You are on page 1of 17

Etika Periklanan di Indonesia

ETIKA PERIKLANAN DI INDONESIA


Diatur dalam Etika Pariwara Indonesia Indonesia (EPI)
EPI menyusun pedoman tata krama periklanannya melalui dua tatanan :
1. Tata Krama (ode o! ondu"ts)
Metode penyebarluasan pesan periklanan kepada masyarakat, yang bukan tentang
unsur efektivitas, estetika, dan seleranya. Adapun ketentuan yang dibahas meliputi:
- Tata krama isi iklan
- Tata krama raga iklan
- Tata krama pemeran iklan
- Tata krama ahana iklan
#. Tata ara (ode o! Pra"ti"es)
!anya mengatur praktek usaha para pelaku periklanan dalam memanfaatkan ruang
dan aktu iklan yang adil bagi semua pihak yang saling berhubungan.
Ada " asas umum yang EPI #adikan dasar, yaitu :
$. %u#ur, benar, dan bertanggung #aab.
&. 'ersaing se(ara sehat.
". Melindungi dan menghargai khalayak, tidak merendahkan agama, budaya, negara,
dan golongan, serta tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.
Tata Krama Periklanan $an% diatur ole& EPI
)iatur berdasarkan isi iklan dan ragam iklan :
1. Isi Iklan
1.1 'ak i(ta
Penggunaan, penyebaran, penggandaan, penyiaran atau pemanfaatan lain materi atau
bagian dari materi periklanan yang bukan milik sendiri, harus atas i#in tertulis dari
pemilik atau pemegang merek yang sah.
1.# )a&asa
$.&.$ Iklan harus disa#ikan dalam bahasa yang bisa dipahami oleh khalayak
sasarannya, dan tidak menggunakan persandian *enkripsi+ yang dapat menimbulkan
penafsiran selain dari yang dimaksudkan oleh peran(ang pesan iklan tersebut.
$.&.& Iklan tidak boleh menggunakan kata-kata superlatif seperti ,paling-, ,nomor satu-,
-top-, atau kata-kata beraalan ,ter,, dan atau yang bermakna sama, tanpa se(ara
khas men#elaskan keunggulan tersebut yang harus dapat dibuktikan dengan
pernyataan tertulis dari otoritas terkait atau sumber yang otentik.
$.&." Penggunaan kata-kata tertentu harus memenuhi ketentuan berikut:
a. Penggunaan kata -$../-, -murni-, -asli- untuk menyatakan sesuatu kandungan,
kadar, bobot, tingkat mutu, dan sebagainya, harus dapat dibuktikan dengan pernyataan
tertulis dari otoritas terkait atau sumber yang otentik.
b. Penggunaan kata -halal- dalam iklan hanya dapat dilakukan oleh produk-produk yang
sudah memperoleh sertifikat resmi dari Ma#elis 0lama Indonesia, atau lembaga yang
berenang.
(. Pada prinsipnya kata halal tidak untuk diiklankan. Penggunaan kata ,halal- dalam
iklan pangan hanya dapat ditampilkan berupa label pangan yang men(antumkan logo
halal untuk produk1produk yang sudah memperoleh sertifikat resmi dari Ma#elis 0lama
Indonesia atau lembaga yang berenang.
d. 2ata-kata -presiden-, -ra#a-, -ratu- dan se#enisnya tidak boleh digunakan dalam kaitan
atau konotasi yang negatif.
1.* Tanda Asteris (+)
$.".$ Tanda asteris pada iklan di media (etak tidak boleh digunakan untuk
menyembunyikan, menyesatkan, membingungkan atau membohongi khalayak tentang
kualitas, kiner#a, atau harga sebenarnya dari produk yang diiklankan, ataupun tentang
ketidaktersediaan sesuatu produk.
$.".& Tanda asteris pada iklan di media (etak hanya boleh digunakan untuk memberi
pen#elasan lebih rin(i atau sumber dari sesuatu pernyataan yang bertanda tersebut.
1., Pen%%unaan Kata -Satu.satun$a-
Iklan tidak boleh menggunakan kata-kata ,satu-satunya- atau yang bermakna sama,
tanpa se(ara khas menyebutkan dalam hal apa produk tersebut men#adi yang satu-
satunya dan hal tersebut harus dapat dibuktikan dan dipertanggung#aabkan.
1./ Pemakaian Kata 01ratis-
2ata ,gratis- atau kata lain yang bermakna sama tidak boleh di(antumkan dalam iklan,
bila ternyata konsumen harus membayar biaya lain. 'iaya pengiriman yang dikenakan
kepada konsumen #uga harus di(antumkan dengan #elas.
