You are on page 1of 85

PENULISAN ARTIKEL ILMIAH

PADA JURNAL ILMIAH


WASMEN MANALU
FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
wasmenmanalu@ymail.com

PERBANDINGAN JUMLAH
PUBLIKASI TERINDEKS DI SCOPUS

Sumber: SCIMAGO Journal Ranking (http://www.scimagojr.com)

Jumlah Publikasi Perguruan Tinggi Terkemuka


ASEAN
50000

49227

(Data Scopus sd Januari 2009)

45000
40000
35000
30000
25000
20000
15000
10000

5000
0

9081

3731

1570

1124

518

512

PENDAHULUAN
SEBELUM MENULIS ARTIKEL ILMIAH ADA
PRASYARAT MUTLAK YANG HARUS
DIPENUHI YAITU ADA PENELITIAN YANG
DIRANCANG DAN DILAKUKAN DENGAN BAIK
DENGAN HASIL YANG SUDAH DIANALISIS,
DITABULASIKAN DAN DIILUSTRASIKAN
DENGAN BAIK, DAN TELAH DIPAHAMI DAN
DIKUASAI DENGAN BAIK DAN YANG TELAH
MEMPUNYAI SIMPULAN

PENULISAN ARTIKEL ILMIAH


Penulisan artikel ilmiah merupakan jembatan
antara peneliti dan pembaca, penulisannya
membutuhkan teknik khusus.
Penulis artikel dituntut untuk dapat menulis
dengan gaya bahasa sendiri.
Artikel ilmiah juga merupakan suatu bentuk
kontribusi keilmuan kepada kemajuan iptek dan
dapat dipandang sebagai sarana promosi diri
seorang ilmuwan

PENULISAN ARTIKEL ILMIAH


Secara universal penulisan artikel ilmiah sudah
dimapankan mengikuti aturan yang ada.
Hal ini adalah untuk memudahkan komunikasi
antarilmuwan.
Untuk menjamin efektivitas transformasi ilmiah
maka suatu artikel ilmiah harus memenuhi tiga
unsur, logika ilmu yang tepat, bahasa yang
jelas, lugas dan komunikatif, serta sesuai
dengan aturan jurnal yang akan memuat
artikel tersebut.

PENULISAN ARTIKEL ILMIAH


Seorang penulis perlu taat mengikuti
konvensi dari masing-masing bidang ilmu
yang ditekuninya dengan berpedoman
pada jurnal ilmiahnya.
Masing-masing jurnal mempunyai gaya
selingkung sendiri yang dapat diikuti pada
petunjuk penulis yang ingin menerbitkan
karya ilmiahnya.

TAHAPAN PROSES PENULISAN


ARTIKEL ILMIAH
PEMILIHAN JURNAL
PENCARIAN PETUNJUK PENULISAN
PENCARIAN SALAH SATU CONTOH
ARTIKEL
PENULISAN ARTIKEL MENGIKUTI
PETUNJUK
PENGIRIMAN NASKAH

TAHAPAN PROSES PENULISAN


ARTIKEL ILMIAH
PENGIRIMAN NASKAH
PENGEMBALIAN NASKAH OLEH KETUA
DEWAN REDAKSI
PERBAIKAN NASKAH
PENGIRIMAN NASKAH YANG SUDAH
DIPERBAIKI
PEMERIKSAAN CONTOH CETAK

TAHAPAN PROSES PENULISAN


ARTIKEL ILMIAH
PENYELESAIAN ADMINISTRASI
PEMESANAN REPRINT ATAU CETAK
LEPAS
PENERIMAAN REPRINT
PENGIRIMAN REPRINT KE KOLEGA

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN


DALAM PENULISAN ARTIKEL ILMIAH

UKURAN DAN JENIS KERTAS


SPASI
PENOMORAN HALAMAN
JUMLAH BARIS PER HALAMAN
MARGIN
PENOMORAN SETIAP BARIS TULISAN
PENULISAN HALAMAN JUDUL
PENULISAN BADAN ARTIKEL

