You are on page 1of 20

LAPORAN PRAKTIKUM

PERLINDUNGAN TANAMAN
PERLINDUNGAN HAYATI
MENGGUNAKAN MUSUH ALAMI
Oleh :
MUHAMMAD JAHWARI
NIM. 131510501241
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
LABORATORIUM HAMA TUMBUHAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2014
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Laa! B"#a$a%&
Pengendalian hama secara umum merupakan pengendalian kimiawi,
dimana pengendalian kimiawi merupakan pengendalian hama dengan
menggunakan zat kimia. Pengendalian hama ini biasa dilakukan dengan
penyemprotan zat kimia pada bagian tumbuhan, sebab itu pengendalaian hama
secara kimiawi sering dimasukkan ke dalam langkah pemerantasan hama dan
penyakit. Permasalahan yang terjadi sekarang, petani semakin cenderung
menggunakan pengendalian hama dan penyakit dengan cara kimiawi yakni
dengan pestisida. Namun begitu, karena pemakaian pestisida yang mudah dan
langsung dapat menanggulangi hama, ternyata petisida mempunyai dampak
negatif. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan petani akan interaksi
tanaman dan musuhmusuh alaminya.
!ecara alamiah, sesungguhnya hama mempunyai musuh yang dapat
mengendalikannya. Namun, karena ulah manusia, sering kali musuh alamiah
hama hilang. "kibatnya hama tersebut merajalela. !alah satu contoh kasus yang
sering terjadi adalah hama tikus. !esungguhnya, secara ilmiah, tikus mempunyai
musuh yang memamngsanya. #usuh alami tikus ini dapat mengendalikan jumlah
populasi tikus. #usuhnya tikus itu ialah $lar, %urung hantu, dan elang.
!ayangnya binatang & binatang tersebut ditangkapi oleh manusia sehingga tikus
tidak lagi memiliki pemangsa alami. "kibatnya, jumlah tikus menjadi sangat
banyak dan menjadi hama pertanian, dari permasalahn tersebut maka diangkatlah
satu sistem pengendalian yaitu pengendalian hama terpadu.
'onsep PH( muncul dan berkembang sebagai koreksi terhadap kebijakan
pengendalian hama secara kon)ensional, yang sangat utama dalam manggunakan
pestisida. 'ebijakan ini mengakibatkan penggunaan pestisida oleh petani yang
tidak tepat dan berlebihan, dengan cara ini dapat meningkatkan biaya produksi
dan mengakibatkan dampak samping yang merugikan terhadap lingkungan dan
kesehatan petani itu sendiri maupun masyarakat secara luas. !alah satu cara dalam
pengendalian hama terpadu adalah pengendalian hayati. Pengendalian hayati
sendiri merupakan pengendalian serangga hama dengan cara biologi, yaitu dengan
memanfaatkan musuhmusuh alaminya *agen pengendali biologi+, seperti
predator, parasit dan patogen. Pengendalian hayati adalah suatu teknik
pengelolaan hama dengan sengaja dengan memanfaatkan,memanipulasikan
musuh alami untuk kepentingan pengendalian, biasanya pengendalian hayati akan
dilakukan perbanyakan musuh alami yang dilakukan dilaboratorium. !edangkan
Pengendalian alami merupakan Proses pengendalian yang berjalan sendiri tanpa
campur tanganmanusia, tidak ada proses perbanyakan musuh alam.
'onsep dasar pengendalian hayati merupakan salah satu taktik
pengendalian hama berbasis biologi *biologically based tactics+ yang sekaligus
pula sebagai salah satu komponen di dalam strategi pengendalian hama terpadu
*PH(+. Pengendalian Hayati mencakup topiktopik pengendalian semua makhluk
hidup yang dianggap sebagai hama dengan menggunakan berbagai jenis musuh
alami dari berbagai tingkat organisasi makhluk hidup. $ntuk tujuan pencapaian
kompetensi tertentu, penekanan pembahasan terletak pada pengendalian hayati
untuk mengelola hama, meskipun di dalamnya akan menyinggung pula
pengendalian hayati terhadap gulma dan penyakit tanaman
1.2 T'('a%
-. $ntuk mempelajari caracara pengendalian pengganggu tanaman dan
penerapan aplikasi beberapa cara pengendalian tersebut pada spesies sasaran.
