You are on page 1of 9

SISTEM PEMERINTAHAN AMERIKA SERIKAT

Amerika Serikat terbentuk pada tahun 1787 dan terdiri dari 50 negara
bagian. Amerika Serikat merupakan sebuah negara Republik Federal
yang menganut sistem pemerintahan Presidensiil dimana Presiden
berperan sebagai badan esksekutif dan Konggres berperan sebagai
badan legislatif. Sedangkan Majelis Tinggi ada di tangan Senat dan
Majelis Rendah berada di tangan House of representative (Dewan
Perwakilan Rakyat)
Di Amerika Serikat terdapat pemisahan kekuasaan yang tegas antara
Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif. Pemisahaan ini terdiri dari pemisahan
bagian pelaksana maupun fungsi serta kekuasaan dari badan-badan
tersebut yang membatasai satu sama lain dengan menggunakan asas
checks and balances yang berarti saling mengawasi untuk menjaga
keseimbangan). Sedangkan keadilan ditegakkan melalui Badan
Yudikatif atau Mahkamah Agung (Supreme Court) yang bebas dari
pengaruh badan Legislatif dan Eksekutif serta menjamin hak-hak
kebebasan dan kemerdekaan individu serta menjamin tegaknya hukum
(rule of law).
Amerika Serikat melakukan pemilihan Presiden 4 tahun sekali dengan
menggunakan sistem electoral votes. Dimana presiden dan wakil
presiden dipilih dalam satu paket, seperti yang terjadi di Indonesia.
Pemerintah Amerika Serikat bertugas untuk melayani rakyat karena
pemerintah memperoleh kekuasaan dari rakyat.
SISTEM PEMERINTAHAN AMERIKA SERIKAT
Sistem pemerintahan Amerika Serikat didasarkan atas Konstitusi 1787, yang
telah mengalami beberapa kali amandemen. Amerika dengan tradisi
demokrasinya seringkali dianggap sebagai benteng demokrasi dan kebebasan.
Pokok-pokok sistem pemerintahan Amerika Serikat adalah :
1. Seperti namanya, bentuk negara Amerika Serikat adalah federasi/serikat,
dengan bentuk pemerintahan republik. Sistem pemerintahan yang dianut adalah
Presidensial.
2. Adaya pemisahan kekuasaan yang tegas antara eksekutif, legislatif dan
yudikatif. Dioantara ketiga badan tersebut terjadi check and balance sehingga
tidak ada yang terlalu dominan.

3. Kekuasaan eksekutif dipegang oleh Presiden. Presiden berkedudukan


sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Presiden dan wapres dipilih
melalui Pemilu, sehingga tidak bertanggung jawab pada Kongres.
4. Kekuasaan legislatif berada pada parlemen yang
disebut Kongres. Kongres terdiri dari 2 kamar, yakni Senat dan Hose of
Representatif. Anggota Senat terdiri perwakilan tiap tiap negara bagian
(masing-masing 2). jadi ada 100 senator. Sedangkan House of Representatif
ditentukan berdasarkan jumlah penduduk.
5. Kekuasaan yudikatif berada pada Mahkamah Agung (Supreme of Court)
yang bebas dab merdeka.
6. Sistem kepartaian menganut sistem dwipartai. Ada dua partai yang
dominan di Amerika Serikat, yakni Partai Demokrat dan Republik.
7.

Sistem Pemilu menggunakan sistem distrik.

8. Sistem pemerintahan negara bagian menganut prinsip yang hampir sama


dengan pemerintah federal. Negara bagian dipimpin oleh Gubernur dengan
mempunyai parlemen yang sebagian besar berupa bikameral(2kamar).