PENULISAN HALAMAN JUDUL


ADA KALANYA JURNAL
MENGHARUSKAN HALAMAN JUDUL
YANG TERPISAH DARI ARTIKEL.
HALAMAN JUDUL MEMUAT JUDUL
ARTIKEL, NAMA-NAMA PENGARANG
ATAU PENULIS, LEMBAGA AFILIASI
MASING-MASING PENULIS, DAN
ALAMT PENULIS KORESPONDENSI

PENULISAN JUDUL
Setiap penulis artikel ilmiah pada hakikatnya
berkeinginan tulisannya dibaca secara luas oleh
masyarakat ilmiah.
Judul merupakan bagian pertama dari suatu
artikel ilmiah yang dibaca sebelum pembaca
membaca isi artikel ilmiah.
Suatu judul artikel ilmiah, selain harus bersifat
khas untuk meningkatkan daya tarik pembaca,
juga harus singkat dan mampu menggambarkan
keseluruhan isi artikel tersebut.

PENULISAN JUDUL
Disarankan suatu judul tidak lebih dari 12
kata dalam bahasa Indonesia, 8 kata
dalam bahasa Jerman, dan 10 kata dalam
bahasa Inggris.
Judul yang singkat tetapi jelas, bukan
suatu hal yang mudah dibuat.
Judul artikel perlu diterjemahkan ke dalam
bahasa Inggris.

PENULISAN JUDUL
Beberapa judul artikel pada suatu jurnal
ilmiah sering kali ditemukan terlalu singkat
sehingga judul tersebut kurang
menggambarkan isi artikel.
Judul yang terlalu panjang sering kali
mengaburkan makna isi artikel, apalagi
pada judul tersebut terdapat kata-kata
klise seperti penelaahan, studi,
pengaruh dan lain-lain.

PENULISAN JUDUL
Hindari penggunaan kata-kata yang
rendah bobot ilmiahnya.
Untuk menghindari judul yang terlalu panjang
dengan tetap mempertahankan kejelasan
makna judul, maka sebaiknya dibuatkan subjudul.
Judul artikel ilmiah ilmu-ilmu sosial sedapat
mungkin dirumuskan dalam kalimat-kalimat
relasional dan menghindari kalimat-kalimat yang
mengandung kausalitas.

PENULISAN JUDUL
Disarankan dalam penulisan judul untuk
menonjolkan kata kunci.
Dianjurkan untuk menempatkan kata kunci yang
paling penting dan khas di awal judul.
Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan
pelayanan penelusuran pustaka (literature
scanning service) yang sering kali
menggunakan sistem kata kunci (key word
system).

PENULISAN JUDUL
Penempatan kata kunci dalam judul
memberikan dua keuntungan bagi penulis.
Pertama, judul seperti itu merupakan judul
yang paling deskriptif, ini sangat
membantu pembaca untuk mendapatkan
gambaran awal isi artikel juga dapat
merangsang pembaca menjadi pembaca
aktif.

PENULISAN JUDUL
Kedua, judul yang mencantumkan kata
kunci, memungkinkan suatu artikel
dikelompokkan ke dalam klasifikasi yang
benar oleh pelayanan penelusuran
pustaka, tentunya akan sangat membantu
ilmuwan lain dalam penelusuran literatur
secara cepat dan tepat.

