You are on page 1of 5

Akuisisi Saham Siemens oleh Nokia pada Nokia-Siemens Networks

Oleh Lisa Normalasari


125100201111003/Kelas B- Keteknikan Pertanian

Salah satu produsen peralatan telekomunikasi terkemuka dunia yaitu Nokia, pada hari
Senin 1 Juli 2013 menyatakan membeli saham perusahaan Siemens AG senilai 1,7 miliar
euro atau USD 2,21 miliar atau sekitar Rp 22 triliun. Hal ini dilakukan oleh Nokia untuk
memperkuat posisinya pada bisnis telepon pintar dan jaringan 4G. Nokia setidaknya telah
menakuisisi 50% saham milik Siemens di Nokia-Siemens Networks.
Bila disetujui regulator, perusahaan yang didirikan 1 April 2007 sepenuhnya bakal
menjadi anak perusahaan Nokia dengan kantor pusat tetap di Espo, Finlandia. Sejak
dibentuk, Nokia Siemens Networks menjadi penyedia infrastruktur telekomunikasi
terkemuka global, dengan jaringan berada di 150 negara di seluruh dunia.
Hal ini membuktikan bahwa keuangan Nokia tidak seburuk yang selama ini orang
kira akibat meningkatnya saingan di bisnis telekomunikasi sendiri. Dengan memperoleh 50
persen saham di Nokia Siemens Networks, analis mengatakan Nokia telah mengamankan
kepemilikan bisnis yang menguntungkan. "Nokia meningkatkan berbagai pilihan strategis di
masa depan. Nokia memperoleh aset ini dengan harga yang sangat menarik, jauh di bawah
harga IPO," kata Janardan Menon, analis telekomunikasi di Liberum Capital, seperti dilansir
Reuters, Senin (1/6). Harga itu lebih rendah dari perkiraan para analis meski mencatat bahwa
akuisisi itu akan menekan neraca keuangan Nokia.
"Dengan transaksi ini, Nokia telah membeli masa depan, apapun yang terjadi di bisnis
telepon pintar dan telepon masa depan," kata Pierre Ferragu, analis di Bernstein.
Presiden sekaligus CEO Nokia Stephen Elop mengatakan, pihaknya berniat untuk
tetap menjaga sturuktur manajemen Nokia Siemens Networks, yang dipimpin Rajeev Suri
selaku CEO dan Jesper Ovesen sebagai eksekutif Nokia Siemens Networks. Walah begitu,
Stephen tak membantah bakal memberikan nama baru bagi anak perusahaannya itu.
Dia juga belum memastikan apakah akan terjadi rasionalisasi perusahaan pasca-akuisisi nanti.
"Nokia Siemens Networks akan melanjutkan arah perusahaan sebelumnya untuk terlibat
membangun jaringan internet nirkabel Long Term Evolution (4G) yang pertumbuhannya
makin menarik," ucap Stephen seperti dikutip dari Softpedia, Senin 1 Juli 2013.
Walau berpusat di Espo, Nokia Siemens Networks nantinya tetap akan mendukung
bisnis Siemens di bidang manajemen energi, industri, infrastruktur dan alat kesehatan. Seiring
dengan terus merosotnya pemasaran handset, kondisi keuangan Nokia kerap dikabarkan
goyah. Bekas produsen perangkat selular nomor satu dunia ini bahkan sempat dikabarkan
akan dibeli Microsoft namun tak jadi karena tak sepakat soal harga.
"Nokia Siemens Networks telah membentuk posisi kepemimpinan yang jelas di LTE,
yang memberikan kesempatan pertumbuhan yang menarik," kata Chief Executive Nokia
Stephen Elop dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu, saham Nokia Oyj pada tanggal 2 Juli 2013 menguat 3,7%, sedangkan
Siemens naik 2,6% menjadi penggerak indeks saham di Eropa sebagaimana dikutip
Bloomberg.
JP Morgan menaikkan rating saham menjadi overweight dari underweight,
mengangkat target harga menjadi 3,6 dari 2,0 euro.
Harga saham Nokia naik 7 persen menjadi 3,04 euro pada awal perdagangan saham di
Eropa, sedangkan harga saham Siemens naik lebih dari 1,6 persen (ANTARA). Morgan
Stanley mengatakan harga saham Siemens lebih rendah dari perkiraan namun dianggap akan
berdampak besar pada usaha Siemens mendatang.
Masa depan Nokia mendadak suram setelah berada di belakang pesaing-pesaingnya
seperti RIM Blackberry, Apple Inc dan Samsung Electronics Co Ltd di pasar ponsel pintar.
Ditambah lagi perkembangan sistem operasi pada ponsel pintar yang cepat, membuat Nokia
harus mencari siasat untuk membenahi produknya tidak kalah saing dengan produk ponsel
pintar lainnya. Ini mendorong mereka beralih ke platform Windows dari Microsoft pada
2011.
Sebaliknya bisnis ponsel Nokia pada NSN justru untung pada kuartal kedua 2012
setelah memangkas beban dan fokus ke jejaring generasi keempat Long Term Evolution
(LTE).
Siemens mengatakan langkah menjual sahamnya di NSN didasarkan pada valuasi
bisnis yang fair menurut kontrak usaha patungan. Nokia dan Siemens membentuk usaha
patungan NSN dengan proporsi saham 50-50 persen pada April 2007. Dengan pembelian
50% saham Siemens maka kendali Nokia-Siemens Networks akan lebih mudah dikendalikan
oleh pihak Nokia.
Pendanaan baru dari JP Morgan itu akan mencakup 1,2 miliar euro dalam bentuk dana
tunai yang dibayarkan pada saat akuisisi itu ditandatangani. Sedangkan 0,5 miliar euro
lainnya berupa pinjaman dari pihak Siemens sendiri yang akan dibayarkan dikemudian
waktu.
Sesuai kesepakatan, neraca tersebut akan dibayar dengan skema 500 juta euro dan
pinjaman satu tahun dari Siemens sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (3/7/2013). Sedangkan
akuisisi tersebut akan ditandatangani pada triwulan ketiga tahun ini.
Nokia dilaporkan mendapat peringkat BB- oleh Standard & Poors dan Ba3 oleh
Moodys.
Siemens terus berupaya untuk mengurangi bisnis yang dimotori peralatan nirkabel
dari kelompok usahanya selama beberapa tahun terakhir. Selanjutnya, perusahaan itu fokus
pada divisi utamanya bidang peralatan energi, kesehatan dan perkeretaapian.
Kabar akuisisi oleh Nokia ini mendapatkan sambutan hangat di dunia bisnis, seperti
yang telah diinfokan diatas adanya kenaikan saham baik dari pihak Nokia maupun Siemens
sendiri. Nokia dan Siemens merupakan salah satu pelopor utama perangkat komunikasi di
dunia yang masih tetap bertahan. Nokia yang sempat menjadi trend tersendiri di dunia pada
dekade sebelumnya, langsung mengalami kemerosotan yang amat sangat tajam akibat
bangkitnya saingan-saingan lainnya dengan teknologi yang bisa dibilang lebih maju dari
Nokia.
Maka dari itu untuk tetap eksis di dunia telekomunikasi, Nokia harus memiliki aksi
tersendiri agar tidak jatuh seperti bisnis perangkat telekomunikasi lainnya. Saat ini bisa
disadari meskipun tetap berpendirian pada ciri khas teknologinya dan masih tidak ikut
berbaur menggunakan fasilitas sistem operasi yang telah mendunia seperti android. Nokia
tetap bisa menghadirkan fasilitas-fasilitas yang tidak kalah modern dan lengkap dibandingkan
dengan sistem operasi ponsel lainnya.
Keunikan ponsel keluaran Nokia yang sudah terbukti lebih awet dan berkualitas tinggi
dan mudah digunakan dibandingkan ponsel keluaran lain bisa dibilang menjadi alasan
tersendiri bagi konsumen untuk setia menggunakan dan memilih Nokia. Ditambah lagi,
dengan akuisisi saham Siemens dan update teknologi ponsel mereka dapat diprediksi Nokia
akan tetap eksis dan tidak tertinggal jauh meskipun masih konsisten dengan sistem operasi
keluarannya sendiri.


