You are on page 1of 8

Kota Kupang

Kediaman residen di Kupang (1870-1910)


Pemandangan senja di pantai Pasir Panjang, Kupang.jpg
Kota Kupang adalah sebuah kotamadya dan sekaligus
ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.
Kotamadya ini adalah kota yang terbesar di pesisir Teluk
Kupang, di bagian barat laut pulau Timor.
Sebagai kota terbesar di provinsi Nusa Tenggara Timur,
Kota Kupang dipenuhi oleh berbagai suku bangsa. Suku
yang signikan jumlahnya di Kota Kupang adalah suku
Timor, Rote, Sabu, Tionghoa, Flores dan sebagian kecil
pendatang dari Jawa.
Luas wilayah Kota Kupang adalah 180,27 km dengan
jumlah penduduk sekitar 450.000 jiwa (2012). Daerah
ini terbagi menjadi 6 kecamatan dan 50 kelurahan.
1 Sejarah
Nama Kupang
[2]
sebenarnya berasal dari nama seorang
raja, yaitu Nai Kopan atau Lai Kopan, yang memerin-
tah Kota Kupang sebelum bangsa Portugis datang ke Nu-
sa Tenggara Timur. Pada tahun 1436, pulau Timor mem-
punyai 12 kota bandar namun tidak disebutkan namanya.
Dugaan ini berdasarkan bahwa kota bandar tersebut ter-
letak di pesisir pantai, dan salah satunya yang strategis
menghadap ke Teluk Kupang. Daerah ini merupakan wi-
layah kekuasaan Raja Helong dan yang menjadi raja pa-
da saat itu adalah Raja Koen Lai Bissi.
Pada tahun 1613, VOC yang berkedudukan di Batavia
(Jakarta), mulai melakukan kegiatan perdagangannya di
Nusa Tenggara Timur dengan mengirim 3 kapal yang di-
pimpin oleh Apolonius Scotte, menuju pulau Timor dan
berlabuh di Teluk Kupang. Kedatangan rombongan VOC
ini diterima oleh Raja Helong, yang sekaligus menawark-
an sebidang tanah untuk keperluan markas VOC. Pada
saat itu VOC belum memiliki kekuatan yang tetap di ta-
nah Timor.
Pada tanggal 29 Desember 1645, seorang padri Portugis
yang bernama Antonio de Sao Jacinto tiba di Kupang.
Beliau mendapat tawaran yang sama dengan yang dite-
rima VOC dari Raja Helong. Tawaran tersebut disam-
but baik oleh Antonio de Sao Jacinto dengan mendirikan
sebuah benteng, namun kemudian benteng tersebut di-
tinggalkan karena terjadi perselisihan di antara mereka.
VOC semakin menyadari pentingnya Nusa Tenggara Ti-
mur sebagai salah satu kepentingan perdagangannya, se-
hingga pada tahun 1625 sampai dengan 1663, VOC me-
lakukan perlawanan ke daerah kedudukan Portugis di pu-
lau Solor dan dengan bantuan orang-orang Islamdi Solor,
Benteng Fort Henricus berhasil direbut oleh VOC.
Pada tahun 1653, VOC mendarat di Kupang dan berha-
sil merebut bekas benteng Portugis Fort Concordia, yang
terletak di muara sungai Teluk Kupang di bawah pim-
pinan Kapten Johan Burger. Kedudukan VOC di Ku-
pang langsung dipimpin oleh Openhofd J. van Der Hei-
den. Selama menguasai Kupang sejak tahun 1653 sampai
dengan tahun 1810, VOC telah menempatkan sebanyak
38 Openhofd dan yang terakhir adalah Stoopkert, yang
berkuasa sejak tahun 1808 sampai dengan tahun 1810.
Nama Lai Kopan kemudian disebut oleh Belanda seba-
gai Koepan dan dalam bahasa sehari-hari menjadi Ku-
pang. Untuk pengamanan Kota Kupang, Belanda mem-
bentuk daerah penyangga di daerah sekitar Teluk Kupang
dengan mendatangkan penduduk dari pulau Rote, Sabu
dan Solor. Untuk meningkatkan pengamanan kota, ma-
ka pada tahun 23 April 1886, Residen Creeve menetapk-
an batas-batas kota yang diterbitkan pada Staatblad No-
mor 171 tahun 1886. Oleh karena itu, tanggal 23 April
1886
[2]
ditetapkan sebagai tanggal lahir Kota Kupang.
Setelah Indonesia merdeka, melalui Surat Keputusan Gu-
1
2 4 PEMERINTAHAN
bernemen tanggal 6 Februari 1946, Kota Kupang dise-
rahkan kepada Swapraja Kupang, yang kemudian dia-
lihkan lagi statusnya pada tanggal 21 Oktober 1946 de-
ngan bentuk Timor Elland Federatie atau Dewan Raja-
Raja Timor dengan ketua H. A. A. Koroh, yang juga ada-
lah Raja Amarasi
[2]
.
