You are on page 1of 40

Oleh : Karina Aisyah Setiawati, S.

Ked (J500100010)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2014
Kejang Demam
Pembimbing:
dr. Aloysius Septiarko, Sp. A
dr. Hj. Elief Rohana, Sp. A., M.Kes
Nama : An. N S
Jenis Kelamin : Laki - laki
TTL : Karanganyar, 25/10/2013
Umur : 9 Bulan
Nama Ayah : Tn. D (35 tahun/swasta)
Nama Ibu : Ny. D (28 tahun/swasta)
Alamat : Bibis 4/12 Jungke KRA
Tanggal Masuk RS : Rabu, 25 Juni 2014 Jam
06.00
Diagnosis masuk : Kejang Demam
Pada hari Rabu 25 Juni 2014
Didapatkan secara alloanamnesis
Keluhan Tambahan: Demam, Pilek, Batuk
Keluhan Utama: Kejang
ANAMNESIS
2 Hari Sebelum Masuk RS
Pasien dengan keluhan panas mulai senin malam, menurun
dipagi hari, kemudian meningkat lagi di malam hari
Pasien keringat dingin (+), makan (+), minum (+), BAK dan
BAB normal
Pasien belum diberi obat penurun panas atau obat lainnya
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Hari masuk RS
Pasien masih mengeluhkan panas dipagi harinya
Pasien memutuskan untuk periksa ke rumah sakit
Kejang berlangsung selama < 3 menit, dengan pergerakan
kedua tangan dan kaki
Pasien mengeluhkan kejang saat dibawa ke rumah sakit.
Pasien anak laki-laki
Kejang
Minum (+)
Pilek (+)
BAB (dbn)
Batuk (+)
Panas sejak 2 hari
Usia 9 bulan
Makan (+)
BAK (dbn)
KEJANG DEMAM
Riwayat Alergi
Riwayat penyakit dahulu
Riwayat Demam
Riwayat sakit batuk pilek diakui
Riwayat Demam disertai Kejang
Riwayat Epilepsi
Tanpa kejang
Riwayat keluhan sama
Riwayat Kejang
Riwayat Asma
Riwayat Epilepsi
Riwayat penyakit pada keluarga
Pohon keluarga
Riwayat
kehamilan ibu
pasien
Ibu G
1
PoA0 hamil saat usia 27 tahun. Ibu memeriksakan
kehamilannya rutin ke bidan setiap bulannya. Ibu saat hamil
tidak mengalami mual dan muntah yang berlebihan serta tidak
ada riwayat trauma maupun infeksi saat hamil
Riwayat
persalinan ibu
pasien
Ibu melahirkan pasien dibantu oleh bidan, umur kehamilan 9
bulan, persalinan normal, presentasi kepala, bayi langsung
menangis dengan berat 3000 gram dan tidak ditemukan cacat
bawaan saat lahir
Riwayat paska
lahir pasien
Bayi laki laki 3000 gram, setelah lahir langsung menangis,
gerak aktif, warna kulit kemerahan, tidak ada demam atau
kejang. ASI keluar hari ke-2, bayi langsung menetek.
Kesan : Riwayat ANC baik, persalinan spontan, riwayat PNC
baik.
RIWAYAT KEHAMILAN
0-6 bulan : ASI, susu formula
6-9 bulan : ASI, susu formula, bubur susu, buah-buahan
(pisang, melon), diselingi nasi tim kuah sayur.

