You are on page 1of 19

TUGAS PLUMBING

(ARTIKEL MENGENAI PLUMBING)





DISUSUN OLEH :

Nama : Nurlaila Mahmud
NIM : 10313891
Kelas : Ganjil

SEKOLAH TINGGI TEKNIK LINGKUNGAN
YAYASAN LINGKUNGAN HIDUP
YOGYAKARTA
2012
I. Sistem Plumbing dalam Artikel Pembangunan

Sistem plumbing adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari bangunan gedung, oleh
karena itu perencanaan sistem plambing haruslah dilakukan bersamaan dan sesuai dengan
tahapan-tahapan perencanaan gedung itu sendiri, dalam rangka penyediaan air bersih baik dari
kualitas dan kuantitas serta kontinuitas maupun penyaluran air bekas pakai atau air kotor dari
peralatan saniter ke tempat yang ditentukan agar tidak mencemari bagian-bagian lain dalam
gedung atau lingkungan sekitarnya.
Setiap usaha dan atau kegiatan pada dasarnya menimbulkan dampak terhadap lingkungan
hidup yang perlu dianalisis sejak awal perencanaannya, sehingga langkah pengendalian dampak
negatif dan pengembangan dampak positif dapat dipersiapkan sedini mungkin. Dan berdasarkan
hal tersebut telah ditetapkan peraturan pemerintah tentang Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan Hidup (AMDAL). Plambing adalah seni dan teknologi pemipaan dan peralatan untuk
menyediakan air bersih, baik dalam hal kualitas, kuantitas dan kontinuitas yang memenuhi syarat
dan pembuang air bekas atau air kotor dari tempat-tempat tertentu tanpa mencemari bagian
penting lainnya untuk mencapai kondisi higienis dan kenyamanan yang diinginkan.
Perencanaan sistem plambing dalam suatu gedung, guna memenuhi kebutuhan air bersih
sesuai jumlah penghuni dan penyaluran air kotor secara efesien dan efektif (drainase), sehingga
tidak terjadi kerancuan dan pencemaran yang senantiasa terjadi ketika saluran mengalami
gangguan.
Drainase berasal dari bahasa Inggris drainage yang mempunyai arti mengalirkan,
menguras, membuang, atau mengalihkan air. Secara umum, sistem drainase dapat didefinisikan
sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan atau membuang
kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal.
Sistem drainase terdiri dari saluran penerima (interceptor drain), saluran pengumpul (collector
drain), saluran pembawa (conveyor drain), saluran induk (main drain) dan bagian penerima air
(receiving waters). Di sepanjang sistem sering dijumpai bagian lainnya seperti gorong-gorong,
siphon, jembatan air (aquaduct), pelimpah, pintu-pintu air, bangunan terjun, kolam tando, dan
stasiun pompa.
Fungsi utama peralatan plumbing gedung adalah menyediakan air bersih dan atau air
panas ke tempat-tempat tertentu dengan tekanan cukup, menyediakan air sebagai proteksi
kebakaran dan menyalurkan air kotor dari tempat-tempat tertentu tanpa mencemari lingkungan
sekitarnya.

Sistem Instalasi Plumbing
Sistem instalasi plumbing pada gedung-gedung umumnya terbagi atas tiga bagian utama
yang harus dipahami dan dirawat untuk mencapai tingkat kenyamanan penghuni :
1. Instalasi Plumbing Sistem Air Bersih.
2. Instalasi Plumbing Sistem Air Kotor Dan Air Bekas.
3. Instalasi Plumbing Sistem Venting.

Instalasi Plumbing Sistem Air Bersih.
Sumber air bersih diambil dari PDAM dimasukan ke dalam bak penampung air bersih
(Clear Water Tank) atau Ground Water Tank (GWT), sedangkan sumber air yang berasal dari
tanah atau sumur dalam (deep well) dimasukan kedalam penampung air baku (raw water tank).
Air dari Deep Well ini masuk ke tangki penampungan yang berfungsi juga sebagai tangki
pengendap lumpur atau pasir yang terbawa dari sumur. Air yang berada di raw water tank diolah
(treatment) di instalasi Water Treatment Plant dan selanjutnya dialirkan ke clear water tank atau
ground water tank, selanjutnya dialirkan ke tangki air atap (roof tank) dengan menggunakan
pompa transfer.
Distribusi air bersih pada dua lantai teratas untuk mendapatkan tekanan cukup
umummnya menggunakan pompa pendorong (booster pump), sedangkan untuk lantai-lantai
dibawahnya dialirkan secara gravitasi.
Pada umumnya persediaan air bersih diperhitungkan untuk cadangan satu hari pemakaian
air. Dan kualitas air disesuaikan dg peraturan, UU dan standar yg berlaku di wilayah yang
bersangkutan. Untuk Indonesia: SNI No. 01-0220-1987 tentang air minum yang boleh dialirkan
ke alat plumbing, No.907/PERMENKES/VII/2002 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum,
Kep-02/Men KLH/I/1998 tentang Baku Mutu Perairan Darat, Laut dan Udara, dan sistem
plumbing standart nasional indonesia, SNI 03 6481 2000 Sistem Plumbing.
Sistem Penyediaan Air Bersih terbagi menjadi empat sistem:
Sistem Sambung Langsung
Sistem Tangki Atas
Sistem Tangki Tekan
o Sistem Hydrocel
o Sistem Diaphragma
Sistem Tanpa Tangki
o Sistem kecepatan putaran pompa konstan
o Sistem kecepatan putaran pompa variable

