You are on page 1of 157

Pertemuan 1

PENGANTAR
1. Konsep Utama
Ilmu fisika adalah suatu ilmu pengetahuan bersifat
percobaan, situasi fisika yang kompleks dapat di idealkan
dan di modelkan. Fisika teori dan model meningkatkan
proses pengamatan dan memung-kinkan gagasan baru.
Untuk membuat pengukuran yang tepat, kita harus
menggambarkan unit pengukuran yang tidak berubah,
dapat disalin dengan mudah.
Ketepatan suatu hasil dihitung pada umumnya ditentukan
oleh ketepatan data masukan. Kita menandai (adanya)
ketepatan suatu pengukuran oleh banyaknya figur penting.
Suatu garis vektor kwantitas mempunyai suatu arah dasn
besaran, sedangkan suatu skalar kwantitas hanya
mempunyai besaran tanpa arah. Penambahan garis vektor
adalah suatu proses geometris. Ada dua macam produk
garis vector, produk titik dua garis vektor adalah suatu
kwantitas skalar, tetapi produk silang adalah garis vektor

Prestasi terbesar yang dicapai oleh ilmu pengetahuan, telah
menghadirkan teknologi modern. Hal itu telah memelopori
banyak orang dalam berbagai jenis pekerjaan berbeda, mulai
dari aerodinamika sampai pada mendisain ilmu pengetahuan
material ke sistem kontrol canggih. Sehingga banyak
menghasikan orang berprestasi dalam ilmu pengetahuan.

Bagaimana belajar ilmu fisika?, Ada dua pertimbangan
pertama, menetapkan ilmu fisika sebagai ilmu dasar, yang
merupakan pondasi bagi semua rancang-bangun dan
teknologi. Tidak ada insinyur bisa mendesain alat praktis
tanpa melibatkan pemahaman prinsip ilmu fisika. Untuk
mendesain suatu satelit atau bahkan suatu perangkap tikus
sederhana seseorang harus harus memahami hukum dasar
ilmu fisika.
Kedua, Alasan lain mengatakan bahwa belajar ilmu fisika
merupakan suatu petualangan. Karena ilmu fisika dapat
bersifat menantang, menggembirakan, kadang-kadang
membuat frustasi, adakalanya menyakitkan, dan sering
menghasilkan kemewahan yang bersifat penghargaan dan
memuaskan. Untuk itu dalam belajar fisika diperlukan
pengertian, perasaan, kecerdasan
Pemahaman fisika yang kita saksikan sekarang, telah
dibangun oleh para penabung ilmiah raksasa seperti Galileo,
Newton, Maxwell, dan Einstein. Pengaruh mereka dalam ilmu
pengetahuan telah memperluas cara berfikir dan cara hidup
manusia. Kita dapat manfaat dari kegemilangan penemuan
mereka ketika kita belajar untuk menggunakan ilmu fisika
dalam memecahkan permasalahan praktis dan untuk
memperoleh pengertian yang mendalam tentang gejala
kehidupan sehari-hari. Kita pernah merasa heran mengapa
langit, bagaimana gelombang radio, ombak dapat berjalan
sepanjang waktu, atau bagaimana suatu satelit stabil pada
orbitnya, kita dapat menemukan jawaban itu sebagai bagian
dari ilmu dasar fisika. Selanjutnya kita dapat menyaksikan
bahwa ilmu fisika telah menghasilkan prestasi yang tinggi
untuk digunakan manusia dalam menyelidiki dan memahami
dunia.
Dalam belajar fisika kita memerlukan persiapan yang
matang, sehingga proses belajar mempunyai arti yang
penting. Kita harus memikirkan kerangka filosofis, teoritik dan
peran model yang diidealkan dalam membentuk sistem
belajar fisika. Kita mendiskusikan sistem unit yang digunakan
untuk menguraikan jumlah fisik dan ketepatan jumlah, yang
sering diuraikan atas pertolongan figur penting. Dalam ilmu
fisika kita harus memperhatikan permasalahan, kita tidak bisa
atau tidak ingin membuat kalkulasi yang selalu benar,
melainkan kita hanya dapat memperkiraan, dan menarik
manfaat darinya. Dalam beberapa aspek, kita perlu belajar
aljabar dan vektor. Ketika belajar aljabar dan vector, kita
menguraikan dan meneliti pemanfaatanya dalam ilmu fisika.
Misalnya percepatan dan gaya yang mempunyai arah,
dinamakan vektor.
1. Pendahuluan
Ilmu fisika adalah suatu ilmu pengetahuan bersifat
percobaan. Ahli ilmu fisika mengamati gejala alam dan
mencoba untuk menemukan pola dan prinsip yang
menghubungkan suatu gejala. Pola ini, disebut fisika teori
atau, hukum fisika. Pengembangan fisika teori memerlukan
kreativitas pada tiap-tiap tahapannya. Ahli ilmu fisika harus
belajar untuk bertanya, mendesain eksperimen, menjawab
pertanyaan, dan menarik kesimpulan sesuai dari hasil
pengamatan.
Menurut Galileo (1564-1642) Apakah benda yang jatuh dari
puncak menara pisa (baik yang berat maupun yang ringan)
akan menempati tingkat (posisi/ketinggian) yang sama atau
berbeda untuk waktu yang sama. Galileo yakin penyelidikan /
percobaan ini bisa menjawab pertanyaan tentang pengaruh
berat benda pada jatuh bebas. pada beratnya.
Untuk hasil eksperimen, ia harus lebih dulu membuat
lompatan yang induktif kepada prinsip, atau teori yang
mengatakan bawa akselerasi suatu benda jatuh-bebas
adalah tidak terikat .
Pengembangan fisika teori merupakan suatu proses yang tak
berkesudahan dimulai dari teori, dicobakan dan diamati,
kemudian memunculkan teori baru, selanjutnya dicobakan
lagi dan seterusnya. Pengembangan ini sering mengambil
suatu alur tidak langsung, jalan buntu, terkaan salah, dan
membuang teori yang gagal dalam percobaan, dan kembali
kepada teori yang sudah ada sebelumnya.
Ilmu fisika bukanlah suatu koleksi fakta dan prinsip,
melainkan suatu proses, dimana kita dapat menggunakan
prinsip umum fisika untuk menguraikan perilaku alam
semesta. Tidak ada teori yang kekal kebenarannya, selalu ada
kemungkinan hasil pengamatan baru merevisi suatu teori.
Suatu teori fisika harus dapat diuji kebenarannya melalui
ekperimen, teori fisika tidak boleh diperoleh melalui
eksperimen yang plin-plan (tidak terukur), tetapi kita tidak
pernah dapat membuktikan bahwa suatu teori selalu benar.
Galileo, mengira bila kita menjatuhkan bulu (ayam) dan bola,
keduanya pasti tidak jatuh di tingkat(ketinggian) yang sama,
hal ini tidak berarti bahwa galileo adalah salah, melainkan hal
in menunjukkan bahwa teorinya belum sempurna. Jika kita
menjatuhkan bulu dan bola (dalam) ruang hampa, dengan
meniadakan gesekan udara, maka keduanya akan menempuh
ketinggian yang sama untuk waktu yang sama. Teori Galileo's
mempunyai validity-specifically, bola di udara mendapat
gesekan udara yang lebih kecil dibandingakan dengan bulu.
Bulu atau parasut jelas bukan sama gesekannya dengan
sebuah bola.


Teori fisika mempunyai keterbatasan untuk diterapkan
dalam kehidupan, karena ada hal-hal yang diabaikan.
Pengembangan baru dalam ilmu fisika mempunyai efek
perluasan cakupan kebenaran suatu prinsip. Analisa benda
jatuh-bebas Galileo's diperluas oleh hokum-hukum gravitasi
dan gerak newton. Hal penting dari saling pengaruh dan
mempengaruhi antara teori dan eksperimen, adalah belajar
bagaimana cara menerapkan prinsip fisika untuk keperluan
praktis. Pada berbagai studi dapat didiskusikan sistematika
pemecahan masalah, prosedur yang membantu menyelesai-
kan masalah secara efisien. Belajar untuk memecahkan
masalah tentu saja sangat penting, kita tidak mengetahui ilmu
fisika kecuali jika kita dapat menerapkan ilmu fisika. Ini berarti
tidak hanya belajar prinsip yang umum, tetapi juga belajar
bagaimana cara menerapkannya dalam situasi khusus.
3. Model yang ideal
Dalam percakapan sehari-hari kita sering menggunakan kata
"model", yang berarti suatu tiruan sederhana terhadap yang
sesungguhnya, misalnya model jalan kereta api, atau suatu
model tubuh untuk memajangkan pakaian. Dalam ilmu fisika
suatu model adalah sesuatu yang disederhanakan dari suatu
sistem fisika yang rumit, tujuan supaya mudah untuk diteliti
dan dianalisa. Misalnya kita ingin meneliti gerakan suatu bola
yang dilemparkan di udara. Keadaannya akan rumit bila
bolanya tidak konstan, berputar diudara, dipengaruhi angin
yang tidak konstan sehinga gesekannya berubah-ubah,
pengaruh bumi yang berputar, volume bola yang bervariasi,
jaraknya tehadap pusat bumi, dan seterusnya. Jika kita
mencoba untuk menganalis semua itu maka akan sangat
rumit.
Sebagai gantinya, kita menyederhanakan masalahnya dengan
menganggap bola sebagai sebuah titik atau partikel dan
bergerak di udara tanpa gesekan udara, melainkan seakan-
akan di ruang vakum, kita juga mengabaikan perputaran
bumi. Sekarang kita mempunyai suatu masalah yang cukup
sederhana yang harus ditangani. Peluru dianggap suatu
partikel berjalan terus mengikuti suatu alur berbentuk
parabola sederhana, kita akan membahas model ini secara
detil di dalam Bab 4.
Bola sebagai titik adalah, kita harus meniadakan pengaruh
dalam rangka berkonsentrasi pada bagian yang paling utama
yaitu gerakan bola itu. apa yang diperbuat di atas adalah
suatu model yang diidealkan. Tentu saja, kita harus saksama
dalam mengabaikan faktor yang mempengaruhi bola. Jika kita
mengabaikan efek gaya berat sepenuhnya, kemudian ketika
kita melemparkan peluru/bola ke atas,
maka bola itu akan mengikuti suatu garis lurus dan
menghilang lenyap ke udara, tidak pernah akan turun
kembali. Kita perlu menggunakan beberapa pertimbangan
dan kreativitas untuk membangun suatu model yang
menyederhanakan suatu masalah, cukup untuk membuat
sesuatu yang dimodelkan dapat dikendalikan, namun bagian
pentingnya harus dipelihara.
Ketika kita meneliti sistem atau meramalkan perilaku atas
dasar model, kebenaran dari perkiraan kita terbatas oleh
kebenaran model itu sendiri. Kembali ke Galileo, kita lihat
bahwa ramalannya tentang benda jatuh-bebas sesuai
dengan suatu model yang diidealkan yang tidak meliputi efek
gesekan udara. Kata model ini cukup baik untuk suatu peluru
atau suatu bola, namun sangat tidak baik untuk suatu bulu.


Konsep mengidealkan model mempunyai arti penting,
paling tidak untuk semua ilmu eksakta dan teknologi. Ketika
kita menerapkan prinsip fisika ke sistem kompleks, kita selalu
memperluas luas model yang diidealkan, dan kita harus sadar
akan asumsi yang kita buat, tentu saja prinsip ilmu fisika yang
dinyatakan model yang diidealkan adalah suatu peran rumit
dalam buku ini. Nanti dalam diskusi fisika teori dan aplikasi,
kita akan membahasnya ke permasalahan spesifik.
PERTEMUAN KE 1
SKALAR DAN VEKTOR

A. Kompetensi (Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti Pokok Bahasan ini diharapkan mahasiswa mampu:
1. Menuliskan Pengertian skalar dan vektor
2. Melukiskan Vektor
3. Menggambarkan Penjumlahan/Pengurangan Vektor
4. Menggambarkan Analisis vektor
5. Menggambarkan Penjumlahan vektor yang memebentuk sudut
6. Menhitung Penjumlahan/Pengurangan Vektor
7. Menhitung Analisis vektor

B. MARETI BAHAN AJAR
FISIKA DASAR 1
PERTEMUAN 1
SKALAR DAN VEKTOR
1.Pendahuluan
Dalam kehidupan sehari-hari kita dengar bahwa angin
bertiup dengan kecepatan 200 km/jam, pesawat
melaju dengan kecepatan 400 km/jam, mobil bergerak
dengan kecepatan 100km/jam. Mobil yang mogok
ditarik dengan sebuah derek berkekuatan 1000 N.
Peristiwa di atas selalu kita dengan dalam
pembicaraan di masyarakat, namun apakah kita telah
memahami makna fisis yang terkandung dalam
kalimat diatas. Untuk itu kita perlu memahami apakah
besaran di atas dapat dikatagorikan sebagai sebuah
vektor ataukah hanya sebuah besaran skalar
2. Pengertian skalar dan vektor
Skalar adalah besaran yang tidak berarah,
contohnya besaran massa, besaran waktu, dan lain
sebagainya, misalnya si membeli beras 50 kg, waktu
tempuh ke sekolah Abdul 20 menit. Besaran 50 kg
dan besaran 20 menit tidak berarah
Vektor adalah besaran yang berarah, contohnya
besaran kecepatan, besaran gaya, dan sebagainya,
misalnya kecepatan Abdul mengenderai sepeda
motor 50 m/dt, gaya berat benda di meja 20 N
(kg.m/dt2. Besaran 50 m/dt dan besaran 20 N
(kg.m/dt2 ) berarah.
3. Melukiskan Vektor
Titik A dinamakan titik tangkap vektor. Titik B
dinamakan titik acuan vektor. Garis AB dinamakan
panjang atau vektor dan merupakan arah vektor
terhadap horizontal

