You are on page 1of 5

Akuisisi Unilever terhadap Sara Lee Body Care:

Masa Depan Lebih Baik untuk Divisi Perawatan ?



Pendahuluan
Unilever Indonesia sejak tahun 5 Desember 1933 merupakan perusahaan besar dalam
bidang produk home dan personal care. Dari segi kapitasi pasar pada akhir tahun 2009 sebgai
terbesar ketujuh di BEI.
Misi korporasi Unilever
adalah untuk meningkatkan vitalitas hidup. Hal ini menunjukkan bagaimana perusahaan
benar-benar memahami pelanggan abad 21 dan kehidupan mereka.
Visi Unilever
adalah membimbing kami dalam menjalankan pendekatan untuk menjalankan usaha,
terdapat dorongan untuk melayani para pelanggan dengan cara yang unik dan efektif. Memenuhi
kebutuhan akan nutrisi, kesehatan dan perawatan pribadi sehari-hari dengan produk-produk yang
membuat para pemakainya merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati kehidupan.
Prinsip Bisnis Unilever
merupakan standar perilaku bagi setiap karyawan Unilever dimanapun mereka berada
yang mendukung kami dalam melakukan pendekatan terhadap pemerintah, pelanggan, konsumen
dan masyarakat.
Nilai perusahaan
Memusatkan perhatian untuk memenangkan hati para pelanggan (internal dan eksternal)
dan membuat konsumen dan masyarakat merasa senang dengan selalu memahami dan
mengantisipasi kebutuhan mereka serta memberikan jawaban secara kewirausahaan.
1. Kerjasama
Mengakui adanya ketergantungan satu sama lain dan kita bekerja bersama-sama guna
mencapai tujuan yang sama, dengan semangat untuk menang, dan saling percaya.
2. Integritas
Bersikap jujur, berpegang teguh pada prinsip, konsisten, dan terpercaya dalam semua
transaksi yang kita lakukan.

3. Membuat sesuatu terjadi
Bersikap positif dalam mengambil keputusan yang cepat berdasarkan fakta yang ada
dan dalam membuat sesuatu terjadi.
4. Berbagi kegembiraan
Harus berhasil bersama-sama. Semangat yang melimpah menandakan bahwa kita
berbagi penghargaan atas hasil kerja keras. Melaksanakan tugas dengan gembira sehingga kita
mendapatkan energi dan membantu meraih sukses.
5. Excellence
Bersemangat untuk melampaui harapan pelanggan, konsumen dan masyarakat melalui
produk dan cara kerja kita. Memiliki kebebasan untuk berkarya di dalam suatu kerangka kerja.
Budaya Unilever
Selalu bekerja atas dasar integritas, melakukan kegiatan usaha atas dasar integritas dan
menghormati setiap orang, perusahaan dan lingkungan tempatnya beroperasi merupakan faktor
utama yang menjadi tanggung jawab perusahaan
Ada 18 brands pada 2009yang terkenal karena kualitasnya yang unggul. Produk
tersebut adalah Axe, Citra, Clear, Close-up, Domestos, Dove, Lifebuoy, Lux, Molto, Pepsodent,
Ponds, Rexona, Rinso, Sunlight, Sulsilk, Super Pell, Surf, dan Vaseline. Dengan kontribusi turn
ver sangat tinggi mencapai 76,2 persen pada tahun 2009.
Sara Lee Indonesia berasal dari PT Prodenta Indonesia di Surabaya dan diambil oleh
Sara Lee Douwe Egbert NV, anak perusahaan Sara Lee Corp, yang berbasis di Belanda.
Produk Sara Lee yaitu, Zwitsal, Purol, She, Kiwi, Brylcreem, dan Densol. Dengan 89
persen dari saham PT Sara Lee Body Care Indonesia Tbk. Dimiliki oleh Sara Lee DE/NV.
Akuisisi yang terjadi bersifat Global yaitu berupa produk Sanex, Radox, dan Duschadas.
Di Indonesia yang menyumbang sekitar 15 persen dari pasar global dan Analis mengatakan akan
memberikan kontribusi untuk laba Unilever sebesar 1 persen dengan akuisisi ini.

