You are on page 1of 4

1.

Kesuburan Perairan
Air merupakan salah satu media yang secara langsung dapat mempengaruhi
kelangsungan hidup organisme akuatik yaitu ikan, misalnya terhadap kondisi fisika dan
kimianya.
Hardjamulia (1978) menyatakan Salah satu faktor penting dalammelakukan kegiatan
budidaya adalah air. Kualitas air yang baik akan memacu pertumbuhan ikan yang baik, seperti
rendahnya pertumbuhan bakteri patogen,rendahnya bahan buangan beracun dan limbah yang
mencemari lingkungan.Sedangkan jika kualitas air yang buruk akan menyebabkan pertumbuhan
dan keadaan ikan yang lambat. Hal ini menjadikan kualitas air menjadi salah satu indikator
dalam baik buruknya pertumbuhan ikan. Bagi biota air, terutama ikan, air berfungsi sebagai
media internal maupun eksternal. Sebagai media internal air berfungsi sebagai bahan baku untuk
reaksi didalam tubuh, pengangkut bahan makanan ke seluruh tubuh, pengangkut sisa
metabolisme untuk dikeluarkan dari dalam tubuh dan pengatur atau penyanggahsuhu tubuh.
Sementara sebagai media eksternal, air berfungsi sebagai habitatnya. Oleh karena itu peran air
sangat penting atau esensial dalam kehidupan biota air.
Maka kualitas dan kuantitasnya pun harus dijaga sesuai dengan kebutuhan ikan. Sebagai
makhluk hidup lainnya, ikan membutuhkan lingkungan yang nyaman agar dapat hidup sehat.
Lingkungan hidup ikan adalah air. Bila lingkungan tersebut tidak memenuhi syarat dan tidak
cocok, ikan dapat mengalami stres yang akhirnya akan memperpendek hidupnya. Dari
pemaparan tersebut dapat diketahui kesuburan perairan selaras dengan kualitas perairan. Jika
kualitas perairan itu baik maka kesuburan perairan akan tinggi hal ini berdampak pada pemacu
pertumbuhan ikan yang baik, seperti rendahnya pertumbuhan bakteri patogen,rendahnya bahan
buangan beracun dan limbah yang mencemari lingkungan.Sedangkan jika kesuburan kurang
menyebabkan pertumbuhan dan keadaan ikan yang lambat, sehingga kebutuhan akan gizi/nutrisi
secara eksternal sengat tinggi.
2. Suhu
Suhu adalah ukuran energi gerakan molekul, pada daerah samudra suhu sangat bervariasi
sesuai dengan garis lintang dan juga vertical secara kedalaman. Suhu merupakan salah satu
faktor yang oeting dalam mengatur proses kehidupan dan penyebaran organisme. Pengaruh suhu
terhadap ikan menurut ( Levastu dan Hela (1970)) adalah pengaruh suhu pada ikan adalah dalam
proses metabolism, seperti pertumbuhan dan pengambilan makanan, aktivitas tubuh, seperti
kecepatan renang serta dalam ragsangan syaraf.
Dampak suhu pada ikan adalah :
1. Suhu dapat mempengaruhi aktivitas makan ikan akibat peningkatan atau penurunan suhu
2. Peningkatan aktivitas metabolism ikan
3. Penurunan gas (Oksigen) terlarut
4. Efek pada reproduksi ikan
5. Suhu ekstrim dapat menyebabkan kematian ikan
Dari dampak suhu pada ikan dapat ditarik suatu kesimpulan terhadap pengaruh
kebutuhan gizi, kebutuhan gizi dipengaruhi oleh suhu, disebabkan karena suhu itu
mempunyai dampak terhadap keberlanjutan hidup ikan, karena setiap jenis ikan
kandungan gizi nya berbeda beda dan dapat dilihat dari karakteristik suhu.

3. Kolam
Gambaran lain tentang pentingnya kolam ikan terhadap keberhasilan usaha budiaya di
sektor perikanan adalah penentuan bentuk kolam ikan. Secara umum, ikan air tawar dan air
payau akan memiliki tingkat pertumbuhan lebih cepat jika dibudidayakan di kolam yang
bentuknya bulat atau segi empat sama sisi dimana dalam kolam dengan bentuk seperti itu
tingkat perputaran air kolam lebih tinggi sehingga debit oksigen terlarut dalam kolam juga
lebih tinggi. Kelangsungan hidup ikan juga akan lebih tinggi jika dibudidayakan di kolam
yang intensitas perawatannya lebih baik. Karena setiap jenis kolam berbeda karakteristiknya,
sebagai contoh, kolam tanah lebih baik kesuburannya dari pada kolam terpal.
Dari hal ini dapat diketahui bahwa faktor kebutuhan gizi atau nutrsi dipengaruhi oleh
jenis kolam, konstruksi kolam dan perawatan kolam secara berkala jika tidak dilakukan
dengan baik maka tingkat pertumbuhan akan lambat walaupun pemberian pakan sangat
banyak, hal ini dikarenakan kolam tersebut tercemar bahan pencemar yang menyebabkan
kebutuhan nutrisi berlebih ( eutro ) yang menyebabkan racun bagi organisme kolam tersebut.
Dapat disimpulkan bahwa jenis kolam mempengaruhi jumlah kebutuhan nutris atau gizi pada
suatu species ikan yang disebabkan karena jika salah dalam pemilihan jenis kolam beserta
konstruksinya akan menyebabkan rendahnya tingkat pertumbuhan, sebagai contoh :
1. Kolam berukuran kecil membutuhkan nutrisi lebih sedikit dibandingkan dengan
kolam besar karena jumlah pada tebar atau kapasitas dari kolam yang digunakan
dalam pembudidayaan.
2. Kolam tanah membutuhkan nutrsi lebih sedikit dibandingkan dengan kolam terpal,
dengan ukuran kolam yang sama, hal ini terjadi karena perbedaan substrat dasar dari
kedul jenis kolam yang digunakan untuk membudidaya suatu species ikan



















Daftar Pustaka
Nutrisi dan Pakan Ikan. http://www.tanijogonegoro.com/2013/06/pakan-ikan.html,
Diakses tanggal 20 April 2014
Zonneveld. N., E. A. Huisma dan J. H. Boon. 1991. Prinsip-Prinsip Budidaya Ikan. PTGramedia
Pustaka Utama, Jakarta.