Kesan : Pasien mendapat ASI eksklusif, kualitas makanan
baik, kuantitas makan cukup
Riwayat Makanan
RIWAYAT PERKEMBANGAN DAN KEPANDAIAN
Motorik Kasar Motorik Halus Bahasa Personal Sosial
Tengkurap
(3,5 bulan)
Memegang
benda
(4 bulan)
Menoleh ke
sumber suara
(5 bulan)
Tersenyum
(2 bulan)
Duduk sendiri
(6 bulan)
Berkata (tidak
spesifik),
(8,5 bulan)
Bermain bersama
ibu atau
anggota
keluarga lainnya
(9 bulan)
Kesan: Motorik kasar, motorik halus, bahasa, personal sosial sesuai
usia
RIWAYAT IMUNISASI dan vaksinasi
Jenis I II III IV V VI
HEPATITIS B 0 bulan 2 bulan 4 bulan 6 bulan - -
BCG 1 bulan - - - - -
DPT 2 bulan 4 bulan 6 bulan - - -
POLIO 1 bulan 2 bulan 4 bulan
- - -
CAMPAK 9 bulan - - - - -
Kesan : Imunisasi dasar lengkap
RIWAYAT SOSIAL, EKONOMI, LINGKUNGAN
Keadaan sosial ekonomi cukup &
kondisi lingkungan rumah cukup
Anamnesis sistem
Serebrospinal kejang (-), pusing(-), penurunan kesadaran (-)
Kardiovaskuler sianosis (-), berdebar-debar (-)
Respiratorius
batuk (+), pilek (+), nyeri tenggorokan (-), sesak nafas
(-)
Gastrointestinal mual (-), muntah (-), BAB (+) dbn
Urogenital BAK (+) 3-5 kali sehari, nyeri saat kencing (-)
Muskuloskeletal kelainan bentuk (-) nyeri sendi (-), nyeri otot (-)
Otonom demam
Pemeriksaan fisik
Keadaan Umum Nampak lemah
Vital Sign HR : 100 x/menit
RR : 34 x/menit
Suhu : 38,2C
Status Gizi
BB : 9,6 Kg, Usia: 9 bln dengan BB/U: gizi
baik
Kesimpulan : Status gizi baik (menurut WHO)
PEMERIKSAAN FISIK
Kulit : petechie (-), ikterik (-)
Kepala : ukuran normocephal
Mata : mata cowong (-/-), edem palpebra(+/+), ca (-/-), si (-
/-), reflek cahaya (+/+), pupil isokor
Hidung : sekret (+/+), epistaksis (-/-), nafas cuping hidung (-/-)
Mulut : mukosa bibir kering (-), sianosis (-), lidah tifoid (-)
Leher : pembesaran limfonodi leher (-), massa (-), kaku
kuduk (-)

Kesan : terdapat sedikit sekret pada hidung.

PEMERIKSAAN FISIK
Cor Hasil Pemeriksaan
Inspeksi Ictus cordis tidak tampak
Palpasi Ictus cordis pada SIC V linea midclavicularis sinistra, kuat
angkat (+)
Perkusi Batas kanan atas : SIC II, linea parasternalis dextra
Batas kanan bawah : SIC IV, linea parasternalis dextra
Batas kiri atas : SIC II, linea parasternalis sinistra
Batas kiri bawah : SIC V, linea midclavicula sinistra
Auskultasi Bunyi jantung I-II intensitas regular, bising (-)
Pulmo Depan Belakang
Inspeksi Simetris
Ketinggalan gerak (-)
Retraksi intercostae (-)
Simetris
Ketinggalan gerak (-)
Retraksi intercostae (-)
Palpasi Gerak dada simetris
Fremitus normal
Gerak dada simetris
Fremitus normal
Perkusi Sonor /Sonor Sonor /Sonor
Auskultasi SDV (+/+)
Wh (-/-), Rh (-/-)
SDV (+/+)
Wh (-/-), Rh (-/-)
PEMERIKSAAN FISIK








Kesan : abdomen dalam batas normal

Abdomen Hasil Pemeriksaan
Inspeksi Distended (-), sikatrik (-), purpura (-)
Auskultasi Peristaltik dbn
Palpasi Turgor kulit baik,
hepar tidak membesar dan lien tidak teraba membesar
Perkusi Timpani tersebar merata di keempat kuadran
abdomen
PEMERIKSAAN FISIK
Ekstremitas : akral hangat (+), deformitas (-), kaku sendi (-), sianosis (-),
edema (-)
Tungkai Lengan
Kanan Kiri Kanan Kiri
Gerakan : bebas bebas bebas bebas
Tonus : normal normal normal normal
Klonus Tungkai : (-) (-) (-) (-)
Reflek fisiologis : dalam batas normal
Refleks patologis : (-)
Meningeal Sign : kaku kuduk (-), brudzinski I (-), brudzinski II (-), brudzinski III (-)
brudzinski IV (-)
Sensibilitas : dalam batas normal