PERALATAN UTAMA & FUNGSI
Pompa Transfer, berfungsi untuk memompa air bersih dari ground water tank ke roof tank
melalui pipa transfer. Beberapa jenis pompa transfer yang sering dipakai, antara lain :
o End Suction Pump
o Horizontal Split Case Pump
o Multi Stage Pump
o Centrifugal Pump
Pressure Tank, berfungsi untuk meringankan kerja pompa dari keadaan start-stop yang terlalu
sering. Beberapa jenis pressure tank yang sering dipakai, antara lain :
o Diaphragma Pressure Tank
o Non Diaphragma Pressure Tank atau Well Pressure Tank
Peralatan pengaturan dan ukur, meliputi :
o Check Valve, penahan aliran balik air didalam instalasi pipa.
o Gate Valve, pengatur buka-tutup aliran air didalam pipa.
o Ball Valve, pengatur jumlah aliran air didalam pipa.
o Butterfly Valve, pengatur buka-tutup aliran air di dalam pipa.
o Floating Valve, klep pengatur buka-tutup aliran air ke tanki.
o Foot Valve, penahan air balik di bawah pipa isap.
o Strainer, berfungsi sebagai filter air.
o Flexible Joint, penahan getaran dan gerakan.
o Pressure Gauge, pengukur tekanan.
o Pressure Switch, alat kontak hubung-putus akibat tekanan.
o Flow Switch, alat kontak hubung-putus akibat aliran.
o Water Meter, pengukur debit air.


