You are on page 1of 10

MAKALAH

APLIKASI SIFAT KOLIGATIF LARUTAN


DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI






Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Pelajaran KIMIA

Disusun Oleh :
Awan Adhiatmaka (06)
Fatimah Azzahroh (14)
Nabila Anindita (22)
Siva Pradipta Respati Saputra (30)




SMA NEGERI 4 SURAKARTA
2014/2015
APLIKASI SIFAT KOLIGATIF LARUTAN DALAM KEHIDUPAN
SEHARI-HARI

A. PENGERTIAN
Sifat koligatif dalam kehidupaan sehari-hari sangatlah banyak manfaat, bahkan secara
tidak langsung kita tidak menyadari bahwa kita telah menerapkan sifat koligatif dalam kehidupan
sehari-hari. Mulai dari tukang es tuntung yang menjajakan es tuntung nya sampai dengan
penggunaan dunia kesehatan pada cairan infuse.
B. APLIKASI SIFAT KOLIGATIF LARUTAN
Berikut beberapa hal yang mungkin perlu kita ketahui penerapan sifat koligatif larutan
dalam kehidupan sehari-hari :

1. Penurunan tekanan uap
Molekul - molekul zat cair yang meninggalkan permukaan menyebabkan adanya tekanan
uap zat cair. Semakin mudah molekul - molekul zat cair berubah menjadi uap, makin tinggi pula
tekanan uapzat cair. Apabila tekanan zat cair tersebut dilarutkan oleh zat terlarut yang tidak
menguap, maka partikel - partikel zat terlarut ini akan mengurangi penguapan molekul - molekul
zat cair. Laut mati adalah contoh dari terjadinya penurunan tekanan uap pelarut oleh zat terlarut
yang tidak mudah menguap. Air berkadar garam sangat tinggi ini terletak di daerah gurun yang
sangat panas dan kering, serta tidak berhubungan dengan laut bebas, sehingga konsentrasi zat
terlarutnya semakin tinggi.
Kolam Apung
Dalam kolam apung, orang tidak akan tenggelam, akan
mengambang seperti batu apung. Kolam apung dibuat
dengan melarutkan garam ke dalam air kolam dengan jumlah
besar sehingga diperoleh konsentrasi garam dalam air kolam
yang tinggi. Akibat dari itu, massa jenis air kolam dapat menjadi
lebih besar atau sama dengan massa jenis tubuh orang. Orang pun
tidak tenggalam atau akan mengapung ketika berenang di kolam
tersebut. Massa jenis larutan/air kolam yang menjadi bertambah
besar karena dilarutkan garam ke dalamnya menunjukan terjadinya
penurunan tekanan uap larutan.


2. Kenaikan Titik Didih
Titik didih zat cair adalah suhu tetap pada saat zat cair mendidih. Pada suhu ini, tekanan
uap zat cair sama dengan tekanan udara di sekitarnya. Hal ini menyebabkan terjadinya
penguapan di seluruh bagian zat cair. Titik didih zat cair diukur pada tekanan 1 atmosfer. Dari
hasil penelitian, ternyata titik didih larutan selalu lebih tinggi dari titik didih pelarut murninya.
Hal ini disebabkan adanya partikel - partikel zat terlarut dalam suatu larutan menghalangi
peristiwa penguapan partikel - partikel pelarut. Oleh karena itu, penguapan partikel - partikel
pelarut membutuhkan energi yang lebih besar. Perbedaan titik didih larutan dengan titik didih
pelarut murni di sebut kenaikan titik didih. Contohnya air mendidih pada 100 oC.

1. Didunia industri, kenaikan titik didih sangat penting dipelajari dan dipahami karena
pada suatu proses bahan industri perlu diketahui kenaikan titik didihnya, contohnya adalah proses
distilasi. Dalam proses distilasi kita harus mengetahui titik didih tiap senyawa yang dicampur
agar waktu yang diperlukan, kecepatan menguap pada campuran tersebut dapat diketahui.
Kenaikan titik didih juga digunakan untuk mengklasifikasikan bahan bakar yang digunakan
sehari-hari.
2. Pembuatan Radiator Coolant yang tahan lama dan dapat meningkatkan perfomace
mesin kendaraan bermotor.

