You are on page 1of 10

KELOMPOK II

PENURUNAN HORMON
PADA LANSIA LAKI-LAKI
Defenisi
Menua adalah suatu proses menghilangnya secara
perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki
diri / mengganti diri dan mempertahankan fungsi
normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas
(termasuk Infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang
diderita.
Menua Sehat adalah menjadi tua dalam keadaan sehat
Untuk bisa menjadi Menua Sehat dipengaruhi oleh 2 faktor
yaitu
1. Endogenic Aging (anatomical aging)
2. Exogenic Aging (lingkungan spt life style, faktor resiko
lain)
Perubahan fisik pada lansia
Perubahan fisik pada lansia dimulai dari tingkat sel
sampai dengan semua sistem organ tubuh meliputi,
sistem pendengaran, pernafasan, penglihatan,
pengaturan tubuh, kardiovaskuler, muskuloskeletal,
gastrointestinal, endokrin, pencernaan, sistem
jaringan kulit, genitor urinaria, serta penurunan
seksual.
Perubahan pada sistem endokrin/metabolik
Produksi semua hormon menurun, dan perubahan
hormonal juga mengakibatkan hipothiroidsm,
menipisnya sumsum tulang dan adanya
ketidakmampuan mengatasi depresi.
Menurunnya sistem imun berakibat tubuh rentan
terhadap alergi dan penyakit.

Penurunan hormon pada lansia laki-laki
Selama proses penuaan normal pada pria
penurunan hormon terjadi secara perlahan
dibandingkan wanita dan sangat bervariasi antara
individu satu dan lainnya.
Pada Laki-laki dikenal istilah Andropause
Andropause adalah kondisi pria diatas usia tengah
baya yang mempunyai kumpulan gejala, tanda
dan keluhan yang mirip dengan menopause pada
wanita.


Secara harfiah andropause adalah berhentinya fungsi
fisiologis pada pria namun pada pria penurunan produksi
spermatozoa, hormon testosteron dan hormon hormon
lainnya terjadi secara perlahan. (Tidak seperti pada wanitia
menopause dimana produksi ovum, produksi hormon
estrogen dan siklus haid yang akan berhenti dengan cara
yang relatif mendadak)
Pada pria hormon yang turun pada pada andropause
ternyata tidak hanya testosteron saja, melainkan penurunan
multi hormonal yaitu penurunan hormon DHEA, DHEAS,
Melantonin, Growth Hormon, dan IGFs (Insulin like growth
factors)
Penurunan kadar hormon testosteron pada pria
menimbulkan beberapa gejala dan keluhan seperti :
1. Gangguan vasomolor, tubuh terasa panas,
berkeringat, insomnia, rasa gelisah dan takut
terhadap perubahan yang terjadi.
2. Gangguan fungsi kognitif dan suasana hati, mudah
lelah, menurunnya konsentrasi, berkurangnya
kerjasama mental/ intuisi, keluhan depresi,
nervous, dan hilangnya rasa percaya diri,
menurunnya motivasi terhadap berbagai hal.
3. Gangguan virilitas, menurunnya kemampuan dan
kekuatan tenaga secara signifikan, menurunnya
kekuatan masa otot, perubahan pertumbuhan rambut
dan kualitas kulit, penumpukan lemak pada daerah
abdominal dan osteoporosis, berkurangnya masa tulang
sehingga resiko fraktur meningkat.
4. Gangguan seksual: menurunnya minat terhadap
seksual/libido, perubahan tingkah laku dan aktifitas
seksual, kualitas orgasme menurun, berkurangnya
kemampuan ereksi / disfungsi ereksi / impotensi,
berkurangnya kemampuan ejakulasi, dan menurunnya
volume ejakulasi.
Penatalaksanaan
Terapi sulih hormon dengan pemberian testosteron
(hormone replacement therapy, HRT).
Pengobatan sulih hormon testosteron dapat
berupa pil atau kapsul yang diminum, suntikan,
implan (susuk dalam tubuh), krim dan patch
(tempelan di kulit). Sebelum pemberian obat, perlu
dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk
mengetahui secara pasti kadar hormon masing-
masing dalam tubuh, agar dokter dapat
menentukan jenis pengobatan hormonal yang
dibutuhkan, berikut dosisnya.
Referensi
1. Boedhi D. R. Buku Ajar Geriatri Ilmu Kesehatan Usia lanjut, FK UI, 1999
2. http://palingseru.com/15383/5-hormon-yang-ada-pada-pria
3. http://kamuskesehatan.com/arti/alopesia-androgenetik/