You are on page 1of 1

Adapun keuntungan-keuntungan dari penggunaan tiang pancang beton prategang:

1. Mempunyai tahanan retak yang lebih besar, lebih tahan terhadap beban dinamik daripada
tiang beton bertulang.
2. Memperkecil luas penampang potongan melintang sehingga memudahkan dalam
pelaksanaan pemancangan di lapangan ( bobot beton lebih ringan ).
3. Lebih tahan terhadap api saat terjadi kebakaran, karena mutu beton lebih tinggi.
4. Lebih tahan terhadap korosif jadi awet pada iklim yang bervariasi dalam lembab serta erosi di
daerah gurun.
5. Tahan terhadap perubahan beku cair di daerah dingin.
6. Kapasitas kombinasi daya dukung beban dan momen yang tinggi
7. Ketahanan yang baik terhadap beban beban pemancangan dan penetrasi ke dalam lapisan
tanah keras.

Karena beberapa keuntungan tersebut, maka banyak yang menggunakan sistem prategang dalam
merencanakan struktur tiang pancang, dan kemudian mulai diproduksi secara masal di seluruh dunia.
Produksi tiang pancang prategang lebih banyak berupa precast ( tiang yang siap dipancangkan ) yang
dikerjakan di pabrik daripada sistem cor di tempat. Hal ini dikarenakan tiang sistem precast relatif
lebih efisien salah satunya seperti yang diproduksi oleh WIKA di Indonesia.



Bored pile termasuk kategori pondasi dalam, yang termasuk sub kategori pondasi tiang
pancang cor ditempat,keuntungan :
a. getaran kecil, tidak gaduh, sehingga lebih cocok untuk digunakan didaerah padat penduduk.
b. diameter dapat besar, tiang dapat lebih panjang, dan ketepatan lebih baik.
c. letak tanah pendukung pondasi dapat langsung diketahui.
d. pondasi bored pile tidak memerlukan kedalaman seperti tiang pancang, misalnya pondasi
pada gedung Kwarnas ini hanya memerlukan kedalaman sekitar 10m, karena pondasi ini
mengandalkan gaya friksi yang terjadi antara dinding pondasi dengan lapisan tanah (80%
gaya friksi).
e. hanya menggunakan selongsong besi (casing) sepanjang 2.5 m

kerugian :
f. pemeriksaan kualitas tiang hanya dapat dilakukan secara tidak langsung, karena beton
terletak dibawah muka air tanah.
g. adukan beton bisa bercampur tanah atau lumpur, untuk itu harus ditangani dengan seksama.
h. biaya lebih besar.
i. lokasi pengerjaan menjadi kotor akibat lumpur dan air yang di angkat dari hasil pemboran.
j. pemboran tidak sampai pada tanah keras.