You are on page 1of 25

i

TUGAS GIZI DAN PANGAN


Pemanfaatan Ikan Tuna Sebagai Bahan Substitusi Daging Sapi
Pada Pembuatan Cilok, Dalam Upaya Meningkatkan Konsumsi
Protein Hewani Pada Masyarakat Di Wilayah Kota Mataram

DISUSUN OLEH:

NAMA

NIM

ANGKATAN

RUDI ANSORI

J1A012119

2012

BAIQ MUSTIKA SARI

J1A012015

2012

DINI NOVIANTI

J1A212030

2012

LINDA HERMAYANTI

J1A012071

2012

LORADIKA FITASARI

J1A012073

2012

PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI
UNIVERSITAS MATARAM
2013

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala
limpahan rahmat-Nya, penulis mampu menyelesaikan tugas Makalah Gizi dan Pangan, yang
berjudul Pemanfaatan Ikan Tuna Sebagai Bahan Pengganti Daging Sapi Pada Pembuatan
Cilok, Dalam Upaya Meningkatkan Konsumsi Protein Hewani Pada Masyarakat Di Wilayah
Kota Mataram ini. Dalam penyusunan Makalah ini, penulis juga menyampaikan ucapan
terima kasih kepada:
1. Dody Handito, S.T.P., MP. selaku dosen pengampu matakuliah Gizi dan Pangan.
2. Orang tua penulis yang selalu memberi dukungan moral dan material kepada penulis.
3. Mahasiswa-mahasiswi Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan dan seluruh pihak yang
telah memberikan bantuan dalam proses penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam proses penyusunan karya tulis ini tentunya tidak
terlepas dari segala kekurangan maupun kelebihannya. Oleh karena itulah, kritik dan saran
yang membangun dari para pembaca sangat penulis butuhkan demi kesempurnaan
penyusunan makalah ini.

Mataram, 07 Desember 2013

Penulis

iii

DAFTAR ISI
Halaman Judul
Kata Pengantar ........................................................................................................... i
Daftar Isi .................................................................................................................... ii
Daftar Tabel ............................................................................................................... iii
Ringkasan .................................................................................................................. 1
PENDAHULUAN ..................................................................................................... 2
Latar Belakang Masalah ............................................................................................ 2
TUJUAN DAN MANFAAT...................................................................................... 3
Tujuan ........................................................................................................................ 3
Manfaat ...................................................................................................................... 3
GAGASAN
Kondisi Terkini di Masyarakat Terkait Kurangnya Konsumsi Protein Hewani
Masyarakat di Wilayah Kota Mataram ...................................................................... 4
Solusi yang Pernah Diterapkan dalam Dpaya Meningktakan Konsumsi
Protein Hewani pada Masyarakat ............................................................................. 4
Kondisi Kekinian yang Dapat Diperbaiki Melalui Gagasan yang
Diajukan..................................................................................................................... 5
Pihak-pihak yang Dipertimbangkan Dapat Membantu Mengimplementasikan
Gagasan yang Diajukan ............................................................................................. 6
Langkah yang Harus Dilakukan untuk Mengimplementasikan
Gagasan...................................................................................................................... 7
KESIMPULAN
Gagasan yang Diajukan ............................................................................................. 8
Teknik Implementasi Gagasan yang Diajukan .......................................................... 8
Prediksi Hasil yang Diperoleh Melalui Gagasan yang Diajukan............................... 9
Daftar Pustaka
Lampiran

iv

DAFTAR TABEL
Tabel 1. Komposisi nilai gizi beberapa jenis ikan tuna (Thunnus sp) per 100 g daging.. 6