A
B
Gambar 1.1 Vektor
4. Uraian vektor
Vektor v diuraikan
menjadi 2 vektor yaitu
Komponen arah sumbu-x,
v
x
= v cos
Komponen arah sumbu-y,
v
y
= v sin
Gambar 1.2 Uraian Vektor
y
v
y
v
x
v
5. Penjumlahan/Penguranag Vektor
Cara melakukan Penjumlahan/Pengurangan vektor
Penjumlahan :
a + vektor b = Vektor (a + b) = vektor c
Lukis vetor a, lukis vektor b, dempetkan titik acuan
vektor a dengan titik tangkap vektor b, tarik garis dari
titik tangkap a menuju titik acuan b, Lihat gambar 1.3
a
b
a
b
C

=

a

+

b
Gambar 1.3 Penjumlahan Vektor
3
Pengurangan :
Vektor a - vektor b = a + (-b) = c
Lukis vetor a, lukis vektor b, dempetkan titik acuan
vektor a dengan titik tangkap -vektor b, tarik garis dari
titik tangkap a menuju titik acuan -vektor b, Gambar 1.2
6. Analisis vektor

Penjumlahan secara jajaran genjang
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
F
1
F
2
R
F1
+
F2

R = F12 + F2 2 + 2F1 + F2 cos


tg = Fy / Fx
= adalah sudut ysng dibentuk oleh F1 + F2
Penjumlahan secara poligon
F
1
F
2
F
3
F
2
F
3
F
1
R

2
R = F
x
2
+ F
y
2
cos
= (F
1
+ F
2
cos
1 +
F
3
cos
2
)
2
+ (0 + F
2
sin
1
+ F
3
sin
2
)
2
tg = Fy / Fx
= adalah sudut yang dibentuk oleh F1+F2+F3
Penjumlahan vektor yang tidak membentuk sudut
+
= +
=
4 4
8
4 -2 2
1. Sebuah gaya 200 Newton
bekerja pada sebuah benda
dengan membentuk sudut 60
terhadap horizontal, hitung
dan lukislah komponen gaya
tersebut
F
y
F





60
o

F
x


Komponen Gaya pada sumbu x dan y
Fx = 200 cos 60 = 200 x 0,5 = 100 N
Fy = 200 sin 60 = 200 x 0,86 = 172 N
2. Tiga buah gaya F1, F2, dan F3
masing-masing sebesar 100 N,
120 N, dan 150 N bekerja pada
sebuah benda dengan memben
tuk sudut 135o, 60o, dan 30o
lihat Gambar. Hitunglah dan
gambarkan Resultan gaya

F
2


F
1


F
3



F
2


F
1


F
3



F
1
cos135
F
2
cos60 F
3
cos30
F
1
sin135
F
2
sin60
F
3
sin30
Fx = F1 cos 135 + F2 cos 60 + F3 cos 30
= 100x1/2+120x1/2+150x0,86 = 50 + 60 + 129 = 239
Fy = F1 sin 135 + F2 sin 60 + F3 sin 30
= 100x0,86+20x0,86+150x0,75= 86+103,2+75=264,2
FR = 239 2 + 264,2 2 = 57121+ 69801,64
= 126922,64 = 356,25 N (dibulatkan)
tg = Fy /Fx = 264,2/239 = 1,1054, = 47,8
o
Fy = 264,2 N , F
R
= 356,25 N
F
y
= 264,2 N F
R
= 356,25 N






47,8
o
F
x
= 239 N


Jadi besar gaya
resultannya
adalah=356,25N
dengan arah 47,8
o

terhadap horizontal
Soal
1. Sebuah benda digantungkan seperti pada gambar
Lukiskan gaya yang bekerja Hitung gaya F1 dan F2
45
200N
2. Sebuah benda digantungkan seperti nampak pada
gambar berikut, Lukiskan gaya yang bekerja dan
hitung tegangan F1 dan gaya tekan F2
45
o
F
2
100 N
F
1
3. Sebuah benda digantungkan seperti nampak pada
gambar berikut, Lukiskan gaya-gaya yang bekerja
Hitung gaya tega- ngan F1 dan gaya tekan F2

45
o
F
2
100 N
F
1
45
o
A.Kompetensi (Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti Pokok Bahasan ini diharapkan
mahasiswa mampu:
1. Menuliskan pengertian gerak parabola
2. Menggambarkan gerak parabola
3. Menghitung kecepatan peluru sebagai fungsi waktu
4. Menhitung posisi peluuru sebagai fungsi waktu
5. Menentukan jenis gerak lurus yang ada pada gerak peluru
6. Menentukan yang memepngeruhi gerak peluru peluru
7. Menentukan jenis GLBB dan GLB pada gerak peluru
8. Menunjukan grafik v-t pada gerak peluru
9. Menunjukan grafik y-t pada gerak peluru
10.Menunjukan grafik x-t pada gerak peluru
PERTEMUAN 2 DAN 3 GERAK LURUS
PERTEMUAN 2 DAN 3
GERAK LURUS

A. Kompetensi (Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti Pokok Bahasan ini diharapkan mahasiswa mampu:
1. Menuliskan pengertian gerak dan kedudukan
2. Menuliskan pengertian gerak dan kedudukan
3. Menuliskan pengertian Kelajuan dan Kecepatan, Perlajuan dan Percepatan
4. Menggambarkan gerak lurus beraturan (GLB)
5. Menggambarkan gerak lurus berubah beraturan (GLBB)
6. Menghitung kecepatan gerak lurus beraturan (GLB)
7. Menhitung posisi pada gerak lurus beraturan (GLB)
8. Menhitung posisi pada gerak lurus berubah beraturan (GLBB)
9. Menhitung posisi pada gerak Jatuh bebas dan gerak vertikal ke atas
10. Menunjukan grafik v-t gerak lurus beraturan (GLB )
11. Menunjukan grafik y-t gerak lurus beraturan (GLB)
12. Menunjukan grafik x-t gerak lurus beraturan (GLBB)
1. Pendahuluan
Bagaimana anda menguraikan gerakan seekor kuda
dalam suatu perlombaan, saat kuda tersebut
memasuki garis finis?. Ketika kita melemparkan
sebuah bola secara lurus ke udara,
bagaimana ketinggian hasil lemparan itu dan kemana
perginya?. Berapa kecepatannya, Bagaimana kita
harus melemparkannya untuk menjangkau ketinggian
tertentu? Ketika suatu gelas kaca tergelincir dari
tangan kita, berapa banyak waktu yang diperlukan
untuk menangkap gelas tersebut kembali agar tidak
jatuh sampai mengenai lantai? Ini adalah jenis
pertanyaan yang akan dibahas dan dijawab dalam
GERAK LURUS
A. MATERI
pokok bahasan gerak. Kita akan membahas sesuatu
yang berkaitan dengan mekanika, belajar tentang
hubungan antar gaya (kekuatan), perihal, dan gerakan.
Tujuan utama kita adalah untuk mengembangkan
metoda umum dalam menggambarkan gerakan.
Kemudiannya kita akan belajar hubungan sebab dan
akibat sebuah gerakan.
Dalam bab ini kita membatasi diskusi kita pada kasus
yang paling sederhana, partikel/unsur tunggal yang
bergerak pada suatu garis lurus. Kita akan menggu
nakan suatu partikel sebagai model untuk suatu
gerakkan, pengaruh perputaran dan perubahan bentuk
diabaikan dalam pembahasan ini. Masalah sederhana
yang ada adalah percepatan partikel adalah tetap, kita
akan mengembangkan penyamaan yang cocok kasus
khusus ini.
Kita akan belajar bagaimana karateristik gerak lurus
melalui suatu simulasi dan animasi dengan komputer,
harapannya adalah pelajar akan mendapatkan suatu
konsep gerak lurus dan dapat mengaplikasi kannya
dalam pembahasan soal-soal. Adapun konsep-konsep
yang ada dalam buku ini meliputi: Pengertian gerak dan
kedudukan, Jarak dan Perpindahan, Kelajuan dan
Kecepatan, Kelajuan rata-rata Kelajuan sesaat,
Kecepatan rata-rata Kecepatan sesaat, Perlajuan dan
Percepatan, Perlajuan rata-rata, Perlajuan sesaat,
Percepatan rata-rata, Perceepatan sesaat, Gerak lurus
beraturan (GLB), Gerak Lurus berubah beraturan (GLBB
2. Pengertian gerak dan kedudukan
Bergerak diartikan sebagai perubahan kedudukan
benda terhadap suatu acuan tertentu. Sesuai dengan
aturan yang berlaku, benda yang terletak di kanan
atau di atas titik acuan dikatakan berkedudukan
positif, atau benda yang bergerak ke kanan atau ke
atas titik acuan dikatakan bergerak positif. Benda
yang terletak di kiri atau di bawah titik acuan dikatakan
berkedudukan negatif, atau benda yang bergerak ke
kiri atau ke bawah titik acuan dikatakan bergerak
negatif


Negatif Positif





N
e
g
a
t
i
f
p
o
s
i
t
i
f
3. Jarak dan Perpindahan
J arak didefinisikan sebagai panjang lintasan yang
ditempuh, merupakan besaran skalar dan simbolkan
dengan s. Sedangkan perpindahan diartikan sebagai
perubahan kedudukan benda, merupakan besaran
vektor, disimbolkan dengan x.

4. Kelajuan dan Kecepatan
Kelajuan rata-rata didefinisikan sebagai jarak yang
ditempuh (s), tiap satuan waktu (dt), Secara
matematis kelajuan rata-rata dirumuskan sebagai

Vs = ------
S
dt
besaran skalar
. . . . . . . . . . . . . . . . . . 2.1
Kelajuan sesaat didefinisikan sebagai limit kelajuan
rata-rata untuk selang waktu yang sangat singkat,
Secara matematis kelajuan rata-rata dirumuskan
sebagai
Vs = lim ------
S
dt
t 0
. . . . . . . . . . . . 2.2
besaran skalar
besaran vektor
Kecepatan rata-rata didefinisikan sebagai jarak yang
ditempuh (s), tiap satuan waktu (dt), Secara matematis
kelajuan rata-rata dirumuskan sebagai
Vr = -----
x
dt
. . . . . . . . . . . . 2.3
Kecepatan sesaat didefinisikan sebagai limit kecepatan
rata-rata untuk selang waktu yang sangat singkat,
Secara matematis kelajuan rata-rata dirumuskan
sebagai
Vr = lim ------
x
dt
t 0
besaran vektor
. . . . . . . . . . . . 2.4
Perlajuan dan Percepatan
Perlajuan rata-rata didefinisikan sebagai perubahan
kelajuan (dv), tiap satuan waktu (dt), Secara
matematis perlajuan rata-rata dirumuskan sebagai
ar = -----
dv
dt
. . . . . . . . . . . . 2.5
besaran skalar
Perlajuan sesaat didefinisikan sebagai limit perubahan
kelajuan rata-rata untuk selang waktu yang sangat
singkat, Secara matematis kelajuan rata-rata
dirumuskan sebagai
Percepatan rata-rata didefinisikan sebagai perubahan
kecepatan (dv), tiap satuan waktu (dt), Secara
matematis kelajuan rata-rata dirumuskan sebagai

ar = lim -----
dv
dt
t 0
. . . . . . . . . .2.6
besaran skalar
ar = -----
dv
dt
-
. . . . . . . . . .2.7
besaran vektor
Perceepatan sesaat didefinisikan sebagai limit
percepatan rata-rata untuk selang waktu yang sangat
singkat, Secara matematis kelajuan rata-rata
dirumuskan sebagai
besaran vektor
ar = lim -----
dv
dt
t 0
-
. . . . . . . . . .2.8
6. Gerak lurus beraturan (GLB)
Suatu benda dikatakan bergerak lurus beraturan jika
lintasan benda tersebut berbentuk garis lurus dan
kecepatannya tetap. Karena percepatan didefinisikan
sebagai perubahan kecepatan perstuan waktu maka
pada gerak lurus beraturan, percepatannya (a) = 0.
Bentuk umum persamaan kedudukan untuk suatu
benda bergerak lurus beraturan (GLB) adalah:
S
t
= S
0
+ v. t , X
t
= X
0
+ v. t . . . . . . . . . 2.9

St = jarak tempuh benda setelah t detik,
Xt = Kedudukan benda setelah t detik,
t = waktu tempuh benda v = Kecepatan benda
7. Gerak Lurus berubah beraturan (GLBB)
Suatu benda dikatakan bergerak lurus berubah
beraturan jika lintasan benda dan kecepatanya
berubah secara beraturan. Karena percepatan
didefinisikan sebagai perubahan kecepatan persatuan
waktu maka pada gerak lurus berubah beraturan,
percepatannya tetap dan tidak sama dengan nol.
Bentuk umum persamaan kedudukan benda bergerak
lurus beraturan,