Berdasarkan Surat Keputusan Swapraja Kupang Nomor
3 tahun 1946 tanggal 31 Mei 1946 dibentuk Raad Se-
mentara Kupang dengan 30 anggota. Selanjutnya pada
tahun 1949, Kota Kupang memperoleh status Haminte
dengan wali kota pertamanya Th. J. Messakh. Pada ta-
hun 1955 ketika menjelang Pemilu, dengan Surat Kepu-
tusan Mendagri Nomor PUD.5/16/46 tertanggal 22 Ok-
tober 1955, Kota Kupang disamakan statusnya dengan
wilayah kecamatan.
Pada tahun 1958 dengan Undang-Undang Nomor 64 Ta-
hun 1958, Provinsi Sunda Kecil dihapus dan dibentuk 3
daerah Swantara, yaitu Daerah Swantara Tk I Bali, Da-
erah Swantara Tk I Nusa Tenggara Barat dan Daerah
Swantara Tk I Nusa Tengara Timur. Kemudian Undang-
Undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan
Daerah-Daerah Tingkat II (Kabupaten) yang antara lain
Kabupaten Kupang. Dengan Surat Keputusan Gubernur
Kepala Daerah Tingkat I Provinsi Nusa Tenggara Timur
Nomor 17 Tahun 1969 tanggal 12 Mei 1969 dibentuk
wilayah kecamatan yakni Kecamatan Kota Kupang.
Kecamatan Kota Kupang mengalami perkembangan pe-
sat dari tahu ke tahun. Kemudian pada tahun 1978 Keca-
matan Kota Kupang ditingkatkan statusnya menjadi Kota
Administratif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor
22 Tahun 1978
[3]
, yang peresmiannya dilakukan pada
tanggal 18 September 1978. Pada waktu itu Drs. Mesa-
kh Amalo dilantik menjadi Walikota Administratif yang
pertama dan kemudian diganti oleh Letkol Inf. Semu-
el Kristian Lerik pada tanggal 26 Mei 1986 sampai de-
ngan perubahan status menjadi Kotamadya Daerah Ting-
kat II Kupang. Perkembangan Kota Administratif Ku-
pang sangat pesat selama 18 tahun, baik di bidang sik
maupun non sik.
Usulan rakyat dan Pemerintah Kota Admnistratif Ku-
pang untuk mengubah status menjadi Kotamadya Dae-
rah Tingkat II Kupang disetujui oleh DPR RI dengan di-
sahkannya Rancangan Undang-Undang Nomor 5 Tahun
1996 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat
II Kupang menjadi Undang-Undang pada tanggal 20 Ma-
ret 1996
[4]
dan ditetapkan oleh Presiden Republik Indo-
nesia dan tertuang pada Lembaran Negara Republik In-
donesia Nomor 3632 Tahun 1996. Pembentukan Kota-
madya Daerah Tingkat II Kupang diresmikan oleh Men-
dagri Mohammad Yogi S. M. pada tanggal 25 April 1996.
Kemudian dengan diberlakukannya Undang-Undang No-
mor 22 Tahun 1999, maka Kotamadya Daerah Tingkat II
Kupang berubah menjadi Kota Kupang.
2 Geogra
Terletak pada 103614103958 LS dan
12332231233701BT; Luas wilayah 180,27
Km2, dengan peruntukan Kawasan Industri 735,57
Ha, pemukiman 10.127,40 Ha, Jalur Hijau 5.090,05
Ha, perdagangan 219,70 Ha, pergudangan 112,50 Ha,
pertambangan 480 Ha, pelabuhan laut/udara 670,1
Ha, pendidikan 275,67 Ha, pemerintahan/perkantoran
209,47 Ha, lain-lain 106,54 Ha;
Suhu rata-rata di Kota Kupang berkisar antara 23,8C
sampai dengan 31,6C. Tempat-tempat yang letaknya de-
kat dengan pantai memiliki suhu udara yang rata-rata re-
latif lebih tinggi. Kelembaban udara rata-rata berkisar
antara 73 persen sampai dengan 99 persen
[5]
.
Curah hujan selama tahun 2010 tercatat 1.720,4 mm dan
hari hujan sebanyak 152 hari. Curah hujan tertinggi ter-
jadi pada bulan Januari, yaitu tercatat 598,3 mm, se-
dangkan hari hujan tertinggi terjadi pada bulan Desem-
ber dengan 28 hari hujan
[5]
.
Batas Wilayah Utara berbatasan dengan Teluk Kupang,
Timur berbatasan dengan Kabupaten Kupang, Barat
berbatasan dengan Selat Semau dan Kabupaten Ku-
pang, sedangkan Selatan berbatasan dengan Kabupaten
Kupang
[5]
.
