You are on page 1of 8

PERBANDINGAN KADAR TOTAL PROTEIN DENGAN

ALBUMIN SERUM PADA PASIEN SIROSIS HEPATIS DI RSUD


DR. H. ABDUL MOELOEK LAMPUNG TAHUN 2013

Disusun Oleh : ELIN NUGRAH PUTRI


Npm
: 10310127
Pembimbing I : Dr. Toni Prasetia, Sp.PD
Pembimbing II: dr. Nita Sahara

ABSTRAK

ABSTRACT

Latar Belakang: Sirosis hepatis adalah


penyakit hati menahun dan merupakan salah
satu penyakit hati yang terbanyak dijumpai di
Indonesia. Salah satu indikasi untuk
menentukan penyakit sirosis hepatis adalah
dengan tes fungsi hati. Pada tes fungsi hati
terjadi penurunan kadar albumin serum dan
total protein.

Backround : Chirrosis hepatitis is chronic

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk


mengetahui perbandingan kadar total protein
dengan kadar albumin serum pada pasien
sirosis hepatis di RSUD Dr. H. Abdul
Moeloek Lampung.

Purpose : This observation is purpose to


know ratio between protein totally degree
by serum albumin degree on the chirrosis
hepatitis patient in the RSUD Dr. Abdul
Moeloek Lampung.

liver desease and also one of most find


liver desease
in indonesia. One of
indication to determine chirrosis hepatis
desease by testing of the liver function. On
the test of liver function occur descent of
serum albumin degree and protein totally.

Metode Penelitian: Jenis penelitian yang


digunakan adalah observasional analitik
dengan pendekatan cross sectional. Sampel
dalam penelitian ini adalah pasien yang
terdiagnosis sirosis hepatis dari bulan Januari
2013 Desember 2013 sebanyak 74
responden, diambil dengan tekhnik purposive
sampling. Data yang dikumpulkan data
sekunder yang diperoleh melalui rekam medik.
Analisa statistik menggunakan t-independent.

Observation Method : The kind of


observation used is analitik observational
by cross sectional approach. The sample
on this observation is patient who diagnose
of chirrosis hepatitis from January
December 2013. There are 74 respondents,
taken by sampling purposive tekhnik. The
collected data is secondary that getted
from medical record. The statistics
analysis is use t-independent.

Hasil: Dari 74 responden didapatkan nilai


mean = 6,015 dan rasio kadar albumin nilai
mean = 2,654. Hasil uji statistik dengan uji tindependent didapatkan p-value = 0,001 < =
0,05.

Result : From 74 respondents getted


scores mean = 6,015 and the scores
albumin ratio mean = 2,654. The result test
statistics by test t-independent getted pvalue = 0,001< =0,05.

Kesimpulan: Terdapat perbedaan jumlah rasio


antara kadar total protein dengan kadar
albumin serum pada pasien sirosis hepatis di
RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Lampung.

Conclusion : There are ratio sum


difference between protein totally degree
by serum albumin degree on the chirrosis
hepatitis patient in the RSUD Dr. H. Abdul
Moeloek Lampung.

Kata kunci : Sirosis Hepatis, Total Protein,


Albumin

hati yang dirawat. Di Indonesia sirosis


hepatis terutama akibat infeksi virus
hepatitis B sebesar 40 50% dan virus
hepatitis C sebesar 30 40%, sedangkan
10 20% penyebabnya virus bukan B dan
C (non B non C), alkohol, jenis kelamin
juga mempengaruhi resiko sirosis hati dan
lebih banyak dijumpai pada kaum laki-laki
jika dibandingkan dengan kaum wanita
sekitar 1,6 : 1 dengan umur rata-rata
terbanyak antara golongan umur sekita 40
49 tahun.3
Jumlah pasien sirosis hepatis
bekisar 4,1% dari pasien yang dirawat di
Bagian Penyakit Dalam kurun waktu 1
tahun di RS Dr. Sardjito Yogyakarta.
Dijumpai pasien sirosis hati sebanyak 819
(4%) pasien dari seluruh pasien di Bagian
Penyakit Dalam kurun waktu 4 tahun di
Medan. Angka kejadian di Indonesia
menunjukkan pria lebih banyak menderita
sirosis hepatis dibanding wanita, dan
terbanyak didapatkan pada dekade kelima
kehidupan.3
Salah
satu
indikasi
untuk
menentukan penyakit sirosis hepatis adalah
dengan tes fungsi hati. Pada tes fungsi hati
terjadi penurunan kadar albumin serum
dan total protein. Albumin disintesis di
hati dan perubahan konsentrasi serumnya
merupakan petunjuk yang berguna
terhadap fungsi sintesis hati maupun
tingkat penyakit hati kronis. Konsentrasi
albumin menurun pada penyakit hati
kronis tetapi cenderung normal pada
tingkat awal hepatitis akut karena waktu
paruhnya yang panjang sekitar 20 hari.4
Pada penelitian sebelumnya
terjadi penurunan albumin serum sebanyak
50% dan total protein sebanyak 45%
dimana terjadi penurunan hampir dari
separuh pasien yang menderita sirosis
hepatis. Penurunan ini dapat terjadi karena
sebagian besar protein plasma darah dibuat
di hati. Apabila gangguan fungsi
hepatoselular berlangsung lama, kadar
total protein akan menurun, berarti terjadi
penurunan pada albumin serum.5
Jenis penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah observasional

