You are on page 1of 6

21st November 2012

PELUANG DAN TANTANGAN USAHA BUDIDAYA KANGKUNG DI


KABUPATEN LOMBOK BARAT
[http://4.bp.blogspot.com/-jxB-a2gHGYo/UKxY3fZ1ulI/AAAAAAAAADQ/yRbvDPQGcO8
/s1600/UNRAM+WARNA.JPG]
OLEH :
RIA HARMAYANI, S. Pt
JURUSAN SISTEM PRODUKSI TERNAK PROGRAM STUDI PASCASARJANA
MANAJEMEN SUMBER DAYA PETERNAKAN FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2012
(Disampaikan Pada Kuliah Agribisnis Peternakan bulan Oktober 2012)
==========================================================
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kangkung merupakan sayuran yang sangat populer, karena memiliki banyak peminat. Kangkung disebut
juga Swamp cabbage, Water convovulus, Water spinach. Kangkung merupakan tanaman yang tumbuh cepat yang
memberikan hasil dalam waktu 4-6 minggu sejak dari benih. Kangkung yang dikenal dengan nama Latin Ipomoea
reptans terdiri dari 2 (dua) varietas, yaitu Kangkung Darat yang disebut Kangkung Cina dan Kangkung Air yang
tumbuh secara alami di sawah, rawa atau parit-parit. Kangkung berasal dari India yang kemudian menyebar ke
Malaysia, Burma, Indonesia, China Selatan, Australia, dan Afrika. Di Nusa Tenggara Barat kangkung merupakan
ikon makanan khas suku sasak di Pulau Lombok yang diolah menjadi pelecing, pecel dan berbagai masakan lain.
Sentra penanaman kangkung di Pulau Lombok adalah Kabupaten Lombok Barat terutama di Kecamatan Narmada
dan Kecamatan Lingsar. Di dua kecamatan tersebut tanaman kangkung ditanam untuk konsumsi keluarga maupun
untuk dijual ke pasar.
Kangkung Lombok memiliki keistimewaan tersendiri yang dapat membedakannya dengan kangkung yang
NTB "BUMI SEMILYAR KANGKUNG"
Template Dynamic Views. Diberdayakan oleh Blogger.
Kangkung NTB http://riaharmaya.blogspot.com/
1 of 6 23-Jul-14 10:58 AM
adalah rata-rata panjangnya dapat mencapai 30-40cm. Para petani di Lombok, biasanya membudidayakan
kangkung di sawah yang mempunyai ketersediaan air tinggi.
Semakin gencarnya Visit Lombok Sumbawa yang menjadi program peningkatan pariwisata NTB
menjadikan kangkung sebagai sayuran primadona khas Lombok sebagai ciri khas Lombok dan NTB di tingkat
Nasional dan Internasional serta keistimewaan dari kangkung Lombok menyebabkan terjadi peningkatan jumlah
permintaan kangkung setiap harinya. Permintaan kangkung tidak hanya berasal dari masyarakat Lombok Barat
dan NTB saja tetapi juga beberapa provinsi juga memasok kangkung setiap harinya seperti Jakarta, Yogyakarta,
Jawa Timur, dan Bali. Untuk itu perlu dikaji peluang dan tantangan dalam budidaya kangkung di Kabupaten
Lombok Barat khususnya di Kecamatan Narmada dan Lingsar.
Tujuan
1. Untuk mengetahui peluang usaha budidaya kangkung di Kabupaten Lombok Barat?
2. Untuk mengetahui apa saja tantangan dan pemecahannya dalam budidaya kangkung di Kabupaten Lombok
Barat?
