You are on page 1of 6

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.1
DAFTAR ISI2

BAB I PENDAHULUAN.3-4
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan
BAB II PEMBAHASAN 5-8
A. Pancasila Sebagai Filsafat Hidup Bangsa Indonesia
B. Pancasila Sebagai Filsafat Pendidikan Nasional
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan 9

DAFTAR PUSTAKA 10









BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pancasila juga merupakan filsafat hidup bangsa Indonesia dan sebagai filsafat pendidikan
nasional selain fungsi utamanya sebagai dasar negara. Sejarah telah mengungkapkan bahwa
pancasila adalah jiwa dari seluruh bangsa Indonesia yang mampu memberi kekuatan hidup
kepada bangsa Indonesia serta membimbingnya dalam mengejar kehidupan lahir batin yang
makin baik, di dalam masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.
Pancasila yang diterima dan ditetapkan sabagai dasar Negara seperti yang tercantum
dalam pembukaan UUD 1945 merupakan kepribadian dan pandangan hidup bangsa serta mampu
menjadi sebagai pedoman untuk melaksanakan pendidikan nasional. Pembelajaran pancasila
menjadi sangat penting, karena mengingat pancasila merupakan jiwa dari seluruh rakyat
Indonesia. Hal ini mengandung makna bahwa di dalam pancasila mengandung jiwa yang luhur,
nilai-nilai yang luhur dan sarat dengan ajaran moralitas.
Atas dasar realita inilah penyulis merasa tertarik untuk membahasnya dalam
bentuk makalah dengan judul PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT HIDUP BANGSA
INDONESIA & SEBAGAI FILSAFAT PENDIDIKAN NASIONAL




B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang, maka penulis merumuskan masalah-masalah yang
akan di bahas diantaranya:
1. Bagaimana hakikat Pancasila sebagai Filsafat hidup bangsa dan apa nilai nilai yang
terkandung di dalamnya?
2. Apa Fungsi utama filsafat pancasila bagi bangsa dan Negara?
3. Bagaimana Arti filsafat pendidikan dan hakikat Pancasila sebagai Filsafat Pendidikan
Nasional ?

C. Tujuan Penulisan
Penulisan Dalam penyusunan Makalah ini, penulis mempunyai beberapa tujuan, yaitu:

1. Untuk mengetahui hakikat Pancasila sebagai filsafat hidup bangsa
2. Untuk mengetahui nilai nilai yang terkandung dalam pancasila
3. Untuk mengetahui hakikat Pancasila seagai filsafat Pendidikan Nasional.

D. Metode Penulisan

Dalam penulisan makalah ini, penulis menggunakan metode kepustakaan dan browsing
dimana penulis mengambil beberapa sumber (sebagaian besar dari buku dan internet ) dan
menyimpulkan apa yang didapatkan dari sumber-sumber tersebut.







BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pancasila Sebagai Filsafat Hidup Bangsa
Secara etimologis istilah filsafat atau bahasa Inggrisnya disebut philosophi berasal dari
bahasa Yunani philien (cinta) dan sophos (hikmah/kearifan) atau bisa juga diartikan cinta
kebijaksanaan.

Filsuf adalah pencinta pandangan tentang kebenaran (vision of truth). Dalam pencarian dan
menangkap pengetahuan mengenai ide yang abadi dan tak berubah. peninjauan dalam diri yang
bersifat reflektif atau berupa perenungan terhadap azas-azas dari kehidupan adil dan bahagia.

Pancasila adalah dasar Filsafat Negara Republik Indonesia yang secara resmi disahkan oleh
PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 dan tercantum dalam UUD 1945, dundangkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia tahun II No. 7 bersama dengan UUD 1945.