1. Sistem Sambung Langsung
Dalam sistem ini pipa distribusi dalam gedung disambung langsung dengan pipa utama
penyediaan air bersih (PDAM). Karena terbatasnya tekanan dalam pipa utama dan dibatasi
ukuran pipa cabang dari pipa utama tersebut, maka sistem ini terutama dapat diterapkan
untuk perumahan dan gedung skala kecil dan rendah.
2. Sistem Tangki Atas
Apabila sistem sambungan langsung oleh berbagai alasan tidak dapat diterapkan, sebagai
gantinya banyak sekali digunakan sistem tangki atap. Sistem ini, air ditampung lebih dahulu
dalam tangki bawah atau dipasang pada lantai terendah, kemudian dipompakan ke tangki atas
yang biasanya dipasang di atas atap atau di atas lantai tertinggi bangunan. Dari tangki ini air
didistribusikan ke seluruh lantai bangunan.
Sistem tangki atap ini seringkali digunakan dengan pertimbangan :
1. Selama air digunakan tidak terjadi perubahan tekanan yang berarti pada alat plumbing.
Perubahan tekanan hanya terjadi karena akibat perubahan level air di dalam tangki
atap sehingga harus diupayakan agar level air tetap konstan.
2. Pada sistem penyedia air tangki atas bekerja secara otomatis karena pada umumnya
dilengkapi swith automatik sehingga kecil kemungkinan timbulnya kesulitan akibat
penurunan tajam pada permukaan level air.
3. Perawatan tangki atas relatif lebih sederhana dibandingkan dengan sistem tangki
tekan.
4. Perlu pompa cadangan untuk bangunan yang besar dan tinggi.
Karena, tuntutan alat-alat plumbing, agar dapat bekerja dengan baik maka peletakan
tangki atap menjadi penting. Sebagai contoh katub glontor (flush valve) dapat bekerja dengan
baik jika tekanan air pada alat plumbing sebesar 1,00 kg/cm2 atau tinggi tangki atap lebih
besar atau sama dengan 10 meter.
Jika peletakan tangki tidak memungkinkan sehingga tekanan tidak dapat tercapai maka
perlu dipertimbangkan pemasangan pipa sambung langsung ke alat saniter atau alat plumbing
(fixture) atau dengan memasang pompa pendorong (booster pump) agar kerugian tekanan
berkurang. Memilih alat plambing yang tidak terlalu tinggi tuntutan tekanan kerjanya, misal
kloset dengan katup glontor dengan tekanan kerja 0,6 kg/cm2 atau tinggi tangki 6,00 meter.
Sistem Tangki Tekan
Prinsip kerja dari sistem tangki tekan (hidrosfor) adalah sebagai berikut, air yang telah
ditampung di dalam tangki bawah dipompa ke dalam tangki tertutup yang mengakibatkan
udara didalamnya terkompresi sehingga tersedia air dengan tekanan awal yang cukup untuk
didistribusikan ke peralatan plumbing di seluruh bangunan yang direncanakan. Pompa
bekerja secara otomatis diatur oleh detektor tekanan, yang membuka dan menutup saklar
penghasut motor listrik penggerak pompa. Pompa akan berhenti bekerja jika tekanan tangki
telah mencapai batas maksimum yang ditetapkan dan mulai bekerja jika batas minimum
tekanan yang ditetapkan telah dicapai.
Daerah fluktuasi tekan tergantung pada tinggi bangunan, misalkan untuk bangunan 2 3
lantai tekanan air harus mencapai 1 1,5 kg/cm
2
atau 0.981 1,471 bar atau 10 11.5 mka
(muka kolom air). Kelebihan-kelebihan sistem tangki tekan adalah lebih menguntungkan dari
segi estetika karena tidak terlalu menyolok dibandingkan dengan tangki atap, mudah
perawatannya karena dapat dipasang dalam ruang mesin bersama pompa-pompa lainnya dan
harga awal lebih rendah dibandingkan dengan tangki yang harus dipasang di atas menara.
Disamping itu diperlukan juga kompressor dan keduanya dioperasikan secara automatis.
Selain itu yang perlu diperhatikan adalah kekurangannya, diantaranya : daerah fluktuasi
tekanan sebesar 1,0 kg/cm2 sangat besar dibandingkan dengan sistem tangki atap yang
hampir tidak ada fluktuasinya, dengan berkurangnya udara dalam tangki tekan, maka setiap
beberapa hari sekali harus ditambahkan udara dengan kompresor atau dengan menguras
seluruh air dari dalam tangki tekan.
Rancangan volume udara dalam tangki umumnya sebesar 30% dari volume tangki dan
sisanya berisi air. Seiring dengan berkurangnya udara maka kompressor menjadi kebutuhan
mutlak harus dipasang.
Variasi sistem tangki tekan adalah sebagai berikut:
1. Sistem Hydrocel: Sistem tangki tekan hydrocel untuk tangki tekan menggunakan
tabung bahan karet khusus yang dapat mengembang dan menyusut sesuai dengan
tekanan tangki. Penambahan udara pada tangki tekan karet ini perlu karena tidak
kontak langsung. Sistem ini mempunyai kekurangan yaitu air dalam tangki sedikit.
2. Sistem Tangki Tekan dengan Diapragma: Sistem tangki tekan dengan diafram
ini, untuk tangki tekan menggunakan tabung bahan karet khusus sebagai pemisah
air dengan udara.tekanan tangki. Penambahan udara pada tangki tekan karet ini
perlu karena tidak kontak langsung. Sistem ini mempunyai kelebihan yaitu
sebagai penyimpan air dan peredam pukulan. Namun dalam hal ini tidak dapat
difungsikan secara bersama-sama.
Sistem tangki tekan dapat dianggap lebih berfungsi sebagai suatu sistem pengaturan
tekanan dibandingkan dengan fungsinya sebagai penyimpan air, karena bukan sebagai sistem
penyimpan air seperti tangki atap dan karena jumlah volume air yang efektif tersimpan dalam
tangki tekan relatif sedikit, mengakibatkan pompa akan sering bekerja dan menyebabkan
pompa lebih berat kerjanya.
Sistem Tanpa Tangki
Sistem ini sebenarnya tidak direkomendasi oleh berbagai pihak, Sistem ini tidak
menggunakan tangki apapun, baik tangki bawah, tangki tekan ataupun tangki atap. Air
dipompakan langsung ke sistem distribusi bangunan dan pompa menghisap langsung dari
pipa utama. Ciri-ciri sistem tanpa tangki adalah mengurangi kemungkinan pencemaran air
minum karena menghilangkan tangki bawah maupun tangki atas, mengurangi kemungkinan
terjadinya karat karena kontak air dengan udara relatif singkat, kalau cara ini diterapkan pada
bangunan pencakar langit akan mengurangi beban struktur bangunan, untuk kompleks
perumahan perumahan dapat menggantikan menara air, penyediaan air sepenuhnya
bergantung pada sumber daya, pemakaian daya besar dibandingkan dengan tangki atap dan
harga awal tinggi karena harga sistem pengaturannya.Sistem ini terdapat dua sistem dikaitkan
dengan kecepatan pompa, yaitu :
1. Sistem kecepatan putaran pompa konstan, Pompa utama selalu bekerja
sedangkan pompa lain akan bekerja secara otomatik yang diatur oleh tekanan.
2. Sistem kecepatan putaran pompa variabel, Sistem ini untuk mengubah
kecepatan atau laju aliran diatur dengan mengubah kecepatan putaran pompa
secara otomatik. Sistem kecepatan putaran pompa variabel mempunyai
keuntungan/ kerugiannya antara lain :
1. Mengurangi tingkat pencemaran air karena tidak menggunakan tangki,
2. Mengurangi terjadinya karat karena tidak kontak udara langsung,
3. Beban struktur semakin ringan karena tidak ada tangki atas,
4. Biaya pemakaian daya listrik besar,
5. Penyediaan air bersih tergantung pada sumberdayanya,
6. Investasi awal besar.

