Вы находитесь на странице: 1из 18

Proses produksi

Posted by Adithya Rahman on 12 May 2013


Bagian chuck pada mesin bubut.
1. chuck rahang 3
Jenis chuck ini biasanya digunakan untuk benda kerja berbentuk silinder. Ketiga rahang chuck
akan membuka dan menutup secara
bersamaan.


2. Chuck Rahang Dua
Chuck ini dapat digunakan dengan soft jaw (biasanya paduan alumunium) yang dapat dimesin
untuk memyesuaikan diri dengan benda kerja tertentu.






3. Chuck Rahang Empat
Chuck rahang empat digunakan untuk membubut eksentrik, membubut benda yang bentuknya
tidak teratur dan membubut benda yang berbentuk segi empat. Rahang chuck ini tidak bergerak
serentak, melainkan sendiri-sendiri atau independent.





4. Quadrant pada mesin bubut
Susunan pulley yang mentransmisikan putaran antara gear box dan quick change gear box.




Jig dan fixture
Jig dan fixture adalah alat pemegang benda kerja produksi yang digunakan dalam rangka
membuat penggandaan komponen secara akurat. Hubungan dan kelurusan yang benar antara alat
potong atau alat bantu lainnya dan benda kerja mesti dijaga. Untuk melakukan ini maka
dipakailah jig atau fixture yang didesain untuk memegang, menyangga dan memposisikan setiap
bagian sehingga setiap pengeboran, permesinan dilakukan sesuai dengan batas spesifikasi.
Jig didefinisikan sebagai peralatan khusus yang memegang, menyangga atau ditempatkan pada
komponen yang akan dimesin. Alat ini adalah alat bantu produksi yang dibuat sehingga ia tidak
hanya menempatkan dan memegang benda kerja tetapi juga mengarahkan alat potong ketika
operasi berjalan.
Fixture adalah peralatan produksi yang menempatkan, memegang dan menyangga benda kerja
secara akurat sehingga pekejaan permesinan yang diperlukan bisa dilakukan. Fixture harus
dipasang tetap ke meja mesin dimana benda kerja diletakkan.
Beberapa macam jig adalah sebagai berikut:
1. Jig template adalah jig yang digunakan untuk keperluan akurasi. Jig tipe ini terpasang diatas,
pada atau didalam benda kerja dan tidak diklem. Template bentuknya paling sederhana dan tidak
mahal.




2. Jig plate adalah jig sejenis dengan template, perbedaannya hanya jig jenis ini mempunyai
klem untuk memegang benda kerja.




3. Jig sandwich adalah bentuk jig plate dengan plat bawah. Jig jenis ini ideal untuk komponen
yang tipis atau lunak yang mungkin bengkok atau terlipat pada jig jenis ini.




4. Jig angle plate (pelat sudut) digunakan untuk memegang komponen yang dimesin pada sudut
tegak lurus terhadap mounting locatornya (dudukan locator) yaitu dudukan untuk alat penetapan
posisi benda kerja. Jika sudut pegangnya bisa selain 90 derajat disebut jig pelat sudut modifikasi.
>> jig angle plate



>> jig plate sudut modifikasi



5. Jig kotak atau jig tumble, biasanya mengelilingi komponen. Jig jenis ini memungkinkan
komponen dimesin pada setiap permukaan tanpa memposisikan ulang benda kerja pada jig.




6. Jig pompa adalah jig komersial yang mesti disesuaikan oleh pengguna. Pelat yang diaktifkan
oleh tuas membuat alat ini bisa memasang dan membongkar benda kerja dengan cepat.




Jenis fixture dibedakan terutama oleh bagaimana alat bantu ini dibuat. Perbedaan utama dengan
jig adalah beratnya. Fixture dibuat lebih kuat dan berat dari jig dikarenakan gaya perkakas yang
lebih tinggi.
Beberapa contoh fixture adalah sebagai berikut:
1. Fixture pelat adalah bentuk paling sederhana dari fixture. Fixture dasar dibuat dari pelat datar
yang mempunyai variasi klem dan locator untuk memegang dan memposisikan benda kerja.
Konstruksi fixture ini sederhana sehingga bisa digunakan pada hampir semua proses permesinan.




2. Fixture pelat sudut adalah variasi dari fixture pelat. Dengan fixture jenis ini, komponen
biasanya dimesin pada sudut tegak lurus terhadap locatornya. Jika sudutnya selain 90 derajat,
fixture pelat sudut yang dimodifikasi bisa digunakan.
>> fixture pelat sudut



>> fixture plat sudut modifikasi



3. Fixture vise-jaw, digunakan untuk permesinan komponen kecil. Dengan alat ini, vise jaw
standar digantikan dengan jaw yang dibentuk sesuai dengan bentuk komponen.




