (@PA)" 1illel! )" 1>0/" &adumental o Soil Physsi+s" A+ademi+ Press In+" @ew Gork"

1,