Instalasi Plumbing Sistem Air Kotor Dan Air Bekas.
Untuk limbah air kotor yang berasal dari toilet dan bangunan-bangunan penunjang masuk
langsung ke septic tank yang dibuat berdekatan dengan bangunan tersebut, dan masuk ke dalam
tangki resapan serta over flow diarahkan ke saluran terdekat.
Instalasi Plumbing Sistem Venting.
Sistem venting merupakan sistem instalasi plumbing yang dapat mengeluarkan udara
yang terjebak di dalam instalasi pipa air buangan guna menghindari efek siphone.

Sumber : http://jonpurba.wordpress.com


II. PERENCANAAN PLUMBING

A. Hal Umum Sistem Instalasi Plumbing
1. Sistem Air Bersih
Sumber Air bersih diambil dari sumber air tanah berupa sumur dalam (deep well). Air
dari Deep Well ini masuk ke tangki penampungan yang berfungsi juga sebagai tangki pengendap
lumpur/pasir yang terbawa dari sumur. Air dari roof tank di alirkan ke seluruh instalasi bangunan
dengan cara grafitasi.

2. Sistem Air Kotor dan Air Bekas
Untuk limbah air kotor yang berasal dari toilet dan bangunan-bangunan penunjang masuk
langsung ke septic tank yang dibuat berdekatan dengan bangunan tersebut, dan masuk ke dalam
tangki resapan serta over flow diarahkan ke saluran terdekat.

3. Spesifikasi Teknis dan Produk
a. SUMUR BOR, sebagai sumber air yang akan digunakan dibuat dengan total kedalaman
pemboran min 30 meter atau ada penambahan kedalaman dengan menyesuaikan dengan kondisi
permukaan air. Konstruksi sumur menggunakan pipa PVC AW wavin. Seluruh pelaksanaan
teknis pembuatan sumur dalam ini harus sepenuhnya mengikuti rekomendasi dan petunjuk teknis
dari instansi terkait yaitu Dinas Pertambangan Setempat dan Direktorat Geologi Tata
Lingkungan, termasuk aturan peletakan screen, ukuran konstruksi sumur yang diijinkan, dan
penentuan kapasitas pompa. Untuk menentukan lokasi titik sumur kontraktor harus melakukan
test geolistrik.

b. Pipa-pipa yang digunakan untuk instalasi plumbing ini adalah sebagai berikut :

Instalasi Air bersih untuk keperluan Domestic water (MCK) menggunakan pipa Galvanis
GIP kelas Medium, sesuai dengan standar SNI/SII (Medium A).
Instalasi Air Bersih untukProduksi Air Minum Dalam Kemasan menggunakan Pipa PVC
RUCHIKA AW Class.
Instalasi Air Kotor menggunakan Pipa PVC AW Class dengan kualitas yang baik,
rekomendasi material pipa PVC yang boleh digunakan adalah : RUCHIKA, atau
WAVIN.

c. Fitting-fitting yang digunakan untuk pemipaan harus sesuai dengan standar pipa yang digunakan.
d. Sambungan pipa air bersih dari bahan GIP, menggunakan system screw/ulir, dan setiap
sambungan ulir harus diberi lem epoxi kecuali pada penyambungan ke peralatan plumbing
seperti kran/valve menggunakan seal tape.
e. Sambungan pipa PVC menggunakan lem PVC dengan kualitas yang baik atau sesuai dengan
rekomendasi pabrik pembuat pipa PVC.
f. Kontraktor harus sudah memperhitungkan adanya gantungan atau support pipa yang akan
dipasang dengan memperhitungkan support harus kuat dan kaku. Jarak support/gantungan pipa
yang akan dipasang adalah setian 1,5 meter.
g. Untuk pipa-pipa yang ditanam dalam tanah dan harus melintas jalan, ditanam dalam tanah
dengan kedalaman yang cukup (diatas 1 meter) dan harus dilindungi dengan pipa keras dengan
diameter yang lebih besar.
h. Galian pipa dalam tanah, harus terlebih dahulu diisi pasir yang dipadatkan lalu pipa digelar dan
kemudian diurug kembali dengan pasir yang dipadatkan, sebelum diurug dengan tanah asal.
i. Pompa-pompa yang digunakan harus dari merk yang dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya,
termasuk juga after sales service dan ketersediaan suku cadangnya. Pompa-pompa yang dapat
direkomendasikan untuk digunakan adalah merk EBARA, GRUNDFOS, TORISHIMA,
CAPRARI, atau setara.
j. Motor listrik yang digunakan sebagai penggerak pompa harus di kopel langsung oleh
pabrik/distributor pemegang merk, dan motor listrik yang digunakan sesuai dengan rekomendasi
pabrik pembuat pompa tersebut.
k. Sebelum serah terima dilakukan test komisioning. Seluruh alat harus dicek fungsi dan
kapasitasnya, terutama untuk pompa-pompa harus dicek besarnya arus listrik dan temperature
kerja motor panas tidaknya

Pekerjaan meliputi pengadaan, pemasangan, penyetelan dan pengujian dari semua
peralatan/material seperti yang disebutkan dalam spesifikasi ini, maupun pengadaan dan
pemasangan dan peralatan/material yang kebetulan tidak tersebutkan, akan tetapi secara. umum
dianggap perlu agar dapat diperoleh sistim instalasi air bersih dan instalasi air kotor yang baik,
dimana setelah diuji, dicoba. dan disetel dengan teliti siap untuk dipergunakan.