3 Penduduk
Kota Kupang adalah kota yang multi etnis dari suku
Timor, Rote, Sabu, Flores, sebagian kecil suku Tionghoa
dan pendatang dari Ambon dan beberapa suku bangsa la-
innya. Tetapi terlepas dari keragaman suku bangsa yang
ada, penduduk Kota Kupang akan menyebut diri mereka
sebagai "Beta orang Kupang".
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Kupang ta-
hun 2011, penduduk Kota Kupang berjumlah 349.344
jiwa yang terdiri dari 179.323 laki-laki dan 170.021 per-
empuan.
4 Pemerintahan
Kota Kupang dipimpin oleh seorang Walikota dalam me-
laksanakan kegiatan pemerintahan. Walikota dibantu
oleh seorang Wakil Walikota, yang dipilih melalui sua-
tu pemilihan umum pada setiap 5 tahun. Kota Kupang
memiliki perangkat daerah
[6]
yaitu 18 dinas, 8 badan, 3
kantor dan 8 bagian. Di samping itu terdapat 3 instansi
vertikal, yaitu Badan Pertanahan Nasional (BPN), Bad-
an Pusat Statistik (BPS) dan Kementrian Agama. Wi-
layah pemerintahan Walikota Kupang meliputi 6 daerah
kecamatan.
5.1 Udara 3
4.1 Walikota
Jonas salean, SH., M.Hum
Drs. Mesakh Amalo
Letkol Inf. Semuel Kristian Lerik
Drs. Daniel Adoe (2007-2012)
Jonas Salean, SH., MSi. (2012-2017)
4.2 Daftar Kecamatan
Saat ini Kota Kupang dibagi menjadi 6 wilayah kecamat-
an, yaitu:
1. Alak (11 kelurahan)
2. Kelapa Lima (7 kelurahan)
3. Kota Raja (6 kelurahan)
4. Kota Lama (10 kelurahan)
5. Maulafa (9 kelurahan)
6. Oebobo (7 kelurahan)
4.3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kupang sebagai
Badan Legislatif dengan 30 anggota yang dipilih dari ha-
sil Pemilihan Umum pada setiap 5 tahun.
5 Transportasi
5.1 Udara
Kota Kupang memiliki sebuah bandar udara dengan na-
ma Bandara El Tari. Dahulu bernama pelabuhan udara
Penfui. Pada mulanya adalah bekas peninggalan jaman
penjajahan Belanda yang hanya berupa sebuah airstrip.
Untuk pertama kali bandar udara ini didarati oleh pesa-
wat udara pada tahun 1928 oleh penerbang Amerika La-
mij Johnson. Selanjutnya dikembangkan oleh Australia
pada tahun 1944-1945 dan diberi nama Lapangan Ter-
bang Penfui, yang dalambahasa Timor; Pena=jagung dan
Fui=hutan
[7]
.
Pelabuhan Udara Penfui dikuasai dan dipergunakan un-
tuk kepentingan Angkatan Udara. Tanggal 6 Mei 1950
Lapangan Terbang Penfui diserahkan oleh militer Belan-
da kepada Pemerintah Republik Indonesia dan dengan
berkembangnya kebutuhan akan Angkutan Udara pada
tahun 1960 mulai didarati oleh pesawat Garuda jenis DC
3. Penanganan dan pengaturan terhadap kegiatan pener-
bangannya dilakukan oleh Angkatan Udara, karena pada
saat itu belum ada organisasi perhubungan udara.
Pelabuhan Udara Penfui mulai dikelola oleh kepala pe-
labuhan udara dengan dibantu bendaharawan dari Dinas
Meteorologi Departemen Perhubungan Udara, dan se-
jak itu dikenal dengan nama penerbangan sipil.
Pelabuhan udara ini ditetapkan sebagai pelabuhan uda-
ra kelas III. Dengan makin meningkatnya arus lalu lin-
tas melalui Bandar Udara Kupang, maka untuk kelan-
caran pelaksanaan tugas dan meningkatkan fungsi ban-
dara, maka diterbitkan Surat Keputusan Bersama anta-
ra Menteri Perhubungan, Menteri Pertahanan Keamanan
dan Menteri Keuangan dengan nomor : KEP/30/IX/75,
KM 393/3/PHB 75 dan KEP. 927.A/MK/IV/8/75
[8]
,
yaitu tentang Penggunaan Bersama Pangkalan dan Pela-
buhan Udara. Dalamsurat keputusan tersebut dinyatakan
Pelabuhan Udara Penfui menjadi Pelabuhan Udara Sipil
Kelas II.
Sejak tanggal 20 Desember 1988, Pelabuhan Udara Pen-
fui diubah dan ditetapkan menjadi Pelabuhan Udara El
Tari Kupang untuk mengenang jasa (almarhum) mant-
an Gubernur Nusa Tenggara Timur, El Tari. Istilah Pe-
labuhan Udara kemudian diubah menjadi Bandar Udara
sejak tanggal 1 September 1985.