1.2 Pen"antum 'ar%a
%ika harga sesuatu produk di(antumkan dalam iklan, maka ia harus ditampakkan
dengan #elas, sehingga konsumen mengetahui apa yang akan diperolehnya dengan
harga tersebut.
1.3 1aransi
%ika suatu iklan men(antumkan garansi atau #aminan atas mutu suatu produk, maka
dasar-dasar #aminannya harus dapat dipertanggung#aabkan.
1.4 5an6i Pen%em7alian 8an% (warranty)
%ika suatu iklan men#an#ikan pengembalian uang ganti rugi atas pembelian suatu
produk yang ternyata menge(eakan konsumen, maka:
$.3.$. 4yarat-syarat pengembalian uang tersebut harus dinyatakan se(ara #elas dan
lengkap, antara lain #enis kerusakan atau kekurangan yang di#amin, dan #angka aktu
berlakunya pengembalian uang.
$.3.&. Pengiklan a#ib mengembalikan uang konsumen sesuai #an#i yang telah
diiklankannya.
1.9 Rasa Takut dan Tak&a$ul
Iklan tidak boleh menimbulkan atau mempermainkan rasa takut, maupun
memanfaatkan keper(ayaan orang terhadap takhayul, ke(uali untuk tu#uan positif.
1.1: Kekerasan
Iklan tidak boleh 1 langsung maupun tidak langsung 1 menampilkan adegan kekerasan
yang merangsang atau memberi kesan membenarkan ter#adinya tindakan kekerasan.
1.11 Keselamatan
Iklan tidak boleh menampilkan adegan yang mengabaikan segi-segi keselamatan,
utamanya #ika ia tidak berkaitan dengan produk yang diiklankan.
1.1# Perlindun%an 'ak.&ak Pri7adi
Iklan tidak boleh menampilkan atau melibatkan seseorang tanpa terlebih dahulu
memperoleh persetu#uan dari yang bersangkutan, ke(uali dalam penampilan yang
bersifat massal, atau sekadar sebagailatar, sepan#ang penampilan tersebut tidak
merugikan yang bersangkutan.
1.1* 'i(er7olisasi
'oleh dilakukan sepan#ang ia semata-mata dimaksudkan sebagai penarik perhatian
atau humor yang se(ara sangat #elas berlebihan atau tidak masuk akal, sehingga tidak
menimbulkan salah persepsi dari khalayak yang disasarnya.
1.1, ;aktu Ten%%an% (elapse time)
Iklan yang menampilkan adegan hasil atau efek dari penggunaan produk dalam #angka
aktu tertentu, harus #elas mengungkapkan memadainya rentang aktu tersebut.
1.1/ Penam(ilan Pan%an
Iklan tidak boleh menampilkan penyia-nyiaan, pemborosan, atau perlakuan yang tidak
pantas lain terhadap makanan atau minuman.
1.12 Penam(ilan 8an%
$.$5.$ Penampilan dan perlakuan terhadap uang dalam iklan haruslah sesuai dengan
norma-norma kepatutan, dalam pengertian tidak mengesankan pemu#aan ataupun
pele(ehan yang berlebihan.
$.$5.& Iklan tidak boleh menampilkan uang sedemikian rupa sehingga merangsang
orang untuk memperolehnya dengan (ara-(ara yang tidak sah.
$.$5." Iklan pada media (etak tidak boleh menampilkan uang dalam format frontal dan
skala $:$, berarna ataupun hitam-putih.
$.$5.6 Penampilan uang pada media visual harus disertai dengan tanda
,specimen yang dapat terlihat #elas.
1.13 Kesaksian Konsumen (testimony).
$.$7.$ Pemberian kesaksian hanya dapat dilakukan atas nama perorangan, bukan
meakili lembaga, kelompok, golongan, atau masyarakat luas.
$.$7.& 2esaksian konsumen harus merupakan ke#adian yang benarbenar dialami, tanpa
maksud untuk melebih-lebihkannya.
$.$7." 0ntuk produk-produk yang hanya dapat memberi manfaat atau bukti kepada
konsumennya dengan penggunaan yang teratur dan atau dalam #angka aktu tertentu,
maka pengalaman sebagaimana dimaksud dalam butir $.$7.& di atas #uga harus
telah memenuhi syarat-syarat keteraturan dan #angka aktu tersebut.
$.$7.6 2esaksian konsumen harus dapat dibuktikan dengan pernyataan tertulis yang
ditanda tangani oleh konsumen tersebut.
$.$7.8 Identitas dan alamat pemberi kesaksian #ika diminta oleh lembaga penegak
etika, harus dapat diberikan se(ara lengkap. Pemberi kesaksian pun harus dapat
dihubungi pada hari dan #am kantor biasa.
1.14 An6uran (endorsement)
$.$3.$ Pernyataan, klaim atau #an#i yang diberikan harus terkait dengan kompetensi
yang dimiliki oleh pengan#ur.
