You are on page 1of 5

Artificial Lift

ESP(Electrical Submersible Pump)


Adalah pompa electric yang digunakan untuk mengangkat fluida ke permukaan (Artificial Lift)
karena tekanan reservoir tidak dapat mengangkat fluida ke permukaan. ESP adalah pompa
centrifugal yang disususn dalam satu poros secara memanjang di ujung tubing. Dimana susunan
pompa terhubung langsung dengan motor penggerak. Motor gerak ini menggunakan tenaga listrik
yang disuplai dari permukaan dengan kabel dan sumbernya diambil dari power plant lapangan.
Dalam pengoperasiannya pompa terendam dalam fluida sumur pada suatu kedalaman (Pump
Setting Depth) yang telah ditentukan. Unit pompa ini merupakan pompa bertingkat banyak
(Multistages) yang terdiri dari Impeller, Diffuser, serta Shaft atau poros. Setiap stage terdiri dari satu
impeller yang bergerak (Dynamic) dan satu diffuser yang bersifat diam (static). Ukuran dari stage
menentukan banyaknya fluida yang dapat dipompakan, sedangkan jumlahnya akan menentukan
total head capacity (daya angkat/corong). Stage umumnya terbuat dari metal m-resist atau ryton
yang tahan terhadap karat, sedangkan shaft terbuat dari besi k-monel yang juga tahan karat dan
sangat keras. Selain itu dalam rangkaian pompa dilengkapi dengan Pump, Gas Separator, Protector,
Motor, Downhole Monitoring Tool (DMT) dan Power Cable.
Untuk memproduksikan sumur ESP secara optimum perlu adanya analisa terhadap pompa ESP
terpasang, dimana nantinya harus disesuaikan dengan inflow reservoir sehingga didapatkan
optimum pompa.

Unit pompa ESP sendiri meliputi beberapa bagian sebagai berikut:
a. Pump
Pompa yang dipasang harus multistage centrifugal pump. Ukuran atau seri pompa tergantung
besarnya diameter casing ESP, sedangkan rate atau kapasitas pompa tergantung besarnya produksi
yang diinginkan. Pump, tersusun dari beberapa stages yang masing-masing stages terdapat satu
impeller dan satu diffuser yang statis. Makin banyak stages maka makin besar tekanan dan rate yang
didapat pompa.
Impeller dan diffuser dipasang pada pompa yang dibuat dari monel. Jumlah stage (tingkat) akan
tergantung besarnya head yang harus diatasi pompa.

Gambar. Pump

b. Gas Separator
Gas separator dipasang di antara protector dan pompa, berfungsi sebagai pump intake dan pemisah
antara gas dan cairan. Gas separator dipakai pada sumur yang mempunyai Gas Oil Ratio tinggi atau
di atas 1000 cuft/bbl. Prinsip kerja alat ini ialah membawa aliran produksi dari lubang sumur kearah
bawah, sehingga ada kesempatan gas untuk membebaskan diri.
Komponen utama :
Coupling
Shaft
Fluid tube, sebagai sarana mengalirkan cairan yang sudah bebas dari gas.
Pick up impeller, sebagai pendorong fluida yang masuk melalui intake ke pompa.

Gambar. Gas Separator

c. Protector
Protector merupakan suatu bagian yang menghubungkan motor dengan pompa. Fungsi dari
protector adalah mengqualiser tekanan di dalam motor yang timbul sewaktu motor bekerja, dengan
tekanan di luar motor.
Protector dipasang di atas motor yang berfungsi sebagai penyekat untuk mencegah fluida sumur
masuk ke dalam motor.
Fungsi lain dari protector adalah :
1.Menyimpan minyak motor dan minyak pompa
2.Mengijinkan terhadap pengembangan - pengerutan minyak motor dan minyak pelumas motor
3.Mencegah fluida sumur ke dalam motor atau ke rumah motor
4.Untuk keseimbangan tekanan dalam motor dengan tekanan luar yaitu tekanan fluida sumur pada
kedalaman penenggelaman
Jika akan menyambung protector dengan motor dan pompa yang berbeda serinya maka digunakan
housing adaptor.
Komponen utama :
Coupling
Shaft
Elastomeric bag/Labyrinth chamber
Shaft seal
Dielectric oil
Thrust bearing

d. Motor
Motor adalah alat untuk menggerakan pompa dengan cara mengubah electrical energy menjadi
mechanical energy. Energi ini menggerakkan protector dan pompa melalui shaft yang terdapat pada
setiap unit yang dihubungkan dengan coupling.

Gambar. Motor

e. Power Cable
Power cable gunanya untuk mengalirkan arus listrik dari switchboard ke motor. Power Cable terdiri
atas round cable, flat cable dan cable clamp. Round Cable ialah kabel berpenampang bulat, yang
terpasang pada sepanjang rangkaian tubing sampai ke transformer. Flat Cable ialah kabel
berpenampang pipih yang terpasang sepanjang ujung pompa sampai motor, kabel terbungkus oleh
suatu pelindung yang terbuat dari baja (armor). Kabel terbuat dari tembaga dengan rancangan yang
disesuaikan dengan kondisi sumur serta besar/kecil horse power(HP) dari motor.
Komponen power cable :
Armor, terbuat dari lapisan baja dan galvanize.
Filler, terbuat dari pelat tipis dari kuningan(brass shim).
Lead jacket, terbuat dari timah.
Insulation, terbuat dari karet.
Conductor, terbuat dari tembaga sebagai penghantar arus.


Gambar. Power Cable

f. Check Valve
Di atas pompa pada tubing dipasang check valve yang berguna untuk mencegah agar fluida dalam
tubing tidak turun ke bawah saat ESP mati. Turunnya fluida akan memutar balik pompa dan merusak
motor pompa. Check valve dipasang satu joint tubing diatas pompa dengan tujuan :
Menjaga tubing selalu penuh oleh cairan.
Mencegah turunnya cairan di tubing pada waktu pompa berhenti bekerja dan menahan partikel-
partikel padat agar tidak mengendap dalam pompa(waktu pompa mati/shut down).
Mengurangi lost time saat terjadi back spin motor

Gambar. Susunan ESP