Вы находитесь на странице: 1из 18

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Air merupakan sumber alam yang sangat penting dalam kehidupan, karena
tanpa air kehidupan tidak dapat berlangsung di dunia ini. Pada saat sekarang ini
air banyak mengalami pencemaran. Contohnya air yang berasal dari alam banyak
mengandung kotoran (impurities). Berbagai jenis pencemar air berasal dari:
a) Sumber domestik (rumah tangga), perkampungan, kota, pasar, jalan, dan
sebagainya.
b) Sumber nondomestik (pabrik, industri, pertanian, peternakan, perikanan,
serta sumbersumber lainnya.
Semua bahan pencemar diatas secara langsung ataupun tidak langsung akan
mempengaruhi kualitas air. Berbagai usaha telah banyak dilakukan agar kehadiran
pencemaran terhadap air dapat dihindari atau setidaknya diminimalkan. !asalah
pencemaran serta e"isiensi penggunaan sumber air merupakan masalah pokok.
#al ini mengingat keadaan perairan alami di banyak negara yang cenderung
menurun, baik kualitas maupun kuantitasnya. Water treatment adalah bagian dari
unit utilitas yang sangat $ital yaitu sebagai unit yang ber"ungsi dalam pengolahan
air yang digunakan untuk mendukung kegiatan dari produksi itu sendiri antara
lain untuk kebutuhan make up cooling water, pembuatan air demin dan untuk
memenuhi keperluan air bersih dan air minum baik untuk kompleks maupun
untuk pabrik itu sendiri.
Water Treating Plant juga merupakan unit yang ber"ungsi untuk
menjernihkan air baku menjadi air bersih melalui proses klari"ikasi (clarification
process). Pada percobaan kali ini kita akan melakukan proses penjernihan air
yang berasal dari tempat tempat yang mengandung banyak kotoran%&at&at kimia
dengan menggunakan proses water treating plant sehingga menghasilkan air yang
kembali jernih dan dapat digunakan kembali.
1.2. Tujuan
') !engetahui proses yang terjadi di dalam suatu peralatan water treatment.
'
(
() !engetahui jenisjenis alat atau peralatan yang digunakan dalam proses
water treatment.
)) !engetahui bahan chemical yang dapat dipakai dalam proses water
treatment.
1.3. Permasalahan
') Bagaimana cara mengolah air (air ra*a dan air got) menjadi air yang lebih
murni dan sesuai dengan yang dibutuhkan.
() Bagaimana pengaruh proses water treatment yang dipakai terhadap air
yang dihasilkan.
1.4. Hi!tesa
') Proses water treatment yang lebih kompleks akan menghasilkan air yang
memiliki spesi"ikasi yang lebih baik dan sesuai dengan yang dibutuhkan.
() Proses water treatment yang baik akan menggunakan bahan chemical yang
sesuai.
)) Proses sedimentasi akan terjadi jika massa jenis "lokulan pengotor lebih
besar dari massa jenis air.
1.". #an$aat
') !engetahui prosesproses yang dapat dipakai dalam water treatment.
() !engetahui teknologi water treatment serta aplikasi dalam pabrik dan
kehidupan seharihari.
)) !engetahui prinsip kerja dan man"aat bahan kimia dalam proses water
treatment.
BAB II
TIN%AUAN PU&TA'A
2.1. Pr!ses Peng!lahan Air Bersih
Pada umumnya proses pengolahan air bersih terbagi dalam tiga tahap
yakni tahap pengendapan alami, tahap penjernihan dan tahap penyaringan. Proses
pengendapan alami dimaksudkan untuk mengendapkan pengotorpengotor
sebelum masuk ke dalam klari"ier. Pada tahap ini kotoran (padatan terdispersi)
dibiarkan mengendap secara alami (e"ek gra$itasi) dengan mendiamkannya dalam
selang *aktu tertentu tanpa bantuan &at penolong.