$.$3.& Pemberian an#uran hanya dapat dilakukan oleh individu, tidak diperbolehkan
meakili lembaga, kelompok, golongan, atau masyarakat luas.
1.19 Per7andin%an
$.$9.$ Perbandingan langsung dapat dilakukan, namun hanya terhadap aspek-aspek
teknis produk, dan dengan kriteria yang tepat sama.
$.$9.& %ika perbandingan langsung menampilkan data riset, maka metodologi, sumber
dan aktu penelitiannya harus diungkapkan se(ara #elas. Pengggunaan data riset
tersebut harus sudah memperoleh persetu#uan atau verifikasi dari organisasi
penyelenggara riset tersebut.
$.$9." Perbandingan tak langsung harus didasarkan pada kriteria yang tidak
menyesatkan khalayak.
1.#: Per7andin%an 'ar%a
!anya dapat dilakukan terhadap efisiensi dan kemanfaatan penggunaan produk, dan
harus disertai dengan pen#elasan atau penalaran yang memadai.
1.#1 <erenda&kan
Iklan tidak boleh merendahkan produk pesaing se(ara langsung maupun tidak
langsung.
1.## Peniruan
$.&&.$ Iklan tidak boleh dengan senga#a meniru iklan produk pesaing sedemikian rupa
sehingga dapat merendahkan produk pesaing, ataupun menyesatkan atau
membingungkan khalayak. Peniruan tersebut meliputi baik ide dasar, konsep atau alur
(erita, setting, komposisi musik maupun eksekusi. )alam pengertian eksekusi
termasuk model, kemasan, bentuk merek, logo, #udul atau sub#udul, slogan, komposisi
huruf dan gambar, komposisi musik baik melodi maupun lirik, ikon atau atribut khas lain,
dan properti.
$.&&.& Iklan tidak boleh meniru ikon atau atribut khas yang telah lebih dulu digunakan
oleh sesuatu iklan produk pesaing dan masih digunakan hingga kurun dua tahun
terakhir.
1.#* Istila& Ilmia& dan Statistik
Iklan tidak boleh menyalahgunakan istilah-istilah ilmiah dan statisti( untuk menyesatkan
khalayak, atau men(iptakan kesan yang berlebihan.
1.#, Ketiadaan Produk
Iklan hanya boleh dimediakan #ika telah ada kepastian tentang tersedianya produk yang
diiklankan tersebut.
1.#/ Ketaktersediaan 'adia&
Iklan tidak boleh menyatakan ,selama persediaan masih ada- atau kata-kata lain yang
bermakna sama.
1.#2 Porno%ra!i dan Pornoaksi
Iklan tidak boleh mengeksploitasi erotisme atau seksualitas dengan (ara apa pun, dan
untuk tu#uan atau alasan apa pun.
1.#3 K&ala$ak Anak.anak
$.&7.$ Iklan yang ditu#ukan kepada khalayak anak-anak tidak boleh menampilkan hal-
hal yang dapat mengganggu atau merusak #asmani dan rohani mereka, memanfaatkan
kemudahper(ayaan, kekurangpengalaman, atau kepolosan mereka.
$.&7.& :ilm iklan yang ditu#ukan kepada, atau tampil pada segmen aktu siaran
khalayak anak-anak dan menampilkan adegan kekerasan, aktivitas seksual, bahasa
yang tidak pantas, dan atau dialog yang sulit a#ib men(antumkan kata-kata
,)im7in%an Oran%tua- atau simbol yang bermakna sama.
#. Ra%am Iklan
#.1 <inuman Keras
Iklan minuman keras maupun gerainya hanya boleh disiarkan di media nonmassa dan
a#ib memenuhi ketentuan berikut:
&.$.$ Tidak mempengaruhi atau merangsang khalayak untuk mulai meminum minuman
keras.
&.$.& Tidak menyarankan baha tidak meminum minuman keras adalah hal yang tidak
a#ar.
&.$." Tidak menggambarkan penggunaan minuman keras dalam kegiatan-kegiatan
yang dapat membahayakan keselamatan.
&.$.6 Tidak menampilkan ataupun ditu#ukan terhadap anak-anak di baah usia $7
tahun dan atau anita hamil.
#.# Rokok dan Produk Tem7akau
&.&.$ Iklan rokok tidak boleh dimuat pada media periklanan yang sasaran utama
khalayaknya berusia di baah $7 tahun.
