You are on page 1of 3

Nama : Ninis Banuwati

NIM : 41614010054
Jurusan : Teknik Industri

Bahaya Plastik Polimer

Polimer dalam kimia merupakan penggabungan beberapa molekul sederhana mejadi
molekulbesar atau makro molekul. Berdassarkan asalya polimer dibagi menjadi dua yakni:
1. Polimer alam
2. Polimer buatan
Sedangkan berdasarkan reaksi pembentukannya polimer dibedakan menjadi dua juga ,
yakni :
1. Polimer adisi : tanpa terjadi hasil sampingan
2. Polimer kondensasi : ada hasil sampingan

Salah satu contoh polimer yang sering kita temui di lingkungan sekitar kita yakni
polistirena, polipropena dan polietena. Polietena monomernya etena contohnya dalam
lingkungan kita yakni kantong plastik, poliproprna monomernya propena contohnya botol
plastic. Sedangkan polistirena monomernya stirena, contohnya sterofoam. Ketiga contoh
polimer tersebut terbentuk melauli polimerisasi adisi.
Menurut SPI (Society of the Plastics Industry) ada 6 kode untuk menandai jenis-jenis
polimer plastik, yakni :
Polyethylene Terephthalate (PET atau PETE), High density uretana (HDPE), Vinyl
(Polyvinyl Chloride atau PVC), Polyethylene berketumpatan rendah (LDPE),
Polypropylene ( PP), atau polistirena (PS).















Berikut contoh dalam pemanfaatannya :










Untuk bahan makanan biasanya digunakan yang mempuunyai kode nomer 1,2,4,dan 5.

1) Kode No. 1 Polyethylene Terephthalate (PETE atau PET)
Simbol ini biasanya diklasifikasikan untuk botol yang jernih seperti botol air mineral.
Penggunaannya disarankan hanya sekali pakai kerana jika terlalu kerap digunakan lebih-
lebih lagi untuk mengisi air panas, lapisan polimer pada botol tersebut akan bocor dan
mengeluarkan karsinogenik iaitu antara pencetus kanker. Selain itu iritasi pada kulit dan
saluran pernafasan juga bisa terjadi. Bagi wanita pula, ia bisa meningkatkan masalah
haid, keguguran kandungan dan berkemungkinan anak yang dilahirkan mengalami
pertumbuhan yang lambat sehingga usianya menjangkau 12 bulan.

2) Kode No. 2 High Density Polyethylene (HDPE)
Lazimnya kita menjumpai simbol ini pada botol susu dan bekas makanan. HDPE
merupakan salah satu bahan plastik yang selamat digunakan kerana kemampuannya
mencegah tindak balas kimia antara kemasan plastiknya dengan minuman atau makanan
yang diisi di dalamnya. HDPE memiliki sifat bahan yang kuat, keras dan lebih tahan pada
suhu yang tinggi. Seperti juga PET, ia disarankan untuk sekali pakai kerana pembebasan
antimoni trioksida akan meningkat dari masa ke semasa. Selain itu HDPE atau High
Density Polyethylene juga banyak ditemukan sebagai kemasan makanan dan obat yang
tidak tembus pandang. Plastik jenis ini digunakan untuk botol kosmetik, obat, minuman,
tutup plastik, jeriken pelumas, dan cairan kimia.

3) Kode No. 4 Low Density Polyethylene (LDPE)
Sejenis plastik berwarna coklat yang dihasilkan daripada minyak bumi (thermoplastic). Ia
dipakai sebagai bekas makanan atau botol-botol yang kemek. Ia bersifat kuat, tembus
cahaya, fleksibel dan permukaannya agak berminyak.Ia masih boleh disekitar kita
tetapi sukar untuk dihancurkan. LDPE atau Low Density Polyethylene (LDPE) sering
digunakan untuk membungkus, misalnya sayuran, daging beku, kantong/tas kresek
4) Kode No. 5 - Polypropylene (PP)
Ia merupakan pilihan yang terbaik untuk bahan plastik terutamanya sebagai tempat
menyimpan makanan, minuman dan botol susu bayi. Ia bersifat jernih, lebih kuat dan
ringan dengan daya tembusan wap yang rendah, tahan terhadap minyak, stabil pada suhu
yang tinggi serta berkilat. Boleh ditemui pada penutup botol, botol kicap dan juga pada
bekas perubatan. PP atau Polypropylene sering digunakan sebagai kemasan makanan,
minuman, dan botol bayi menggunakan plastik jenis ini.

Jadi, untuk kesimpulannya, bahwa sebagian besar penggunaan bahan dasar plastik untuk
kemasan memiliki dampak negatif bagi kehidupan manusia khususnya pada makanan.
Selain itu, plastik juga berpotensi menjadi masalah dalam pencemaran lingkungan karena
kandungan dari bahan plastik tidak mudah diurai oleh alam. Namun, ada beberapa kriteria
plastik yang aman untuk digunakan dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh
pemerintah serta ramah pada lingkungan.

Sumber :
1. Buku Teori Lengkap Kimia Neutron Yogyakarta kode K 316
2. http://fredatorinsting.blogspot.com/2012/01/dampak-penggunaan-bahan-plastik-
sebagai.html
3. http://apanamadotcom.wordpress.com/2011/09/22/rahsia-di-sebalik-penggunaan-nombor-
kod-pada-botol-plastik-2/
4. http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/kartika-ratna-pertiwi-md-m-biomed-
sc/bahaya-plastik-kesehatan.pdf
5. http://www.plasticsindustry.org/AboutPlastics/content.cfm?ItemNumber=823
6. http://musafircyber.blogspot.com/2012/10/bahaya-penggunaan-plastik-dan-gabus.html