You are on page 1of 9

BAB I

PENDAHULUAN





BAB II
PEMBAHASAN


A. Pengertian Evaluasi Pembelajaran
Sesungguhnya, dalam konteks penilaian ada beberapa istilah yang digunakan, yakni
pengukuran, assessment dan evaluasi. Pengukuran atau measurement merupakan suatu
proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu yang bersifat numerik.
Pengukuran lebih bersifat kuantitatif, bahkan merupakan instrumen untuk melakukan
penilaian. Unsur pokok dalam kegiatan pengukuran ini, antara lain adalah sebagai berikut:
1. tujuan pengukuran
2. ada objek ukur
3. alat ukur
4. proses pengukuran
5. hasil pengukuran kuantitatif
Sementara, pengertian asesmen (assessment) adalah kegiatan mengukur dan mengadakan
estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke
taraf pengambilan keputusan. Sedangkan evaluasi secara etimologi berasal dari bahasa
Inggeris evaluation yang bertarti value, yang secara secara harfiah dapat diartikan sebagai
penilaian. Namun, dari sisi terminologis ada beberapa definisi yang dapat dikemukakan,
yakni:
a) Suatu proses sistematik untuk mengetahui tingkat keberhasilan sesuatu.
b) Kegiatan untuk menilai sesuatu secara terencana, sistematik dan terarah
berdasarkan atas tujuan yang jelas.
c) Proses penentuan nilai berdasarkan data kuantitatif hasilpengukuran untuk
keperluan pengambilan keputusan.
Berdasarkan pada berbagai batasan 3 jenis penilaian di atas, maka dapat diketahui bahwa
perbedaan antara evaluasi dengan pengukuran adalah dalam hal jawaban terhadap
pertanyaan what value untuk evaluasi dan how much untuk pengukuran. Adapun
asesmen berada di antara kegiatan pengukuran dan evaluasi. Artinya bahwa sebelum
melakukan asesmen ataupun evaluasi lebih dahulu dilakukan pengukuran.
Sekalipun makna dari ketiga istilah (measurement, assessment, evaluation) secara teoretik
definisinya berbeda, namun dalam kegiatan pembelajaran terkadang sulit untuk
membedakan dan memisahkan batasan antara ketiganya, dan evaluasi pada umumnya
diawali dengan kegiatan pengukuran (measurement) serta pembandingan (assessment).
Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru
dalam kegiatan pembelajaran. Dengan penilaian, guruakan mengetahui perkembangan
hasil belajar, intelegensi, bakat khusus, minat, hubungan sosial, sikap dan kepribadian
siswa atau peserta didik. Adapun langkah-langkah pokok dalam penilaian secara umum
terdiri dari:
(1) perencanaan
(2) pengumpulan data
(3) verifikasi data
(4) analisis data, dan
(5) interpretasi data.
Penilaian hasil belajar pada dasarnya adalah mempermasalahkan, bagaimana pengajar
(guru) dapat mengetahui hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Pengajar harus
mengetahui sejauh mana pebelajar (learner) telah mengerti bahan yang telah diajarkan atau
sejauh mana tujuan/kompetensi dari kegiatan pembelajaran yang dikelola dapat dicapai.
Tingkat pencapaian kompetensi atau tujuan instruksional dari kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan itu dapat dinyatakan dengan nilai

