Вы находитесь на странице: 1из 14

RABIES GIGITAN ANJING

PENDAHULUAN
Rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh virus rabies merupakan penyakit hewan
yang bersifat zoonosis dan dapat ditularkan kepada manusia. Lebih dari 55.000 kasus rabies pada
manusia dilaporkan setiap tahun di dunia. Data di negara lain contohnya Amerika hampir 5 !uta
warga Amerika yang digigit an!ing setiap tahun dan hampir " !uta orang yang memerlukan
perhatian medis yang khusus. #asus gigitan an!ing melibatkan individu$individu dari segala usia
namun kasus yang paling sering adalah di antara usia 5$% tahun.
&irus rabies dikeluarkan bersama air liur hewan penular rabies. 'inatang yang biasanya
terinfeksi virus rabies ini adalah an!ing kelelawar kucing monyet rakun ataupun serigala.
(ewan yang terinfeksi virus Rabies menularkan virus tersebut kepada manusia melalui gigitan
cakaran atau melalui kulit yang terluka. &irus Rabies menyerang susunan saraf pusat sehingga
dapat menyebabkan kematian pada penderitanya.
Rabies telah ada di )ndonesia se!ak abad ke$"% dan telah tersebar di sebagian besar
wilayah. Rabies dilaporkan pertama kali oleh *tchorl pada tahun "++, yaitu pada seekor kuda di
'ekasi -awa 'arat. *elan!utnya kasus rabies pada kerbau dilaporkan pada tahun "++% kemudian
rabiespada an!ing dilaporkan oleh .enning tahun "+%0 di /angerang. #asus rabies pada manusia
dilaporkan oleh 0ilerts de (aan pada seorang anak di Desa .alimanan 1irebon tahun "+%,.
*elan!utnya rabies dilaporkan semakin menyebar ke beberapa wilayah di )ndonesia yaitu
*umatra 'arat -awa /engah dan -awa /imur tahun "%52 *ulawesi *elatan tahun "%5%
Lampung "%3% Aceh tahun "%40 -ambi dan D) 5ogyakarta tahun "%4". Rabies di 'engkulu
D#) -akarta dan *ulawesi /engah di laporkan tahun "%46 #alimantan /imur tahun "%4, dan
Riau tahun "%45. .ada dekade "%%0$an dan 6000$an rabies masih terus men!alar ke wilayah yang
sebelumnya bebas historis men!adi tertular yaitu .ulau 7lores tahun "%%+ .ulau Ambon dan
.ulau *eram tahun 6002 (almahera dan 8orotai tahun 6005 #etapang tahun 6005 serta .ulau
'uru tahun 6003. #emudian .ulau 'ali dilaporkan tertular rabies tahun 600+ .ulau 'engkalis
dan .ulau Rupat di .ropinsi Riau tahun 600%.
9e!ala awal rabies tidak spesifik melibatkan sistem respirasi sistem gastrointestinal atau
sistem saraf pusat. &irus rabies dapat mencapai otak melalui saraf$saraf tepi. *emakin dekat letak
fokus infeksi virus rabies maka semakin cepat pula ge!ala pada sistem saraf pusat yang muncul.
*edangkan pada tahap akhir pada penyakit ini dapat ter!adi komplit paralisis hingga koma dan
kematian pada semua kasus biasanya ter!adi akibat gagal nafas. #ematian dapat ter!adi dalam 4
hari tanpa perawatan intensif dan case fatality rate hampir "00: pada pasien yang tidak
divaksinasi dan tidak mencari pengobatan setelah kontak dengan binatang yang terinfeksi. 8asa
inkubasi untuk rabies hanya beberapa minggu hingga beberapa bulan sa!a.
'eberapa ;egara endemik rabies meliputi negara$negara di Amerika /engah Amerika
<tara Afrika 1hina dan negara$negara Asia /enggara. *aat ini prevalensi penyakit rabies
bertambah terus terutama di negara$negara Asia /enggara. (al ini perlu men!adi perhatian dan
diperlukan strategi khusus dalam menanganinya. 'eberapa bulan terakhir mulai muncul kasus$
kasus rabies di 'ali yang menyebabkan beberapa orang meninggal dunia. /entunya hal ini sangat
menarik perhatian karena se!ak tahun "%%% 'ali sudah dinyatakan bebas penyakit Rabies.
=leh karena itu penangganan dan pengelolaan awal kasus gigitan an!ing adalah sangat
penting untuk mencegah ter!adinya komplikasi$komplikasi yang fatal.
