You are on page 1of 26

Aryanti Suardi (10542 0014 08)

Pembimbing : dr. Sitti Soraya Taufik, Sp.M, M.Kes


IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. A
No. Registrasi : 054 766
Umur : 22 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama/suku : Islam/ Bugis
Pekerjaan : Mahasiswa
Alamat : Jl. Perintis
Tanggal Pemeriksaan : 5 Maret 2014
Tempat Pemeriksaan : BKMM Makassar
Pemeriksa : dr. Purnamanita Sp.M

ANAMNESIS
Keluhan Utama : Terdapat benjolan pada mata kanan
bagian bawah.
Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien mengeluh terdapat benjolan pada mata kanan
bagian bawah yang dialami sejak 1 bulan yang lalu.
Awalnya benjolan tersebut berukuran kecil kemudian
semakin lama semakin membesar. Pasien mengeluh gatal
dan terdapat mata merah pada mata kanan pasien. Pasien
terkadang merasakan nyeri pada mata kanan. Keluhan
lain berupa penglihatan kabur, sakit kepala, mata berair
dan secret berlebih tidak dirasakan oleh pasien. Riwayat
trauma mata disangkal. Riwayat kontak dengan orang
yang memiliki keluhan yang sama disangkal.
ANAMNESIS
Riwayat Penyakit Dahulu :
Pasien tidak pernah mengalami keluhan yang sama
sebelumnya.
Riwayat Pengobatan :
Pasien baru pertama kali memeriksakan keadaan
matanya ke dokter.


Gambar 1. & 2.
Hordeolum eksternum pada penderita
PEMERIKSAAN FISIS
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
Tanda Vital
Tekanan Darah : 120/80mmhg
Nadi : 80x/menit
Pernapasan : 17x/menit
Suhu : 36,5C

INSPEKSI
NO. PEMERIKSSAAN OD OS
1. Palpebra Edema (+) Edema (-)
2.
Aparatus Lakrimaris Lakrimasi (-) Lakrimasi (-)
3.
Silia Sekret (-) Sekret (-)
4.
Konjungtiva Hiperemis (+),
terdapat benjolan
dengan ukuran 1cm,
pus (-), nyeri tekan (-)
Hiperemis (-)
5.
Bola Mata Normal Normal
6. Mekanisme muscular
INSPEKSI
NO. PEMERIKSSAAN OD OS
7. Kornea Edema (+) Edema (-)
8.
Bilik mata depan Normal Normal
9.
Iris Coklat Coklat
10.
Pupil Bulat Bulat
11.
Lensa Jernih Jernih
PALPASI
NO. PEMERIKSSAAN OD OS
1. Tensi okuler TN TN
2.
Nyeri tekan (-) (-)
3.
Massa tumor (+) (-)
4.
Glandula pre Aurikuler (-) (-)
Tonometri : Tidak dilakukan pemeriksaan.
Visus : VOD = 20/20
VOS = 20/20
Color Sense : Tidak dilakukan pemeriksaan.
Light Sense : Tidak dilakukan pemeriksaan.
NO. PEMERIKSSAAN OD OS
1. Konjungtiva Hiperemis (+) Hiperemis (-)
2.
Kornea Jernih Jernih
3.
Bilik Mata Depan Normal Normal
4.
Iris Coklat, kripta iris
normal
Coklat, kripta iris
normal
5.
Pupil Bulat, sentral, reflex
cahaya langsung (+)
Bulat, sentral,
reflex cahaya
langsung (+)
Slit Lamp
Labolatorium : Tidak dilakukan pemeriksaan
RESUME
Laki-laki 22 tahun datang ke poliklinik BKMM dengan
keluhan terdapat benjolan dengan ukuran 1cm pada
bagian mata kanan bawah yang dialami sejak 1 bulan
yang lalu. Awalnya benjolan tersebut berukuran kecil
kemudian semakin lama semakin membesar. Gatal
(+), hiperemis (+), nyeri (), penglihatan kabur (-),
sakit kepala (-), lakrimasi (-) dan secret (-). Riwayat
trauma mata (-), riwayat kontak dengan orang yang
memiliki keluhan yang sama (-).
Pada pemeriksaan oftalmogi ditemukan visus OD 20/20
dan OS 20/20. Lensa OD dan OS jernih.