B. Tujuan dan Fungsi Evaluasi
Pada dasarnya tujuan penilaian adalah untuk mengetahui apakah peserta didik telah atau
belum menguasai suatu kompetensi dasar tertentu.
Dalam konteks pelaksanaan pendidikan, evaluasi memiliki beberapa tujuan, antara lain
sebagai berikut:
1) Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran
dalam jangka waktu tertentu
2) Untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran.
3) Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya.
4) Untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka
perbaikan.
Kemudian secara rinci berdasarkan pedoman khusus al-quran hadis (2004) penilaian
bertujuan :
a. mengetahui tingkat pencapaian kompetensi peserta didik
b. mengukur pertumbuhan dan perkembangan pserta didik
c. mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik
d. mengetahui hasil pembelajaran
e. mengetahui pencapaian kurikulum
f. mendorong peserta didik untuk belajar
g. mendorong guru agar mengajar dengan baik.
Secara umum fungsi evaluasi dalam pembelajaran adalah sebagai berikut :
a. untuk mengukur kemajuan dan perkembangan siswa setelah melakukan kegiatan
pembelajaran selama jangka waktu tertentu.
b. untuk mengukur sampai dimana keberhasilan sistem pembelajaran yang digunakan
c. Sebagai bahan pertimbangan dalam rangka melakukan perbaikan proses
pembelajaran.
Selain fungsi di atas, penilaian juga dapat berfungsi sebagai alat seleksi, penempatan, dan
diagnostik,guna mengetahui keberhasilan suatu proses dan hasil pembelajaran. Penjelasan
dari setiap fungsi tersebut adalah:
a) Fungsi seleksi. Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi, yaitu
menyeleksi calon peserta suatu lembaga pendidikan/kursus berdasarkan kriteria tertentu.
b) Fungsi Penempatan. Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan
penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis
dan/atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing.
c) Fungsi Diagnostik. Evaluasi diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk
mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik, menentukan faktor-faktor
yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar, dan menetapkan cara mengatasi kesulitan
belajar tersebut.
C. Alat Evaluasi Pembelajaran
Untuk keperluan evaluasi diperlukan alat evaluasi yang bermacam-macam, seperti
kuesioner, tes, skala, format observasi, dan lain-lain. Dari sekian banyak alat evaluasi,
secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni alat tes dan nontes. Khusus untuk
evaluasi hasil pembelajaran alat evaluasi yang paling banyak digunakan adalah tes.
Tes adalah adalah suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu
tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa
sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut. Prestasi atau
tingkah laku tersebut dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan intruksional
pembelajaran atau tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi yang telah diberikan
dalam proses pembelajaran, dan dapat pula menunjukkan kedudukan siswa yang
bersangkutan dalam kelompoknya.
Menurut tujuannya dalam bidang pendidikan tes terbagi menjadi 7 yaitu :
1. Tes kecepatan (Seed Test)
2. Tes Kemampuan (Power Test)
3. Tes Hasil Belajar (Achievement Test)
4. Tes Kemajuan Belajar (Gains Achievement Test)
5. Tes Diagnostik (Diagnostic Test)
6. Tes Formatif
7. Tes Sumatif
Dilihat dari jawaban siswa yang dituntut dalam menjawab atau memecahkan persoalan
yang dihadapinya, maka teshasil belajar dapat dibagi menajdi 3 jenis :
1. Tes lisan (oral test)
2. Tes tertulis (written test)
3. Tes tindakan atau perbuatan (performance test)
Adapun bentuk tes yang biasa digunakan adalah sebagai berikut :
1) Pertanyaan lisan. Materi yang ditanyakan berupa pemahaman terhadap konsep atau
prinsip.
2) Uraian terbatas (Objektif). Pertanyaan yang biasa digunakan adalah simpulan atau
tafsirkan.
Keunggulan dari bentuk soal uraian ini, antara lain adalah sebagai berikut:
a) Dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan pikiran
b) Menganalisis masalah, dan mengemukakan gagasan secara rinci
c) Relatif mudah dan cepat menuliskan soalnya
d) Mengurangi faktor menebak dalam menjawab
Sementara, selain memiliki keunggulan, soal uraian juga memiliki kelemahan, antara lain
adalah sebagai berikut:
a) Jumlah materi (PB/SPB) yang dapat diungkap terbatas
b) Pengoreksian/scoring lebih sukar dan subjektif
c) Tingkat reliabilitas soal relaitf lebih rendah
3) Uraian bebas. Dipakai untuk mengukur kompetensi peserta didik dalam semua
ranah kognitif.
4) Benar-salah.
5) Pilihan ganda. Dipakai untuk menguji penguasaan kompetensi pada tingkat
pengetahuan, pemahaman, analisis, dan sintesis.
Keunggulan dari bentuk soal pilihan ganda ini, antara lain adalah sebagai berikut:
a) Pensekoran mudah, cepat, serta objektif
b) Dapat mencakup ruang lingkup bahan/materi yang luas
c) Mampu mengungkap tingkat kognitif rendah sampai tinggi.
Sementara, selain memilliki keunggulan, soal pilihan ganda juga memiliki kelemahan,
antara lain adalah sebagai berikut:
a) Menuliskan soalnya relatif lebih sulit dan lama
b) Memberi peluang siswa untuk menebak jawaban
c) Kurang mampu meningkatkan daya nalar siswa.
6) Jawaban singkat atau isian singkat. Jenis soal bias berupa pertanyaan atau isian.
7) Menjodohkan. Digunakan untuk mengetahui fakta dan konsep. Cakupan materi
bias banyak, namun tingkat berpikir yang terlibat cenderung masih rendah.
8) Penilaian performans (unjuk kerja). Digunakan untuk menilai kompetensi yang
berhubungan dengan praktik, seperti praktik tilawah al-quran.
Bentuk nontes yang digunakan adalah pengamatan, dan portofolio. Pengamatan digunakan
untuk menilai aspek sikap dan minat. Sedangkan portofolio merupakan kumpulan hasil
karya, tugas atau pekerjaan peserta didik yang disusun berdasarkan urutan kategori
kegiatan. Karya-karya tugas atau pekerjaan ini dipilih, kemudian dinilai sehingga dapat
menggambarkan perkembangan kompotensi peserta didik.