. . . . . . . . .2.10
V
t
= v
o
+ at,
S
t
= S
o
+ V
o
.t + a. t
2
x
t
= x
o
+ V
o
.t + a. t
2
V
t
2
= v
o
2
+ 2aS
8. Gerak Jatuh Bebas
Gerak jatuh bebas adalah gerak yang hanya
dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi. Jika gesekan
udara dan gaya archimides diabaikan, maka benda
akan jatuh ke bumi dengan percepatan tetap, yitu
sebesar percepatan gravitasi bumi (g). Karena gerak
jatuh bebas mempunyai lintasan garis lurus dan
percepatannya tetap, maka gerak jatuh bebas
termasuk gerak lurus berubah beraturan dipercepat
(GLBB), sehingg berlaku persamaan berikut
. . . . . . . .2.11
V
t
= v
o
+ g.t,
S
t
= S
o
+ g.t
2
9. Gerak Vertikal ke atas
Gerak Vertikal ke atas merupakan gerak lurus berubah
beraturan, dengan perlambatan sebesar gravitasi bumi
(g) dengan demikian persamaan yang digunakan untuk
gerak vertikal ke atas sama dengan GLBB, hanya
percepatannya menjagi g, sehingga berlaku:
V
t
= v
o
+ g.t,
S
t
= S
o
+ g.t
2
. . . . . . . .2.12
Gambar eksekusi program GLB dan GLBB
Play
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 dt
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500 550 600 650 700 750 800 850 900 m
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 dt
900
850
800
750
700
650
600
550
500
450
400
350
300
250
200
150
100
50
0
Perbandingan j arak tempuh GLB dengan GLBB
BAB 1 BAB 2 BAB 3 BAB 4 BAB 5 BAB 6 BAB 7 BAB 8 BAB 9 BAB 10 BAB 11 BAB 12 BAB 13 BAB14 BAB15
Soal dan Pembahasan
1. Grafik berikut menyatakan hubungan antara Jarak (X)
terhadap waktu (t) dari sebuah mobil yang bergerak
lurus. Hitunglah
a. Kecepatan rata-rata selama 10 menit
b. Jarak tempuh (perpindahan) selama 10 menitt
X (m)

600-
500-
400
300-
200-
100-
-
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10t (menit)
Pembahasan
a. Kecepatan rata-rata selama 10 menit
menit ke 1 sampai ke 5 GLB
v = v
1
+ x/t = (600-0) / 5 mt = 120 m/mt
menit ke 5 s.di ke 7 benda diam v
2
= 0
menit ke 7 s.d ke10 GLB,v3 =x/t=(0-600m)/3mt=-200m/mt
Dengan demikian kecepatan rata-rata 10 menit
v = x/ t = 0/10 = 0 (benda kembali ketempat semula
atau tidak berpindah)
b. Jarak tempuh selama 10 menit
menit ke 1 sampai ke 5, GLB x1 = 600-0 m = 600 m
menit ke 5 sampai ke 7 benda diam x2 = 0
menit ke 7sampai ke 10,GLB x3 =0-600 m=-600m/mt
Dengan demikan jarak tempuh (perpindahan) 10 menit x
= 600 + 0 + (-600) = 0 m (benda kembali ketempat
semula atau tidak berpindah)
2. Grafik berikut menyatakan hubungan antara
kecepatan (v) terhadap waktu (t) dari sebuah mobil
yang bergerak lurus. Hitunglah
a. Kecepatan rata-rata selama 10 menit
b. Jarak tempuh (perpindahan) selama 10 menit
v (m/dt)

600
500-
400-
300-
200-
100-
-
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10t (dt)

Pembahasan
Kecepatan rata-rata selama 10 menit
1 s.d 5: GLBB v1 = (vt vo)/5 = (600-0)/5 = 120 m/mt
6 s.d 7: GLB v2 = 600 m/mt
8 s.d 10; GLBB diperlambat v3 = (0-600)/3= 200 m/mt
V
rata-rata
= (120 + 600+200) = 920/3 = 306,7 m/mt
Jarak tempuh selama 10 menit
1 s.d 5: x1 = vo + at 2 = 0 + (vt vo)t.t 2
= 0 + (600-0)/5. 52 = x 600/5 x 25
= x 600/5 x 25 = 60 x 25 = 1500 m
6 s.d 7: GLB x2 = v x t = 600x 2 = 1200 m
8 s.d 10: GLBB, x3 = vo .t + at 2 = 600- (vt vo)/t.t
2
= 1800 - (600-0)/3. 32 = 600 - x 600/3 x 9
= 1800 - 900 = 900 m. Dengan demikan jarak tempuh
(perpindahan) 10 menit x = 1500 m + 1200 m + 900 m
= 3600 m (benda berpindah sejauh 3000 m

3.Tunjukkanlah grafik v-t, x-t, dan y-t pada GLB & GLBB
Pembahasan
Grafik hubungan antara kece
patan dengan waktu (v-t), dan
jarak tempuh dengan waktu
(x-t) pada GLB dapat dilihat
seperti gambar berikut:
v x






t t
Grafik hubungan antara
kecepatan dengan waktu
(v-t), dan jarak tempuh
dengan waktu (x-t) pada
GLBB dapat dilihat seperti
gambar berikut:
v x






t t
4. Sebuah benda dijatuhkan dari ketinggian 180 m.
Bila gesekan udara diabaikan dan g = 10 m/dt
2
.
Hitung kecepatan dan waktu yang diperlukan benda
untuk mencapai ketinggian 55 m dari tanah dan saat
mencapai tanah
Pembahasan
v
55
= vo + gt v5 = gt ,
h = vo .t + gt2 h = gt2
125 = 5t2 t = 25 = 5 dt,
v5 = gt =10 x 5 = 50m/dt 180m
va = vo + gt va = gt ,
h = vo.t + gt2 h = gt2
180 = 5t2 t = 36 = 6 dt,
va = gt =10 x 6 = 60m/dt
55 m
A.Kompetensi (Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti Pokok Bahasan ini diharapkan
mahasiswa mampu:
1. Menuliskan pengertian gerak parabola
2. Menggambarkan gerak parabola
3. Menghitung kecepatan peluru sebagai fungsi waktu
4. Menhitung posisi peluuru sebagai fungsi waktu
5. Menentukan jenis gerak yang ada pada gerak peluru
6. Menentukan yang memepngeruhi gerak peluru peluru
7. Menentukan jenis GLBB dan GLB pada gerak peluru
8. Menunjukan grafik v-t pada gerak peluru
9. Menunjukan grafik y-t pada gerak peluru
10.Menunjukan grafik x-t pada gerak peluru
PERTEMUAN 4 GERAK PARABOLA
PERTEMUAN 4
GERAK PARABOLA

A. Kompetensi (Tujuan Intruksional Khusus (TIK)

Setelah mengikuti Pokok Bahasan ini diharapkan mahasiswa mampu:
1. Menuliskan pengertian gerak parabola
2. Menggambarkan gerak parabola
3. Menghitung kecepatan peluru sebagai fungsi waktu
4. Menhitung posisi peluuru sebagai fungsi waktu
5. Menentukan jenis gerak yang ada pada gerak peluru
6. Menentukan yang memepngeruhi gerak peluru peluru
7. Menentukan jenis GLBB dan GLB pada gerak peluru
8. Menunjukan grafik v-t pada gerak peluru
9. Menunjukan grafik y-t pada gerak peluru
10. Menunjukan grafik x-t pada gerak peluru

A. MARETI BAHAN AJAR
GERAK PARABOLA
B. MATERI
1.Pendahuluan
Suatu pesawat jet F14 Tomcat milik angkatan laut AS
meraung mulai di geladak kapal induk pesawat
terbang, bergerak 55 m/s menuju langit. Instrumen
dalam kokpit terus-menerus memberi tahu pilot
mengenai ketinggian dan kecepatan pesawat serta
memperingatkan pilot bila ada pesawat lain yang
terbang di dekatnya. Pilot secara terus menerus harus
mengetahui ruang gerakannya.Dalam permasalahan
gerak lurus Bab 2, bisa diuraikan dengan mudah di
mana suatu partikel tunggal berdasar nilai-nilai
koordinatnya mudah dikoordinir. Namun dunia nyata
adalah tiga-dimensi.Jika seseorang menempatkan
balok di lantai sempit pada tingkat kelimapuluhdua
pencakar langit, akan dapatkah anda berjalan lurus di
situ?. Tidak mungkin bukan, karena anda akan
meragukan kemampuan anda untuk melakukan gerakan
sepanjang garis lurus. Tanpa disadari, suatu gerakan
menyamping membuat tidak lurus lagi, sehingga
menambah satu dimensi lagi lintasan yang dipelajari.
Untuk memahami gerakan bola yang menyerupai
parabola/lengkungan tertentu, gerakan orbital suatu
satelit, atau lintasan projektil suatu tembakan senapan,
harus diperluas uraian dari situasi dua-dimensi ke
situasi-tiga dimensi. Gabungan vektor kecepatan, dan
vektor perceptan mempunyai dua atau tiga komponen,
dan tidak lagi sepanjang satu garis saja. Beberapa
macam gerakan penting dapat berlangsung dan
diuraikan dengan dua komponen kecepatan dan
percepatan. Dapat diterapkan konsep tersebut
sehubungan dengan kapal induk pesawat terbang.
Pertemuan ini membahas gabungan garis vektor yang
dipelajari di Pertemuan 1 dengan bahasan kinematika di
Pertemuan 4. Pada Pertemuan ini akan digambarkan
berbagai hal yang berkaitan berkaitan dengan gerakan,
tanpa membahas penyebabnya. Materi yang dipelajari di
Bab ini merupakan pengetahuan penting yang berman
faat ketika penggunaan hukum Newton dipelajari, mene
rangkan hubungan antara gaya/kakas dan gerakan.
2. Pengertian Gerak Peluru/Parabola
Gerak parabola merupakan perpaduan antara gerak
lurus beraturan (GLB) di sumbux dengan gerak lurus
berobah beraturan (GLBB) di sumbu-y. Dikatakan gerak
parabola karena grafik y = f(x) beberntuk kurva
Di sumbu x : Gerak Lurus Beraturan (GLB) berlaku :
vx = vox = vocos, (3.1), x = vox.t = vocos.t . . . . (3.2)
Di sumbu y: Gerak Lurus Berobah Beraturan (GLBB)
berlaku: vy = voy - gt = vo sin gt . . . . .. . . . . . (3.3)
y = voy.t - gt2 = vosin .t - gt2 . . . . . . . (3.4)
Kelajuan benda di suatu titik pada lintasannya dapat
dihitung dengan menggunakan rumus

. . . . . . . . . . . . . . (3.5)

Arah vektor dihitung menggunakan persamaan,

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (3.6)

Untuk lebih memudahkan analisis gerak peluru, maka
lintasannya di bagi menjadi bagian-bagian (keadaan)

(v
ox
2
+ v
ox
2
) v =

Tg =
v
y
v
x
( )

B{ (v
o
2
sin 2 /2g),(v
o
2
sin /g)}
GLBB v
a
B v
b

A
C
v
o
sin
v
0
v
c



v
ox
= v
o
cos GLB {(v
o
2
sin2 /2g),(0)} D
vby=0 dan vbx=vocos, Maka vb=vocos .t, vby=
vosin-g.tob = 0 maka tob = vosin /g, sedangkan t od
= 2t ob = 2 vosin /g.
Koordinat titik puncak B (xb,yb) adalah
Xb = vocos.tob = vocos .(vo sin /g) = vo2sin2/2g,
= vo2sin2/2g.
yb = vosin.tob-gt2=vosin(vosin/g)-g(vosin/g)2
Gambar 3.1 Gerak peluru pada bidang datar
= vo
2
sin2/2g.
yb = vosin.tob-gt
2
=vosin(vosin/g)-g(vosin/g)
2
Jadi koordinat di B adalah (xb.yb) = (vo
2
sin
2
/2g),
vo
2
sin
2
/2g. Dengan demikian nilai yb maks.bila = 90
Koordinat titik D (xd,yd) adalah (vo
2
sin
2
/g), 0.
3. Karateristik Gerak Parabola
Dari rumus (vo2sin2/g), bila peluru ditembakkan dari
senapan tertentu di suatu tempat tertentu dengan sudut
yang berbeda diperoleh hal-hal berikut: Jika 1= 30o,
maka xd1 = vo2sin 60o dan jika 2 = 60o maka xd2 =
vo2sin120o, karena sin 60o = sin 120o akibatnya xd1 =
xd2. Jika 1= 40o, maka xd1 = vo2sin 80o dan jika 2 =
50o maka xd2 = vo2sin100o, karena sin 80o = sin 100o
akibatnya xd1 = xd2. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa bila peluru ditembakkan dengan
sudut lancip atau (90o - ) akan mempunyai jarak
tembak xd yang sama asal besar vo dan g sama.
Karena xd = vo2sin2/g, maka xd maksimum bila
sin2 =1, atau = 45o.
Hukum kekekalan energi mekanik EM = EP + EK =
konstan Bila gesekan udara di abaikan maka selama
geraknya berlaku hukum kekekalan energi mekanik
EM = EP + EK = mv2 + mgh = konstan. Sehingga
EPo + EKo = EPa + EKa = EPb + EKb = EPd +
EKd. Oleh sebab itu dua titik yang memiliki ketinggian
sama akan memiliki kelajuan yang sama vo = vd dan
va = vc.
Bila peluru ditembakan pada bidang miring dengan
kelajuan awal vo dengan sudut elevasi terhadap
bidang miring dengan kemiringan , maka:

Disumbu x GLBB: vx = vox - gx.t = vo cos - g sin .t,
x = vox.t - gx. t2 = vocos. t g sin t2. Di sumbu y
GLBB: vy = voy - gy.t = vo.sin - gcos.t, y = voy.t -
gy.t2 = vo sin .t gcos.t2Di atas sudah dibukti
kan untuk bidang mendatar jarak tembak OD (R) maksi
mum bila sudut elevasi 45o = kali sudut antara bidang
dengan garis vertikal. Hal ini berlaku juga untuk bidang
yang miring ke atas atau miring ke bawah terhadap titik
O. Besar sudut elevasi agar OD maksimum adalah45
o

C. EVALUASI
1. Seekor burung atas pohon yang
mempunyai koordinat (40:20)
meter. Burungtersebut tertem
bak saat pelurumencapai titik
tertinggi, Tentukan kecepatan
awal dansudut elevasi peluru
Pembahasan
Karena koordinat titik tertinggi adalah (40,20), ini berarti
y = (Vo2 sin2 )/20=20 dan = (Vo2 sin2 )/20=40,
maka (sin2)/20 = 20 dan(sin2 )/20=40, sehingga
(sin2) = 400 dan (sin2) = 800 atau 2 (sin2)
=(sin2), berarti = 45o. Sedangkan kecepatannya
adalah
(Vo2 sin2 )/40, atau (Vo2 sin 90 )/20 = 40,
Vo2 = 800 = 28,5 m/dt


2.Pada sudut elevasi berapakah peluru akan mencapai
titik tertinggi dan terjauh
Pembahasan: Tinggi max (y) = (Vo
2
sin
2
/2g ), maka
untuk (y) nilai sin
2
= max = 1, akibatnya = 90, ini
berarti peluru mencapai y max. jika sudut elevasi 90
o
Jangkauan Max.(RMax)= (Vo
2
sin2/g), maka untuk
(RMax.) nilai sin2 = max = 1, akibatnya 2 = 90, =
45 berarti peluru mencapai jangkauan max.jika sudut
=45
o
3. Kenapa gerak peluru dinamakan gerak parabola ?
Pembahasan
Gerak peluru merupakan perpaduan antara gerak
lurus beraturan (GLB) di sumbu-x dengan gerak lurus
berobah beraturan (GLBB) di sumbu-y. Dikatakan
gerak parabola karena grafik y = f(x) berbentuk kurva.
4. Apakah yang mempengaruhi gerak peluru sepanjang
lintasannya ?
Pembahasan;Sepanjang gerakan
nya gerak peluru hanya dipengaru
hi oleh 2 macam gaya yaitu gaya
grafitasi dan gaya gesekan udara,
sedangkan gaya dorong peluru
hanya saat ditembakkan saja,
lihat illustrasi di bawah ini

g
g
peluru
peluru
gesekan
gesekan
5. Tunjukkanlah grafik v-t, x-t, dan y-t
Pembahasan
Grafik hubungan antara kecepatan dengan waktu (v-t),
ketinggian dengan waktu (y-t), dan jarak tempuh
dengan waktu (x-t) pada gerak peluru dapat dilihat
seperti gambar berikut:
Umpan Balik (Tes)
1. Seorang anak laki-laki melemparkan sebuah bola ke atas
dengan membentuk suatu sudut dengan horizontal. Dengan
mengabaikan adanya pengaruh gesekan udara, maka gaya
yang bekerja pada bola itu sampai dia jatuh kembali ke tanah
a. gaya beratnya yang arahnya tegak lurus ke bawah bersama de
gan sebuah gaya ke atas yang besarnya semakin berkurang
b. Sebuah gaya ke atas yang berkuranbg besarnya secara tetap
sejak bola itu lepas dari tangan sampai ia mencapai titik terting
gi, dan setelah itu sebuah gaya grafitasi ke bawah yang bertam
bah besar secara tetap akibat bola itu semakin dekat ke bumi
c. Sebuah gaya grafitasi ke bawah yang tetap besarnya bersama
dengan sebuah gaya ke atas yang besarnya berkurang secara
tetap sampai bola itu mencapai titik tertinggi, dan setelah itu
hanya ada gaya grafitasi ke bawah yang besarnya tetap
d. Hanya sebuah gaya grafitasi ke bawah yang tetap
e. Tidak ada yang betul, bola jatuh kembali karena hal itu
merupakan gerakan alami dari bola
2. Manakah dari lintasan yang
digambarkan dalam diagram
dibawah ini yang paling co
cok untuk menggambarkan
lintasan yang ditempuh oleh
peluru meriam
3. Sebuah bola golf yang dipu
kul melewati suatu lapangan
diamati bergerak di udara
dengan lintasan seperti yang
ditunjukan di bawah ini, mana
kah gaya-gaya berikut ini yang
bekerja pada bola golf saat bola golf terbang ? 1.gaya
grafitasi 2. gaya "pukul" 3. gaya gesekan udara
A. 1 saja , B. 1 dan 2, C. 1 dan 3 D. 2 dan 3

Meriam
A
B
D
C

gerak bola golf yang dipukul


4.Sebuah bola bowling tanpa senga
ja jatuh ke luar dari ruang muatan
sebuah pesawat pada saat pesa
wat terbang pada arah mendatar.
sebagai terlihat dari tanah, lintasan manakah yang
dibuat bola bowling itu setelah lepas dari pesawat
Waktu menjawab empat soal berikut, gunakan pernya
taan dan diag ram berikut ini Sebuah roket bergeser ke
samping di ruang angkasa dari posisi "a" keposisi 'b",
tanpa pengaruh gaya luar . di "b" mesin roket dihidupkan
untukmeng hasilkan suatu dorongan konstan yang
arahnya tegak lurus "ab". Mesin roket itu dimatikan
kembali setelah roket mencapai suatu titik "c.
5. Manakah dari lintasan berikut
yang menggambarkan lintasan
roket dari "b" ke "c"

A B C D
bola bowling jauh
dari pesawat

b b b b b
c
c
c
c
c
a b c d e
6.Pada saat roket bergerak dari "b" ke "c", lajunya,
A. Tetap B. Bertambah terus C. Berkurang
terus
D. Bertambah beberapa saat dan kemudian
tetap
E. Tetap beberapa saat dan kemudian
berkurang
7. Di"c" mesin roket dimatikan.
Manakah lintasan disamping
ini yang akan diikuti roket
setelah melewati "c"
8. Setelah melewati "c" laju roket itu adalah
A. Tetap B.Berambah terus C.Berkurang terus
D. Bertambah untuk beberapa saat kemudian tetap
E.Tetap untuk beberapa saat kemudian berkurang
9. Gerak parabola terbentuk oleh perpaduan gerak
A. GLB dengan BLBB B. GLBB dengan GLBB
C. a dan b benar D. a dan b salah

c c c c c
b
a
c
d
e
10.Jangkauan maksimum yang dicapai oleh peluru yang
ditembakan terjadi saat sudut elevasinya
A. 30 derajat B. 45 derajat
C. 60 derajat D. 75 derajat
11.Senapan laras panjang pada posisi horizontal sejajar
dengan sebuah batu didepannnya sejauh 30 m. Pada
saat peluru keluar dari senapan dengan kecepatan
450 m/dt, batu dijatuhkan, peluru tersebut akan
A. lewat diantara tempat batu semula dan batu sekarang
B. lewat di atas batu
C. tepat mengenai batu
D. mengenai tempat batu semula



PERTTEMUAN KE 5 DAN KE 6
GERAK MELINGKAR BERATURAN

A. Kompetensi (Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti Pokok Bahasan ini diharapkan mahasiswa mampu:
1. Menuliskan pengertian gerak melingkar
2. Menuliskan pengertian gerak melingkar
3. Menggambarkan Gaya Sentriptal
4. Menggambarkan Persambungan dua atau lebih gerak melingkar
5. Menghitung Kecepatan sentripital
6. Menghitung Percepatan sentripital,
7. Menghitung gaya sentripital,
8. Menghitung kecepatan sudut pada persambungan dua atau lebih gerak
melingkar
9. Menghitung kecepatan linier pada persambungan dua atau lebih gerak
melingkar
Apakah Ferris roda, suatu mata pisau (gergaji)
berbentuk lingkaran, dan apa pula ventilator-plafon
(kipas angin yang menggantung di plafon) yang
sama-sama berputar? Kedua-duanya tidak dapat
diwakili sebagai gerakkan titik, masing-masing
melibatkan suatu benda tegar yang berputar sekitar
suatu poros yang memerlukan beberapa kerangka
acuan lembam. Perputaran terjadi pada semua
timbangan, pergerakan elektron pada atom,
gerakan angin topan, dan gerakan keseluruhan
anggota galaksi. Kita harus mengem bangkan
beberapa metoda umum untuk meneliti gerakan
berputar benda.
PERTEMUAN 5 DAN 6
GERAK MELINGKAR BERATURAN
1. Pendahuluan
Dalam bab ini dan berikutnya kita mempertimbangkan
benda yang mempunyai ukuran terbatas dan bentuk
terbatas dan bahwa di dalam kaleng, umumnya
mempunyai perputaran seperti halnya gerak translasi.
Real-World bodies (dalam dunia nyata) lebih rumit lagi,
gaya yang berkerja pada benda dapat mengubah bentuk
benda, peregangan, menjadi bengkok, dan
menekannya. Kita akan menguraikan kelainan bentuk ini
dan sekarang kita berasumsi bahwa, benda itu
mempunyai suatu ukuran dan bentuk yang tak berubah-
ubah dan terbatas. Kita gunakan model untuk
mengidealkan suatu benda tegar. Bab ini dan yang
berikutnya, akan membahas gerakan pada perputaran
suatu benda titik. Kita mulai dengan gerak benda yang
melingkar beraturan, sebagai kuncinya kita
menggunakan metoda yang digunakan pada geral lurus
beraturan.
2. Pengertian
Perhatikan gerak roda sepeda, gerak gasing, baling-
baling pesawat, piringan hitam semuanya meruapak
gerak melingkar namun belum tentu beraturan. Pada
pembahasan berikut kita menyederhanakan benda,
uaitu dengan menganggap,benda sebagai sebuah titik
yang bergerak beraturan. Dengan demikian Gerak
melingkar beraturan diarrikan sebagai gerak yang
mempunyai lintasan berbentuk lingkaran dengan laju
tetap
A
D
E
jari-jari
0
C
B
vA
vB
vC
vE
vD
vA vB vC vD vE
vA=vB=vC=vD=vE .5.1
Gambar 5.1 Gerak Melingkar beraturan
S = 0 . R f = 1/ T
v = (2 R)/ T =2 fR
w =(2 )T = 2 f

}
v = w . R
5.2
Dengan ketentuan:
S = lintasan busur, satyuannya meter (m)
0 = sudut yang ditempuh, satuannya rad (deraj ad)
R = Jari-j ari lingkaran, satuannya meter (m)
F = frekuensi, j umlah putaran persatuan waktu (Hz)atau / sekon
T = Waktu yang diperluakn untuk satu lintasan/ putaran
V = laj u linier, satuannya m/ dt
W = laj u anguler, satuannya rad/ dt
3. Percepatan sentripital
Pada gerak melingkar beraturan
besar kecepatan sentripital selalu
tetap dan arahnya selalu menuju
titik pusat lingkaran. Secara mate
matis besar percepatan sentripital
dapat dirumuskan sebagai
as = v2/R = R . . . . . .5.3


R
0
jari-jari
Gambar 5.2 Kecepatan Sentripital
pada Gerak Melingkar beraturan
Gambar 5.3 Gaya Sentripital pada
Gerak Melingkar beraturan

V
F
a
s
R
O jari-jari
4. Percepatan sentripital dan Gaya Sentriptal
Pada gerak melingkar beraturan besar gaya sentripital
selalu tetap dan arahnya selalu menuju titik pusat
lingkaran. Secara ma tematis besar gaya sentripital
dirumuskan sebagai Fs =m v
2
/R = m 2R. . 5.4
5. Persambungan dua atau lebih gerak melingkar
a.Persambungan dengan rantai
Pada persambung-an dengan rantai seperti gambar
5.4 berlaku persamaan:
w
1
w
2 R
1
R
2
v
2
v
1=
=
}
Gambar 5.4 Persambungan dengan rantai
..5.5
R
1
R
2
6. Persambungan oleh poros (As)
Pada persambungan dengan poros (As) seperti
gambar berlaku persamaan
Gambar 5.5 Persambungan dengan As
w
1 w
2
R
1
R
2 v
2
v
1
=
=
....5.6
R
1
R
2
Contoh Soal
1. Sebuah partikel bergerak melingkar beraturan dengan
kecepatan sudut rad/dt. Tunjukkanlah jarak tempuh
partikel selama 8 dt
Pembahasan :
Diket : v = rad/dt
t = 9 dt
Jawab = v.t
= 1/6 rad/dt x 8 dt = 1 rad
2. Suatu benda bergerak melingkar dengan persamaan
perpindahan sudut = 3t2 +2t - 2. Hitung kecepatan
sudut benda saat t = 3 dt.
Pembahasan:
= d0/dt = 6t + 2 --> untuk t = 3 dt, maka
= 6 x 3 + 2 = 20 rad/dt
0
Umpan Balik
1. Makin besar jari-jari lintasan suatu benda bergerak
beraturan maka kecepatannya semaki
A. Besar pula B.Kecil C.tetap D.tak ada Hubungannya
2. Sebuah bola yang berat diikat pada
ujung sehelai tali dan di putar men
datar pada lintasan melinmgkar
seperti yang ditunjukan oleh gam
bar. Pada titik yang ditunjukan oleh
diagram, tiba-tiba tali pada bola putus
Kalau kejadian ini diamati langsung dari atas Tentukan
lah lintasan yang ditempuh bola setelah talinya putus
3. Kecepatan sudut suaru sepeda motor dijadikan 4
kali semula maka kecepatan liniernya menjadi
A. 4 kali semula B. 2 kali semula
C. 8 kali semula D. 16 kali semula