Tanggal 20 Juni 1988 ditandatangani Naskah Persetuju-
an Bersama antara Kepala Staf TNI-AU dengan Direk-
torat Jenderal Perhubungan Udara, nomor : SEPERJ-
AN/01/V/1988 DAN DJU/1861/KUM.060/SS tentang
Penggunaan Sebagian Areal Tanah Pangkalan TNI - AU
El Tari Kupang untuk pengembangan/ pembangunan
Bandar Udara El Tari Kupang beserta fasilitasnya.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan No.
KM 4/1995 tanggal 13 Januari 1995 tentang Penyempur-
naan dan Penataan Kelas Bandar Udara, Bandar Udara
Udara El Tari ditingkatkan menjadi Bandar Udara Kelas
I.
Sejak tanggal 1 April 1999, Bandar Udara El Ta-
ri secara operasional masuk ke dalam manajemen PT
(PERSERO) Angkasa Pura I dengan Berita Acara Se-
rah Terima Nomor : AU / 125 / UM.234/ 99 dan
BA.25/PL.50/1999/DU tanggal 30 April 1999 dari Di-
rektorat Jenderal Perhubungan Udara Kepada Direktur
Utama PT (PERSERO) Angkasa Pura I. Penyerahan ini
sebagai tindak lanjut dari Surat Menteri Keuangan No.S-
4608/A/53/1997 tanggal 08 Oktober 1997 yang pada da-
sarnya menyetujui penggabungan Bandar Udara El Tari
Kupang ke dalam manajemen PT (PERSERO) Angkasa
Pura I, menghapuskan dari daftar inventaris Departemen
Perhubungan dan ditetapkan sebagai tambahan Penyerta-
an Modal Pemerintah ke dalamPT(PERSERO) Angkasa
Pura I.
Sebagai pengelola Bandar Udara selanjutnya, PT (PER-
SERO) Angkasa Pura I mengadakan perbaikan dan per-
luasan terminal ataupun fasilitas lainnya secara bertahap
antara lain perluasan ruang kedatangan domestik pada ta-
hun 2006, penggantian fasilitas VASI dengan PAPI pa-
da tahun 2007 dan pembuatan jalan langsung ke Gudang
Kargo pada tahun 2008.
4 5 TRANSPORTASI
Bandar udara yang beroperasi sejak pagi hingga ma-
lam untuk penerbangan domestik dan internasional, yang
menghubungkan Kota Kupang dengan beberapa kota di
provinisi Nusa Tenggara Timur, beberapa koa besar la-
in di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Semarang,
Yogyakarta, Mataram dan Makassar. Beberapa mas-
kapai penerbangan regional dan nasional, baik komer-
sil dan perintis telah membuka kantornya di Kota Ku-
pang, seperti Merpati Airlines, Garuda Indonesia Air-
ways, Batavia Air, Lion Air, Wings Air, Sriwijaya Air,
TransNusa dan Susi Air.Selain itu bandara ini juga mem-
punyai penerbangan langsung dari dan ke luar negeri, ya-
itu ke Australia dan Timor Leste.
5.2 Laut
Senja di Pelabuhan Tenau, Kupang.jpg
Pelabuhan Kupang pada tahun 1912
Pelabuhan Kupang dapat melayani kapal-kapal barang
maupun penumpang. Dahulu melalui dermaga ini se-
ring melayani kapal penumpang menuju Pante Makasar,
Ruteng, Baa, Dili, Kalabahi dan lain-lain. Saat ini Pela-
buhan Niaga dan Pelabuhan Komersil terletak di daerah
Tenau dan Bolok, yang merupakan wilayah Kabupaten
Kupang. Di wilayah Kota Kupang terdapat Pelabuhan
Rakyat di Namosain dan Pelabuhan Laut Kupang. Pela-
buhan Rakyat Kupang di Namosain merupakan pelabuh-
an laut alam yang sekarang telah ditata dengan lebih ba-
ik. Pelabuhan ini kapal-kapal kayu melayani transportasi
laut menuju Rote, Semau dan beberapa daerah di seki-
tar Kota Kupang. Sebelumnya juga digunakan oleh para
nelayan sebagai tempat berlabuh dan bongkar muat hasil
tangkapan. Pelabuhan Kupang yang merupakan pelabuh-
an laut tua, saat ini menjadi tempat berlabuhnya kapal-
kapal layar dari luar negeri dan menjadi salah satu tempat
persinggahan dalam kegiatan Sail Indonesia dari Darwin,
Australia menuju beberapa pulau di Indonesia
[9]
.
5.3 Darat
Bemo Kota Kupang
Sistem transportasi darat Kota Kupang dilayani oleh mi-
nibus angkutan kota yang biasa disebut bemo. Ada pula
layanan taksi dan beberapa rute dilayani oleh bus kota.