CONTOH-CONTOH JUDUL ARTIKEL


Contoh judul yang memerlukan perbaikan:
Studi Penurunan Kandungan Fosfat Dalam Limbah Tahu
Studi Penggunaan Tembaga (Cu) Sebagai Catalytic Converter Pada
Knalpot Sepeda Motor Dua Tak Terhadap Emisi Gas Co
Pseudoanerisma
Tumor stromal gastointestinal
TAREKAT: SEJARAH TIMBUL DAN PENGARUHNYA DI DUNIA
ISLAM
SPIRITUALITAS AGAMA: TRANSFORMASI TRADISI INDIVIDUAL
KE KOMUNAL
Penciptaan Bahan Baku General Seni dengan Memanfaatkan
Limbah Bahan Tanah Liat Keramik Porselin Sebagai Bahan
Campuran dengan Teknik Pengolahan Silinder Putar Guna
Meningkatkan Kualitas Bahan Baku Effisiensi Produk

Pembinaan Pengetahuan dan Keterampilan


Masyarakat Tentang Pengolahan Buah Nenas
Menjadi Dodol Nenas di Kecamatan Tambang,
Kampar, Propinsi Riau
Keefektifan Zat Penghambat Tumbuh Tanaman
Untuk Pengendalian Tomat Sweet Cherry dan
Tomat Yelow Pear
Satu-Dua Aspek Soal Membagi Urusan
Pemerintahan
Hubungan Masyarakat, Prinsip, Kasus dan
Masalahnya.
Area and Administration
Pengaruh Konsentrasi NaOH Terhadap Sifat-Sifat
Karaginan Euhenna Cottonil dari Karimun Jawa dan
Madura

PENULISAN BARIS KREDIT


Pada suatu jurnal internasional, bila
pembimbing lebih dari satu, maka
pembimbing yang paling senior
bertindak sebagai pengayom penulis
muda dan biasanya namanya
ditempatkan paling akhir.

PENULISAN BARIS KREDIT


Penulis terakhir sering kali berperanan
sebagai penulis untuk korespondensi dan
namanya diikuti dengan tanda bintang, yang
keterangannya diberikan pada catatan kaki.
Hal ini dilakukan mengingat penulis pertama
merupakan mahasiswa penulis tesis atau
disertasi yang akan meninggalkan kampus
setelah selesai masa studinya.

PENULISAN BARIS KREDIT


Penulis korespondensi tidak selalu penulis
utama.
Penulis korespondensi akan bertanggung
jawab atas semua korespondensi serta
perbaikan yang menyangkut artikel tersebut.
Versi penulisan nama penulis sangat
bervariasi, akan tetapi penulis hendaknya
taat asas dalam menuliskan namanya,
khususnya yang tidak memiliki nama
keluarga.

Nama penulis harus konsisten baik dalam bentuk dan


pengejaannya. Perhatikan keragaman dalam
penulisan nama berikut ini:
Djohara Djajadinata
- Johara Jayadinata
- Johara Dj.
- Johara J.
- Djajadinata Djohara
- Jayadinata Johara
- Djohara Dj.
- Johara J.

Nama penulis harus konsisten baik dalam bentuk dan


pengejaannya. Perhatikan keragaman dalam
penulisan nama berikut ini:
Sutopo Gani Nugroho
- Sutopo G. Nugroho
- Nugroho, S.G.
- S. Gani Nugroho

PENULISAN ALAMAT LEMBAGA


AFILIASI
Alamat lembaga penulis harus ditulis dan
lengkap, perlu dilengkapi dengan nomor
telepon, fax dan alamat e-mail, untuk
memudahkan korespondensi dengan
ilmuwan lain.

PENULISAN ALAMAT LEMBAGA


AFILIASI
Nama lembaga yang ditulis pada artikel
ilmiah haruslah nama lembaga tempat
dilakukan penelitian, bukan lembaga asal
penulis.
Hal ini terutama untuk mahasiswa
pascasarjana yang merupakan penulis
tesis atau disertasi.

PENULISAN ALAMAT LEMBAGA


AFILIASI
Jika penulis pertama yang merupakan
penulis tesis tersebut ingin
memperkenalkan nama lembaganya
sebaiknya ditempatkan pada catatan kaki
dengan menuliskan alamatnya saat ini
(present address).

