You are on page 1of 9

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mengaktualisasi terwujudnya kesejahteraan rakyat, para pendiri bangsa
(founding fathers) sangat memahami karakteristik Negara Indonesia sebagai Negara
kepulauan dengan pluralitas agama, etnis dan budaya, telah dengan cerdas
menetapkan pilihan bentuk Negara sebagai Negara Kesatuan yang berbentuk
Republik dengan sistem desentraliasi dan demokratis, yang secara tegas dituangkan
dalam konstitusi (UU !"#$)% &danya 'ariabilitas yang tinggi antar daerah dalam
berbagai aspek, sehingga tidak memungkinkan Indonesia menjadi Negara yang
sentralistis%
(ejak proses demokratisasi bergulir di Indonesia memberikan warna cerah
terhadap wajah perubahan yang bersi)at multidimensi terutama dalam tatanan
pemerintahan pada tarap pengambilan kebijakan hanya pada tataran pusat tetapi pada
saat ini bukan hanya pusat saja melainkan juga pada tingkat daerah% (eperti halnya
dalam pemberlakuan desentralisasi dan otonomi daerah yang telah dicanamkan pada
Undang*Undang (UU) No% ++ tahun !""" dan telah diperbaharui oleh UU No% ,+
tahun +--#, yang merupakan payung hukum bagi daerah otonom, termasuk
pemekaran wilayah dalam usaha mempercepat pembangunan dan perkembangan
wilayah%
!
+
.embangunan wilayah dengan otonomi daerah diharapkan mampu
memberikan dampak positi) ke arah kesejahteraan masyarakat dan memberikan
pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, bukan hanya sekedar euphoria otonomi
yang bertujuan menambah pundi*pundi kekuasaan daerah otonom serta penambahan
daerah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)% (ebagaimana termaktub di
dalam UU No% ,+ /ahun +--# bahwa dalam .enyelenggaraan pemerintah daerah
sebagai subsistem pemerintah negara untuk meningkatkan daya guna dan hasil
guna penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan masyarakat, sebagai daerah
otonom, dimana daerah memiliki kewenangan dan tanggung jawab melaksanakan
kepentingan masyarakat berdasarkan prinsip keterbukaan, dan pertanggungjawaban
terhadap masyarakat%
0erdasarkan undang*undang tersebut, isu tentang pemekaran daerah akan
terus berkembang sebagai alasan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan
meningkatkan pelayanan yang berkualitas seperti yang tertuang dalam penjelasan
umum pembentukan daerah dan kawasan khusus yang tercantum dalam pasal $ UU
No% ,+ /ahun +--# menjelaskan bahwa di dalam pemekaran wilayah harus
memenuhi kriteria% (edangkan Kabupaten dan Kota, kriteria atau syarat administrati)
yang dimaksud adalah adanya persetujuan dari lembaga .R Kabupaten1Kota dan
.ro'insi serta 2ubernur dengan berlandaskan surat rekomendasi dari Menteri alam
Negeri%
ampak dari kebijakan tersebut, mengakibatkan mudahnya membentuk
kecamatan pada era re)ormasi sehingga telah lahir banyak sekali kecamatan baru%
,
.adahal dengan bertambahnya jumlah kecamatan mendorong daerah untuk
membentuk daerah otonom baru melalui pemecahan% .endekatan yang digunakan
umumnya sangat pragmatis, makin banyak daerah otonom, makin besar dana dari
pemerintah pusat yang mengalir ke daerah% Masalah*masalah jangka panjang yang
akan muncul setelah terbentuknya daerah otonom seperti kemampuan membiayainya