DEFINISI
Dog bite management adalah pengelolaan dan penangganan kasus gigitan an!ing.
/indakan$tindakan awal yang dilakukan saat menemukan pasien gigitan an!ing adalah sangat
penting untuk mencegah komplikasi lan!ut. /indakan$tindakan yang lazimnya dilakukan adalah
irigasi bagian luka debridement eksplorasi tindakan profilaksis dengan pemberian antibiotika
pemberian anti$tetanus dan pemberian anti$rabies. .enting untuk melakukan penanganan awal
pada kasus gigtan hewan agresif yang bisa menginfeksikan virus rabies kepada manusia. Di
mana pada kasus$kasus gigitan hewan tersebut dapat ter!adi cedera yang ekstensif sehingga
memerlukan ker!asama bedah plastik dan bedah syaraf untuk penangganan khusus rekonstruksi.
EPIDEMIOLOGI
Di negara Amerika hampir 5 !uta warga Amerika yang digigit an!ing setiap tahun dan
hampir " !uta orang yang memerlukan perhatian medis yang khusus. #asus gigitan an!ing
melibatkan individu$individu dari segala usia namun kasus yang paling sering adalah di antara
usia 5$% tahun. Lebih dari 20.000 korban gigitan an!ing harus men!alani operasi rekonstruksi dan
"5 > 60 meninggal akibat gigitan an!ing setiap tahun.
Di 'ali belum ada konsensus data$data yang dapat mendukung !umlah kasus gigitan
an!ing. ;amun se!ak akhir$akhir ini kasus rabies yang dianggap sudah dieradikasi muncul
semula di daerah bali ini dan menyebabkan beberapa orang meninggal dunia. (al ini
memerlukan perhatian khusus sehingga memerlukan strategi pengelolaan kasus gigitan an!ing.
Diperkirakan terdapat 55.000 kematian pada manusia tiap tahunnya karena rabies di seluruh
dunia dengan !umlah sekitar 2".000 di Asia dan 6,.000 di Afrika. )ndia dilaporkan memiliki
!umlah tertinggi di seluruh dunia yang utamanya ditularkan oleh an!ing. .ada tahun 6004
&ietnam memiliki rata$rata tertinggi kedua lalu disusul /hailand di posisi ketiga dengan
sebagian besar ter!adi akibat gigitan an!ing yang terinfeksi.
Rabies sangat !arang ditemukan di <*A diluar negara$negara bagian utara. /api pada
tahun 6003 rakun$rakun di Atlantik /engah dan di 'arat Laut <*A mulai mendapat epidemik
rabies se!ak tahun "%40 yang kemudian meluas hingga =hio.

PATOFISIOLOGI
9igitan an!ing biasanya menyebabkan luka tipe menghancurkan dan luka tusukan yang
dalam karena giginya yang bulat dan rahangnya yang kuat. An!ing yang keras mengayunkan
kepalanya dari sisi ke sisi saat gigitan dapat menyebabkan luka laserasi yang meluas dan
berpotensi fatal sekiranya ter!adi ruptur arteri. *eekor an!ing dewasa dapat menghasilkan 600
pounds per square inch (psi) tekanan ke atas gigitannya. ;amun sempat tercatat gigitan dari
beberapa species an!ing dewasa sebanyak ,50 psi tekanan yang berpotensi menghancurkan.
/ekanan yang ekstrim seperti itu dapat merusak struktur yang lebih dalam seperti tulang
pembuluh urat otot dan saraf. 9igitan an!ing pada bahagian tangan pada umumnya memiliki
resiko tinggi untuk ter!adinya infeksi. )ni adalah karena pasokan darah yang relatif miskin pada
kebanykkan daerah di tangan dan pertimbangan anatomis yang menyebabkan proses
pembersihan luka men!adi sulit.
*ecara umumnya semakin baik suplai darah dan semakin mudah membersihkan luka
gigitan maka semakin rendah resiko ter!adinya infeksi. 9igitan an!ing yang besar paling sering
melibatkan luka pada bahagian lengan dan kaki pada orang dewasa dan wa!ah serta kulit kepala
pada anak$anak.