B. Lingkup Pekerjaan
Pedoman dasar teknis yang dipakai pada prinsipnya adalah PEDOMAN PLUMBING
INDONESIA 1979.
Pemasangan pipa untuk system sanitary/toilet lengkap dengan sambungan-sambungan
untuk Kran air dan bak cuci di dapur.
Pemasangan pipa untuk system air kotor (dari WC), air bekas, sesual dengan gambar.
Pemasangan pipa PVC untuk instalasi pipa vent yang dihubungkan derigan pipa tegak air
kotor maupun pipa tegak air bekas, serta pemasangan vent out pada puncak pipa. vent
tegak.
1. Bahan/Material
o Semua bahan/material yang digunakan/dIpasang harus dari jenis material
berkualitas. baik, dalam keadaan baru (tidak dalam keadaan bekas pakai/
rusak/afkir), sesuai dengan mutu dan standar yang berlaku (SII) atau standar
internasional seperti BS, JIS, ASA, DIN atau yang setaraf.
o Pemborong bertanggung jawab penuh atas mutu dan kualitas material yang akan
dipakai, setelah mendapat persetujuan pengawas/Direksi.
o Sebelum dilakukan pemasangan-pemasangan, pemborong harus menyerahkan
contoh-contoh (sample) dari bahan/material yang akan dipasang kepada
pengawas/Direksi

C. Pekerjaan Penyediaan Air Bersih

- Bahan
Bahan/material pipa untuk distribusi air bersih adalah GIP pipe, Pipa dan fitting yang
digunakan harus mengikutl standar SII dan harus disertai sertifikat hasil pengujian.
Katup-katup (valve) untuk ukuran lebih kecjl atau sama dengan 50 mm dibuat danri
bahan kuningan dengan system penyambungan menggunakan ulir /screwed, sedangkan
yang lebih besar dari 50 mm dibuat dari bahan GIP, dengan system sambungan ulir.
Penggantung pipa. (hanger) dan penjepit pipa (klem) harus dari bahan metal yang
digalvanis.

- Pemasangan
Untuk sambungan yang menggunakan ulir harus memiliki spesifikasi panjang ulir.
Sebelum dilakukan penyambungan, baglan yang berulir harus dibersihkan terlebih dahulu
dari kotoran-kotoran yang melekat.
Setiap pemasangan katup yang menggunakan ulir harus digunakan sepasang water moer
(union coupling) untuk mempermudah pekerjaan pemeliharaan.
Semua ujung yang terakhir, yang tidak dilanjutkan lagi harus ditutup dengan dop/plug
atau blank flanged.
Pipa-pipa harus diberi penyangga, pipa-pipa tegak yang menempel sepanjang kolom atau
dinding dan pada setiap percabangan atau belokan harus diberi pengikat (klem).
Penyangga pipa harus dipasang pada lokasi-lokasi yang ditentukan.
Apabila lokasi penggantung pipa berhimpitan dengan katup, maka penyangga tersebut
harus digeser dari posisi tersebut dengan catatan pipa tidak akan melengkung apabila
katup tersebut dilepas.
Pipa-pipa induk dan distribusi harus ditest dengan tekanan hidrostatik sebesar 8 kg/cm2
dan dalam waktu minimum 8 jam, tekanan tersebut tidak turun/nalk serta tidak terjadi
kebocoran.
Instalasi yang hasil testnya tidak baik, segera diperbaiki. Biaya pengetesan, alat-alat yang
diperlukan dan biaya perbaikannaya ditanggung oleh pemborong.
Pipa-pipa yang ada di atas langit-langit, sepanjang kolom, dinding dan pada
tempat-tempat yang terlihat harus dicat dengan wama sebagal berikut:
- Pipa air bersih dengan warna biru
- Pipa instalasi fire hydrant dengan warna merah
- Pipa air bekas dan air kotor dengan warna abuabu
- Pipa air hujan dengan warna putih
Sebelum air bersih dipakai, maka air yang ada dalam pipa dibuang dulu, kemudian sistim
pemipaan diisi dengan larutan yang mengandung 50 mg/I Chloor dan didiamkan selama
24 jam. Setelah 24 jam sistim dibilas dengan air bersih sampai kadar sisa Chloor 2 mg/l.