sendiri, kualitas birokrasi yang terbatas, serta potensi ekonomi daerah yang sangat
minim, seringkali tidak dperhitungkan% .ada akhirnya daerah otonomi baru (30)
atau sering disebut dengan pemekaran wilayah cenderung akan sangat tergantung
kepada sumber pembiayaan dari pemerintah pusat% Makna otonomi yang berarti
kemandirian dalam berbagai hal termasuk dalam pembiayaan menjadi semakin kabur%
4al ini sependapat dari hasil makalah presentasi pada seminar nasional
&sosiasi Ilmu .olitik Indonesia (&I.I) di Manado dalam Ratnawati (+--"5#-),
mengatakan bahwa5
6.embentukan kecamatan*kecamatan baru oleh daerah hanya berdasarkan
.eraturan aerah harus dibatalkan oleh .emerintah .usat% &kal*akalan
daerah dengan memecah kecamatan sebagai persiapan pembentukan
kabupaten1kota baru adalah bentuk penyimpangan% .embentukan1pemekaran
kecamatan harus dengan .eraturan .emerintah% 3tonomi daerah tidak boleh
dimaknai sebagai kebebasan elit daerah untuk seenaknya mengkapling*
kapling wilayah demi mencapai tujuan*tujuan pribadinya7%
8)ek dari kebijakan tersebut, memacu untuk melakukan suatu sur'ai mengenai
kemajuan daerah yang telah dimekarkan% 0erdasarkan hasil sur'ai potensi wilayah
pada beberapa pro'insi, kabupaten dan kota menggambarkan bahwa pembangunan
pada unit organisasi wilayah terutama kecamatan belum merata terutama pada bagian
#
wilayah tertentu yang memiliki orbitasi relati) jauh dari kantor kecamatan% .elayanan
pemerintah belum menyentuh masyarakat sampai ke pelosok wilayah kerja
pemerintahan kecamatan, serta masih banyaknya potensi yang belum tersentuh atau
belum dikelola secara optimal sehingga terjadi kesenjangan pelayanan masyarakat
dan pembangunan pada bagian*bagian tertentu dalam wilayah kerja pemerintahan
kecamatan%
Mengingat pemekaran kecamatan adalah dalam rangka meningkatkan
pelayanan kepada masyarakat, maka sebaiknya parameter yang digunakan untuk
membentuk kecamatan adalah parameter pelayanan publik% (elain itu, pembentukan
kecamatan hendaknya tidak dilakukan seketika, melainkan melalui tahap transisi
dalam bentuk kemantren atau kecamatan persiapan% (etelah kabupaten1kota membina
secara berkelanjutan dalam kurun waktu tertentu, dan kecamatan persiapan sudah
memenuhi syarat, barulah ditetapkan menjadi kecamatan de)initi)% engan demikian
pembentukan kecamatan baru si)atnya selekti) serta sesuai dengan tujuan yakni
meningkatakan pelayanan kepada masyarakat%
&dapun alasan yang memacu peningkatan pemekaran daerah diungkapkan
(a)ri9al yang dikutip oleh jojosoekarto (+--:5!$;) menyatakan bahwa secara
)ormal, keinginan itu dipicu guna meningkatkan jangkauan pelayanan publik,
terutama untuk daerah dengan luas cukup besar% &kan tetapi tidak dapat pula
dipungkiri bahwa keinginan untuk melakukan pemekaran daerah tersebut juga dipicu
oleh aspek keuangan daerah dan politis% (elain itu, pembentukan sesuai dengan
$
peraturan yang begitu mudah memacu untuk mengembangkan daerahnya agar cita*
cita masyarakat yang diidamkan dapat tercapai%
.emekaran daerah dilakukan melalui pembagian daerah yang dilakukan
bukan hanya di daerah kabupaten melainkan pula pada tingkat kecamatan% emikian
halnya di Kabupaten 2owa .ada tahun !";- diadakan Reorganisasi istrik menjadi