Kesan : extremitas superior et inferior dalam batas normal
PEMERIKSAAN FISIK
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
No Parameter Jumlah Satuan Nilai Rujukan
1. Leukosit
18.300
uL 5000-10000 /uL
2. Eritrosit
4,80
uL 4,0-5,5 / uL
3. Hemoglobin
12,8
gr/dl 12 16 G%
4. Hematokrit
38,7
% 37-43%
5. MCV
80,6
femtoliter 82-92 fl
6. MCH
26,7
Pikograms 27-31 pg
7. MCHC
33,1
g/dl 32-36 g/dl
8. Trombosit
271.000
uL 150.000-450.000/uL
Urinalisa Hasil
Warna Kuning
Kejernihan Kejernihan
Berat Jenis 1010
pH 7
Lekosit 0-1
Erytrosit -
Epitel sel -
Bakteri -
RESUME ANAMNESIS
Panas sebelum masuk rumah sakit tinggi terus menerus
Pasien tidak pernah kejang dengan demam sebelumnya
Pasien mendapatkan ASI dan susu formula
Imunisasi dasar lengkap
Perkembangan baik.
Pasien seorang anak laki-laki usia 9 bulan, dibawa ke IGD RSUD Karanganyar mengeluh
kejang dalam perjalanan ke RS dan panas selama 2 hari, kejang bersifat simetris gerakan pada
kedua kaki dan tangan dalam waktu < 3 menit, pasien sadar setelah kejang.
RESUME ANAMNESIS
Tidak terdapat riwayat penyakit keluarga yang berhubungan dengan penyakit sekarang
Tidak terdapat penyakit serupa dan tidak ada riwayat penyakit keluarga yang diturunkan
Riwayat ANC baik dan riwayat PNC baik
Pasien mendapat ASI, kualitas makanan baik, kuantitas makan baik
Perkembangan motorik kasar, motorik halus, bahasa, personal sosial sesuai usia.

DAFTAR MASALAH AKTIF
Kejang
Panas
Pemeriksaan lab
Leukosit meningkat
DIAGNOSis KERJA
Kejang Demam Sederhana
Rencana tindakan
Obsevasi keadaan umum dan vital sign
Bed rest
Awasi timbulnya kejang
RENCANA Terapi
Infus KN
3
A 10 tpm makro
Inj Cefotaxime 300 mg/12 jam
Inj diazepam 3 mg IV bila kejang
Inj Dexamethasone 2mg/12 jam
Inj Pragesol 100 mg (KP)
Paracetamol syr cch I (KP)
Rencana Edukasi
Kompres hangat jika panas
Menjaga nutrisi
Menjelaskan
kepada ortu
pasien mengeni
sakit yang dialami
pasien