Dead center dan life center
Dead Center adalah ujung alat yang menahan benda kerja seperti lathe center, revolving(live)
center, reamers dan drills. Dead center tidak berputar bebas, tetapi diam. Digunakan untuk
menopang benda kerja dengan menekan pada pusat bagian tengahnya. Saat digunakan pada
posisi yang tepat, dead center akan menimbulkan gesekan antara benda kerja dan pusat bagian
tengahnya (titik pusat), sesuai perputaran pada benda kerjanya. Lubrikasi sangat diperlukan
untuk mencegahnya gesekan.




Life Center adalah ujung tailstock yang menahan benda kerja. Berbeda dengan dead center, life
center dapat berputar bebas. Digunakan untuk menahan benda kerja dengan menekan pada pusat
bagian tengahnya.




Macam-macam pahat sekrap
Menurut bentuknya yaitu:
a) Pahat Sekrap Kasar Lurus
b) Pahat Sekrap Kasar Lengkung




c) Pahat Sekrap Datar
d) Pahat Sekrap Runcing




e) Pahat Sekrap Sisi
f) Pahat Sekrap Sisi Kasar
g) Pahat Sekrap Sisi Datar




h) Pahat Sekrap Profil




i) Pahat Sekrap Masuk Ke Dalam atau Pahat Sekrap Masuk Ke Luar Lurus
j) Pahat Sekrap Masuk Ke Dalam atau Pahat Sekrap Masuk Ke Luar Diteruskan




Kikir
Kikir terbuat dari baja karbon tinggi yang ditempa dan disesuaikan dengan ukuran panjang,
bentuk, jenis dan gigi pemotongnya. Adapun fungsi utama dari kikir adalah untuk mengikir dan
meratakan permukaan benda kerja, Ukuran panjang sebuah kikir adalah panjang badan ditambah
dengan tangkainya.





Kaliper
Kaliper atau sering disebut dengan jangka sorong ini adalah alat ukur yang ketelitiannya dapat
mencapai seperseratus milimeter. Terdiri dari dua bagian, bagian diam dan bagian bergerak.
Pembacaan hasil pengukuran sangat bergantung pada keahlian dan ketelitian pengguna maupun
alat. Sebagian keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan display digital. Pada versi analog,
umumnya tingkat ketelitian adalah 0.05mm untuk jangka sorang dibawah 30cm dan 0.01 untuk
yang di atas 30cm.






Berikut ini cara menentukan ketelitian dari sebuah vernier caliper atau Jangka Sorong atau
Sketmat :
1. Jangka Sorong dengan Ketelitian 0,02 mm





Pada gambar diatas terbaca 49 Skala Utama = 50 Skala Nonius Jadi besarnya 1 skala nonius =
1/50 x 49 Skala Utama = 0,98 Skala Utama Maka : Ketelitian dari jangka sorong tersebut adalah
= 1 0,98 = 0,02 mm Atau : Ketelitian jangka sorong itu adalah : 1 bagian Skala utama itu,
dibagi sebanyak jumlah skala nonius = 1/50 = 0,02 mm
2. Jangka sorong dengan ketelitian 0,05mm




Pada gambar diatas terbaca 39 Skala Utama = 20 Skala Nonius Jadi besarnya 1 skala nonius =
1/20 x 39 Skala Utama = 1,95 Skala Utama
Maka : Ketelitian dari jangka sorong tersebut adalah =2 1,95 = 0,05 mm Atau : Ketelitian
jangka sorong itu adalah : 1 bagian Skala utama itu, dibagi sebanyak jumlah skala nonius = 1/20
= 0,05 mm
3. Jangka Sorong dengan ketelitian 0,1 mm




Pada gambar diatas terbaca 9 Skala Utama = 10 Skala Nonius
Jadi besarnya 1 skala nonius = 1/10 x 9 Skala Utama = 0,9 Skala Utama
Maka : Ketelitian dari jangka sorong tersebut adalah =1 0,9 = 0,1 mm
Atau : Ketelitian jangka sorong itu adalah : 1 bagian Skala utama itu, dibagi sebanyak jumlah
skala nonius = 1/10 = 0,1 mm.
Kegunaan kaliper adalah:
1. Untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara diapit.
2. Untuk mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya berupa lubang (pada pipa,
maupun lainnya) dengan cara diulur.
3. Untuk mengukur kedalamanan celah/lubang pada suatu benda dengan cara
menancapkan/menusukkan bagian pengukur.

