You are on page 1of 3

ARTIKEL KELANGKAAN GAS ELPIJI

1.eng ing eeengkenapa Elpiji 3 Kg langka? Jawabnya mudah sekali: ada permainan mulai dari distributor
sampai ke agen-agen pengecer kecil
2. Kita tahu penggunaan/konsumsi rakyat Indonesia terhadap elpiji 3 Kg bersubsidi itu tinggi. Thanks to
Pak @JK_Kita yang telah mewujudkannya
3. Prestasi Pak @JK_Kita mewujudkan transformasi tradisi konsumsi minyak tanah ke elpiji untuk lebih 40 juta
rumah tangga sungguh luar biasa
4. Prestasi luar biasa itu diwujudkan JK (wapres saat itu) hanya dalam waktu kurang dari 1 tahun. Penghematan
sedikitnya 37 Triliun/ tahun
5. Biaya produksi minyak tanah sangat tinggi. Harga pasar 9000/liter, harga subsidi hanya 3000 atau subsidi
5000-6000/liternya
6. Harga eceran Elpiji 3 Kg sekitar 12.000- 14.500 per tabung. sedangkan harga elpiji normal harusnya 12.000
per kg.
7. Itu artinya, harga jual elpiji tabung 12 kg pun juga disubsidi pemerintah. biaya produksinya sekitar 7000/ kg.
8. Karena elpiji 3 kg disubdisi segitu besar tentu saja menimbulkan disparitas harga yang sangat besar juga
dipasar, dibanding elpiji Non Subsidi
9. Sesuai dengan hukum ekonomi, dimana ada disparitas harga yang besar terhadap suatu komoditi/produk
kebutuhan pokok, maka pasti terjadi penyimpangan
10. Penyimpangan yang paling menguntungkan adalah dengan mengalihkan isi tabung 3 kg ke tabung ukuran
50 Kg atau lebih untuk keperluan industri
11. Dengan demikian, selisih harga Rp. 5000-6000 / kg tersebut dinikmati para distributor besar, sedang dan
kecil elpiji 3 Kg.
12. Modus lain adalah dengan mengurangi isi tabung 3 Kg dan/atau 12 Kg. Istilahnya penyuntikan. Modus ini
marak karena elpiji 3 kg sedang langka
13. Di daerah-daerah tertentu harga elpiji 3 Kg sudah mencapai Rp. 20.000/tabung. Bahkan ada yang lebih
mahal lagi.
14. Akibat dari ulah mafia elpiji ini (oknum Pertamina, BPH Migas, Distributor, Agen) maka rakyat banyaklah
yang dirugikan

15. Dana Subsidi dari pemerintah sebesar 5-7 Triliun per tahun pun menjadi sia-sia. Mayoritas dinikmati oleh
mafia elpiji
16. Jadi, kesimpulannya, setiap ada kebijakan subsidi pada komoditas pokok/utama, pasti akan menyebabkan
distorsi pada pasar dan ekonomi
17. Distorsi pasar atau ekonomi itu adalah suatu keadaan di mana mekanisme pasar tidak berjalan baik.
Menyebabkan infesiensi dan kekacauan
18. Apalagi jika kebijakan subsidi tersebut tidak disertai dengan dukungan penegakan hukum yang tegas dari
pemerintah. Nah, inilah yang tidak ada di RI
19. Kelangkaan elpiji 3 Kg dan 12 Kg saat ini semata-mata hanya kerena praktek mafia dan lemahnya hukum.
Bukan karena BBM mau naik dan sejenisnya.
20. Kenapa BBM tidak terlalu pengaruhi kelangkaan elpiji 3 Kg dan 12 Kg? Karena elpiji tersebut bukanlah
produk substitusi bensin dan solar
21. Satu-satunya solusi untuk mencegah kelangkaan elpiji 3 kg dan 12 Kg adalah dengan mengawasi ketat
distribusinya. Dimulai dari Pertamina/BPH Migas
22. Kemudian juga awasi Distributor besar, sedang dan kecil. Pasti banyak yang menimbun, menyuntik dan
mengalihkan elpiji bersubsidi
23. Dan jika para mafia elpiji bersubsidi ini ditangkap, hukumlah dengan seberat-beratnya. Kalau perlu tiru
kebijakan jaman Suharto
24. Presiden Suharto dulu mengatasi penyelundupan dan penimbun BBM/BBG dengan memberlakukan UU
subversif. Musuh negara No. 1. Divonis MATI !!
25. Kenapa Presiden @SBYudhoyono tidak menempuh cara yang sama untuk tumpas mafia BBM/BBG?
silahkan tanya pada rumput yang bergoyang heheMERDEKA !!

