You are on page 1of 2

Ariscynatha Putra Ingpraja

X MIA 8 / SMAN 2 Bandung

Pengertian dan Hakikat Jujur Menurut Islam


Jujur dapat diartikan bisa menjaga amanah. Jujur merupakan salah satu sifat
manusia yang mulia, orang yang memiliki sifat jujur biasanya dapat mendapat
kepercayaan dari orang lain. Sifat jujur merupakan salah satu rahasia diri
seseorang untuk menarik kepercayaan umum karena orang yang jujur senantiasa
berusaha untuk menjaga amanah. Amanah adalah ibarat barang titipan yang
harus dijaga dan dirawat dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
Berhasil atau tidaknya suatu amanat sangat tergantung pada kejujuran orang
yang memegang amanat tersebut. Jika orang yang memegang amanah adalah
orang yang jujur maka amanah tersebut tidak akan terabaikan dan dapat terjaga
atau terlaksana dengan baik. Begitu juga sebaliknya, jika amanah tersebut jatuh
ke tangan orang yang tidak jujur maka keselamatan amanah tersebut pasti
tidak akan tertolong.
Dengan demikian, jujur dapat pula diartikan kehati-hatian diri seseorang dalam
memegang amanah yang telah dipercayakan oleh orang lain kepada dirinya.
Karena salah satu sifat terpenting yang harus dimiliki bagi orang yang akan
diberi amanah adalah orang-orang yang memiliki kejujuran. Karena kejujuran
merupakan sifat luhur yang harus dimiliki manusia. Orang yang memiliki
kepribadian yang jujur, masuk dalam kategori orang yang pantas diberi amanah
karena orang semacam ini memegang teguh terhadap setiap apa yang ia yakini
dan menjalankan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung
jawab.
Karena orang yang jujur umumnya akan bertanggung jawab penuh akan segala
yang diberikan atau dibebankan kepadanya maka pasti ia akan berusaha sekuat
tenaga untuk menjalankan kewajibannya tersebut dengan sungguh-sungguh.
Selain itu orang yang dalam lubuk hatinya mengalir darah kejujuran maka ia
tidak akan sanggup menyakiti atau melukai perasaan orang lain. Dan karena
itulah orang semacam ini pantas diberi amanah, dengan kejujurannya ia tidak
akan sanggup mengecewakan orang yang telah memberinya amanah tentukan
bukan amanah yang menyesatkan.

Kejujuran adalah perhiasan orang berbudi mulia dan orang yang berilmu. Oleh
sebab itu, sifat jujur sangat dianjurkan untuk dimiliki setiap umat Rasulullah
saw. Hal ini sesuai dengan firman Allah:
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang
berhak menerimanya. (Q.S. an-Nisa: 58).
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghianati Allah dan
Rasul-Nya dan janganlah kamu menghianati amanah-amanah yang
dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (Q.S. al-Anfal: 27).
Dari dua ayat tersebut didapat pemahaman bahwa manusia, selain dapat berlaku
tidak jujur terhadap dirinya dan orang lain, adakalanya berlaku tidak jujur juga
kepada Allah dan Rasul-Nya. Maksud dari ketidakjujuran kepada Allah dan
Rasul-Nya adalah tidak memenuhi perintah mereka. Dengan demikian, sudah
jelas bahwa kejujuran dalam memelihara amanah merupakan salah satu perintah
Allah dan dipandang sebagai salah satu kebajikan bagi orang yang beriman.
Orang yang mempunyai sifat jujur akan dikagumi dan dihormati banyak orang.
Karena orang yang jujur selalu dipercaya orang untuk mengerjakan suatu yang
penting. Hal ini disebabkan orang yang memberi kepercayaan tersebut akan
merasa aman dan tenang.
Jujur adalah sikap yang tidak mudah untuk dilakukan jika hati tidak benar-benar
bersih. Namun sayangnya sifat yang luhur ini belakangan sangat jarang kita
temui, kejujuran sekarang ini menjadi barang langka. Saat ini kita
membutuhkan teladan yang jujur, teladan yang bisa diberi amanah umat dan
menjalankan amanah yang diberikan dengan jujur dan sebaik-baiknya. Dan
teladan yang paling baik, yang patut dicontoh kejujurannya adalah manusia
paling utama yaitu Rasulullah saw. Kejujuran adalah perhiasan Rasulullah saw.
dan orang-orang yang berilmu.

Sumber :
http://hikmah-kata.blogspot.com/2012/09/pengertian-dan-hakikat-jujurmenurut.html