Kongres adalah cabang legislatif Pemerintah Federal. Kongres


memiliki dua kamar, yaitu Dewan Perwakilan Rakyat danSenat. DPR terdiri
dari 435 anggota yang memiliki hak suara, tiap anggota itu mewakili
sebuah distrik kongres dan bertugas selama dua tahun. Selain 435
anggota berhak suara, terdapat juga lima anggota tanpa hak suara,
yaitu empat orang perwakilan dan seorang komisioner residen. Terdapat
satu perwakilan dari Washington, D.C., Guam,Kepulauan Virgin, dan Samoa
Amerika, dan komisioner residen dari Puerto Rico. Kursi DPR Amerika
Serikat ditentukan dari tiap negara bagian dengan mempertimbangkan
jumlah penduduk masing-masing negara bagian itu; sebaliknya, tiap-tiap
negara bagian memiliki dua senator, tanpa memperhatikan jumlah
penduduk. Seluruhnya terdapat 100 senator (karena sekarang ada 50
negara bagian), yang bertugas selama enam tahun per periode jabatan
(sepertiga dari anggota Senat diganti menurut hasil pemilihan tiap dua
tahun sekali). Tiap kamar kongres (DPR atau Senat) memiliki
kekuasaan eksklusif khusus Senat harus memberikan "nasehat dan
persetujuan" terhadap perjanjian-perjanjian kepresidenan, dan DPR
harus mengajukan rancangan undang-undang untuk tujuan menaikkan

pajak. Persetujuan kedua-dua kamar diperlukan untuk meloloskan suatu


legislasi, yang hanya akan menjadi undang-undang setelah
ditandatangani Presiden; tetapi jika Presiden memveto suatu legislasi,
kedua-dua kamar Kongres dapat mengajukan kembali legislasi tersebut;
dan supaya legislasi tersebut dapat menghasilkan undang-undang tanpa
ditandatangani Presiden, diperlukan minimal dua per tiga suara setuju
dari anggota masing-masing kamar. Kekuasaan Kongres terbatas pada
semua hal yang diterakan di dalam Konstitusi; semua kekuasaan
lainnya menjadi tanggung jawab negara bagian dan rakyat. Konstitusi
juga menyertakan "Syarat Cukup dan Syarat Perlu", yang memberi Kongres
kekuasaan untuk "membuat semua undang-undang yang perlu dan
cukup untuk meneruskan dan menjalankan kekuasaan-kekuasaan
sebelumnya." Para anggota DPR dan Senat dipilih melalui pemilihan
umum yang menerapkan sistem suara terbanyak dan memperhatikan
kemajemukan di setiap negara bagian, kecuali Louisiana dan Washington,
yang menerapkan sistem pemilihan dua babak, yakni hanya dua calon
dengan suara terbanyak yang dapat dipilih pada babak
berikutnya.Cabang eksekutif terdiri dari Presiden dan perwakilannya.
President adalah kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan,
juga panglima tertinggi militer, dan kepala diplomat. Presiden, menurut
Konstitusi, harus "memperhatikan bahwa hukum harus dijalankan dengan
penuh sebaik-baiknya", dan "menjaga, melindungi, dan mempertahankan
Konstitusi". Presiden memimpin cabang eksekutif Pemerintah Federal, sebuah
organisasi besar yang beranggotakan 4 juta manusia, termasuk 1 juta personel
militer aktif. Presiden ke-44, yakni presiden terkini adalah Barack Obama,
presiden Amerika Serikat pertama dari keturunan Afrika-Amerika.
Sistem Pemerintahan Amerika Serikat
Amerika Serikat adalah negara republik dengan bentuk federasi
(federal) yang terdiri atas 50 negara bagian. Pusat
pemerintahan (federal) berada di Washington dan pemerintah
negara bagian (state). Adanya pembagian kekuasaan untuk
pemerintah federal yang memiliki kekuasaan yang
didelegasikan konstitusi. Pemerintah negara bagian memiliki
semua kekuasaan yang tidak didelegasikan kepada pemerintah
federal.
Adanya pemisahan kekuasaan yang tegas antara eksekutif,
legislatif dan yudikatif. Antara ketiga badan tersebut terjadi