1.3 Ma%)aa
-. .apat mengetahui cara pengendalian pada organisme pengganggu tanaman.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
Penerapan PH( pada sistem pertanian adalah untuk mendorong
pendekatan pengendalian OP( yang dinamis dan aman terhadap lingkungan dan
aman bagi petani. Program ini diharapkan berpengaruh terhadap meningkatnya
hasil dan mutu produk serta pendapatan petani, berkurangnya penggunaan
pestisida karena diterapkannya PH(, meningkatnya mutu dan bebas residu
pestisida pada produk ekspor komoditi pertanian, dan mempertahankan serta
melindungi kelestarian lingkungan *"gustian, /001+.
(ujuan dari PH( teknologi adalah untuk membatasi penggunaan
insektisida sintetis dengan memperkenalkan konsep ambang ekonomi sebagai
dasar penetapan pengendalian hama. Pendekatan ini mendorong penggantian
pestisida kimia dengan teknologi pengendalian alternatif, yang lebih banyak
memanfaatkan bahan dan metode hayati, termasuk musuh alami, pestisida hayati,
dan feromon. .engan cara ini, dampak negatif penggunaan pestisida terhadap
kesehatan dan lingkungan dapat dikurangi. 'onsep PH( ekologi berangkat dari
perkembangan dan penerapan PH( dalam sistem pertanian di tempat tertentu.
.alam hal ini, pengendalian hama didasarkan pada pengetahuan dan informasi
tentang dinamika populasi hama dan musuh alami serta keseimbangan ekosistem.
%erbeda dengan konsep PH( teknologi yang masih menerima teknik
pengendalian hama secara kimiawi berdasarkan ambang ekonomi, konsep PH(
ekologi cenderung menolak pengendalian hama dengan cara kimiawi. .alam
menyikapi dua konsep PH( ini, kita harus pandai memadukannya karena masing
masing konsep mempunyai kelebihan dan kekurangan. Hal ini disebab kan bila
dua konsep tersebut diterapkan tidak dapat berlaku umum *2ffendi, /001+.
3aktor penentu keberhasilan dalam penerapan konsep PH( sangat
tergantung pada pemahaman ekologi hama yang akan dikendalikan. !alah satu
perubahan ekologi hama yang perlu dikaji adalah perkembangan populasi dan
potensi merusak hama tersebut. %erbeda dengan budidaya tanaman secara non
PH( yang mengutamakan penggunaan pestisida menjadi kunci utama dalam
memberantas hama. Penerapan PH( bertujuan untuk mengurangi penggunaan
pestisida kimia. Pada umumnya petani sering menggunakan pestisida kimia
sebagai tindakan pre)entif, !elain itu petani juga melakukan strategi lainnya,
diantaranya penambahan konsentrasi dan frekuensi penyemprotan pada saat
serangan berat serta mengganti jenis pestisida dan pencampuran pestisida
*Nugroho, /0-4+.
Pengendalian hayati sebagai mempunyai keunggulan, yaitu bersifat
permanen dalam mempertahankan populasi hama pada tingkat yang aman, tidak
mencemari lingkungan, aman bagi manusia, produk tanaman, dan orga nisme
menguntungkan, ekonomis karena tidak membutuhkan biaya tambahan untuk
pekerja sesudah pelepasan awal, ketika musuh alami telah mapan dapat menyebar
sendiri, dan kompatibel dengan teknik pengendalian yang lain, dalam
pengendalian hayati hama, dikenal dua jenis musuh alami utama, yaitu predator
dan parasitoid. Predator adalah makhluk hidup yang memangsa makhluk lain
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sedangkan parasitoid adalah makhluk
hidup *dalam hal ini serangga+ yang tinggal pada tubuh serangga lain *disebut
inang+ dan menggunakan tubuh inang sebagai media untuk memenuhi kebutuhan
hidup dan atau menyelesaikan siklus hidupnya. Penggunaan parasitoid untuk
pengendalian hayati lebih aman bagi lingkungan karena spesifik terhadap
inangnya *Herlina, /0-0+.