PENULISAN BADAN ARTIKEL

ABSTRAK DAN KATA KUNCI


PENDAHULUAN
MATERI DAN METODE
HASIL DAN PEMBAHASAN ATAU HASIL, PEMBAHASAN
SIMPULAN ATAU IMPLIKASI
UCAPAN TERIMA KASIH
DAFTAR PUSTAKA
TABEL
JUDUL GAMBAR
GAMBAR

ABSTRAK DAN KATA KUNCI


ABSTRAK MERUPAKAN RINGKASAN
KESELURUHAN PENELITIAN YANG MELIPUTI
LATAR BELAKANG, TUJUAN, METODE, HASIL
DAN SIMPULAN DALAM BENTUK SINGKAT
DAN JELAS
JUMLAH KATA DALAM ABSTRAK UMUMNYA
ANTARA 100 DAN 250 KATA
ABSTRAK DIAKHIRI DENGAN KATA KUNCI

ABSTRAK
Abstrak merupakan suatu ringkasan
yang lengkap dan menjelaskan
keseluruhan isi artikel ilmiah.
Abstrak umumnya disajikan dalam satu
paragraf dan disarankan tidak lebih dari
200 kata.

ABSTRAK
Abstrak ditempatkan pada bagian awal artikel ilmiah.
Penulisan abstrak yang baik perlu dipertimbangkan
mengingat bagian ini merupakan bagian artikel yang
dibaca setelah judul.
Sangatlah beralasan, dibaca tidaknya suatu artikel
ilmiah tergantung pada kesan yang diperoleh
pembaca saat membaca abstraknya.
Bagian artikel yang paling sulit dikerjakan adalah
abstrak.
Abstrak dalam bahasa Inggris merupakan satu
kemutlakan yang harus ada.

ABSTRAK
Abstrak harus bersifat informatif dan deskriptif,
artinya setiap informasi yang terkandung pada
abstrak tersebut harus berdasarkan fakta.
Dengan kata lain, sangat tidak diperkenankan
untuk mencantumkan informasi yang tidak ada
faktanya yang jelas dalam isi artikel pada suatu
abstrak.

ABSTRAK
Abstrak yang baik harus mengandung
empat unsur: argumentasi logis
perlunya dilakukan observasi atau
penelitian untuk memecahkan masalah,
pendekatan yang digunakan untuk
memecahkan masalah (metode), hasil
yang dicapai dalam penelitian serta
simpulan dan saran.

ABSTRAK
Setiap unsur hendaknya diungkapkan
dalam kalimat yang singkat dan jelas,
dengan demikian keseluruhan abstrak
menjadi tidak terlalu panjang.

ABSTRAK
Usahakan menulis abstrak sebaik mungkin agar
pembaca dapat menangkap isi artikel tanpa
harus mengacu ke artikel lengkapnya.
Abstrak harus dapat dimengerti oleh ilmuwan
dari disiplin ilmu apa saja.
Pelayanan abstrak (abstracting service)
menyukai abstrak yang pendek, karena secara
langsung mengutip keseluruhannya.

ABSTRAK
Abstrak yang terlalu panjang unit pelayanan
tersebut akan memenggalnya supaya menjadi
lebih pendek.
Namun, pemenggalan seperti ini seringkali
kurang memperhatikan secara cermat detil
isinya, sehingga dapat mengaburkan makna
abstrak keseluruhan.

ABSTRAK
Kejadian seperti ini tentunya sangat
merugikan penulis, karena pembaca
menjadi kurang berkenan menbacanya
karena kekaburan maknanya.
Abstrak harus disusun secara lengkap,
tetapi ringkas, cermat, obyektif dan
cendikia.

ABSTRAK
Abstrak haruslah bersifat berdiri sendiri dalam
penyajian informasi, tidak bersifat bergantung
pada teks.
Data dalam abstrak, hendaknya disajikan secara
tepat dan pasti sehingga pembaca tidak perlu
mengacu pada ilustrasi yang disajikan di dalam
teks, seperti tabel dan gambar.
Dengan alasan yang sama, sebaiknya dihindari
penggunaan singkatan pada abstrak.
Penyajian abstrak dengan cara seperti ini
menjadi sangat penting.

