Вы находитесь на странице: 1из 3

BAB 1

PENDAHULUAN


Bronkitis adalah penyakit pernafasan obstruktif yang sering dijumpai yang
disebabkan oleh peradangan bronchus. Penyakit ini biasanya berkaitan dengan
infeksi virus atau bakteri atau inhalasi iritan seperti asap rokok dan zat-zat kimia
yang ada di dalam polusi udara. Penyakit ini memiliki karakteristik produksi mucus
yang berlebihan (Corwin, 2009 : 571). Tanda dan gejala bronchitis antara lain :
Batuk biasanya produktif dengan mucus kental dan sputum purulen, dispnea, demam,
suara serara, rhonkhi terutama saat inspirasi, nyeri dada yang kadang timbul
(Corwin, 2009 : 57). Pada kondisi ini, anak harus ditangani dengan cepat dengan
pemberian Oksigen dan pemberian nebulizer untuk mengatasi ketidakefektifan
bersihan jalan napas.
Pada kasus (jurnal Household environmental tobacco smoke and risk of
astma, wheeze and bronchitic symptoms among children, 2010), di Taiwan,
prevelensi yang dilaporkan anak asma/ mengi adalah meningkat di seluruh dunia.
Paparan asap rokok, asap tembakau lingkungan, asap rumah tangga yang
menyebabkan gangguan pernapasan sehingga membutuhkan perawatan di rumah
sakit. Organisasi kesehatan dunia memperkirakan bahwa sekitar setengah dari anak-
anak di dunia yang terkena asap tembakau lingkungan dan asap rumah tangga.
Kenyataan yang kami dapatkan dari kasus kelolaan, melalui suatu pengkajian
data, anak masuk dengan keluhan batuk, ada riak tapi susah dikeluarkan, suara napas
grok-grok, panas, muntah sebanyak 4 kali, makan dan minum berkurang, sesak,
pernapasan cuping hidung. Kemudian dibuat suatu analisa data ditemukan beberapa
masalah yang menyebabkan anak terjadi penyakit bronchitis, antara lain: Pasien
tinggal dilingkungan yang padat penduduk, jarak rumah dengan tetangga sangat
dekat, sehingga sulit mendapatkan cahaya, ventilasi rumah kurang, dirumah pasien
menggunakan Ac dan dibersihkan 1 bulan sekali, ayah dan juga om anak J perokok.
Melalui bebarapa penyebab masalah tersebut, kami mulai menentukan
diagnosa keperawatan yaitu: Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan
dengan peningkatan produksi sputum, Kurang pengetahuan pada orang tua
berhubungan dengan kurangnya informasi yang didapat tentang bronchitis. Dari
beberapa diagnose keperawatan tersebut, perawat harus segera melakukan beberapa
intervensi yang tepat sesuai dengan masalah yang terjadi dan disesuaikan criteria
tujuan yang diambil secara rill, agar masalah yang ada dapat diatasi saat pasien
berada di rumah sakit. Pasien dan keluarga akan merasakan mendapatkan pelayanan
yang bermutu, professional dan safety.
Penatalaksanaan yang dilakukan antara lain posisikan pasien setengah duduk
(semifowler, anjurkan minum air hangat, melakukan fisioterapi napas (clapping),
kolaborasi dalam pemberian Nebulizer, observasi adanya batuk, secret, suara napas
tambahan ronkhi, RR. Untuk penanganan kurang pengetahuan orang tua kami
memberikan pendidikan kesehatan mengenai penyakit bronchitis dan memberikan
leaflet.

1.2 Tujuan Seminar
1) Tujuan Umum
Peserta mampu melakukan asuhan keperawatan pada pasien anak dengan
Bronkitis yang mengalami ketidakefektifan bersihan jalan nafas.
2) Tujuan Khusus
a) Peserta mampu melakukan tindakan keperawatan pada pasien anak yang
mengalami sesak akibat ketidakefektifan bersihan jalan nafas.
b) Peserta mampu menentukan analisa data dan membuat diagnosa keperawatan
pada pasien bronchitis secara benar.
c) Peserta mampu melakukan observasi atau pemantauan tanda-tanda
ketidakefektifan bersihan jalan napas pada anak yang mengalami bronchitis.
1.3 Manfaat Seminar
1) Manfaat Secara Teoritis
Peserta mampu mengetahui dengan benar tentang rasionalisasi dasar dari suatu
tindakan keperawatan pasien anak dengan bronchitis secara teoritis yang dikaitkan
dengan literatur yang ada.
2) Manfaat Secara Praktis
a) Peserta mempunyai suatu gambaran tindakan keperawatan dan cara perawatan
pasien dengan diagnosa bronchitis
b) Peserta dapat menerapkan (aplikasi) suatu tindakan keperawatan pada pasien
anak dengan bronchitis secara benar dan tepat.
c) Dapat menjadikan suatu pedoman atau acuan dalam tindakan keperawatan
selanjutnya.
1.4 Waktu Pelaksanaan
Seminar kami adakan sesuai dengan jadwal terencana, yaitu pada minggu III,
pada hari Rabu, 22 Januari 2014 Jam 11.00 WIB dengan bertempat di ruang
keperawatan Anak Paviliun 14 RSK St. Vincentius A. Paulo Surabaya. Dihadiri oleh
pembimbing akademik, kepala ruangan, dan pembimbing klinik paviliun 14/NICU
serta mahasiswa S1 Keperawatan STIKES Katolik St. Vencentius A Paulo Surabaya.