A

B
C
D
E
PERTEMUAN KE 7 DAN KE 8
IMPULS DAN MOMENTUM
A. Kompetensi (Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti Pokok Bahasan ini diharapkan
mahasiswa mampu:
1. Menuliskan pengertian Momentum
2. Menuliskan pengertian Impuls
3. Menuliskan Jenis-jenis tumbukan
4. Menuliskan Koefisien restitusi tumbukan
5. Menggambarkan peristiwa tumbukan
6. Menghitung Momentum
7. Menghitung Impuls
8. Menghitung kecepatan benda yang bertumbukan
9. Mencari hubungan Impuls dan momentu

B. MATERI BAHAN AJAR
1. Pendahuluan
Amir menangkap bola yang dilemparkan dengan tenaga
gerak sebesar 100 youle. Ia menangkap bola dengan
menggunakan sarung tangan?. Mengapa? Ketika
sebuah eighteen-wheeler (kereta luncur/delapan belas
kendaraan beroda) menabrak (beradu muka) dengan
suatu mobil, mengapa penghuni mobil nampak lebih
terluka dibanding mereka yang berada dalam truk?
Bagaimana anda memutuskan dan cara mengarahkan
tongkat bilyard pada bola dalam kolam agar dapat
memasukkan delapan bola ke dalam lobang?
Bagaimana mungkin suatu motor-roket dapat
mempercepat putarannya dalam angkasa luar jika tak
ada yang memberikan dorongan terhadapnya?
PERTEMUAN KE 7 DAN KE 8
IMPULS DAN MOMENTUM
Untuk menjawab pertanyaan ini dan pertanyaan yang
serupa kita memerlukan dua konsep baru, momentum
dan impuls, hukum kekekalan baru dan kekekalan
momentum (kekekalan pusa). Posisi hukum konservasi
ini di antara hukum ilmu fisika sama pentingnya dengan
hukum kekekalan energi. Seperti hukum kekekalan
energi, kebenarannya meluas jauh di luar batas
mekanika klasik, meliputi mekanika nisbian (mekanika
yang sangat cepat) dan mekanika kwantum (mekanika
yang sangat kecil). Dalam mekanika klasik kita mungkin
mengalami kesulitan untuk meneliti suatu situasi, jika
kita didekati dengan menggunakan Hukum Newton
secara langsung. Situasi itu, diantaranya adalah
masalah benturan, di mana dua benda bertabrakan
dengan menggunakan Energi sangat besar pada
masing-masing benda pada waktu yang sangat singkat
2. Momentum
Momentum merupakan besaran fisika yang menyata
kan kuantitas perkalian antara massa (m) dengan
kecepatan (v) suatu benda. Secara metematis
momentum (p) dirumuskan : p = m x v. . . . . . . . . 6.1
p1 p1 p2 p2

p = p, p
1
+ p
2
= p
1
+p
2
m
1
v
1
+ m
2
v
2
= m
1
v
1
+m
2
v
2
. . 6.2
J = p = p
2
- p
1
= m.v
1
- mv
2

3. Impuls
Impuls adalah perubahan momentum suatu benda.
Secara matematis Impuls (J) dirumuskan :
Jika perubahan tersebut dikaitkan dengan selang waktu
dt,
J m (v
2
-v
1
) m. v
t t t
---- = ---------------- = --------- = m.a = F
. . . . . . . . . 6.3
. . . . . . . . 6.4
J = F. t = m v
2
- mv
1
F = -----
p
t
akan diperoleh ,
. . . . . . . .. . . . 6.5

jadi, gaya merupakan perubahan momentum tiap satuan
waktu
4. Tumbukan
Hukum kekekalan momentum
Jika tidak ada gaya lain selain gaya interaksi jumlah
momentum sebelum dan sesudah tum bukan sama.
Secara metematis dirumuskan :
. . . . . . . . . . 6.6

v
1
dan v
2
adalah kecepatan benda 1 dan 2 sebelum
tumbukan v
1
' dan v
2
' adalah kecepatan benda 1 dan 2
setelah tumbukan m1 dan m2 adalah masa benda 1
dan 2. Perhatikan Gambar 6.1 berikut
p = konstan
m
1
v
1
+m
2
v
2
= m
1
v
1
' + m
2
v
2
'
5. Koefisien restitusi tumbukan
Koefisien restitusi tumbukan adalah minus perban
dingan kecepatan relatif benda sesudah tumbukan
dengan kecepatan relatif benda sebelum tumbukan.
Secara matematis,

. . . . . . . . . . 6.7
e = - -------- --> v
1
- v
2
= e ( v
2
- v
1
)
v
1
- v
2
v
1
- v
2
Ek = Ek' 1/ 2 mv
1
+ 1/ 2 mv
2
= 1/ 2 mv
1
' +1/ 2 mv
2
'
Hukum kekekalan energi kinetik dirumuskan sbb:

. . . . . 6.8
Jenis Koefisien Hukum Kekekalan Hukum Kekekalan
tumbukan restitusi (e) momentum energi kinetik
lenting e = 1 berlaku: berlaku:
sempurna p = p' Ek = Ek'
lenting 0 < e < 1 berlaku: Tidak berlaku:
sebagian p = p' Ek > Ek'
Tak lenting e = 0 berlaku: Tidak berlaku:
sama sekali p = p' Ek = Ek'
6. Jenis -jenis tumbukan
Soal dan Pembahasan
1. Sebuah mobil truk massanya 10.000 kg bergerak
dengan kecepatan 20 m/dt. Mobil di rem dan
dalam
waktu 20 dt mobil tersebut berhenti. Tentukan gaya
rem yang bekerja pada mobil tersbut hingga
berhenti
Pembahasan :



2. Sebuah mobil sedang berhenti ditabrak oleh
sebuah
motor yang melaju dengan kecepatan 72 km/jam.
Setelah tabrakan kedua kenderaan bersatu satu
sama lain. Massa mobil 1.400 kg dan massa
motor
200 kg. Hitung kecepatn kenderaan setelah
tabrakan
Pembahasan:
Ditketahui: v1 = 0, m1 = 1.400 kg, m2 = 600 kg
v2 = 72 km/jam = 72.000 m/3.600 dt
= 20 m/dt
Ditanya : v' = (m1 v1 + m2 v2)/ (m1 + m2 ) =
(0+200.20)/(2000) = 4.000/2.000 = 2 m/dt

p m. v m ( v
2
- v
1
) 10.000 ( 0-20)
t t t 20
F = ----- = ------- = --------------- = --------------------- = -10.000 N
PERTEMUAN KE 11
GETARAN SELARAS

A. Kompetensi (Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti Pokok Bahasan ini diharapkan
mahasiswa mampu:
1. Menuliskan pengertian Getaran
2. Menuliskan pengertian frekuensi
3. Menuliskan penegertian prioda
4. Menghitung Gaya-gaya yang bekerja pada gerak
harmonik
5.Menghitung Energi pada benda yang bergetar
6.Menghitung kecepatan benda yang bergetar harmonik
B. MATERI BAHAN AJAR
1. Pendahuluan
Ingat pertama kali kamu melompat dari papan yang
tinggi ke dalam suatu kolam renang? Barangkali kamu
hanya memikirkan pengetahuan tentang lompatan
ketika kamu membentur air, kamu akan menjadi
bergerak cepat dan cantik dengan banyak tenaga
gerak. Dari mana energi yang datang? Jawabanya
terdapat pada pembahasn selanjutnya yaitu gaya
gravitasi (berat badan kita) bekerja pada badan kita
seperti anda menjatuhkan. Tenaga gerak meningkat
dengan suatu jumlah sebanding dengan usaha yang
dilakukan. Sekarang kita akan belajar suatu alternatif
dan cara yang bermanfaat untuk memikirkan situasi
ini. Sekarang pendekatan didasarkan pada suatu
konsep baru energi
PERTEMUAN KE 9 DAN 10
ENERGI DAN USAHA
potensial, energi yang dihubungkan dengan posisi suatu
sistem bukan gerakannya. Energi potensial gravitasi
lebih besar ketika kita berada pada atas meja yang
tinggi dibanding ketika kita membentur air, akibatnya
energi potensial dikonversi ke tenaga gerak. Jika kita
memantul pada ujung papan sebelum melompat, papan
yang dibengkokkan adalah seperti energi dawai yang
mempunyai energi potensail elastis. Kita dapat mendis
kusikan tenaga potensial sistem sederhana yang elastis
seperti suatu musim semi/ mata air yang dimampatkan
atau diregangkan. Kita akan membuktikan bahwa,
dalam beberapa hal, energi total suatu sistem (energi
kinetik dan energi potensial) tetap sepanjang gerakan
sistem. Hal ini akan memberi kita suatu yang penting
tentang hubung prinsip konservasi energi dengan keke
kalan energi. Bab ini akan membahas tentang hal itu.
Bagaimana mungkin suatu kapal penarik, menarik suatu
kapal penjelajah yang lebih berat dibanding sentakan?
Kenapa melalui interlokal dapat menyetop kapal yang
sedang bergerak? Kenapa kaki kita terasa sakit ketika
menendang suatu kotak karton kosong? Mengapa lebih
susah mengendalikan kereta atau mobil di atas es
basah dibandingkan dengan di atas beton kering?
Jawaban bagi pertanyaan ini dan perta nyaan lain yang
serupa, memaksa kita untuk memggunakan konsep dan
prinsip dalam dinamika, hubungan ini mengisyaratkan
pada gaya sebagai penyebab gerakan. Dalam bab
terdahulu kita belajar kinematika, untuk menguraikan
gerakan sekarang kita pikirkan penyebab dari gerakan
itu. Dalam bab ini kita akan menggunakan jarak,
kinematik, kecepatan, dan percepatan, bersama dengan
dua konsep baru, gaya dan massa.
Semua prinsip tentang dinamika terkait pada suatu
paket yang berisi tiga statemen hukum Newton. Kaidah
pertama bahwa ketika gaya yang bekerja pada sutu
benda nol, maka gerakan benda itu tidak berubah.
Hukum kedua menghubungkan gaya dan percepatan,
ketika gaya sebagai hasil interaksi dua benda bekerja
pada masing-masing benda.Hukum newton, merupakan
tolak ukur/pedoman dalam mekanika, didasarkan pada
studi yang bersifat percobaan pada gerak benda.
Hukum Newtron merupakan hukum alam dasar, ia tidak
bisa disimpulkan atau dibuktikan dari prinsip lain. Hukum
tersebut dengan jelas dinyatakan untuk pertama kali
oleh Isaac Newton (1642-1727), dan diterbitkan tahun
1686 dengan nama philosophieas naturalis principia
mathematica ("Prinsip Filsafat matematika alami").
Banyak ilmuwan lain sebelum dan sesudah Newton
mendukung dasar mekanika, termasuk Copernicus,
Brahe, Kepler, dan terutama Galileo Galilei (1564-1642),
yang meninggal tahun Newton dilahirkan. Tentu saja,
Newton sendiri berkata, "Jika aku telah mampu melihat
sedikit lebih jauh dibanding orang lain, itu sebab aku
sudah berdiri pada bahu raksasa.
2. Pengertian Energi
Enegri didefinisikan sebagai kemampuan untuk mela
kukan usaha. Enegri dapat dikelompokkan menjadi:
Energi Potensial,Energi Potensial merupakan energi
yang dimilki suatu benda karena keadaan atau
kedudukannya, contohnya energi yang dimiliki oleh
ketapel karenaregangannya, energi yang dimiliki oleh
benda pada ketinggian tertentu.Medan Grafitasi bumi,
diang gap homogen di ke tinggian h yang jauh lebih
kecil dari jari-jari bumi, besarnya adalah
. . . . . . . . . . . . . . . . . . .7.1

Ep Gravitasi dalam medan gravitasi homogen
Energi potensial gravitasi terhadap suatu bidang
horizontal sebanding dengan masa benda dan
sebanding dengan jarak ke bidang tersebut, secara
matematis ditulis

. . . . .. . .7.2
Dengan demikian, besar energi (usaha) yang diperlukan
untuk mengangkat benda bermasa m sejauh h
vertikal ke atas dirumuskan sebagai:

