Вы находитесь на странице: 1из 63

Ch 4 : Internet Protocol

(IP) Address Versi 4


E. Ully Artha
mas.ully@gmail.com

Agenda
Pembagian IP Address
Mengartikan IP beserta Class nya
Special IP Address

Tujuan
Dapat memahami arti dan fungsi IP
address dalam komunikasi antar host
di internet.
Dapat melakukan konversi IP address
dari biner ke desimal dan sebaliknya.
Dapat memahami pembagian IP
address ke dalam beberapa kelas.
Pembagian IP Address
Dikenal dua cara pembagian IP Address,
yakni:
Classfull dan
Classless Addressing
IP Protocols dan Pendukungnya
Application Application
HTTP Request
TCP
Header
Header berisi source &
destination port numbers
Header berisi:
source & destination
IP addresses; tipe
transport protocol
IP
Header
Header berisi:
source &
destination physical
addresses; tipe
network protocol
FCS
Ethernet
Header
Encapsulation
Model Service
Connectionless (datagram-based)
Best-effort delivery (unreliable service)
packets bisa hilang
packets diterima tidak berurut
duplikasi paket yang diterima
delay packets dapat cukup besar
Format Datagram

V ersion HLen TOS Length
Ident Flags Offset
TTL Protocol Checksum
SourceAddr
DestinationAddr
Options (variable)
Pad
(variable)
0 4 8 16 19 31
Data
IP Internet
Concatenation of Networks





Protocol Stack

R2
R1
H4
H5
H3 H2 H1
Network 2 (Ethernet)
Network 1 (Ethernet)
H6
Network 3 (FDDI)
Network 4
(point-to-point)
H7 R3 H8
R1
ETH FDDI
IP IP
ETH
TCP
R2
FDDI PPP
IP
R3
PPP ETH
IP
H1
IP
ETH
TCP
H8
Fragmentation dan Reassembly
Tiap network punya harga MTU
Strategi
fragment jika diperlukan (MTU < Datagram)
Usahakan mencegah fragmentation pada source host
re-fragmentation dimungkinkan
fragments adalah self-contained datagrams
tunda reassembly sampai destination host
Tidak melakukan recover dari fragments hilang
Contoh
H1 R1 R2 R3 H8
ETH IP (1400) FDDI IP (1400) PPP IP (512)
PPP IP (376)
PPP IP (512)
ETH IP (512)
ETH IP (376)
ETH IP (512)
Ident = x Offset = 0
Start of header
0
Rest of header
1400 data bytes
Ident = x Offset = 0
Start of header
1
Rest of header
512 data bytes
Ident = x Offset = 512
Start of header
1
Rest of header
512 data bytes
Ident = x Offset = 1024
Start of header
0
Rest of header
376 data bytes
IP Addresses
Struktur IP address
Classful IP addresses
Batasan dan Masalah dg Clasful IP Addresses
Subneting
CIDR
IP version 6 Addressing
IP Addresses
IP Addresses
Apakah IP address?
IP address adalah address global unik utk interface
suatu jaringan

Sebuah IP address:
adalah 32 bit identifier
mengkodekan nomor jaringan (network prefix) dan
nomor host/host number
Notasi Dotted Decimal
IP addresses ditulis dalam bentuk dotted decimal
notation
Tiap byte diidentikasikan dengan nomor decimal dlm
range [0 255]
Contoh:
Network Prefix dan Host Number
Network prefix mengidentifikasikan suatu jaringan
dan host number mengidentifikasikan suatu host
spesifik (kenyatannya suatu interface pd jaringan)



Bagaimana kita tahu berapa panjang network prefix?
Network prefix secara implisit didefinisikan (lihat
class-based addressing)
Network prefix diindikasikan dg netmask
Contoh
Contoh: ellington.cs.virginia.edu



Network id : 128.143.0.0
Host id : 137.144
Network mask : 255.255.0.0 atau ffff0000
Prefix Notation : 128.143.137.144/16
> Network prefix panjang 16 bit
Cara Lama : Classful IP
Addresses
Saat address Internet distandarkan (awal 80-an), address Internet dibagi
dlm 4 kelas:
Class A : Network prefix 8 bit
Class B : Network prefix 16 bit
Class C : Network prefix 24 bit
Class D : Multicast
Class E : Eksperimen