Pengendalian hama dengan memanipulasi musuh alami dimaksudkan
untuk memberikan peran yang lebih besar kepada musuh alami untuk menekan
populasi hama. Pada prinsipnya, musuh alami akan selalu berkembang mengikuti
perkembangan hama. !elama musuh alami dapat menekan hama maka
pengendalian dengan bahan kimia tidak diperlukan karena keseimbangan biologi
telah tercapai. 3ilosofi ini merupakan strategi pendekatan hama terpadu dengan
pendekatan ekologi, yang menekankan pada upaya menciptakan kondisi
ekosistem sedemikian rupa sehingga musuh alami dapat berkembang secara baik
dan menunjukkan pengaruh nyata terhadap penurunan populasi hama atau tingkat
kerusakan pada tanaman *Herlina, /0-0+.
BAB 3. METODOLOGI
1.1 Wa$' *a% T"+,a
Praktikum perlindungan tanaman acara pengendalian hayati dilaksanakan
pada hari selasa tanggal -5 Oktober /0-5 pukul -/.00 67% sampai selesai.
Praktikum bertempat di 8aboratorium Hama dan Penyakit (umbuhan.
1.2 Ba-a% *a% A#a
-./.- %ahan
-. 8abalaba
/. 'utu daun
4. 'umbang
-././ "lat
-. 'ertas "5 5 lembar
/. "lat (ulis
4. 'uas halus
1.3 .a!a K"!(a
4.4.- Penggunaan Predator 'umbang untuk Pengendalian Aphis sp.
-. #emasukkan kutu daun ke dalam kurungan sebanyak 9, -0, -9 dan /0 ekor
dalam kurungan.
/. #emasukkan satu ekor kumbang *Cocinella sp.+ ke dalam kurungan
4. #engamati selama /5 jam dan hitung jumlah Aphis yang dimakan atau
dimangsa oleh kumbang
5. #enetntukan efektifitas pemangsa predator kumbang dengan menentukan
presentase kematian dari kutu daun.
4.4./ Penggunaan Predator 8aba8aba untuk Pengendalian Aphis sp.
-. #emasukkan kutu daun ke dalam kurungan sebanyak 9, -0, -9 dan /0 ekor
dalam kurungan.
2. #engamati selama /5 jam dan hitung jumlah Aphis yang dimakan atau
dimangsa oleh kumbang
3. #enentukan efektifitas pemangsa predator kumbang dengan menentukan
presentase kematian dari kutu daun.
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Ha/0#
(abel pengamatan pengendalian Aphis sp. oleh predator Coccinella sp.
:umlah Aphis sp.
Perlakuan
(otal ;ata;ata
- / 4
9 9 9 9 -9 -9
-0 -0 -0 -0 40 -0
-9 -9 < -5 49 --,<
/0 9 - 0 < /
(abel pengamatan Aphis sp. oleh predator 8aba8aba
:umlah Aphis sp.
Perlakuan
(otal ;ata;ata
- /
9 0 0 0 0
-0 / < = 5
-9 5 = -/ <
/0 9 -0 -9 >,9
4.2 P"+1a-a/a%
Pengendalian hama adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk
membunuh, mengurangi, dan mencegah adanya gangguan dari hama yang dapat
menyebabkan kerugian baik secara ekonomi, social, budaya dan aspek penting
bagi kehidupan manusia lainnya. (ujuan pengendalian adalah mengupayakan agar
populasi hama tidak menimbulkan kerugian, penegendalian hama sendiri terbagi
menjadi beberapa jenis secara umum penegndalian yang dilakukan oleh para
pengusaha di bidang pertanian adalah pengndalian secara kimiawi yaitu
menggunakan pestisida sintetik yang bisa disebut sebagai pisau bermata dua
dimana di satu pihak kita diuntungkan dengan matinya OP( dipihak lain kita
dirugikan karena rusaknya ekosistem disekitar lokasi dan adanya residu yang
dihasilkan oleh pestisida.
Pengendalian lain yang mulai diterapkan saat ini adalah pengendalian
hama terpadu *PH(+. (ujuan pengendalian hama terpadu adalah mengupayakan
agar populasi hama tidak menimbulkan kerugian, melalui caracara pengendalian
yang efektif, menguntungkan, dan aman terhadap lingkungan. !alah satu cara
dalam pengendalian hama terpadu adalah pengendalian hayati. 'onsep dasar
pengendalian hayati merupakan salah satu taktik pengendalian hama berbasis
biologi *biologically based tactics+ yang sekaligus pula sebagai salah satu
komponen di dalam strategi pengendalian hama terpadu *PH(+. Pengendalian
Hayati mencakup topiktopik pengendalian semua makhluk hidup yang dianggap
sebagai hama dengan menggunakan berbagai jenis musuh alami dari berbagai
tingkat organisasi makhluk hidup. #usuh alami biasanya berbentuk predator atau
parasit. Predator merupakan binatang yang memburu binatang lain dan memiliki
ukuran yang lebih besar dari mangsanya, sedangkan parasit biasanya dari jenis
nematoda dan memiliki ciri fisik lebih kecil dari mangsanya.