FAKTOR RISIKO
Dalam 40: kasus gigitan an!ing orang digigit oleh an!ing peliharaan mereka sendiri atau
an!ing yang sering kontak dengan mereka. Antara sepertiga dan setengah dari semua kasus
gigitan an!ing ter!adi pada anak$anak. Anak$anak di bawah umur 5 tahun mempunyai
kemungkinan yang lebih tinggi untuk digigit oleh an!ing dan yang paling berisiko untuk
ter!adinya cedera yang serius. )ni ter!adi karena anak pada umur itu sering melakukan aktivitas
yang dapat memprovokasi an!ing$an!ing terutamanya an!ing liar. 'eberapa species an!ing yang
sangat agresif dan berhubungkait dalam serangan yang sering berakibat fatal yaitu an!ing pitt
bull malamutes chows rottweiler huskies gembala german dan hibrida serigala. Dari tahun
"%4+$"%++ dicatatkan sebanyak ," persen kematian yang disebabkan oleh gigitan an!ing pitt
bull. Lelaki sering dilaporkan sebagai korban gigitan an!ing yang paling banyak. 8ayoritas kasus
gigitan an!ing paling banyak dilaporkan ter!adi pada waktu siang dimana cuaca adalah panas.
#=8.L)#A*).
". )nfeksi
8asalah utama pada kasus gigitan an!ing adalah sekiranya ter!adi infeksi. )nfeksi dapat
disebabkan oleh macam$macam kelompok patogen ?bakteri virus rikettsia spirochetes dan
!amur@. *etidaknya terdapat 3, !enis bakteria yang umunya dapat kita temukan pada mulut
an!ing yang dapat menybabkan pelbagai !enis infeksi pada manusia.
2,
*pecies $ species bakteria
*pesies Staphylococcus
Streptococcus species *pesies Streptococcus
Eikenella species Eikenella spesies
Pasteurella species Pasteurella spesies
Proteus species *pesies Proteus
Klebsiella species *pesies Klebsiella
Haemophilus species *pesies Haemophilus
Enterobacter species Enterobacter spesies
D7$6 or apnocytophaga canimorsus D7$6 atau canimorsus
apnocytophaga
!acteroides species !acteroides spesies
"ora#ella species "ora#ella spesies
orynebacterium species orynebacterium spesies
$eisseria species *pesies $eisseria
%usobacterium species %usobacterium spesies
Pre&otella species Pre&otella spesies
Porphyromonas species Porphyromonas spesies
)nfeksi lokal dan sellulitis adalah penyebab utama morbiditas manakala sepsis adalah
komplikasi lan!ut dari luka gigitan an!ing yang tidak terawat baik. *epsis 1$ canimorsus sering
ter!adi pada individu yang immunocompromised. )nfeksi pada kasus gigitan an!ing biasanya
disebabkan bakteri yang polymicrobial dan sering merupakan campuran bakteria anaerob dan
aerob.
A Diabetes mellitus
A 0dema kronis pada ekstremitas
A .enyakit kronis
A .asien yang immunosuppresif
A Dysfungsi hati
A .asien dengan systemic lupus erytematousu
6. #erusakkan -aringan
9igitan an!ing dapat menyebabkan ter!adinya cedera tisu dan !aringan yang kadang$
kadang sangat ekstensif. 9igitan an!ing pada anak$anak sering melibatkan daerah muka dan
kepala sehingga dapat menyebabkan kerusakkan pada !aringan ?disfigurement). 9igitan an!ing
dapat menyebabkan luka tusuk yang dalam ataupun kadang$kadang luka laserasi yang luas.
9igitan an!ing !uga menyebabkan cedera arteri syaraf otot tendon dan kadang$kadang dapat
menyebabkan pasien kehilangan anggota badan. 1edera yang ekstensif memerlukan ker!asama
bedah plastik dan bedah syaraf untuk penangganan khusus rekonstruksi.
62
2. /etanus
.ada kasus gigitan an!ing yang tidak ditanggani baik !uga dapat menyebabkan tertularnya
penyakit tetanus. /etanus dapat ter!adi karena neurotoksin yang diproduksi oleh bakteria
anaerobik clostridium tetani. 9e!ala$ge!ala tetanus adalah demam nyeri parastesia di sekitar
luka dan ke!ang. #e!ang pada tetanus sifatnya adalah tonik. *elain itu dapat !uga ter!adi
spasmus otot punggung opistotonus dan trismus ?'ock (a)@.
%
,. Rabies
8anusia tertular rabies melalui gigitan hewan yang terinfeksi. &irus rabies terdapat
dalam saliva otak atau !aringan saraf binatang yang terinfeksi.
53
An!ing liar dan an!ing yang
tidak mempunyai riwayat vaksinasi rabies adalah penyebab utama penyebaran virus rabies. &irus
rabies adalah suatu R;A virus dari keluarga Rhabdoviridae ?genus Lyssavirus@ genom beruntai
tunggal tidak bersegmen dan berbentuk peluru yang diselimuti selaput glikoprotein berbentuk
ton!olan berfungsi sebagai antigen utama yang menginduksi dan mengikat penetral antibodi
virus yang sangat penting untuk kekebalan.