cheks and balances sehingga tak ada yang terlalu menonjol


dan diusahakan seimbang.
a.
Kekuasaan eksekutif dipegang oleh presiden. Presiden
berkedudukan sebagai kepala negara sekaligus kepala
pemerintahan. Presiden dan wakil presiden dipilih dalam satu
paket (ticket) oleh rakyat secara langsung. Dengan demikian,
presiden tak bertanggung jawab kepada kongres (parlemennya
Amerika Serikat) tetapi pada rakyat. Presiden membentuk
kabinet dan mengepalai badan eksekutif yang mencakup
departemen ataupun lembaga non departemen.
b.
Kekuasaan legislatif berada pada parlemen yang disebut
kongres. Kongres terdiri atas 2 bagian (bikameral), yaitu Senat
dan Badan Perwakilan (The House of Representative). Anggota
Senat adalah perwakilan dari tiap negara bagian yang dipilih
melalui pemilu oleh rakyat di negara bagian yang bersangkutan.
Tiap negara bagian punya 2 orang wakil. Jadi terdapat 100
senator yang terhimpun dalam The Senate of United State.
Masa jabatan Senat adalah enam tahun. Akan tetapi dua
pertiga anggotanya diperbaharui tiap 2 tahun. Badan
perwakilan merupakan perwakilan dari rakyat Amerika Serikat
yang dipih langsung untuk masa jabatan 2 tahun.
c.
Kekuasaan yudikatif berada pada Mahkamah Agung
(Supreme Court) yang bebas dari pengaruh dua badan lainnya.
Mahkamah Agung menjamin tegaknya kebebasan dan
kemerdekaan individu, serta tegaknya hukum.

Negara Inggris(United Kingdom) merupakan negara kesatuan atau


unitary state yang terdiri dari Skotlandia, Wales, Inggris, dan Irlandia
Utara yang memiliki bentuk pemerintahan monarki atau kerajaan. Inggris
dikenal sebagai ibu atau pencetus sistem pemerintahan parlementer
(the mother of parliament) sebab Inggris lah yang membuat sebuah
sistem pemerintahan parlemen yang dapat diterapkan dengan baik
untuk pertama kali. Sistem ini memeberikan hak kepada masyarakat
untuk memilih wakilnya melalui pemilihan umum yang demokratis untuk
dapat mengatasi persoalan sosial ekonomi kemasyarakatan sehingga
tercipta kesejahteraan rakyat.

Kostitusi di inggris tidak tertulis(konvensi) dalam bentuk teks namun


tersebar dalam bentuk pelbagai hukum, peraturan, dan
konvensi. Sistem Pemerintahan Inggris

Pemerintahan Inggris dijalankan oleh Perdana Menteri sebagai kepala


pemerintahan dibantu para menteri. Ratu dan Raja Inggris hanyalah
kepala negara yang berfungsi sebagai simbol kenegaraan(simbol
kedaulatan, keagungan dan persatuan negara).
Parlemen atau Dewan Perwakilan terdiri dari dua ruang (bikameral), yakni
House of Commons & House of Lord. House of Commons atau disebut juga
Majelis Rendah adalah badan perwakilan rakyat yang anggota-anggotanya
dipilih oleh rakyat di antara calon-calon partai politik. House of Lord atau
Mejelis Tinggi adalah perwakilan yang berisi para bangsawan dengan
berdasarkan warisan. House of Commons memiliki keuasaan yang lebih besar
daripada House of Lord. Inggris menerapkan Parliament Soverengnity, artinya
kekuasaan yang sangat besar pada diri parlemen.
Kabinet merupakan menteri-menteri yang dipimpin oleh perdana menteri.
Kabinet tersebut yang benar-benar melaksanakan roda pemerintahan. Anggota
kabinet pada umumnya berasal dari House of Commons. Perdana menteri
merupakan pemimpin dari partai mayoritas di House of Commons. Masa
jabatan kabinet sangat tergantung pada kepercayaan dari House of Commons.
Parlemen memiliki kekuasaan membubarkan kabinet dengan mosi tidak percaya.