- Tanki Air Atas (Roo Tank)
Tanki air atas dibuat dan bahan Fiber Glass Reinforced Plastic (FRP), dipasang 1 buah
dengan kapasitas 5000 It. Type tanki yang digunakan adalah vertical type, dilengkapi dengan
lubang inlet, outlet, drain, manhole dan ventilasi. Tanki ditempatkan pada dudukan yang kuat,
konstruksi beton besi WF

D. Pekerjaan Instalasi Sanitasi dan Lain-lain
a. Bahan
Jenis bahan yang dipakai untuk menyalurkan air bekas dan air limbah manusia dalam
bangunan memakai bahan PVC.
Pipa air buangan, air kotor menggunakan PVC klas AW untuk yang tertanam dalam
tanah.
Penyambungan pipa PVC dilakukan dengan solvent cement yang berkualitas baik.
Sebelum melakukan penyambungan pipa, bagian yang akan disambung harus dibersihkan
terlebih dahulu, bebas dari kotoran, air dan lain-lain. Solvent cement harus merata pada
bagian permukaan yang akan disambung.
b. Pemasangan
Sambungan-sambungan antara pipa PVC, diberi solvent cement darl kualitas balk yang
disetujui oleh pengawas/Direksi.
Pada pipa vent, semua ujung pipa atau fitting yang terakhir tidak dilanjutkan lagi harus
ditutup dengan dop atau plug dari bahan material yang sama.
Pipa PVC untuk saluran air kotor dan limbah manusia yang tertanam harus diberi pondasi
bantalan beton I pc + 3 ps + 5 krI pada setiap Jarak 3 m, pondasi ini juga dipasang pada
bagian sambungan pipa percabangan dan belokan.
Pipa tegak (riser) harus diberikan bantalan beton pondasi pada bagian pertemuan antara
pipa tegak dan datar di lantai dasar.
Pipa-pipa sebelum disambungkan ke fixture harus ditest dahulu terhadap
kebocoran-kebocoran.
Instalasi yang hasil testnya tidak balk, segera diperbaiki. Biaya pengetesan, alat-alat yang
diperlukan dan blaya perbalkan ditanggung pemborong.
Penanaman pada tembok harus ditutup oleh pekeriaan finishing
Plpa-pipa harus dipasang sedemikian rupa sehingga tidak ada hawa busuk keluar, dan
tidak ada rongga-rongga udara, letaknya harus lurus. Untuk pipa air kotor mendatar yang
berukuran lebih besar dari 80 mm harus dibuat kemiringan minimal I % (satu persen),
dan pipa yang berukuran lebih kecil atau sama dengan 80 mm harus dibuat kemiringan
minimal 2 % (dua persen). Pipa limbah manusia harus dipasang dengan kemiringan
minimal 2 % (dua persen)
Pada Ujung buntu dilengkapi dengan lubang pembersih (clean out) dengan ukuran
diameter 50 mm atau 80 mm,
Ujung-ujung pipa dan lubang-lubang harus didop/plug selama pemasangan, untuk
mencegah kotoran masuk ke pipa.

E. Pekerjaan Pengujian Instalasi
a. Instalasi Air Bersih
Pipa instalasi plumbing siap terpasang seluruhnya.
Siapkan alat penekanan tekanan, pompa system mekanik atau pompa motor dan alat ukur
tekanan (pressure gauge).
Hubungkan pipa outlet dari instalasi pompa penekan ke pipa input instalasi bangunan.
Pengetesan dilaksanakan dengan cara bagian demi bagian dari panjang pipa maksimal 50
meter atau atas petunjuk Pengawas/Direksi.
Setelah selesai hubungan antara pipa instalasi bangunan dan alat pompa penekan, kran
yang berhubungan ke instalasi diseluruh posisi ditutup dengan plug sesual dimensi kran.
Pipa instalasi stap ditest, pompa penekan dijalankan sampai pressure gauge menunjukkan
tekanan 8 kg/cm2 atau atas petunjuk pengawas/ Direksi.
Tekanan 8 kg/cm2 ini harus tetap berlangsung selama 8 jam terus menerus (atau atas
petunjuk pengawas/Direksi) tidak ada penurunan, kecuali akibat perubahan cuaca.
Untuk pemeriksaan tekanan bias dibuat daftar, dalam daftar ini tercantum tekanan
per-jam maupun keadaan cuaca pada saat uji tekan dilakukan.
Sesuai penguiian, sebelum pipa instalasi air bersih siap dipakai, maka pipa diisi larutan
yang mengandung 50 mg Chloor/lIter, dan didiamkan selarna 24 jam. Setelah itu pipa
instalasi dibilas dengan air bersih sampai kadar sisa. chloor 2 mg/I

b. Instalasi Pipa Air Kotor, Pipa Limbah Manusia
Pipa instalasi seluruhnya siap terpasang.
Test dilakukan dengan cara mengisi sistim, pipa, dengan air dan salah satu ujungnya.
Pada bagian ujung-ujung lainnya ditutup dan air harus mencapal elevasi yang paling atas.
Demikian seterusnya baglan demi baglan sampai meliputi seluruh sistem.
Air di dalam pipa yang dimaksud ditahan sampai 8 jam. Penurunan permukaan air
maximal yang diperbolehkan adalah 10 cm.
Setelah pengujian selesai system pipa harus dibersihkan dari segala kotoran yang
mungkin ada.