Pancasila adalah jiwa dan seluruh rakyat Indonesia, kepribadian bangsa Indonesia,
pandangan bangsa Indonesia dan dasar negara. Di samping menjadi tujuan hidup bangsa
Indonesia, pancasila juga merupakan kebudayaan yang mengajarkan bahwa hidup manusia akan
mencapai puncak kebahagian jika dapat dikembangkan keselarasan dan keseimbangan., baik
dalam hidup manusia sebagai pribadi, sebagai makhluk sosial dalam mengejar hubungan dengan
masyarakat, alam, Tuhannya maupun dalam mengejar kemajuan lahiriah dan kebahagiaan
rohaniah.
Oleh karena itu, kita perlu memahami, mengahyati dan mengamalkan pancasila dalam
segi kehidupan. Tanpa upaya itu, Pancasila hanya akan menjadi rangkaian kata-kata indah
rumusan yang beku dan mati serta tidak mempunyai arti bagi kehidupan bangsa kita. Pancasila
yang dimaksud disini adalah pancasila yang dirumuskan dalam pembukaan Undang-Undang
Dasar 1945 yang terdiri dari 5 sila dan penjabarannya tidak dapat dipahmi secara terpisah
melainkan satu kesatuan.
Sangatlah wajar jika pancasila dikatakan sebagai filsafat hidup bangsa kerena
1. Kesadaran ketuhanan dan kesadaran keagamaan secar sederhana.
2. Kesadaran kekeluargaan, dimana cinta dan keluarga sebagai dasar dan kodrat terbentuknya
masyarakat dan sinambungnya generasi.
3. Kesadaran musyawarah mufakat dalam menetapkan kehendak bersama.
4. Kesadaran gotong royong, tolong mtnolong.
5. Kesadaran tenggang rasa, atau tepa selira, sebagai semangat kekeluargaan dan kebersamaan,
hormat dan memelihara kesatuan, saling pengertian demi keutuhan, kerukunan dan kekeluargaan
dalam kebersamaan.
Itulah yang termaktub dalam Pancasila dengan 36 butir-butirnya. Dengan begitu, pada
dasarnya Indonesia telah melaksanakan Pancasila, walaupun sifatnya masih merupakan
kebudayaan. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tersebut sudah abad-abad lamanya
mengakar pada kehidupan bangsa indonesia, kerena itu pancasila dijadikan serbagai falsafah
hidup bangsa.
v Fungsi Utama Filsafat Pancasila Bagi Bangsa dan Negara Indonesia

Keberadaan Pancasila telah terbukti mampu mempersatukan Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI) dari perpecahan. Dengan konsep Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila menjadi
nilai rujukan kebersamaan atas beragam budaya dan etnis dari Sabang sampai Merauke. Dari
kenyataan inilah maka fungsi dan peranan Pancasila meliputi:
a. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia
b. Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia
c. Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia
d. Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia
e. Pancasila sebagai perjanjian luhur Indonesia
f. Pancasila sebagai pandangan hidup yang mempersatukan bangsa Indonesia
g. Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia
h. Pancasila sebagai moral pembangunan
i. Pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila


Filsafat Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia adalah kristalisasi dari nilai-
nilai yang dimiliki bangsa itu sendiri, yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad pada
bangsa itu untuk mewujudkannya menjadi negara yang sejahtera (Wellfare State).

B. Pancasila Sebagai Filsafat Pendidikan Nasional

Pengertian Filsafat Pendidikan
Filsafat Pendidikan merupakan bagian dari Epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara
spesifik mengkaji hakikat ilmu pendidikan (pengtahuan ilmiah tentang pendidikan).
Ilmu berasal dari bahasa Arab: alima, yalamu, ilman yang berarti mengetahui, memahami
danmengerti benar-benar. Dalam bahasa Inggris disebut Science, dari bahasa Latin yang
berasal dari kata Scientia (pengetahuan) atau Scire (mengetahui). Sedangkan dalam bahasa
Yunani adalah Episteme (pengetahuan).
Pendidikan pada dasarnya merupakan usaha sadar manusia untuk menumbuhkan dan
mengembangkan potensi-potensi bawaan yang melekat pada dirinya, baik jasmani maupun
rohani sesuai dengan nilai-nilai yang dianut, sehingga terjadi proses pendewasaan dan
peningkatan kemampuannya dalam beradaptasi.
Pilar pendidikan: learning to know, learning to do, learning to be, and learning to live
together/with others.
Pancasila Sebagai Filsafat Pendidikan Nasional