Pemanfaatan Ikan Tuna Sebagai Bahan Pengganti Daging Sapi Pada


Pembuatan Cilok, Dalam Upaya Meningkatkan Konsumsi Protein Hewani
Pada Masyarakat Di Wilayah Kota Mataram
(Rudi Ansori, Baiq Mustika Sari, Dini Novianti, Linda Hermayanti, Loradika
Fitasari, Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pangan
dan Agroindustri, Universitas Mataram)
RINGKASAN
Protein merupakan senyawa pembangun jaringan tubuh, yang jumlahnya cukup besar
setelah air. Protein banyak terdapat dalam tulang rawan, cairan tubuh, jaringan bawah kulit
dan dalam otot. Protein berperan sebagai enzim dalam tubuh selain juga berperan sebagai
pengganti jaringan tubuh yang rusak sehingga disebut sebagai senyawa pembangun sama
dengan kerbohidrat. Protein terdapat pada hewan dan tumbuhan, tetapi kandungan protein
lebih banyak terdapat pada hewan terutama ikan.
Ikan tidak hanya kaya akan kandungan protein tetapi juga mengandung zat gizi yang
penting bagi kecerdasan dan kesehatan tubuh contohnya DHA dan EPA contohnya ikan tuna.
Kekomplekan gizi yang terkandung di dalam ikan tuna mampu memenuhi kebutuhan gizi
tubuh manusia. Kandungan Protein ikan tuna sebanyak 22 g/100g, mineral 10,3 g/100 g,
lemak 1,01 g/100 g, DHA 1,2 g/100 g, dan EPA 0,4 g/100 g. Akan tetapi yang terjadi di
tengah masyarakat saat ini adalah konsumsi ikan masih rendah dari yaitu 23 kg perkapita
pertahun dari jumlah yang ditargetkan pemerintah untuk mengkonsumsi ikan sebesar 25 kg
perkapita pertahunnya. Solusi yang ditawarkan program ini yaitu

untuk meningkatkan

konsumsi ikan di masyarakat NTB melalui pembuatan produ yang banyak digemari misalnya
cilok. Cilok merupakan produk pangan yang bahan dasarnya daging, yang cukup banyak
digemari oleh masyarakat saat ini. Akan tetapi, daging sapi mengalami kenaikan harga yang
cukup tinggi sekitar 100.000 per kilogram, sehingga pada pembuatan produk ini
membutuhkan biaya produksi yang cukup mahal sehingga untuk mengurangi biaya produksi
cilok program ini menawarkan alternatif ikan tuna sebagai bahan dasar atau bahan pengganti
daging pada pembuatan cilok. Sehingga kebutuhan gizi masyarakat dapat terpenuhi dengan
mengkonsumsi pangan yang sudah difortifikasi dengan bahan yang tinggi kandungan protein
yang berasal dari hewan.

PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Ikan mengandung protein, lemak, vitamin, mineral yang sangat baik dan prospektif.
Lemak yang terkandung dalam ikan umumnya adalah asam lemak tak jenuh yang diantaranya
dikenal dengan Omega-3 dan Omega-6. Salah satu ikan yang memiliki kandungan gizi yang
tinggi adalah ikan tuna. Ikan tuna memiliki kandungan protein sebesar 22 g/100 g, mineral
10,3 g/100 g, lemak 1,01 g/100 g, DHA 1,2 g/100 g, dan EPA 0,4 g/100 g. kandungan gizi
pada ikan tuna dapat menjadikan ikan tuna sebagai sumber protein yang baik untuk penyusun
jaringan tubuh, dan juga kandungan DHA yang tinggi pada ikan tuna dapat meningkatkan
kecerdasan otak serta EPA baik untuk kesehatan( Alumandy et al., 2010: 197-201).
Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh
sesudah air. Seperlima bagian tubuh adalah protein, setengahnya ada di dalam otot, seperlima
di dalam tulang dan tulang rawan, sepersepuluh di dalam kulit, dan selebihnya di jaringan
lain dan cairan tubuh. Semua enzim, berbagai hormon, pengangkut zat-zat gizi dan darah,
matriks intraseluler dan sebagainya adalah protein. Di samping itu asam amino yang
membentuk protein bertindak sebagai prekursor sebagian besar koenzim, hormon, asam
nukleat dan molekul-molekul yang esensial untuk kehidupan. Protein mempunyai fungsi khas
yang tidak dapat digantikan oleh zat gizi lain, yaitu membangun serta memelihara sel-sel
jaringan tubuh (Almatsier, 2009).
Akan tetapi konsumsi ikan perkpita pertahun di Indonesia saat ini masih tergolong
rendah, yaitu 19,14 kg. hal ini dikarenakan ikan yang dikenal mengandung omega-3 dan
omega-6 yang tinggi seperti ikan Paus, Tuna, Cod,Salmon, dan Mackerel merupakan ikanikan yang langka ditemukan di pasar-pasar tradisional perkotaanl memiliki harga yang
relative tinggi. Selain harga yang tinggi, kendala lain penggunaan ikan laut sebagai sumber
asam lemak omega-3 dan omega-6 yaitu eksplorasi sumber daya air laut secara terus menerus
dan besar-besaran akan merusak atau mengganggu keanekaragaman hayati air laut
(Almunady et al., 2012:102).
Melihat maslah tersebut, salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan
konsumsi ikan adalah dengan membuat produk makanan yang di dalamnya ditambahkan
dengan bahaan makanan yang mengandung nilai gizi salah satunya ikan. Ikan merupakan
bahan pangan kaya protein yang dapat diolah menjadi berbagai macam produk, dan dapat
pula dijadikan sebagai bahan substitusi dari daging sapi sehingga dapat mengurangi biaya
produksi. Daging sapi setiap tahun mengalami kenaikan harga. Di kota mataram khususnya di