&irus rabies bersifat sangat neurotropik dimana mereka menyebar melalui sistem saraf
dan akhirnya menyerang sistem saraf perifer dan menyebabkan infeksi akut. &irus rabies
membelah diri dalam otot atau !aringan ikat pada tempat inokulasi dan kemudian memasuki saraf
tepi pada sambungan neuromuskuler.
*etelah virus menempel pada reseptor nikotinik asetilkolin lalu virus menyebar secara
sentripetal melalui serabut saraf motorik dan !uga serabut saraf sensorik tipe cepat dengan
kecepatan 50 sampai "00 mm per hari. *etelah melewati medula spinalis virus bereplikasi pada
motor neuron dan ganglion sensoris akhirnya mencapai otak. *etelah melewati medula spinalis
virus akan menginfeksi tegmentum batang dan nukleus selebelaris batang otak selan!utnya virus
akan menyebar ke sel purkinye serebelum diencefalons basal ganglia dan akhirnya menu!u
korteks serebri penyebaran menu!u hipokampus ter!adi lebih lambat dengan girus dentatus yang
relatif tidak terinfeksi.
9e!ala klinis rabies pada manusia terbagi oleh beberapa stadium yaituB
""
". .eriode inkubasi ? 20$ %0 hari @
6. 9e!ala prodromal ? 6$"0 hari @
2. 9e!ala neurologi akut ? 6$4 hari @
,. #oma atau kematian ? 0$", hari @
.eriode inkubasi
*angat bervariasi dari , hari sampai beberapa tahun dan cenderung lebih singkat pada gigitan di
muka ?C 25 hari@ daripada gigitan di tungkai ?C 56 hari@ #etika seseorang pertama kali digigit
oleh hewan yang terinfeksi rabies ge!alanya dapat terlihat pada otot rangka. 8asa inkubasi rata$
rata pada manusia sekitar 2 > + minggu lebih lama daripada masa inkubasi pada hewan. *angat
!arang tapi pernah ditemukan masa inkubasi selama "% tahun. .ada %0 : kasus masa
inkubasinya kurang dari " tahun. Ada pula yang menyebutkan bahwa masa inkubasinya adalah
30 hari untuk gigitan yang terdapat di kaki. 9igitan pada wa!ah hanya membutuhkan waktu
sekitar 20 hari. (al ini disebabkan karena lokasi inokulasi yang makin dekat dengan otak makin
pendek masa latennya. .ada masa inkubasi ini virus rabies menghindari sistem imun dan tidak
ditemukan adanya respon antibodi. *aat ini pasien dapat tidak menun!ukkan ge!ala apa > apa
?asimptomatik@.
7ase prodromal
.ada stadium prodromal virus mulai memasuki sistem saraf pusat. *tadium prodromal
berlangsung 6 > "0 hari dan ge!ala tak spesifik mulai muncul berupa sakit kepala lemah
anoreksia demam rasa takut cemas nyeri otot insomnia mual muntah dan nyeri perut.
.arestesia atau nyeri pada lokasi inokulasi merupakan tanda patognomonik pada rabies dan
ter!adi pada 50 : kasus pada stadium ini dan tanda ini mungkin men!adi satu$satunya tanda
awal. *etelah beberapa hari akan timbul manifestasi ge!ala rabies galak ataupun ge!ala rabies
paralitik tergantung medulla spinalis ataukah otak yang dominan terinfeksi.
9e!ala neurologi akut
*etelah melewati stadium prodromal maka dimulailah stadium kelainan neurologi yang
berlangsung sekitar 6 > 4 hari. .ada stadium ini sudah ter!adi perkembangan penyakit pada otak
dan ge!alanya dan dapat dibedakan men!adi encephalitis rabies atau rabies galak atau furious
rabies dan paralitik rabies. (al itu dibedakan berdasarkan pada organ mana yang dominan
terinfeksi apakah otak atau medula spinalis. 0ncefalitis rabies merupakan ge!ala yang paling
sering di!umpai pada penderita rabies. .enderita menun!ukan episode hipereksitabilitas yang
mencerminkan gambaran infeksi otak ditandai episode kebingungan halusinasi agitasi dan
tingkah laku yang agresif yang berlangsung dalam beberapa menit dan diikuti oleh fase tenang.
9e!ala hipereksitabilitas ter!adi secara spontan atau diprovokasi oleh rangsangan sensorik.