Rumusan Masalah
1. Bagaimana peluang usaha budidaya kangkung di Kabupaten Lombok Barat?
2. Apa saja tantangan dan pemecahannya dalam usaha budidaya kangkung di Kabupaten Lombok Barat?
PEMBAHASAN
1. PELUANG USAHA BUDIDAYA KANGKUNG DI KABUPATEN LOMBOK BARAT
A. Peluang Usaha Berdasarkan Potensi Yang Dimiliki Kabupaten Lombok Barat (Kecamatan
Narmada dan Lingsar)
1) Potensi Sumber Daya Alam (SDA)
Letak Geografis :
Kabupaten Lombok Barat berdasarkan letak geografisnya terletak pada 115
0
46-116
0
20 BT dan 8
0
25
sampai dengan 8
0
55 LS dengan batas wilayah sebagai berikut :
Sebelah Barat : Selat Lombok dan Kota Mataram
Sebelah Timur : Kabupaten Lombok Tengah
Sebelah Selatan : Kabupaten Lombok Tengah dan Samudera Hindia
Sebelah Utara : Kabupaten Lombok Utara
Ditinjau dari keadaan geografisnya, Kabupaten Lombok Barat dibagi menjadi Daerah Pegunungan dan
Daerah Berbukit-bukit, dimana gugusan pengunungan yang membentang dari Kecamatan Lingsar
sampai Kecamatan Narmada. Gugusan pegunungan ini merupakan sumber air sungai yang mengalir ke
wilayah bagian tengah dan bermuara di pantai barat yang sangat berpotensi untuk pengembangan
kangkung.
Biofisik :
Karakteristik Iklim
Pada umumnya wilayah Kabupaten Lombok Barat beriklim tropis yang menurut klasifikasi Schmidt
dan Ferguson termasuk tipe C, D, E dan F. Berdasarkan data curah hujan berkisar antara tahun 2006 -
2010 rata-rata bulan basah sebanyak lima bulan dan bulan kering sebanyak tujuh bulan dan mengalami
peningkatan bulan kering dan penurunan bulan basah pada dua tahun terakhir (kisaran tahun
2011-2012). Karakteristik iklim tersebut dapat mendukung berlangsungnya pengembangan budidaya
kangkung.
Karakteristik Lahan
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi NTB (2011), Kabupaten Lombok Barat sebagian Template Dynamic Views. Diberdayakan oleh Blogger.
Kangkung NTB http://riaharmaya.blogspot.com/
2 of 6 23-Jul-14 10:58 AM
drainase dan irigasi yang baik dan terkontrol sehingga mendukung dalam budidaya kangkung. Luas
lahan untuk penanaman kangkung di Kabupaten Lombok Barat saat ini mencapai sekitar 70 ha atau
sekitar 0,7 Km
2
dari total luas lahan Kabupaten Lombok Barat yaitu sekitar 7.187,51 Km
2.
Produksi Tanaman Kangkung Di Kabupaten Lombok Barat
Luas Panen dan Produksi Kangkung Di Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2011 dapat dilihat
pada Lombok Barat Dalam Angka tahun 2011.
Untuk mengetahui Luas Panen dan Produksi Kangkung Di Kabupaten Lombok Barat pada tahun
2011 daLuas Panen dan Produksi Kangkung pada Kecamatan Narmada dan Lingsar berdasarkan data
Luas Panen dan Produksi Kangkung Di Kabupaten Lombok Barat, dapat dilihat pada data dalam
Lombok Barat dalam Angka Tahun 2011
1) Potensi Sumber Daya Manusia (SDM)
Masyarakat di Kabupaten Lombok Barat telah berpuluh-puluh tahun menanam dan mengusahakan
kangkung dengan pengetahuan, keahlian dan pengalaman secara turun temurun. Untuk dapat
menerapkan teknologi budidaya atau pengembangan usaha sumber daya manusia dapat diberdayakan
dan mudah diajak untuk berkembang. Di Kecamatan Narmada dan Lingsar, kangkung merupakan
tanaman pertanian yang dapat memberikan penghasilan bagi para petani selain padi dan palawija serta
sayuran lainnya.
2) Sarana dan Prasarana Yang Ada di Kabupaten Lombok Barat
Terdapat jalan raya (Jalan Negara, Jalan Provinsi, dan Jalan Kabupaten) serta jalan antar desa di
Kecamatan Narmada dan Lingsar yang strategis, berada dalam kondisi baik dan sangat mendukung
dalam kelancaran usaha.
Terdapat UPTD yang berada di pusat Kecamatan Narmada dan Kecamatan Lingsar.
Terdapat banyak Pasar tradisional seperti pasar Narmada, Keru, dan Batu Mekar Lingsar, dan dekat
dengan pasar induk Mandalika, Pasar Sindu, Pasar Cakranegara dan Pusat-pusat perdagangan
lainnya yang memungkinkan usaha terus berkembang.
Banyaknya warung makan, lesehan serta restoran di sekitar areal Wisata seperti di Suranadi, Taman
Narmada dan Pura Lingsar.
