Вы находитесь на странице: 1из 2

79

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dalam penelitian ini dapat diambil beberapa kesimpulan, antara lain :
1. Ground vibration akibat peledakan masih berada pada batas aman
untuk bangunan/ pemukiman kelas 2 dan kelas 3 berdasarkan SNI.
2. Geometri peledakan yang diterapkan selama kegiatan peledakan di
daerah TALTIM sudah cukup bagus jika dilihat dari getaran yang
dihasilkan. Namun jarak pengukuran yang semakin dekat yakni tidak
memenuhi syarat batas aman manusia 500 meter dan alat berat 300
meter serta kondisi geologi yang berbeda membuat getaran peledakan
yang didapat pada tanggal 18 dan 19 juli lebih dari 5 mm/s.
3. Getaran peledakan terbesar didapat pada tanggal 19 Juli 2014 dengan
jarak 300 meter yaitu 6.51 mm/s dimana berat isiannya 26 kg. Pada
bulan Juli getaran peledakan di atas 5 mm/s terjadi 5 kali, jika
dipersentasikan yaitu sekitar 13.9 %
4. Dengan hasil ground vibration di atas 5 mm/s maka bisa
menimbulkan kerusakan kecil seperti dinding retak jika mengacu pada
acuan kriteria kerusakan USBM.
5. Pola rangkaian yang sering digunakan pada pit di daerah TALTIM
ialah echelon dengan pola pemboran yakni zig zag (staggered) serta
pola penyalaan yang digunakan ialah hole by hole.
B. Saran
80



Adapun saran yang dapat penulis sampaikan demi upaya dalam hal
ground vibration sebagai berikut :
1. Penentuan jumlah muatan bahan peledak yang digunakan per delay
sebaiknya ditentukan berdasarkan scaled distance, sehingga getaran
peledakan dapat dikontrol secara berkala yang artinya kedalaman
lubang ledak dan diameter lubang ledak juga dikontrol berdasarkan
muatan bahan peledak.
2. Jarak dari gedung/perkantoran juga harus dikontrol, yakni dengan cara
merelokasikannya ke daerah dalam ambang batas aman yakni 500 m
untuk manusia dan 300 untuk alat berat.

79