Cairan pendingin pada radiator ini mempunyai peran yang sangat penting dalam
metransformasikan panas mesin kelingkungan, agar mesin dapat tetap bekerja pada suhu yang
optimal yang berdapak pada penghematan bahan bakar. Air sebenarnya dapat digunakan sebagai
cairan pendingin, namun air dengan titik didih 100
o
C dan titik beku 0
o
C memerlukan perhatian
dan pemeliharaan yang terlalu sering, yang lebih berbahaya bila kendaraan atau mesin digunakan
didaerah yang beriklim cukup ekstrim baik dingin maupun panas. Pada saat cuaca sangat dingin
air dalam radiator akan membeku dan dapat mengakibatkan pecahnya pipa saluran radiator serta
mesin akan sangat sulit untuk di stater. Demikian pula pada iklim yang ekstrim panas, air dalam
radiator tidak akan dapat bertahan lama karena mendidih dan tingkat penguapan yang tinggi
sehingga akan cepat habis bila tidak terkontrol akan terjadi kerusakan kendaraan yang sangat
fatal.
Untuk mengatasi masalah tersebut dibuatlah cairan pendingin pada radiator yang biasa
dikenal dengan nama Radiator Coolant. Radiator Coolant dibuat dengan mencampurkan cairan
etilen glikol atau 1,2-etanadiol dengan aquadestilata dengan perbandingan tertentu tergantung
pada kebutuhan dan situasi/iklim dimana kendaraan bermotor atau mesin tersebut digunakan. Di
daerah yang beriklim dingin, ke dalam air radiator biasanya ditambahkan etilen glikol.
Etilen glikol (glikol) merupakan senyawa yang dapat digolongkan sebagai polialkohol,
berupa zat cair yang tidak berwarna, kental dan berasa manis. Etilen glikol memiliki titik didih
yang relatif tinggi 198
o
C dan titik bekunya -11,5
o
C, mudah larut dalam air.
Reaksi Pembuatan :
Etilen glikol dapat dibuat dengan mengoksidasi etilena menggunakan katalisator
perak, sehingga terbentuk etilen oksida. Etilen oksida yang diperoleh dihidrolisis dalam
lingkungan asam sehingga terbentuk etilen glikol.
Etilen glikol seperti halnya air dapat membentuk ikatan hidrogen, maka etilen
glikol dapat bercampur dengan air pada segala perbandingan, campuran etilen glikol dalam air
banyak digunakan sebagai cairan anti beku pada kendaraan bermotor yang digunakan didaerah
beriklim dingin atau panas. Hart Harold ( 2007 : 238 )
Di daerah yang beriklim dingin, air radiator mudah membeku. Jika keadaan ini dibiarkan,
maka radiator kendaraan akan cepat rusak. Dengan penambahan etilen glikol ke dalam air
radiator diharapkan titik beku air dalam radiator menurun, dengan kata lain air tidak mudah
membeku.
Jadi, Radiator coolant merupakan aplikasi sifat koligatif kenaikan titik didih dan
penurunan titik beku dalam kehidupan sehari hari.
Sebagai contoh penggunaan etilen glikol (HOCH
2
CH
2
OH) sebagai anti beku pada sistem
pendingin kendaraan bermotor.


Air pendingin radiator kendaraan bermotor akan mendidih ketika mesin terlalu panas
disaat musim panas dan akan membeku pada saat musim dingin. Penambahan anti beku akan
menaikan titik didih dan menurunkan titik beku. Dengan perbandingan yang tepat antara etilen
glikol dan air akan melindungi air pendingin radiator kendaraan bermotor hingga suhu 48 C
sampai 113 C.


3. Memasak air

3. Penurunan titik beku
Adanya zat terlarut dalam larutan akan mengakibatkan titik beku larutan lebih kecil
daripada titik beku pelarutnya. Contohnya garam dapur dapat mencairkan salju. Contoh lainya
ialah tumpukan salju di jalan di negara bermusim dingin mudah dibersihkan dengan
menambahkan garam, sehingga menurunkan titik beku larutan, jadi titik beku larutan (garam +
salju ) akan lebih rendah dari pada titik beku salju mencairkan es di jalan dengan cara
menaburkan garam. Serta pada campuran es krim tidak membeku karena penurunan titik beku.
Selain itu Pencegahan pembekuan air radiator mobil pada saat musim dingin di daerah Eropa
juga menggunakan aplikasi dari sifat koligatif. Bahkan beberap hewan yang ada dikutub atau laut
dengan suhu dingin juga menggunakan senyawa kimia ( garam ) dalam darah nya supaya tidak
mati membeku.