Kecamatan oleh pemerintah pusat Republik Indonesia% (edangkan <ilayah
Kabupaten /ingkat II 2owa semula !+ istrik dirombak menjadi : Kecamatan,
dengan klasi)ikasi sebagai berikut5
a% Kecamatan /amalate dari istrik Mangasa dan /ombolo%
b% Kecamatan .anakkukang dari istrik .attallassang%
c% Kecamatan 0ajeng dari istrik =imbung%
d% Kecamatan .allangga dari istrik =imbung%
e% Kecamatan 0ontonompo dari istrik 0ontonompo
)% Kecamatan /inggimoncong dari istrik .arigi dan /ombolopao
g% Kecamatan /ompobulu dari istrik Malakaji%
h% Kecamatan 0ontomarannu dari istrik 0orongloe, Manuju dan 0orisallo%
((umber5 http511awicaslandr%blogspot%com1+-!+1!+1kabupaten*gowa%html)%
(edangkan di tahun +--;, jumlah kecamatan mengalami peningkatan
menjadi !: kecamatan akibatnya jumlah desa1kelurahan de)initi) di tahun +--;
sebanyak !;> dan >+; dusun1lingkungan% emikian pula pada Kecamatan
0arombong yang dibentuk pada tahun +--! dengan Ibukota Kecamatan 0arombong
adalah Kelurahan Kanjilo dengan jarak sekitar ;,$- km dari (ungguminasa dan
merupakan pecahan dari Kecamatan .allangga% Kecamatan 0arombong memiliki >
(tujuh) desa1kelurahan, yaitu 0iringkana, Moncobalang, Kanjilo, /inggimae,
=embangparang, /amanyeleng, 0enteng (omba 3pu%
;
(ebagaimana diketahui bahwa Kecamatan 0arombong adalah salah satu
daerah yang ada di Kabupaten 2owa yang merupakan daerah otonom dengan luas
wilayahnya +-%$,- km
+
atau +-%$,-%--- hektar% Karena daerah tersebut, merupakan
daerah yang relati) luas, maka dalam menjalan pembangunan di daerah ini mengalami
hambatan karena sebagaian penduduknya tersebar dari > (tujuh) desa1kelurahan
bahkan di daerah 0enteng (omba 3pu harus melewati (ungai ?eneberang jika ingin
menuju ke Kelurahan Kanjilo atau Kantor Kecamatan, sehingga pelayanan belum
maksimal dalam mengembangkan potensi daerah untuk dapat dikelola secara
maksimal%
(ebagai kawasan perpanjangan tangan dari Kabupaten 2owa yang ber)ungsi
untuk menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat dalam pelayanan
administrasi% .elayanan administrati) yang dimaksudkan termasuk didalamnya yaitu
pelayanan administrasi perkantoran% (ebagaimana 2ie (+--"5!,) menegaskan bahwa
setiap tugas pekerjaan pokok untuk mencapai tujuan tertentu pada sebuah instansi
pemerintah harus didukung oleh pelayanan administrasi perkantoran (office service)%
@ungsi administrasi perkantoran sebagaimana disebutkan oleh Auible (+--!5!>$),
terdiri dari5 )ungsi manajerial, interpersonal, teknis, rutin, dan analisis ()ungsi
MI/R&)% .eneliti berpendapat bahwa )ungsi MI/R& pada Kecamatan 0arombong
terlaksana, akan tetapi belum optimal yaitu belum mampu memberikan pelayanan
yang maksimal terhadap masyarakatnya%
0erdasarkan hasil pengamatan awal dan didukung oleh in)ormasi melalui
wawancara awal yang dilakukan pada selang bulan No'ember +-!, sampai ?anuari
>
+-!, serta hasil penelitian terdahulu menunjukkan terdapat permasalahan
pelaksanaan )ungsi MI/R& dalam memberikan pelayanan administrasi di Kecamatan
0arombong Kabupaten 2owa yang dapat diidenti)ikasi% (eperti halnya dalam
menjalankan uraian tugas dan pokok yang berdasarkan dengan peraturan yang
ditetapkan pemerintah pusat maupun daerah ternyata belum menggunakan standar