Sementara pada tahap penjernihan, kotoran (padatan terdispersi)
diendapkan dengan bantuan &at penolong (coagulation aid). Ada tiga tahapan
proses penjernihan air yakni tahap koagulasi, tahap "lokulasi dan tahap
pengendapan. +ahap koagulasi adalah tahap penetralan muatan atau penyediaan
jembatah dari padatan terdispersi dengan penambahan &at kimia tertentu
(coagulant aid) dan dibutuhkan &ona yang relati" tenang agar penggabungan dari
padatanpadatan terdispersi dapat berlangsung dengan baik.
Pada tahap ini dikehendaki pencampuran yang baik (rapid mixing) untuk
menjamin kontak yang maksimal antara padatan terdispersi dengan &at kimia yang
ditambahkan kedalam air yang akan diproses. +ahap "lokulasi adalah tahap
penggabungan padatanpadatan yang telah terdispersi oleh koagulan untuk
membentuk "lok (aglomerat). Pada tahap ini dibutuhkan &ona yang relati" tenang
agar penggabungan dari padatanpadatan terdispersi dapat berlangsung dengan
baik dan membentuk padatan yang lebih besar.
Sementara tahap sedimentasi adalah tahap pengendapan "lok"lok yang
telah terdispersi menjadi "lok"lok yang lebih besar ke dasar klari"ier. Agar proses
pengendapan ini berjalan dengan baik maka tahap ini harus berlangsung pada
&ona yang sangat tenang. Pada tahap penyaringan, air hasil proses klari"ikasi
dile*atkan pada media penyaring (unggun berpori) untuk menjebak "lok"lok
berukuran besar yang masih tersisa dari proses klari"ikasi pad tahap koagulasi dan
"lokulasi sehingga air yang dihasilkan akan memenuhi kualitas air bersih.
)
,
2.2. Clarifier
Ada dua generasi clari"ier yakni klari"ier kon$ensional dan klari"ier
moderen. Pada klari"ier kon$ensional (conventional clarifier) masingmasing
tahap penjernihan air dilaksanakan pada tempat terpisah sementara pada klari"ier
moderen (modern clarifier) ketiga tahap penjernihan air dilaksanakan dalam satu
alat yang terintegrasi.
Clarifier merupakan reaktor inti dalam proses pengolahan air, khususnya
penghilangan partikel koloidal dalam air, dimana proses sedimentasi dari partikel
ter"lokulasi terjadi didalamnya. Aliran melalui media berbutir mempunyai pola
aliran yang berkelokkelok dan kecepatan yang ber$ariasi, yang memungkinkan
lebih sering terjadinya benturan antar partikel koloid yang terdestabilisasi oleh
koagulan, sehingga "lokulasi akan lebih e"ekti".
(am)ar 2.1. Conventional Clarifier
(sumber: Arfandy !"#$%
(am)ar 2.2& 'odern Clarifier
(sumber: Arfandy !"#$%
-
Ada beberapa "aktor yang mempengaruhi kinerja klari"ier antara lain :
') Bentuk%disain
.isain klari"ier yang baik adalah disain yang mampu mengakomodasi
ketiga tahap klari"ikasi (tahap koagulasi, tahap "lokulasi dan tahap
pengendapan) secara e"ekti" dan e"isien.
() Penambahan &at penolong
/enis maupun dosis &at penolong (Coagulan Aid) akan sangat berpengaruh
pada proses pembentukan "lok, sehingga secara keseluruhan juga akan
berpengaruh terhadap kinerja klari"ier. Ada dua jenis kelompok &at penolong
yakni kelompok anorganik dan kelompok organik. 0elompok anorganik pada
umumnya bersi"at basa sehingga cenderung menurunkan p# air hasil olahan.
1ntuk menetralkannya kembali biasanya ditambahkan larutan basa seperti
Ca(2#)
(
. Sementara penggunaan kelompok organik tidak mempengaruhi p#,
hanya saja &at penolong kelompok ini lebih mahal dan sulit untuk didapatkan.
.osis &at penolong ditentukan oleh kualitas air umpan, bila kekeruhan air
umpan tinggi maka dosis &at penolongnya juga harus tinggi dan sebaliknya.
1ntuk menentukan dosis &at penolong ini biasanya dilakukan test
pendahuluan ((ar test) untuk setiap kali perubahan kualitas air umpan.