Sumber : <a href="http://chayoy.blogspot.com/2012/04/makalah-sistem-perencanaan-
plambing.html" target="_blank">Makalah Sistem Perencanaan Plambing</a>



III. Jaringan Pipa Air Minum
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa untuk mengalirkan air dari mulai air
baku hingga sampai ke pelanggan sebuah perusahaan air minum dapat dipastikan
menggunakan saluran air tertutup atau biasa dinamakan dengan pipa. Hal tersebut
karena air yang mengalir di dalamnya selain akan dikonsumsi oleh manusia sehingga
harus dijaga kualitasnya sehingga memenuhi syarat-syarat air minum juga harus dijaga
kuantitasnya karena air tersebut sudah bernilai ekonomi setelah dilakukan pengolahan.

Ada beberapa macam pipa jika dilihat dari fungsinya, yaitu :
1. Pipa Air Baku

Penulis saat pekerjaan pipa intake WTP Dam Muka Kuning Batam
Dari sumber air baku menuju ke bangunan pengolahan, air perlu ditangkap atau
disedot menggunakan pompa intake. Sehingga diperlukan jaringan pipa untuk
membawa air baku tersebut. Warna pipa air baku in biasanya diwarnai dengan warna
hijau sebagai tanda bahwa air yang lewat belum diolah. Rangkaian jaringan pipa itu
terdiri dari :
Pipa Intake
Pipa dari sumber air baku ke pompa sentrifugal dilengkapi strainer pada bagian bawah
pipa. Apabila menggunakan pompa submersible tidak diperlukan strainer. Terletak di
dalam bangunan intake. Dilengkapi dengan valve dan pressure gauge.

Rangkaian pipa intake
Jaringan pipa yang membawa air dari sumber air baku pada bangunan intake
hingga ke instalasi pengolahan air bersih. Pipa ini biasanya dari DCIP atau dari pipa
baja yang dilapis dengan semen pada bagian dalamnya. Pipa air baku ini
berdiameter besar antara DN 300 s/d DN 2000 tergantung dari besar kapasitas
bangunan Instalasi Air Minum (IPA). Pada jaringan pipa air baku ini biasanya
dilengkapi dengan meter air baku untuk memantau debit air yang lewat. Pada
beberapa daerah meter yang tercatat digunakan untuk dasar retribusi pembayaran
dari pengelola air bersih kepada badan yang berwenang terhadap pengelolaan air
baku atau pihak Pemda.

2. Pipa Instalasi Bangunan IPA.
Pipa bagian dalam ini yang menghubungkan antara satu bagian bangunan ke bangunan
lainnya. Bahan pipa dibuat dari baja yang dipabrikasi sedemikian rupa sesuia dengan
desain bnagunan IPA. Jenis pipa instalasi ini antara lain :
Pipa sludge (lumpur).
Pipa ini untuk membuang limbah atau floc hasil dari flokulasi dan koagulasi. Biasanya
terdapat di flokulator dan di clarifier. Warna pipa ini adalah hijau.

Pekerjaan Pipa Air Scouring
Pipa back wash.
Fungsi pipa back wash untuk mengalirkan air yang digunakan untuk melakukan
pembersihan pada media filter yang ada. Air ini merupakan air yang dikembalikan
menggunakan pompa yang bertekanan. Pipa ini diberi warna biru karena air telah
melewati proses pengolahan dan sudah bersih.
Pipa Air Scouring.
Pipa ini digunakan untuk menyalurkan udara yang dihasilkan oleh blower sebagai
bagian dari proses pembersihan media filter yang ada. Biasanya pipa ini dibuat dari
stainless steell dan tentunya tidak perlu dilakukan pengecatan. Pada bagian bawah filter
media juga ditemukan pipa lateral untuk penempatan dari nozzle filter media yang
merupakan rangkaian dari pipa air scouring. Biasanya terbuat dari PVC. Pipa ini
tertutup oleh beton dan yang kelihatan hanya bagian kepala nozzlenya saja kemudian
ditutup dengan filter media.
Pipa Dozing.

Pekerjaan pipa lateral filter
Media pipa inilah yang digunakan untuk membawa bahan kimia yang telah dicampur
dan diaduk di bak pencampuran bahan kimia dan didorong dengan pompa dozing. Pipa
ini biasanya dari bahan PVC.
Pipa Service.
Pencampuran bahan kimia dibutuhkan air bersih, pipa inilah yang menyalurkan air
yang berasal dari clearwell. Selain untuk pencampuran bahan kimia, air ini digunakan
untuk pembersihan, toilet atau lainnya. Sebaiknya pipa layanan ini juga dilengkapi
dengan meter air supaya bisa dideteksi berapa banyak air yang keluar.
Pipa Distribusi.
Setelah melewati seluruh proses pengolahan dan diberi desinfektan maka air siap
dikirim dengan ditekan oleh pompa distribusi. Warna pipa ini tentu dengan warna biru.
Kelengkapan pipa ini selain dengan valve juga dipasang pressure gauge (alat pengukur
tekanan). Batas pipa ini hingga valve terakhir sebelum pipa transmisi.