&.&.& Penyiaran iklan rokok dan produk tembakau a#ib memenuhi ketentuan berikut:
a. Tidak merangsang atau menyarankan orang untuk merokok;
b. Tidak menggambarkan atau menyarankan baha merokok memberikan manfaat
bagi kesehatan;
(. Tidak memperagakan atau menggambarkan dalam bentuk gambar, tulisan, atau
gabungan keduanya, bungkus rokok, rokok, atau orang sedang merokok, atau
mengarah pada orang yang sedang merokok;
d. Tidak ditu#ukan terhadap atau menampilkan dalam bentuk gambar atau tulisan, atau
gabungan keduanya, anak, rema#a, atau anita hamil;
e. Tidak men(antumkan nama produk yang bersangkutan adalah rokok;
f. Tidak bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat.
#.* O7at.o7atan
&.".$ Iklan tidak boleh se(ara langsung maupun tersamar mengan#urkan penggunaan
obat yang tidak sesuai dengan i#in indikasinya.
&.".& Iklan tidak boleh mengan#urkan pemakaian suatu obat se(ara berlebihan.
&."." Iklan tidak boleh menggunakan kata, ungkapan, penggambaran atau pen(itraan
yang men#an#ikan penyembuhan, melainkan hanya untuk membantu menghilangkan
ge#ala dari sesuatu penyakit.
&.".6 Iklan tidak boleh menggambarkan atau menimbulkan kesan pemberian an#uran,
rekomendasi, atau keterangan tentang penggunaan obat tertentu oleh profesi
kesehatan seperti dokter, peraat, farmasis, laboratoris, dan pihak-pihak yang meakili
profesi kesehatan, beserta segala atribut, maupun yang berkonotasi profesi kesehatan.
&.".8 Iklan tidak boleh mengan#urkan baha suatu obat merupakan syarat mutlak untuk
mempertahankan kesehatan tubuh.
&.".5 Iklan tidak boleh memanipulasi atau mengekspolitasi rasa takut orang terhadap
sesuatu penyakit karena tidak menggunakan obat yang diiklankan.
&.".7 Iklan tidak boleh menggunakan kata-kata yang berlebihan seperti ,aman-, ,tidak
berbahaya-, ,bebas efek samping-, ,bebas risiko- dan ungkapan lain yang bermakna
sama, tanpa disertai keterangan yang memadai.
&.".3 Iklan tidak boleh menaarkan diagnosa pengobatan atau peraatan melalui
surat-menyurat.
&.".9 Iklan tidak boleh menaarkan #aminan pengembalian uang *warranty+.
&.".$. Iklan tidak boleh menyebutkan adanya kemampuan untuk menyembuhkan
penyakit dalam kapasitas yang melampaui batas atau tidak terbatas.
#., Produk Pan%an
&.6.$ Iklan tidak boleh menampilkan pemeran balita untuk produk yang bukan
diperuntukkan bagi balita.
&.6.& Iklan tentang pangan olahan yang mengandung bahan yang berkadar tinggi
sehingga dapat membahayakan dan atau mengganggu pertumbuhan dan atau
perkembangan anak1anak, dilarang dimuat dalam media yang se(ara khusus ditu#ukan
kepada anak1anak.
&.6." Iklan tentang pangan yang diperuntukkan bagi bayi, dilarang dimuat dalam media
massa. Pemuatan pada media nonmassa, harus sudah mendapat persetu#uan Menteri
2esehatan, atau lembaga lain yang mempunyai keenangan serta men(antumkan
keterangan baha ia bukan pengganti A4I.
#./ =itamin> <ineral> dan Su(lemen
&.8.$ Iklan harus sesuai dengan indikasi #enis produk yang disetu#ui oleh )epartemen
2esehatan <I atau badan yang berenang untuk itu.
&.8.& Iklan tidak boleh menyatakan atau memberi kesan baha vitamin, mineral atau
suplemen selalu dibutuhkan untuk melengkapi makanan yang sudah sempurna nilai
gi=inya.
&.8." Iklan tidak boleh menyatakan atau memberi kesan baha penggunaan vitamin,
mineral dan suplemen adalah syarat mutlak bagi semua orang, dan memberi kesan
sebagai obat.
&.8.6 Iklan tidak boleh menyatakan baha kesehatan, kegairahan dan ke(antikan akan
dapat diperoleh hanya dari penggunaan vitamin, mineral atau suplemen.
&.8.8 Iklan tidak boleh mengandung pernyataan tentang peningkatan kemampuan
se(ara langsung atau tidak langsung.
#.2 Produk Penin%kat Kemam(uan Seks
&.5.$ Iklan produk peningkat kemampuan seks hanya boleh disiarkan dalam media dan
aktu penyiaran yang khusus untuk orang deasa.
&.5.& Produk obat-obatan, vitamin, #amu, pangan, #asa manipulasi, mantra dan
sebagainya, tidak boleh se(ara langsung, berlebihan, dan atau tidak pantas,
men#an#ikan peningkatan kemampuan seks.