Sebagian besar rute dalam kota dilayani oleh bemo yang
menghubungkan beberapa terminal seperti Terminal Ku-
pang, Terminal Oepura dan Terminal Oebobo. Untuk ke-
berangkatan jalan darat ke luar kota dilayani di Terminal
Oebobo.
Khusus untuk angkutan bemo, memiliki ciri khas tersen-
diri. Rute setiap bemo ditandai oleh warna dan angka
yang terdapat pada bagian atas depan bemo.
Aksesoris bemo yang sangat banyak ditambah dengan
dentuman musik yang sangat keras. Selain itu terdapat
juga jasa layanan transportasi roda dua yang lebih dikenal
dengan ojek yang banyak dijumpai di setiap sudut Kota
Kupang.
Melalui jalan darat pula dilayani bus antar kota dalam
provinsi ke SoE, Kefa dan Atambua, serta antar nega-
ra, yakni ke Dili, Timor Leste. Bus ini disediakan oleh
berbagai penyedia layanan termasuk DAMRI. Layanan
imigrasi Indonesia-Timor Leste dilaksanakan di Tasifeto
Timur-Batugade.
5
6 Pendidikan
Kota Kupang memiliki sarana pendidikan milik peme-
rintah dan yang dikelola oleh swasta untuk pendidikan
formal dan informal dari tingkat TK, SD, SLTP dan SL-
TA serta Perguruan Tinggi.
6.1 Taman Kanak-Kanak
Kota Kupang memiliki Sekolah Taman Kanak-Kanak se-
banyak 94 buah.
6.2 Sekolah Dasar
Sekolah Dasar/Ibtida'iyah yang ada di Kota Kupang se-
banyak 121 buah.
6.3 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama
Jumlah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama/MTs yang
tersebar di Kota Kupang sebanyak 39 buah.
6.4 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas
Sekolah Lanjutan Tingkat Atas/MAyang ada di Kota Ku-
pang sebanyak 39 buah, yang terdiri dari 22 SLTA dan
17 Sekolah Kejuruan.
6.5 Perguruan Tinggi
Perguruan Tinggi yang ada di Kota Kupang sebanyak 21
buah yang terdiri dari 3 Perguruan Tinggi Negeri yaitu:
Universitas Nusa Cendana, Kupang
[10]
Politeknik Negeri Kupang
Politeknik Pertanian Negeri Kupang
Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang
dan 18 Perguruan Tinggi Swasta, yaitu:
Universitas Katholik Widya Mandira
[11]
Universitas Kristen Artha Wacana
[12]
Universitas Muhammadiyah Kupang
[13]
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Kupang
Universitas PGRI Kupang
[14]
Akademi Teknik Kupang
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Oemathonis
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Putra Timor (pindah-
an dari Dilli)
Akademi Pekerjaan Sosial
Akademi Keuangan dan Perbankan Eata Kupang
Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Informasi
Uyelindo
Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing Mentari Kupang
Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing Cakrawala Nu-
santara Kupang
Akademi Koperasi Kupang Ratu Jelita Kupang
Akademi Pariwisata Kupang.
Untuk Sekolah/Perguruan Tinggi Negeri Kesehatan yang
ada di Kota Kupang adalah Politeknik Kesehatan Dep-
kes Kupang dan untuk swasta ada Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan CHMK dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
Maranatha.
7 Kesehatan
Kota Kupang memiliki sarana pelayanan kesehatan milik
pemerintah maupun yang dikelola oleh swasta.
7.1 Rumah Sakit Pemerintah
RSUD W. Z. Johannes Kupang
[15]
RS Bhayangkara Kupang
[16]
RS Korem 161 Wira Sakti Kupang
Rumkital Kupang
[17]
RSUD Kota Kupang
7.2 Rumah Sakit/Klinik Swasta
RS Mamami
RS Dedari
RS Kartini
7.3 Daftar Puskesmas
Puskesmas Alak
Puskesmas Naioni
Puskesmas Bakunase
[18]
Puskesmas Pasir Panjang
Puskesmas Kupang Kota
6 9 PARIWISATA
Puskesmas Oebobo
Puskesmas Oepoi
Puskesmas Sikumana
Puskesmas Penfui
7.4 Laboratorium Kesehatan
Laboratorium Klinik Prodia
8 Pers dan Media
8.1 Surat Kabar
Beberapa surat kabar yang menjadikan Kota Kupang
sebagai pusat penerbitannya seperti Harian Umum
Pos Kupang
[19]
,Kupang Online
[20]
, Timor Express dan
victorynewsmedia.