Istirahat yang
cukup

PROGNOSIS
Quo ad vitam : Dubia
ad bonam
Quo ad fungsionam :
Dubia ad bonam
Quo ad sanam : Dubia
ad bonam
FOLLOW UP PASIEN
FollowUp H.1
- Panas sejak senin malam (2hari), kejang saat dibawa
ke RS (+), mual (-), muntah (-), makan (+), minum
(+), BAB (+), BAK (+)
- KU : nampak lemah
- HR : 100 x/mnt, RR : 34 x/mnt, S : 38,2 C
- Pemeriksaan :
Kepala : dbn
Mulut : dbn
Thorax : Pulmo SDV (+), Rh (-), Whz (-). Cor BJ
I/II regular.
Abdomen : destended (-)
Ekstremitas : sianosis (-), edema (-)
- Diagnosis : Observasi febris H-II DD: Kejang demam
- Terapi
Infus KN
3
A 10 tpm
Inj Cefotaxime 300 mg/12 jam
Inj Pragesol 100 mg (KP)
Paracetamol syr cth (KP)
FollowUp H.2
- Pasien dengan panas (+), mual (-), muntah (-),
makan (-), minum (-), pilek (+), BAB (+), BAK (+)
- KU : nampak lemah
- HR : 124 x/mnt, RR : 36 x/mnt, S : 39,2
o
C
- Pemeriksaan :
Kepala : dbn
Mulut : dbn
Thorax : Pulmo SDV (+), Rh (-), Whz (-). Cor BJ
I/II regular.
Abdomen : destended (-)
- Ekstremitas : sianosis (-), edema (-)
- Diagnosis : Observasi febris DD: Kejang Demam
- Terapi
Infus KN
3
A 10 tpm
Inj Cefotaxime 300 mg/12 jam
Inj Dexamethasone 2mg / 12 jam
Inj Pragesol 100 mg (KP)
Paracetamol syr cth (KP)
FollowUp H.3
- Pasien dengan panas (-), mual(-), muntah (-), makan
(+), minum (+), BAB (+), BAK (-), pilek (+), batuk (+),
kejang (-)
- KU : cukup
- HR : 120 x/mnt, RR : 36 x/mnt, S : 36 C
- Pemeriksaan :
Kepala : dbn
Mulut : dbn
Thorax : Pulmo SDV (+), Rh (-), Whz (-). Cor BJ
I/II regular.
Abdomen : destended (-)
Ekstremitas : sianosis (-), edema (-)
- Diagnosis : Observasi febris H-III DD: Kejang demam
- Terapi
Infus KN
3
A 10 tpm
Inj Cefotaxime 300 mg/12 jam
Inj Amoxsan 250 mg/8 jam
Inj Dexamethasone 2 mg / 12 jam
Inj Pragesol 100 mg (KP)
Paracetamol syr cth (KP)
FollowUp H.4
- Pasien dengan panas (-), mual(-), muntah (-), makan
(+), minum (+), BAB (+), BAK (-), pilek (+), batuk (+),
kejang (-)
- KU : cukup
- HR : 110 x/mnt, RR : 38 x/mnt, S : 36,3 C
- Pemeriksaan :
Kepala : dbn
Mulut : dbn
Thorax : Pulmo SDV (+), Rh (-), Whz (-). Cor BJ
I/II regular.
Abdomen : destended (-)
Ekstremitas : sianosis (-), edema (-)
- Diagnosis : Observasi febris H-III DD: Kejang demam
- Terapi
Infus KN
3
A 10 tpm
Inj Cefotaxime 300 mg/12 jam
Inj Amoxsan 250 mg/8 jam
Inj Dexamethasone 2 mg / 12 jam
Inj Pragesol 100 mg (KP)
Paracetamol syr cth (KP)
pembahasan
Kejang Demam
Bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu
tubuh (rektal > 38 C) yg disebabkan proses
ekstrakranium
Kejang demam terjadi pada anak 6 bulan
5 tahun
Anak yg alami kejang tanpa demam kemudian kejang
demam kembali TDK termasuk kejang demam
Kejang Demam Sederhana
Bila anak umur < 6 bln dan > 5 tahun alami kejang didahului
demam, pikirkan kemungkinan lain SSP infection, atau epilepsi
yg terjadi bersama demam
Teori Pada Kasus
Kejang demam terbagi
menjadi kejang demam
sederhana dan kompleks
Kejang bersifat sederhana
dengan demam 38,2 C
Usia onset 6 bulan 5 tahun Pasien berusia 9 bulan
Kejang Sederhana
-Berlangsung singkat < 15 min
- Umumnya berhenti sendiri
- Kejang simetris, tonik klonik
-Kejang tdk berulang dlm 24
jam
Pasien dengan kejang,
pergerakan kedua lengan dan
tungkai, simetris dengan
durasi < 3 menit, berhenti
sendiri, tidak ada kejang
selama perawatan di RS
Kejang demam terjadi pada
kenaikan suhu tubuh > 37,8C
(rektal > 38 C)
Suhu tubuh pasien 38 C
Anak yang mengalami kejang
tanpa demam kemudian
kejang dgn demam bukan
kejang demam
Pasien tidak pernah kejang
tanpa demam atau kejang
dengan demam sebelumnya
PENATALAKSANAAN
ALHAMDULILLAH