lingkungan Universitas Mataram produk olahan daging yang digemari adalah cilok, karena
produk ini dijual dengan harga yang dapat dijangkau oleh semua kalangan. Cilok juga
merupakan camilan yang praktis, enak dan mengenyangkan. Ikan tuna dapat menjadi bahan
substitusi daging sapi yang merupakan bahan baku pembuatan cilok. Kandungan gizi yang
baik pada ikan tuna menjadikan ikan ini sebagai alternatif yang baik dalam memenuhi
kebutuhan gizi masyarakat yang mengkonsumsi.

TUJUAN DAN MANFAAT


Tujuan
Gagasan ini kami tujukan untuk memanfaatkan ikan sebagai bahan baku pembuatan
produk pangan yang kaya akan kandungan gizi untuk memenuhi kebutuhan tubuh sebagai zat
pembangun, serta diharapkan dapat memanfaatkan sumber daya alam lokal yaitu ikan.
dimana suplai ikan di NTB cukup banyak dan dapat meningkatkan pendapatan nelayan.
Selain itu produk ini juga dapat meningkatkan kualitas produk cilok melalui
fortifikasi bahan pangan yang bernilai gizi tinggi. Dimana selama ini produk cilok sering
ditambahkan dengan bahan tambahan yang dilarang seperti borax yang berdampak negatif
pada kesehatan. Ikan merupakan bahan substitusi dari daging yang merupakan bahan baku
dalam pembuatan cilok. Kandungan gizi yang baik pada ikan tuna menjadikan ikan ini
sebagai alternatif yang baik dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat yang
mengkonsumsinya.

Manfaat
Produk ini dapat menjadi alternatif dalam memenuhi kebutuhan gizi terutam protein.
Selain kaya protein, daging ikan juga memiliki kandungan gizi yang tinggi seperti DHA,
EPA, omega-3, omega-6, vitamin dan mineral yang memiliki fungsi sangat baik bagi tubuh
dan perkembangan otak. Selain itu Pemerintah juga akan terbantu untuk meningkatan
konsumsi daging ikan khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat. Nelayan pun akan
mendapatkan keuntungan dengan pemanfaatan ikan tuna sebagai bahan substitusi dari daging
sapi pada pembuatan cilok, karena secara tidak langsung permintaan akan ikan tuna akan
semakin meningkat.