Key words : Sirosis Hepatis, Protein Total,


Serum Albumin

PENGANTAR
Sirosis hepatis adalah penyakit hati kronis
yang dicirikan dengan perubahan struktur
anatomi jaringan ikat hati yang mengalami
regenerasi
nodul.
Sirosis
dapat
mengganggu sirkulasi darah intra hepatik,
dimana pada kasus yang lanjut,
menyebabkan kegagalan fungsi hati secara
bertahap.1
Data World Health Organization
(WHO) tahun 2010 sirosis hepatis
menempati urutan ketujuh
penyebab
kematian penduduk di dunia, sekitar 170
juta manusia terinfeksi sirosis hepatis dan
sekitar 25.000 orang meninggal setiap
tahun akibat penyakit sirosis hepatis dan
setiap tahunnya infeksi baru sirosis hepatis
bertambah 3-4 juta orang. Penyakit sirosis
hepatis bertanggung jawab terhadap
kematian penduduk pertahunnya di
Amerika Serikat sebesar 360 per 300.000
penduduk atau sekitar 1,2% dari seluruh
kematian di AS.2
Penyebabnya sebagian besar
akibat penyakit hati alkoholik maupun
infeksi virus kronik. Hasil penelitian lain
menyebutkan perlemakan hati akan
mengakibatkan
steatohepatitis
nonalkoholik (NASH, prevalensi 4%) dan
berakhir dengan sirosis hati dengan
prevalensi 0,3%. Prevalensi sirosis hati
akibat steatohepatitis alkoholik dilaporkan
0,3% juga.2
Berdasarkan
data
Dirjen
Pengendalian Penyakit dan Penyehatan
Lingkungan
(P2PL)
Kementrian
Kesehatan RI tahun 2010 prevalensi sirosis
hepatis di Indonesia sekitar 5-7 juta orang,
laporan rumah sakit umum pemerintah di
Indonesia secara keseluruhan prevalensi
sirosis adalah 3,5% dari seluruh pasien
yang dirawat di bangsal penyakit dalam
atau rata-rata 47,4% dari seluruh penyakit
2

analitik. Desain penelitian yang digunakan


dalam penelitian ini menggunakan
pendekatan cross sectional. Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh pasien
yang terdiagnosis sirosis hepatis dari bulan
Januari-Desember 2013 yang berjumlah 91
orang. Sampel dalam penelitian ini diambil

secara purposive sampling dari hasil rekam


medik pasien sirosis hepatis yang berobat
ke Poli Penyakit Dalam RSUD Dr. H.
Abdul Moeloek Lampung berjumlah 74
responden. Analisis data pada penelitian
ini menggunakan uji t-test dependent

Definisi Operasional
Tabel 3.1 Definisi operasional
NO

Variabel

Definisi

Alat
Ukur

Cara Ukur

Hasil Ukur

Skala

Rasio
kadar total
protein

Kelompok
albumin, dan
globulin

Kimia
analizer

Rekam
medik

Konsentrasi total
protein dalam plasma
manusia (7,0 7,5
g/dL)

rasio

Rasio
kadar
albumin
serum

Albumin adalah
protein utama
dalam plasma
manusia (3,4-4,7
g/dL) dan
membentuk
sekitar 60%
protein plasma
total.

Kimia
analizer

Rekam
medik

Konsentrasi total
albumin yang
merupakan protein
utama dalam plasma
manusia (3,4 4,7
g/dL)

rasio

Hasil Penelitian
Karakteristik Responden
a. Karakteristik Subjek
Berdasarkan Umur

Karakteristik subjek penelitian


berdasarkan sebaran umur dapat
dikategorikan menjadi (1) umur 20-35
tahun, (2) umur 36-50 tahun, (3) umur
51-65 tahun, (4) umur 66-80 tahun.