*ebagian besar penderita menun!ukan ge!ala hidrofobia dengan trias B spasme otot inspirasi
laringospasme dan ketakutan menelan. (idrofobia dapat diprovokasi dengan minum air
memberi air pada kulit penderita bahkan melihat air atau mendengar kata air. 8ekanisme
hidrofobia yang diakibatkan oleh infeksi selektif yang menginhibisi motor neuron pada nukleus
ambigus di batang otak yang meningkatkan peningkatan reflek pertahanan yang memproteksi
saluran pernafasan.
9e!ala lain antara lain hiperestesia bingung halusinasi kadang agresif tidak terkendalikan.
.erubahan tingkah laku diakibatkan oleh infeksi pada neuron di area limbik. (ipersalivasi dan
hiperlakrimasi yang diakibatkan oleh disfungsi otonom dimana ter!adi rangsangan berlebihan
pada sistem parasimpatis dapat ter!adi lesi saraf kranialis terutama pada saraf kranialis ))) &)
&)) )D D D) D)). Disfungsi otonom sebagai akibat ter!adinya infeksi yang melibatkan sistem
otonom pusat dan !alur sistem otonom saraf medula spinalis atau ganglion otonom. Rangsangan
parasimpatis meningkatkan produksi saliva. Reflek yang menyiksa dan tiba$tiba mengakibatkan
ter!adi spasme laringoparingeal nyeri tenggorok dan nyeri dada yang merupakan episode
bangkitan E ke!ang dimana leher dan punggung mengalami ekstensi seperti epistotonus dan leher
terangkat ke atas yang diakhiri oleh henti !antung dan henti nafas.
.ada rabies paralitik terdapat ge!ala kelumpuhan yang menon!ol berupa paresis pada keempat
ekstrimitas serta gangguan sfingter ani. 9e!ala yang mirip terkadang mirip suatu sindrom 9ullain
'arre. #adang disertai hidrofobia dan spasme otot laring pada fase terminal.
#oma
/anpa terapi suportif F pasien akan meninggal di hari pertama hidrofobia G akan !atuh men!adi
koma atau mengalami paralisis flaccid dan !arang ada yang bertahan lebih dari " minggu tanpa
perawatan intensif.
"6
#omplikasi lain$lain
#omplikasi lain$lain yang dapat kita temukan pada kasus gigitan an!ing adalah arthritis septic
osteomielitis peritonitis endokarditis tenosynovitis endolpthalmitis dan meningitis.
MANAJEMEN
Manajemen awal
.ertama sekali dilakukan adalah memastikan pasien stabil ini dilakukan dengan cara
mengevaluasi status A'1 ?air)ay* breathing* circulation@. *etelah memastikan pasien secara
medis stabil dan vital signnya bagus harus memulai mencatatkan anamnesa pasien yang
lengkap?sacred se&en dan fundamental four@. )nformasi yang tepat seperti waktu dan lokasi
ke!adian apakah an!ing tersebut diprovokasi status imunisasi an!ing dapat membantu
menentukan pasien yang berisiko infeksi. *elain itu adalah penting dilakukan anamnesa tentang
status imunisasi tetanus pasien pengobatan sekarang riwayat penyakit$penyakit penyerta dan
status alergi pasien.
*etelah itu dilakukan evaluasi fisik pasien bagi mengetahui klasifikasi luka pada korban
gigitan an!ing apakah !enis luka tusuk laserasi abrasi atau avulsi serta evaluasi tingkat
keparahan dari luka tersebut. (endaklah dievaluasi apakah ter!adinya cedera pada tendon
pembuluh darah syaraf tulang atau kerusakkan ligamen. .emeriksaan motorik dan
neuromuskular yang lengkap haruslah dilakukan untk mengevaluasi fungsi motorik pasien. Dan
tidak lupa !uga untuk mengevaluasi tanda$tanda infeksi ?demam menggigil nyeri tubuh mual
muntah kelemahan nyeri eritema eksudat edema panas atau bau busuk yang berasal dari
cedera@.
Pemerikaan !am"a#an
8eskipun anemnesa dan pemeriksaan fisik adalah yang utama harus diker!akan untuk diagnosis
dan mana!emen dari luka gigitan an!ing. ;amun terdapat pemeriksaan tambahan yang dapat kita
ker!akan dalam menentukan rencana terapi selan!utnya. .emeriksaan radiologik dapat diker!akan
sekiranya curiga ter!adi fraktur tulang adanya foreign body?benda asing@ ataupun curiga
ter!adinya infeksi. Dengan pemeriksaan radiologik maka kita evaluasi apakah ter!adinya fraktur
tulang ataupun gigitan an!ing yang menembus kapsul sendi sehingga ter!adinya septik arthritis.