Nematoda entomopatogen adalah salah satu agens pengendali hayati hama
tanaman yang sangat potensial, karena secara aktif mencari serangga inang
sasaran sehingga dapat digunakan untuk mengendalikan hamahama yang berada
dalam jaringan tanaman seperti hama pengorok daun *leafminer+ dan penggerek
batang *stemborer+. .ua famili N2P yang berpotensi tinggi sebagai agens
pengendali hayati yaitu famili !teinernematidae dan Heterorhabditidae. Nematoda
ini membunuh serangga dengan bantuan bakteri yang dibawa dalam saluran
pencernakannya *intestine+ *?enorhabdus berasosiasi dengan genus
!teinernemaspp. dan Photorhabdus berasosiasi dengan Heterorhabditis spp.
%erdasarkan pada praktikum yang dilakukan setiap kelompok memiliki
perlakuan yang berbeda pada masingmasingnya, setiap kelompok mulamula
mengambil kutu daun Aphis sp. 'elompok -, / melakukan perlakuan dengan
menggunakan predator kumbang cocsi sedangkan kelompok 4, 5, 9, dan <
melakukan perlakuan dengan menggunakan predator labalaba. !etiap perlakuan
dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali untuk menciptakan keakuratan yang lebih,
dan dilakukan pengamatan pada keesokan harinya atau setelah /5 jam. (erlihat
dari tabel bahwa jumlah populasi Aphis sp dari tiaptiap kelompok yang diberikan
mengalami penurunan. Para predator memangsa sasarannya dengan cara
memangsa secara langsung kutu daun *Aphis sp.+ yaitu menyerang mangsanya
hingga mati. Namun khusus predator labalaba, menyerang dengan mebelit
mangsanya dengan jaring yang dihasilkan oleh labalaba tersebut dan labalaba
dengan mudah menyerap caiaran tubuh mangsanya.
BAB 5. PENUTUP
5.1 K"/0+,'#a%
-. Pengendalian Hama (erpadu *PH(+ adalah konsep pengendalian hama yang
terdiri dari beberapa cara untuk mengatasi masalah utama yang ditimbulkan
OP(
/. Pengendalian hayati merupakan salah satu cara yang terdapat dalam PH(
dimana pengendalian OP( dilakukan dengn memanfaatkan musuh alami agar
kelestarian ekosistem terjaga
4. #usuh alami terdiri atas dua jenis yaitu predator dan parasitoid bagi OP(
5.2 Sa!a%
%esar harapan saya pada praktikum selanjutnya ketersedian alat dan bahan
sudah tersedia dengan baik dan benar agar praktikum dapat berjalan dengan
lancar.
DAFTAR PUSTAKA
"gustian, "dang dan ;achman, %enny. /001. Penerapan (eknologi Pengendalian
Hama (erpadu pada 'omoditas Perkebunan ;akyat. Perspektif. = *-+: 40 &
5-.
2ffendi, %.!. /001. !trategi Pengendalian Hama (erpadu (anaman Padi .alam
Perspektif Praktek Pertanian @ang %aik *Good Agricultural Practices+.
Pengembangan Inovas, / *-+ : <9>=
Herlina, 8. /0--. 7ntroduksi Parasitoid, !ebuah 6acana %aru .alam
Pengendalian Hama 'utu Putih Pepaya Paracoccus #arginatus
di 7ndonesia. Litbang Pertanian, 40 *4+ :=>=1.
Nugroho,@. , A. #udjiono, ;. .. Puspitarini. Pengaruh !istem Pengendalian
Hama (erpadu *PH(+ dan Non PH( terhadap (ingkat Populasi dan
7ntensitas !erangan "phid *Homoptera: "phididae+ pada (anaman Babai
#erah. HPT,- *4+ :=919