Perjalanan negara kita, yang merdeka pada 17 Agustus 1945, telah banyak mengalami
pasang surut, begitu juga keadaan pendidikan penyakit. Sistem pendidikan yang dialami
sekarang merupakan hasil perkembangan pendidikan ysng tumbuh dalam sejarah pengalaman
bangsa di masa lalu. Pendidikan tidak berdiri sendiri, tapi selalu dipengaruhi oleh kekuatan-
kekuatan politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan.
Dalam kehidupan suatu bangsa, pendidikan memang mempunyai peranan yang amat
penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan bangsa bersangkutan.
Karena itu, pendidikan diusahakan dan diselenggarakan oleh pemerintah sebagai satu sistem
pengajaran nasional, sebagaimana yang termaktub dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31
ayat 2.
Menurut Aristoteles, tujuan pendidikan sama dengan tujuan didirikannya suatu negara
(Rapar, 1988:40). Begitu juga dengan Indonesia, yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
ingin menciptakan manusia kebijaksanaan untuk menjaga agar arah pendidikan tidak menuju
pembentukan manusia liberal yang dianggap sangat bertentangan dengan jiwa dan semangat
bangsa Indonesia (Depdikbud,1993:79). Kemudian, atas instruksi Menteri Pengajaran dan
Budaya (PM) Prof. Dr. Priyono mengeluarkan instruksi yang dikenal dengan nama Sapta Usaha
Tama dan Pancawardhana yang isinya antara lain bahwa Pancasila merupakan asas pendidikan
nasional. (Supardo,1960:431)
Pendidikan, selain sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, sosial budaya, juga
merupakan sarana untuk mewariskan ideologi bangsa kepada generasi selanjutnya yang (hanya)
dapat dilakukan melalui pendidikan. Karena menurut Tadjab, suatu bangsa menjadi kuat, perkasa
dan berjaya serta menguasai bangsa-bangsa lain dengan sistem pendidikan yang lemah, suatu
bangsa akan tidak berdaya (Tadjab, 1994:26). Untuk itu, sudah barang tentu perlu adanya tujuan
yang digariskan, baik itu tujuan institusional, kurikuler, maupun tujuan nasional.
Bukan rahasia lagi, jika pendidikan suatu bangsa akan secara otomatis mengikuti
ideologi bangsa yang dianut. Karena nya sistem pendidikan nasional di jiwai, di dasari dan
mencerminkan identitas pancasila. Sementara cita dan karsa kita, tujuan nasional dan hasrat
luhur rakyat indonesia, tersimpul dalam pembukaan UUD 1945 sebagai perwujudan jiwa dan
nilai pancasila.
Cita dan karsa itu dilembagakan dalam sistem pendidikan nasional yang bertumpu dan dijiwai
oleh suatu keyakinan, dan pandangan hidup pancasila. Inilah alasan mengapa filsafat pendidikan
pancasila merupakan tuntutan nasional, sedangkan filsafat pendidikan pancasila adalah subsitem
dari sistem negara pancasila. Dengan kata lain, sistem negara pancasila wajar tercermin dan
dilaksanakan di dalam berbagai subsistem kahidupan bangsa dan masyarakat.
Dengan memerhatikan fungsi pendidikan dalam membangun potensi negara dan bangsa,
khusus nya dalam melestarikan kebudayaan dan kepribadian bangsa yang pada akhirnya
menentukan eksistensi dan martabat negara dan bangsa, maka sistem pendidikan nasional dan
filsafat pendidikan pancasila seyogianya terbina mantap demi tegak nya martabat dan
kepribadian bangsa sekaligus melestarikan sistem negara pancasila berdasarkan UUD 1945.
Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa filsafat pendidikan pancasila merupakan aspek
rohaniah atau spiritual sistem pendidikan nasional. Tegasnya, tiada sistem pendidikan nasional
tanpa filsafat pendidikan.
Dengan demikian, jelaslah tidak mungkin sistem pendidikan nasional dijiwai dan dan
didasari oleh sistem filsafat pendidikan yang lain selain pancasila. Hal ini tercermin dalam tujuan
pendidikan nasional yamg termuat dalam UU No.2 Tahun 1989 dan UU No.20 Tahun 2003
tentang sistem pendidikan nasional, yakni : pendidikan nasional bertujuan mecerdaskan
kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, kepribadian yang mantap dan
mandiri serta bertanggung jawab kemasyarakatan.
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPILAN

Dari Penjelasan diatas dapat kami simpulkan bahwa pancasila sebagai filsafat bangsa
Indonesia merupakan suatu yang sudah mutlak dan tidak boleh dirubah karena
Pancasila adalah jiwa dan seluruh rakyat Indonesia, kepribadian bangsa Indonesia, pandangan
bangsa Indonesia dan dasar negara. Di samping menjadi tujuan hidup bangsa Indonesia,
pancasila juga merupakan kebudayaan yang mengajarkan bahwa hidup manusia akan mencapai
puncak kebahagian jika dapat dikembangkan keselarasan dan keseimbangan., baik dalam hidup
manusia sebagai pribadi, sebagai makhluk sosial dalam mengejar hubungan dengan masyarakat,
alam, Tuhannya maupun dalam mengejar kemajuan lahiriah dan kebahagiaan rohaniah. Danf
fungsi fungsiPancasila telah terbukti mampu mempersatukan Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI) dari perpecahan.
Selain itu pancasila juga berfungsi sebagai filsafat pendidikan nasional dimana Dalam kehidupan
suatu bangsa, pendidikan memang mempunyai peranan yang amat penting untuk menjamin
perkembangan dan kelangsungan kehidupan bangsa bersangkutan. Karena itu, pendidikan
diusahakan dan diselenggarakan oleh pemerintah sebagai satu sistem pengajaran nasional,
sebagaimana yang termaktub dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat 2.