ABSTRAK
Hal ini disebabkan karena sering kali pembaca hanya
membaca abstraknya saja pada suatu waktu, dan
dilanjutkan membaca teksnya pada waktu yang lain.
Abstrak artikel yang dipublikasikan pada jurnal
internasional akan dipublikasikan secara luas melalui
on line service di internet sebelum jurnal yang memuat
artikel tersebut diterbitkan oleh penerbit.
Pada kondisi seperti ini, bila abstraknya tidak disajikan
dengan baik, maka sudah pasti artikelnyapun tidak akan
diakses oleh para pembaca.

KATA KUNCI
Kata kunci adalah kata-kata yang
mengandung konsep pokok yang dibahas
dalam artikel.
Kata kunci dapat diambil dari thesaurus
bidang ilmu masing-masing.
Kata kunci walaupun sangat sederhana
penting dalam pengindeksan artikel serta
dapat membantu keteraksesan suatu tulisan
kepembaca melalui pemindaian komputer di
internet.

KATA KUNCI
Bila seseorang ingin mencari suatu artikel
dengan membaca kata kunci maka salah satu
kata kunci yang Anda tuliskan dapat
membuka artikel tersebut.
Pilihlah kata kunci yang paling baik mewakili
topik yang dibahas dalam artikel tersebut.
Jumlah kata kunci bervariasi dari 3 sampai 6
kata-kata tunggal dan cara pengurutannya
dari yang spesifik ke yang umum dan ditulis
dalam suatu baris.

PENILAIAN SISTEMATIKA PADA JUDUL


ARTIKEL
Judul Artikel
Apakah judul tidak terlalu panjang atau terlalu
pendek (dapat memenuhi 12 kata).
Apakah judul telah menggambarkan secara
singkat inti karangan sesuai dengan
permasalahannya.
Apakah judul menarik
Apakah judul tepat, benar, logis, cermat,
informatif/indikatif

PENILAIAN SISTEMATIKA PADA BARIS


KEPEMILIKAN
Baris Kepemilikan (Baris Kredit)
Apakah nama-nama sudah diurut sesuai
dengan besarnya peran para penulisnya.
Apakah nama tersebut sudah ditulis
sesuai dengan aturan jurnalnya
Apakah alamat korespondensi telah
dilengkapi sesuai aturan yang baku

PENILAIAN SISTEMATIKA PADA


ABSTRAK
Abstrak
Apakah merupakan suatu abstrak satu paragraf atau
abstrak terstruktur
Apakah sudah tercakup komponen IMRAD.
(introduction, methods, results and discussion)
Bacalah ide pokoknya, apakah abstrak yang dibuat
telah tersusun sebagaimana mestinya dan sesuai
dengan kaidah yang berlaku dalam hal panjang
maupun gaya penulisannya serta merupakan satu
kesatuan ide.
Apakah abstrak sudah informatif/indikatif

PENDAHULUAN
PENDAHULUAN MENGANDUNG ALASAN
MELAKUKAN PENELITIAN, HIPOTESIS, DAN
TUJUAN PENELITIAN
PENDAHULUAN MENGANDUNG
PERUMUSAN MASALAH
PENDAHULUAN MENGANDUNG
PENJELASAN STATE OF THE ART
PENELITIAN
PENDAHULUAN MENGANDUNG PEMIKIRAN
PENULISAN ATAS PERMASALAHAN

PENDAHULUAN
PENDAHULUAN JANGAN DISAMAKAN
DENGAN TINJAUAN PUSTAKA
PERUJUKAN PUSTAKA JANGAN
TERLALU BANYAK DALAM
PENDAHULUAN
JUMLAH KATA DALAM PENDAHULUAN
JUGA DIBATASI