Tiap IP address memp satu kunci yg mengidentifikasi kelas
Class A : IP address mulai dg 0
Class B : IP address mulai dg 10
Class C : IP address mulai dg 110
Class D : IP address mulai dg 1110
Class E : IP address mulai dg 11110
Cara Lama: Kelas Address
Internet

Cara Lama: Kelas Address
Internet






Address yg lain : Multicast addresses
Masalah Dengan Classful IP
Addresses
Skim classful address original punya sejumlah
masalah

Problem 1. Terlalu sedikit network addresses utk
jaringan-jaringan yg besar
Address Class A dan Class B telah lenyap

Problem 2. Hierarki 2 tingkat tidak sesuai utk
jaringan besar dg address Class A dan Class B
Fix#1: Subnetting
Masalah Dengan Classful IP
Addresses
Problem 3. Tidak fleksibel. Misalkan perusahaan
memerlukan 2000 address
Address class A dan B berlebihan (overkill!)
Address class C tidak mencukupi (memerlukan 10
address class C)

Fix#2: Clasless Interdomain Routing (CIDR)
Masalah Dengan Classful IP
Addresses
Problem 4. Tabel Routing Membengkak. Routing pd
backbone Internet memerlukan satu entry utk tiap
network address. Pd 1993 ukuran tabel routing
mulai melebihi kapasitas router

Fix#2: Clasless Interdomain Routing (CIDR)
Masalah Dengan Classful IP
Addresses
Problem 5. Internet memerlukan address lebih
dari 32-bit

Fix#3: IP version 6
Subnetting
Problem. Organisasi memp.
Multiple network yg di-
manage secara independen
Solusi 1: alokasikan satu atau
lebih address class C utk tiap
jaringan
Sulit di-manage
Dari luar organisasi, tiap
jaringan harus addressable

Solusi 2: tambah level
hierarki dari IP addressing
Classfull
Classfull merupakan metode pembagian
IP address berdasarkan klas, dimana IP
address (yang berjumlah sekitar 4 milyar)
dibagi kedalam lima kelas yakni:
Class A Class D
Class B Class E
Class C
Klasifikasi IP Address
Address kelas A
1 bit pertama IP Address-nya 0
Address kelas B
2 bit pertama IP Address-nya 10
Address kelas C
3 bit pertama IP Address-nya 110
Address kelas D
4 bit pertama IP Address-nya 1110
Address kelas E
4 bit pertama IP Address-nya 1111
Class A
Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
Bit pertama : 0
Panjang NetID : 8 bit
Panjang HostID: 24 bit
Byte pertama : 0 - 127
Jumlah Kelas : 128 (2
7
) (0 dan 127 dicadangkan)
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
(1. 0 . 0 . 1 s/d 1.255.255.254)

(126. 0 . 0 . 1 s/d 126.255.255.254)
Jumlah Host : 16.777.214 (2^24-2)IP pada setiap Kelas A
Dekripsi : Diberikan untuk jaringan dengan jumlah host
yang besar
26 104 0 19
IP Address Class A
Ciri : bit pertama = 0
Standar: 8 bit network dan 24 bit host
Ada 128 (2
7
) IP kelas A di dunia ( - 2)
Satu kelas A dapat menampung sampai
lebih dari 16 juta host ( 256
3
- 2 )
0-127 0-255 0-255 0-255
0nnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh hhhhhhhh
Bit-bit Network Bit-bit Host
Class B
Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
Bit pertama : 10
Panjang NetID : 16 bit
Panjang HostID: 16 bit
Byte pertama : 128 - 191
Jumlah Kelas : 16.384 (2
14
)
Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.255.xxx.xxx
(128. 0 . 0 . 1 s/d 128. 0 .255.254)

(191.255. 0 . 1 s/d 191.255.255.254)
Jumlah Host : 65.534 (2^16-2)IP Address pada setiap Kelas B
Deskripsi : Dialokasikan untuk jaringan besar dan sedang
128 66 12 1
IP Address Class B
128-191 0-255 0-255 0-255
10nnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh
Bit-bit Network Bit-bit Host
Ciri : dua bit pertama = 10
Standar : 16 bit network & 16 bit host
Ada 2
14
IP kelas B di dunia (64 x 256)
64 adalah jumlah range IP dari 128 hingga 191
Satu kelas B dapat menampung sampai lebih
dari 65 ribu host (256
2
- 2)
Class C
Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
Bit pertama : 110
Panjang NetID : 24 bit
Panjang HostID : 8 bit
Byte pertama : 192 - 223
Jumlah Kelas : 2.097.152 (2
21
)
Range IP : 192. 0 . 0 .xxx sampai 223.255.255.xxx
(192. 0 . 0 . 1 s/d 192. 0 . 0 .254)