Penelitian

Tabel 4.1
Karakteristik Subjek Penelitian Berdasarkan Sebaran Umur
No.
1.

Umur (tahun)
20 - 35 Tahun

Frekuensi
13

Presentasi (%)
17,6%

2.
3.
4.

36 - 50 Tahun
51 - 65 Tahun
66 - 80 Tahun
Jumlah

29
27
5
74

39,2%
36,5%
6,7%
100%

13 orang (17,6%), umur 36 50 tahun


sebanyak 29 orang (39,2%), dan umur
51-65 tahun 27 orang (36,5%) dan umur
66 88 tahun 5 orang (6,7%).

Berdasarkan tabel 4.1 didapatkan


hasil subjek penelitian berdasarkan
sebaran
umur,
responden
yang
mempunyai umur 20 - 35 tahun sebanyak

Umur

6,7%

17,6%
20-35 tahun
36-50 tahun
51-65 tahun

36,5%

66-80 tahun

39,2%

Gambar 4.1 : Karakteristik Subjek Penelitian Berdasarkan Sebaran Umur


b. Karakteristik Subjek Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin
Tabel 4.2
Karakteristik Subjek Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin
No.
1.

Jenis Kelamin
Laki- Laki

Frekuensi
59

Presentasi (%)
79,7%

2.

Perempuan
Jumlah

15
74

20,3%
100%

Berdasarkan
tabel
4.2
didapatkan hasil subjek penelitian
berdasarkan indikator jenis kelamin,
responden yang mempunyai jenis

kelamin laki-laki lebih banyak, yaitu


59
orang
(79,7%),
sedangkan
responden yang mempunyai jenis
kelamin perempuan 15 orang (20,3%).

Jenis Kelamin
20,3%
79,7%
Laki-laki
Perempuan

Gambar 4.2 : Karakteristik Subjek Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin


4

a. Kadar Total Protein


Berdasarkan
penelitian
yang
dilakukan di RSUD. Dr. H. Abdul
Moeloek, maka perbandingan kadar
total protein pada pasien sirosis hepatis
dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Hasil Analisa Univariat


Analisa univariat dilakukan
untuk menggambarkan distribusi frekuensi
masing-masing variabel, baik variabel
bebas maupun variabel terikat. Untuk
mempermudah dalam penyajian hasil
penelitian ini, maka hasil analisa univariat
ini penulis uraikan pada tabel berikut ini:

Tabel 4.3
Kadar Total Protein
pada Pasien Sirosis Hepatis di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek
Variabel

Min

Max

Mean

Std. Dev

Total Protein

74

3,7

8,9

6,015

1,0838

Berdasarkan tabel di atas, maka


diketahui bahwa perbandingan kadar total
protein dari 74 responden sirosis hepatis
yang paling rendah (minimal) 3,7 dan
kadar total protein tertinggi (maksimal)
yaitu 8,9, dengan nilai mean (rata-rata) =
6,015 dan nilai standar deviasi = 1,0838.

b. Kadar Albumin
Berdasarkan
penelitian
yang
dilakukan di RSUD. Dr. H. Abdul
Moeloek. Perbandingan kadar albumin
pada pasien sirosis hepatis dapat dilihat
pada tabel berikut ini:

Tabel 4.4
Kadar Albumin
pada Pasien Sirosis Hepatis di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek
N

Min

Max

Mean

Std. Dev

74

1,1

4,5

2,654

0,7081

Variabel
Kadar Albumin

Berdasarkan tabel di atas, maka


diketahui bahwa perbandingan kadar
albumin dari 74 responden sirosis hepatis
yang paling rendah (minimal) 1,1 dan
kadar albumin tertinggi (maksimal) yaitu
4,5, dengan nilai mean (rata-rata) = 2,654
dan nilai standar deviasi = 0,7081.