#.3 Kosmetika
&.7.$ Iklan harus sesuai dengan indikasi #enis produk yang disetu#ui oleh )epartemen
2esehatan <I, atau badan yang berenang untuk itu.
&.7.& Iklan tidak boleh men#an#ikan hasil mutlak seketika, #ika ternyata penggunaannya
harus dilakukan se(ara teratur dan terus menerus.
&.7." Iklan tidak boleh menaarkan hasil yang sebenarnya berada di luar kemampuan
produk kosmetika.
#.4 Alat Kese&atan
&.3.$ Iklan harus sesuai dengan #enis produk yang disetu#ui )epartemen 2esehatan <I,
atau badan yang berenang untuk itu.
&.3.& Iklan kondom, pembalut anita, peangi atau deodoran khusus dan produk-
produk yang bersifat intim lainnya harus ditampilkan dengan selera yang pantas, dan
pada aktu penyiaran yang khusus untuk orang deasa.
#.9 Alat dan ?asilitas Ke7u%aran atau Peram(in%an
Iklan yang menaarkan alat atau fasilitas kebugaran atau perampingan, tidak boleh
memberikan #an#i yang tidak dapat dibuktikan ataupun mengabaikan efek samping yang
mungkin timbul akibat penggunaan alat atau fasilitas tersebut.
#.1: Klinik> Poliklinik> dan Ruma& Sakit
&.$..$ Iklan 2linik, poliklinik, atau rumah sakit diperbolehkan hanya #ika ia ditampilkan
sebagai entitas bisnis yang menaarkan #enis #asa dan atau fasilitas yang tersedia.
&.$..& Iklan klinik, poliklinik, atau rumah sakit tidak boleh menampilkan tenaga
profesional medis apa pun, ataupun segala atributnya, se(ara #elas ataupun tersamar.
&.$.." 2linik, poliklinik, atau rumah sakit tidak boleh mengiklankan promosi pen#ualan
dalam bentuk apa pun.
#.11 5asa Pen$em7u&an Alternati!
&.$$.$ Iklan penyembuhan alternatif hanya diperbolehkan beriklan bila telah memiliki i#in
yang diperlukan.
&.$$.& Iklan penyembuhan alternatif tidak boleh menyalahgunakan simbol, ayat atau
ritual keagamaan sebagai prasyarat penyembuhannya.
#.1# Or%an Tu7u& Trans(lantasi dan Dara&
>rgan tubuh transplantasi seperti: gin#al, #antung, kornea dan lain-lain, maupun darah
manusia tidak boleh diiklankan, baik untuk tu#uan men(ari pembeli maupun pen#ual.
#.1* Produk Ter7atas
&.$".$ Iklan produk terbatas tidak boleh menyamarkan atau mengimplikasikan produk
dan atau pesan iklannya sedemikian rupa, sehingga menihilkan maksud atau tu#uan
dari peraturan tersebut.
&.$".& Iklan produk terbatas tidak boleh dipublikasikan melalui media dan atau aktu
penyiaran yang bukan untuk khalayak deasa.
#.1, 5asa Pro!esi
%asa-#asa profesi seperti dokter, penga(ara, notaris, akuntan, dll hanya dapat
mengiklankan tentang #am praktik atau #am ker#a, dan pindah alamat, sesuai dengan
kode etik profesi masing-masing.
#.1/ Pro(erti
&.$8.$ Iklan properti hanya dapat dimediakan #ika pihak pengiklan telah memperoleh
hak yang sah atas kepemilikan, maupun seluruh i=in yang diperlukan dari yang
berenang, serta bebas dari tuntutan oleh pihak lain manapun.
&.$8.& %ika iklan, atau katalog yang diru#uknya, men(antumkan ketentuan tentang #ual-
beli, maka syarat-syaratnya harus #elas dan lengkap.
#.12 Peluan% 8sa&a dan In@estasi
Iklan produk investasi yang menaarkan kesempatan berusaha, #an#i pengembalian
modal, pin#am-memin#am atau pembagian keuntungan, a#ib se(ara #elas dan lengkap
menyebutkan sifat dan bentuk penaaran serta se(ara seimbang menyebutkan resiko
yang mungkin dihadapi khalayak #ika men#adi investor.
#.13 Pen%&im(unan <odal
Iklan yang menaarkan penghimpunan modal harus se(ara #elas men(antumkan
baha penghimpunan modal dimaksud hanya dilakukan melalui pasar modal.
#.14 Dana Sosial dan Dana Amal
&.$3.$ Iklan yang menyatakan sebagai sumbangan untuk dana amal harus
men(antumkan tu#uan untuk menyerahkan sekurangkurangnya &?" bagian dari hasil
bersih yang dihimpunnya kepada badan sosial atau pihak yang akan menerima
sumbangan.