)) 3aktu tinggal%laju alir air
4aju alir umpan air olahan dan $olume klari"ier akan menentukan *aktu
tinggal "lok dalam klari"ier. 1ntuk $olume klari"ier yang sama semakin besar
laju alir maka semakin kecil *aktu tinggal "lok dalam klari"ier dan sebaliknya.
Selanjutnya semakin kecil *aktu tinggal "lok dalam klari"ier maka semakin
besar kemungkinan lolosnya "lok ke &ona jernih dan sebaliknya. Pengaruh laju
alir terhadap kinerja klari"ier juga ditentukan oleh $olume tube, jenis
coagulan, dosis coagulan dan p# air olahan.
2.3. Tekn!l!gi Peng!lahan Air Lim)ah
+ujuan utama pengolahan air limbah ialah untuk mengurai kandungan
bahan pencemar di dalam air terutama senya*a organik, padatan tersuspensi,
mikroba patogen, dan senya*a organik yang tidak dapat diuraikan oleh
mikroorganisme yang terdapat di alam. Pengolahan air limbah tersebut yang dapat
5
dibagi menjadi - (lima) tahap yaitu:
') Pengolahan A*al (Pretreatment)
+ahap pengolahan ini melibatkan proses "isik yang bertujuan untuk
menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah.
Beberapa proses pengolahan yang berlangsung pada tahap ini ialah screen and
grit removal, e)uali*ation and storage, serta oil separation.
() Pengolahan +ahap Pertama (Primary Treatment)
Pada dasarnya, pengolahan tahap pertama ini masih memiliki tujuan yang
sama dengan pengolahan a*al. 4etak perbedaannya adalah pada proses yang
berlangsung. Proses yang terjadi pada pengolahan tahap pertama adalah
neutali*ation chemical addition and coagulation flotation sedimentation and
filtration&
)) Pengolahan +ahap 0edua (+econdary Treatment)
Pengolahan thap kedua dirancang untuk menghilangkan &at&at terlarut
dari air limbah yang tidak dapat dihilangan dengan proses "isik biasa. Peralatan
pengolahan yang umum digunakan pada pengolahan tahap ini adalah activated
sludge anaerobik lagoon tricking filter aerated lagoon stabili*ation basin
rotating biological contactor anaerobic contactor and filter&
,) Pengolahan +ahap 0etiga (Tertiary Treatment)
Prosesproses yang terlibat dalam pengolahan air limbah tahap ketiga
adalah coagulation and sedimentation filtration carbon adsorption ion
exchange membrane separation and thicening gravity gravity or flotation&
-) Pengolahan 4umpur (+ludge Treatment)
4umpur yang terbentuk sebagai hasil keempat tahap pengolahan
sebelumnya kemudian diolah kembali melalui proses digestion or wet
combustion, pressure filtration, vacuum filtration, centrifugation, lagooning or
drying bed, incineration, atau landfill.
2.4. Pemilihan Tekn!l!gi
Pemilihan proses yang tepat didahului dengan mengelompokkan
karakteristik kontaminan dalam air limbah dengan menggunakan indikator
parameter yang sudah ditampilkan di tabel di atas. Setelah kontaminan
6
dikarakterisasikan, diadakan pertimbangan secara detail mengenai aspek ekonomi,
aspek teknis, keamanan, kehandalan, dan kemudahan peoperasian. Pada akhirnya,
teknologi yang dipilih haruslah teknologi yang tepat guna sesuai dengan
karakteristik limbah yang akan diolah. Setelah pertimbanganpertimbangan detail,
perlu juga dilakukan studi kelayakan atau bahkan percobaan skala laboratorium
yang bertujuan untuk:
') !emastikan bah*a teknologi yang dipilih terdiri dari prosesproses yang
sesuai dengan karakteristik limbah yang akan diolah.
() !engembangkan dan mengumpulkan data yang diperlukan untuk
menentukan e"isiensi pengolahan yang diharapkan.
)) !enyediakan in"ormasi teknik dan ekonomi yang diperlukan untuk
penerapan skala sebenarnya.