D. Penyusunan Alat Evaluasi Pembelajaran
Sebagai langkah awal dalam mengembangkan alat evaluasi atau instrument penilaian
adalah menetapkan spesifikasi, yaitu berisi uraian yang menunjukkan keseluruhan
karakteristik yang harus dimiliki instrument. Penyusunan spesifikasi instrument mencakup
kegiatan
a. menentukan tujuan
b. menyusun kisi-kisi soal
c. memilih bentuk instrument
d. menentukan panjang instrument
kisi-kisi soal yang harun dibuat oleh guru adalah berupa matriks yang berisi spesifikasi
instrument yang dibuat. Kisi-kisi ini merupakan acuan bagi penyusunan
instrument,sehingga siapapun yang menyusunnya akan menghasilkan isi dan tingkat
kesulitan yang relatif sama.
Untuk memilih alat evaluasi atau bentuk instrument yang akan digunakan dalam
pembelajaran perlu memperhatikan beberapa hal, yaitu :
a. tujuan pembelajaran atau indicator pencapaian hasil
b. jumlah peserta didik
c. waktu yang tersedia
d. cakupan materi
e. karakteristik mata pelajaran yang diujikan.
Dalam menyusun instrument penilaia tertulis perlu mempertimbangan hal-hal berikut :
- materi, misalnya kesesuaian soal dengan indicator pencapaian hasil
- konstruksi, misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas
- bahasa, misalnya rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat yang
menimbulkan penafsiran ganda
Berikut dikemukakan hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan bentuk
instrument penilaian yang akan digunakan dalam pembelajaran.
a. Uraian terbatas
Langkah untuk membuat tes uraian terbatas (objektif) adalah menulis soal berdasarkan
indicator dan mengedit pertanyaan. Untuk mengedit pertanyaan perlu memperhatikan :
1) apakah pertanyaan mudah dimengerti
2) apakah data yang digunakan sudah benar
3) apakah tata leta keseluruhan baik
4) apakah pemberian bobot skor sudah tepat
5) apakah kunci jawaban sudah benar
6) apakah waktu untuk mengerjakan soal cukup
b. Uraian bebas
Kaidah penulisan tes uraian bebas ini adalah :
1) gunakan kata seperti : mengapa, uraikan, jelaskan, bandingkan, tafsirkan, hitunglah
dan buktikan
2) hindari penggunaan pertanyaan seperti : siapa, apa, dan bila.
3) Gunakan bahasa baku
4) Hindari penggunaan kata-kata yang dapat ditafsirkan ganda
5) Buat petunjuk mengerjakan soal
6) Buat kunci jawaban
7) Buat pedoman penskoran

c. Bentuk pilihan ganda
Pilihan ganda sangat tepat digunakan apabila jumlah peserta didik banyak, waktu koreksi
singkat, dan cakupan materi yang diujikan cukup banyak. Panjang instrument ditentukan
oleh waktu yang tersedia dengan memperhatikan bahan dan tingkat kelelahan peserta
didik.
Pedoman dalam pembuatan tes bentuk pilihan ganda adalah :
- pokok soal harus jelas
- isi pilihan jawaban homogen
- panjang pilihan jawaban relative sama
- semua[iliham jawaban logis
- kalimat yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik
- memakai bahasa yang baku
- peletakan pilihan yang benar secara acak
d. performan (unjuk kerja)
performans (unjuk kerja) digunakan untuk kompetensi yang berhubungan dengan praktik.
Performans dalam mata pelajaran quran hadis umumnya berupa praktik tilawah.
e. Portofolio
Dilihat dari hasil kerja yang dihasilkan, portofolio dibedakan menjadi tig jenis yaitu :
1) Portofolio perkembangan
2) Portofolio pamer (showcase)
3) Portofolio komprehensif
Adapun langkah penyusunan portofolio adalah sebagai berikut :
a) koleksi, yaitu mengumpulkan hasil kerja siswa (artefak) yang menunjukkan
pertumbuhan, kemajuan, dan hasil belajarnya.
b) Organisasi, yaitu mengorganisasikanberbagai hasil kerja siswa.
c) Refleksi, yaitu merenungkan/memikirkan kembali apa yang telah dikoleksi dan
diorganisasi
d) Presentasi, yaitu menyajikan atau memajang hasil kerja siswa
f. pengamatan
Lembar pengamatan digunakan utuk menilai aspek minat atau sikap para siswa terhadap
mata pelajaran quran hadis.