HASIL ANALISIS
o Akuisisi Saham Siemens oleh Nokia pada Nokia-Siemens Networks
Faktor-faktor yang mendorong Nokia melakukan akuisisi secara laverage buyout
1. Mengambil kendali lebih penuh pada Nokia-Siemens Network yang semakin
kedepannya menjadi perusahaan yang terus naik ratingnya di LTE.
2. Menaikkan kembali eksistensi Nokia sebagai produsen peralatan
telekomunikasi yang sempat turun karena adanya pesaing-pesaing baru yang
dilengkapi dengan sistem operasi baru seperti RIM Blackberry dengan OS
Blackberrynya, Apple Inc. Dengan MAC Osnya, dan Samsung dengan androidnya.
3. Sebagai salah satu strategi supaya OS yang dikembangkan Nokia yang akan
terus dikembangkan mendapatkan pasar tersendiri dan tidak jatuh seperti yang terjadi
pada Blackberry oleh android yang hampir bisa ditemukan di berbagai merk-merk
ponsel pintar dan peralatan telekomunikasi lainnya.
4. Menaikkan saham Nokia dan juga Siemens.
5. Sebagai bukti bahwa Nokia belum sepenuhnya jatuh, dan kondisi
keuangannya tidak seburuk yang pasar duga saat ini.
6. Tidak hanya menarik hati konsumen, namun juga menarik pengincar saham
atau kerjasama dari perusahaan telekomunikasi atau IT lainnya, seperti Windows.
7. Langkah mengembalikan zaman keemasan bagi Nokia yang sempat hilang.