Sebuah primary sedimentation tank di sebuah unit pengolahan limbah
domestik. +edimentation tank merupakan salah satu unit pengolahan limbah yang
sangat umum digunakan. ,ottomline, perlu kita semua sadari bah*a limbah
tetaplah limbah. Solusi terbaik dari pengolahan limbah pada dasarnya ialah
menghilangkan limbah itu sendiri. Produksi bersih (cleaner production) yang
bertujuan untuk mencegah, mengurangi, dan menghilangkan terbentuknya limbah
langsung pada sumbernya di seluruh bagianbagian proses dapat dicapai dengan
penerapan kebijaksanaan pencegahan, penguasaan teknologi bersih, serta
perubahan mendasar pada sikap dan perilaku manajemen.
2.". D!sis *at 'imia
Penentuan dosis &at kimia (coagulant) dilakukan dengan teknik cobacoba
(-ar test). Caranya dengan menambahkan berbagai dosis coagulant ke dalam air
sample kemudian membandingkan tingkat kejernihan hasilnya. #asil yang paling
jernih menunjukkan dosis coagulant yang bersesuaian.
Penentuan dosis coagulant ini harus dilakukan setiap kali terjadi perubahan
kualitas air mentah karena bila kualitas air mentah berubah maka dosis coagulan
yang dibutuhkan akan berubah pula. .isamping ditentukan dosis coagulan,
tingkat kejernihan air juga dipengaruhi oleh jenis dan p# air olahan. 1ntuk
penggunaan coagulant alum ((Al
(
(S2
,
)
)
), agar pembentukan "lok optimal maka
7
p# air olahan harus dipertahankan pada rank 5 8 6 dengan penambahan Ca(2#)
(
atau Ca(2Cl)
(
(Bet&, '965).
Pada air sample yang digunakan mempunyai turbidity (5 :+1 dan dosis
coagulant yang digunakan adalah ( ppm. Sementara untuk mempertahankan p#
ditambahkan larutan kaporit (Ca(2Cl)
(
) yang sekaligus ber"ungsi sebagai
disin"ektan. !akin besar laju alir maka makin rendah tingkat kejernihan air hasil
olahan yang diperoleh. #al ini terjadi karena pada laju alir yang besar
kemungkinan lolosnya "lok ke &ona jernih akan semakin besar pula dan
sebaliknya.
#ubungan laju alir dengan tingkat kejernihan air yang diperoleh sangat
ditentukan oleh $olume tube. Bila $olume tubenya besar maka laju alir yang
diperbolehkan juga besar dan sebaliknya. kemiringan tube sangat berpengaruh
terhadap tingkat kejernihan air yang dihasilkan; makin miring peletakan tube
makin tinggi tingkat kejernihan air hasil olahannya. #al ini sesuai dengan dugaan
a*al bah*a dengan memiringkan letak tube maka proses pembentukan "lok dan
tingkat kesulitan "lok untuk naik ke &ona jernih akan meningkat pula. Adapun
contoh bahan kimia yang digunakan untuk diinjeksikan sebagai berikut.
(.-.'. 4arutan alum ( Al
(
S2
,
)
4arutan ini ber"ungsi untuk memperbesar ukuran partikelpartikel koloid
sehingga akan lebih mudah terbentuk "loc"loc dan mengendap. Suspensi koloid
terdiri dari ionion bermuatan negati" sehingga akan terjadi peristi*a tolak
menolak antar ion. Apabila ion 8ion yang bermuatan positi" yang terdapat dalam
&at pengendap (coagulant chemicals) bersentuhan dengan ionion negati" maka
akan terbentuk gumpalan berupa gelatin. .engan demikian ukuran partikel akan
bertambah besar sehingga dapat dipisahkan dengan cara pengendapan.
.&/&.& Coagulant Aid
Ber"ungsi untuk memperbesar partikel koloid dan membentuk "loc tank,
sehingga proses pengendapan berlangsung lebih cepat dan sempurna.