GAGASAN
Kondisi Kekinia Terkait Konsumsi Proteim Hewani Masyarakat di Wilayah Kota
Mataram
Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh mengatakan, konsumsi ikan di daerah ini masih
relatif rendah dan tidak seimbang antara konsumsi protein nabati dan hewani, terutama yang
bersumber dari ikan. "Capaian tingkat konsumsi ikan di Kota Mataram adalah 23 kilogram
perkapita per tahun dari sasaran 25 kilogram perkapita per tahun," katanya pada Lomba
Masak Menu Serba Ikan dan Kontes Ikan Koi di halaman kantor Wali Kota Mataram, di
Mataram. Ia mengatakan, untuk Kota Mataram dengan jumlah penduduk mencapai 427 ribu
jiwa, masih dihadapkan pada kekurangan pasokan ikan, sehingga belum bisa memenuhi
kebutuhan masyarakat yang cukup

tinggi. "Untuk itulah,

diperlukan upaya untuk

meningkatkan produksi ikan laut dan ikan air tawar, serta terus mendorong masyarakat untuk
gemar mengonsumsi protein yang bersumber dari ikan," katanya (Anonim, 2013).
Daging sapi yang merupakan sumber protein hewani dapat diolah menjadi berbagi
produk yang enak dan bernilai gizi tinggi. Akan tetapi saat ini harga daging sapi semakin
mahal yang membuat masyarakat tingkat bawah tidak dapat memenuhi kebutuhan protein
hewani. Hal ini harus mendapatkan perhatian yang lebih dari pemerintah dan masyarakat
untuk mencari substitusi dari daging sapi yang dapat memenuhi kebutuhan protein
masyarakat.

Solusi yang Pernah Diterapkan dalam Dpaya Meningktakan Konsums Hewani pada
Masyarakat
Pemerintah Kota Mataram terus berupaya melakukan kegiatan-kegiatan dalam upaya
meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat. "Semoga dengan dilaksanakan berbagai
kegiatan, salah satunya lomba masak serba ikan ini mampu meningkatkan asupan gizi
masyarakat yang bersumber dari protein hewani terutama ikan," katanya.
Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan
Kota Mataram, Lalu Alwan Basri mengatakan, terkait dengan pemberdayaan masyarakat
dalam bidang perikanan, pihaknya telah mengembangkan budidaya perikanan baik di air
tawar maupun di air laut. "Dengan berkembangkanya usaha budidaya tersebut selain
mendongkrak pertumbuhan ekonomi juga akan berdampak pada peningkatan konsumsi ikan
di masyarakat," katanya.
Di sisi lain, pihaknya juga aktif memberikan pelatihan terhadap pengelola industri
kecil menengah yang mengolah berbagai hasil perikanan menjadi produk olahan ikan yang

dipasarkan hingga ke pasar modern. "Produk tersebut olahan ikan tersebut, antara lain abon
ikan, krupuk ikan dan berbagai produk olahan ikan lainnya. Ini merupakan salah satu upaya
dalam meningkatkan konsumsi ikan di Kota Mataram," katanya. (Anonim, 2013)

Kondisi Kekinian yang Dapat Diperbaiki Melalui Gagasan yang Diajukan


Untuk dapat mengantisipasi permasalahan kurangnya konsumsi protein hewani pada
masyarakat, gagasan yang diajukan penulis pada usulan program ini adalah dengan
memanfaatkan sumber daya ikan yang tersedia dalam jumlah yang relatif berlimpah sebagai
bahan baku utama dalam membuat suatu produk yang saat ini banyak digemari oleh semua
kalangan masyarakat, baik dari anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Penggunaan ikan
tuna sebagi bahan baku utama suatu produk sebenarnya sudah lama dilakukan pada beberapa
produk, akan tetapi produk yang dibuat tidak terlau banyak disukai oleh kalangan masyarakat
dan peredarannya sangat kurang di masyarakat, sehingga hanya sebagian kalangan
masyarakat yang dapat mengkonsumsinya.
Waktu yang diperlukan untuk meningkatakan konsumsi protein pada masyarakat
melalui penggalakan beberapa program-program terkait dengan pentingnya konsumsi ikan
relatif lama, dan hanya akan memberikan masyarakat sebatas pengetahuan saja tanpa adanya
aksi lansung yang dapat memberikan efek pada meningkatnya konsumsi ikan pada
masyarakat. Namun dengan menjadikan ikan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan
cilok yang dijual langsung pada masyarakat, maka secara tidak langsung selain menggalakan
tentang pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani yang sangat bermanfaat
untuk tubuh.
Ikan tuna tuna dipilih sebagai bahan utama pembuatan cilok karena tersedia dalam
jumlah yang banyak dan dengan harga relatif murah dibandingkan dengan daging sapi, yang
dimana ikan tuna juga merupakan jenis ikan dengan kandungan protein yang tinggi dan
lemak yang rendah. Ikan tuna mengandung protein antara 22,6 - 26,2 g/100 g daging. Lemak
antara 0,2 - 2,7 g/100 g daging. Di samping itu ikan tuna mengandung mineral kalsium,
fosfor, besi dan sodium, vitamin A (retinol), dan vitamin B (thiamin, riboflavin dan niasin)
Departemen of Health Education and Walfare (1972 yang diacu Maghfiroh, 2000).
Komposisi nilai gizi beberapa jenis ikan tuna dapat dilihat dalam Tabel 1.
Agar diperoleh produk dengan mutu yang mantap dan stabil, proses pengolahan harus
dilakukan secara rasional dan baku. Rasionalisai dan standarisasi hendaknya dilakukan mulai