Antibeku dalam tubuh hewan
Hewan-hewan yang tinggal di daerah beriklim dingin, seperti beruang kutub
memanfaatkan prinsip sifat koligatif larutan penurunan titik beku untuk bertahan hidup. Darah
ikan-ikan laut mengandung sejumlah garam dan zat-zat antibeku lainnya yang mampu
menurunkan titik beku air hingga 0,8 C. Dengan demikian ikan laut dapat bertahan di musim
dingin yang suhunya mencapai 1,9C karena zat antibeku yang dikandungnya dapat mencegah
pembentukan Kristal es dalamm jaringan dan selnya. Hewan-hewan lain yang tubuhnya
mengandung zat antibeku antara lain serangga dan neatoda. TUbuh serangga mengandung
gliserol dan dimetil sulfoksida, sedangkan nematode mengandung gliserol dan trihalose.

Membuat Cairan Pendingin
Cara membuat cairan ini adalah dengan mencampurkan garam ke dalam es. Es akan
mencair dan suhunya menjadi lebih dingin berada di bawah 00C/titik beku air. Cairan
pendingin biasanya dipakai untuk membuat es goyang. Bahan es dalam wadah dimasukkan ke
dalam cairan pendingin. Sambil terus-menerus digoyang, bahan es lama-kelamaan akan
membeku sehingga akhirnya menjadi es goyang.

Mencairkan Salju
Cara ini dilakukan dengan menaburkan campuran garam CaCl2 dan NaCl pada salju di
jalanan. Titik beku air menjadi lebih rendah setelah bercampur dengan garam. Akibatnya salju
yang bercampur dengan garam akan mencair. Makin banyak garam yang ditaburkan pada
salju, makin banyak salju yang akan mencair.


Menambahkan Zat Anti Beku pada Radiator Kendaraan

Agar cairan radiator (pendingin mesin) tidak mudah beku, terutama ketika berada di
daerah yang beriklim dingin, maka ke dalam cairan radiator harus ditambahkan zat anti beku. Zat
anti beku cairan radiator yang biasa dipakai adalah etilen glikol. Dengan menambahkan zat
anti beku (etilen glikol), maka titik beku cairan radiator jadi lebih rendah sehingga tidak mudah
membeku pada suhu yang sangat dingin.

Show Removal
Snow removal atau penghilangan salju, adalah upaya menghilangkan salju yang
menutupi jalanan supaya perjalanan tidak terganggu oleh adanya salju.


Snow removal adalah salah satu aplikasi dari sifat koligatif larutan khususnya pada
bagian penurunan titik beku. Cara yang dilakukan adalah dengan menambahkan bahan kimia
yang dapat melelehkan salju (air beku). Yang paling murah dan mudah ditemui adalah dengan
menggunakan garam dapur atau natrium klorida (NaCl). Dalam aplikasinya, garam dapur
terkadang dicampur dengan pasir atau kerikil halus, dan disebarkan menggunakan truk.
Akan tetapi, penggunaan natrium klorida, meskipun murah, namun kurang efektif. Hal
ini karena kelarutan garam dapur dalam air yang tidak terlalu besar. Larutan garam dapur akan
membeku pada suhu sekitar -18 oC. Artinya, jika suhu udara di bawah -18 oC, katakanlah -25
oC, maka garam dapur tidak dapat melaksanakan tugasnya. Belum lagi sifat korosif dari garam
dapur yang dapat menyebabkan karat pada logam terutama besi. Padahal, sebagaimana kita
ketahui, mobil, jembatan, dan hampir semua barang-barang yang ada di sekitar kita tersusun oleh
logam terutama besi.
Untuk mengatasi hal ini, banyak fihak yang kemudian menggunakan garam lain yang
lebih mahal yaitu kalsium klorida dan magnesium klorida. Kedua senyawa ini, karena memiliki
jumlah ion yang lebih banyak daripada NaCl, tidak hanya menurunkan temperatur lebih besar
daripada NaCl, tapi juga proses pelarutannya bersifat eksoterm, sehingga panas yang dihasilkan
dapat membantu melelehkan salju dengan lebih cepat dan efektif.
Cara lain adalah dengan menggunakan senyawa organik yang dicampur dengan kalium
klorida (garam batu), dan magnesium klorida. Campuran ini terbukti efektif menurunkan suhu
sampai -34 oC.
Pertanyaannya, mengapa larutan NaCl yang bersuhu -18 oC tidak mampu mencairkan es
yang bersuhu -25 oC, sedangkan campuran senyawa organik, KCl, dan MgCl2, yang bersuhu -34
oC, dapat menurunkan suhu es yang bersuhu 25 oC?
Jawabannya sederhana, karena -25 oC lebih rendah daripada -18 oC, dan lebih tinggi
daripada -34 oC.
Maksudnya ?
Begini, untuk mudahnya, perhatikan bagan sederhana berikut ini :