Terdapat oposisi yang dijalankan oleh partai yang kalah dalam pemilu. Para
pemimpin oposisisi membuat semacam kabinet tandingan. Jika sewaktu-waktu
kabinet runtuh, partai oposisi dapat menggantikan penyelenggaraan
pemerintahan. Sistem Pemerintahan negara Inggris
Inggris menggunakan sistem dwipartai. Di Inggris berdiri 2 partai yang saling
bersaing dan memerintah. Partai tersebut adalah Partai Buruh dan Partai
Konservatif. Partai yang menang dalam pemilu dan mayoritas di parlemen
merupakan partai yang memerintah, sedangkan partai yang kalah menjadi partai
oposisi.
Badan Peradilan ditentukan oleh kabinet sehingga tak ada hakim yang dipilih.
Meskipun demikian, mereka melaksanakan peradilan yang adil(bebas dan tidak
memihak), termasuk juga memutuskan sengketa antara warga dengan
pemerintah.
Inggris sebagai negara kesatuan menerapkan sistem desentralisasi. Kekuasaan
pemerintah daerah berada pada Council (dewan) yang dipilih oleh rakyat di
daerah. Sekarang ini, Inggris terbagi dalam tiga daerah, yaitu England, Wales
dan Greater London
Negara Inggris sebagai Mother of Parliaments telah banyak
memberikan sumbangan kepada peradaban dunia, khususnya sumbangan
terhadap lembaga-lembaga demokrasi. Namun demikian, bentuk
pemerintahannya kurang jelas didefinisikan dan agak sulit untuk
dimengerti
Di Inggris raja sebagai bagian dari badan eksekutif yang tidak dapat di
ganggu gugat.
Keluasaan raja bersifat simbolis karena kekuasaan sebenarnya berada di
tangan perdana menteri yang memimpin para menteri. Akan tetapi,
pelaksanaan sistem perlementer di Inggris agak berbeda dengan negaranegara lain. Di Inggris perdana menteri dapat sewaktu-waktu mengadakan
pemilihan umum sebelum masa jabatan parlemen berakhir. Akan tetapi,
hal ini
dilakukan atas saran perdana menteri. Pemilu dapat dilaksanakan sebelum
masa jabatan berakhir misalnya jika kabinet dikenakan mosi tidak percaya.

ciri penting dari Pemerintahan Inggris:


1. Negara Kesatuan (unitary state) dengan sebutan United Kingdom.

2.

3.
4.

5.
6.

7.

8.

Konstitusinya adalah hukum dasar yang memberikan dan membatasi


kekuasaan untuk
memerintah dan tidak tertulis.
Kekuasaan tidak dipisahkan, tetapi bercampur baur.
Parlemen adalah bicameral, terdiri dari House of Commons atau Majelis
Rendah dan House of Lords atau Majelis Tinggi. Parliament
Sovereingnity, merupakan salah satu prinsip fundamental dari konstitusi.
Kabinet, adalah kelompok inti menteri- menteri yang dikepalai oleh
Perdana
Menteri.
Her Majestys Opposition, adalah prinsip fundamental kedua dari
konstitusi yang tak
tertulis.
Mahkota hanyalah tituler, bukanlah kekuasaan politik. Ia
merupakan simbol keagungan, kedaulatan, dan kesatuan nasional,
sama seperti bendera dengan lambang Union Jack; tetapi menterimenterilah yang sebenarnya memerintah.
Civil service (dinas sipil) adalah pegawai karier yang
mengadministrasikan hukum dan
mengimplementasikan kebijakan-kebijakan eksekutif dan
parlementer.
Sitem Pemerintahan Cina
Cina adalah negara kepulauan yang berbentuk republik yang
pemerintahannya dipimpin oleh presiden. Cina mempunyai
kekuasaan atas 4 cabang (Lembaga) yaitu Lembaga Eksekutif,
Lembaga Perwakilan, Lembaga Kehakiman dan Lembaga
Pengawas. Presiden melantik anggota Lembaga Eksekutif
sebagai anggota kabinetnya termasuk Perdana Menteri yang
bertanggungjawab terhadap polisi dan pengendalian ketertiban.
Badan utama perwakilan merupakan Dewan Perwakilan Rakyat
dengan 225 kursi dimana 168 darinya diisi oleh anggota hasil
pemilu. Sisanya dibagikan secara proporsional antara
keseluruhan yang diterima partai (41 kursi), wilayah seberang
lautan 8 kursi) dan kursi khusus penduduk asli Taiwan (8 kursi).
Para anggota dewan ini memiliki masa jabatan 3 tahun. Pada
awalnya Dewan Konstituante Nasional, sebagai badan
konstitusi dan wakil rakyat umumnya, mempunyai sedikit
kekuasaan legislatif, akan tetapi dewan ini telah dihapuskan
pada tahun 2005 dan kekuasaan untuk merancang konstitusi
diserahkan kepada Lembaga Perwakilan dan pemilih dari
kalangan rakyat.