o Analisa strategi bersaing melalui laverage buyout
Menurut Pearce dan Robinson (1997) Strategi adalah
rencana main suatu perusahaan. Strategi mencerminkan kesadaran perusahaan mengenai
bagaimana, kapan dan di mana ia harus bersaing menghadapi lawan dan dengan maksud dan
tujuan untuk apa. Sedangkan menurut Menurut Lynch seperti yang dikutip oleh Wibisono
(2006) strategi perusahaan merupakan pola atau rencana yang mengintegrasikan tujuan utama
atau kebijakan perusahaan dengan rangkaian tindakan dalam sebuah pernyataan yang saling
mengikat. Strategi perusahaan biasanya berkaitan dengan prinsip-prinsip secara umum untuk
mencapai misi yang dicanangkan perusahaan, serta bagaimana perusahaan memilih jalur
yang spesifik untuk mencapai misi tersebut. Sedangkan Laverage buyout (LBO) merupakan
pengakuisisian sebuah perusahaan oleh perusahaan lain atau divisi bisnis dengan teknis
pembiayaannya sebagian besar bersumber dari dana hutang.
Pada kasus pengakuisisian Siemens oleh Nokia pada Nokia-Siemens Networks,
merupakan salah satu bentuk strategi dari Nokia untuk bangkit dari keterpurukannya.
Meskipun tidak sepenuhnya dana akuisis ini berasal dari Nokia, namun akuisis ini dapat
dijadikan langkah baru bagi Nokia untuk bangkit lagi.
Dari artikel sebelumnya dapat dianalisis bahwa pengakuisisian ini mebawa dampak
positif tidak hanya bagi Nokia, namun bagi Siemens dan NSN sendiri. Naikknya saham dari
keduanya dan mulai munculnya tawaran kerja sama dari pihak lain merupakan contoh
dampak positif dari pengakuisisian ini.
Saham 50% Siemens pada NSN yang kini diakuisisi oleh Nokia menjadikan 100%
saham di NSN menjadi milik Nokia sepenuhnya. Tentunya Nokia bisa mendapatkan kendali
penuh pada NSN selajutnya. Meskipun begitu pengakuisisian ini bisa saja tidak berdampak
apa-apa terhadap dunia bisnis. Namun langkah berani mengambil resika dan tepat Nokia
tersebut dapat dijadikan alternatif contoh strategi bisnis bagi perusahaan-perusahaan lain.
Saya rasa dengan akuisisi ini, akan menambah keyakinan para pelaku bisnis terutama
pada bidang telekomunikasi untuk tidak khawatir bekerja sama dengan Nokia. Meskipun
Nokia tidak mengikuti trend android seperti produk-produk ponsel saat ini, namun memilih
menciptakan sistem operasi khas Nokia, namun Nokia tetap memiliki keunggulan terutama
dari segi kualitas, kemudahan, ditambah teknologi yang semakin maju. Bangkitnya Nokia
dari akuisisi ini juga bisa dikatakan menjadi salah satu faktor pendorong bagi Windows untuk
memilih bekerja sama dengan Nokia. Selain itu akuisisi secara lavarege buyout ini dapat
dikatakan salah satu bentuk kepercayaan dengan partner bisnis dimana disini percayanya
Nokia dengan Siemens.