Hasil Analisa Bivariat


Analisa bivariat dipergunakan untuk
melihat
hubungan
antara
variabel
dependent dengan variabel independent
sehingga diketahui kemaknaannya dengan
menggunakan uji T independent

Tabel 4.5
Perbandingan Kadar Total Protein
dengan Kadar Albumi Serum pada Pasien Sirosis Hepatis
di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Lampung
Variabel

Mean

Std. Dev

SE

Total Protein

74

6,015

1,0838

0,1260

Albumin

74

2,654

0,7081

0,823

p-value
0,001

Berdasarkan tabel diatas, maka


diketahui bahwa kadar total rotein pada
pasien sirosis hepatis mempunyai nilai
mean (rata-rata) = 6,015 dan nilai standard
deviasi = 1,0838. Sedangkan pada kadar
albumin mempunyai nilai mean (rata-rata)
= 2,654 dan nilai standard deviasi = 0,708.

penderita sirosis hepatis di RS. Siloam


Hospital
Jakarta,
didapatkan
hasil
penelitian bahwa sebagian besar pasien
memiliki kadar albumin 3,4 g/dL dengan
presentase 82,3% dan sisanya memiliki
kadar albumin > 4,7 g/dL dengan
presentase 17,7%.19

Hasil uji statistik dengan uji T


independent didapatkan p-value = 0,001 <
= 0,05, yang berarti terdapat perbedaan
kadar total protein dengan kadar albumin
serum pada pasien sirosis hepatis di
RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Lampung.

Berdasarkan
penelitian
Santi
Indriasari di RSUD Dr. Pirngadi Medan
tentang karakteristik penderita sirosis
hepatis di ruang rawat inap RSUD.Dr.
Pirngadi Medan tahun 2010-2011, dimana
didapatkan hasil penelitian bahwa dari 24
subyek diperiksa kadar total protein.
Didapatkan 17 (70,8%) pasien memiliki
kadar total protein rendah dalam nilai
(<7,0 g/dL), 4 (16,7%) pasien dengan
kadar normal (7,0 7,4 g/dL) dan 3
(12,5%) pasien memiliki kadar total
protein tinggi (>7,4 g/dL).20

PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian terdapat
perbedaan yang signifikan antara jumlah
kadar total protein dan kadar albumin,
dengan hasil penelitian bahwa kadar total
rotein pada pasien sirosis hepatis
mempunyai nilai mean (rata-rata) = 6,015
dan kadar albumin mempunyai nilai mean
(rata-rata) = 2,654, yang berarti terdapat
perbedaan 6 : 2,6 ( 3 : 1,3). Nilai standard
deviasi kadar total protein = 1,0838
sedangkan pada kadar albumin mempunyai
nilai standard deviasi = 0,708.

Albumin merupakan protein plasma


terbanyak dalam tubuh manusia. Kadarnya
berkisar antara 3,5-5,5 g/dL dan
merupakan 60% dari seluruh protein
plasma. Kadar albumin darah merupakan
hasil kecepatan sintesis hati dikurangi
kecepatan degradasi dan distribusi albumin
kedalam ruang intra dan ekstra vaskuler.4,9
Pada sirosis hepatis akan dijumpai
rendahnya produksi albumin. Sintesis
albumin terjadi di jaringan hati,
konsentrasinya menurun sesuai dengan
perburukan sirosis. Fungsi utama albumin
adalah membentuk tekanan osmotik koloid
di dalam plasma, yang akan mencegah
hilangya plasma dari kapiler.2,8

Hasil uji statistik dengan uji t


independent didapatkan p-value = 0,001
(p-value < = 0,05), yang berarti terdapat
perbedaan antara kadar total protein
dengan kadar albumin serum pada pasien
sirosis hepatis di RSUD. Dr. H. Abdul
Moeloek Lampung.
Berdasarkan
penelitian
yang
dilakukan Agsa Sajida tentang profil
6

Protein total dalam plasma manusia


memiliki konsentrasi sekitar 7,0-7,5 g/dL
dan membentuk bagian terbesar dari bahan
padat plasma. Pada sirosis hepatis,
sejumlah besar jaringan fibrosa terbentuk
diantara sel-sel parenkim hati, sehingga
kemampuannya untuk mensintesis protein
plasma berkurang. Hal tersebut akan
menurunkan tekanan osmotik koloid
plasma sehingga akan terjadi edema
seluruh tubuh dan akan menurunkan kadar
total protein.11

c. Ada perbedaan yang signifikan


antara kadar total protein dan kadar
albumin pada pasien sirosis hepatis
di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek
dengan p-value = 0,001.

DAFTAR PUSTAKA
1.

Sylvia A Price, Lorraine M


Wilson.
Patofisiologi
Konsep Klinis
Proses-Proses
Penyakit.
Edisi 6 Volume 1. Jakarta:
EGC. 2005: 493.