(.-.). <as Chlorine
!erupkan &at pembunuh bakteri, jamur, mikroorganisme yang terdapat
didalam air. .osis yang digunakan adalah - ppm. Sebelumnya digunakan kaporit
9
(Ca2Cl
(
), kaporit lebih baik dari pada chlorine karena dapat dengan cepat
mengendapkan lumpur sehingga air akan lebih bersih.
(.-.,. Caustic +oda (:a2#)
Ber"ungsi untuk mengatur p# air sungai karena pada sistem pembentukan
"loc dibutuhkan kondisi dengan p# -,- s.d 5,(. .osis yang digunakan adalah ( s.d
- ppm. 0ondisi p# harus dijaga lebih dari -,- agar "loc terbentuk dan p# harus
kecil dari 5,( agar "loc yang terbentuk tadi tidak akan pecah lagi.
2.+. Pr!ses umum a,a Water Treatment
Water treatment merupakan unit yang berguna dalam pembersihan air dari
air kotor menjadi air bersih, yaitu dengan cara proses klari"ikasi yaitu proses
penghilangan suspended solid. Proses tersebut dapat berjalan dengan ) proses
sebagai berikut.
(.5.'. Proses koagulasi
0oagulasi yaitu partikel koloid yang bermuatan sama dinetralisir melalui
koagulan. Adapun kinetika reaksi sebagai berikut.
Al
(
(S2
,
= ) Ca(2#)
(
( Al(2#)
)
= ) CaS2
,

+ahaptahap koagulasi adalah sebagai berikut.
') >apid mi?ing , yaitu adanya tumbukan menjadi netralisasi sempurna
distribusi koagulan merata.
() :etralisasi muatan
)) +umbukan partikel
(.5.(. Proses "lokulasi
@lokulasi yaitu suatu mekanisme dimana "lok kecil yang sudah terbentuk
dalam proses koagulasi tadi melalui suatu media "lokulan digabungkan menjadi
"lok yang lebih besar sehingga cukup berat untuk bisa mengendap. .i dalamnya
juga terdapat rantai yang panjang dan banyak cabangnya yang berguna sebagai
jembatan penghubung.
#al yang dapat menyebabkan putusnya rantai tersebut adalah pengadukan
yang cepat (rapid mi?ing). @aktor lain yang dapat mengganggu adalah kondisi
tingkat keasaman lingkungan sekitarnya sehingga perlu menginjeksikan
chemicalAs :a2# sebagai p# adjuster.
'B
(.5.). Sedimentasi
.asar teori yang dipakai untuk proses sedimentasi adalah hukum stoke,
yaitu "loks yang besar tersebut mengalami pengendapan. @aktor yang
mempengaruhinya adalah sebagai beikut.
') .osis koagulan dan "lokulan.
() !i?ing, p#, temperatur, *arna air baku
)) 4e$el inter"ace dan blo*ndo*n lumpur di klari"ier.
BAB III
#ET-D-L-(I PE./-BAAN
3.1. Alat ,an Bahan
3.1.1. Alat 0ang ,igunakan1
') Clarifier
() +and filter
)) Batang pengaduk
,) p#meter
3.1.2. )ahan 0ang ,igunakan1
') +a*as
() Alumunium sul"at
)) Air comberan - 4iter
,) Air ra*a - 4iter
3.2. Pr!se,ur Per2!)aan
!% Persiapkan peralatan water treatment yang akan digunakan.
.% Persiapkan air yang akan dimasukkan ke dalam water treatment.
$% Analisa p#meter setra bagaimana kondisi air.
0% !asukkan air ke dalam Clarifier lalu diberikan alumunium sul"at
sebanyak 6 gram.
/% Aduk air dalam Clarifier dengan pelan sampai &at pengotor dalam air
mengendap.
1% 1ji p#meter pada air di Clarifier&
2% !asukkan air melalui sand filter analisa bau, *arna serta p# air tersebut.
#% +imbang berat air yang telah melalui sand filter&
"% #itung C yield air tersebut.
!3% Buat hasil gambar sebagai pembanding.