&.$3.& Iklan dana sosial atau dana amal harus men(antumkan badan sosial?amal, atau
pihak yang akan menerima dana tersebut.
&.$3." 4etelah penyelenggaraan iklan dana sosial atau dana amal, harus diikuti dengan
iklan laporan kepada publik yang merin(i perolehan dan peruntukan dari dana sosial
atau dana amal tersebut, serta tempat dan aktu dilakukannya penyerahan.
#.19 Kursus dan Lowon%an Ker6a
&.$9.$ Iklan kursus tidak boleh mengandung #an#i untuk memperoleh peker#aan atau
penghasilan tertentu.
&.$9.& Iklan loongan ker#a tidak boleh se(ara berlebihan men#an#ikan ga#i dan atau
tun#angan yang akan diperoleh.
&.$9." Iklan loongan ker#a tidak boleh memberi indikasi adanya diskriminasi atas suku,
agama atau ras tertentu.
#.#: 1elar Akademis
Iklan tidak boleh menaarkan perolehan gelar akademis dengan (ara membeli atau
dengan imbalan materi apa pun, baik se(ara langsung maupun tidak langsung.
#.#1 )erita Keluar%a
&.&$.$ Iklan tidak boleh memberi pernyataan pemutusan hubungan keluarga dari
ataupun terhadap orang yang berusia kurang dari $7 tahun.
&.&$.& Iklan tentang per(eraian a#ib men(antumkan ru#ukan dari keputusan lembaga
pemerintah terkait. Iklan per(eraian se(ara Islam a#ib men(antumkan tingkat talak
atau ru#ukan dari keputusan pengadilan agama terkait.
#.## 1erai Pa7rik (factory outlet)
Iklan gerai pabrik hanya boleh disiarkan untuk dan atas nama pabrik yang
bersangkutan atau pihak yang ditun#uk se(ara resmi oleh pabrik tersebut.
#.#* Pen6ualan Darurat dan Lelan% Likuidasi
Iklan tidak boleh digunakan untuk mengiklankan sesuatu produk karena alasan
kebangkrutan dengan tu#uan untuk menyesatkan atau mengelabui konsumen.
#.#, Ke7i6akan Pu7lik
Iklan kebi#akan publik *iklan pamong, iklan politik, dan iklanPemilu?Pilkada+, harus
memenuhi ketentuan berikut:
&.&6.$ Tampil #elas sebagai suatu iklan.
&.&6.& Tidak menimbulkan keraguan atau ketidaktahuan atas identitas pengiklannya.
Identitas pengiklan yang belum dikenal se(ara umum, a#ib men(antumkan nama dan
alamat lengkapnya.
&.&6." Tidak bernada mengganti atau berbeda dari suatu tatanan atau perlakuan yang
sudah diyakini masyarakat umum sebagai kebenaran atau kenis(ayaan.
&.&6.6 Tidak mendorong atau memi(u timbulnya rasa (emas atau takut yang berlebihan
terhadap masyarakat.
&.&6.8 4etiap pesan iklan yang mengandung hanya pendapat sepihak, a#ib
menyantumkan kata-kata ,menurut kami-, ,kami berpendapat- atau se#enisnya.
&.&6.5 %ika menya#ikan atau menga#ukan suatu permasalahan atau pendapat yang
bersifat kontroversi atau menimbulkan perdebatan publik, maka harus dapat 1 #ika
diminta 1 memberikan bukti pendukung dan atau penalaran yang dapat
diterima oleh lembaga penegak etika, atas kebenaran permasalahan atau pendapat
tersebut.
&.&6.7 Terkait dengan butir &.&6.5 di atas, iklan kebi#akan publi( dinyatakan melanggar
etika periklanan, #ika pengiklannya tidak dapat atau tidak bersedia memberikan bukti
pendukung yang diminta lembaga penegak etika periklanan.
&.&6.3 %ika suatu pernyataan memberi ru#ukan faktual atas temuan sesuatu riset, maka
pen(antuman data-data dari temuan tersebut harus telah dibenarkan dan disetu#ui oleh
pihak penanggung#aab riset dimaksud.
&.&6.9 Tidak boleh merupakan, atau dikaitkan dengan promosi pen#ualan dalam bentuk
apa pun.
#.#/ Iklan La$anan <as$arakat (IL<)
&.&8.$ Penyelenggaraan I@M yang sepenuhnya oleh pamong atau lembaga nirlaba
dapat memuat identitas penyelenggara dan atau logo maupun slogan.
&.&8.& 2esertaan lembaga komersial dalam penyelenggaraan I@M hanya dapat memuat
nama korporatnya.
#.#2 5udi dan Taru&an
4egala bentuk per#udian dan pertaruhan tidak boleh diiklankan baik se(ara #elas
maupun tersamar.