dari bahan baku, bahan pembantu, proses pengolahan,sampai lingkungan pengolahan.


Kondisi fisik dan bacterial, komposisi kimia, serta kesegaran bahan baku dan bahan
pembantu harus dikethui untuk memilih proses pengolahan yang tepat. Dengan standarisasi
maka konsumen akan mendapatkan produk yang sesuai dengan yang seharusnya.kondisi ini
juga akan membuka peluang pengembangan pemasaran produk olahan tradisional (Endang,
2002:96)
Tabel 1. Komposisi nilai gizi beberapa jenis ikan tuna (Thunnus sp) per 100 g daging
Jenis Ikan Tuna
Komposisi
Satuan
Bluefin
Skipjack
Yellowfin
Energi
121,0
131,0
105,0
Kal
Protein
22,6
26,2
24,1
G
Lemak
2,7
2,1
0,1
G
Abu
1,2
1,3
1,2
G
Kalsium
8,0
8,0
9,0
Mg
Fosfor
190,0
220,0
220,0
Mg
Besi
2,7
4,0
1,1
Mg
Sodium
90,0
52,0
78,0
Mg
Retinol
10,0
10,0
5,0
Mg
Thiamin
0,1
0,03
0,1
Mg
Riboflavin
0,06
0,15
0,1
Mg
Niasin
10,0
18,0
12,0
Mg
Sumber : Departement of Health, Education and Walfare (1972 yang diacu
Maghfiroh, 2000)
Adapun langkah-langkah dalam membuat cilok dengan bahan baku ikan tuna sebagai
berikut:
1. Daging ikan tuna dihaluskan sampai lembut bersama bawang putih, merica, masako rasa
daging sapi.
2. Daging ikan yang sudah halus dicampurkan dengan tepung kanji.
3. Kemudian diuleni sampai menyatu dan ditambahkan air sedikit.
4. Ulenan daging tersebut kemudian dibentuk bulat kecil-keci.
5. Bulatan daging tersebut kemudian dimasak hingga matang.
Pihak-pihak yang Dipertimbangkan Dapat Membantu Mengimplementasikan Gagasan
Yang Diajukan
Dalam penerapan program ini diperlukan pihak-pihak yang diharapkan dapat
membantu mengimplementasikan gagasan yang diajukan penulis. Adapun pihak-pihak yang
dapat membantu mengimplementasikan gagasan ini sebagai berikut:
Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Mataram

Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Mataram memiliki peranan yang sangat penting
dalam upaya pengimplementasian gagasan dalam program ini. Hal ini disebabkan Dinas
Kelautan dan Perikanan Kota Mataram merupakan lembaga yang bergerak dalam bidang
prikanan. Peranan Dinas Kelautan dan Perikanan dalam mengimplementasikan gagasan ini
dapat berupa pemberian sosialisasi kepada instansi-instansi terkait terkait dan para
pengusaha-pengusaha bakso dan para pedagang cilok keliling terakait dengan pemanfaatan
sumber daya ikan tuna sebagai bahan pengganti daging sapi dalam pembuatan cilok atau
bakso.
Para PedagangCilok Keliling
Para Pedagang Cilok Keliling sebagai sasaran utama dalam penerapan program ini
memiliki peranan yang sangat penting demi terwujudnya gagasan pada program ini. Peran
Pedagang Cilok Keliling dalam upaya pengimplementasian gagasan pada program ini adalah
dengan tidak lagi menggunakan daging sapi sebagai bahan baku utama dalam pembuatan
cilok dan menggantinya dengan daging ikan tuna, sehingga dapat memahami kelebihan dan
keuntungan yang dapat diperoleh melalui penerapan program ini, dan berusaha
mensosialisasikan gagasan ini kepada para pedagang cilok lain, sehingga konsumsi protein
hewani masyarakat dapat lebih cepat meluas dan meningkat.

Langkah yang Harus Dilakukan untuk Mengimplementasikan Gagasan


Berdasarkan pihak-pihak yang terlibat dalam pengimplementasian gagasan seperti
yang telah diuraikan di atas, maka diperlukan langkah-langkah yang harus dilakukan agar
pengimplementasian gagasan tersebut dapat terwujud. Langkah-langkah yang harus
dilakukan untuk mengimplementasikan gagasan ini adalah sebagai berikut.
1. Mengadakan kunjungan ke Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Mataram untuk
mensosialisasikan tentang pemanfaatan ikan tuna sebagai bahan pengganti daging
sapi dalam pembuatan cilok.
2. Mengadakan penyuluhan ke para pedagang cilok keliling terkait pemanfaatan ikan
tuna sebagai bahan pengganti daging sapi dalam pembuatan cilok, sehingga dapat
menghemat biaya produksi.
3. Mengadakan seminar

yang dapat diikuti oleh semua kalangan, baik pedagang

maupun masyarakat umum tentang pemanfaatan ikan tuna sebagai bahan pengganti
daging sapi dalam pembuatan cilok, sebagai upaya untuk mendorong konsumsi
protein hewani pada masyarakat di kota Mataram.

4. Memberikan informasi dalam bentuk spanduk maupun baliho tentang peggalakan


pentingnya konsumsi protein hewani melalui alternatif pemanfaatan ikan tuna sebagai
bahan pengganti daging sapi dalam pembuatan cilok .
5. Membuat artikel untuk dikirim ke berbagai media massa seperti koran dan majalah
yang berisi solusi untuk meningkatkan konsumsi protein hewani pada masyarakat di
kota Mataram melalui alternatif pemanfaatan ikan tuna sebagai bahan pengganti
daging sapi dalam pembuatan cilok.

KESIMPULAN
Gagasan yang Diajukan
Dalam mengatasi kurangnya konsumsi protein hewani pada masyarakat, khususnya di
wilayah kota Mataram, diperlukan stategi khusus, salah satunya dengan memanfaatkan
sumber daya yang tersedia dalam jumlah relatif banyak dan deangan harga yang terjangkau
oleh. Salah satu solusinya adalah dengan memanfaatkan ikan tuna sebagai bahan pengganti
daging sapi dalam pembuatan cilok. Hal ini disebabkan dalam ikan tuna

kandungan

proteinnya sangat tinggi ditambah dengan kandungan gizi yang lain, seperti mineral, kalsium,
fosfor, besi dan sodium, vitamin A (retinol), dan vitamin B (thiamin, riboflavin dan niasin),
yang sangat bermanfaat bagi tubuh.
Penggunaan ikan tuna sebagai sumber protein dalam mengatasi kurangnya konsumsi
protein pada masyarakat, dilakukan dengan cara menmanfaatkanya sebagai bahan pengganti
daging dalam pembuatan cilok. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat dengan mudah
mendapatkan produk yang kaya akan kandungan protein hewani. Dengan memanfaatkanya
sebagai cilok, maka masyarakat akan lebih mudah untuk mendapatkannya, karena banyak
dijual oleh para pedagang cilok keliling yang tersebar di wilayah kota Mataram.