. . . . . . . . .7.3

g = -------------= ----------
G.M
(R+h)
2
G.M
R
2
Ep = m.g.h
W = Ep = m.g (h
2
- h
1
) dengan h
2
- h
1
= h
3. Energi Knetik (Ek)
Energi Knetik (Ek), merupakan energi yang dipunyai
oleh benda yang bergerak, Besar energi kinetik
adalah sebanding dengan massa dan kuadrat
kecepatan benda. Secara matematis ditulis:
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7.4
Ek =
1
/
2
m.v
2
4. Pengertian Usaha
Usaha dapat diartikan sebnagai proses perubahan
energi, Besar usaha dinyakan sebagai hasil kali
perpindahan dengan komponen gaya pada arah
perpindahan tersebut, secara matematis dirumuskan
sebagai berkut
. . . . . . . . . . . . . . . . . . 7.5
W = ( F. cos a) x s = F.s cos a
W = F.s cos a > 0
W = F.s cos 0 = 0
a< 90
0
a=90
0
s
F
a
s
F
a
Gambar 7.1 Usaha
5. Usaha (W) untuk gaya yang besarnya tetap.
Usaha yang dilakukan gaya sama dengan perubahan
energi kinetiknya, Secara matematis ditulis:

. . . . . . . . . . . . . . . .7.6
Ek = d Ek

Ek = Ek
2
- Ek
1
Ek =
1
/
2
m.v
2
2
-
1
/
2
m.v
1
2
6. Energi Mekanik (Em)
Energi Mekanik (Em), merupakan jumlah energi kinetik
dengan energi potensial, Secara matematis ditulis:

. . . . . . . . . . .. .7. 7
7. Daya (P)
Daya (P) adalah banyaknya energi yang diubah dari
suatu sistem ke sistem lain tiap selang waktu yang
ditentukan, Secara matematis ditulis:

. . . . . . . . . . . . . . .7.8

Em = Ep +Ek

Ek = m.g.h +
1
/
2
m.v
2
P = ----- = -----=--------= F.v
E
t
w
t
F.s
t
8. Pesawat sederhana
Pesawat sederhana yaitu pesawat/perkakas yang dapat
memudahkan untuk melakukan usaha, bukan mengu
rangi usaha. Disisni ini dibahas katrol dan bidang
miring
T
1
T
3
T
4
T
5
T
2
W
1
F
Perhatikan Gambar
Pada Katrol 1berlaku:
W = T
2
= T
1
+T
3
Pada Katrol 2 berlaku:
T
3
= T
5
= F, karena
T
1
= T
3
=T
5
= F, maka
W =T
2
= 2F, berarti
F =
1
/
2
W
Dikatakan keuntungan mekaninya adalah
W/ F = 2 atau gaya yang diperlukan hanya
1/ 2 dari beban yang akan diangkat
Katrol merupakan
suatu roda yang
dapat berputar, kita
akan mendapatkan
keuntungan meka
nik bila mengguna
kan katrol
Bidang Miring:
Bidang Miring merupakan bidang yang dimiringkan
sehingga gaya yang di perlukan untuk meng gerakkan
benda menjadi berkurang.Usaha pada bidang miring
adalah
mg
Bidang Miring
Dalam keadaan setimbang
gaya-gaya yang bekerja adalah
x
h
Pada sumbu X : Fx = mg sina + fs = 0
Pada sumbu y : Fy = mg cos+N = 0
W = F x s
= m.g sin + fs + m.a x s = m.g sin +N.s + m.a x s
= m.g sin +m.g cos + m.a x s
W = m.g (sin + cos + a/g) x h sin
a
F
mg
x
h
Gambar 7.4 Usaha pada Bidang miring
9. Hukum Newton
1.Setiap benda cendrung untuk diam (v=0), atau
bergerak lurus berubah beraturan GLB (v=c), jika tidak
ada gaya luar (F=0) yang bekerja bada benda itu
2. Percepatan yang dialami suatu benda sebanding
dengan gaya yang diterima oleh benda itu, secara
matematis dirumuskan sebagai, F = m.a . . . . . .. .7.9
F = gaya, m = massa, dan a = percepatan
3.Gaya reaksi yang diberikan suatu benda sama dengan
gaya aksi yang diterimanya namun arahnya berlawa
nan, dirumuskan sebagai Aksi = -reaksi atau,
F = w = m.g = -N . . . . .7.10
F = w = m.g = gaya berat,
sedangkan N = gaya
normal F = w = m.g = -N

W=m.g
N
Soal dan Pembahasan
1. Sebuah benda mempunyai massa 1 kg dijatuhkan
dari ketinggian 20 m. Lihat Gambar. Hitung energi
kinetik benda saat berada 5m dari tanah, g=10m/s
Pembahasan
Hukum kekekalan Energi mekanik;
EmA = EmB
EpA + EkA = EpB = EkB
m.g hA + 0 = m.g.hB +EkB
EkB = m.g (hA - hB)
EkB = 1 x 10 x ( 20-5) = 150 J
2. Seseorang mempunyai massa 60 kg menaiki tangga
setinggi 15 m dalam waktu 20 menit, jika g=10m/s,
maka daya yang dikeluarkan orang itu adalah
Pembahasan: P = W / dt = m.g.h /dt
= (60 x 10 x 15)/2x60 = 75 watt
5m
20m
A
B
Soal
1. Sebuah balok bermassa 2kg terletak pada bidang
datar licin ditari dengan gaya F1 dan F2 seperti
Tentukan besar dan arah pecepatan yang bekaerja
pada benda tersebut



2. Pada Gambar dibawah ini, Z adalah titik berat batang
AB yang mempunyai massa 10 kg. Jika sistem dalam
keadaan setimbang Tentukanlah massa beton C

- - - - - - - - - - - - -
60
o
F
2
= 8N
F
1
= 8N
A
B
1m
1m
Z
30
o
3.Sebuah benda bermassa 100 kg dinaikkan melalui
bidang miring. Koeeffien gesekan kinetik 0,2
percepatan gravitasi g =10 m/dt2 agar percepatan
gerak benda 2 m/dt2 Berapa gaya yang diperlukan





4. Sebuah benda bermassa 2,5 kg digerakkan menda
tar di lantai licin dari keadaan diam oleh sebuah
gaya mendatar F yang berubah terhadap waktu
menurut persamaan F = 80 + 5t, dengan t dalam
detik dan F dalam Newton, jika t = 2 dt tentukan
a. Kecepatan benda b. Percepatan benda
c. Momentum benda d. Energi kenetik benda
A
B
C
5. Bila massa A dan B masing-masing 4kg dan 5 kg, g =
10 m/dt2 Koeffisien statis antara benda A dan benda
C = 0,3 dan antara benda A dengan meja = 0,2.
Sistem tidak bergerak, Tentukanlah Gaya gersekan
antara A dan C, Tegangan tali, Massa minimal benda
C,dan Gaya gesek antara benda A dengan meja

PERTEMUAN KE 11
GETARAN SELARAS
A. Kompetensi (Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti Pokok Bahasan ini
diharapkan mahasiswa mampu:
1. Menuliskan pengertian Getaran
2. Menuliskan pengertian frekuensi
3. Menuliskan penegertian prioda
4. Menghitung Gaya-gaya yang bekerja pada gerak
harmonik
5. Menghitung Energi pada benda yang bergetar
6. Menghitung kecepatan benda yang bergetar
harmonik
B. MATERI BAHAN AJAR
1. Pendahuluan
Apa yang merupakan gerak berkala? Getaran kristal
dalam suatu arloji, bandul jam besar yang berdiri di
lantai, getaran bunyi serasi yang diproduksi oleh suatu
alat musik tiup atau suatu bagian benda yang
menyalur kan bunyi lewat pipa, back-and-forth
(monda-mandir) sebuah piston suatu motor mobil,
semua ini adalah contoh gerakan yang mengulangi
dirinya sendiri beru lang kali. Gerak ini disebut gerak
berkala, atau goya-ngan. Suatu benda yang
mengalami gerak berkala selalu mempunyai
keseimbangan posisi stabil. Ketika dipindah dari posisi
ini dan dilepaskan, suatu gaya masuk ke dalam arena
untuk menariknya kembali ke arah keseimbangan.
PERTEMUAN KE 11
GETARAN SELARAS
Tetapi pada saat itu (posisi itu) benda telah mempunyi
beberapa tenaga gerak, maka benda itu melampaui, titik
keseimbngan dan berhenti di suatu tempat di sebelah
lain, dan bergerak kembali menuju titik keseimbngan di
sekitar dasar mangkuk atau suatu bandul yang berayun
mondar-mandir yang melampaui titik posisi keseimba-
ngannya.
Dalam bab ini kita akan berkonsentrasi pada dua contoh
sistem sederhana yang dapat mengalami gerak berkala,
sistem spring-mass [massa musim semi] dan bandul.
Kita juga akan belajar mengapa goyangan sering
cenderung untuk hilang lenyap setelah beberapa lama
(fungsi waktu) dan mengapa beberapa goyangan dapat
bergerak lebih jauh dari keseimbangan ketika pada
waktu tertentu ada bermacam-macam tindakan gaya
2. Pengertian Getaran
Getaran adalah gerakan bolak-
balik pada suatu titik kesetim
bangan. Simpangan getaran
adalah jarak dari ke
kedudukan benda pada suatu
waktu. Amplitudo gelombang
(A) adalah simpangan maksi-
mum Satu getaran adalah
gerak dari a ke b kemudian ke
c dan kembali ke a, atau gerak
dari a b a c a.
a
c b
A
Priode Getaran (T) adalah waktu yang diperlukan untuk
melakukan satu getaran. Sedangkan Frekwensi (f)
getaran adalah banyaknya getaran perdetik. Secara
matematik frekuensi (f) dan prioda (T) ditulis
Gambar 8.1 Ayunan sederhana
T = 2 /g dan f = 2/ g/

m
F
w
y
y
k
. . . .8.1
3. Gaya-gaya yang bekerja pada gerak harmonik
F = - ky
k = tetapan pegas
y = simpangan
Sedangkan priode dan frekwensi
adalah

. . . . . . . . . .8.2
T = 2 m/k dan f = 2/ k/m

Gambar 8.2 Gaya-gaya yang bekerja pada gerak harmonik
4. Energi pada benda yang bergetar
Pada kedudukan setimbang
y = 0, sehingga Ep = ky2 = 0
v = Kecepatan berharga maksimum, sehingga =
mv
2

= maksimum
Pada kedudukan simpangan maksimum
y = A (amplitudo), sehingga Ep = ky
2
=
maksimum
v = 0, sehingga Ek = mv
2
= 0 minimum
Bentuk umum persamaan simpangan dan kecepatan
pada getaran harmonik dapat dinyatakan sebagai
berikut

y = A sin wt
v = dy/ dt A wcos wt
. . . . . . . . . . 8.3
Dengan demikian:
Ep =

ky
2
= kA
2
sin
2
wt = mw
2
sinA
2
wt
Ek =

mv
2
= kA
2
w
2
co
s
2
wt = mw
2
A
2
cos
2
wt
sehingga diperoleh
EM = Ep + Ek
EM = mw
2
A
2
(sin
2
wt + cos
2
)
. . . 8.4
. . . 8.5
. . . . . . . 8.6
EM = mw
2
A
2
= 2
2
m
2
f
2
A
2
)
. . . . 8.7
EM = Energi mekanik, m = massa, w = kecepatan sudut,
A = Amplitudo, f = frekwernsi
Soal dan Pembahasan
1. Sebuah beban diberi beban
(m) mengalami tambahan
panjang dx data percobaan
pada g =10 m/dt
2
tercatat
sebagai berikut: Bila pada
pegas digantungkan beban
m =125 gram kemudian dige
tarkan harmonis,tentukan frek
wensi getaran
Pembahasan
frekuensi getaran harmonis pada pegar
dirumuskan sebagai

dx
dx
dx
dx
dx
dx
dx
dx
no m (gram) dx (cm)
1 50 1
2 100 2
3 150 3
4 200 4
5 250 5
6 300 6
7 350
T = 2 m/k dan f = 2/ k/m

dengan:
k = w
1
/ dx
1
= m.g/ dx
1
= (0,5) x (10)/ 0,01) = 50 N/ m
m = 125 gram = 0,125 kg, maka akan diperoleh :
f = ----- -------- = ---- = ---- Hz
1
2
50
0,125
1
2
400
10

2. Sebuah bandul sederhanha panjangnya 25 cm,


percepatan grafitasi ditempat tersebut g = 10 m/d2,
tentukan priode bandul tersebut
Pembahasan

T = 2 ---- = 2 ------ = 2 (------) = 1 dt
l
g

0,25
2

0.5

3. Pada saat energi kinetik benda yang


bergetar harmo
nis sama dengan energi potensialnya,
maka sudut
fase dan fasenya
adalah
Ek = mw
2
A
2
cos
2
wt,
Ep = mw
2
sinA
2
wt
Ek = Ep -->
mw
2
A
2
cos
2
wt=
mw
2
sinA
2
wt
sinA
2
wt
cosA
2
wt
-->
= 1-->
tg
2
wt =1,--> tg wt = 1
-->wt=45
o
-->(------)=45
o
-->sudut fase 0=45
o
2.t
T
2.t
T
--> = --- --> (t/ T) = 1/ 8 --> fasenya = 1/ 8

4
0
Ek =Ep
A
0
4. Sebuah pegas diberi gaya 50 N bertambah panjang
nya 4 cm. Hitunglah energi potensial pegas bila diberi
beban 125 N ewton
Diketahui : F1 = 50 N, l = 4.10-2 m F2 = 125 N
Ditanya : Ep =
Jawab
5 cm
F
1
: F
2
= l
1
: l
2
50 :125 = 4.10
-2
: l
2
l
2
= ------------------= 10
-1
m
Ep = 0,5 k l
2