Rumusan Masalah
1. Apakah akan menjadi monopoly pasar?
2. Tuntutan Buruh PT Sara Lee Indonesia Tbk.
3. Tantangan ke Depan

Pembahasan
Untuk rencana akuisisi yang sempat tidak disetujui oleh KPPU karena pasca akuisisi
pangsa pasar akan lebih dari 50 persen dikuasai oleh Unilever. Yang pada akhirnya disetujui
dengan pangsa pasar setelah akuisisi 33,4 persen. Dan pada tahun 2011 memebrikan keputusan
no objection dengan alasan tidak terjadi monopoly dan menggangu kmpeitior lain serta tidak
merugikan konsumen dengan perubahan harga yang kecil.
Tuntutan Buruh akan uang pesangon dan kompesasi dari akuisisi ini dengan mogok kerja
dan kecil bila dilihat dari nilai akusisi tetapi menurut Chatterjee, Presiden Direktur Sara lee
Indonesia sudah terlalu tinggi dan jauh di atas ketentuan dalam UU Ketenagakerjaan.
Untuk tantangan masa depan tentu tetap ada dengan adanya akuisisi ini. Tetapi dengan
bergabunnya jalur distribusi kedua perusahaan serta fasilitas yang dimiliki oleh Sara Lee ke
Unilever dapat membantu pertumbuhan baik dalam output dan penjualan perusahaan.
Analisis SWOT
Strength
Memenuhi kebutuhan akan nutrisi, kesehatan dan perawatan pribadi sehari-hari dengan produk-
produk yang membuat para pemakainya merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih
menikmati kehidupan.
Weakness
Pesaing yang semakin kompetitif
Banyak produk yang meniru produk unilever
Antar produk saling bersaing
Oportunities
Menghasilkan hubungan yang kuat dengan para pelanggan
Membawa kekayaan ilmu pengetahuan dan keahlian internasional untuk dapat melayani
konsumen setempat multinasional multilokal sesungguhnya dengan sebaiknya
Threats
Penipuan yang mengatas namakan unilever, baik dalam bentuk produk, hadiah atau pelayanan
Proses STP
Segmenting
Pada proses ini Unilever menggunakan dasar analisa karakteristik konsumen dan
tanggapannya. Untuk pasar Indonesia misalnya, Unilever mengombinasikan variable
geografis,demografis dan perilaku konsumen.Perusahaan multinasional yang memiliki pasar
global akan menghadapi karakter pasar berbeda dari Negara satu dengan Negara lain. Berbeda
Negara berbedapula keadaan penduduknya, seperti daya beli masyarakat hingga jumlah
penduduk suatu Negara itu sendiri.Untuk variable perilaku, Unilever mengelompokkan
konsumennya ke dalam tingkat loyalitas, tingkat pemakaian hingga tanggapan atas produk itu
Targeting
Dalam proses targeting, kami harus mengambil satu contoh produk yang mampu mewakili
strategi targeting dan positioning Unilever. Karena pada dasarnya strategi STP suatu produk
akan berbeda dengan produk lainnya. Di sini kami meimilih sampo Clear sebagai contoh. Target
pasar yang dituju adalah konsumen didaerah tropis yang menginginkan sampo berkualitas
dengan harga terjangkau.
Positioning
Sampo Clear sebagai pemimpin pasar sampo anti ketombe mencoba memposisikan
produknya di benak konsumen sebagai sampo anti ketombe terkemukadengan beberapa pilihan
mulai dari gender hingga karekter rambut konsumennya

Sumber
Dyah Megasari, Unilever Genjot Bisnisnya Di Indonesia (www. Kontan.co.id), diunduh pada
2 April 2014
Simon Pitman, Unilever- Sara Lee Acquisition Gets the Nod from Analysits
(www.Cosmeticsdesign.com).
Gloria Haraito, Tuntut Gaji Tinggi, Karyawan Sara Lee Mogok Kerja (www. Kontan.co.id)








TUGAS

Akuisisi Unilever terhadap Sara Lee Body Care:
Masa Depan Lebih Baik untuk Divisi Perawatan ?
Dosen: Prof. Lizar Alfansi



Nama : Phimatra Jaya Putra
NPM : C2B012130


MAGISTER MANAGEMENT
UNIVERSITAS NEGERI BENGKULU
Tahun 2014 - 2015