8.2 Radio dan Televisi
Stasiun radio milik pemerintah yang beroperasi di Kota
Kupang adalah Radio Republik Indonesia (RRI) melalui
RRI Pro1 90.9 FM dan RRi Pro2 94.4 FM. Selain itu
ada beberapa stasiun radio swasta yang beroperasi di Kota
Kupang antara lain:
Radio TIRILOLOK SUARA VERBUM 101.1 FM,
We are the voice of the voiceless Jl.Thamrin-
Oepoi Kota Kupang
SWARAHAM88,5 FMRadionya Warga Kota Ka-
sih', JL. Sangkar Mas No.16 - Nunbaun Sabu - Alak
- Kota Kupang
MADIKA 91.7 FM THE TOP RADIO STA-
TION (JL. SK. LERIK NO.16 WALIKOTA)
Radio SWARA TIMOR 90.1 FM YOUR LOVELY
FAMILY STATION
DMWS FM 103.5 MHz
RHAMAGONG 96,8 MHz
KISORRA FM 105,1 MHz
AFB TV CHANEL 40 UHF & RADIO 95.2 Mhz
KAISAREA VOICE 97,6 MHz
LIZBETH 98.4 FM
SWARA KUPANG 96.0 FM
SUARA KASIH 89.3 FM
RADIO SAHABAT (Kab. Kupang)
Stasiun televisi milik pemerintah yang beroperasi di Kota
Kupang adalah TVRI Kupang. Selain itu ada stasiun te-
levisi swasta yang beroperasi di Kota Kupang antara lain:
TVTL
Timor TV
Madika TV
AFB TV
9 Pariwisata
9.1 Objek Wisata
Pantai Lasiana
Pantai Lasiana mulai dibuka untuk umum sekitar tahun
1970-an. Sejak Dinas Pariwisata NTT memoles dengan
membangun berbagai fasilitas pada tahun 1986, Pantai
Lasiana ramai dikunjungi turis asing. Sesuai rencana pe-
ngembangan Pemkot Kupang, Pantai Lasiana akan di-
jadikan Taman Budaya Flobamora, yakni sebutan yang
mengacu pada keseluruhan suku bangsa di dekat Pantai
Lasiana, antara lain, Flores, Sumba, Timor dan Alor.
Di pantai Lasiana ini banyak didapati lopo-lopo yang
berderet. Lopo-lopo adalah sebutan lokal untuk pondok
yang dibangun menyerupai payung dengan tiang dari ba-
tang pohon kelapa atau kayu dan beratapkan ijuk, pelepah
kelapa atau lontar, dan alang-alang. Bisa juga beratapk-
an seng yang bagian luarnya dilapisi ijuk, pelepah kelapa
atau lontar dan alang-alang.
Taman Nostalgia
Berlokasi di Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo,
Taman Nostalgia dirancang sebagai taman kota. Dengan
fasilitas jogging track, arena olah raga dan wisata kuli-
ner. Di Taman Nostalgia terdapat Gong Perdamaian Nu-
santara. Gong Perdamaian Nusantara (GPN) merupakan
sarana persaudaraan dan pemersatu bangsa. Berasal da-
ri Desa Pakis Aji, Kecamatan Plajan, Kabupaten Jepara,
Provinsi Jawa Tengah. Gong yang berusia 450 tahun itu
milik Ibu Musrini, yang adalah ahli waris generasi ketu-
juh dari pencetus gong. GPN terbuat dari bahan cam-
puran kuningan (bronze) dan perunggu, berdiameter 2
meter dengan berat 100 kg. GPN bermakna keseim-
bangan kehidupan dan memberi nilai lebih, kebanggaan,
citra baik dan sumber pendapatan sepanjang masa bagi
daerah yang menerimanya. Struktur GPN menampilkan
:
1. Lingkaran luar : Logo 444 Kabupaten/Kota se-
Indonesia.
2. Lingkaran tengah : Logo 33 Provinsi se-Indonesia.
7
3. Lingkaran dalam : Tulisan Gong Perdamaian Nu-
santara, sepasang bunga pada kiri-kanan, tulisan
sarana persaudaraan dan Pemersatu Bangsa.
4. Lingkaran isi : Simbol 5 Agama yang diakui Bangsa
Indonesia.
5. Lingkaran puncak : Peta Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI).
6. Logo Daerah Kota Kupang diletakan dibagian te-
ngah atas berdampingan dengan Kabupaten Jepara,
Kedua Logo Kota dan Kabupaten tersebut berlatar
hitam sehingga membedakannya dengan Kabupa-
ten/Kota lainnya.
7. Pada sisi kanan Gong ditulis Hak Cipta Oleh Dju-
yoto Suntani (Presiden Komite Perdamaian Dunia)
didukung oleh Bambang Herry Purnomo, Susianty
Kawira, Frans Lebu Raya dan Daniel Adoe.