= 0,5 F
2
l
2
= 0,5 (125)(10
-1
) = 6,25 Youle
Jadi Ep nya adalah 6,25 Youle.
4.
10-2
.125
50
PERTEMUAN 12 DAN 13
GELOMBANG
A. Kompetensi (Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti Pokok Bahasan ini diharapkan mahasiswa
mampu:
1. Menuliskan pengertian Gelombang.
2. Menuliskan pengertian frekuensi Gelombang
3. Menuliskan penegertian prioda Gelombang
4. Menuliskan Jenis-jenis gelombang
5. Menggambarkan Pemantulan dan dan pembiasan gelombang
6. Menghitung kecepatan rambat gelombang dalam suatu
medium
7. Menghitung Hubungan panjang gelombang dengan frekwensi
8. Menghitung Simpangan gerak harmonik
9. Menghitung Superposisi dua simpangan gerak harmonis
10.Menghitung Energi total gerak harmonis
11.Mencari kecepatan gerak gelombang Stasioner
12.Mencari Energi total gerak benda yang bergetar harmonik
1. Pendahuluan
Ketika kita pergi ke pantai untuk menikmati ombak
yang sedang memecah samudra, kita sedang
mengalami, mencoba suatu gerak gelombang. Riak
pada atas suatu kolam, bunyi serasi musik berbakat,
bunyi serasi yang kita dengar bisa membuat orang
yang berbaring di lantai bergoyang, semua ini adalah
gejala gelombang. Gelombang dapat terjadi ketika
suatu sistem diganggu dari posisi keseimbangannya
dan gangguan dapat bepergian, atau menyebar dari
satu daerah ke daerah lain. Bunyi serasi, cahaya,
ombak samudra, radio, transmisi televisi, dan gempa
bumi semuanya gejala gelombang. Gelombang terjadi
dalam semua cabang
PERTEMUAN 12 DAN 13
GELOMBANG
fisika dan ilmu pengetahuan biologi, konsep gelombang
adalah salah satu benang seragam yang paling utama,
sampai keseluruh pabrik ilmu pengetahuan alam.
Bab ini dan yang dua berikutnya adalah sekitar
gelombang mekanis. Tiap gelombang berjalan dalam
beberapa materi melalui suatu medium. Kecepatan
gerak gelombang tergantung pada sifat mekanis
medium. Beberapa gelombang adalah berkala, dan
partikel unsur medium mengalami gerak berkala selama
perambatan gelombang. Jika gerakan dari tiap partikel
selaras sederhana (sinusoidal), disebut gelombang
sinusoidal. Konsep dalam bab ini merupakan pondasi
untuk mempelajari bermacam-macam gelombang,
mencakup gelombang elektromagnetis.
2. Pengertian Gelombang
Gelombang meruapakan getaran yang merambat..
Dalam rambatan gelombang zat perantaranya tidak
ikut merambat. Karena getaran mempunyai energi,
maka rambatan getaran dapat diartikan sebagai
rambatan energi. Energi dapat berpindah dari satu
temapt ke tempat lain melalui gelombang
3. Jenis-jenis gelombang
Gelombang longitudinal (a) gelombang yang mempunyai
arah getar berimpit dengan arah rambatnya.
Gelombang transversal (b) gelombang yang
mempunyai arah getar tegak lurus arah rambatnya

Gambar 9.2 Gelombang Transversal
Gambar 9.1 Gelombang Longitudinal
renggangan rapatan
4. Hubungan panjang gelombang dengan
frekwensi
Panjang Gelombang (lamda) adalah jarak antara dua
titik terdekat yang berfase sama. Frekuensi
gelombang (f) adalah banyak gelombang yang
melewati sebuah titik tiap satuan waktu, Cepat ranbat
gelombang (v) adalah jarak yang ditempuh
gelombang alam satu detik
. .

. . . . . . . . . . . . .9.1
5. Pemantulan dan dan pembiasan
gelombang
Pembiasan gelombang, pada pembiasan
gelombang berlaku:
v =
T
= 2f.
2
v
2
=
sin i
sin r
=
v
1
n
2
n
1
. . . . . . 9.2.
i = sudut datang, r = sudut bias
v1 = cepat rambat gelombang pada medium 1
v2 = cepat rambat gelombang pada medium 2
a1 = indeka s bias medium 1
a2 = indeka s bias medium 2
c = cepat rambat gelombang dalam ruang hampa
v = cepat rambat gelombang dalam mdium
o = panjang gelombang dalam ruang hampa
= panjang gelombang dalam medium
. . . . . . . . . .9.3
Gambar 9.1
N
i
r
mediaum indeks bias n
indek bias ruang hampa =1

v
=
sin i
sin r
=
c
= n
o
6. Gelombang Stasioner
Gelombang stasioner adalah gelombang yang terjadi
sebagai akibat interferensi gelombang datang dan
gelombang pantul
Gambar 9.2 Percobaan Melde
perut
b. Jarak simpul dan perut pada gelombang stasioner
Jarak simpul dan perut pada gelombang stasioner
adalah lamda (), sehingga
S = Simpul, p = perut, dan . . . . . . . . . .9.4
= panjang gelombang
s - p =
4
7. Simpangan gerak harmonik
Simpangan gerak harmonik merupakan fungsi
sinusoidal waktu. Perhatikan gambar
Persamaan simpangan gerak harmonik:

. . . . . . . . . 9.5
y = Asin ( ---- + 0
o
) = Asin (wt+ 0
o
)
T
2t
wt + 0
o
= fase gerak harmonik
0
o
= tetapan fase

v = ----- = A wcos (wt + 0
o
)
a = ------ = -Aw
2
sin (wt + 0
o
)
dy
dt
dv
dt
v = ----- = A wcos (wt + 0
o
)
a = ------ = -Aw
2
sin (wt + 0
o
)
dy
dt
dv
dt
Persamaan kecepatan dan percepatan pada gerak
harmonis
. . . 9.6
Dari rumus persamaan simpangan dan percepatan
gerak harmonik di atas tampak bahwa arah simpangan
selalu berlawanan dengan arah percepatan.
8. Superposisi dua simpangan gerak harmonis
Superposisi dua simpangan gerak harmonis yang
segaris dapat dilakukan dengan cara penjumlahan
aljabar simpangan masing-masing.
Gambar 9.4 Superposisi dua simpangan gerak harmonis
y = 2A sin (------------------) cos (-----------------)
y = 2A sin ( f
1
+ f
2
)t cos ( f
1
+ f
2
)t

1
.t +
2
.t
2

1
.t +
2
.t
2
E
p
= ky
2
= kA
2
sin
2
( t +
0
)
E
k
= mv
2
= kA
2
cos
2
( t +
0
)
E = E
p

+

E
k

=

kA
2
9. Energi total gerak harmonis
f = /2 = ferkwensi gerak harmonik
k = m
2
=
k
/
m

. . . . 9.7
. . . . 9.8
Contoh Soal
1. Sebuah partikel bergerak dengan persamaan r = 15t
+ 3t
2
. Tentukan kapan partikel tersebut berhenti
Pembahasan:
Kecepatan v = = dr/dt = 15 - 6t. Partikel berhenti bila v
= 0, maka 15 - 6t = 0 --> t = 2,5 dt
2. Gelombang transversal merambat pada tali seperti
gambar berikut ini, Jika cepat rambat gelombang 10
m/dt, carilah frekuensi gelombang tersebut

v = 10 m/ dt
6m

l = ---- --> 6 = ----- --> = 4 m
3
2
3
2
v = f.
f = ---- = 10/ 4 = 2,5 m
v
Soal-Soal
1. Sebuah gelombang lurus datang dari medium zat air
ke udara seperti tampak pada gambar Berdasarkan
data yang disamping Tentukan indeks bias zat cair
2. Suatu gelombang berjalan melalui titik A dan B yang
berjarak 8 cm dalam arah dari A menuju B Pada saat t
= 0 simpangan gelombang 12 cm dan amplitudonya 4
cm. Hitung Simpangan di titik B pada saat fase titik A =
3/2 cm
60
o
45
o
udara n
u
= 1
zat cair n
a
=?
3. Tali sepanjang 5 cm ditegangkan dengan gaya 5 N,
dirambati gelombang transversal, cepat rambar
gelombang 40 m/dt, tentukan massa tali tersebut
4. Pada sutas tali merambat gelombang transversal
dengan kecepatan 50 m/dt. Panjang tali 2,5 meter
dan tegangan pada tali 2 N. Hitunglah massa tali
(dalam gram)
5. Seutas dawai panjangnya 1 meter dan massanya 20
gram ditegangkan dengan gaya 5 N. Salah satu
ujungnya digetarkan sehingga menghasilkan
gelombang transversal stasioner. Hitunglah
kecepatan rambat gelombang dalam dawai
7. Persamaan gelombang stsioner dirumuskan sebagai
y = cos (0,2 x) sin (150 x).
Satuan y dan x dalam meter sedangkan t dalam detik.
Hitung frekuensi gelombang tersebut
7.Tali sepanjang 5 m bertegangan 2 N digetarkan
sehingga terbentuk gelombang satsioner. Jika
massa tali 6,25 gram, Hitunglah cepat rambat
gelombang pada tali
A. Kompetensi (Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti Pokok Bahasan ini diharapkan mahasiswa mampu:
1. Menuliskan pengertian gerak translasi
2. Menghitung Posisi titik materi pada suatu bidang
3. Menghitung Kecepatan titiik materi pada suatu bidang
4. Menghitung Percepatan titik materi pada suatu bidang
5. Menentukan Persamaan gerak translasi titik materi
6. Menuliskan pengertian Gerak Rotasi
7. Menghitung Posisi titik materi dalam gerak rotasi
8. Menghitung Kecepatan sudut dalam gerak rotasi
9. Menghitung Percepatan sudut dalam gerak rotasi
10. Menentukan Hubungan antara besaran tangensial pada gerak rotasi
dengan besaran sudutnya.
11. Mencari Momen gaya, momen enersia dan momentum sudut
12. Menentukan Hubungan antara momen gaya dan percepatan sudut
13. Menuliskan bentuk Hukum Kekekalan momentum anguler

B. MATERI BAHAN AJAR
PERTEMUAN 14
PERSAMAAN GERAK
1. GERAK TRANSLASI
Gerak translasi ialah gerak suatu benda titik pada
suatu garis lurus, pada setiap waktu posisi dan
kecepatan benda dapat ditentukan berdasarkan suatu
acuan tertentu pula, bila acuan yang ditetapkan
berubah, maka kedudukan dan kecepatan benda juga
berubah

a. Posisi titik materi pada suatu bidang
Posisi titik materi pada suatu bidang dapat dinyatakan
dengan sebuah vektor. Perhatikan gambar 10.1
PERTEMUAN 14
PERSAMAAN GERAK

P(x,y)
y
y
i
x i
x
r
0
0
Gambar 10.1
Persamaan posisi titik P(x,y) dapat dinyatakan
sebagai,
. . . . . . . . 10.1
i dan j masing masing sebagai vektor satuan pada
arah x dan y.

r = x
i
+ y
i
b. Kecepatan titiik materi pada suatu bidang
Kecepatan titiik materi pada suatu bidang dapat
diturunkan dari fungsi posisinya. Lihat Gambar
10.2
P
Q
dl
r
r+dr
l
Gambar 10.2

v = limit dr/ dt = dr/ dt
dt > 0
Kecepatan sesaat dapat
dirumuskan sebagai,
karena dt --> 0 maka Q mendekati P
dengan demikian kecepatan sesaat
merupakan garis singgung lintasan
di titik P. Untuk r = xi + yj, maka:
. . 10.2

v = i + j
v = v
x
i + v
y
j
v =
dx dy
dt dt
v
x
2
+v
y
2
10.3
c.Percepatan titik materi pada suatu bidang
Percepatan titik materi pada suatu bidang dapat
diturunkan dari fungsi kecepatannya
a = limit dv/ dt = dv
x
i/ dt + dv
y
j / dt

dt-->0
d
2
r d
2
x i d
2
y j
dt
2
dt
2
dt
2

a = + +
a = a
x
i + a
y
j
a = a
x
2
+a
y
2
. . . . . 10.4
d. Persamaan gerak translasi titik materi
a = dv/ dt --> v = a.dt = a.t +v
o
v = dr/ dt --> r = v.dt = (a.t+v
o
)dt = 1/ 2 at
2
+ v
o
.t +r
o

. .10.5
2. Gerak Rotasi
a. Posisi titik materi dalam gerak rotasi
Posisi titik materi dalam gerak rotasi dapat dinyatakan
dalam koordinat polar. Perhatikan Gambar 10.5
Simpangan gerak harmonik merupakan fungsi
sinusoidal waktu. Perhatikan Gambar 10.5
jari-jari
0
R
S
P
1
(R,0)
P
o
(R,0)
s = busur P
o
P
1
0 = f(t)
s = R 0
. . . . 10.6
b.Kecepatan sudut dalam gerak rotasi:
Kecepatan sudut rata-rata, = tg =/t
- - - - - - - - - - - -
- - - - - - - - - - -
!
!
!
!
!
!
!
!
!
!
!
!
P
o
t
t
o
t
1
0
o
0
1
P
1
0 = f(t)
0
Gambar 11.6
Kecepatan sudut sesaat
= lim = /t =d/dt . . . . . . . . . ... . 10.7
t 0
Dengan demikian diperoleh
w dt = d0
0 = d0 = wdt = wt + 0
o
a = -------
w
t
a = limit ------ = -----

t--->0
dw d
2
0
t dt
2
. . . . 10.8
c. Percepatan sudut dalam gerak rotasi
percepatan sudut rata-rata,
. . . .10.9

percepatan sudut sesaat, . . . . . . . .10.10
Selanjutnya diperoleh,
w = a dt = a.t + w
o
0 = w dt = (a.t + w
o
) dt = 1/ 2 a.t
2
+w
o
t + 0
o
. . 10.11
d. Hubungan antara besaran tangensial pada
gerak
rotasi dengan besaran sudutnya.
Dari hubungan s = R.q, dapat diturunkan:

---- = ------------ = R ------ = R.w --> v = w.R
dv d(w.R) dw
dt dt dt
---- = ------------ = R ------ = R.a --> a = a.R
ds d(R.0) d0
dt dt dt . . . 10.12
e. Momen gaya, momen enersia dan momentum
sudut, Momen gaya

= R X F = R F sin0, 0 sudut antara F dan R
10.13
Momen enersia

Benda
l
l
R
R
momen
enersia
I = mR
2
I = --- ml
2
I = ---- ml
2
I = --- mR
2
1
3
1
12
1
2
I = --- mR
2
2
5
Ek = mv
2
= m (R)
2
= mR
2

2
= I
2

L = R x p = R x m x v = R x m x xR= m R
2
= I
= I
g. Hubungan antara momen gaya dan percepatan sudut

h. Energi Kinetik Rotasi
f. Momentum sudut
10.14
. . . . . . . . . . . . . 10.15
. . . . 10.16
i. Hukum Kekekalan momentum anguler
t = dL/dt = 0 dL/dt = 0 I= konstan
I
1

1
+ I
2

2
= I
1

1
+ I
2

2
. . . . . . . . . . . . . . . . . .11.17
Contoh Soal
1. Sebuah piringan berbentuk selinder pejal homogen
mula-mula berputar pada porosnya dengan kecepatan
sudut 9 rad/dt. Bidang piringan sejajar horizontal.
Massa dan jari-jari piringan masing-masing 0,6 kg dan
0,2 m. Bila di atas piringan di letakkan cincin yang
mempunyai massa dan jari-jari 0,6 kg dan 0,1 mdan
pusat cicncin tepat diatas pusat piringan, maka
piringan dan cincin akan bersama-sama berputar
dengan kecepatan sudut
PERTEMUAN 15 DAN 16
FLUIDA
A.Kompetensi (Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti Pokok Bahasan ini diharapkan mahasiswa mampu:
1. Menuliskan pengertian Elastisitas
2. Menuliskan pengertian Hukum Utama hidrostatika
3. Menuliskan penegertian prioda Gelombang
4. Menuliskan pengertian Hukum Archimides
5. Menggambarkan Terapung melayang dan Teggelam
6. Pemantulan dan dan pembiasan gelombang
7. Menghitung Volume benda yang tercelup ke dalam air bilamasa
jenis benda diketahui
8. Menggunakan prinsip Pascal untuk menghitung gaya angkat pompa hidrolik
9. Menghitung Gaya ke atas benda yang berada dalam suatu cairan
10.Menghitung Tegangan permukaan
11.Menuliskan pengertian Kapilaritas
12.Menuliskan pengertian Viskositas
13.Menuliskan pengertian Hukum Stokes
1. PENDAHULUAN
Air mempunyai peran penting di dalam banyak aspek
kehidupan sehari-hari orang. Kita minum air,
bernafas/meniup, berenang pada air, air beredar
dalam badan kita, air dapat mengendalikan cuaca,
pesawat udara, kapal mengapung pada air. Daftar
terus dan terpasang. Suatu cairan yang manapun
adalah unsur suatu gas seperti mudah dimampatkan
dan suatu cairan hampir tak dapat dikempa, walaupun
ada kasus pengecualian. Kita mulai pelajaran kita
dengan cairan statis, cairan berada pada posisi diam
dalam situasi keseimbangan, analisa dan studi situasi
keseimbangan cairan yang statis didasarkan pada
hukum ke 3 Newton.
PERTEMUAN 15 DAN 16 FLUIDA

B. MATERI
Konsep utama meliputi kepadatan, tekanan, daya
apung, dan tegangan permukaan, Dinamika zat alir
adalah studi air sedang bergerak. Dinamika zat alir jauh
lebih kompleks dan tentu saja merupakan salah satu
dari cabang mekanika yang paling rumit. Kebetulan, kita
dapat meneliti banyak peristiwa penggunaan model
situasi penting yang diidealkan sederhana dan prinsip
umum yang didikenal, seperti hukum kekekalan tenaga
dan Hukum Newton. Meskipun demikian, tidak mudah
menembus topik yang sangat menarik dan lebar ini
2. Elastisitas
Suatu benda dikatajkan elastis (lentur) jika benda itu
dapat kembali ke bentuk semula, ketika gaya yang
bekerja padanya dihilangkan Co0ntoh benda elastis
adalah pegas baja dan karet gelang. Besaran yang
ada pada elastisitas adalah tegangan dan regangan.
a.Tegangan
Tegangan () adalah perbandingan antara gaya yang
bekerja dengan luas penampang bahan (A)
dirumuskan sebagai,
. . . . . . . .11.1

adalah tegangan, F adalah gaya, dan A adalah luas
penampang



= ----
F
A
b.Regangan
Regangan () adalah perbandinmgan perubahan
panjang dengan panjang semula, dirumuskan sebagai

. . . . .11.2
adalah regangan, d perubahan panjang, dan L
panjang semula.

= ------

d
L
c.Modulus Young
Modulus Young (Y) adalah perbandingan antara
tegangan () dengan regangan (), dirumuskan sebagai

. . . . . . . . .11.3

d. Hukum Hooke dan energi potensial
Pertambahan panjang (dx) suatu
pegas sebanding dengan gaya (F)
yang bekerja pada pegas tersebut,
secara matematis ditulis,
F = k dx . . . . .11.4
Sedangkan energi potensialnya
adalah Ep = F. x = k dx
2
. . . . . .11.5
F adalah gaya, dx perubahan panjang,
dan k = konstanta pegas
dx
dx
F.d
A.L
Y = ---- = ---------
3 .Fluida tak bergerak
Fluida tak bergerak, yaitu suatu fluida yang dikatego
rikan diam, tenang, tidak bergelombang.
Pengertian massa jenis
Massa jenis () didefinisikan sebagai massa zat (m)
dibagi dengan volume zat (V), dirumuskan sebagai,
. . . . . . . .11.6

adalah masa jenis, m massa, dan V adalah volume.
Pengertian tekanan
Tekanan (p) yang diberikan sebuah gaya yang bekerja
pada suatu benda, bergantung pada gaya F dan luas
permukaan (A), dirumuskan sebagai,

. . . . . . . . .11.7
P adalah tekanan, F gaya, dan A luas penampang.
m
V
= ------
p = ---
F
A
c.Tekanan oleh fulida tak bergerak
Tekanan di suatu titik di dalam zat cair tak bergerak
sebanding dengan kedalamam titik itu (h) dan
sebanding dengan massa jenis ( ) zat cair itu,
dirumuskan sebagai
p = .g.h. . . . . . . .11.8
P adalah tekanan, massa jenis, g percepatan grafitasi,
dan h adalah kedalaman cairan.

4.Hukum Utama hidrostatika
Tekanan pada titik yang mempunyai kedalamam (h)
yang sama adalah sama. Menurut hukum Utama
hidrostatis dapat ditulis,
pA = pB = pC = po + g.h, . . .. . . . . 11.9
po = tekanan udara luar.
p
o p
o
p
o
Ao Bo Co
h
piston
F1
p1
p2
A2
F2
Menurut hukum pascal tekanan yang ada di piston 1
sama dengan tekanan di piston 2

. . . . . . . 11.10

Berdasarkan perumusan diatas, jika A
2
>> A
1
maka F
2

>> F
1
hal ini mengandung makna bahwa, dengan gaya
yang kecil dapat diperoleh gaya yang besar.
A
2
A
1
p
1
= p
2
--> ----- = ----- --> F
2
= F
1
----
F
1
F
2
A
1
A
2
Gambar 11.2
Gambar 11.3
Hal ini yang menyebabkan gaya kecil yang diberikan
pada dongkrak hidrolik dapat mengangkat sebuah mobil
5. Hukum Archimides
Benda yang tercelup ke dalam suatu caiaran akan
mengalami gaya ke atas sebesar berat zat cair yangh
dipisahkan benda ersebut. Secara matematis dapat
dirumuskan
F
A
=
f
g.V
f
. . .11.11
F
A
= gaya ke atas,
f
= masa jenis fluida, V
f
= volume
fluida yang dipindahkan, dan g percepatan grafitasi
bumi. Hukum Archimides banyak diterapkan dalam
bidang teknologi kapal laut, galangan kapal, balon
udara, hidrometer, dan sebagainya
6. Terpung malayang dan Teggelam

terapung diartikan sebagai benda yang berada di per
mukaan air, sebagian volumenya tercelup ke dalam
air, sedangkan sebagian lagi berada di atas
permukaan air.

melayang diartikan sebagai benda yang berada di da
lam air seluruh volumenya tercelup ke dalam air,
namun tidak mempunyai tekanan terhadap dasar
wadah air

Tenggelam diartikan sebagai benda yang berada di
dalam air, seluruh volumenya tercelup ke dalam air
dan mempunyai tekanan terhadap dasar wadah air
Lihat gambar berikut
F
A
W
F
A
W
F
A
W
Terapung Melayang Tenggelam
berat benda = gaya ke atas
w
b
= F
A

b
.g.V
b
=
f
.g.V
f
karena V
b
> V
f,
maka:
b
<
f
berat benda = gaya ke atas
w
b
= F
A

b
.g.V
b
=
f
.g.V
f
karena V
b
=

V
f,
maka:
b
=
f
berat benda = gaya ke atas
w
b
= F
A

b
.g.V
b
=
f
.g.V
f
karena V
b
>V
f,
maka:
b
>
f
Gambar 12.4
berat benda = gaya keatas berat benda = gaya keatas berat benda = gaya keatas
W
b
= F
A
W
b
= F
A
W
b
= F
A

b
g.V
b
=
t
g.V
t

b
g.V
b
=
t
g.V
t

b
g.V
b
=
t
g.V
t
Karena V
b
> V
t,
maka Karena V
b
> V
t
, maka Karena V
b
> V
t
, maka

b
<
t

b
=
t

b
>
t
Gambar 11.4
7. Tegangan permukaan
a. Bentuk Permukaan zat cair, Pada permukasan
zat
cair terdapat gaya kohesi, sehingga, cair
cenderung
membentuk permukaan yang kecil , akibatnya
Zat cair pada suatu wadah , akan mempunyai
permukaan datar sebab permukaan datar merupakan
luas permukaan yang paling kecil.
Untuk zat cair berbentuk tetesan permukaannya
menye
pai bola, karena luas permukaanya akan paling kecil
b.Rumus tegangan permukaan
Tegangan permukaan zat cair didefinisikan sebagai
gaya tiap satuan panjang. Jika pada suatu satuan
panjang bekerja gaya F tegak lurus pada , maka
tegangan permukaan () dirumuskan sebagai,
= F/. . . . . . . . . . .. . . . . . . . . 12.12
c. Larutan detergen
Larutan detergen adalah larutan yang mempunyai
tegangan permukaan besar, akibatnya permukaan
detergen mampu mengangkat partike-partikel kotoran
yang menempel pada pakaian akibatnya ssabun
detergen dapat mencuci bersih
Miniskus cembung
Miniskus cekung
F adesi > F kohesi
< 90, zat membasahi dinding
F adesi < F kohesi
> 90, zat tidak membasahi dinding
8 Kapilaritas
a. Pengertian
Kapilaritas adalah peristiwa naik turunnya zat cair dalam
pipa yang mempunyai diameter kecil (pipa kapiler),
misalnya naiknya minyak tanah pada sumbu kompor,
naiknya air pada batang tumbuhan contohnya air
kelapa
b. Besarnya kenaikan/penurunan zat cair dalam
pipa kapiler







Gambar 12.6
2r
2r
y
y
y = ---------
2 cos
p.g.r
9 Viskositas
adalah kekentalan fliuda yang dinyatakan dengan
gesekan dalam fluida
10. Hukum Stokes
Bila suatu bola bnergerak dalam suatu fluida daim maka
bola tersebut akan mengalami gaya geser dalamm
bentuk gaya gesekan yang arahnya berlawanan dengan
arah pergerakan bola
f = gaya geser
= koefisien vidkositas
= jari-jari bola
v = kecepatan bola
f = u r v
u
. . . 12.13
Contoh Soal
1. Sebuah bejana berbentuk U berisi fluida seperti
nampak pada gambar. Benda A 200 N dan beban
B 1000 N. Luas penampang di A = 5 cm2, maka luas
penampang di B adalah

Pembahasan
F
A
/A
1
= F
B
/A
2
A
2
= (F
A
/F
B
)xA
1

= 1000/200x5
= 25 cm
2

m
A
A
1
A
2
F
A
F
B
m
B
2. Sebuah benda terapung pada permukaan zat cair 2/3
bagian benda tercelup ke dalam air.
Bila massa jenis benda 0,6 gram/cm3 massa jenis zat
cair adalah
Pembahasan
b g.Vb = f g.Vf
f = Vb/Vf x b
f = Vb/(2/3Vb) x 0,6
= 0,9 g/cm3 = 900 kg/m3

1/3