''
BAB I3
DATA HA&IL PEN(A#ATAN
4.1. Air /!m)eran
a) &e)elum treatment
3arna air D keruh dan terdapat endapan
Bau D bau yang sangat menyengat
p# a*al D ,
b) &etelah treatment
3arna air D bening
Bau D bau yang sangat mneyengat
p# akhir D 6
4.2. Air .a4a
a) &e)elum treatment
3arna air D kekuningkuningan
Bau D bau tidak menyengat
p# a*al D ,
b) &etelah treatment
3arna air D bening
Bau D bau tidak menyengat
p# akhir D 6
'(
BAB 3
PE#BAHA&AN
Percobaan water treatment ini bertujuan untuk mempelajari proses
penjernihan air secara umum. .alam percobaan ini juga mengamati bagaimana
keadaan air setelah diolah atau dijernihkan, yakni *arna, bau, dan p# air untuk
dibandingkan dengan keadaan air sebelum dijernihkan. Selain itu juga untuk
mengetahi prinsip kerja alatalat yang digunakan untuk water treatment itu
sendiri.
Bahan yang digunakan dalam percobaan *ater treatment ini adalah air got
dan air ra*a. Alat yang digunakan untuk mengolah air tersebut berupa clarifier
yang dihubungkan ke sand filter. Air got dan air ra*a sebelum dimasukkan ke
clarifier, diukur terlebih dahulu p#nya. :ilai p# air got setelah diukur dengan
kertas p# adalah 5, dengan *arna air sedikit keruh dan bau yang menyengat.
Sedangkan nilai p# air ra*a setelah diukur dengan kertas p# adalah ,, dengan
*arna air kekuningan dan sedikit berbau rumput. 1ntuk air ra*a, nilai p# bersi"at
asam, hal ini sesuai dengan si"at air ra*a yang memang bersi"at asam. Sedangkan
untuk air got, nilai p#nya juga asam. Padahal seharusnya air got bersi"at basa
karena bercampur dengan limbahlimbah rumah tangga. 0esalahan ini mungkin
disebabkan karena sampel air got yang kami ambil sudah terkontaminasi dan
menyebabkan p#nya menurun.
Setelah diukur nilai p#nya, air got dan air ra*a masingmasing
dimasukkan ke dalam clarifier. Senya*a Aluminium sul"at (Al
(
S2
,
), atau yang
lebih dikenal dengan nama ta*as, juga dimasukkan ke dalam clarifier. +ujuan
penambahan ta*as ini adalah sebagai senya*a koagulan untuk mengendapkan
partikelpartikel padat (suspended solid) yang terkandung dalam air tersebut.
Sambil terus diaduk secara perlahan dengan pengaduk kayu, hingga di dalam air
terbentuk beberapa endapanendapan kecil.
.i dalam clarifier ini terdapat clear well, yakni sekat di luar tempat
pengadukan dengan dinding yang lebih tinggi. @ungsinya adalah untuk mengatasi
air yang overflow saat dilakukan pengadukan. Clear well membantu mengalirkan
air yang telah dijernihkan menuju ke sand filter untuk disaring kembali. 0arena
')
',
bagian atas adalah bagian air yang jernih, maka air yang meluap tersebut
dapat langsung dialirkan ke sand filter. .alam percobaan, jumlah air yang
dimasukkan ke clarifier sedikit karena clear well mengalami kebocoran, sehingga
air yang telah dijernihkan tidak dapat secara otomatis mengalir ke sand filter.
!aka dari itu, air tersebut diambil menggunakan ember dan dimasukkan secara
manual ke sand filter.
Pada saat percobaan, ta*as yang digunakan untuk mengkoagulankan &at
pengotor terlarut dalam air sampel tidak tersedia, sehingga kami tidak
melanjutkan praktikum. +etapi, dari penjelasan asisten, diharapkan bah*a setelah
pengadukan beberapa menit dalam clarifier, lama kelamaan akan terbentuk
gumpalangumpalan kecil dari kotoran air tersebut. <umpalangumpalan ini
dinamakan "lok kecil atau pin "lok. Proses yang terjadi di sini adalah proses
koagulasi, yaitu proses di mana partikelpartikel yang bersi"at ionik dinetralkan
muatannya agar dapat saling menempel satu sama lain sehingga membentuk "lok
"lok. 4alu karena akibat adanya gaya gra$itasi, maka "lok"lok tersebut jatuh dan
mengendap ke ba*ah sehingga terjadilah proses pengendapan. Pada tahap ini,
campuran air tadi sudah mulai kelihatan jernih dan terpisah menjadi dua bagian
yaitu air yang jernih berada di posisi atas dan kotorannya mengendap ke ba*ah.