DIAGNOSIS KERJA : OD. Hordeolum Eksternum
DIAGNOSIS BANDING
Kalazion
Tumor Palpebra
TERAPI
Non Medikamentosa : Kompres hangat
Medikamentosa :
Xitrol Zalf Mata 2x1
Ciprofloxacin 2x500mg
Prednison 3x1
Asam Mefenamat 3x1
Pembedahan : Insisi OD. Hordeolum Eksternum

Gambar 3. Post
insisi OD
Hordeolum
Eksternum

Anatomi Mata
Anatomi Mata
Hordeolum adalah infeksi yang meradang,
purulen dan terlokalisis pada satu atau lebih
kelenjar sebasea (meibom atau zeisian) kelopak
mata.
Bakteri Staphylococcus aureus yang terdapat di
kulit 90-95% ditemukan sebagai penyebab
hordeolum. Kuman lain yang dapat menyebabkan
hordeolum antara lain Staphylococcus epidermis,
Streptococcus, dan Eschericia coli.
HORDEOLUM
PATOMEKANISME
Infeksi bakteri
stafilokokkus pada kelenjar
minyak (meibom) akan
mengakibatkan
pembentukan abses
(kantong nanah) kearah
kulit kelopak mata dan
konjungtiva yang disebut
hordeolum internum.
Apabila bakteri
staphylococcus
menyerang kelenjar Zeis
atau moll maka akan
membentuk
abses kearah kulit
palbebra yang disebut
hordeolum eksternum
Infeksi pada kelenjar
sebacea meibom yang
melapisi bagian dalam
kelopak mata. Penyakit ini
juga menyebabkan
benjolan merah dibawah
palpebra (pada konjungtiva
tarsalis) dan tampak dari
luar sebagai bengkak dan
kemerahan.
HORDEOLUM INTERNUM
Infeksi kelenjar sebacea
dari Zeis didasar bulu
mata atau infeksi pada
kelenjar keringat apokrin
dari Moll. Hordeolum
eksternum terbentuk
pada bagian luar
palpebra dan dapat
dilihat sebagai benjolan
merah kecil.
HORDEOLUM EKSTERNUM
DIAGNOSIS BANDING
Diagnosis banding meliputi :
Kalazion
Blefaritis
Xantelasma

PENATALAKSANAAN
Kompres hangat dilakukan 3 kali sehari selama 10
menit sampai nanah keluar.
Antibiotik sistemik dapat yang diberikan adalah
eritromisin 250 mg, atau 125-250 mg dikloksasilin
diberikan 4 kali sehari.
Pada nanah dari kantung nanah yang tidak dapat
keluar dilakukan insisi.
PROGNOSIS
Hordeolum dapat sembuh spontan dalam waktu 1-2
minggu. Penyembuhan lebih cepat dengan
penggunaan kompres hangat.
PENCEGAHAN
Pencegahan hordeolum dapat dilakukan dengan
menjaga kebersihan wajah dan membiasakan
mencuci tangan sebelum menyentuh wajah.
Pada pasien ini ditemukan benjolan sebesar 1 cm pada
mata kanan bagian bawah yang dialami sejak 1 bulan
yang lalu. Keluhan disertai dengan gatal, mata merah
dan nyeri yang hilang timbul. Keluhan berupa
penglihatan kabur, sakit kepala, lakrimasi dan secret
tidak dialami oleh pasien. Pada hasil pemeriksaan
visus didapatkan VOD 20/20 dan VOS 20/20 yang
menandakan visus pasien normal. Diagnosis banding
yang terpikirkan adalah kalazion, hordeolum dan
tumor palpebra.

PEMBAHASAN KASUS
Pada kasus ini tidak ditemukan adanya kelainan refraksi,
keluhan baru dirasakan oleh pasien 1 bulan, benjolan
hanya terdapat pada satu bagian mata sehingga
diagnosis kalazion kemungkinan dapat disingkirkan.
Keluhan lain berupa rasa gatal, edema pada palpebra
disertai dengan mata merah, dan pada pemeriksaan
palpasi teraba benjolan dengan konsistensi lunak,
maka penyakit yang paling mungkin dialami oleh
pasien adalah hordeolum.

PEMBAHASAN KASUS
Hordeolum terbagi menjadi dua yaitu hordeolum
internum dan eksternum. mengingat benjolan pada
mata pasien terdapat pada kelenjar zeiss maka dapat
ditarik kesimpulan sementara bahwa pasien
menderita hordeolum eksternum.

PEMBAHASAN KASUS