You are on page 1of 2

Aku tlah jatuh Cinta

Aku ingin menuliskan ini sejak pertama kali aku bertemu dengannya. Ada perasaan
yang berbeda meski saat itu baru saja mendengar namanya. Namanya begitu indah. Bahkan
ketika ia dibicarakan oleh banyak orang. Aku semakin mencari tahu siapa dirinya. Tentang
dirinya. Semua tentang dirinya. Mereka membicarakan tentang dirinya, dirinya yang ramah.
dirinya yang berani. Dan yang lebih dari itu. Hati ini terus terusik menari mendengar mereka
membicarakannya. Telinga ini tak sabar mendengar yang konon ia piawai berwacana. Aku
semakin tak tenang hanya mendengar saja.
Lambat laun aku mulai mencari tahu siapa dirinya. Mencarinya. Tak ayal semua cara
aku lakukan untuk bisa mengenalnya. Yang tak terlewatkan adalah layanan dunia maya yang
begitu cerdas menghadirkan sosok dirinya. Hanya cukup aku menuliskan identitasnya berupa
nama pendeknya, yang begitu indah bagi ku. Aku dapat menemukan bagaimana keseharian
dirinya. Bagaimana sifatnya. Dan yang terpenting adalah aku semakin leluasa
memandangnya. Karena disana aku dapat menemukan wajahnya yang sangat kuat
menghipnotis pikiranku untuk memikirkan dirinya.
Lebih dari itu. Aku mulai memberanikan diri untuk bertemu dengan nya. Tibalah
saatnya takdir mempertemukan antara aku dengan dirinya. Meskipun disana tidak hanya aku
dan dirinya, aku dapat merasakan getaran-getaran itu. Nada-nada indah mengalir indah dalam
notasi hati ini. Meskipun pertemuan itu hanya hitungan hari, namun aku yakin itu bukan
pertemuan singkat dan akan berakhir. Namun, aku yakin itu adalah pertemuan pertama yang
mengawali aku bisa mengenal lebih dalam tentang dirinya. Karena aku tidak akan pernah
melewati kesempatan itu. Aku sangat menikmati hari-hari aku bertemu dengan nya. Hingga
tidur ku tak pernah tenang hanya untuk memejamkan mata. Begitu pula makanan yang aku
telan begitu manis sejak bersama dengan nya. Dirinya tak pernah letih menggetarkan nada-
nada ini. Aku semakin terhanyut dalam pertemuan singkat itu.
Akhirnya hari-hari bersamanya berakhir. Namun, segera ku sadari itu. Dengan malu-
malu aku berniat memberanikan diri menanyakan dimana alamat nya. Dan yang paling
mengejutkan ku adalah ia tak segan-segan memberikan dimana dirinya tinggal. Bahkan ia
mengajakku untuk singgah ke rumahnya, sebelum aku mengungkapkan bahwa kau ingin
bertemu dengannya lagi. Tak hanya tersanjung, bahkan aku yakin dirinya lah yang menjerat
diriku.
Setelah aku mengunjungi rumahnya, bahkan aku yakin aku semakin sering
berkomunikasi dengan nya. Aku pun sangat yakin bahwa aku semakin mengenalnya. Bahkan
sangat dalam. Lebih dalam dari yang aku perkirakan sebelumnya. Semakin aku mengenalnya
semakin tak bisa aku melupakannya.
Lalu, apakah nama perasaan iini?. Apakah ini yang disebut cinta?. Rasa yang semua
orang pasti merasakannya. Belum pernah aku merasakan ini. Ternyata indah nada-nadanya
berdenting dalam hatiku. Mata ku terus berbinar ketika melihatnya. Dan fikiran ku terkuras
untuk nya. Bunga ini terus bermekarn ketika aku mengingatnya. Yah aku jatuh cinta.

Walaupun umurnya jauh dengan umurku, namun aku tak peduli. Aku tetap
mencintainya. Aku berjanji aku akan mencintainya, dengan cinta yang halal. Aku berjanji aku
tak akan melebihi cintaku untuk Allah, tuhan Sang Maha Pencipta. Karena aku yakin, dirinya
akan membawa aku pada ketaatan ku pada-Nya. Aku yakin, darinya lah yang akan
melahirkan kader-kader pemimpin demi nantinya kami mewujudkan bangsa dan negara ini
yang penuh dengan syariat agama kami. Agar nantinya aku dapat membina keislaman,
keimanan, dan ketakwaan. Karena hari-harinya selalu dihiasi dengan tilawah, dzikir, saling
menasihati sdalam kebenaran dan kesabaran. Aku tahu dirinya slalu menawarkan solusi
islam. Tak ayal tradisinya adalah melakukan perbaikan-perbaikan. Wataknya yang aku
kagumi adalah cara nya menjaga persaudaraan. Bahkan musuhnya adalah kebatilan yang ada.
Hingga tak bisa dipungkiri lagi ketika strateginya adalah watak perjuanganya.
Sisi yang paling aku sukai dari dirinya adalah ia tak pernah letih menyuarakan bahwa
aku, kamu dan mereka untuk taat kepada-Nya. dia pintar. dia merakyat. dia sukarelawan. dia
juga pemimpin yang egaliter. Aku semakin mencintainya, ketika aku tahu ia adalah sosok
yang berfikir fdan berkehendak merdeka. Ia selalu bertindak atas dasar pemahaman. Bahkan
ia adalah orang pemberani. Kepada siapapun. Kecualai kepada Rabb nya. Tuhan yang tak
pernah henti mencintainya. Ia tangguh, karena ia adalah petarung sejati, hanya atas nama al-
Haq ia bertempur.
Ia adalah penghitung resiko yang cermat, bahkan ia tak akan pernah takut untu
mengambil resiko. Karena cita-cita tertingginya adalah syahid dijalan-Nya. Karena ia
merindukan syurga sebagai tempat singgahnya dan semua hamba-hamba-Nya. Ia bukanlah
pribadi yang suka berleha-leha, minimalis dan loyo. Ia pun senantiasa bertebaran dalam
kehidupan ini. Analisisnya yang tajam, terampil dalam dialognya, tinggi kepercayaan dirinya,
dan semangatnya selalu berkobar.
Aku mencintainya!!.
Aku mencintainya karena ia tak pernah henti hentinya mengajariku untuk selalu
mencintai Sang Maha Cinta. Biarkan nada ini terus menghiasi hidupku, hingga aku kembali
pada-Nya. Dan bersamanya bertemu dengan-Nya.
Nama cinta ku adalah KAMMI.