Macam-macam Belt dan Pulley
Sabuk atau belt terbuat dari karet dan mempunyai penampung trapesium.Tenunan, teteron dan
semacamnya digunakan sebagai inti sabuk untuk membawa tarikan yang besar. Belt (sabuk)
digunakan untuk mentransmisikan daya dari poros yang satu ke poros yang lainnya melalui roda
(pulley) yang berputar dengan kecepatan sama atau berbeda.
Berdasarkan bentuk, belt di bagi menjadi 3. Di antaranya :
1. V-Belt
Belt yang berpenampang trapesium, terbuat dari tenunan dan serat-serat yang dibenamkan pada
karet kemudian dibungkus dengan anyaman dan karet; digunakan untuk mentransmisikan daya
dari poros yang satu ke poros yang lainnya melalui pulley yang berputar dengan kecepatan sama
atau berbeda. V-Belt terbuat dari kulit, anyaman benang atau karet.





Kelebihan V-Belt
1. V-Belt lebih kompak
2. Slip kecil di banding flat belt
3. Operasi lebih tenang
4. Mampu meredam kejutan saat start
5. Putaran poros dapat dalam 2 arah & posisi kedua poros dapat sembarang
Kelemahan V-Belt
1. Tidak dapat digunakan untuk jarak poros yang panjang
2. Umur lebih pendek
3. Konstruksi pulley lebih kompleks disbanding pulley untuk flat belt.
2. Sabuk Datar ( Flat Belt )
Bahan sabuk pada umumnya terbuat dari samak
atau kain yang diresapi oleh karet.Sabuk datar yang modern terdiri atas inti elstis yang kuat
seperti benang baja atau nilon.Pada sbauk datar terjadi pengereman karena adanya sambungan
sabuk.

Berdasarkan fungsi, belt di bagi menjadi beberapa bagian. Di antaranya :
1. Open Belt Drive
Untuk poros sejajar dan berputar dalam arah yang sama .







2. Crossed or twist belt drive
Untuk poros sejajar dan berputar berlawanan arah.Karena belt saling bergesekan maka belt
menjadi cepat aus dan sobek.Jarak poros dibatasi maksimum 20 kali lebar belt dan kecepatan
maksimim 20 meter/s.







3. Quarter turn belt drive
Untuk poros yang bersilangan tegak lurus dan berputar dalam arah tertentu.Lebar pulley harus
lebih dari 1,4 kali lebar sabuk.






4. Belt drive with idler pulley
Untuk memperbesar sudut kontak jika jarak poros cukup panjang. Dengan cara ini dapat
digunakan untuk perbandingan kecepatan tinggi, dan untuk menambah tarikan belt.





5. Compound belt drive
Digunakan untuk transmisi daya dari dari sebuah poros ke beberapa roda.







Macam-macam Roda Gigi
Roda gigi adalah bagian dari mesin yang berputar yang berguna untuk
mentransmisikan daya.Roda gigi memiliki gigi-gigi yang saling bersinggungan dengan gigi dari
roda gigi yang lain. Dua atau lebih roda gigi yang bersinggungan dan bekerja bersama-sama
disebut sebagai transmisi roda gigi, dan bisa menghasilkan keuntungan mekanis melalui rasio
jumlah gigi.Roda gigi mampu mengubah kecepatan putar, torsi, dan arah daya terhadap sumber
daya.Tidak semua roda gigi berhubungan dengan roda gigi yang lain; salah satu kasusnya adalah
pasangan roda gigi dan pinion yang bersumber dari atau menghasilkan gaya translasi, bukan
gaya rotasi. Berikut ini akan dijelaskan beberapa jenis dari roda gigi, diantaranya :
1. Spur Gear
Spur adalahrodagigi yang paling sederhana, yang terdiri dari silinder atau piringan dengan gigi-
gigi yang terbentuk secara radial. Ujung jari gigi giginya lurus dan tersusun parallel terhadap
aksisrotasi.Roda gigi ini hanya bias dihubungkan secar aparalel.




2. Internal Gear
Roda gigi dalam (atau roda gigi internal, internal gear) adalah roda gigi yang gigi-giginya
terletak di bagian dalam dari silinder roda gigi.Berbeda dengan roda gigi eksternal yang memiliki
gigi-gigi di luar silindernya.Roda gigi internal tidak mengubah arah putaran.






3. Helical Gear
Gigi-gigi yang bersudut menyebabkan pertemuan antara gigi-gigi menjadi perlahan sehingga
pergerakan dari roda gigi menjadi halus dan minim getaran. Berbeda dengan spur di mana
pertemuan gigi-giginya dilakukan secara langsung memenuhi ruang antara gigi sehingga
menyebabkn tegangan dan getaran. Roda gigi heliks mampu dioperasikan pada kecepatan tinggi
dibandingkan spur karena kecepatan putar yang tinggi dapat menyebabkan spur mengalami
getaran yang tinggi. Spur lebih baik digunakan pada putaran yang rendah.