#.#3 Sen6ata> Amunisi> dan )a&an Peledak
4en#ata api dan segala alat yang dibuat untuk men(elakakan atau menganiaya orang,
maupun amunisi dan bahan peledak tidak boleh diiklankan.
#.#4 A%ama
Agama dan keper(ayaan tidak boleh diiklankan dalam bentuk apapun.
#.#9 Iklan <ulti(roduk
%ika sesuatu iklan tampil se(ara multiproduk atau multimerek, maka setiap ketentuan
etika periklanan yang berlaku bagi masing-masing produk atau merek tersebut berlaku
pula bagi keseluruhan gabungan produk atau merek tersebut.
Etika Persain%an Dalam Periklanan
Etika dan tata krama harus dipenuhi dalam segala aktivitas periklanan untuk
mendapatkan respon positif dan men#auhi sikap penolakan dari audien(e.
)alam etika periklanan dikenal prinsip 4akramai *self-regulation+ adalah suatu
prinsip atau paham yang dianut oleh mayarakat periklanan di seluruh dunia, termasuk
di Indonesia. 'ahkan tidak hanya pada kode etik periklanan prinsip ini diterapkan,
namun #uga di banyak kode etik profesi maupun kode etik bisnis lainnya.
Pada aal dikenalnya sakramai, sepenuhnya adalah dimaksudkan untuk melindungi
pelaku
perniagaan dari persaingan yang tidak adil atau tidak sehat. Tu#uan ini kemudian
berkembang
seiring dengan ketatnya persaingan dan kian kuatnya gerakan konsumerisme
sehingga kini sakramai lebih banyak ditu#ukan untuk melindungi konsumen. 4e(ara
sederhana, tu#uan penerapan prinsip sakramai adalah: untuk dapat dengan
sebaikbaiknya
mempertahankan keibaaan komunikasi pemasaran 1 termasuk periklanan 1
demi kepentingan semua pihak.
$36 Etika Persaingan dalam Periklanan *Makmun <iyanto+
'eberapa prinsip sakramai yang diserap oleh kebanyakan kode etik periklanan di
berbagai negara yang dalam tatakrama periklanan disebut a=as umum tatakrama
periklanan
Indonesia adalah:
$. %u#ur, bertanggung#aab, dan tidak bertentangan dengan hukum negara.
&. 4e#alan dengan nilai-nilai sosial-budaya masyarakat.
". Mendorong persaingan, namun dengan (ara-(ara yang adil dan sehat *di#iai
persaingan yang sehat+.
)ari tiga a=as umum tatakrama periklanan Indonesia tersebut yang berkaitan dengan
persaingan adalah baha iklan harus #u#ur, bertanggung #aab dan tidak bertentangan
dengan hukum yang berlaku dan iklan harus di#iai oleh persaingan yang sehat.
Implementasi dari a=as yang berkaitan dengan persaingan tersebut di antaranya
adalah:
$. )ari sisi bahasa, iklan tidak boleh menggunakan kata-kata superlatif *berlebihan+
seperti ApalingA, Anomor satuA, AtopA, atau kata-kata beraalan Ater-A, dan atau yang
bermakna sama, tanpa se(ara khas men#elaskan keunggulan tersebut yang harus
dapat
dibuktikan dengan pernyataan tertulis dari otoritas terkait atau sumber yang otentik.
&. Penggunaan kata A$../A, AmurniA, AasliA untuk menyatakan sesuatu kandungan,
kadar,
bobot, tingkat mutu, dan sebagainya, harus dapat dibuktikan dengan pernyataan tertulis
dari otoritas terkait atau sumber yang otentik.
". Penggunaan 2ata A4atu-satunyaA. Iklan tidak boleh menggunakan kata-kata
AsatusatunyaA
atau yang bermakna sama, tanpa se(ara khas menyebutkan dalam hal apa
produk tersebut men#adi yang satu-satunya dan hal tersebut harus dapat dibuktikan dan
dipertanggung#aabkan.
6. !iperbolisasi, boleh dilakukan sepan#ang ia semata-mata dimaksudkan sebagai
penarik
perhatian atau humor yang se(ara sangat #elas berlebihan atau tidak masuk akal,
sehingga tidak menimbulkan salah persepsi dari khalayak sasarannya.
8. Iklan yang baik tidak mengadakan perbadingan langsung dengan produk-produk
saingannya. Apabila perbandingan sema(am ini diperlukan, maka dasar perbandingan
harus sama dan #elas. 2onsumen tidak disesatkan oleh perbandingan tersebut.