Nah, dari bagan di atas sudah jelas, bahwa pada suhu -18 oC, larutan NaCl sudah
membeku (berwujud padat), bagaimana dia mau mencairkan es yang suhunya -25 oC, dia saja
berbentuk padat pada suhu di bawah -18 oC. Lain halnya dengan campuran zat organik yang
bersuhu -34 oC, pada suhu -25 oC, dia berada dalam keadaan cair, jadi dia dapat mencairkan es
yang ada di sekitarnya (istilah lainnya, mentransfer energi yang dia miliki supaya es-nya
mencair).


4. Tekanan osmotic
Tekanan osmotik adalah gaya yang diperlukan untuk mengimbangi desakan zat pelarut
yang melalui selaput semipermiabel ke dalam larutan. Membran semipermeabel adalah suatu
selaput yang dapat dilalui molekul - molekul pelarut dan tidak dapat dilalui oleh zat terlarut.
danya zat terlarut dalam larutan akan mengakibatkan titik beku larutan lebih kecil daripada titik
beku pelarutnya cairan infus harus isotonik dengan darah, isotonik artinya tekanan osmotiknya
sama tekanan osmotic. Contoh aplikasi dalam bidang kesehatan, yaitu tekanan osmosis dalam
cairan infus. jika seseorang memerlukan nutrisi dari injeksi cairan infus, maka tekanan osmotik
cairan infus harus sesuai dengan tekanan osmotik darah (isotonik/isoosmotik) jika tekanan dalam
sel darah merah > tekanan cairan infus (hipertonik), maka air dalam sel darah merah akan keluar,
sehingga sel akan mengkerut. jika tekanan dalam sel darah merah < tekanan cairan infus
(hipotonik),
maka sel darah merah akan menyerap air sehingga dinding sel akan mengembang dan pecah.
Mesin Cuci Darah
Terapi cuci darah menggunakan metode dialisis, yaitu proses perpindahan molekul kecil-
kecil seperti urea melalui membran semipermeabel dan masuk ke cairan lain, kemudian
dibuang. Membran tak dapat ditembus oleh molekul besar seperti molekul-molekul darah
sehingga darah tidak akan ikut melewati/keluar membran bersama dengan molekul kecil lainnya
seperti molekul urea.


Mengawetkan Makanan

Cara lain untuk mengawetkan makanan adalah dengan menambahkan garam
dengan konsentrasi tinggi ke dalam makanan. Mikroba, penyebab rusaknya makanan, tidak
akan bertahan hidup pada lingkungan yang sangat asin. Garam yang ada akan menyerap cairan
mikroba sehingga mikroba akan kekurangan cairan dan mati.



Desalinasi Air Laut (Osmosis Balik)

Desalinasi adalah cara untuk mendapatkan air tawar dari air laut dengan proses osmosis
balik.Osmosis balik adalah perembesan pelarut dari larutan ke pelarut, atau dari larutan yang
lebih pekat ke larutan yang lebih encer. Osmosis balik terjadi jika kepada larutan diberikan
tekanan yang lebih besar dari tekanan osmotiknya. Dalam proses ini, garam dipisahkan dengan
tekanan pada membran semipermiabel yang memisahkan sumber air (asin) dan produk air tawar.
Osmosis balik telah diterapkan untuk menghilangkan garam dari air payau dan menjadi harapan
untuk desalinasi skala besar terhadap air payau maupun air laut.

Membasmi Lintah
Lintah dapat mati ketika permukaan tubuhnya ditaburi garam. Hal ini karena garam
yang menempel pada permukaan tubuhnya akan menyerap air dari dalam tubuhnya
sehingga memungkinkan lintah kekurangan cairan tubuhnya yang dapat menyebabkan
kematiannya.Proses penyerapan air dari dalam tubuh lintah oleh garam adalah proses osmosis,
yaitu peristiwa masuknya air dari konsentrasi rendah (dalam tubuh lintah) ke konsentrasi
tinggi (garam pada permukaan tubuhnya) melalui selaput semipermeabel (lapisan kulit lintah).

Penyerapan Air Oleh Akar Tanaman
Air diserap oleh tanaman melalui akar. Tanaman mengandung zat-zat terlarut
sehingga konsentrasinya lebih tinggi daripada air di sekitar tanaman sehingga air dalam tanah
dapat diserap oleh tanaman.