Penderita sirosis hepatis banyak


mengalami gangguan tes faal hati, lebih
lagi penderita yang sudah disertai tandatanda hipertensi portal. Pada pasien sirosis
hepatis kadar total protein akan menurun
begitupun kadar albumin juga akan
menurun, karena albumin merupakan
bagian dari total protein.20
Pada orang normal tiap hari akan
diproduksi 10-16 gr albumin, pada orang
dengan sirosis hepatis hanya dapat
disintesa antara 3,5-5,9 gr per hari. Kadar
normal albumin dalam darah 3,5-5,0 g/dL.
Jumlah albumin dan total protein yang
masing-masing diukur melalui proses yang
disebut elektroforesis protein serum.
Perbandingan kadar total protein dengan
albumin adalah 2:1 atau lebih pada pasien
sirosis hepatis. Selain itu, kadar asam
empedu juga termasuk salah satu tes faal
hati yang peka untuk mendeteksi kelainan
hati secara dini.20

2.

Supari. World Healt Organizatian


(WHO), Sirosis Hepatis: 2010:
dalam:
www.scrib.com.

3.

Kementrian
Kesehatan
RI,
Pengendalian
Penyakit
dan
Penyehatan
Lingkungan (P2PL). Jakarta: 2010.

4. Sudoyo, Aru W. dkk. Buku Ajar


Ilmu Penyakit Dalam. Jilid 1 Edisi
V.
Jakarta:
Interna
Publishing Pusat Penerbitan Ilmu
Penykit
Dalam. 2009: 668669.
5.

Setiawan, Poernomo Budi. Sirosis


Hati. In: Askandar Tjokroprawiro,
Poernomo
Boedi
Setiawan, et al. Buku Ajar Penyakit
Dalam, Fakultas
Kedokteran
Universitas Airlangga 2007: 129136.

6.

Moore Keith L, Agur Anne M.R.


Anatomi Klinis Dasar. Jakarta:
Hipokrates.
2002: 117.

7.

Robert S. Rahimi, Don C. Rockey.


Complications Of Cirrhosis. Curr
Opin
Gastroenterol.
2012. Edisi 28: 223-229.

SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan
pembahasan,
maka
dapat
diambil
kesimpulan sebagai berikut:
a. Rata-rata kadar total protein pada
pasien sirosis hepatis di RSUD. Dr.
H. Abdul Moeloek adalah 6,015
g/dL .
b. Rata-rata kadar albumin pada
pasien sirosis hepatis di RSUD. Dr.
H. Abdul Moeloek adalah 2,654
g/dL .

8.

Murray, Robert K. dkk. Biokimia


Harper Edisi 27. Jakarta: EGC.
2006:
608-609.

14. Williams
E.
Disseminated
Intravascular Coagulation. J Biol
Chem. 2008. Edisi 10: 197.

9.

Guyton, A.C. and Hall, J.E.


Texbook of Medical Physiology.
11 th ed.
Philadelphia,
PA,
USA: Elsevier Saunders. 2007:
320, 465-483.

15. Notoatmodjo, Soekijo. Metodologi


Penelitian Kesehatan. PT Rineka
Cipta. Jakarta. 2010: 172184.
16. Sastroasmoro S, Ismael S. DasarDasar
Metodologi
Penelitian
Klinis. Sagung Seto. Jakarta. 2011:
180.

10. Kumar Vinay, dkk. Buku Ajar


Patologi Robin. Volume 1. Edisi 7.
Jakarta:
EGC. 2007: 282.
11. Mogues T, Li J, Coburn J, Kuter
DJ. IgG Antibodies Againts Bovine
Serum Albumin In
Humans. J Immunol Methods.
2005. Edisi 30:
111.

17. Hadi Sujono. Gastroenterologi. PT


Alumni. Bandung. 2013: 620-633.
18. Baron D.N. Kapita Selekta
Patologi Klinik. Edisi 4. Jakarta:
EGC. 2006: 121-135.

12. Tall AR. C. Reactive Protein


Reassessed. N Engl J Med. 2006.
Edisi 14:
1450.

19. Sajida, Agsa. Profil Penderita


Sirosis Hepatis Di RS Siloam
Hospital
Jakarta
(skripsi).
Jakarta: UPN: 2008.

13. Fagan EA. Acute Liver Failure of


Unknown Patogenesis Hepatologi
Journal. 2007. Edisi 19:
1307-1308.

20. Indriasari, Santi. Karakteristik


Penderita Sirosis Hati Rawat Inap
di RSUD
Dr Pirngadi
Medan tahun 2010-2011 (skripsi).
Medan: USU:
2011.