operasional prosedur ((3.) akibatnya masyarakat mengalami kesulitan dalam
mengurus peri9inan yang ada di Kantor Kecamatan 0arombong Kabupaten 2owa%
.ermasalahan )ungsi MI/R& dalam pelayanan administrasi di Kantor
Kecamatan 0arombong diindikasikan bahwa pelayanan yang diberikan tidak
maksimal, hal ini disebabkan karena proses penyediaan layanan belum menyediakan
standar pelayanan yang baik% &kibatnya Kondisi ini sering menimbulkan keluhan
penerima layanan yaitu masyarakat%
0erdasarkan permasalahan dalam pelaksanaan )ungsi administrasi
perkantoran dalam pelayanan administrasi akan menghambat kinerja pelayanan
berkualitas Kecamatan 0arombong Kabupaten 2owa dalam mencapai tujuan% .eneliti
menduga bahwa indikasi belum optimalnya )ungsi administrasi perkantoran yang
dilakukan selama ini belum tepat sasaran, )okus, praktis, sistematis, konsisten,
terpadu, terus menerus, berkesinambungan, berkelanjutan dan komprehensi)% &spek
penting lain adalah )aktor yang menentukan proses re)ungsionalisasi administrasi%
0erbagai aspek tersebut menarik bagi peneliti untuk melakukan penelitian secara
ilmiah mengenai analisis dampak kebijakan pemekaran kecamatan terhadap
pelaksanaan )ungsi administrasi pada Kecamatan 0arombong Kabupaten 2owa%
:
B. Rumusan Masalah
0erdasarkan )enomena yang terdapat pada latar belakang, maka peneliti
menetapkan rumusan masalah, sebagai berikut5
!% 0agaimana gambaran pelaksanaan @ungsi Manajerial, Interpersonal, /eknis,
Rutin, &nalisis (@ungsi MI/R&)B
+% 0agaimana ampak Kebijakan .emekaran <ilayah terhadap kee)ekti)an dilihat
dari aspek proses ketersediaan (3., keterbukaan dan keadilan dalam pelaksanaan
)ungsi MI/R&B
,% @aktor 3rganisational apa yang mendukung pelaksanaan )ungsi MI/R&B
C. Tujuan Penelitian
0erdasarkan rumusan masalah yang telah diungkapkan di atas, maka
dikemukakan tujuan penelitian sebagai berikut5
!% Mengetahui dan menganalisis gambaran pelaksanaan @ungsi Manajerial,
Interpersonal,/eknik, Rutin, &nalisis (@ungsi MI/R&)%
+% Mengetahui dan menganalisis dampak kebijakan pemekaran wilayah terhadap
kee)ekti)an dilihat dari aspek ketersediaan (3., keterbukaan dan keadilan dalam
pelaksanaan )ungsi MI/R&%
"
,% Mengetahui dan menganalisis )aktor organisational yang mendukung
pelaksanaan )ungsi MI/R&%
D. Manfaat Penelitian
&dapun man)aat yang menjadi harapan dari penelitian ini yaitu meliputi
man)at teoritis dan man)aat praktis%
. Manfaat Te!ritis
a% (ebagai salah satu bahan masukan dalam pengembangan ilmu pengetahuan di
bidang pelaksanaan )ungsi administrasi%
b% (ebagai sumber in)ormasi bagi para pemangku kebijakan khususnya dalam
mengembangkan konsep dan gagasan mengenai kebijakan pemekaran
kecamatan dalam rangka meningkatkan pelayanan )ungsi administrasi%
". Manfaat Praktis
a% (ebagai umpan balik (feedback) dan1atau bahan masukan (input) yang
berharga bagi pemerintah Kecamatan 0arombong dan kecamatan pemekaran
lainnya peningkatan pelayanan publik menuju kesempurnaan dimasa yang
akan datang%
b% (ebagai salah satu sumber in)ormasi bagi pemerintah pusat dan pemerintah
daerah dalam rangka pengambilan keputusan yang terkait dengan kebijakan
pemekaran kecamatan dimasa yang akan datang%