You are on page 1of 14

KELOMPOK 1 B

Dwiyati fahrini
Sri indrawati
Rizkiyah
Ni Wayan Swintari
Ikaliana
Niluh kompyang
Ikha yulianingsih
Zahra Megawati
Pokok pembahasan :
Definisi HET
Peraturan yang mengatur HET
Pertimbangan penetapan HET
Tujuan ditetapkannya HET
Cara dan Contoh pencantuman HET pada label
obat
Pembinaan dan pengawasan terhadap penetapan
HET
Peralihan penerapan HET
DEFINISI HET
Penetapan harga maksimum merupakan batas
tertinggi harga penjualan yang harus dipatuhi
oleh produsen. Jika harga suatu barang
dianggap terlalu tinggi sehingga tidak dapat
dijangkau lagi oleh masyarakat, maka
pemerintah dapat menetapkan harga maksimum
atau biasa disebut Harga Eceran Tertinggi ( HET
) atau ceiling price. Maksud HET adalah bahwa
suatu barang tidak boleh dijual dengan harga
lebih tinggi daripada yang telah ditetapkan oleh
pemerintah.
Cont
Jika HET ditetapkan sama dengan atau lebih
tinggi daripada harga keseimbangan
sebagaimana ditetentukan oleh supply dan
demand di pasaran, maka penetapan harga ini
tidak banyak pengaruhnya, dan hanya sekadar
untuk mencegah para penjual menaikkan harga
lebih daripada batas yang ditetapkan itu. Tetapi
bila HET itu lebih rendah daripada harga
keseimbangan, akan timbul berbagai persoalan.

PERATURAN YANG
MENGATUR HET
Pedoman tata cara pencantuman harga eceran
tertinggi pada label obat diatur dalam :

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK
INDONESIA NOMOR : 069/Menkes/SK/lI/2006
TENTANG PENCANTUMAN HARGA ECERAN
TERTINGGI (HET) PADA LABEL OBAT
PERTIMBANGAN
PENETAPAN HET
Ditetapkanya HET berdasarkan pertimbangan bahwa :
a. banyaknya variasi harga obat yang beredar di
apotik maupun di pasaran telah menimbulkan
ketidak pastian bagi masyarakat dalam memperoleh
obat yang dibutuhkan;
b. perlunya memberikan informasi harga obat yang
benar dan transparan bagi masyarakat, perlu
mencantumkan Harga Eceran Tertlnggi (HET) pada
label obat;
TUJUAN DITETAPKANNYA
HET
Tujuan penetapan HET :
1. Untuk memberikan obat yang berisi informasi yang
lengkap dan objektif yang dapat menjamin penggunaan
obat secara tepat, rasional dan aman.
2. Agar setiap barang mempunyai harga dan masyarakat
konsumen berhak mendapatkan informasi mengenai
harga tersebut.
3. Karena masyarakat perlu mendapatkan informasi
mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) dari obat yang
dikonsumsinya dalam upaya pembelajaran dan
perlindungan konsumen.
Cont
4. Untuk menciptakan iklim usaha dan kompetisi
pasar yang terbuka dan lebih sehat perlu
kejelasan mengenai harga objek yang
diperdagangkan baik bagi provider maupun.
masyarakat konsumen.
5. Untuk memberikan petunjuk serta kejelasan
teknis tentang pencantuman HET pada label
obat.
6. Untuk mernperjelas dan melengkapi Peraturan
Menteri Kesehatan tentang Pencantuman HET
pada Label Obat.
7. Sebagai pelaksanaan Keputusan Menteri
Kesehatan tentang Pencantuman HET pada
Label Obat perlu di Tata Cara Pelaksanaannya.
CARA DAN CONTOH
PENCANTUMAN HET PADA
LABEL OBAT
a. Pencantuman HET pada label obat diterapkan
sampai pada satuan kemasan terkecil.
b. Pencantuman HET pada label obat berlaku baik
untuk obat bebas maupun obat ethical (obat
yang hanya dapat diperoleh dengan resep
dokter).
Cont
c. HET yang dicantumkan pada label obat merupakan
harga. maksimum per kemasan.
Contoh :
Untuk kemasan satuan seperti 1 botol sirup, 1 tube krim
kulit, 1 ampul obat suntik, 1 botol infus dicantumkan :
HET = Rp X
Untuk kemasan blister terdiri dari 10 tablet, strip terdiri
dari 10 kapsul dicantumkan :
HET untuk 10 tablet/kapsul = Rp. X.
Untuk kemasan curah dalam kaleng / botol yang berisi
100 tablet dicantumkan :
HET untuk 100 tablet/kapsul = Rp. X.

Cont
d. Pencantuman HET pada label obat dilakukan
dengan ukuran yang cukup besar dan warna
yang jelas sehingga mudah dibaca.
e. Pencantuman HET diletakkan pada tempat
yang mudah terlihat.
f. Pencantuman HET pada label obat dilakukan
dengan dicap menggunakan tinta permanen
yang tidak dapat dihapus atau dicetak pada
kemasan.
PEMBINAAN DAN
PENGAWASAN TERHADAP
PENETAPAN HET

Pembinaan dan pengawasan terhadap penerapan
HET dilakukan oleh Pemerintah Pusat baik
Departemen Kesehatan maupun Badan
Pengawas Obat dan Makanan bersama dengan
Pemerintah Daerah.
PERALIHAN PENERAPAN
HET
1. Pabrik obat daiam jangka waktu 6 (enam) bulan
sejak ditetapkannya peraturan ini harus sudah
mencantumkan Harga Eceran tertinggi (HET)
pada label obat yang diproduksi dan diedarkan.
2. Apotik dan Pedagang Besar Farmasi yang
memiliki Obat tanpa label Harga Eceran Tertinggi
pada kemasan lama masih boleh
memperdagangkan paling lambat 6 (enam)
bulan sejak ditetapkannya keputusan ini.

THE END
THANKS FOR YOUR
ATTENTION