A. Peluang Usaha Berdasarkan Aspek Pasar
1) Sasaran dan peluang pasar kangkung di Kabupaten Lombok Barat berdasarkan hasil
wawancara dengan para pedagang dan pemasok serta data dari Dinas Pertanian Setempat
terhadap permintaan kangkung
Pedagang warung pelecing dan pecel dan lesehan serta hotel yang menyediakan menu pelecing
dan pecel di sekitar obyek wisata membutuhkan masing-masing sekitar 20 ikat kangkung (berat
@100 gr) setiap harinya. Terdapat sekitar 20 tempat, jadi setiap harinya permintaan kangkung
dari para pedagang warung, lesehan serta hotel di sekitar obyek wisata sekitar 40kg atau
sekitar 400 ikat kangkung.
Pasar tradisional, seperti pasar Narmada dan Keru serta pasar induk terdekat seperti Mandalika
yang dibawa oleh para pengepul, setiap harinya para pengepul membutuhkan sekitar 20 kg. Jika
di Kecamatan Narmada dan Lingsar terdapat sekitar 20 orang pengepul maka perharinya
permintaan kangkung dari para pengepul sekitar 400 kg.
Permintaan kangkung dari luar daerah seperti Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali dimana
permintaan kangkung rata-rata perharinya sekitar 20 ton.
2) Analisa Usaha Budidaya Kangkung
Template Dynamic Views. Diberdayakan oleh Blogger.
Kangkung NTB http://riaharmaya.blogspot.com/
3 of 6 23-Jul-14 10:58 AM
1) Lahan Pribadi dengan luas : 30 m
2) Waktu pemeliharaan : 3 bulan
3) Waktu panen : 2 kali/ bulan
4) Rata-rata produksi : 200 ikat/ panen (0,2 kg/ panen)
5) Produksi total 3 bulan : 1.200 ikat (120 kg)
a. Biaya Produksi Usaha Budidaya Kangkung
Kebutuhan Volume Harga Satuan (Rp). Harga Total (Rp).
Pembelian Bibit 50 buah 400 20.000
Pupuk TSP 4 kg 2.000 8.000
Pupuk Urea 4 kg 3.000 12.000
Pestisida/ pembasmi ulat 1 paket 25.000 25.000
Cangkul (alat) 2 buah 25.000 50.000
Tenaga Kerja 1 orang 100.000 100.000
Total Biaya Produksi 215.000
b. Penerimaan/ Pendapatan Usaha Budidaya Kangkung
Pemasaran Volume Harga Satuan (Rp). Harga Total (Rp).
Hasil panen kangkung dalam 3 bulan (6 kali panen)
1.200 ikat 600 720.000
Total Pendapatan 720.000
c. Keuntungan Usaha Budidaya Kangkung
Total Penerimaan Total Biaya Produksi
= Rp. 720.000 Rp. 215.000
= Rp. 505.000
d. B/C Ratio Usaha Budidaya Kangkung
= Total Pendapatan
Total Biaya Produksi
= Rp. 505.000
Rp. 215.000
= 2,4
Dengan Nilai B/ C Ratio sebesar 2,4 maka usaha ini layak karena setiap penambahan biaya sebesar Rp.
1.000,- akan diperoleh tambahan sebesar Rp.2.400,-
3) Pemasaran
Pemasaran hasil kangkung bisa dilakukan dengan adanya kerjasama antara petani dan pedagang
sayuran yang ada di pasar-pasar besar. Nantinya dari pasar-pasar besar tersebut yang menjadi
tempat kulakan para pedagang sayur pasar-pasar kecil di berbagai daerah sekitar. Atau bisa juga
dipasarkan dengan menjalin hubungan kerja ke beberapa pelaku seperti warung makan, lesehan dan
restoran. Karena biasanya mereka mencari bahan baku sayur langsung ke petani untuk memperoleh
harga yang lebih murah.
2. TANTANGAN USAHA BUDIDAYA KANGKUNG DI KABUPATEN LOMBOK BARAT
Masalah yang masih menjadi kendala adalah pengemasan, karena kangkung adalah jenis tanaman lunak
sehingga gampang layu. Selama ini, biasanya pengemasan memakai kardus, tatapi daya tahannya hanya 1-2
1.
Template Dynamic Views. Diberdayakan oleh Blogger.
Kangkung NTB http://riaharmaya.blogspot.com/
4 of 6 23-Jul-14 10:58 AM
modern.
Inovasi untuk pengolahan hasil karena pemasaran hasil masih dalam bentuk segar bila ada pengolahan,
pemasarannya masih sebatas antar desa saja. Solusi adalah dengan membuat koperasi pengolahan hasil
kangkung dan organisasi pengembangan usaha, misalnya asosiasi pengolahan hasil kangkung, karena saat ini
hanya terbatas pada kegiatan PKK dan program pertanian.
