You are on page 1of 2

Tahukah anda???

Sejarah dan Perkembangan Metode Explorasi Minyak


Bumi di dunia??

Di dalam sejarah manusia, minyak bumi pertama kali ditemukan
atau dikenal orang di Timur Tengah, di Iran atau Mesopotamia,
minyak bumi mula-mula dikenal sebagai rembasan dari sumber
yang terdapat dipermukaan bumi.

Menjelang abad ke-20 atau sekitar 50 tahun setelah penemuan
sumber minyak pertama di Amerika Serikat. Pada tahun 1912,
para ahli geologi mulai melakukan pemetaan singkapan untuk
pemboran. Kemudian pada tahun 1920, para ahli geologi
memulai metode explorasi bawah permukaan, paleontologi
terutama mikropaleontologi digunakan untuk mencari korelasi
lapisan beberapa sumur Pada tahun 1921, metode pemboran
putar (rotary-drilling) pertama kali di lapangan minyak Spindletop di Texas. Pada awal
tahun 20-an cara ini merupakan metode utama pemboran sumur yang menjangkau
1500-2000 meter dibawah permukaan bumi.

Perkembangan paling penting dalam pencarian minyak bumi adalah ditemukannya
berbagai Metode Geofisika, yang oleh industry minyak Amerika mulai dipergunakan
pada pertengahan tahun duapuluhan. Metode yang pertama kali adalah metode seismik
refraksi yang dikembangkan oleh beberapa ahli jerman pada tahun 1923 du New
Mexico untuk memetakan suatu patahan (zona patahan), tanpa memberikan hasil.
Setelah dilakukan perbaikan berhasillah mereka melokalisir suatu kubah garam yang
pertama di daerah Gulf-Coast pada tahun 1924. Setelah itu ditemukan juga banyak
kubah lainnya dalam waktu yang sangat pendek.












Nabi Nuh as yang
diperkirakan hidup
di mesopotamia
adalah manusia
yang mungkin
pertama kali
memanfaatkan
minyak bumi
(aspal) untuk
melapisi perahunya
agar tidak
kemasukan air.

Eksperimen seismik pertama kali
dilakukan oleh Robert Mallet pada tahun
1845, sehingga di di juluki sebagai Bapak
Seismologi. Dia mengukur waktu
transmisi gelombang seismik berupa
gelombang permukaan yang dibangkitkan
dari ledakan. Penerapan untuk eksplorasi
minyak dilaksanakan di tahun 1920an,
sedangkan demonstrasinya di Oklahoma
tahun 1921. Dalam perkembangannya,
dikenal dua jenis seismik, yaitu seismik
pantul (reflection) dan seismik bias
(refraction). Pada waktu 1929 metode
seismik refleksi dikembangkan oleh para
ahli Amerika. Ternyata kedalaman tegak
yang dapat dijangkau dengan cara ini
dapat mencapai ribuan kaki. Penggunaan
cara ini memberikan hasil yang sangat
menakjubkan.
Pada tahun 1923, bersamaan waktunya
dengan dimasukkannya cara seismic
refraksi (bias), suatu prinsip pencarian
minyak bumi yang diimpor dari Eropa ke
Eropa, yaitu Metode Gravitasi.


















Pada tahun 1890. Ternyata yang
digunakan yaitu neraca puntir (Torsion
Balance), suatu penemuan Hongaria pada
tahun 1890. Ternyata metode ini juga
memberikan hasil yang besar dalam
pencarian kubah garam di daerah Gulf-
Coast, tapi kurang berhasil untuk daerah
pegunungan. Gravimeter jenis lainnya
dikembangkan di berbagai laboratorium
Amerika menjadi suatu alat yang cukup
baik dan masih dipergunakan dewasa ini.
Juga permulaan tahun duapuluhan
Metode Magnetik dikembangkan.
Metode tersebut ditemukan dan
dikembangkan di Jerman ternyata
merupakan metode yang sangat baik.



Pada tahun 1950 pertama kali helikopter dipergunakan untuk menunjang explorasi
seismik di Irian Jaya. Pada tahun 1958 pertama kali dilakukan pemboran dan
penggunaan helicopter sebagai alat angkut, juga di Irian Jaya, pada pemboran sumur
Wapili di Pulau Salawati. Pada tahun 1960 dimulai eksplorasi seismic secara besar-
besaran di lepas pantai. Dalam tahun 60-an terjadi kemajuan luar biasa dalam
penggunaan metode seismic. Pita rekaman mulai digunakan untuk pencatatan. Metode
pengolahan data seismik secara elektronik juga telah menggunakan computer.
Menjelang akhir tahun 60-an dikembangkan pula cara yang dinamakan penginderaan
jauh (remote sensing).
Referensi :
Makharani.(2012), Geologi Minyak dan Gas Bumi, Universitas Hasanudin, Makasar.
Lemigas. (2012), Batuan Inti Penyimpan Minyak dan Gas Bumi, Pusat Penelitian dan Pengembangan
Teknologi Minyak dan Gas Bumi, Jakarta.
Sandler, P.L.(1982), The Petroleum Programme, English for the Oil Industry, PT. Gramedia, Jakarta