You are on page 1of 1

Menurut Rosichon, pengendalian biologi memiliki keunggulan lebih ramah lingkungan.

Pasalnya, penggunaan insektisida dapat dikurangi bahkan tidak digunakan sama sekali. Kendati
demikian, kunci dari pengendalian hama secara biologi adalah mengenal terlebih dahulu aspek
biologi dari serangga itu sendiri. Aspek biologi dari serangga antara lain siklus hidup, umur, dan
deskripsi masing-masing spesies. Informasi tersebut menjadi penting untuk menentukan saat
yang tepat untuk pengendalian hama.
Hanya saja, kata Rosichon, kelemahan dari pengendalian biologi adalah penerapannya di level
petani. Pengendalian biologi yang membutuhkan teknik khusus masih dikuasai para peneliti.
Sedangkan perpanjangan tangan dari para peneliti, yaitu Penyuluh Petani Lapangan (PPL) saat
ini sudah jarang sekali ditemui di lapangan.





Hilangnya salah satu mata rantai dalam rantai makanan menyebabkan terjadinya ketidak seimbangan
dalam ekosistem sehingga beberapa mata rantai mengalami pertumbuhan yang tidak terkendali dan
beberapa mata rantai mengalami penurunan.



Apabila salah satu komponen, misalnya konsumen I tidak ada, maka akan terjadi ketimpangan
dalam urutan makan dan dimakan dalam rantai makanan tersebut.
Agar rantai makanan dapat berjalan terus menerut maka jumlah produsen harus lebih banyak
daripada konsumen I. Jumlah konsumen I harus lebih banyak daripada jumlah konsumen II dan
seterusnya.
Kumpulan dari beberapa rantai makanan akan membentuk jaring-jaring makanan.