5. Perbandingan langsung dapat dilakukan, namun hanya terhadap aspek-aspek teknis
produk, dan dengan kriteria yang tepat sama. %ika perbandingan langsung
menampilkan
data riset, maka metodologi, sumber dan aktu penelitiannya harus diungkapkan
se(ara
#elas. Pengggunaan data riset tersebut harus sudah memperoleh persetu#uan atau
verifikasi dari organisasi penyelenggara riset tersebut.
7. Perbandingan tak langsung harus didasarkan pada kriteria yang tidak menyesatkan
khalayak.
3. Perbandingan !arga. Perbandingan harga hanya dapat dilakukan terhadap efisiensi
dan
kemanfaatan penggunaan produk, dan harus diseretai dengan pen#elasan atau
penalaran yang memadai.
9. Tidak Merendahkan. Iklan tidak boleh merendahkan produk pesaing se(ara langsung
maupun tidak langsung. )alam PP <I Bo.59 Th $999 tentang label dan iklan pangan
#uga disebutkan baha iklan pangan dilarang dibuat dalam bentuk apapun untuk
diedarkan dan?atau disebarluarkan dalam masyarakat dengan (ara mendiskreditkan
produk pangan lainnya.
$.. Peniruan iklan. Iklan tidak boleh dengan senga#a meniru iklan produk pesaing
sedemikian rupa sehingga dapat merendahkan produk pesaing, ataupun menyesatkan
atau membingungkan khalayak. Peniruan tersebut meliputi baik ide dasar, konsep atau
alur (erita, setting, komposisi musik maupun eksekusi. )alam pengertian eksekusi
termasuk model, kemasan, bentuk merek, logo, #udul atau sub#udul, slogan, komposisi
huruf dan gambar, komposisi musik baik melodi maupun lirik, ikon atau atribut khas lain,
dan properti.
$$. Peniruan iklan. Iklan tidak boleh meniru ikon atau atribut khas yang telah lebih dulu
digunakan oleh sesuatu iklan produk pesaing dan masih digunakan hingga kurun dua
tahun terakhir.
<agam %urnal Pengembangan !umaniora Col. $$ Bo. ", )esember &.$$ $38
$&. Penempatan iklan. Media a#ib memisahkan se#auh mungkin penempatan iklan-
iklan
dari produk yang se#enis atau bersaing. 2e(uali pada program, ruang, atau rubrik
khusus yang memang dibuat untuk itu.
$". Monopoli. Monopoli aktu?ruang?lokasi iklan untuk tu#uan apa pun yang merugikan
pihak
lain tidak dibenarkan.
$6. Media @uar-Driya *out-of-home media+. Iklan luar griya tidak boleh ditempatkan
sedemikian rupa sehingga menutupi sebagian atau seluruh iklan luar griya lain yang
sudah lebih dulu ada di tempat itu, dan iklan tidak boleh ditempatkan bersebelahan atau
amat berdekatan dengan iklan produk pesaing.
$8. 2laim sebagai yang pertama, dalam hal apa pun, harus disertai pen#elasan bukti
yang
mendukung pernyataan yang dimaksud.
$5. Iklan Promosi Pen#ualan. Iklan mengenai undian, sayembara, maupun hadiah
langsung
yang mengundang kesertaan konsumen, harus se(ara #elas dan lengkap menyebut
syarat-syarat kesertaan, masa berlaku, dan tanggal penarikan undian, serta #enis dan
#umlah hadiah yang ditaarkan, maupun (ara-(ara penyerahannya, a#ib
men(antumkan
i=in yang berlaku.
$7. Iklan promosi pen#ualan men(antumkan penaaran rabat, potongan, atau diskon
harga,
maka ia harus benar-benar lebih rendah dari harga sebelumnya, bukan karena telah
didahului dengan menaikkan harga.
$3. Iklan hadiah langsung tidak boleh mensyaratkan Aselama persediaan masih adaA
atau
ungkapan lain yang bermakna sama dan #ika di(antumkan nilai rupiah dari barang
hadiah, haruslah benar-benar sesuai dengan harga pasar yang berlaku.
$9. Pemakaian 2ata ADratisA atau kata lain yang bermakna sama tidak boleh
di(antumkan
dalam iklan, bila ternyata konsumen harus membayar biaya lain. 'iaya pengiriman yang
dikenakan kepada konsumen #uga harus di(antumkan dengan #elas.
&.. %an#i Pengembalian 0ang *warranty). %ika suatu iklan men#an#ikan pengembalian
uang
ganti rugi atas pembelian suatu produk yang ternyata menge(eakan konsumen, maka
syarat-syarat pengembalian uang tersebut harus dinyatakan se(ara #elas dan lengkap,
antara lain #enis kerusakan atau kekurangan yang di#amin, dan #angka aktu
berlakunya
pengembalian uang. Pengiklan a#ib mengembalikan uang konsumen sesuai #an#i yang
telah diiklankannya.