9.2 Wisata Kuliner
Kota ini menyimpan banyak pesona, khususnya pengge-
mar sea food. Wisatawan yang berkunjung ke kota ini bi-
asanya terkesan dengan ikan bakar yang ukurannya besar-
besar dengan harga yang relatif murah. Pasar malam
yang populer di Kota Kupang yang menyajikan makan-
an sari laut terletak di daerah Kampung Solor di sekitar
bekas bioskop Raja. Dinikmati dengan sambal khas Ku-
pang, tentu wisatawan akan langsung berjanji pada diri
sendiri: suatu saat nanti, beta akan kembali lagi. Ju-
ga cumi-cumi dan udang segar yang mengeluarkan aro-
ma manis ketika dibakar sangat mengundang selera. Di
samping itu wisatawan juga akan disuguhkan salah satu
makanan khas kota Kupang, yaitu jagung bose. Ma-
kanan ini dibuat dari campuran jagung dan sayuran serta
biji-bijian (biasanya kacang hijau dan kacang tanah). Ada
juga daging se'i, yaitu daging sapi atau daging babi yang
diasap dan dicampur susu, garamdan rempah-rempah se-
hingga rasanya ada yang manis dan juga asin. Kota ini ju-
ga memiliki pesona wisata karena memiliki pantai pasir
putih yang indah dan laut biru yang cantik. Sejak bebe-
rapa tahun terakhir ini menjadi langganan persinggahan
peserta lomba perahu layar internasional.
Satu lagi yang unik adalah penjual jagung bakar yang ter-
bentang sepanjang trotoar di jalan El Tari (di depan Kan-
tor Gubernur) menjadi tempat favorit kawula muda Kota
Kupang.
[21]
10 Referensi
[1] http://prokum.esdm.go.id/uu/1999/uu-22-1999.pdf
[2] Tim Penyusun: Prol Kota Kupang 2010 Edisi 2, ha-
laman 1. Badan Pengolahan Data Elektronik Sekretariat
Daerah Kota Kupang, 2010
[3] http://hukum.unsrat.ac.id/pp/pp_22_1978.pdf
[4] Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun
1996
[5] http://nttprov.go.id/provntt/index.php?option=com_
content&task=view&id=68&Itemid=66
[6] http://kupangkota.bps.go.id/publikasi/statda%20kota/
[7] http://eltari-airport.co.id/
[8] http://eltari-airport.co.id/tentang-kami/37-profil/
81-sejarah2.html
[9] http://www.sailindonesia.net/home/home.php
[10] http://www.undana.ac.id/
[11] http://unwira.ac.id/n/
[12] http://www.ukaw.ac.id/
[13] http://unmuh-kupang.ac.id/
[14] http://www.pts.co.id/?q=profil-pts&kode=081-022
[15] Peraturan Daerah Provinsi Daerah Tingkat I Nusa Teng-
gara Timur Nomor 12 Tahun 1980
[16] http://putkes.tripod.com/naskah/rsBhay/28FksRSbhay_
Kupang_NTT.html
[17] http://info.tnial.mil.id/lantamal7/tabid/224/
articleType/ArticleView/articleId/288/
RUMKITAL--KUPANG-GELAR-PENGOBATAN-GRATIS.
aspx
[18] http://www.dinkes-kotakupang.web.id
[19] http://kupang.tribunnews.com/
[20] http://www.kupang-online.com/
[21] Tempat favorit kawula muda Kota Kupang
11 Pranala luar
8 12 TEXT AND IMAGE SOURCES, CONTRIBUTORS, AND LICENSES
12 Text and image sources, contributors, and licenses
12.1 Text
Kota Kupang Source: http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Kupang?oldid=8110577 Contributors: Meursault2004, Bennylin, Sanko, Muijz,
Borgx, Kembangraps, RobotQuistnix, YurikBot, Ciko, Borgxbot, IvanLanin, Beeyan, Andri.h, Gombang, -iNu-, Thijs!bot, Reindra, Al-
bertus Aditya, VolkovBot, TXiKiBoT, Zulkhaery, SieBot, Aldo samulo, Alecs.bot, MelancholieBot, Jack Merridew, Yanes panie, Rodin,
Luckas-bot, Amirobot, Ezagren, Xqbot, Ardjukkev, Luph25, Tjmoel, FoxBot, Humboldt, Dinamik-bot, Sentirpitu, Bozky, KamikazeBot,
TjBot, Kenrick95Bot, EmausBot, Ewesewes, ZroBot, 22Kartika, Wagino 20100516, KAISAREA VOICE 97,6 MHz, ChuispastonBot,
WikitanvirBot, MerlIwBot, Eddy bf, Imanuel NS Uen, Botrie, Yogwi21, Max Rudolf, Yanu Tri, Aladdin Ali Baba, Sobboy Moi, Max
Jacob Gustaf, Mersamjambi, Addbot, Batarar dan Anonymous: 51
12.2 Images
Berkas:3718a6760af3d8aa3ffe6b66cde54165.jpg Source: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/4/42/
3718a6760af3d8aa3ffe6b66cde54165.jpg License: ? Contributors: ? Original artist: ?