Teknik Implementasi Gagasan yang Diajukan


Dalam mengimplementasikan gagasan pada program ini, teknik yang dilakukan
penulis adalah dengan memberikan penyuluhan dan sosialisasi ke berbagai instansi-instansi
pemerintah yang terkait dan para pedagang cilok keliling. Selain dengan cara tersebut,
penulis juga mengimplementasikan dengan cara mengadakan seminar yang dapat diikuti oleh
masyarakat umum terutama kalangan terutama para pedagang cilok . Teknik lain yang
dilakukan untuk mengimplementasikan gagasan ini adalah dengan menyebarluaskan
informasi mengenai pemanfaatan ikan tuna sebagai bahan pengganti daging sapi dalam

pembuatan cilok dalam upaya meningkatkan konsumsi protein pada masyarakat, melalui
pembuatan spanduk-spanduk maupun baliho-baliho. Teknik terakhir yang dilakukan untuk
mengimplementasikan gagasan pada program ini adalah dengan mengirimkan artikel
mengenai pemanfaatan ikan tuna sebagai bahan pengganti daging sapi dalam pembuatan
cilok dalam upaya meningkatkan konsumsi protein pada masyarakat ke berbagai media
massa seperti koran dan majalah sehingga masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan
informasi tersebut.

Prediksi Hasil yang Diperoleh Melalui Gagasan yang Diajukan


Gagasan pada program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada tingkat
konsumsi protein hewani masyarakat. Melalui gagasan ini diharapakan dapat meningkatakan
konsumsi protein hewani masyarakat di wilayah kota mataram melalui pemanfaatan ikan tuna
sebagai bahan pengganti daging sapi dalam pembuatan cilok ini. Dengan demikian, masalah
kurangya konsumsi protein hewani pada masyarakat di wilayah kota mataram akan
mengalami penurunan karena sudah dapat ditanggulangi dengan pemanfaatan ikan tuna
sebagai bahan pengganti daging sapi dalam pembuatan cilok, yang dapat dikonsumsi dan
terjagkau bagi oleh semua kalangan masyarakat.

10

DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, S., 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Anonim, 2013. Indonesia Memilih Konsumsi Ikan di Mataram Masih Rendah. htm.
http://www.metrotvnews.com/
Heruwati,

E.,Sri.2002. Pengolahan Ikan Secara Tradisional Prospek dan Peluang

Pengembangan. Jurnal Litbang Pertanian. 21(3): 92-98.


Panagan. A.,T.,H., Yohandini, dan M. Wulandari.2012. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif
Asam Lemak Tak Jenuh Omega-3, Omega-6 dan Karakteristik Minyak Ikan Patin
(pangasius Pangasius). Jurnal Penelitian Sains 15 (3C):96
Waysima,U., Sumarwan, A., Khamsan,dan F., R., Zakaria.2010. Sikap Efektif Ibu Terhadap
Ikan Laut Nyata Meningkat Apresiasi Anak Mengkonsumsi Ikan Laut. Jurnal Of
Nutrition and food. 5(3): 197:204

11

LAMPIRAN-LAMPIRAN:
Dafar Pembagian Tugas:
No

Nama Anggota

Bagian Tugas
-

Rudi Ansori
-

Baiq Mustika Sari

Dini Novianti

Loradika Fitasari

Linda Hermayanti

Pihak-pihak yang Dipertimbangkan Dapat


Membantu Mengimplementasikan
Gagasan Yang Diajukan
Kesimpulan
Latar Belakang
Solusi yang Pernah Diterapkan dalam Dpaya
Meningktakan Konsums Hewani pada
Masyarakat
Daftar Pustaka
Lampiran-lampira
Cover
Kata Pengantar
Daftar isi dan daftar tabel
Kondisi Kekinia Terkait Konsumsi Proteim
Hewani Masyarakat di Wilayah Kota
Mataram
Tujuan dan Manfaat
Kondisi Kekinian yang Dapat Diperbaiki
Melalui Gagasan yang Diajukan
Langkah yang Harus Dilakukan untuk
Mengimplementasikan Gagasan

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21