Artikel dalam media cetak atau elektronik tentang kelangkaan gas elpiji
1. Stok gas elpiji untuk keperluan rumah tangga kini terlihat mulai sulit didapatkan di beberapa wilayah
di Jakarta dan sejumlah kota lainnya.
2. Akibat terbatasnya pasokan gas elpiji tersebut otomatis harga akan melonjak. Seperti diketahui untuk gas
elpiji 12kg saat ini dijual dengan harga Rp98 ribu, sebelumnya dengan harga Rp78 ribu, sedangkan untuk
gas elpiji 3 Kg kini dijual Rp 18 ribu yang sebelumnya dengan harga Rp 15 ribu.
3. Dengan adanya keterbatasan stok gas elpiji tersebut, Menteri Koordinator Perekonomian RI Hatta Rajasa
meminta kepada Menteri terkait untuk mengecek apa yang terjadi di pasar, apakah ada permainan dari
pihak yang tidak bertanggung jawab, ataukah memang stok gas elpiji tersebut terbatas.
4. Menurut saya pemerintah memang perlu melakukan sidak khusus terkait kelangkaan gas elpiji tersebut,
apalagi harga tersebut sangat membebani keperluan rumah tangga. Hal ini kiranya perlu dilakukan secepat
mungkin agar rakyat tidak menjadi khawatir mengenai kebutuhan akan gas elpiji tersebut.
5. Jika memang ada oknum yang melakukan penimbunan, atau tindakan untuk menghambat jalannya proses
pendistribusian gas elpiji tersebut, saya kira pemerintah perlu menindak tegas kepada oknum itu agar
kekhawatiran rakyat akan kebutuhan gas elpiji tidak berlanjut-lanjut.
6. Begitu pula dengan industri-industri yang ada, kiranya perlu dilakukan pengecekan kembali oleh
pemerintah, apakah memang industri yang ada tersebut telah melakukan tindakan yang tidak sesuai
dengan permintaan gas elpiji, sebab dalam kenyataannya gas elpiji ini banyak digunakan oleh industri
tersebut. Harusnya gas elpiji memang diperlukan bagi rumah tangga bukan justru diambil oleh industri yang
tidak berhak.
7. Oleh sebab itulah kiranya pihak Pertamina melakukan operasi pasar, khususnya penggunaan gas elpiji
untuk rakyat. Saya berharap operasi pasar untuk penggunaan gas elpiji ini bukan hanya dikawasan Jakarta
saja, melainkan mencakup sejumlah kawasan lainnya yang ada di Indonesia.
8. Saya juga berharap pemerintah kali ini menjamin ketersediaan gas elpiji untuk rakyat, jangan sampai ada
spekulan-spekulan yang tidak bertanggung jawab, yang pada akhirnya akan merugikan rakyat pengguna
gas elpiji tersebut.
9. Saya yakin pemerintah punya solusi terbaik untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji untuk rakyat ini, karena
dengan lebih mementingkan kebutuhan rakyat saat ini, rakyat akan merasa bahwa pemerintah memang
memperhatikan masyarakat Indonesia