( 223.255.255. 1 s/d 223.255.255.254 )
Jumlah Host : 254 (2
8
- 2)IP Address pada setiap Kelas C
Deskripsi : Digunakan untuk jaringan berukuran kecil
192 178 16 1
IP Address Class C
192-223 0-255 0-255 0-255
110nnnnn nnnnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh
Bit-bit Network Bit-bit Host
Ciri : tiga bit pertama = 110
Standar : 24 bit network & 8 bit host
Ada 32 x 256 x 256 (2
21
) IP kelas C di dunia
32 adalah jumlah range IP dari 192 hingga 223
Satu kelas C dapat menampung sampai
254 host
Class D
Format : 1110mmmm.mmmmmmm. mmmmmmm.
mmmmmmm
Bit pertama : 1110 - 11110111
Bit multicast : 28 bit
Byte inisial : 224 - 239
Deskripsi : Kelas D digunakan untuk
keperluan IP multicast (RFC 1112)
Class E
Format : 1111rrrr.rrrrrrrr. rrrrrrrr.
rrrrrrrr
Bit pertama : 1111
Bit cadangan : 28 bit
Byte inisial : 240 - 255
Deskripsi : Kelas E adalah kelas
yang dicadangkan untuk keperluan
eksperimental (research).
Classful and Classless IP
Addressing
Contoh Soal (Classfull)
Termasuk klas apa IP Address 10.10.0.1?
(Klas A)
Termasuk klas apa IP Address
100.100.100.100?
(Klas A)
Termasuk klas apa IP Address 128.0.0.1?
(Klas B)
Termasuk klas apa IP Address 192.168.0.254?
(Klas C)
Mengartikan suatu Address
26 104 0 19
128 66
192 178 16 1
Host 104. 0 .19 dari
network 26 (Klas A)
Mengartikan suatu Address
26 104 0 19
128 66 12 1
192 178
Host 12.1 dari
Network 128.66 (Klas B)
Mengartikan suatu Address
26 104 0 19
128 66
192 178 16 1
Host 1 dari
network 192.178.16
(Kelas C)
IP Address Classes
Identifying Address Classes
Address Class Prefixes
Network and Host Division
Class A Address
Class B Address
Class C Address
Class D Address Architecture
Class E Address Architecture
IP Address Range
Classless Addressing
Metode classless addressing (pengalamatan tanpa klas)
saat ini mulai banyak diterapkan, yakni dengan
pengalokasian IP Address dalam notasi Classless Inter
Domain Routing (CIDR). Istilah lain yang digunakan untuk
menyebut bagian IP address yang menunjuk suatu jaringan
secara lebih spesifik, disebut juga dengan Network Prefix.
Biasanya dalam menuliskan network prefix suatu kelas IP
Address digunakan tanda garis miring (Slash) /, diikuti
dengan angka yang menunjukan panjang network prefix ini
dalam bit.
Contoh : 192.168.0.0/24
Contoh IP Private (Khusus
Local) dengan metode classless
addressing
0/8 0.0.0.1 s.d. 0.255.255.254
Hosts/Net: 16.777.214
10/8 10.0.0.1 s.d. 10.255.255.254
Hosts/Net: 16.777.214
127/8 127.0.0.1 s.d. 127.255.255.254
Hosts/Net: 16.777.214
169.254/16 169.254.0.1 s.d.
169.254.255.254 Hosts/Net: 65.534
172.16/12 172.16.0.1 s.d.
172.31.255.254 Hosts/Net: 1.048.574 (Private
Internet)
192.0.2/24 192.0.2.1 s.d. 192.0.2.254
Hosts/Net: 254
192.168/16 192.168.0.1
s.d.192.168.255.254 Hosts/Net: 65.534
(Private Internet)
Filtered Source Addresses
0/8 ! broadcast
10/8 ! RFC 1918 private
127/8 ! loopback
169.254.0/16 ! link local
172.16.0.0/12 ! RFC 1918 private
192.0.2.0/24 ! TEST-NET
192.168.0/16 ! RFC 1918 private
224.0.0.0/4 ! class D multicast
240.0.0.0/5 ! class E reserved
248.0.0.0/5 ! reserved
255.255.255.255/32 ! broadcast
Aturan dasar dalam menentukan
network ID dan host ID yang akan
digunakan
Network ID 127.0.0.1 tidak dapat digunakan karena ia secara default
digunakan dalam keperluan loop-back. (Loopback adalah IP address
yang digunakan komputer untuk menunjuk dirinya sendiri).
Host ID tidak boleh semua bitnya diset 1 (contoh klas A:
126.255.255.255), karena akan diartikan sebagai alamat broadcast. ID
broadcast merupakan alamat yang mewakili seluruh anggota jaringan.
Pengiriman paket ke alamat ini akan menyebabkan paket ini didengarkan
oleh seluruh anggota network tersebut.
Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 0 (seluruh bit diset 0
seperti 0.0.0.0), karena IP address dengan host ID 0 diartikan sebagai
alamat network. Alamat network adalah alamat yang digunakan untuk
menunjuk suatu jaringan, dan tidak menunjukan suatu host.
Host ID harus unik dalam suatu network (dalam satu network, tidak
boleh ada dua host dengan host ID yang sama).
Contoh Soal Classless
Addresing
Berapa Range IP 10/8
10.0.0.1 s.d. 10.255.255.254
Berapa Range IP 169.254/16
169.254.0.1 s.d. 169.254.255.254
Berapa Range IP 192.168/16
192.168.0.1 s.d.192.168.255.254
Berapa Range IP 192.168.0/24
192.168.0.1 s.d.192.168.0.254
Contoh Soal Classless
Addresing
Berapa Range IP 192.168.0.0/26
192.168.0.1 s.d.192.168.0.62
Berapa Range IP 192.168.0.65/26
192.168.0.65 s.d.192.168.0.126
Berapa Range IP 192.168.0.130/26
192.168.0.129 s.d.192.168.0.190
Berapa Range IP 192.168.0.200/26
192.168.0.193 s.d.192.168.0.254
Mengartikan suatu Address
10/8 artinya:
Netmask : 255.0.0.0
IP Network : 10.0.0.0
IP Address : 10.0.0.1 s/d 10.255.255.254
IP Broadcast : 10.255.255.255
Mengartikan suatu Address
169.254/16 artinya:
Netmask : 255.255.0.0
IP Network : 169.254.0.0
IP Address : 169.254.0.1 s/d
169.254.255.254
IP Broadcast : 169.254.255.255
Mengartikan suatu Address
192.168.0/24 artinya:
Netmask : 255.255.255.0
IP Network : 192.168.0.0
IP Address : 192.168.0.1 s/d
192.168.0.254
IP Broadcast : 192.168.0.255
Jumlah host 1 network (LAN) = 254
Mengartikan suatu Address
192.168.0/25 artinya:
Netmask : 255.255.255.128
IP Network : 192.168.0.0 (Network 1)
IP Address : 192.168.0.1 s/d 192.168.0.126
IP Broadcast : 192.168.0.127