Pada industri, umumnya untuk mempercepat pengendapan "lok maka
setelah proses koagulasi ditambahkan senya*a yang dinamakan "lokulan.
Senya*a ini ber"ungsi untuk mengikat "lok"lok kecil yang telah terbentuk
sehingga membentuk "lok yang lebih besar. .engan "lok yang tentunya lebih
berat, maka "lok tersebut akan lebih cepat mengendap dan e"isiensi *aktu dalam
proses penjernihan air dapat meningkat.
Setelah lebih jernih, air tersebut dimasukkan dalam sand filter. +and filter
ini, secara urutan dari atas ke ba*ah, tersusun atas pasir silika, ijuk, dan koral.
Pasir diletakkan paling atas karena paling baik dalam menyerap partikel terlarut
dengan ukuran sangat kecil, sehingga lebih e"isien. Air yang telah disaring
kemudian ditampung dalam ember untuk dianalisa. .ilakukan kembali
pengukuran p# pada air sampel, serta dilihat bagaimana *arna dan bau air
tersebut dibandingkan dengan sebelum diolah.
'-
Semua perlakuan tersebut dilakukan sama untuk semua air sampel, baik
untuk air got maupun air ra*a. #asil akhir dari proses penjernihan air ini
diharapkan bah*a *arna air lebih jernih, tidak ada mikroorganisme yang ikut, air
menjadi tidak berbau, serta p# yang dihasilkan adalah netral atau bernilai sekitar
6. +etapi berhubung karena ketidaksediaannya ta*as untuk percobaan, maka
praktikan tidak dapat menentukan berapa p# akhir dari air got dan air ra*a.
BAB 3I
'E&I#PULAN DAN &A.AN
+.1. 'esimulan
') 0lari"ikasi merupakan proses pengolahan air baku menjadi air bersih.
() .i dalam clari"ier terjadi ) proses, yaitu:
a) 0oagulasi
b) @lokulasi
c) Sedimentasi
)) 4mpurities pada air baku terdiri dari :
a% 4mpurities yang tidak larut (suspended solid%
b% 4mpurities yang terlarut (dissolved solid%
,) Clari"ier merupakan reaktor inti dalam proses pengolahan air, khususnya
penghilangan partikel koloidal dalam air, dimana proses sedimentasi dari
partikel ter"lokulasi terjadi di dalamnya.
-) Ada beberapa "aktor yang mempengaruhi kinerja klari"ier adalah
bentuk%desain, penambahan &at penolong, *aktu tinggal%laju alir air.
+.2. &aran
') Alat clari"ier harus dilengkapi dengan pengaduk mekanik, tidak
menggunakan pengadukan manual agar larutan lebih homogen.
() .osis injeksi bahan kimia harus tergantung kualitas air baku yang
digunakan.
)) Sebelum pratikum dimulai sebaiknya persiapkan dahulu bahan.
,) 4akukan backwash secara rutin.
'5
DA5TA. PU&TA'A
Ar"andy, !unsir.'97).Teknik Penyediaan Air ,ersih untuk 5aerah Pedesaan
6+kala Prioritas Pemilihan +umber Air7.Erlangga:Bandung.
Arita, Susila. (BB6. Alat 4ndustri 8imia . . Palembang : 1ni$ersitas Sri*ijaya.
Santoso, Budi. (BB5. +istim 9tilitas . Palembang : 1ni$ersitas Sri*ijaya.
1nus Surya*iria. '99-. Pengantar 'ikrobiologi 9mum. Bandungan: Angkasa.
LA#PI.AN
(am)ar 1. 0lari"ier (am)ar 2. +and filter
(am)ar 3. >angkaian water treatment <ambar ,. 0ertas p#