You are on page 1of 15

BMM3111

SEMANTIK & PERISTILAHAN BM




KELAS
MAKNA
Makna
emotif
Makna
Konotatif
Makna
Kognitif
Makna
Referensial
Makna
Piktorikal
Menurut Sipley (dalam Mansoer Pateda, 2001:101) makna emotif
adalah makna yang timbul akibat adanya reaksi pembicara atau
sikap pembicara mengenai atau terhadap sesuatu yang difikirkan
atau dirasakan.
Contohnya dengan kata kerbau dalam ayat Engkau kerbau., kata
itu tentunya menimbulkan perasaan tidak senang bagi pendengar.
Dengan kata lain,kata kerbau tadi mengandung makna emosi.

Makna konotatif berbeza dengan makna emotif kerana makna konotatif
cenderung bersifat negatif, sedangkan makna emotif adalah makna
yang bersifat positif (Fathimah Djajasudarma, 1999:9).
Makna konotatif muncul sebagai akibat asosiasi perasaan kita
terhadap apa yang diucapkan atau didengar.
Misalnya, dalam ayat Anita menjadi bunga desa.
Kata bunga dalam kalimat tersebut bukan bererti sebagai bunga di
taman melainkan menjadi idola di desanya kerana kondisi fizikal atau
kerana kecantikannya.
Makna kognitif adalah makna yang ditunjukkan oleh acuannya,
makna unsur bahasa yang sangat dekat hubungannya dengan
dunia luar bahasa, objek atau gagasan, dan dapat dijelaskan
berdasarkan analisis komponennya (Mansoer Pateda, 2001:109).
Contohnya kata pohon bermakna tumbuhan yang memiliki batang
dan daun dengan bentuk yang tinggi besar dan kukuh. Inilah yang
dimaksud dengan makna kognitif kerana lebih banyak dengan
maksud fikiran.
Referen menurut Palmer ( dalam Mansoer Pateda, 2001: 125) adalah
hubungan antara unsur-unsur linguistik berupa kata-kata dan dunia
pengalaman nonlinguistik.
Referen atau acuan dapat diertikan berupa benda, peristiwa, proses
atau kenyataan.
Referen adalah sesuatu yangditunjuk oleh suatu lambang.
Makna referensial mengisyaratkan tentang makna yamg langsung
menunjuk pada sesuatu, baik benda, gejala, kenyataan, peristiwa
mahupun proses.
Makna piktorikal menurut Shipley (dalam Mansoer Pateda,
2001:122) adalah makna yamg muncul akibat bayangan
pendengar atau pembaca terhadap kata yang didengar atau
dibaca.
Makna piktorikal menghadapkan manusia dengan kenyataan
terhadap perasaan yang timbul kerana pemahaman tentang
makna kata yang diujarkan atau ditulis
Didefinisikan sebagai berlebih-lebihan
sehingga tertambah perkara, hal, dan
sebagainya yang tidak perlu, misalnya
perkataan yang digunakan dalam ayat.
Kelewahan, atau hal dan keadaan yang
berlebih-lebihan ini sering ditemukan
dalam komunikasi, sama ada komunikasi
lisan ataupun komunikasi tulisan.