Вы находитесь на странице: 1из 4

5.

Pengkajian
a. Riwayat Kesehatan
Adanya riwayat infeksi saluran pernapasan sebelumnya : batuk, pilek, demam.
Anoreksia, sukar menelan, mual dan muntah.
Riwayat penyakit yang berhubungan dengan imunitas seperti malnutrisi.
Anggota keluarga lain yang mengalami sakit saluran pernapasan.
Batuk produktif, pernapasan cuping hidung, pernapasan cepat dan dangkal, gelisah,
sianosis.

b. Pemeriksaan Fisik
Inspeksi : Dipneu, takipneu, napas cuping hidung, gerak badan naik turun pada daerah
yang sakit.
Palpasi : fremitus suara normal sampai dengan meningkat.
Perkusi : redup, batas tegas.
Auskultasi : ronchi basahhalus atau vaskuler.

c. Observasi
Gelisah
Peningkatan suhu
Kelemahan fisik
Dipneu
Penurunan BB

8. Diagnosa Keperawatan
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d produksi mucus meningkat
2. Gangguan pertukaran gas b.d perubahan kapiler alveoli
3. Hipertermia b.d proses infeksi
4. Resiko kekurangan volume cairan b.d output berlebih
5. Intoleransi aktivitas b.d gangguan suplai oksigen
6. Cemas b.d kurang pengetahuan orang tua atau informasi tentang penyakit

9. Intervensi Keperawatan
1. DX I
NOC : Status Pernapasan : Ventilasi
Tujuan : Bersihan jalan nafas kembali efektif
Kriteria Hasil :
Menunjukkan jalan napas paten dengan suplai napas bersih
Tidak ada dispneu
Sekret dapat keluar
NIC : Pengelolaan Jalan Napas
a. Kaji frekuensi atau kedalaman pernapasan dan gerakan dada
b. Auskultasi area paru, catat area penurunan udara
c. Bantu pasien latihan nafas dalam dan melakukan batuk efektif
d. Berikan posisi semifowler dan pertahankan posisi anak
e. Lakukan penghisapan lender sesuai indikasi
f. Kaji vital sign dan status respirasi
g. Kolaborasi pemberian oksigen dan obat bronkodilator serta mukolitik ekspektoran

2. DX II
NOC : Status pernapasan : Pertukaran gas
Tujuan : Pertukaran gas kembali normal
Kriteria Hasil :
Menunjukkan perbaikan ventilasi dan oksigen jaringan.
Tidak ada gejala distress pernapasan.
GDA dalam rentang normal.
Ph = 7,35 7,45
PaO
2
= 80-100 mmHg
PaCO
2
= 35-45 mmHg
HCO
3
= 22-26 mEq/liter
NIC : Terapi oksigen
a. Observasi warna kulit dan kelembaban mukosa yang merupakan tanda sianosis.
b. Kaji status mental.
c. Awasi suhu tubuh.
d. Pertahankan istirahat dan tidur.
e. Ajarkan relaksasi.
f. Monitor GDA.
g. Kolaborasi pemberian oksigen.
3. DX III
NOC : Penghematan energy
Tujuan : Dapat melakukan aktivitas secara mandiri.
Kriteria Hasil :
Melaporkan peningkatan toleransi terhadap aktivitas.
TTV dalam rentang normal
Tekanan darah
New Born 40 mmHg
1 bulan 85/54 mmHg
1 tahun 95/65 mmHg
6 tahun 105/65 mmHg
10-13 tahun 110/65 mmHg
14-17 tahun 120/80 mmHg
Nadi
New Born 100-180x/menit
I minggu-3 bln100-120x/menit
3 bln-3 thn 80-150x/menit
2-10 tahun 70-110x/menit
10-dewasa 55-90x/menit
Suhu normal berkisar antara 36-37 derajat celcius
Pernapasan
New Born 35x/menit
1-11 bulan 30x/menit
2 tahun 25x/menit
4 tahun 23x/menit
6 tahun 21x/menit
8 tahun 20x/menit
10-12 tahun 19x/menit
14 tahun 18x/menit
16 tahun 17x/menit
18 tahun 16-18 x/menit
NIC : Pengelolaan Energi
a. Evaluasi respon pasien terhadap aktivitas.
b. Berikan lingkungan tenang dan batasi pengunjung.
c. Bantu pasien memilih posisi nyaman untuk istirahat.
d. Bantu aktivitas perawatan diri yang diperlukan.
e. Jelaskan pentingnya istirahat dan perlunya keseimbangan antara istirahat dan
aktivitas.
4. DX IV
NOC : Status nutrisi
Tujuan : Status nutrisi terpenuhi
Kriteria Hasil :
Mempertahankan pemasukan nutrisi
Memprtahankan berat badan
Melaporkan keadekuatan tingkat energy
NIC : Manajemen nutrisi
a. Kaji status nutrisi pasien
b. Ketahui makanan kesukaan pasien
c. Anjurkan pasien makan sedikit tapi sering
d. Sajikan makanan selagi hangat
e. Timbang BB pada interval yang tepat
f. Kolaborasi dengan tim gizi dalam pemberian diet yang sesuai
5. DX V
NOC : Termoregulasi
Tujuan : Tidak terjadi peningkatan suhu tubuh
Kriteria Hasil :
Suhu tubuh dalam batas normal
Menjelaskan tindakan untuk mengurangi peningkatan suhu tubuh
NIC : Regulasi Suhu
a. Observasi TTV
b. Berikan minuman per oral
c. Kompres dengan air hangat
d. Kolaborasi pemberian antipiretik

Bersihan Jalan Nafas
Napas Tidak Efektif