2.
Kerjasama dalam pengadaan dan distribusi kangkung Lombok dengan membuka kerjasama untuk
mendistribusikan kangkung Lombok ke seluruh Indonesia dan seluruh dunia untuk dapat dinikmati oleh
masyarakat luas yang berada di luar pulau Lombok dan di luar Indonesia seperti Saudi Arabia dan Negara-
negara lainnya. Solusinya adalah dengan berkonsultasi dan bekerjasama dengan dinas terkait baik Dinas
pertanian dan Dinas Perdagangan dan UKM Provinsi dan pusat yang dimulai dari kelompok-kelompok petani
kangkung.
3.
KESIMPULAN
Dari pembahasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
Peluang usaha budidaya kangkung di Kabupaten Lombok didukung oleh potensi yang ada baik SDA, SDM,
sarana dan prasarana serta analisis usaha dan peluang pasar yang besar dimana setiap harinya pedagang
warung, lesehan serta hotel di sekitar obyek wisata membutuhkan sekitar 40 kg (400 ikat) kangkung,
pedagang pengepul membutuhkan sekitar 400 kg (4000 ikat) dan permintaan dari luar daerah rata-rata
perharinya sekitar 20 ton (200.000 ikat). Jadi jika ditotalkan paling tidak permintaan perharinya sekitar 20.440
kg atau sekitar 20,44 ton (20.440 ikat).
1.
Peluang usaha dari analisis usaha diperoleh dengan modal usaha sebesar Rp. 215.000 diperoleh keuntungan
sebesar Rp. 505.000 dengan Nilai B/ C Ratio sebesar 2,4 maka usaha ini layak karena setiap penambahan
biaya sebesar Rp. 1.000,- akan diperoleh tambahan sebesar Rp.2.400,-
2.
Tantangan usaha budidaya kangkung adalah pengemasan agar tidak mudah layu dapat dipecahkan dengan
menggunakan kotak pendingin dan alat lainnya dengan teknologi pengemasan yang lebih modern, inovasi
untuk pengolahan hasil agar pemasaran tidak dalam bentuk segar saja tetapi juga olahan yang dapat
dikembangkan dengan membuat koperasi pengolahan hasil kangkung dan organisasi pengembangan usaha
yang lebih besar dan kerjasama dalam pengadaan dan distribusi kangkung baik ke Luar daerah maupun ke
Luar Negeri dengan berkonsultasi dan bekerjasama dengan dinas terkait baik Dinas pertanian dan Dinas
Perdagangan dan UKM Provinsi dan pusat yang dimulai dari kelompok-kelompok petani kangkung.
3.
REFERENSI
http://lombokbaratkab.bps.go.id/data/dda/movie.swf [http://lombokbaratkab.bps.go.id/data/dda/movie.swf]
http://lombokbaratkab.go.id/fasilitas-daerah/pertanian/ [http://lombokbaratkab.go.id/fasilitas-daerah
/pertanian/]
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/02/21/tuah-kangkung/ [http://lifestyle.kompasiana.com
/catatan/2012/02/21/tuah-kangkung/]
http://bali-bisnis.com/index.php/lombok-barat-berdayakan-kangkung/ [http://bali-bisnis.com/index.php
/lombok-barat-berdayakan-kangkung/]
http://lombokbaratkab.go.id/sekilas-lobar/gambaran-umum/geografis/ [http://lombokbaratkab.go.id/sekilas-
lobar/gambaran-umum/geografis/]
http://lombokbaratkab.bps.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=104:luas-kabupaten-
lombok-barat-menurut-kecamatan&catid=43:subyek [http://lombokbaratkab.bps.go.id
/index.php?option=com_content&view=article&id=104:luas-kabupaten-lombok-barat-menurut-kecamatan&
catid=43:subyek]
http://skepat-lombok.blogspot.com/2011/07/keistimewaan-kangkung-lombok.html [http://skepat-lombok.blogspot.com
Template Dynamic Views. Diberdayakan oleh Blogger.
Kangkung NTB http://riaharmaya.blogspot.com/
5 of 6 23-Jul-14 10:58 AM
Diposkan 21st November 2012 oleh RIA HARMAYANI
0
Tambahkan komentar
Template Dynamic Views. Diberdayakan oleh Blogger.
Kangkung NTB http://riaharmaya.blogspot.com/
6 of 6 23-Jul-14 10:58 AM