*elain itu mempertimbangan untuk evaluasi vaskular !ika ada kemungkinan cedera vaskular.
.emeriksaan kultur dapat diker!akan sekiranya curiga ter!adi infeksi. .asteurella 8ultocida
adalah organism yang paling &irulent yang bisa menyebabkan infeksi dalam 6, !am pasca
gigitan. /es lab yang lain diker!akan atas indikasi kondisi pasien contohnya seandainya curiga
ter!adinya sepsis maka tes darah lengkap dan kultur darah dapat diker!akan.
"624
Manajemen l$ka
5ang pertama sekali kita haruslah mencuci luka gigitan dengan air mengalir dan sabun atau
detergen selama "0$"5 menit kemudian diberikan antiseptik ? po&idone+iodine iodine tincture
aqueous iodine solution atau alkoholEetanol @ tusukan yang dalam disemprot dengan air sabun.
*ekiranya ter!adi perdarahan yang ekstensif maka harus segera diberikan sebuah penekanan
dengan cara bandase untuk mengendalikan perdarahan. *ekiranya perdarahannya dapat
dekendalikan maka langkah seterusnya adalah eksplorasi dan biasanya dilakukan pada luka yang
dalam atau luka tusukan. 0ksplorasi dilakukan dengan cara membius !aringan yang luka
sehingga dapat melakukan irigasi dan biasanya dilakukan pada luka terbuka. )rigasi dilakukan
dengan cara mengairi luka dengan larutan saline dan !uga larutan antiseptik betadin dalam nisbah
6B". Dengan irigasi diharapkan dapat mengerluarkan debris atau kotoran dari luka dan !uga
mengurangi insiden ter!adinya infeksi. 1airan antiseptik povidone ": didapatkan lebih baik
dipakai untuk irigasi luka atau gigitan terkontaminasi oleh karena povidone "0: yang
diencerkan men!adi ": adalah germicidal tetapi tidak merusakkan !aringan. Adalah penting
untuk mengairi bahagian luka dengan larutan saline sebanyak mungkin untuk mengerluarkan
debris dan bakteria yang bahaya. *ebuah penelitian mendapatkan bahwa dengan irigasi yang
berlebihan secara signifikan mengurangi tingkat infeksi lebih dari 50:.
"62,
Debris haruslah dibersihkan dengan baik dari luka dengan cara melakukan debridement.
;amun tidak semua luka membutuhkan debridement hanya luka dengan !aringan yang rusak
dan nekrotik yang harus dilakukan debridement. Luka tusuk biasanya tidak perlu dilakukan
debridement. Adalah penting untuk melakukan debridement untuk memastikan penyembuhan
!aringan di sekitarnya dengan baik.
4
*etelah luka dibersihkan keputusan haruslah dibuat apakah luka itu harus di!ahit.
'iasanya luka pada daerah muka haruslah di!ahit dengan alasan kosmetik dan untuk mencegah
ter!adinya scar. /etapi pada luka yang minimal dan luka yang lebih dari 6, !am dapat dibiarkan
terbuka untuk sembuh. Luka dengan risiko tinggi komplikasi dan infeksi? misalnya luka pada
tangan dan luka tusukan yang dalam@ dapat dibiarkan terbuka dengan alasan penyembuhannya.
Luka pada daerah wa!ah atau leher yang ekstensif dan sulit diker!akan hendaklah dikonsulkan ke
bedah plastik untuk penangganan selan!utnya.
""2
*elain itu haruslah dikonsul ke bahagian bedah plastik atau bedah syaraf atau bedah
ortopaedi untuk operasi rekonstruksi sekiranya ter!adi cedera !aringan yang ekstensif ruptur
arteri tendon otot atau ter!adi komplikasi pada tulang.
Pr%&ilaki an!i"i%!ika
1uma sekitar "5 $60: kasus gigitan an!ing ter!adinya infeksi. 1edera crush* luka tusukan
dan luka pada tangan lebih memungkinkan untuk ter!adi infeksi dan sering memerlukan
profilaksis antibiotika. Antibiotika biasanya diresepkan pada situasi yang berisiko tinggi
contohnya pada cedera menghancurkan?crush in(ury@ cedera tangan cedera genital luka yang
membutuhkan debridement dan luka yang melibatkan sendi tulang ligamen atau tendon. *elain
itu profilaksis antibiotika !uga diberikan pada orang yang berisiko ter!adinya infeksi contohnya
pasien diabetes sirosis atau immunosuppresif. Antibiotika umumya tidak diperlukan seandainya
!ika luka sudah ter!adi lebih dari dua hari dan tidak ada tanda$tanda infeksi lokal atau sistemik.