Berkas:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Haven_van_Kupang_TMnr_10010359.jpg Source: http://upload.wikimedia.org/
wikipedia/commons/d/da/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Haven_van_Kupang_TMnr_10010359.jpg License: CC-BY-SA-3.0
Contributors: Tropenmuseum <a href='//commons.wikimedia.org/wiki/Institution:Tropenmuseum' title='Link back to Institution infobox
template'><img alt='Link back to Institution infobox template' src='//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/73/Blue_pencil.
svg/15px-Blue_pencil.svg.png' width='15' height='15' srcset='//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/73/Blue_pencil.svg/
23px-Blue_pencil.svg.png 1.5x, //upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/73/Blue_pencil.svg/30px-Blue_pencil.svg.png 2x'
data-le-width='600' data-le-height='600' /></a> Original artist: Prof. A.A. (August Adriaan) Pulle (Fotograaf/photographer).
Berkas:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Residentiehuis_Koepang_TMnr_60022905.jpg Source: http://upload.wikimedia.org/
wikipedia/commons/5/5c/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Residentiehuis_Koepang_TMnr_60022905.jpg License: CC-BY-SA-3.0
Contributors: Tropenmuseum <a href='//commons.wikimedia.org/wiki/Institution:Tropenmuseum' title='Link back to Institution infobox
template'><img alt='Link back to Institution infobox template' src='//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/73/Blue_pencil.
svg/15px-Blue_pencil.svg.png' width='15' height='15' srcset='//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/73/Blue_pencil.svg/
23px-Blue_pencil.svg.png 1.5x, //upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/73/Blue_pencil.svg/30px-Blue_pencil.svg.png 2x'
data-le-width='600' data-le-height='600' /></a> Original artist: tak diketahui
Berkas:Commons-logo.svg Source: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4a/Commons-logo.svg License: Public domain
Contributors: This version created by Pumbaa, using a proper partial circle and SVG geometry features. (Former versions used to be slightly
warped.) Original artist: SVG version was created by User:Grunt and cleaned up by 3247, based on the earlier PNG version, created by
Reidab.
Berkas:East_Nusa_Tenggara_COA.svg Source: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/7f/East_Nusa_Tenggara_COA.
svg License: Public domain Contributors: redraw based on ocial emblem of East Nusa Tenggara Original artist: Gunkarta
Berkas:Flag-map_of_Indonesia.png Source: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/6d/Flag-map_of_Indonesia.png Li-
cense: Public domain Contributors: Karya sendiri Original artist: Andriyko_UA
Berkas:Flag_of_Indonesia.svg Source: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/9f/Flag_of_Indonesia.svg License: Public
domain Contributors: Law: s:id:Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 (http://badanbahasa.kemdiknas.go.id/
lamanbahasa/sites/default/files/UU_2009_24.pdf) Original artist: Drawn by User:SKopp, rewritten by User:Gabbe
Berkas:Indonesia_location_map.svg Source: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/a4/Indonesia_location_map.svg Li-
cense: CC-BY-SA-3.0 Contributors: Karya sendiri Original artist: Uwe Dedering
Berkas:Kupang_lighthouse_and_anchorage.JPG Source: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/6a/Kupang_lighthouse_
and_anchorage.JPG License: Public domain Contributors: Own work of en:User:Chrisdev Original artist:
Berkas:Lambang_Kota_Kupang.jpg Source: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c2/Lambang_Kota_Kupang.jpg Li-
cense: Public domain Contributors: http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Lambang_Kota_Kupang.jpg Original artist: Reindra
Berkas:Lokasi_Nusa_Tenggara_Timur_Kota_Kupang.svg Source: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/13/Lokasi_
Nusa_Tenggara_Timur_Kota_Kupang.svg License: CC-BY-SA-3.0 Contributors: Transferred from id.wikipedia; transferred to Commons
by User:Jack Merridew using CommonsHelper. Original artist: Original uploader was Ewesewes at id.wikipedia
Berkas:National_emblem_of_Indonesia_Garuda_Pancasila.svg Source: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/90/
National_emblem_of_Indonesia_Garuda_Pancasila.svg License: Public domain Contributors: Karya sendiri self-made, based on ocial
Indonesian Government Image Original artist: Gunawan Kartapranata
Berkas:Nuvola_single_chevron_right.svg Source: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/e/e2/Nuvola_single_chevron_
right.svg License: LGPL Contributors: Image:1rightarrow.png Original artist: en:David Vignoni, User:Stannered
Berkas:Pemandangan_senja_di_pantai_Pasir_Panjang,_Kupang.jpg Source: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/c/c3/
Pemandangan_senja_di_pantai_Pasir_Panjang%2C_Kupang.jpg License: ? Contributors: ? Original artist: Baktiars Photowork
Berkas:Red_pog.svg Source: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0c/Red_pog.svg License: Public domain Contributors:
Karya sendiri Original artist: Andux
Berkas:Senja_di_Pelabuhan_Tenau,_Kupang.jpg Source: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/a/a1/Senja_di_Pelabuhan_
Tenau%2C_Kupang.jpg License: ? Contributors: ? Original artist: ?
12.3 Content license
Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0