Cina memiliki beberapa kebijakan lain yang sangat ketat, yaitu


memberantas korupsi tanpa kenal ampun. Tahun-tahun
belakangan ini lebih dari 3.000 pejabat Tiongkok telah
dihukum karena menerima suap dan berbagai kesalahan lain,
sebagian terkait paket stimulus Beijing sebesar 586 miliar dolar.
Tindak korupsi itu terjadi antara Oktober 2009 hingga April
tahun ini, dengan salah satu kasus terburuk melibatkan
seorang pejabat yang menerima suap senilai 3,2 juta dolar,
demikian kata Kementerian Pengawasan Cina.
Contoh kebijakan pemerintah Cina yang lain adalah
mengembangkan industri informasi dan elektronik yang
menguasai pasar dunia yang melejitkan pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah Cina yang berideologi komunis telah berhasil
mengadopsi semangat liberalisasi ekonomi Barat dengan tepat,
dengan tetap mempertahankan ideologi politik dan budayanya.
Pertumbuhan perusahaan industri dan manufaktur yang luar
biasa dengan menyerap modal dari dalam dan luar negeri tidak
hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional Cina tapi
juga menyerap tenaga kerja yang luar biasa.
Salah satunya adalah industri informasi dan elektronik yang
berkembang pesat selama 20 tahun terakhir sejak liberalisasi
ekonomi di bawah kebijakan strategis nasional yang
mempercepat informatisasi perkembangannya. Pada tahun
2005, sektor informasi dan elektronik Cina mengangkat 16,6%
pertumbuhan ekonomi negara dan memberi nilai tambah 7%
dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB).
Dibawah ini adalah Pokok-pokok Sistem Pemerintahan di Cina :
a. Bentuk negara adalah kesatuan yang terdiri atas 23 provinsi
b. Bentuk pemerintahan adalah republik dengan sistem demokrasi
komunis
c. Kepala negara adalah presiden, sedangkan kepala pemerintahan
adalah perdana menteri. Presiden dipilih oleh Kongres Rakyat
Nasional untuk masa jabatan 5 tahun (biasanya merangkap sebagai
Ketua Partai). Sedangkan untuk jabatan Perdana menteri (Sekretaris
Jenderal Partai) diusulkan oleh presiden dengan persetujuan Kongres
Rakyat Nasional
d. Menggunakan sistem unikameral, yaitu Kongres Rakyat Nasional
(National Peoples Congress or Quanguo Renmin Daibiao Dahui)
dengan jumlah 2.979 orang. Anggotanya merupakan perwakilan dari
wilayah, daerah, kota dan provinsi untuk masa jabatan 5 tahun.

Badan ini memiliki kekuasaan penting di Cina dengan anggotanya


dari orang-orang partai komunis.
e. Lembaga negara tertinggi adalah Konggres Rakyat Nasional yang
bertindak sebagai badan legislatif.
f. Kekuasaan yudikatif terdiri atas Supreme Peoples Court, Local
Peoples Courts dan Special Peoples Courts. Kekuasaan yudikatif
dijalankan secara bertingkat kaku oleh Pengadilan Rakyat di bawah
pimpinan Mahkamah Agung Cina.