<ntuk kasus$kasus seperti itu antibiotika resistence beta$laktamase spektrum$luas yang
sering dipakai. /in!auan sistematis pemeriksaan infeksi pada !aringan lunak mendapatkan bahwa
amoksisilinE klavulanate men!adi antibiotika pilihan karena tingginya insiden infeksi .asteurella
penisillin. <ntuk pasien yang allergik terhadap penicillin doksisiklin men!adi pilihan alternatif.
;amun doksisiklin sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil atau pada anak$anak muda
kurang dari + tahun. .ada wanita hamil bisa digantikan dengan antibiotika eritromisin. Alternatif
lain untuk populasi anak$anak adalah kombinasi klindamisin dan trimetoprim$sulfametoksazol.
Antibiotika profilaksis yang diberikan haruslah diresep untuk 5 sampai 4 hari. .asien dengan
luka terinfeksi biasanya membutuhkan antibiotika selama "0$", hari.
Pr%&ilaki an!i'ra"ie
Di Amerika *erikat pasien setelah paparan mendapatkan satu dosis human rabies
immunoglobulin ?(R)9@ dan empat dosis vaksin rabies selama periode ", hari. Dosis
)munoglobulin tidak boleh melebihi 60 unit per kg berat badan yang hanya diinfiltrasikan
disekitar luka gigitan.
.emberian imunisasi untuk mencegah rabies dilakukan melalui dua cara B imunisasi
sesudah terkontak ?post+e#posure prophyla#is@ dan imunisasi sebelum terkontak ?pre+e#posure
prophyla#is@. /erapi setelah terpapar virus rabies dapat dilakukan dengan pemberian &AR
?&aksin Anti Rabies@ sa!a atau dengan *AR. &AR sa!a bila gigitan pada luka yang tidak
berbahaya ?!ilatan eskoriasi lecet@ disekitar tangan dan kaki. .emberian &AR dengan *AR bila
luka berbahaya ?!ilatanEluka pada mukosa luka pada muka kepala leher lengan tungkai
genitalia luka yang dalamEmultipel@.
"2
.emberian &AR adalah sebagai berikut B .urified ,ero -abies ,accine ?.&R&@ sesudah
digigit merupakan vaksin kering beku berupa virus rabies ?Histar Rabies .8EH) 2+$"502$2 8
*train@. Dosis pada dewasa dan anak sama yaitu hari ) kun!unganEhari ke 0 diberikan dosis
masing$masing 05 ml di deltoid kanan dan kiri. (ari ke 4 diberikan lagi 05 ml secara )8 di
deltoid diulangi pada hari ke 'ila hendak diberikan bersama dengan *AR maka diulang lagi 05
ml pada hari ke %0
"
. &aksinasi intramuskular diberikan di daerah deltoid bukan di daerah gluteus
karena dihubungkan dengan kondisi gluteus yang banyak mengandung lemak dibandingkan otot
sehingga in!eksi vaksin gagal.
*edangkan cara pemberian *AR yang terdiri dari dua !enis antara lain
". *erum heterolog berasal dari serum kuda dilakukan skin test sebelum penyuntikan.
Dilakukan infiltrasi pada luka sebanyak$
banyaknya sisanya disuntikkan secara )8 dengan dosis ,0 )<Ekg'' atau diberikan
bersamaan dengan &AR hari )
kun!unganEhari ke 0.
6. *erum homolog dari serum darah manusia yang diinfiltrasi pada luka sebanyak$banyaknya
sisanya secara )8 dengan dosis ,0
)<Ekg'' atau diberikan bersamaan dengan &AR hari ) kun!unganEhari ke 0.

-ika belum pernah mendapatkan imunisasi maka suntikan vaksin rabies diberikan pada
saat digigit hewan rabies dan pada hari ke 2 4 ", dan 6+. ;yeri dan pembengkakan di tempat
suntikan biasanya bersifat ringan. -arang ter!adi reaksi alergi yang serius kurang dari ": yang
mengalami demam setelah men!alani vaksinasi. -ika penderita pernah mendapatkan vaksinasi
maka resiko menderita rabies akan berkurang tetapi luka gigitan harus tetap dibersihkan dan
diberikan 6 dosis vaksin ?pada hari 0 dan 6@.