MATERI DAN METODE


KESAHIHAN HASIL YANG DIPEROLEH
DALAM PENELITIAN DITENTUKAN OLEH
MATERI DAN PENDEKATAN METODOLOGI
YANG DIGUNAKAN
JELASKAN SECARA RINCI MATERI DAN
METODE YANG DIGUNAKAN
JELASKAN SEBAIK-BAIKNYA MENGENAI
PERLAKUAN CARA DAN FREKUENSI
PEMBERIAN

MATERI DAN METODE


JELASKAN SECARA RINCI:
CARA DAN FREKUENSI PENGAMBILAN
SAMPEL
VARIABEL DAN CARA PENGUKURANNYA
PROSEDUR ANALISIS KIMIA ATAU FISIK
SAMPEL
PROSEDUR ANALISIS STATISTIK YANG
DIGUNAKAN

HASIL DAN PEMBAHASAN


DALAM MENYAJIKAN HASIL
UNGKAPKANLAH HASIL SECARA
JELAS DAN LUGAS DENGAN KALIMAT
SEDERHANA
UNTUK PENYAJIAN DATA SEDERHANA
GUNAKAN TABEL, UNTUK DATA YANG
BANYAK GUNAKAN GRAFIK ATAU
GAMBAR

HASIL DAN PEMBAHASAN


JANGAN MENYAJIKAN GAMBAR YANG
DIBANGUN DARI DATA YANG DISAJIKAN
DALAM TABEL
MULAILAH MENULIS HASIL DENGAN CARA
YANG SISTEMATIS
CARA PENULISAN HARUS BERSISTEM
YAITU MEMULAI DARI PENYAJIAN HASIL
UTAMA KEMUDIAN DIIKUTI DENGAN DATA
PENDUKUNGNYA ATAU SEBALIKNYA

HASIL DAN PEMBAHASAN


PEMBAHASAN DITULIS DENGAN BAHASA
YANG JELAS DAN JANGAN MENGGUNAKAN
KALIMAT YANG TERLALU PANJANG
TULISLAH PEMBAHASAN SEDEMIKIAN RUPA
SEHINGGA JELAS TERLIHAT PERBEDAAN
ANTARA HASIL PENELITIAN YANG SEDANG
DILAPORKAN DAN HASIL PENELITIAN
RUJUKAN PUSTAKA

HASIL DAN PEMBAHASAN


PEMBAHASAN SELALU DIARAHKAN KE
HIPOTESIS (MENERIMA ATAU
MENOLAK HIPOTESIS) DAN MENGAPA
DEMIKIAN
PENGUTIPAN DALAM PEMBAHASAN
JANGAN TERLALU PANJANG, DAN
LEBIH BAIK DITULIS DENGAN BAHASA
SENDIRI

HASIL DAN PEMBAHASAN


JANGAN SEKALI-KALI MENGUTIP
PENDAPAT ORANG DI TEMPAT YANG
SALAH
KELOMPOKKAN BEBERAPA
PENELITIAN SEJENIS DAN BISA
DIKUTIP SECARA BERKELOMPOK
SEHINGGA NASKAH AKAN MENJADI
LEBIH PENDEK DAN ENAK DIBACA

SIMPULAN ATAU IMPLIKASI


SIMPULAN ADALAH JAWABAN ATAS
HIPOTESIS YANG DIAJUKAN (ATAU
JUDUL)
HINDARI SPEKULASI DALAM
PENGAMBILAN SIMPULAN
SIMPULAN HARUS DIDASARI FAKTA
YANG DITEMUKAN DALAM PENELITIAN

SIMPULAN ATAU IMPLIKASI


IMPLIKASI PENELITIAN PERLU
DIKEMUKAKAN UNTUK MEMPERJELAS
MANFAAT YANG DIHASILKAN OLEH
PENELITIAN
KALAU ADA SARAN UNTUK
PENELITIAN LEBIH LANJUT BISA
DITAMBAHKAN

