You are on page 1of 1

CUT FATHIA SHAMADA

1201101010031

Kebijakan Moneter - Bank Sentral Eropa
Pertahankan Suku Bunga 0,25%

BERLIN Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga pada rekor
terendah sebesar 0,25%. Presiden ECB Mario Draghi kemarin menegaskan tingkat
suku bunga saat ini akan dipertahankan untuk periode tertentu. Sebelumnya ada
spekulasi ECB akan mengambil langkah untuk mendorong pertumbuhan di zona
euro.

Penurunan inflasi di zona euro di bawah 1% memunculkan kekhawatiran tentang
deflasi saat konsumen menunda pembelian karena berharap harga akan terus turun.
Pertumbuhan ekonomi zona euro hanya 0,1% pada kuartal III/2013 dan inflasi hanya
0,8%, masih di bawah target ECB sebesar 2%. Zona euro mungkin mengalami
inflasi rendah dalam waktu lama, diikuti dengan peningkatan inflasi secara bertahap
mendekati 2%, ungkap Draghi, dikutip BBC.

Dia mengakui, zona euro masih mengalami risiko penurunan ekonomi. ECB siap
mengambil langkah tegas untuk menggunakan semua cara mendorong pemulihan
ekonomi, paparnya. November lalu ECB memangkas suku bunga menjadi 0,25%
dari 0,5%. Draghi menjelaskan langkah tersebut dilakukan karena berlanjutnya
lemahnya ekonomi di zona euro. Sebelumnya Menteri Keuangan Amerika Serikat
(AS) Jacob Lew mendesak Jerman mendorong konsumsi dan investasi di dalam
negeri untuk membantu memulihkan pertumbuhan ekonomi Uni Eropa (UE).

Desakan itu muncul saat Jerman melaporkan peningkatan surplus perdagangannya.
Kami pikir kebijakan yang mempromosikan peningkatan investasi dan permintaan
domestik akan bagus untuk ekonomi Jerman serta ekonomi global, kata Lew
setelah bertemu Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble, dikutip kantor
berita AFP. Banyak negara-negara UE menggantungkan diri pada ekonomi Jerman
untuk pertumbuhan regional.

Karena itu, negara- negara UE meminta Jerman mendorong permintaan domestik
dan membantu negara- negara UE dengan meningkatkan pertumbuhan berbasis
ekspor di negara-negara itu. Lew menegaskan kembali seruan AS baru-baru ini.

Tujuanbersama kita ialah pertumbuhan dan reformasi, kata Lew. Pertemuan antara
Lew dan Schaeuble itu digelar beberapa jam setelah data perdagangan terbaru
menunjukkan ekspor Jerman masih tumbuh dan impor turun. Pertemuan digelar
beberapa bulan setelah adanya perbedaan dalam kebijakan ekonomi Jerman dan
AS. Hubungan antara AS dan Jerman memburuk tahun lalu setelah terungkapnya
skandal penyadapan AS terhadap negara- negara Eropa, termasuk penyadapan
telepon Kanselir Jerman Angela Merkel. syarifudin