.rofilaksis tetanus
*elain itu !uga harus mempertimbangkan pemberian tetanus. *etiap luka yang dalam dan
luka tusukan biasanya bisa terkontaminasi oleh spora tetannus oleh itu adalah penting pemberian
profilaksis tetanus untuk mana!emen pasien gigitan an!ing. .asien harus menerima tetanus toIoid
!ika imunisasi terakhir diberikan lebih dari 5 tahun sebelumnya. .asien yang status imunisasi
tetanusnya tidak diketahui dan yang menerima kurang dari tiga kali imunisasi tetanus haruslah
diberikan suntikan tetanus immunoglobulin ataupun toksoid tetanusEdifteria dan vaksin diberikan
sesuai dengan umur pasiennya.
F%ll%w'$(
.asien dan keluarga hendaklah dididik tentang perawatan luka di rumah. <ntuk mengurangi rasa
nyeri atau bengkak dapat dilakukan dengan menerapkan es pada daerah gigitan dilakukan
selama "5 minit setiap !am untuk 6, !am pertama. Daerah gigitan an!ing haruslah diimobilisasi
untuk sementara supaya tidak memperparah kondisi. Daerah luka dicuci dengan air dan sabun
yang secukupnya dan !angan merendam bahagian yang luka dalam air. .asien hendaklah
diedukasikan tentang dosis dan pengambilan antibiotika sekiranya ada dan mengan!urkan pasien
untuk menghabiskan semua obat antibiotika yang ada. .asien !uga haruslah disuruh kembali ke
rumah sakit sekiranya muncul ge!ala$ge!ala infeksi atau nyeri yang semakin parah. .asien
hendaklah kontrol ke poli dalam 2 hari untuk rawat luka dan buka !ahitan sekiranya lukanya
sudah kering. .asien !uga diedukasi tentang pencegahan dari gigitan an!ing.
DA7/AR .<*/A#A
". herese R.Ridzzo -eniffer Leftner 8*; 7;.$'1 8argitt ' .hd 600+. 1linical management
of dog bite in!uries. Available from B httpBEEwww.clinicaladvisor.comEclinical$management$of$
dog$bite$in!uriesEarticleE""%+"5E ?Accesed -une +
th
60"0@
6. Alisia .erkins 8D *truart (arris 8D 600%. 0$medcine specialities animal bites.
Available from B httpBEEemedicine.medscape.comEarticleE43++45$overview ?Accesed -une
%
th
60"0@
2. 'en!amin 1 8D 8elissa 1onrad 8D 600%. 8edcine;et Dog 'ite /reatments. Available
from B httpBEEwww.medicinenet.comEdogJbiteJtreatmentEarticle.htm.
?Accesed -une %
th
60"0@
,. American 7amily .hysicians 600". /reatments of Dog 'ites. Available from B
httpBEEwww.aafp.orgEafpE600"E0,"5Ep"534.html . ?Accesed -une "0
th
60"0@
5. Danielly. 600%. /ravel 1linic 8atraville. Available from B www.vaccinations.com.
?Accesed

-une ""
th
60"0@
3. Hikipedia. 600%. Rabies. Available from B httpBEEid.wikipedia.org ?Accesed

-une "6
th

60"0@
4. -eniffer 'room 8arion L Hoods 6003. 8anagemet of 'ite )n!uries. ? Available from B
httpBEEwww.australianprescriber.comEmagazineE6%E"E3E+E. ? Accesed -une "6
th
60"0@.
+. Danielly. 600%. /ravel 1linic 8atraville. Available from B www.vaccinations.com.
?Accesed

-une "
st
60"0@
%. .erhimpunan Dokter *pesialis *araf )ndonesia. 6003. 'uku .edoman *tandar .elayanan
8edis dan *tandar .elayanan =perasional ;eurologi. -akarta B .0RD=**).
"0. *iswono. 6003. ).' #embangkan &aksin Rabies 'aru KonlineL. Available from B
httpBEEwww.gizi.net. ?AcessedB -une ,
th
60"0@
"". -ackson Alan. 6004. )n B Rabies. 1haron /ec Ltd 1hennal )ndia B "$32,.
"6. *hakir RA. "%%3. Rabies. )n B /ropical ;eurology. H' *aunders 1ompany L/D
.hiladelphia B 56$4".
"2. .atient <# 600%. Dog 'ites and managements. Available from B
httpBEEwww.patient.co.ukEdoctorE'ites$(uman$and$Animal.htm?Accesed -une "6
th
60"0.@