UCAPAN TERIMA KASIH


UCAPAN TERIMA KASIH DITEMPATKAN SEBELUM
DAFTAR PUSTAKA
UCAPAN TERIMA KASIH TERUTAMA KEPADA
PEMBERI DANA DENGAN NOMOR KONTRAK
PENELITIAN
UCAPAN TERIMA KASIH JUGA DIBERIKAN KEPADA
INDIVIDU YANG MEMBERIKAN SUMBANGAN
BERARTI DALAM PENELITIAN, PENGOLAHAN DATA,
DAN PENULISAN ARTIKEL TANPA IMBALAN DI LUAR
PENULIS

PENULISAN DAFTAR PUSTAKA

NAMA PENULIS
TAHUN PENERBITAN
JUDUL
SUMBER
HALAMAN

PENULISAN TABEL
DALAM PENYIAPAN NASKAH ARTIKEL,
TABEL SELALU DITULIS DALAM HALAMAN
TERPISAH DARI TEKS
SETIAP TABEL DIBERI NOMOR URUT DALAM
ANGKA ARAB DAN DIKETIK DALAM
HALAMAN TERPISAH
IKUTI SECARA CERMAT FORMAT
PENULISAN TABEL

PENULISAN TABEL
UMUMNYA GARIS HORISONTAL
SEPANJANG HALAMAN YANG
DIPERBOLEHKAN HANYA TIGA, DUA DI
BAGIAN ATAS, DAN SATU PENUTUP
TABEL
GARIS VERTIKAL SAMA SEKALI TIDAK
DIPERBOLEHKAN

PENULISAN TABEL
JUDUL TABEL DITEMPATKAN DI ATAS
TABEL
PERHATIKAN FORMAT PENULISAN
JUDUL TABEL
PERHATIKAN PENULISAN SATUAN
ANGKA DALAM TABEL DIFORMAT
SESUAI DENGAN ANGKA DESIMAL

PENULISAN TABEL
CANTUMKAN SD ATAU SE
CANTUMKAN JUMLAH PENGAMATAN
CANTUMKAN SUPERSKRIP UNTUK
PERBEDAAN STATISTIK
KALAU ADA SINGKATAN BERIKAN
PENJELASAN PADA CATATAN KAKI
TABEL HARUS BISA BERDIRI SENDIRI
TANPA HARUS MEMBACA TEKS

JUDUL FIGUR ATAU GAMBAR


JUDUL GAMBAR DILAMPIRKAN
SETELAH TABEL
TULISKAN JUDUL MASING-MASING
GAMBAR DALAM HALAMAN YANG
TERPISAH DARI GAMBARNYA ITU
SENDIRI

FIGUR ATAU GAMBAR


FIGUR DIGUNAKAN UNTUK MENYAJIKAN
DATA YANG SANGAT BANYAK
SETIAP GAMBAR DICETAK PADA HALAMAN
TERPISAH
BERIKAN IDENTIFIKASI NOMOR GAMBAR
(DAN NAMA PENULIS) DI HALAMAN
BELAKANG GAMBAR TERSEBUT
BILA PERLU, TUNJUKKAN BAGIAN ATAS
ATAU BAWAH GAMBAR TERSEBUT

FIGUR ATAU GAMBAR


SERTAKAN UKURAN PENYEBARAN SD ATAU SE
KETERANGAN SIMBOL-SIMBOL YANG DIGUNAKAN
DALAM GAMBAR SEBAIKNYA DIJELASKAN DALAM
JUDUL
UNTUK DATA DENGAN SATUAN YANG SAMA
GUNAKAN SATU SUMBU X DAN SATU SUMBU Y
UNTUK DATA DENGAN SATUAN YANG BERBEDA
GUNAKAN SUMBU YANG BERBEDA

TERIMA KASIH