3. Pipa Transmisi.

Pipa Transmisi PT. Adhya Tirta Batam dalam pekerjaan
Pipa transmisi merupakan pipa utama atau pipa induk yang membawa air bersih
sebelum didistribusikan pada suatu daerah. Pipa ini biasanya berada di dalam tanah,
ada pula yang muncul di permukaan tanah dan diberi warna biru. Pipa biasanya terbuat
dari pipa baja yang dilapis dengan semen pada bagian dalam atau pipa DCIP dengan
diameter dari berbagai macam ukuran, biasanya yang terkecil pipa DN 300.
Kelengkapan atau asesoris pipa biasanya tidak terlalu banyak seperti valve standar dan
air valve (apabila mencapai level tertentu dan lebih tinggi dari level rata-rata pipa)
biasanya di jembatan pipa yang melintas sebuah sungai.

4. Pipa Distribusi Utama.
Pipa ini melayani sejumlah wilayah tertentu setelah pipa transmisi, di beberapa tempat
dinamakan District Meter Zone (DMZ). Pipa ini dilengkapi valve dan meter DMZ
(District Meter Zone), untuk memantau volume air yang lewat. Bahan pipa lebih
beragam jenisnya, mulai dari pipa DCIP, GIV (sudah jarang dipakai), pipa PE, PVC, dll.




5. Pipa Distribusi.
Pipa ini melayani sebagian wilayah yang lebih kecil atau biasa disebut Sub DMZ.
Dilengkapi juga dengan meter Sub DMZ. Pipa inilah yang masuk ke lingkungan suatu
wilayah.

6. Pipa Tersier.
Pipa ini yang melayani hingga ke jaringan pipa pelanggan. Pada beberapa tempat
disebut dengan pipa dinas. Batasnya antara ambur hingga ke meter pelanggan. Besar
pipa sangat tergantung dari debit yang dibutuhkan oleh pelanggan dan besar meter
pelanggan. Bahan pipa terbuat dari GIV (sudah jarang dipakai), PVC dan yang banyak
dipakai sekarang adalah pipa PE (Poly Ethilene). Asesoris yang ada adalah standar
valve, kran, check valve (optional), lockable valve dan meter pelanggan.

Pipa sebagai media bisa mengalirkan air karena adanya tekanan yang
diakibatkan oleh gravitasi atau pompa. Dalam perjalanan dari IPA hingga ke pelanggan
yang tentunya sangat banyak maka tentu perlu manajemen atau pengaturan pipa yang
ada. Dimulai dari jenis atau bahan pipa, dimensi pipa dan yang tidak kalah penting
adalah jenis jaringan pipa. Pada kesempatan kali ini penulis hanya akan menulis jenis
jaringan pipa air minum.

1. Jaringan pipa bercabang.

Tipe jaringan ini biasanya lebih efisien jika digunakan pada daerah yang
mempunyai kepadatan rendah. Di daerah pedesaan atau daerah yang belum banyak
penduduk umumnya jaringan hanya dibuat satu jalur dengan beberapa cabang. Jenis
jaringan ini rentan mengalami gangguan aliran air. Apabila ada ruas pipa yang harus
diperbaiki atau diganti maka jaringan yang terkait dengan ruas pipa tersebut otomatis
harus mengalami gangguan aliran atau mati air. Selama jaringan terus belum diperbaiki
maka selama itulah wilayah tersebut tidak mendapat aliran air.







2. Jaringan pipa terhubung.

Jenis jaringan ini biasa juga disebut loop. Type jaringan seperti ini akan
terhubung satu sama lain, terutama pada pipa distribusinya. Hal ini akan sangat
menguntungkan pada daerah yang padat penduduknya atau perkotaan dimana elevasi
tanahnya relatif sama. Pada gambar jelas terlihat ada tiga pipa distribusi utama yang
saling terhubung satu sama lain dan juga terhubung dengan pipa transmisi. Daerah
layanan akan lebih aman, apabila ada salah satu ruas yang mengalami gangguan, hal ini
tidak mengakibatkan daerah layanan pipa tersebut mengalami gangguan aliran air.

Dari kedua type jaringan tersebut tentu akan lebih mudah perencanaannya pada
type bercabang dibanding dengan type loop. Kedua gambar diatas merupakan contoh
yang sangat sederhana. Dengan permasalahan yang sangat kompleks perencanaan
desain bisa dibantu dengan komputer lewat program-program yang sudah ada.


Sumber : oleh yon suyono di Rabu, Juni 15, 2011