IP Network : 192.168.0.128 (Network 2)
IP Address : 192.168.0.129 s/d 192.168.0.254
IP Broadcast : 192.168.0.255

Ada 2 bh LAN (subnet) yang bisa dibentuk
dengan jumlah host pada tiap subnet sejumlah
126
Mengartikan suatu Address
192.168.0/26 artinya:
Netmask : 255.255.255.192
IP Network : 192.168.0.0 (Network 1)
IP Address : 192.168.0.1 s/d 192.168.0.62
IP Broadcast : 192.168.0.63

IP Network : 192.168.0.64 (Network 2)
IP Address : 192.168.0.65 s/d
192.168.0.126
IP Broadcast : 192.168.0.127
Mengartikan suatu Address
192.168.0/26 artinya:
Netmask : 255.255.255.192
IP Network : 192.168.0.128 (Network 3)
IP Address : 192.168.0.129 s/d 192.168.0.190
IP Broadcast : 192.168.0.191

IP Network : 192.168.0.192 (Network 4)
IP Address : 192.168.0.193 s/d 192.168.0.254
IP Broadcast : 192.168.0.255

Ada 4 bh LAN (subnet) yang bisa dibentuk
dengan jumlah host pada tiap subnet sejumlah
62.
Mengartikan suatu Address
172.16/12 artinya:
Netmask : 255.192.0.0
IP Network : 172.16.0.0
IP Address : 172.16.0.1 s/d 172.31.255.254
IP Broadcast : 172.31.255.255